METODOLOGI PENELITIAN
3.2 Metode Pengembangan Sistem
Metode Pengembangan sistem yang digunakan dalam pengembangan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode AHP (Analitical Hierarchy Process) pada PT. Mada Wikri Tunggal ialah menggunakan Teori SDLC (System Development Life Cycle) dengan model
waterfall.
Menurut Rossa A.S dan M. Shalahuddin SDLC atau Software Development
Life Cycle adalah proses mengembangkan atau mengubah suatu sistem perangkat
lunak dengan menggunakan model-model dan metodologi yang digunakan orang untuk mengembangkan sistem-sistem perangkat lunak sebelumnya (berdasarkan
best practice atau cara-cara yang sudah teruji baik). [31] Menurut Jogiyanto H.M dalam bukunya Analisis & Desain, menjelaskan bahwa: “Metodologi pengembangan sistem adalah metode prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi”. [32]
Dalam pengembangan sistem yang menggunakan SDLC (System
Development Life Cycle) ini penulis memilih menggunakan Model SDLC Air terjun (Waterfall) atau sering juga disebut model sekuensial linier (sequential linier) atau
alur hidup klasik (classic life cycle). 3.3 Analisa
Analisa yang di lakukan adalah terdiri dari analisa kebutuhan sistem, analisa kebutuhan perangkat lunak, analisa kebutuhan perangkat keras, analisa masalah, analisa sistem yang berjalan dan analisa sitem usulan.
Tujuan dari fase analisa kebutuhan sistem adalah memahami dengan sebenar-benarnya kebutuhan dari sistem baru dengan mengembangkan sebuah sistem yang mewadahi kebutuhan tersebut, baik untuk kebutuhan sistem maupun dilihat dari segi pengguna. Jenis kebutuhan berisi proses-proses apa saja yang nantinya dilakukan oleh sistem. kebutuhan-kebutuhan untuk pengembangan sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan ini sebagai berikut :
1 Perangkat harus mampu memampilkan data penilaian karyawan, proses pemasukan data, perubahan data penghapusan data.
2 Sistem informasi yang akan dibangun harus mempunyai tampilan-tampilan yang familiar bagi pemakai.
3 Sistem informasi yang akan dibangun harus mampu menyimpan data yang dimasukan oleh operator ke dalam storage.
3.3.2 Analisa Kebutuhan Perangkat Lunak
Aplikasi sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan ini membutuhkan Software (perangkat lunak) pendukung untuk dapat digunakan, adapun spesifikasi perangkat lunak minimum yang dibutuhkan yaitu Microsoft
Windows 7 Profesional. Windows 7 Profesional merupakan salah satu sistem
operasi dari Microsoft. Sistem operasi ini berfungsi sebagai pengelola sumber daya yang ada pada perangkat keras dan memberikan layanan bagi program komputer. Selain itu Software yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi ini adalah
text editor sebagai editor PHP, Star UML untuk membuat notasi UML, Code Igniter
sebagai kerangka kerja PHP.
3.3.3 Analisa Kebutuhan Perangkat Keras
Perangkat keras yang akan digunakan sebagai implementasi sistem pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan adalah perangkat keras dengan spesifikasi berikut :
1. Processor Intel Core i3
2. RAM (Random Acces Memory) 4GB
3. Hardisk 500 GB 4. Monitor 14 inch 5. Keyboard 6. Mouse
7. Printer
8. dan switch hub untuk koneksi internet. 3.3.4 Analisa Masalah
Permasalahan yang ditemui di bagian Human Resources Development pada PT Mada Wikri Tunggal adalah belum adanya sistem yang secara utuh mengelola data penilaian kinerja karyawan dan pendukung keputusan penilaian kinerja karyawan.
