• Tidak ada hasil yang ditemukan

3.1. Desain Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang terhadap pasien hipertensi yang menjalani kontrol rawat jalan di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan.

3.2. Tempat dan Waktu

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan pasien-pasien hipertensi yang menjalani kontrol rawat jalan di Poliklinik Jantung Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan (RSHAM) mulai Oktober 2017 sampai jumlah sampel minimal tercapai.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi target adalah pasien-pasien hipertensi yang menjalani kontrol rawat jalan di Poliklinik Jantung rumah sakit. Populasi terjangkau adalah pasien-pasien hipertensi yang menjalani kontrol rawat jalan di Poliklinik Jantung RSHAM. Sampel adalah populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.

3.4. Besar Sampel

Perkiraan besar sampel dihitung berdasarkan rumus besar sampel penelitian analitik kategorik tidak berpasangan (Dahlan, 2010) :

Keterangan : n = Besar sampel

Zα = Deviat baku alfa = 1.96 Zβ = Deviat baku beta = 0.842

P2 = proporsi efek pada kelompok tanpa faktor risiko = 0.35 (Bendiab, 2017 ) Q2 = 1-P2

P1 = RR (Resiko Relatif yang dianggap bermakna 1.75) x P2

Q1 = 1-P1

P1-P2 = selisih proporsi minimal yang dianggap bermakna P = proporsi total = (P1+P2)/2

Q = 1-P

Dari perhitungan di atas, besar sampel minimal masing masing kelompok adalah adalah 26 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik consecutive sampling.

3.5. Kriteria Inklusi dan Eksklusi 3.5.1. Kriteria Inklusi

 Pasien-pasien yang didiagnosa dengan hipertensi berdasarkan Buku Ajar Hipertensi INASH 2017.

 Pasien hipertensi yang asimptomatis

 Pasien hipertensi yang tidak pernah dirawat dengan diagnosa gagal jantung

 Pasien hipertensi yang tidak memiliki riwayat PJK

 Pasien hipertensi yang belum pernah menjalani revaskularisasi koroner (IKP/CABG)

3.5.2. Kriteria Eksklusi

 Pasien hipertensi dengan FEVK < 50 %

 Pasien dengan penyakit jantung bawaan

 Poor echo window

3.6. Definisi Operasional

1. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg atau diastolik > 90 mmHg pada 2 hari yang berbeda atau sedang mendapatkan obat anti hipertensi.

2. Riwayat hipertensi didefinisikan apabila memenuhi minimal salah satu kriteria berikut ini (Karlsberg dkk, 2011) ;

 Riwayat pernah didiagnosis oleh dokter menderita hipertensi dan telah diberikan terapi obat anti hipertensi serta advis diet dan olahraga

 Pada anamnesis dijumpai riwayat pemakaian obat anti hipertensi

3. Ekokardiografi adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang ultrasound untuk menilai struktur dan fungsi jantung.

4. Fraksi ejeksi ventrikel kiri (FEVK) adalah fraksi volumetrik darah dipompa keluar dari ventrikel kiri setiap denyut jantung yang dihitung dengan pemeriksaan ekokardiografi baik dengan M-Mode maupun metode Simpson’s. (Marwick, 2015). FEVK dianggap normal pada penderita HT jika FEVK > 50% (Bendiab, 2017; Beladan; 2013;

Hammaouda, 2014 )

5. Global Longitudinal Strain (GLS) adalah suatu parameter ekokardiografi yang digunakan untuk menilai deformitas dan fungsi ventrikel kiri dengan menggunakan teknik automated specle-tracking echocardiography (STE). STE adalah pemeriksaan ekokardiografi dimana dilakukan penyusuran titik-titik (speckle artifact) pada dinding jantung selama siklus jantung untuk mengetahui arah dan kecepatan gerakan dinding jantung (Marwick, 2015;

Smiseth, 2016).

