SKRIPSI
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, DANA ALOKASI UMUM, DANA ALOKASI KHUSUS, DANA BAGI HASIL, DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH
TERHADAP BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN/KOTA PROVINSI SUMATERA UTARA
OLEH
SILVIANTY MELADISTIA BR SITEPU 160503181
PROGRAMSTUDI STRATA-1 DEPARTEMEN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2021
PERNYATAAN
Medan, 20 Januari 2021 Penulis,
Silvianty Meladistia Br Sitepu
NIM. 160503181
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH) dan pendapatan asli daerah (PAD) baik secara parsial maupun simultan terhadap belanja modal pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
Jenis penelitian ini dilakukan berdasarkan penelitian asosiatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 33 Pemerintah Kabupaten/Kota yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah Analisis Regresi Linear Berganda yang dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS 25.
Berdasarkan hasil yang ditemukan, maka dapat diketahui bahwa DAK, DBH dan PAD secara parsial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap belanja modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.
Sedangkan pertumbuhan ekonomi dan DAU tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal. Selain hasil tersebut, hasil lainnya dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja modal.
Kata kunci: Pertumbuhan ekonomi, dana alokasi umum (DAU), dana
alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH), pendapatan asli
daerah (PAD) dan belanja modal.
ABSTRACT
This research was conducted to determine the effect of economic growth, general allocation funds (DAU), special allocation funds (DAK), revenue sharing funds (DBH) and local revenue (PAD) either partially or simultaneously on capital expenditures in regency / municipal governments in North Sumatra.
This type of research is conducted based on associative research. The sample in this study were 33 Regency/City Governments in North Sumatra Province. The type of data used in this research is secondary data. The analytical method used in testing the hypothesis is Multiple Linear Regression Analysis which is carried out using the help of SPSS 25 software.
Based on the results found, it can be seen that the DAK, DBH and PAD partially have a positive and significant effect on the capital expenditure of the Regency / City Government in North Sumatra. Meanwhile, economic growth and DAU do not have a significant effect on capital spending. Apart from these results, other results in this study also show that simultaneously all independent variables in this study have a significant effect on capital expenditure.
Key words: Economic growth, general allocation funds (DAU), special
allocation funds (DAK), revenue sharing funds (DBH), local
revenue (PAD) and capital expenditures.
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas Anugerah-Nya penulis telah mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh pertumbuhan ekonomi, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil dan pendapatan asli daerah terhadap belanja modal pada pemerintah daerah kabupaten/kota di provinsi sumatera utara ”.Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini dapat diselesaikan atas bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, teristimewa kepada kedua orangtua, Ayahanda Megang Sitepu yang selalu memberi dukungan dan semangat serta Ibunda Bahagia Sembiring yang senantiasa memberikan doa dan dukungan, juga saudara penulis Riski Sitepu yang turut membantu dan memberi dukungan kepada penulis selama proses perkuliahan dan pengerjaan skripsi ini.
Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada:
1.
Bapak Dr. Fadli, SE, MSI., selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
2.
Bapak Dr. Syafruddin Ginting Sugihen, SE, MAFIS, Ak, CPA, CA., selaku Ketua Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.
3.
Bapak Drs. Muhammad Zainul Bahri Torong, M.Si., Ak. selaku Dosen Pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan fikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi ini dari awal penulisan hingga selesainya skripsi ini.
4.
Ibu Dra. Mutia Ismail, SE., MM., Ak. CA. dan Ibu Dra. Sri Muliani, MBA.,
Ak. CA. selaku Dosen Penguji I dan Dosen Penguji II yang telah membantu
penulis melalui kritikdan saran yang diberikan demi kesempurnaan skripsi
ini.
5.
Seluruh Pegawai dan Staf Administrasi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara yang telah membantu saya dalam
penyelesaian kelengkapan administasi.
6.
Teman-teman penulis yang juga turut membantu saya dalam penulisan skripsi ini Cindy, Haposan, Ayu, Jessica, Luthfan, Raja, Intan, Inez, Isabella, Eca, Arnila, Rafika, dan Koordinasi 30,31,32.
Saya menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu,
sangat baik jika ada kritik dan saran bagi penulis demi kesempurnaan penulisan
skripsi ini. Akhir kata, saya berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan
membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu saya. Semoga skripsi ini
memberi manfaat bagi pengembangan ilmu.
