• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab VI Kesimpulan dan Saran

METODE PENELITIAN 3.1 Paradigma Penelitian

3.3 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan penulis dengan observasi dan wawancara pada saat menentukan strategi pemasaran pariwisata yang berbasis ekowisata. Observasi dilakukan di beberapa destinasi wisata di Wonosobo. Peneliti mengumpulkan data secara terbuka kepada sumber data, bahwa peneliti sedang melakukan penelitian. Jadi mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Maka hal yang akan di observasi selain dari destinasi wisata dalm penelitian ini adalah berbagai dokumen melalui dokumen asli milik pemerintah Wonosobo dan dokumen melalui online atau langsung yaitu berupa data statistik, media sosial, website resmi, brosur, booklet dan dokumen lain yang berhubungan dengan perumusan strategi pemasaran pariwisata yang berbasis ekowisata di Wonosobo.

Data observasi yang dilakukan terdiri dari:

1. Observasi lapangan dalam rangka melakukan pengamatan dan pengecekan terhadap produk wisata Kabupaten Wonosobo, baik dalam STP dan 8P. 2. Observasi data sekunder yang terkait:

a. RPJMD oleh BAPPEDA Kabupaten Wonosobo tahun 2016-2021. b. Rencana Strategis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten

Wonosobo tahun 2016-2021.

c. Rencana Kerja Kegiatan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo tahun 2018.

44 d. Laporan Akhir City Branding Kabupaten Wonosobo Oleh BAPPEDA e. Media Publikasi, Promosi dan Pemasaran Kepariwisataan Kabupaten

Wonosobo.

f. Peta administrasi Kabupaten Wonosobo g. Peta Perjalanan Pariwisata Wonosobo h. BPS Kabupaten Wonosobo

Sedangkan wawancara dilakukan kepada beberapa orang narasumber dengan posisi dan latar belakang yang berbeda minimal 3 orang dan maksimal 5 orang. Hasil wawancara ini diharapkan dapat memberikan data aktual yang dibutuhkan sehingga hasil penelitian menjadi valid. Untuk memperkuat data hasil penelitian kualitatif, dilakukan triangulasi data untuk mengklarifikasi hasil temuan dari sumber lain untuk menguatkan hasil penelitian.

Dari hasil wawancara tersebut, peneliti ingin mengetahui kondisi aktual pariwisata Wonosobo. Data kunjungan yang digunakan dari tahun 2015 sampai 2017. Selain itu, perlu juga menganalisis langkah pemasaran yang sudah dilakukan dan kendala yang dihadapi sampai saat ini. Pertanyaan akan dihubungkan ke dalam konsep STP dan marketing mix. Pertanyaan yang lebih mendalam peneliti juga mengetahui segmentation, targeting, dan positioning pariwisata Wonosobo, bagaimana pertimbangan wisatawan dalam menentukan destinasi, cara mereka memperoleh informasi, image Wonosobo dan customer experience wisatawan yang sudah mengunjungi Wonosobo. Data ini didapat dari hasil wawancara dengan informan.

45 Penelitian dengan pendekatan kualitatif menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman wawancara untuk mendapatkan data yang relevan dan akurat dari narasumber. Durasi wawancara berkisar antara 40-120 menit untuk membahas seputar pariwisata Wonosobo. Data yang harus dicatat setiap kali melakukan wawancara meliputi nama, pekerjaan atau jabatan, tanggal dan waktu wawancara, serta tempat wawancara. Wawancara dilakukan langsung oleh peneliti dengan bantuan aplikasi voice recorder pada smartphone.

Kriteria Narasumber yaitu para pemangku kepentingan serta penggiat pariwisata yang sudah lama berkecimpun dalam upaya pengembangan pariwisata Kabupaten Wonosobo. Berikut daftar narasumber dalam penelitian ini:

1. Bapak Agus Purnomo sebagai Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kab. Wonosobo sejak tahun 2017. Mantan Kepala Dinas Sosial tahun 2014 dan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan tahun 2016. Saat ini Pak Agus juga sebagai salah satu dewan Pembina DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Wonosobo.

