• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH NUGRAHA PRATAMA PUTRA (Halaman 49-63)

3.1 Jenis Penelitian

Metode penelitian adalah cara atau jalan yang ditempuh sehubungan dengan penelitian yang dilakukan, yang memiliki langkah-langkah yang sistematis. Dilihat dari jenis penelitiannya, jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Menurut Sugiyono (2017) penelitian asosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Hal ini dapat dilihat dari variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini, yaitu variabel Motivasi Berwirausaha (X1), Lingkungan Bisnis (X2), dan Inovasi (X3) serta variabel terikat yaitu Kinerja Usaha (Y).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Usaha Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni 2019 sampai dengan bulan Agustus 2019.

3.3 Batasan Operasional

Untuk menghindari pembahasan yang tidak terarah dan mengakibatkan tidak tepatnya sasaran yang diharapkan, maka langkah berikutnya peneliti perlu membatasi masalah yang di bahas, hanya pada:

1. Variabel bebas, yaitu variabel Motivasi Berwirausaha (X1), Lingkungan Bisnis (X2), dan Inovasi (X3)

2. Variabel Terikat, yaitu Kinerja Usaha (Y)

3.4 Operasionalisasi Variabel

Untuk menjelaskan variabel yang dimaksudkan dalam penelitian ini, maka perlu definisi operasional variabel dari masing-masing variabel sebagai upaya pemahaman dalam penelitian. Definisi operasional yaitu suatu definisi yang diberikan pada suatu variabel dengan memberikan arti dari membenarkan kegiatan atau suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini antara lain:

1. Variabel Bebas (X) yaitu Variabel yang nilainya tidak bergantung pada variabel lain, terdiri dari:

a. Motivasi Berwirausaha (X1)

Motivasi Berwirausaha merupakan suatu dorongan dan energi yang dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu usaha. Motivasi Berwirausaha merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Kinerja Usaha pada Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor.

b. Lingkungan Bisnis (X2)

Lingkungan Bisnis merupakan salah satu faktor yang sangat diperhitungkan dalam pengelolaan kegiatan bisnis. Lingkungan bisnis sangat berpengaruh terhadap Kinerja Usaha pada Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor.

c. Inovasi (X3)

Inovasi adalah kreativitas yang diterjemahkan menjadi sesuatu yang dapat diimplementasikan dan memberikan nilai tambah atas sumber daya yang

37

dimiliki. Inovasi sangat berpengaruh terhadap Kinerja Usaha pada Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor.

2. Variabel terikat yaitu variabel yang terpengaruh oleh variabel lain, yaitu Kinerja Usaha pada Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor. Kinerja Usaha adalah hasil kerja yang dicapai perusahaan, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas dalam kurun waktu tertentu.

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala Ukur

Motivasi

Inovasi (X3) Merupakan salah satu faktor

3.5 Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala Semantic Diferential. Skala ini bersifat bipolar (dua kutub yang berlawanan). Semantic Diferential digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda atau checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawaban “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang (Sugiyono, 2017). Pada penelitian ini, cara untuk menginterpretasikan skala Semantic Diferential yaitu dengan menggunakan skala linier numerik.

Contoh: peneliti ingin menanyakan Motivasi Berwirausaha terhadap Kinerja Usaha pada pemilik Start-Up Bisnis Coffee Shop.

Tabel 3.2

Instrumen Pengkuran Numerik

Skor

Kesulitan 1 2 3 4 5 Kemudahan

Sukar 1 2 3 4 5 Kenikmatan

Tidak Menarik 1 2 3 4 5 Menarik

Sumber: Diolah peneliti (2019)

Responden dapat memberi jawaban, pada rentang jawaban yang positif sampai dengan negatif. Hal ini tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Jika responden memberi penilaian dengan angka 5, berarti persepsi responden terhadap Motivasi Berwirausaha sangat positif, sedangkan bila memberi jawaban pada angka 3 berarti netral, dan bila memberi jawaban pada angka 1, maka persepsi responden terhadap Motivasi Berwirausaha sangat negatif.

