• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

3.8 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data didalam penelitian ini adalah a. Wawancara

Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data primer pendukung yaitu data intern perusahaan yang meliputi data kepegawaian, kebijakan perusahaan, dan gambaran umum perusahaan. Data ini diperoleh dari bagian HRD PT.Lafarge Cement Indonesia

b. Kuesioner

Pembuatan kuesioner berdasarkan pada berbagai karakteristik yang mempengaruhi variabel-variabel yang akan diukur. Kuesioner dapat diserahkan secara langsung kepada responden dalam amplop dan dikembalikan baik secara langsung kepada peneliti . Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada para karyawan PT. Lafarge Cement Indonesia Medan.

c. Studi Dokumentasi

Penelaahan data dengan jalan mengumpulkan informasi-informasi melalui, dokumen-dokumen atau arsip-arsip yang berupa laporan-laporan maupun catatan yang ada di perusahaan yang sesuai dengan permasalahan..

3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya mencapai sasaran. Menurut Jogiyanto dalam Kuncoro (2009:120) pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata dan benar. Bila koefisien korelasi masing-masing pertanyaan sama dengan nilai r tabel atau lebih besar dari nilai rtabel maka butir instrumen dinyatakan valid (nilai r tabel dengan responden 30 orang sebagai tolak ukur dalam butir pernyataan valid dipakai cronbach’s alpha 0,8 maka dapat dipastikan ukuran tersebut dapat dipercaya (reliable) (Kuncoro, 2003:254). Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi

15.00, dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika r hitung positif dan rhitung≥ rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.

2) Jika r hitung negatif dan rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Uji validitas penelitian ini dilakukan pada 30 orang karyawan PT. Semen Padang, Tbk yang beralamat Jl. Iskandar Muda No.391 Medan.

Reliabilitas menujukkan akurasi dan konsistensi dari pengukurannya. Dikatakan konsistensi jika beberapa pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang berbeda-beda. Menurut Kuncoro (2009:254) nilai cronbach alpha > 0,8 dapat dikatakan reliabel. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.00. Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

1) Jika ralphapositif atau ≥ dari rtabel maka pertanyaan reliabel. 2) Jika ralpha negatif atau < dari rtabel maka pertanyaan tidak reliabel. 3.10 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data penelitian ini adalah: a. Metode Analisis Deskriptif

Merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas melalui pengumpulan, penyusunan dan menganalisis data sehingga dapat diketahui gambaran umum perusahaan yang sedang diteliti.

b. Uji Asumsi Klasik

Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut :

1). Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti

distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov (K-S). Dengan menggunakan tingkat signifikansi 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig. (2 -tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal (Ghozali,2006:110).

2). Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Artinya, jika varians variabel independent adalah konstan (sama) untuk setiap nilai tertentu variabel independen disebut homoskedastisitas. Sedangkan, heteroskedastisitas diuji dengan menggunakan uji glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikan di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05) dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas (Ghozali,2006:105).

3). Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2006:91). Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan

dengan melihat toleransi variabel dan Variante Inflation Factor (VIF) dengan membandingkan sebagai berikut :

a. VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinearitas

b. Tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikoliniearitas c. Analisis Regresi Linier Berganda

Peneliti menggunakan analisis regresi linier besrganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS (Statistic Product and Service Solution) versi 15.00 agar hasil yang diperoleh lebih terarah

Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut

Dimana :

Y = Kepuasan Kerja Karyawan

a = Konstanta.

b1, b2,b3 = Koefisien Regresi Linier Berganda. X1 = Dorongan Manajer untuk Berperilaku Etis X2 = Iklim Etika Organisasi

X3 = Hubungan Kesuskesan Karir dan Berperilaku Etis e = Variabel Penganggu (standard error)

Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak), sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima.

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) Uji secara Simultan /Serempak (Uji-F)

Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara

simultan (serempak) terhadap variabel terikat Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :

a) H0 : b1=b2=b3 = 0, (Variabel bebas tidak berpengaruh secara serempak terhadap variabel terikat).

b) Ha : b1=b2=b3≠ 0, (Variabel bebas berpengaruh secara serempak terhadap terhadap perilaku terikat).

Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. H0 tidak ditolak jika Fhitung < Ftabelpada α = 5% 2. H0 ditolak jika Fhitung≥ Ftabelpada α = 5% 2) Uji secara Parsial /Individual (Uji-t).

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara parsial (individual) menerangkan variasi variabel dependen.

Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :

a) H0 : bi = 0, (Variabel bebas tidak berpengaruh secara parsial terhadap perilaku terikat).

b) Ha : bi ≠ 0, (Variabel bebas berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat)

Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1. H0 tidak ditolak jika – thitung < ttabelpada α = 5% 2. H0 ditolak jika – thitung≥ ttabel pada α = 5%

3). Pengujian Goodness of Fit (R2)

c. Koefisien Goodness of Fit atau koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel-variabel bebas yaitu dorongan manajer berperilaku etis (X1), iklim etika (X2), dan hubungan perilaku etis dan kesuksesan karir (X3).dalam menerangkan variasi variabel terikat yaitu kepuasan kerja karyawan Koefisien determinasi (R2) ini berkisar antara nol sampai dengan satu (0 ≤ R2 ≤ 1), dimana semakin tinggi R2 (mendekati 1) berarti variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat dan apabila R2=0 menunjukkan variabel bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat.

BAB IV

Dokumen terkait