Tinjauan Penelitian Terdahulu
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan membuktikan pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Bagi Hasil terhadap tingkat Kemandirian Keuangan Daerah pada Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Hubungan yang akan di uji adalah hubungan secara parsial atau simultan terhadap variabel dependen.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi RIAU dalam jangka waktu 2012 - 2015. Provinsi RIAU dipilih sebagai Provinsi penelitian dikarenakan untuk memudahkan pengumpulan data selain itu Riau termasuk salah satu Provinsi yang menjadi penyumbang pajak dari sektor sumber daya alam terbesar di Indonesia.
3.3 Defenisi Operasional
Operasional variabel adalah cara untuk mengukur suatu konsep dan bagaimana konsep harus di ukur sehingga terdapat variabel - variabel yang saling mempengaruhi dan di pengaruhi. Berikut Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
3.3.1 Variabel Independen (X)
Variabel independen adalah variabel yang dianggap berpengaruh terhadap variabel lain. Variabel independen dalam penelitian ini akan diuraikan dalam pernyataan dibawah ini.
3.3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi (X1)
Pertumbuhan Ekonomi adalah kenaikan PDB/PNB tanpa memandang apakah kenaikan itu lebih besar atau kecil dari tingkat pertumbuhan penduduk, atau apakah perubahan struktur ekonomi terjadi atau tidak yang dinyatakan dalam persen (%).
3.3.1.2 Pendapatan Asli Daerah (X2)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber - sumber di dalam daerahnya sendiri yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang - undangan yang berlaku.Variabel ini diukur dengan besarnya PAD dari Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahunan di situs Kementerian Keuangan pada bagian pendapatan.
3.3.1.3 Dana Alokasi Umum (X3)
Dana Alokasi Umum (DAU) adalah dana yang berasal dari APBN, yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
3.3.1.4 Dana Bagi Hasil (X4)
Dana bagi hasil merupakan komponen dana perimbangan yang memiliki peranan penting dalam menyelenggarakan otonomi daerah karena penerimaannya
didasarkan atas potensi daerah penghasil sumber pendapatan daerah yang cukup potensial dan merupakan salah satu modal dasar pemerintah daerah dalam mendapatkan dana pembangunan dan memenuhi belanja daerah yang bukan berasal dari pendapatan asli daerah selain dana alokasi umum dan dana alokasi khusus.
3.3.2 Variabel dependen (Y)
Variabel dependen (Dependent Variabel) merupakan variabel yang tergantung atau dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah.
3.4 Skala Pengukuran
Berdasarkan definisi operasional yang telah dijelaskan sebelumnya, maka skala pengukuran variabel dapat dirangkum sebagai berikut:
Tabel 3.1
Skala Pengukuran Variabel
Variabel Pengukuran Skala
Independen 1. Pertumbuhan
Ekonomi X= ( )
PDRB = Produk Domesik Regional Bruto N = Tahun ke n
4. Dana Bagi
Hasil (DBH)
RASIO
Dependen 5. Tingkat
Kemandirian Keuangan Daerah
RASIO
3.5 Populasi dan Sampel penelitian 3.5.1 Populasi Penelitian
Menurut Erlina (2011 : 81), „‟Populasi adalah sekelompok entitas yang lengkap yang dapat berupa orang, kejadian, atau benda yang mempunyai karakteristik tertentu yan berkaitan dengan masalah penelitian‟‟.Populasi penelitian ini adalah Realisasi APBD dari 10 Kabupaten dan 2 Kota yang ada diprovinsi Riau untuk tahun 2012 – 2015.
3.5.2 Sampel Penelitian
Menurut Erlina (2011 : 82), „‟Sampel adalah bagian populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi‟‟. Metode pengambilan sampel dilakukan purposive sampling yang dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriteria yang ditentukan oleh peneliti dalam pengambilan sampel adalah sebagai berikut:
1. Tersedianya data Produk Domestik Bruto (PDRB) masing – masing kabupaten/kota diprovinsi Riau pada Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2012 -2015.
2. Kabupaten/ Kota di provinsi Riau yang mempublikasi laporan Realisasi APBD dalam situs Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan www.djpk.menkeu.go.id selama 2012 – 2015.