2. Bapak Lucas Agus Tjugianto sebagai pemilik warung dan restoran Dieng Warung Makan dan Restaurant di Jl. Sindoro No.12, Wonosobo Timur, Wonosobo Tim., Kec. Wonosobo. Pak Agus dikenal sebagai salah satu penggiat pariwisata khususnya di Dieng dan salah satu icon Parwisata di Wonosobo. Pak Agus sudah berkecimpun di dunia pariwisata sejak tahun 1970-an hingga saat ini, dimana saat itu warung makan yang dimilikinya dijadikan sebagai pusat informasi pariwisata bagi wisatawan khususnya mancanegara. Pak Agus juga sudah sering

46 mendapat penghargaan salah satunya sebagai Duta Pariwisata Provinsi Jawa Tengah.

3. Bapak Salim Bawazier sebagai ketua DPC Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) di Wonosobo. Pak Salim juga terkenal sebagai salah satu penggiat kepariwisataan Wonosobo sejak tahun 1970-an bersama Pak Lucas Agus Tjugianto.

4. Gus Blero sebagai salah satu budayawan di Wonosobo. Selain itu Gus Blero dikenal sebagai pemerhati kepariwisataan dan kebudayaan di Wonosobo.

5. Nuruddin Ardiyanto ST. MT. sebagai Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kab. Wonosobo. Bidang Bina Marga adalah bidang yang melakukan pengembangan infrstruktur khususnya jalan yang ada di Wonosobo.

6. Tiga orang dari penyedia jasa wisata (travel agent) di jalan Prawirotaman Yogyakarta. Travel agent yang dipilih adalah travel yang menyediakan paket wisata ke Wonosobo.

a. Adi sebagai pengelola Aria Touris Sercive b. Cahyo sebagai pengelola Vocation Travel

c. Kartika sebagai pengelola Losari Tours and Travel

Wawancara juga dilakukan pada wisatawan yang sedang dan pernah melakukan kunjungan wisata di Wonosobo. Pertanyaan pembuka yang ditanyakan kepada narasumber seputar latar belakang pekerjaan dan interest dari narasumber.

47 Kemudian pertanyaan penelitian yang dibedakan sesuai dengan background pekerjaan atau jabatan narasumber.

Daya Saing Wonosobo

1. Bagaimana peminat trip Wonosobo 5 tahun terakhir?

2. Apa yang biasanya menjadi pertimbangan wisatawan untuk memutuskan pergi ke Wonosobo?

3. Apa yang menjadi daya tarik utama paket wisata Wonosobo?

4. Bagaimana dengan destinasi di Wonosobo, apakah ada destinasi wajib, atau permintaan khusus wisatawan datang ke Wonosobo khususnya yang berbasis ekowisata?

5. Bagaimana dengan daya Tarik tradisi Rambut Gimbal dalam rangkaian acara dieng culture festival di Banjarnegara yang merupakan bagian dari kebudayaan Wonosobo?

Segmenting, Targeting and Positioning (STP)

6. Siapa saja yang secara mayoritas datang ke Wisata Wonosobo? (segmenting)

7. Siapa saja yang diharapkan berkunjung ke pariwisata Wonosobo selama ini? (Targeting)

8. Apa yang menjadi keunikan khas yang dimiliki oleh wisata Wonosobo? (positioning)

Bauran Pemasaran (Marketing Mix)

48 a. Produk: wisata apa yang paling diminati wisatawan dan bagaimana

mengatur Itinerary (rencana perjalanan)?

b. Place: bagaimana cara guide atau pemerintah yang terlibat mengatur wisatawan untuk menentukan wisata yang mereka akan kunjungi dan dimana mereka bisa menginap?

c. Price: bagaimana dan siapa saja yang menetapkan harga paket wisata di Wonosobo?

d. Promosi: apa saja yang telah dilakukan oleh pemangku kepentingan pariwisata wonosobo untuk memperkenalkannya ke wisatawan yang lebih luas? Saat ini apa cara yang paling efektif dilakukan untuk memperkenalkan wisata Wonosobo?

e. People: bagaimana dengan kesediaan masyarakat khususnya yang telah ditetapkan desa wisata untuk menerima wisatawan dan memasarkan destinasi wisata? Dan bagaimana peran guide di luar Wonosobo dalam memfasilitasi wisatawan?

f. Paket dan program: apa saja yang menjadi panduan wisatawan selama ini dalam menentukan destinasi wisata yang akan dikunjunginya? Apa saja yang telah dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam menentukan paket perjalanan dan durasi kunjungan wisatawan?

g. Partnership: bagaimana hubungan kerjasama antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat dalam hal pengembangan pariwisata

49 di Wonosobo? Sejauhmana kepedulian mereka dalam hal pariwisata yang sustainable atau ecotourism?

Dokumen terkait