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ...1
Latar Belakang ...1
Rumusan Masalah...10
Tujuan Penelitian ...10
Manfaat Penelitian ...11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...13
Fiscal Federalism Theory ...13
Belanja Modal ...14
Pertumbuhan Ekonomi ...16
Dana Perimbangan ...21
Dana Alokasi Umum (DAU) ...22
Dana Alokasi Khusus (DAK) ...25
Dana Bagi Hasil (DBH) ...27
Pendapatan Asli Daerah...28
Penelitian Terdahulu ...30
Kerangka Konseptual ...35
Hipotesis Penelitian ...41
BAB III METODE PENELITIAN ...42
Jenis Penelitian ...42
Lokasi dan Waktu Penelitian ...42
Populasi dan Sampel ...42
Jenis dan Sumber Data ...43
Metode Pengumpulan Data ...44
Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ...44
Metode Analisis Data ...48
Analisis Deskriptif ...48
Uji Asumsi Klasik ...49
Uji Hipotesis...51
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ...55
Analisis Deskriptif ...55
Uji Asumsi Klasik ...56
Uji Normalitas ...56
Uji Multikolinearitas ...59
Uji Autokorelasi ...60
4.2.3 Uji Heteroskedastisitas ...61
Pengujian Hipotesis ...62
Analisis Regresi Linear Berganda ...62
Uji Statistik F (F-test) ...65
Uji Statistik t (t-Test) ...66
Koefisien Determinasi ...68
Pembahasan ...69
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Belanja Modal ...69
Pengaruh DAU terhadap Belanja Modal...71
Pengaruh DAK terhadap Belanja Modal...72
Pengaruh DBH terhadap Belanja Modal ...73
Pengaruh PAD terhadap Belanja Modal ...74
Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, DAU, DAK, DBH dan PAD terhadap Belanja Modal ...76
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...78
Kesimpulan ...78
Keterbatasan Penelitian ...79
Saran ...79
DAFTAR PUSTAKA ...81
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peningkatan alokasi belanja modal dalam bentuk aset tetap seperti peralatan dan infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan produktivitas perekonomian dan pelayanan berbagai sektor terutama sektor publik, karena semakin tinggi belanja modal semakin tinggi pula produktivitas perekonomian. PSAP No. 2 menjelaskan bahwa belanja modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah asset tetap, inventaris yang memberikan manfaat lebih dari satu periode akuntansi, termasuk didalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, serta meningkatkan kapasitas dan kualitas aset.
Secara nasional, pada tahun 2017 belanja modal memiliki persentase sebesar 22,97% dari total belanja pemerintah atau Rp248,38 triliun. Belanja modal tersebut terdiri dari Rp58,47 triliun untuk belanja modal Pemerintah Provinsi dan Rp189,92 triliun oleh Pemerintah Kabupaten/Pemerintah Kota (Permendagri No. 31, 2016). Dengan pentingnya pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana di daerah, maka seharusnya pemerintah dapat lebih mengutamakan alokasi anggaran dalam belanja modal daripada belanja barang maupun belanja pegawai.
Pada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Gubernur Sumut (2016) telah
meminta kepada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara agar
dapat memprioritaskan belanja modal pada penyusunan APBD untuk anggaran tahun 2017 (Waspada, 2016). Karena seharusnya yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah adalah belanja modal. Sebab belanja modal akan berdampak pada pembangunan dan pengembangan sarana serta prasarana. Hal ini sesuai dengan Permendagri No. 31/2016 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2017.
Di Sumatera Utara sendiri, pengalokasian belanja daerah mencerminkan bahwa persentase belanja modal (capital expenditure) masih lebih sedikit jika dibandingkan dengan belanja pegawai (employee expenditure) maupun belanja barang dan jasa (good and services expenditure) (DJPK, 2020). Padahal, agar dapat memenuhi kebutuhan daerah dalam meningkatkan sarana dan prasarana seharusnya daerah lebih mengutamakan alokasi anggaran dalam belanja modal daripada belanja barang maupun belanja pegawai.
Fenomena mengenai persentase realisasi belanja modal pada Pemerintah Daerah Kabupaten/kota di Sumatera Utara juga menarik untuk dibahas. Berikut datanya:
Tabel 1.1
Fenomena Belanja Modal Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara
Pemerintah Daerah Kab./Kota
Perbedaan Anggaran dan Realisasi Belanja Modal (%)
2016 2017 2018
Kab. Asahan 94,98 154,37 122,11
Kab. Dairi 96,41 114,14 166,43
Kab. Deli Serdang 73,51 114,56 96,12
Kab. Karo 96,19 127,15 162,68
Kab. Labuhanbatu 111,80 85,74 43,89
Kab. Langkat 351,05 121,54 194,23
Kab. Mandailing Natal 102,09 94,09 102,77
Pemerintah Daerah Kab./Kota
Perbedaan Anggaran dan Realisasi Belanja Modal (%)
2016 2017 2018
Kab. Nias 82,39 103,18 103,06
Kab. Simalungun 142,29 152,19 53,47
Kab. Tapanuli Selatan 96,69 110,41 125,87
Kab. Tapanuli Tengah 68,19 97,25 75,20
Kab. Tapanuli Utara 93,01 101,82 103,22
Kab. Toba Samosir 126,95 108,55 114,63
Kota Binjai 93,65 85,27 100,77
Kota Medan 78,70 73,73 64,53
Kota Pematang Siantar 109,95 94,91 118,84
Kota Sibolga 81,87 100,82 104,43
Kota Tanjung Balai 105,12 89,56 45,46
Kota Tebing Tinggi 101,83 95,18 99,23
Kota Padang Sidempuan 169,60 106,35 102,51
Kab. Pakpak Bharat 91,85 49,86 61,12
Kab. Nias Selatan 48,54 101,34 101,49
Kab. Humbang Hasundutan 100,47 104,51 100,48 Kab. Serdang Bedagai 125,14 112,99 105,11
Kab. Samosir 100,44 89,27 103,15
Kab. Batu Bara 149,16 100,51 91,05
Kab. Padang Lawas 100,02 89,70 105,74
Kab. Padang Lawas Utara 90,60 109,71 96,76 Kab. Labuhanbatu Selatan 109,79 120,07 91,34 Kab. Labuhanbatu Utara 270,13 274,24 238,52
Kab. Nias Utara 80,46 90,40 90,34
Kab. Nias Barat 66,46 90,34 94,90
Kota Gunungsitoli 125,80 133,70 56,17