39

3.6 Populasi dan Sampel 3.6.1 Populasi

Sugiyono (2017) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Penentuan populasi merupakan tahapan penting dalam penelitian. Populasi dapat memberikan informasi atau data yang berguna bagi suatu penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor sebanyak 33 Start-Up Bisnis Coffee Shop.

3.6.2 Sampel

Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2017) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dilakukan karena peneliti memiliki keterbatasan dalam melakukan penelitian baik dari segi waktu, tenaga, dana dan jumlah populasi yang sangat banyak. Maka peneliti harus mengambil sampel yang benar-benar refresentatif (dapat mewakili). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel diambil dengan rancangan sampel probabilitas dengan teknik pengambilan Teknik sampling jenuh, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Istilah lain dari sampel jenuh adalah sensus (Sugiyono, 2017). Berdasarkan pengertian tersebut, maka jumlah sampel penelitian adalah 33 Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor.

Tabel 3.3

Daftar Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor

No. Start-up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal

5 Brewer Coffee & Roastery 2018

6 Zain Fas Coffee 2018

Start-up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Johor

41

3.7 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan penyebaran kuesioner/angket kepada pemilik Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner merupakan metode pengumpulan data yang lebih efisien bila peneliti telah mengetahui dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan dari responden. Selain itu kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas.

3.8 Uji Validitas dan Reliabilitas 3.8.1 Uji Validitas

Validitas menurut Sugiyono (2017) menunjukan derajat ketepatan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Untuk mencari validitas sebuah item kuesioner, kita mengkorelasikan skor item dengan total item-item tersebut. Jika koefisien antara item dengan total item sama atau diatas 0,3 maka item tersebut dinyatakan valid, tetapi jika nilai korelasinya dibawah 0,3 maka item tersebut dinyatakan tidak valid. Uji validitas dalam penelitian ini dilakukan kepada 30 Start-Up Bisnis Coffee Shop yang berada di Kawasan Medan Baru dan Medan

Kota. Kriteria pengujian validitas adalah:

1. Jika r hitung positif dan r hitung r tabel maka pernyataan tersebut valid.

2. Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel maka pernyataan tersebut tidak valid.

Dengan n = 30, df = n-2 = 30-2 = 28, maka α = 0.05 diperoleh rtabel = 0,361 Berdasarkan Tabel 3.4 menunjukkan bahwa seluruh butir pernyataan pada kuesioner adalah valid, yang dapat dilihat dari rhitung yang lebih besar dari rtabel (0,361) pada setiap butir pernyataan. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa 20 pernyataan yang digunakan adalah valid.

Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas

Item r-hitung r-tabel Keterangan

P1 ,667 ,361 VALID

Ghozali (2016) menyatakan bahwa reliabilitas adalah alat untuk

43

mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengujian reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Shot atau pengukuran sekali saja, dimana pengukurannya hanya sekali dan

kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Reliabilitas diukur dengan uji statistik Cronbach Alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika

memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,70 (Nunnally dalam Ghozali, 2016).

Tabel 3.5 Hasil Uji Reliabilitas

Cronbach's Alpha N of Items

.954 20

Sumber: Lampiran 3

Pada Tabel 3.5 dapat diketahui bahwa nilai Cronbach`s Alpha sebesar 0,954 > 0.70. Dengan demikian kuesioner dinyatakan reliabel.

3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Analisis Deskriptif

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis deskriptif, yaitu dengan 33 kuesioner yang diisi oleh pelaku Start-Up Bisnis Coffee Shop di Kawasan Medan Sunggal dan Medan Johor. Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai suatu data. Dalam hal ini, statistik deskriptif menjelaskan mengenai karakteristik responden dalam variabel yang digunakan.

3.9.2 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal dua (Sugiyono, 2017).