3.3.5 Analisa Sistem
Analisa sistem berjalan adalah analisa untuk mengetahui flow process suatu sistem dalam organisasi atau perusahaan. Untuk dapat menggambarkan aliran kerja dari sistem berjalan kita dapat membuat activity diagram. Diagram aktivitas atau
activity diagram menggambarkan aliran kerja atau aktivitas dari suatu sistem atau
proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Activity diagram juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:
1. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefiinisikan
2. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem atau user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan 3. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah
pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya
4. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak
Flowmap untuk sistem yang berjalan pada PT. Mada Wikri Tunggal adalah
sebagai berikut :
Penjelasan dari Activity Diagram diatas adalah sebagai berikut :
Staff HR menyiapkan form penilaian karyawan menggunakan Microsoft
Office Excel, kemudian Staff HR menyebarkan form penilaian ke seluruh bagian
sesuai kebutuhan penilaian yang berlaku saat itu, lalu atasan seetiap bagian akan menilai karyawan sesuai dengan kinerjanya. Setelah dokumen penilian selesai terisi semua, atasan melakukan pengecekan keseluruhan data penilian untuk validasi lanjutan , setelah itu dokumen peniliain akan masuk ke staff HR untuk perkapan hasil penilaiaan mengguankan Microsoft Office Excel. Setelah proses perakepan selesai lalu laporan hasil penilaia akan di tembuskan ke atasan dan manajer untuk di evaluasi kembali .
3.3.6 Analisis Sistem yang diusulkan
Usulan Sistem yang di ajukan penulis ialah suatu sistem yang bertujuan untuk mempermudah, menyederhanakan dan mempercepat pengambilan keputusan penilaian kinerja karyawan terbaik pada PT. Mada Wikri Tunggal. Sistem yang diusulkan tersebut memberikan kemudahan pada pihak terkait yang sering menggunakan data dan melakukan berbagai proses penilian kinerja karuawan tersebut diantaranya Admin Human Resources Development, Manager serta user serta untuk kemudahan pengarsipan data penilaian, membuat laporan penilaian, melakukan pengambilan keputusan penilaian karyawan terbaik yang objektif.
Flowmap untuk sistem yang disusulkan pada PT. Mada Wikri Tunggal
Gambar 3.3 Flowmap sistem yang diusulkan
3.3.7 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)
Berikut adalah Model Struktur Hirarki pada sistem yang diusulkan.
Gambar 3.4 Model Struktur Hirarki pada sistem yang diusulkan
2. Skala prioritas dalam AHP
Gambar 3.5 Skala prioritas dalam AHP
3. Teknik Penilaian Nilai Awal
Berikut adalah contoh pengambilan penilaian untuk skoring kriteria kejujuran, indikator penilaian kriteria lainnya di berlakukan sama, setelah ini maka akan di input ke dalam sistem untuk di hitung dengan nilai ahp nya.
Tabel 3.2 Tabel Penilaian Nilai Awal
3.3.8 Analisa Perhitungan dalam AHP 1. Matrik perbandingan berpasangan
Tabel 3.3 Tabel Penilaian Kriteria
Kriteria Kejujuran Loyalitas Komitmen Kedisiplinan Kerjasama
Kejujuran 1,000 7,000 5,000 0,500 1,000 Loyalitas 0,143 1,000 0,167 2,000 0,125 Komitmen 0,200 6,000 1,000 3,000 1,000 Kedisiplinan 2,000 0,500 0,333 1,000 2,000 Kerjasama 1,000 8,000 1,000 0,500 1,000 Total 4,343 22,500 7,500 7,000 5,125 Kriteria Skor Range Indikator
Sangat Baik (SB) 81 - 100 Selalu jujur dalam bersikap dan bertutur kata baik kepada atasan dan rekan kerja Baik (B) 61 – 80 Sering jujur dalam bersikap dan bertutur
kata baik kepada atasan dan rekan kerja
Cukup (C) 41 – 60
Kadang-kadang jujur dalam bersikap dan bertutur baik kata kepada atasan dan rekan kerja
Kurang (K) 0 – 40
Tidak pernah jujur dalam bersikap dan bertutur kata kurang baik kepada atasan maupun rekan kerja
Kriteria alternatif Kejujuran Loyalitas KomitmenKedisiplinan Kerjasama Rata-Rata
Suci Septiani 80 85 75 70 80 78
Adib Alif Nugroho 75 60 80 70 80 73
Buntoro Nawa 70 75 65 70 70 70
M Taufik 75 60 65 65 80 69
Setiap data yang sama nilainya 1, contoh seperti tabel diatas hasil kejujuran dengan hasil kejujuran nilainya 1 karena kedua elemen sama pentingnya. Sedangkan hasil kejujuran dengan loyalitas nilainya? Kita beri nilai 7, artinya hasil kejujuran lebih penting dibandingkan loyalitas. Sehingga angka 7 ini artinya, yang berada di baris tabel diatas nilainya lebih penting dibandingkan nilai yang berada di kolom tabel. Dan untuk mengisi nilai loyalitas dibandingkan kejujuran maka kebalikannya jadi cara hitungnya 1 dibagi nilai kejujuran. Contoh nilai kejujuran 7 maka nilai jam kerja 1 dibagi 7 hasilnya 0,143 jadi nilai loyalitas 0,143 dan seterusnya seperti itu untuk mencari nilai kriteria.
