METODE PENELITIAN
3.7. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan sebagai berikut:
1. “Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan panduan wawancara” (Moh.Nazir, 2011: 193-194).
2. Studi kepustakaan yaitu mengumpulkan data dan informasi melalui telaah berbagai literatur yang relevan, menelusuri literatur yang ada serta menelaahnya secara tekun merupakan kerja kepustakaan yang sangat diperlukan dalam mengerjakan penelitian yang berhubungan dengan permasalahan yang ada di dalam penulisan skripsi ini, dapat diperoleh dari buku-buku, internet, dan lain-lain (Moh.Nazir, 2011: 93).
3. “Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. Kusioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden”.
(Sugiyono, 2012: 199).
Metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode penelitian langsung ke lapangan dengan pencatatan data secara langsung menggunakan kuesioner terbuka yaitu kuesioner yang bebas dan kuesioner secara semi terbuka.
3.8 . Alat Analisis Data
Alat analisis data yang digunakan dalam menganalisis data penelitian yaitu dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution).
yaitu merupakan program aplikasi yang digunakan untuk melakukan penghitungan statistik menggunakan PC (Personal Computer). Dalam penelitian ini setelah menggunakan metode statistik yang benar, setelah itu diaplikasikan dengan menggunakan program aplikasi SPSS, maka akan diterima hasil dari aplikasi program SPSS tersebut yang nantinya akan memberikan jawaban permasalahan atas apa yang telah dibahas.
3.9. Metode Analisis Data 3.9.1. Uji Validitas
Validitas yakni suatu ukuran yang membuktikan bahwa apa yang diamati peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam dunia kenyataan, dan apakah penjelasan yang diberikan memang sesuai dengan yang sebenarnya terjadi. Pengukuran ini juga bertujuan untuk mengetahui kebenaran data yang diperoleh dengan instrument, yakni apakah instrument itu sungguh sungguh mengukur variabel yang sesungguhnya (Nasution,1996).Validitas berhubungan dengan keakuratan sebuah kuesioner.
Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan nilai r hasil Corrected Item Total Correlation. Pengujian
dilakukan dengan menggunakan Software SPSS (Statistic Package for The Social Science).
Untuk mengetahui valid dan reliabel atau tidaknya instrumen pertanyaan dalam kuesioner penelitian dilakukan pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen.Ketepatan pengujian suatu hipotesis tentang hubungan variable penelitiansangat tergantung pada kualitas data yang dipakai dalam pengujian tersebut.Pengujian hipotesis penelitian tidak akan mengenai sasaran bilamana data yangdipakai tidak reliable dan tidak menggambarkan secara tepat konsep yang diukur.Oleh karena itu, perlu dilakukan uji validitas instrument.Pengujian validitas dan reliabilitas untuk instrument dalam penelitian ini dilakukan pada 30 responden sebagai uji coba validitas diluar sampel penelitian.
Menurut Sugiono (2005), berpendapat bahwa:
jika nilai validitas setiap pertanyaan lebih besar dari 0,30 (lebih besar dari t-tabel)dalam standard deviasi 5% maka butir pertanyaan dianggap valid. Ujivaliditas dan reliabilitas dilakukan dengan bantuan program Software Statistical Package for Sciences (SPSS).Pengujian Reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi hasil sebuahjawaban tentang tanggapan responden.Hasil uji reliabilitas dapat dilihat dari nilai cronbachalfa reliabilitas yang baik adalah yang mendekati 1.
3.9.2. Uji Reliabilitas
Suryabrata (2004), berpendapat bahwa “Reliabilitas yakni sesuatu
instrumen yang merujuk kepada konsistensi hasil perekaman data (pengukuran), jika instrument itu digunakan untuk orang atau kelompok orang yang sama dalam waktu berlainan atau digunakan oleh kelompok yang
berbeda dalam waktu yang sama atau berlainan”. Pengujian reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrumen dan hasil pengujian tersebut merupakan ukuran yang benar dari sesuatu yang diukur.Reliabilitas berhubungan dengan konsistensi jawaban kuesioner. Dalam penelitian ini reliabilitas diukur menggunakan metode Alpha Cronbach dengan menggunakan program SPSS. Nilai alpha yang diperoleh akan dibandingkan dengan 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Apabila nilai alpha lebih besar daripada rtabel, maka instrumen tersebut dapat disebut reliabel.
Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuisioner yang merupakanindikator dari variabel.Suatu kuisioner dikatakan reliabel atau handal jikajawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten dan stabil dari waktu kewaktu. Ghozali (2005) dikemukakan bahwa “Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One Shot atau pengukuransekali saja dan uji statistik yang digunakan adalah cronbach alfa, dimana suatuvariabel dikatakan reliabel jika memberikan cronbach alfa >0,60”.
3.9.3. Analisis Deskriptif
Menurut M. Iqbal Hasan (2002), metode analisis deskriptif artinya melukiskan variabel demi variabel, satu demi satu. Metode deskriptif bertujuan untuk :
1. Mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada,
2. Mengidentifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang berlaku,
3. Membuat perbandingan evaluasi, a. Tabel Frekuensi
“Susunan data menurut kelas interval tertentu atau menurut katagori tertentu dalam sebuah daftar” (Hasan,2001).Table frekuensi dibuat agar data yang telah dikumpulkan dalam jumlah yang sangat banyak dapat disajikan dalam bentuk yang jelas dan baik.
b. Tabulasi Silang(cross tab)
Merupakan cara termudah bagi penulis untuk melihat asosiasi dalam sejumlah data dengan perhitungan persentase.
c. Gambar
“Media yang menyajikan suatu kejadian atau peristiwa yang kornologisnya dengan menghadirkan benda.orang dan juga latar”
(Sora N, 2014). Dengan kemudahan yang saya sampaikan kepada pembaca akan lebih cepat ditangkap.
d. Grafik
“Penyajian data yang terdapat dalam tabel yang ditampilkan ke dalam bentuk gambar” (Sora N, 2014).Pada umumnya grafik digunakan untuk menunjukkan fluktuasi suatu perkembangan jumlah.
Dengan demikian, metode deskriptif ini digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat.
BAB IV