• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH SILVIANTY MELADISTIA BR SITEPU (Halaman 53-66)

Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini dilakukan berdasarkan penelitian asosiatif. Penelitian yang menggunakan metode asosiatif menurut Sugiyono (2014) adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini, peneliti ingin menganalisis pengaruh variabel independen yaitu pertumbuhan ekonomi, DAU, DAK, DBH dan PAD terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada lingkungan Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dimulai dari sejak bulan April 2020 sampai dengan September 2020.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 33 Kabupaten/Kota. Data sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.

Alasan peneliti memilih menggunakan teknik purposive sampling agar dapat menentukan mana Kabupaten/Kota yang benar-benar datanya tersedia untuk kemudian dapat diteliti. Karena dengan menggunakan kriteria tertentu peneliti lebih

mudah untuk memilih Kabupaten /Kota yang dapat dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.

Beberapa kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel antara lain:

1. Sampel adalah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki Laporan APBD pada situs Dirjen Perimbangan Keuangan Pemerintah Daerah Periode 2016-2019.

2. Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki ketersediaan data PDRB hasil perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara.

Berdasarkan kriteria diatas, maka Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi sampel dalam penelitian ini berjumlah 33 Kabupaten/Kota karena semua Kabupaten/Kota memenuhi kedua kriteria di atas.

Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Data yang diperoleh adalah kombinasi antara data time series dan data cross section. Data time series (deret waktu) sekumpulan data dari suatu fenomena tertentu yang didapat dalam beberapa interval waktu, misalnya dalam waktu mingguan, bulanan, dan tahunan, dalam penelitian ini interval waktu yang digunakan adalah tahunan yaitu 4 tahun sedangkan data cross section atau data satu waktu adalah sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu dalam suatu kurun waktu dan dalam penelitian ini yaitu terdapat 33 Kabupaten/Kota, sehingga jumlah data amatan dalam penelitian ini adalah sebanyak 132.

Sementara sumber data dalam penelitian ini adalah Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara selama tahun 2016-2019 yang diakses dari situs Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan www.djpk.depkeu.go.id dan juga Statistik Provinsi Sumatera Utara Dalam Angka

di situs Badan Pusat Statistik yaitu www.bps.go.id.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, dimana data yang diambil secara tidak langsung melalui media perantara. Peneliti mengumpulkan data yang didapatkan dari berbagai sumber antara lain data yang terdapat pada situs Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan www.djpk.depkeu.go.id dan juga di situs Badan Pusat Statistik yaitu www.bps.go.id.

Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data yang berupa literatur, jurnal-jurnal dan sumber lain yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian.

Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Variabel bebas (independent variabel) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pertumbuhan ekonomi, dana perimbangan yang terdiri dari DAU, DAK dan DBH serta PAD. Sedangkan variabel terikat (dependent variabel) yangmerupakan perhatian utama dalam penelitian ini adalah belanja modal.

1. Belanja Modal (Y)

Belanja modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk di dalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau

menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset.

Belanja modal dalam penelitian ini diukur dengan:

𝑩𝒆𝒍𝒂𝒏𝒋𝒂 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 = π‘Ήπ’†π’‚π’π’Šπ’”π’‚π’”π’Š 𝑩𝒆𝒍𝒂𝒏𝒋𝒂 𝑴𝒐𝒅𝒂𝒍 𝑺𝒂𝒕𝒖 π‘·π’†π’“π’Šπ’π’…π’† 2. Pertumbuhan Ekonomi (X1)

Pertumbuhan ekonomi merupakan realisasi dari kegiatan perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat menigkat. Variabel ni diukur dengan menggunakan:

π‘·π’†π’“π’•π’–π’Žπ’ƒπ’–π’‰π’‚π’ π‘¬π’Œπ’π’π’π’Žπ’Š = 𝑷𝑫𝑹𝑩 π‘―π’‚π’“π’ˆπ’‚ 𝑲𝒐𝒏𝒔𝒕𝒂𝒏 3. Dana Alokasi Umum (X2)

Dana alokasi umum (DAU) adalah realisasi dana yang dialokasikan Pemerintah Pusat yang berasal dari APBN dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Variabel ni diukur dengan menggunakan:

𝑫𝑨𝑼 = π‘Ήπ’†π’‚π’π’Šπ’”π’‚π’”π’Š 𝑫𝑨𝑼 𝑺𝒂𝒕𝒖 π‘·π’†π’“π’Šπ’π’…π’† 4. Dana Alokasi Khusus (X3)