Setelah kriteria diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP kemudian nilai kriteria di Normalisasi, untuk melakukan normalisasi kita jumlah dulu setiap kolom yang ada, dan untuk menentukan nilai normalisasi adalah rumusnya nilai kolom dibagi jumlah kolom, contoh nilai kolom hasil kejujuran 1 dibagi 4,343 (jumlah kolom) maka hasilnya 0,230 normalisasi ini membuat nilai minimum 0 maksimum 1 dan tujuan normalisasi untuk mencari priority vector. Berikut ini adalah tabel normalisasi kriteria :
Tabel 3.4 Normalisasi kriteria
Kriteria Kejujuran Loyalitas Komitmen Kedisiplinan Kerjasama Bobot Kriteria
Kejujuran 0,230 0,311 0,667 0,071 0,195 0,295 Loyalitas 0,033 0,044 0,022 0,286 0,024 0,082 Komitmen 0,046 0,267 0,133 0,429 0,195 0,214 Kedisiplinan 0,461 0,022 0,044 0,143 0,390 0,212 Kerjasama 0,230 0,356 0,133 0,071 0,195 0,197 Jumlah 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
2. Penilaian Setiap Kriteria Karyawan Penilaian Kejujuran Karyawan
Tabel 3.5 Penilaian Kejujuran
Setelah kejujuran karyawan diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP lalu nilai kejujuran di Normalisasi untuk mencari priority vector.
Tabel 3.6 Normalisasi kejujuran
Penilaian Loyalitas Karyawan
Tabel 3.7 loyalitas Karyawan
Setelah loyalitas karyawan diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP lalu nilai loyalitas di Normalisasi untuk mencari priority vector.
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks
Suci Septiani 1,000 9,000 1,000 3,000 0,500
Adib Alif Nugroho 2,000 0,125 2,000 0,500 0,125
Buntoro Nawa 1,000 1,000 0,333 1,000 2,000
M Taufik 0,500 0,333 2,000 0,125 2,000
Elza Devi Laks 0,167 2,000 0,125 1,000 0,125
Total 4,667 12,458 5,458 5,625 4,750
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks
Suci Septiani 1,000 6,000 0,333 0,500 1,000
Adib Alif Nugroho 0,500 0,333 1,000 2,000 0,143
Buntoro Nawa 0,167 2,000 0,125 2,000 0,500
M Taufik 1,000 1,000 3,000 0,143 1,000
Elza Devi Laks 0,333 0,125 2,000 0,500 0,333
Total 3,000 9,458 6,458 5,143 2,976
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks Nilai agen Suci Septiani 0,333 0,634 0,052 0,097 0,336 0,291 Adib Alif Nugroho 0,167 0,035 0,155 0,389 0,048 0,159 Buntoro Nawa 0,056 0,211 0,019 0,389 0,168 0,169
M Taufik 0,333 0,106 0,465 0,028 0,336 0,253
Elza Devi Laks 0,111 0,013 0,310 0,097 0,112 0,129
Tabel 3.8 Normalisasi loyalitas
Penilaian Komitmen Karyawan
Tabel 3.9 Komitmen Karyawan
Setelah komitmen karyawan diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP lalu nilai komitmen di Normalisasi untuk mencari priority vector.
Tabel 3.10 Normalisasi komitmen
Penilaian Kedisiplinan Karyawan
Tabel 3.11 Kedisiplinan Karyawan
Setelah kedisiplinan karyawan diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP lalu nilai kedisiplinan di Normalisasi untuk mencari priority vector.
