• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam penelitian ini akan dinilai variabilitas inter- observer yang akan diuji dengan menggunakan uji Kappa (Cohen’s Kappa coefficient). Penilaian ekokardiografi dilakukan oleh seorang kardiolog dr.Nizam Akbar,Sp.JP(K) dan penilaian EKG akan dilakukan oleh residen kardiologi senior yaitu dan dr. Masta Nova Ginting. Nilai Cohen Kappa Coefficient (κ) pada variabilitas inter-observer untuk EKG pola strain adalah 0.92 dengan kategori sangat kuat sedangkan nilai Cohen Kappa Coefficient (κ) pada variabilitas inter-observer untuk Ekokardiografi adalah 0.88 dengan kategori sangat kuat yang termasuk dalam kategori baik dengan nilai p 0.000

Tabel 4.7 Uji Variabilitas Inter-observer (Cohen’s Kappa Coefficient)

Variabel Kappa (κ) Nilai p

EKG 0.92 0.000

Ekokardiografi 0.88 0.000

BAB V PEMBAHASAN

Penelitian ini merupakan suatu studi potong lintang yang bertujuan untuk menjadikan EKG pola strain sebagai prediktor kejadian DSVKS pada penderita hipertensi dengan FEVK normal dan untuk mengetahui prediktor lain kejadian DSVKS pada populasi tersebut. Pada pasien hipertensi, fungsi sistolik LV umumnya dianggap normal jika EF global dan pemendekan fraksional (FS) adalah normal. Namun, EF dan FS hanya mencerminkan fungsi kontraktil jantung global dan tidak mengambil kelainan sistolik regional menjadi pertimbangan.

Dari penelitian ini ditemukan 27 orang (35 %) dari penderita hipertensi dengan FEVK >

50 % memiliki nilai GLS yang abnormal. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya yang mengungkapkan bahwa prevalensi penurunan GLS pada pasien hipertensi mulai dari 15% hingga 42%, tergantung pada tingkat keparahan dan kontrol hipertensi (Sengupta, 2013; Goncalces, 2014; Kosmala, 2008; Imbalzano, 2011). Penurunan GLS juga dilaporkan pada penderita hipertensi dibandingkan normotensi (Ayoub, 2016), pasien hipertensi terkontrol dan tidak terkontrol (Chen, 2016), dan pada penderita hipertensi terselubung bila dibandingkan dengan normotensi (Tadic, 2016)

Berdasarkan tabel 1. karekteristik klinis dijumpai bahwa riwayat merokok berkaitan dengan GLS abnormal. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Farsalinos dkk yang mengungkapkan bahwa merokok kronik maupun akut pada individu perokok yang sehat berkaitan dengan gangguan fungsi miokard yang dinai dengan 2D-STE (Farsalinos, 2013). Lamanya waktu menderita hipertensi juga berkaitan dengan GLS yang abnormal. Dari tabel 1 menunjukan bahwa kelompok GLS abnormal memiliki lama waktu menderita hipertensi yang lebih lama. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nabila dkk yang mengungkapkan bahwa hipertensi yang berlangsung selama lebih dari 10 tahun dan hipertensi yang tidak terkontrol berhubungan dengan penurunan GLS (Nabila, 2017). Tekanan darah sistolik dan diastolik juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan GLS (p<0,05). Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bawa tekanan darah berkaitan dengan GLS abnormal (Ayoub, 2016; Chen, 2016). Tulika dkk juga mengungkapkan hal yang sama bahwa tekanan darah merupakan prediktor independen dari penurunan GLS (Tulika, 2014). Gangguan fungsi

ventrikel mungkin pada pasien tekanan darah tinggi yang berlama-lama , mungkin berdampak pada prognosis pasien (Kim dkk, 2016; Huang dkk, 2016)

Prevalensi EKG pola strain pada penelitian ini sekitar 20 % (16 orang dari 77 subjek penelitian). Hal ini sama seperti penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rodriques dkk tahun 2017 yang mengungkapkan prevalensi EKG pola strain adalah 20% Rodriques, 2017). Dari ketiga kriteria EKG LVH baik EKG pola strain kriteria Sokolow-Lyon dan Cornel memiliki hubungan dengan GLS abnormal dengan nilai p< 0.05. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Beladan dkk mengungkapkan adanya hubungan antara EKG kriteria Sokolow-Lyon dengan nilai GLS. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan massa ventrikel kiri yang berkaitan dengan Sokolow-Lyon kriteria (Beladan, 2013). Penelitian lain juga mengungkapkan bahwa kriteria EKG Cornel merupakan prediktor independen penurunan nilai GLS (Nabila, 2017). Nishikage dkk pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa EKG pola strain merupakan prediktor penurunan nilai GLS (Nishikage, 2010)

