• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

LANDASAN TEORI

4. Bentuk Normal ketiga (Third Normal Form / 3NF) Syarat normal ketiga (3-NF):

3.2 Metode Pengembangan Sistem

Metode yang dipilih dalam membangun sistem di Avis Indonesia adalah metode pengembangan sistem tersetruktur yaitu System Development Life Cycle, karena SDLC merupakan metode yang sudah diakui dan digunakan banyak pengembang sistem, alur tahapannya terstruktur dan praktis, tools/ alat-alat dari SDLC menggunakan diagram yang lebih mudah dimengerti, tahapannya terkait satu sama lainnya. Bila terjadi perubahan pada sistem maka tidak semua tahap dilakukan pengulangan kembali, tahap SDLC lebih simple, cocok pada pembangunan sistem ke sistem komputer, SDLC sudah teruji oleh para ahli dan

digunakan sejak tahun 1970 hingga saat ini, banyak yang menggunakan dalam membangun analisis dan pengembangan sistem.

3.2.1 Perencanaan Sistem

Tahap perencanaan sistem merupakan tahap awal peneliti dalam memulai pengembangan sistem informasi yang bertujuan mencari inti permasalahan dan kendala-kendala yang ada pada sistem yang berjalan serta merumuskan tujuan dibangunnya analisis dan pengembangan sistem yang berfokus pada online car rental system. Dalam tahap perencanaan peneliti sebelumnya melakukan pengumpulan data di perusahaan, setelah semua data terkumpul, peneliti langsung melakukan analisis dan pengembangan sistem di perusahaan Avis Indonesia.

Sebelum melakukan tahap perencanaan dilakukan metode pengumpulan data sebagai berikut:

1. Peneliti melakukan studi lapangan atau observasi terlebih dahulu dalam mengamati perusahaan terutama pada bagian pengolahan data dan melakukan interaksi terhadap pihak perusahaan.

2. Peneliti melakukan tahap kedua dengan mengumpulkan bahan-bahan berupa data penyewaan, data customer dan data transaksi dari sumber dalam tahap observasi. Data yang ada pada tahap ini merupakan bahan untuk peneliti dalam mendukung teori mengembangkan sistem. Setelah data diperoleh, barulah peneliti merencanakan pengembangan sistem pada

bagian yang peneliti identifikasikan masalah yang didapat dan merancang solusi dari kendala/ masalah yang didapat.

3. Peneliti melakukan tahap ketiga dengan mencari konsep pembahasan atau literatur sejenis yang sama pada topik skripsi untuk peneliti kembangkan.

3.2.2 Analisis Sistem

Pada tahap analisis sistem, kegiatan yang peneliti lakukan adalah menganalisis manajemen perusahaan, aliran kerja di perusahaan, mencari kendala yang muncul dalam perusahaan, prosedur penyewaan mobil dan pngolahan data penyewaan mobil.

Analisis sistem bertujuan untuk mencari bentuk yang optimal dari aplikasi yang dibangun peneliti, dengan mempertimbangkan berbagai faktor permasalahan dan kebutuhan yang ada pada sistem seperti yang telah ditetapkan pada perencanaan sistem. Kegiatan analisis kebutuhan dan kondisi meliputi:

1. Peneliti menggambarkan flowchart dari sistem yang berjalan pada Avis Indonesia.

Tujuan peneliti melakukan penggambaran aliran perusahaan yaitu untuk mengetahui sistem yang berjalan di perusahaan sehingga dapat lebih mudah mengetahui alur sistem, mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem yang ada. Dengan cara ini peneliti dapat mengidentifikasi proses yang ada pada perusahaan sehingga peneliti dapat merancang pemberian solusi penerapan aplikasi online car rental system.

2. Dalam tahap analisis, peneliti melakukan usulan pemecahan masalah. Peneliti memberikan usulan pemecahan masalah pada Avis Indonesia untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem penyewaan mobil dengan membuat usulan pembuatan sistem dengan konsep online car rental system dengan menggunakan aplikasi berbasis web, yang mampu memberikan informasi report, controlling, data warehouse, serta data customer. Peneliti melakukan usulan pemecahan masalah dengan cara melakukan pendekatan kepada perusahaan dan mencoba menjelaskan solusi-solusi yang diberikan peneliti dari aplikasi yang dirancang.