Berdasarkan kriteria sampel tersebut, didapatkan sebanyak 11 sampel yang memenuhi kriteria yang terdiri dari 9 Kabupaten dan 2 Kota di Provinsi Riau, sehingga jumlahnya 44 sampel (11 dikali 4 tahun ).
3.6 Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya. Biasanya sumber tidak lansung berupa data dokumentasi dan arsip – arsip resmi.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pooled data yaitu kombinasi antara data time series dengan data cross section. Data time series merupakan sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu, misal dalam mingguan, bulanan, atau tahunan, sedangkan data cross section adalah sekumpulan data untuk meneliti suatu fenomena tertentu dalam suatu kurun waktu. Sumber data dari penelitian ini berasal dari website www.djpk.kemenkeu.go.id, www.riau.go.id, www.kemendagri.go.id, dan dari sumber lainnya.
3.7 Metode Penelitian
Metode data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik Dokumentsi, yaitu penelitian melakukan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari situs,
www.djpk.kemenkeu.go.id, www.kemendagri.go.id, www.riau.go.id. Selain itu metode pengumpulan data juga dilakukan dengan studi pustaka. Studi pustaka adalah metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dengan cara melakukan pengamatan data dari literatur – literatur, buku – buku dan jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.
3.8 Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik perhitungan statistik. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini akan menggunakan bantuan aplikasi pengolahan LISREL 8.8 (Student Version).
3.8.1 SOFTWARE LISREL (Linear Structural Relathionship)
Menurut Haryadi Sarjono (2011 : 113), “LISREL adalah salah satu program komputer yang dapat mempermudah analisis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh perangkat analisis konvensional‟‟ . LISREL diperkenalkan oleh Kark Joreskog pada tahun 1970 dan sejauh ini telah dikembangkan serta digunakan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Penggunaan LISREL menjadi interaktif dan lebih mudah, serta memiliki banyak fitur statistik terbaru terkait dengan penanganan missing data, imputation data, dan multilevel data analysis. Analisis LISREL dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, pertama terkait dengan model pengukuran (gambaran hubungan pokok yang ditujukan untuk mengukur dimensi-dimensi yang membentuk sebuah faktor atau variabel), yang kedua model structural (model yang menggambarkan hubungan hubungan yang ada diantara variavel -variabel.
Paket aplikasi yang dikembangkan oleh Joreskog dan Sorbom merupakan paket software yang lengkap yang meliputi semua tahapan analisis, mulai dari entri dan manajemen data, analisis data eksploratori, hingga evaluasi menyeluruh dari model persamaan SEM. Structural Equation Modelling atau lebih dikenal dengan SEM merupakan suatu metode analisis statistik multivariat. Melakukan olah data SEM berbeda dengan melakukan olah ata regresi atau analisis jalur.
Olah data SEM lebih rumit, karena sem dibangun oleh model pengukuran dan model struktural. Pada LISREL dilengkapi modul PRELIS yang dirancang untuk entri dan manajemen data dan sekaligus menyiapkan ringkasan matriks yang untuk selanjutnya dianalisis menggunakan LISREL.
Kelebihan dari software lisrel adalah kemampuannya mengidentifikasi hubungan antara variabel yang kompleks. Cara mengoperasikannya yang terdiri dari bebagai pilihan, baik dengan syntax maupun dengan program sederhana, menjadikannya lebih banyak digunakan berbagai kalangan. Syntax tentu akan disukai bagi pengguna yang memang paham dengan bahasa pemograman.
Sementara Simplis atau simple lisrel merupakan alternative bagi pengguna yang tidak mengerti dengan bahasa pemograman. Pilihan berbagai metode estimasi sudah tersedia di Lisrel, sehingga tidak terpaku kepada satu metode estimasi Maximum Likelihood. Itu tergantung kondisi data, metode estimasi mana yang akan digunakan.
3.9 Pengujian Asumsi Klasik
“Peneliti melakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik sebelum melakukan pengujian hipotesis. Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk menghindari atau mengurangi bias atas hasil penelitian yang diperoleh“ (Erlina, 2011 : 99).
Uji asumsi klasik penting dilakukan untuk menghasilkan estimator yang linier tidak bias dengan varian yang minimum (Best Linier Unbiased Estimator
=BLUE), yang berarti model regresi tidak mengandung masalah. Tidak ada ketentuan yang pasti tentang urutan uji yang harus dipenuhi terlebih dahulu.Berikut ini adalah uji asumsi klasik yang harus dipenuhi oleh model regresi.