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks Nilai agen Suci Septiani 0,214 0,722 0,183 0,533 0,105 0,352 Adib Alif Nugroho 0,429 0,010 0,366 0,089 0,026 0,184 Buntoro Nawa 0,214 0,080 0,061 0,178 0,421 0,191
M Taufik 0,107 0,027 0,366 0,022 0,421 0,189
Elza Devi Laks 0,036 0,161 0,023 0,178 0,026 0,085
Jumlah 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks Nilai agen Suci Septiani 0,308 0,048 0,155 0,686 0,105 0,260 Adib Alif Nugroho 0,308 0,048 0,310 0,029 0,026 0,144 Buntoro Nawa 0,154 0,387 0,052 0,029 0,421 0,208
M Taufik 0,077 0,387 0,465 0,029 0,421 0,276
Elza Devi Laks 0,154 0,129 0,019 0,229 0,026 0,111
Jumlah 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks
Suci Septiani 2,000 0,125 1,000 3,000 0,500
Adib Alif Nugroho 2,000 0,125 2,000 0,125 0,125
Buntoro Nawa 1,000 1,000 0,333 0,125 2,000
M Taufik 0,500 1,000 3,000 0,125 2,000
Elza Devi Laks 1,000 0,333 0,125 1,000 0,125
Total 6,500 2,583 6,458 4,375 4,750
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks
Suci Septiani 0,125 1,000 1,000 3,000 0,500
Adib Alif Nugroho 0,333 0,125 2,000 0,125 0,125
Buntoro Nawa 0,125 0,125 0,333 0,125 2,000
M Taufik 0,500 1,000 0,125 0,125 2,000
Elza Devi Laks 1,000 0,333 0,125 1,000 0,125
Tabel 3.12 Normalisasi kedisiplinan
Penilaian Kerjasama Karyawan
Tabel 3.13 Kerjasama Karyawan
Setelah kerjasama karyawan diberi nilai sesuai dengan skala prioritas dalam AHP lalu nilai kerjasama di Normalisasi untuk mencari priority vector.
Tabel 3.14 Normalisasi kerjasama
3. Hasil Akhir Dari Proses AHP
Hasil akhir dari proses penilaian dan perhitungan AHP adalah menghasilkan Decision Priority, Nilai prioritas dari tiap kriteria dan altenatif dapat dilihat pada Tabel 3.15
Tabel 3.15 Decision priority hasil akhir proses AHP
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks
Suci Septiani 0,125 1,000 1,000 3,000 0,500
Adib Alif Nugroho 2,000 0,125 2,000 0,125 0,125
Buntoro Nawa 3,000 1,000 0,333 0,125 2,000
M Taufik 0,500 1,000 2,000 0,125 2,000
Elza Devi Laks 1,000 0,333 0,125 0,333 0,333
Total 6,625 3,458 5,458 3,708 4,958
Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks Nilai agen Suci Septiani 0,060 0,387 0,279 0,686 0,105 0,303 Adib Alif Nugroho 0,160 0,048 0,558 0,029 0,026 0,164 Buntoro Nawa 0,060 0,048 0,093 0,029 0,421 0,130
M Taufik 0,240 0,387 0,035 0,029 0,421 0,222
Elza Devi Laks 0,480 0,129 0,035 0,229 0,026 0,180
Jumlah 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Kriteria alternatif Kejujuran Loyalitas Komitmen Kedisiplinan Kerjasama Kriteria Bobot Akhir Suci Septiani 0,290507017 0,35170231 0,260381959 0,303445901 0,280235665 0,294917837 0,289795156 Adib Alif Nugroho 0,158725279 0,18404276 0,144133254 0,164267519 0,152678424 0,081943984 0,157661093 Buntoro Nawa 0,16867715 0,190876377 0,208436179 0,130193176 0,248025081 0,213949111 0,186484819 M Taufik 0,253484543 0,188714892 0,275646794 0,222339232 0,23363803 0,212049008 0,242401779 Elza Devi Laks 0,128606012 0,08466366 0,111401814 0,179754171 0,0854228 0,197140059 0,123657153 Alternatif Suci Septiani Adib Alif Nugroho Buntoro Nawa M Taufik Elza Devi Laks Nilai agen Suci Septiani 0,019 0,289 0,183 0,809 0,101 0,280 Adib Alif Nugroho 0,302 0,036 0,366 0,034 0,025 0,153 Buntoro Nawa 0,453 0,289 0,061 0,034 0,403 0,248
M Taufik 0,075 0,289 0,366 0,034 0,403 0,234
Elza Devi Laks 0,151 0,096 0,023 0,090 0,067 0,085
Dengan data yang telah dihitung dapat ditentukan karyawan terbaik adalah Suci Septiani, karena memiliki nilai tertinggi dari hasil proses perhitungan AHP.