6. DSVKS adalah kondisi disfungsi sistolik ventrikel kiri yang asimptomatis, dinilai dengan pemeriksaan ekokardiografi GLS. DSVKS (+) jika nilai GLS > -18. DSVKS (-) jika GLS

≤ - 18 (Yingchoncharoen, 2013; Chen, 2016 )

7. EKG pola strain didefinisikan sebagai depresi segmen ST downsloping yang dikombinasikan dengan gelombang T inversi asimetri dengan polaritas berlawanan dengan defleksi QRS utama pada sadapan V5 dan / atau V6 (Nishikage,2010)

8. Poor acoustic window adalah suatu keadaan sinar ultrasound tidak mampu mencapai organ jantung karena obesitas, penyakit paru, kelainan dinding dada, atau jantung terletak jauh di dalam dada dan dilindungi jaringan paru.

3.7. Identifikasi Variabel

Variabel Bebas/Independen Skala

EKG pola strain kategorik

Variabel Terikat

DSVKS kategorik

3.8. Alur Penelitian

Semua sampel penelitian adalah pasien-pasien yang didiagnosis hipertensi yang di menjalani kontrol rawat jalan di Poliklinik Jantung di RSHAM sejak Oktober 2017. Peneliti akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, elektrokardiografi (EKG), foto toraks, laboratorium. Kemudian pasien dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok yang pertama pasien dengan GLS abnormal dan kelompok kedua GLS normal. Kemudian pasien akan menjalani pemeriksaan ekokardiografi. Kemudian akan dilakukan uji diagnostik EKG pola strain terhadap kejadian GLS abnormal.

Gambar 3.1.Diagram alur penelitian

3.8.1. Pemeriksaan Ekokardiografi

Pemeriksaan ekokardiografi dilakukan dengan posisi lateral dekubitus menggunakan mesin Vivid GE S6 dengan sector heart probe 3.50 MHz . Pemeriksaan ekokardiografi standard dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari American Society of Echocardiography

Pemeriksaan GLS dilakukan dengan menggunakan software speckle tracking pada 17 segmen dari tiga apical view standar (3-chamber, 4-chamber dan 2-chamber), pengukuran dilakukan pada fase diastolik akhir, puncak dari gelombang R pada elektrokardiogram dijadikan acuan untuk waktu akhir diastolik. Batas endokardium kemudian disusuri oleh perangkat lunak secara subsekuen dan otomatis. Segmen yang gagal kemudian disusuri kemudian disesuaikan oleh operator secara manual. Segmen yang tetap gagal disusuri diekslusikan dari analisis. Tampilan grafik parameter deformitas kemudian muncul secara otomatis. Nilai GLS didapat dari rerata nilai puncak strain sistolik dari 17 area longitudinal strain curve.

Pemeriksaan ekokardiografi dilakukan oleh residen yang sedang bertugas di stase ekokardiografi dan akan di supervisi oleh dokter spesialis jantung divisi diagnostik non invasif yang berbeda dan intra- dan interobserver reproducibility akan diukur dengan menghitung rata-rata perbedaan nilai yang didapatkan pada 20 pasien yang diambil secara acak.

3.9. Analisis Data

Variabel kategorik dipresentasikan dengan jumlah atau frekuensi (n) dan persentase (%). Variabel numerik dipresentasikan dengan nilai mean (rata-rata) dan standar deviasi untuk data yang berdistribusi normal, sedangkan data numerik yang tidak berdistribusi normal menggunakan median (nilai tengah), yang kemudian dibandingkan dengan Student’s t-test atau tes Mann Whitney U. Uji normalitas variabel numerik pada seluruh subjek penelitian menggunakan one sample kolmogorov Smirnov (n>50) atau Shapiro Wilk (n<50).

Pada variabel kategorik dilakukan uji analisis menggunakan chi kuadrat atau tes fisher. Untuk variabel yang ditemukan signifikan pada uji analisis univariat dimasukkan ke uji multivariate dengan uji regresi logistic pada variabel kategorik dan regresi linear pada variabel numerik.

Untuk menilai uji variability interobserver digunakan uji Kappa. Analisa data statistik menggunakan software statistik, nilai p < 0,05 dikatakan bermakna secara statistic

3.10. Etika Penelitian

Penelitian ini akan meminta persetujuan dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

3.11.Perkiraan Biaya

Pengurusan izin penelitian Rp 750.000

Pengadaan alat tulis dan fotokopi Rp 1.000.000

Pembelian Printer Rp 2.500.000

Pengolahan hasil statistik Rp 1.500.000

Total Rp 5.750.000

BAB IV

Dokumen terkait