3.2.3 Perancangan Sistem

Pada tahap perancangan, peneliti merancang sistem bertujuan mencari bentuk yang optimal dari aplikasi yang akan dibangun dengan mempertimbangkan berbagai faktor permasalahan dan kebutuhan yang ada pada sistem seperti yang telah ditetapkan pada tahap analisis kebutuhan dan kondisi.

Tahap perancangan yang dilakukan peneliti merupakan tahapan yang bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada. Dalam tahap ini peneliti menggunakan beberapa tools (alat) untuk membuat rancangan sistem, yaitu: 1. Perancangan Proses

Dalam melakukan perancangan sistem, peneliti menggunakan alat Data Flow Diagram (DFD) atau diagram arus data dan flowchart untuk menggambarkan suatu sistem yang diusulkan berikut kamus datanya (Data Dictionary) untuk menjelaskan data yang ada pada DFD dan flowchart. Pada perancangan proses ini

peneliti memberikan informasi rancangan sistem yang dibuat dengan manajemen data penyewaan mobil maupun aliran data customer dengan menggunakan DFD dan flowchart.

2. Perancangan Basisdata

Setelah perancangan sistem dilakukan kemudian peneliti merancang basis datanya dengan menggunakan alat bantu Entity Relationship Diagram (ERD) yang menggambarkan hubungan antar entity yang ada pada DFD. Untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan serta menghindari data yang sama, dalam basisdata peneliti juga melakukan normalisasi.

3. Perancangan Struktur Menu Aplikasi

Perancangan Struktur menu aplikasi bertujuan untuk menentukan menu-menu yang diperlukan pada aplikasi yang dikembangkan, oleh karena itu peneliti menggunakan alat bantu STD (State Transition Diagram) yang menggambarkan perpindahan menu dalam aplikasi, sehingga aplikasi yang dibuat terstruktur susunan menunya.

4. Perancangan Antarmuka Aplikasi

Di dalam perancangan antarmuka aplikasi peneliti menggunakan state transition digaram sebagai alat untuk memberikan informasi layout dari aplikasi yang peneliti buat dan tampilan aplikasi ini persetujuan perusahaan dan permintaan perusahaan agar sesuai dengan konsep dari perusahaan itu sendiri. 3.2.4 Implementasi Sistem

Pada tahapan ini merupakan tahap lanjutan dari desain aplikasi sistem yang peneliti sudah rancang, dengan itu langkah selanjutnya peneliti menafsirkan atau

menterjemahkan desain aplikasi sistem tersebut ke dalam bahasa pemrograman yang sehingga dapat dimengerti oleh sistem komputer sehingga aplikasi dapat dijalankan dan dimanfaatkan.

Dalam pembuatan aplikasi ini, perangkat lunak dan bahasa pemrograman yang digunakan peneliti adalah bahasa pemrograman php serta menggunakan mySQL untuk

database serta framework dalam implementasi visual web yang ditampilkan.

3.2.5 Pengujian dan Penggunaan Sistem

Tahapan ini merupakan tahapan akhir jika sistem yang telah dibuat dapat diimplementasikan dengan baik. Untuk itu sistem yang ada harus benar-benar diimplementasikan dengan baik kepada customer sehingga proses kinerja perusahaan akan lebih baik. Peneliti melakukan penelitian sampai pada implementasi dan pada tahap penggunaan. Penggunaan sistem yang ditunjukkan sebagai bagian dari tahap terakhir dari siklus hidup pengembangan sistem biasanya dimaksudkan untuk mengaplikasikan sistem, sehingga pemanfaatan dari analisis dan pengembangan sistem ini akan benar-benar tercapai. Kriteria utama yang harus dipenuhi apakah pemakai yang dituju benar-benar menggunakan sistem.

Dokumen terkait