Tabel 3 menunjukan bahwa kelompok pasien dengan GLS abnormal memiliki ketebalan dinding jantung (IVSD, IVSS, LVPWD dan LVPWS) dan massa ventrikel kiri (LVM dan LVMI) yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok GLS normal dengan nilai p<0.05. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nabila dkk dan Kansal dkk (Nabila, 2017; Kansal, 2016)

EKG Pola strain dengan depresi ST dan inversi gelombang-T pada permukaan elektrokardiogram 12-sadapan (EKG) telah dikaitkan dengan prognosis yang buruk dalam beberapa kondisi klinis (Lorell, 2000; Okin, 2001; Okin 2006 ). Perubahan Strain ST-T adalah penanda keberadaan dan keparahan hipertrofi ventrikel kiri (HVK), yang biasanya berhubungan dengan disfungsi subendocardial. Pada tabel 4. menunjukan adanya hubungan antara EKG pola strain dengan GLS yang abnormal dengan p <0.001. Sekitar 81 % pasien hipertensi dengan FEVK > 50% yang memiliki EKG pola strain juga memiliki GLS yang abnormal. Hal itu secara tidak langsung mendukung gagasan bahwa strain ST-T perubahan mencerminkan disfungsi subendocardial. Beberapa penelitian menunjukan EKG pola strain ini berkaitan dengan massa ventrikel kiri yang lebih besar (LVM/LVMI) (Nishikage, 2010; Badano,1989; Salles, 2006) . LVMI merupakan prediktor independen yang signifikan dari EKG pola strain dalam analisis regresi logistik multivariat (Nishikage, 2010). Pada penelitian ini ditemukan perbedaan LVM dan LVMI yang signifikan antara pasien dengan EKG pola strain dibandingkan dengan tanpa pola strain. Pasien dengan pola strain memiliki LVM dan LVMI yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa pola strain. Dengan korelasi spearman ditemukan korelasi sedang

antara nilai LVM/LVMI dengan nilai GLS. Peningkatan nilai LVM/LVMI akan diikuti nilai GLS (semakin buruk).

Derajat HVK berkaitan dengan hasil luaran yang buruk dari penderita hipertensi, terlepas dari faktor resiko lain. Selain itu penelitian sebelumnya juga mengungkapkan pada pasien hiperntensi dengan HVK menunjukan kerusakan miokard subklinis yang berkaitan dengan HVK. (Wallace, 2006; Pons-Llado, 2000). Penelitian lain menunjukkan bahwa pasien dengan HVK dengan FEVK yang normal mungkin memiliki disfungsi sistolik ringan yang tidak tercermin pada FEVK (Borlaug, 2009; Heinzel, 2015;

Shin, 2014). Selain itu, disfungsi kontraktil regional berkaitan dengan peningkatan fibrosis regional (Heinzel, 2015). Schillaci et al menunjukkan bahwa ada hubungan peningkatan massa ventrikel kiri dan risiko kardiovaskular pada hipertensi esensial, bahkan tanpa adanya kerusakan organ target (Schillaci, 2000). Data diatas menunjukan adanya EKG pola strain berkaitan dengan peningkatan massa ventrikel kiri. Serat longitudinal berada dilapisan subendokard, yang merupakan lapisan yang paling rentan terhadap iskemia, peningkatan massa otot dan peningkatan tekanan intra kavitas. Sehingga hal tersebut dapat mengganggu fungsi peregangan serat longitudinal yang dapat menunjukkan ciri kontraksi abnormal bahkan pada FEVK yang tampaknya normal. Melalui pengukuran GLS ini memungkinkan kita untuk mengidentifikasi kasus DSVKS yang mencapai sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik tradisional FEVK, yang dinilai dengan metode Simpson (Stanton, 2009; Liu, 2009; Kallam, 2014).

Hasil analisis multivariate juga menunjukan bahwa EKG pola strain merupakan prediktor independen yang signifikan terhadap GLS abnormal pada penderita hipertensi dengan FEVK >

50 % selain faktor lain seperti lama hipertensi, tekanan darah diastol, IVSD dan kriteria Sokolow-Lyon.

BAB VI PENUTUP

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh pada penelitian ini disimpulkan bahwa:

1. Pemeriksaan ekokardiografi dengan menggunakan GLS dapat mendeteksi DSVKS sebanyak 35 % pada pasien hipertensi dengan FEVK > 50 %.

2. EKG pola strain merupakan prediktor independen yang signifikan terhadap DSVKS yang dinilai memalui pemeriksaan GLS

3. Selain EKG pola strain, faktor lain yang mempengaruhi DSVKS antara lain lama hipertensi, tekanan darah diastol, IVSD dan kriteria Sokolow-Lyon

Dokumen terkait