3.9.1 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik, memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pada dasarnya, uji normalitas adalah membandingkan antara data yang kita miliki dan data berdistribusi normal yang memiliki mean dan standar deviasi yang sama dengan data kita.
Dalam LISREL untuk mengetahui data tersebut berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal, maka dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji normal score. Dengan kriteria uji melihat dari hasil skewness dan kurtosis.
Kriteria pengujian normalitas yaitu:
a. Jika nilai Skewness ≤ 2 dan nilai kurtosis ≤ 7 , maka asumsi normalitas terpenuhi.
b. Jika nilai Skewness ≥ 2 dan nilai kurtosis ≥ 7 , maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
3.9.2 Uji Multikolinearitas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Kriteria dalam asumsi multikolinieritas yaitu nilai korelasi antara variabel observed yang tidak diperbolehkan adalah sebesar 0.9 atau lebih. Untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang sempurna atau tidak diantara variabel-variabel independen dalam LISREL dapat dilihat melalui matrik korelasinya.
3.10 Analisis Regresi Berganda
Analisis regresi adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.jika pengukuran pengaruh melibatkan dua atau lebih variabel bebas (X1,X2,X3,X4 dan seterusnya) dan satu variabel terikat (Y) maka dinamakan analisis regresi linier berganda/majemuk (multiple regression). Model persamaan regresi untuk menguji hipotesis dengan formula sebagai berikut:
Keterangan:
Y : Tingkat Kemandirian Keuangan Daerah
a
: Konstantaβ1, β2, β3, β4 : Koefisien regresi X1 : Pertumbuhan Ekonomi X2 : Pendapatan Asi Daerah X3 : Dana Alokasi Umum X4 : Dana Bagi Hasil
e
: Error (Kesalahan penganggu)3.11 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi adalah koefisien nilai yang menunjukkan besarnya variasi variabel terikat (dependent variabel) yang dipengaruhi oleh variasi variabel bebas (independent variabel). Pengukuran besarnya persentase kebenaran dari uji regresi tersebut dapat dilihat melalui nilai koefisien derminasi multiple R2 (koefisien determinan mengukur proporsi dari variasi yang dapat dijelaskan oleh variabel bebas).
Apabila nilai R2 suatu regresi mendekati satu maka semakin baik regresi tersebut dan semakin mendekati nol maka variabel independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel dependen Adjusted R2 ini digunakan untuk
Y = a + β
1X
1+ β
2X
2+ β
3X
3+ β
4X
3+ e
melihat berapa besar pengaruh faktorfaktor yang ditimbulkan oleh variabel -variabel independen terhadap -variabel dependen.
3.12 Pengujian Hipotesis
3.12.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji-F)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua variabel independen secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Dalam hal ini karena software LISREL tidak ada uji F, maka uji F dilakukan melalui software SPSS dengan Bentuk pengujiannya adalah:
Ho : β1 = β2 = β3 = β4 = 0artinya variabel pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana bagi hasil, secara bersama - sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah.
Ha : β1 ≠ β2 ≠ β3 ≠ β4 ≠ 0 artinya variabel pertumbuhan ekonomi, pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana bagi hasil, secara bersama - sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingakat kemandirian keuangan daerah. Dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan tingkat signifikan α (5%).
a. Jika nilai(sig.F > 0,05) maka Ho diterima (Ha ditolak), artinya tidak ada pengaruh signifikan secara simultan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Jika nilai (sig.F < 0,05) maka Ho ditolak (Ha diterima), artinya ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Pengambilan keputusan juga dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dan nilai Ftabel. Dimana kriterianya yaitu:
Ho diterima dan Ha ditolak jika Fhitung<Ftabel untuk α = 5%
Ho ditolak dan Ha diterima jika Fhitung>Ftabel untuk α = 5%
3.12.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah setiap variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.
Dasar pengambilan keputusan dengan menggunakan tingkat signifikansi uji t adalah:
a. Jika nilai (t hitung > t tabel), maka ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Jika nilai (t hitung < t tabel) maka tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen.
BAB IV