• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

E. Metode Pengumpulan Data dan Penyusunan Instrumen

Teknik pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh data dan

keterangan-commit to user

keterangan yang dibutuhkan dalam suatu penelitian maka perlu menentukan metode pengumpulan data yang sesuai dengan masalah yang diteliti.

1. Sumber Data

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Metode Kuesioner

Kuesioner atau yang dikenal sebagai angket merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk pengajuan pertanyaan tertulis melalui sebuah daftar pertanyaan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, dan harus diisi oleh responden.

Alat pengumpul data dengan kuesioner adalah berupa daftar pertanyaan yang disiapkan oleh peneliti untuk disampaikan kepada responden yang jawabannya di isi oleh responden sendiri.

Dalam penelitian ini, metode angket (kuesioner) digunakan untuk mengumpulkan data tentang gaya belajar siswa. Angket yang digunakan adalah pilihan ganda yaitu suatu bentuk angket dimana siswa memilih jawaban yang disediakan. Bentuk angket yang digunakan yaitu angket langsung tertutup. Langsung artinya angket tersebut diisi secara langsung oleh subjek penelitian. Tertutup artinya alternatif jawaban sudah ada dan subjek diminta untuk memilih satu alternatif saja.

commit to user

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

Dalam mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan objek yang diteliti, digunakan tes. Untuk manusia, instrumen yang berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan prestasi.

Dalam penelitian ini tes digunakan untuk mengetahui prestasi belajar matematika siswa.

c. Metode Dokumentasi

Penelitian ini menggunakan metode bantu dokumentasi. Menurut Suharsimi Arikunto (2006:158) dokumentasi di sini yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya. Metode ini digunakan untuk memperoleh data-data berupa nama-nama dan nilai tes mid semester gasal siswa.

2. Pembuatan Instrumen Penelitian

Pada penelitian ini, metode tes digunakan untuk memperoleh data mengenai prestasi belajar siswa dalam matematika. Bentuk tes yang digunakan yaitu tes obyektif. Tes obyektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara obyektif.

commit to user

Prosedur yang ditempuh dalam pembuatan instrumen yang baik adalah:

a. Perencanaan, meliputi perumusan tujuan, menentukan varibel,

kategorisasi variabel. Untuk tes, langkah ini meliputi perumusan tujuan dan pembuatan tabel spesifikasi.

b. Penulisan butir soal.

c. Penyuntingan, yaitu melengkapi instrumen dengan pedoman

mengerjakan surat pengantar, kunci jawaban, dan lain-lain yang perlu. d. Uji-coba, baik dalam skala kecil maupun besar.

e. Penganalisaan hasil, analisis item, melihat pola jawaban peninjauan saran-saran dan sebagainya.

f. Mengadakan revisi terhadap item-item yang dirasa kurang baik dan mendasar dari pada data yang diperoleh sewaktu ujian.

Pembuatan butir soal dilakukan oleh peneliti berdasarkan perencanaan yang telah disusun. Untuk menghindari ketidak layakan soal tes, maka terlebih dahulu dibuat kisi-kisi soal yang digunakan.

3. Uji Coba Instrumen

a.Tes

1)Analisis Butir Instrumen Tes

a) Derajat Kesukaran

Menurut Joesmani (1988:119), derajat kesukaran menunjuk seberapa jauh soal itu dijawab dengan benar. Karena itu derajat kesukaran ditunjukkan dengan berapa persen dari seluruh peserta

commit to user

tes yang menjawab soal tersebut benar. Derajat kesukaran dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

P = x 100% keterangan:

P = Derajat kesukaran.

B = Jumlah siswa yang memberi responsi betul. T = Total (jumlah peserta tes).

Derajat kesukaran antara 25% - 75% dipandang sebagai derajat kesukaran yang memadai.

b)Daya Pembeda

Menurut Joesmani (1988:119), daya beda soal digunakan untuk mengetahui apakah soal tersebut sebagai instrumen dapat membedakan hasil belajar antara kelompok siswa yang pandai dan kelompok siswa yang bodoh. Daya beda dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

keterangan:

= indeks konsistensi internal untuk butir ke-i.

= banyaknya subjek yang dikenai tes (instrumen).

= Skor untuk butir ke-i (dari subjek uji coba). = total skor (dari subjek uji coba).

commit to user

(Budiyono, 2003:65)

2)Analisis Instrumen Tes a) Validitas Isi

Menurut Allen dan Yen (1979:95-96) mengatakan bahwa instrumen dikatakan valid jika mengukur apa yang hendak diukur. Lebih lanjut, Allen dan Yen membedakan validitas isi menjadi dua tipe, yaitu validitas tampang (face validity) dan validitas logik (logic validity) atau validitas sampling (sampling validity).