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan persamaan regresi linear berganda karena variabel bebas dalam penelitian lebih dari satu. Adapun persamaan regresi linear berganda menurut Sugiyono (2017) dapat dirumuskan sebagai berikut:

Y= 0 + β1X1 + β2X2+ β3X3+ Ɛ Keterangan:

Y = Kinerja Usaha

β 0 = Konstanta

β1 = Koefisien regresi X1

X1 = Motivasi Berwirausaha

β 2 = Koefisien regresi X2

X2 = Lingkungan Bisnis

β 3 = Koefisien regresi X3

X3 = Inovasi

ε = Error term (Residual)

45

3.10 Uji Asumsi Klasik 3.10.1 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistika. Analisis grafik cara termudah untuk melihat normalitas residual yaitu dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal, dan ploating data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya kan mengikuti garis diagonalnya. Sedangkan uji statistika yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual adalah uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dikatakan bahwa residual terdistribusi secara normal apabila memiliki tingkat signifikan (α) ≥ 0.05 (Ghozali, 2016).

3.10.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2016). Jika variance dari satu residual pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut sebagai Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian

menyempit), maka ini mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas, jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.10.3 Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel bebas satu terhadap variabel bebas lainnya. Menurut Ghozali (2016) uji ini bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas diantara variabel independen dapat dilihat dari Tolerance dan nilai VIF. Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya.

Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregresi terhadap variabel independen lainnya.

Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang terpilih yang tidak

dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/tolerance). Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0.10 atau sama dengan nilai VIF > 10. Sebaliknya, model regresi

yang bebas dari multikolinieritas adalah model yang memiliki nilai tolerance ≥ 0.1 atau nilai VIF ≤ 10 (Ghozali, 2016).

3.11 Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2016), uji koefisien determinasi (R2) digunakan untuk

47

mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil menunjukkan bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas. Kelemahan dari koefisien determinasi adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap pembahasan variabel independen maka R2 pasti akan meningkat tanpa memperdulikan apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, digunakanlah model adjusted R2. Model ini dapat naik atau turun apabila ada suatu variabel

independen yang ditambahkan kedalam model (Ghozali, 2016).

3.12 Uji Hipotesis

3.12.1 Uji Signifikasi Serempak (Uji Statistik-F)

Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat. Uji-F digunakan untuk melihat secara bersama pengaruh variabel bebas yaitu Motivasi Berwirausaha (X1), Lingkungan Bisnis (X2), dan Inovasi (X3) terhadap variabel terikat yaitu Kinerja Usaha (Y). Bentuk pengujiannya adalah:

1. H0 : β1= β2 = β3 = 0, artinya secara simultan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

2. Ha : Minimal satu βi ≠ 0, artinya secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.

Kriteria pengambilan keputusannya adalah:

1. H0 diterima jika Fhitung ≤ F tabel pada α = 5% atau sig. F ≥ α (0,05)

2. H0 ditolak (Ha diterima), jika Fhitung > F tabel pada α = 5% atau sig. F <α (0,05)

3.12.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik-t)

Uji-T dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:

1. Pengaruh Motivasi Berwirausaha terhadap Kinerja Usaha

a. H0 : β1 ≤ 0, artinya Motivasi Berwirausaha tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

b. H1 : β1 > 0, artinya Motivasi Berwirausaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

2. Pengaruh Lingkungan Bisnis terhadap Kinerja Usaha

a. H0 : β2 ≤ 0, artinya Lingkungan Bisnis tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

b. H1 : β2 > 0, artinya Lingkungan Bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

3. Pengaruh Inovasi terhadap Kinerja Usaha

a. H0 : β3 ≤ 0, artinya Inovasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

b. H1 : β3 > 0, artinya Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha.

Kriteria pengambilan keputusannya adalah:

1. H0 diterima jika thitung ≤ ttabel pada α = 5% atau sig. t ≥ α (0,05)

2. H0 ditolak (Ha diterima), jika thitung > ttabel pada α = 5% atau sig. t < α (0,05)

BAB IV

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH NUGRAHA PRATAMA PUTRA (Halaman 49-63)

Dokumen terkait