Dana alokasi khusus (DAK) adalah realisasi dana yang dialokasikan Pemerintah Pusat dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kepada provinsi/kabupaten/kota tertentu dengan tujuan untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan pemerintahan daerah dan sesuai dengan prioritas daerah. Variabel ni diukur dengan menggunakan:

𝑫𝑨𝑲 = π‘Ήπ’†π’‚π’π’Šπ’”π’‚π’”π’Š 𝑫𝑨𝑲 𝑺𝒂𝒕𝒖 π‘·π’†π’“π’Šπ’π’…π’†

5. Dana Bagi Hasil (X4)

Dana bagi hasil (DBH) merupakan realisasi dana yang dialokasikan Pemerintah Pusat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) kepada daerah berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Variabel ni diukur dengan menggunakan:

𝑫𝑩𝑯 = π‘Ήπ’†π’‚π’π’Šπ’”π’‚π’”π’Š 𝑫𝑩𝑯 𝑺𝒂𝒕𝒖 π‘·π’†π’“π’Šπ’π’…π’† 6. Pendapatan Asli Daerah (X5)

Pendapatan asli daerah (PAD) adalah alokasi total pendapatan yang dianggarkan akan diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sumber PAD terdiri dari: pajak daerah, restribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan milik daerah yang dipisahkan dan pendapatan asli daerah lainnya yang sah.

Variabel ni diukur dengan menggunakan:

𝑷𝑨𝑫 = π‘Ήπ’†π’‚π’π’Šπ’”π’‚π’”π’Š 𝑷𝑨𝑫 𝑺𝒂𝒕𝒖 π‘·π’†π’“π’Šπ’π’…π’†

Untuk menghidari kesimpangsiuran pemahaman (persepsi) pada penelitian ini, maka disusun definisi dan operasional variabel penelitian sebagai berikut:

Tabel 4.2

Belanja modal adalah pengalokasian dana yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap/inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

Variabel Definisi

Pertumbuhan ekonomi merupakan realisasi dari kegiatan dialokasikan Pemerintah Pusat yang berasal dari APBN dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan berdasarkan angka persentase untuk mendanai kebutuhan

Variabel Definisi berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan

Dalam menganalisis pengaruh dari pertumbuhan ekonomi, dana perimbangan (DAU, DAK, dan DBH)dan PAD terhadap belanja modal digunakan Analisis Regresi Linear Berganda. Pengolahan data dalam penelitian ini nantinya akan dilakukan dengan bantuan software SPSS 25. Namun sebelum melakukan pengujian hipotesis, data terlebih dahulu akan diuji dengan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini telah berdistribusi secara normal dan terbebas dari gejala asumsi klasik.

Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan kegiatan menyimpulkan data mentah dalam jumlah yang besar sehingga hasilnya dapat ditafsirkan dan kegiatan meliputi mengelempokkan, mengatur, mengurutkan data atau memisahkan komponen atau bagian yang relevan dari keseluruhan data, sehingga data mudah untuk di kelola. Analisis ini juga digunakan untuk menemukan pola yang ada pada data, agar bisa dipahami.

Uji Asumsi Klasik

Pengujian hipotesis dengan menggunakan analisis regresi, maka yang diperlukan terlebih dahulu adalah melakukan pengujian dengan menggunakan uji asumsi klasik yang meliputi pengujian antara lain: Uji Normalitas, Uji Multikolinieritas dan Uji Heteroskedastisitas. Dimana menurut Ghozali (2011) akan dijabarkan antara lain sebagai berikut:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Cara yang biasa digunakan untuk menguji normalitas model regresi yaitu dengan analisis grafik (normal P-P plot). Selain itu ada pula analisis statistik yang dapat digunakan yaitu one sample Kolmogorov-Smirnov Test.

Kolmogorov-Smirnov dihitung dari perbedaan nilai absolut terbesar antara fungsi distribusi kumulatif dari pengamatan dengan fungsi distribusi kumulatif teoritis.

2. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Pengujian multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Varian Inflation Factor (VIF), nilai VIF yang semakin besar menunjukkan masalah multikolinieritas yang semakin serius.

3. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1). Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untuk mendeteksi gejala autokorelasi penelitian ini menggunakan uji Durbin Watson (DW test). Uji Durbin-Watson dilakukan dengan membandingkan nilai Durbin-Watson dari hasil perhitungan dengan nilai Durbin-Watson tabel.

4. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas terjadi bila variansnya tidak konstan, sehingga seakan- akan ada beberapa kelompok data yang mempunyai besaran error yang berbeda-beda sehingga bila diplotkan dengan ΕΆi nilai akan membentuk suatu pola. Heteroskedastisitas dapat dilihat dengan metode grafik yaitu memplotkan ui2 dan ΕΆi. Heteroskedastisitas akan terdeteksi bila plot menunjukkan pola yang sistematis. Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan kepengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan grafik scatter plot, sebagai berikut:

a. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola yang teratur, maka telah terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui jawaban dari dugaan awal penulis terhadap pengaruh masing-masing variabel dalam penelitian ini.

Pengujian ini dilakukan setelah data memenuhi seluruh ketentuan hasil uji asumsi klasik.

1. Analisis Regresi Linear Berganda

Uji hipotesis dalam penelitian ini pertama kali dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk melihat gambaran pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Persamaan model regresi yang akan digunakan dalampenelitian ini adalah:

𝒀 = π‘Ž + π–°πŸπ‘ΏπŸ + π–°πŸπ‘ΏπŸ + π–°πŸ‘π‘ΏπŸ‘ + π–°πŸ’π‘ΏπŸ’ + π–°πŸ“π‘ΏπŸ“ + 𝒆 Y = Belanja Modal

Ξ± = Nilai konstanta Ξ²1-5 = Nilai koefisien regresi X1 = Pertumbuhan Ekonomi X2 = Dana Alokasi Umum X3 = Dana Alokasi Khusus X4 = Dana Bagi Hasil

X5 = Pendapatan Asli Daerah Ξ΅ = Eror

Selanjutnya untuk mengetahui tingkat determinsai antar variabel maka dilakukan analisis Koefisien Determinasi (𝑅2) yaitu untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen mempengaruhi variabel

dependen. Nilai R menunjukan besarnya pengaruh, sedangkan nilai R Square menunjukan sebarapa besar kontribusi variabel X dalam mempengaruhi variabel Y. Untuk melihat pengaruh variabel X terhadap variabel Y secara simultan maka akan digunakan uji F. Selanjutnya, untukmelihat pengaruh variabel X secara parsial terhadap variabel Y dengan menggunakan uji t.

2. Uji-F Statistik (Simultan)

Uji-F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhdap variabel dependennya secara simultan. Proses perhitungan menggunakan SPSS melalui analisis regresi linier dan hasilnya dapat dilihat pada table Anova. Dari hasil uji F, maka pada table Anova dapat diketahui nilai dari level of significant. Apabila nilai significant lebih kecil dari Alpha 5%

maka secara simultan variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikatnya, dan begitu pula sebaliknya. Ghozali (2011). Dasar pengambilan keputusan adalah:

a. Jika F hitung > F tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b. Jika F hitung < F tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Keputusan statistik hitung dan statisti tabel dapat juga diambil keputusan berdasarkan probabilitas, dengan dasar pengambilan keputusan:

a. Jika probabilitas > tingkat signifikan, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b. Jika probabilitas < tingkat signifikan, maka Ha ditolak dan Ho diterima.

3. Uji-t Statistik (Parsial)

Uji-t digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya secara parsial. Proses perhitungan menggunakan SPSS melalui analisis regresi linier dan hasilnya dapat dilihat pada table Coefficients. Dari hasil uji t, maka akan diketahui level of significant dari setiap variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari nilai Alpha 5% maka secara partial variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikatnya, dan begitu pula sebaliknya.

Ghozali (2011). Dasar pengambilan keputusan adalah : a. Jika t hitung > t tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b. Jika t hitung < t tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima.

Keputusan statistik hitung dan statistik tabel dapat juga diambil berdasarkan probabilitas, dengan dasar pengambilan keputusan:

a. Jika probabilitas > tingkat signifikan, maka Ha diterima dan Ho ditolak.

b. Jika probabilitas < tingkat signifikan, maka Ha ditolak dan Ho diterima.

4. Analisis Koefisien Determinasi

Analisis Koefisien Determinasi dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen mempengaruhi variabel dependen.

Hal ini dilakukan dengan menggunakan software SPSS melalui analisis regresi linier dan hasilnya dapat dilihat pada table Model Summary. Nilai R dan R Square pada table Model Summary menunjukan besarnya

pengaruh X terhadap Y, dan seberapa besar konstribusi variabel Y.

Ghozali (2011).

BAB IV

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH SILVIANTY MELADISTIA BR SITEPU (Halaman 53-66)

Dokumen terkait