Validitas tampang dipenuhi apabila terdapat similaritas

(kesesuaian) antara hasil tes dengan kemampuan yang relevan yang diukur dengan tes tersebut. Validitas logik dipenuhi apabila behaviour yang diukur oleh tes dan disain logik dari butir -butir tes telah mencakup aspek-aspek penting dalam domainnya.

Menurut Crocker dan Algina dalam Budiyono (2003:60) langkah-langkah dalam melakukan validasi isi antara lain:

(1) Mendefinisikan domain kinerja yang akan diukur (pada tes prestasi dapat berupa serangkaian tujuan pembelajaran atau pokok-pokok bahasan yang diwujudkan dalam kisi-kisi), (2) Membentuk panel-panel ahli (qualified) dalam domain-domain

commit to user

(3) Menyediakan kerangka terstruktur untuk proses pencocokan butir-butir soal dengan domain perfomans yang terkait, dan (4) Mengumpulkan data yang diperoleh dari proses pencocokan

pada langkah (3).

Untuk tes hasil belajar, supaya tes mempunyai validitas isi, harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

(1) Bahan ujian (tes) harus merupakan sampel yang representatif untuk mengukur sampai seberapa jauh tujuan pembelajaran tercapai ditinjau dari materi yang diajarkan maupun dari sudut proses belajar.

(2) Titik berat bahan yang harus diujikan harus seimbang dengan titik berat bahan yang telah diajarkan.

(3) Tidak diperlukan pengetahuan lain yang tidak atau belum diajarkan untuk menjawab soal-soal ujian dengan benar.

Untuk mempertinggi validitas isi, disarankan agar pembuat soal melalui langkah-langkah sebagai berikut:

(1) Mengindentifikasikan bahan-bahan yang telah diberikan

beserta tujuan instruksionalnya.

(2) Membuat kisi-kisi dari soal tes yang akan ditulis. Cara yang ditempuh adalah membuat tabel dua jalan yang memuat isi pokok bahasan yang akan diukur dan aspek tingkah laku yang akan dinilai (menurut Taksonomi Bloom, misalnya).

commit to user

(3) Menyusun soal tes beserta kuncinya. Dalam hal ini menyusun kunci sesaat setelah menulis soal tes sangat dianjurkan.

(4) Menelaah soal tes sebelum dicek. Penelaahan ini akan lebih baik apabila dilakukan oleh satu tim yang terdiri dari ahli-ahli yang relevan. (Budiyono, 2003:58-59)

b) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketepatan atau ketelitian suatu alat ukur. Menurut Budiyono (2003:65), suatu instrumen disebut reliabel apabila hasil pengukuran dengan instrumen tersebut adalah sama jika sekiranya pengukuran tersebut dilakukan pada orang yang sama pada waktu yang berlainan (tetapi mempunyai kondisi yang sama) pada waktu yang berlainan.

Uji reliabilitas dalam instrumen ini menggunakan rumus Kuder-Richardson (KR-20) sebagai berikut:

dengan:

= indeks reliabilitas instrument.

n = banyaknya butir instrument.

= proporsi banyaknya yang menjawab benar pada butir ke-i

commit to user = variansi total.

Uji reliabilitas dalam instrumen tes ini dikatakan reliabel jika > 0,7.

(Budiyono, 2003:69)

b.Angket

1) Validitas Isi

Untuk menilai apakah instrumen tes mempunyai validitas isi yang tinggi, biasanya pnelitian ini dilakukan oleh para pakar atau validator. (Budiyono, 2003:59)

2) Konsistensi Internal

Butir-butir dalam sebuah instrumen haruslah mengukur hal yang sama dan menunjukkan kecenderungan yang sama pula. Konsistensi internal masing-masing butir dapat dilihat dari korelasi antara skor butir-butir tersebut dengan skor totalnya.

Untuk menghitung konsistensi internal dapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

keterangan:

commit to user

= banyaknya subjek yang dikenai tes (instrumen). = Skor untuk butir ke-i (dari subjek uji coba). = total skor (dari subjek uji coba).

Jika indeks untuk butir ke-i kurang dari 0,3 maka butir tersebut tidak konsisten.

(Budiyono, 2003:65)

3) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas butir angket menggunakan rumus Alpha Cronbach, sebagai berikut:

dengan:

= indeks reliabilitas instrument.

n = banyaknya butir instrument.

= variansi butir ke-i, i = 1,2,…,n.

= variansi skor-skor yang diperoleh subjek uji coba.

Uji reliabilitas dalam instrumen angket ini dikatakan reliabel jika > 0,7.

(Budiyono, 2003:70)

Dokumen terkait