BAB I PENDAHULUAN
1.4 Metode Pengumpulan Data
Dalam penulisan kertas karya ini metode pengumpulan data yang dilakukan penulis ada beberapa metode yaitu metode studi kepustakaan, observasi dan wawancara, Teknik ini dilakukan untuk memperolah data.
1. Studi kepustakaan
Studi kepustakaan dilakukan dengan mempelajari bahan pustaka yang berhubungan dengan topik yang di bahas dalam penulisan kertas karya.
2. Observasi
Observasi adalah langkah awal dimana peneliti melakukan pengamatan langsung ke lokasi, observasi sangat penting dilakukan oleh penulis untuk memperoleh data dari lapangan yang sebenarnya karena data tersebut merupakan hasil pengamatan langsung.
4 3. Wawancara
Wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara dengan narasumbernya langsung. Wawancara dilakukan secara personal dengan membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang berhubungan dengan judul.
5 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Perpustakaan Umum
Perpustakaan Umum adalah perpustakaan yang seluruh atau sebagian dananya oleh masyarakat dan penggunanya tidak terbatas pada kelompok orang tertentu.
Menurut sulistyo-basuki yang dikutip oleh sutarno NS, perpustakaan umum adalah perpustakaan yang didanai dari sumber yang berasal dari masyarakat seperti pajak retribusi yang kemudian dikembalikan pada masyarakat dalam bentuk layanan.
Menurut Hermandono dalam buku karangan Agus Sutoyo, peprustakaan umum adalah salah satu jenis perpustakaan yang terbuka untuk umum, diselenggarakan dari dana yang berasal dari umum dengan sasaran untuk melayani umum dengan tidak memandang perbedaan dan kedudukan, pekerjaan, pandangan politik, agama, jenis kelamin, usia, dan suku bangsa.
Menurut Reitz (2004) dalam Hasugian (2009:77) mengemukakan bahwa A library system that provides unrestricted acces to library resources and services free of change to all resident of a given community, district, or geographic region, supported wholly or in part by publics funds.
Dalam definisi yang sederhana perpustakaan umum adalah sebuah perpustakaan atau system perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumberdaya perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebagian dari dana masyarakat (pajak).
Sedangkan definisi lain menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000:3) menyatakan bahwa perpustakaan umum adalah perpustakaan yang menghimpun koleksi buku,
6
bahan cetakan serta rekaman lain untuk kepentingan masyarakat umum. Perpustakaan umum berdiri sebagai lembaga yang diadakan untuk dan oleh masyarakat. Setiap warga dapat mempergunakan perpustakaan tanpa dibedakan perkerjaan, kedudukan, kebudayaan dan agama.
Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan umum menyediakan akses yang tidak terbatas untuk kepentingan masyarakat umum yang didukung penuh atau sebahagian dari dana masyarakat (pajak).
2.1.1 Tujuan Perpustakaan Umum
Tujuan perpustakaan umum adalah sebagai sumber belajar dan bagian intergral dari pusat informasi lainnya yang bersama-sama bertujuan mendukung proses kegiatan belajar–mengajar demi tercapainnya suatu masyarakat yang terinformasi.
Secara teknis, tujuan perpustakaan umum adalah melayani semua lapisan masyaakat untuk memperoleh dan meningktkan ilmu pengetahuan.lebih jauh lagi peprustakaan umum yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani masyarakat umum tanpa membeda-bedakan usia,jenis kelamin, agama, ras, pekerjaan, serta layanan cuma-cuma bagi umum.
Menurut Manifesto Perpustakaan Umum menyatakan bahwa perpustakaan umum mempunyai 4 tujuan umum, yaitu :
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka kearah kehidupan yang lebih baik.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, tertuma informasi mengenai topic yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,
7
sejauh kemampuan tersebut bagi masyarakat sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat di kembangkan dengan bahan pustaka
4. Bertindak sebagai agen kultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan social budaya bagi masyarakat sekitarnya. Perpustakaan umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara menyelenggrakan pameran budaya, ceramah, pemutaran film, dan penyediaan informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan, kegemaran, dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya.
2.1.2 Fungsi Perpustakaan Umum
Fungsi perpustakaan umum dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Fungsi edukatif
Perpustakaan umum menyediakan berbagai jenis bahan bacaan berupa karya cetak dan karya rekam untuk dapat dijadikan sumber belajar dan menambah pengetahuan secara mandiri.
2. Fungsi informatif
Perpustakaan umum sama dengan berbagai jenis perpustakaan lainnya,yaitu menyediakan buku-buku refernsi, bacaan ilmiah popular berupa buku dan majalah ilmiah serta data penting lainnya yang diperlukan pembaca.
3. Fungsi kultural
Perpustakaan umum menyediakan berbagai bahan pustaka sebagai hasil budaya bangsa yang direkam dalam bentuk cetak/terekam.
8 4. Fungsi rekreasi
Perpustakaan umum bukan hanya menyediakan bacaan-bacaan ilmiah, tetapi juga menghimpun bacaan hiburan berupa buku-buku fiksi dan majalah hiburan untuk anak-anak, remaja dan dewasa
2.1.3 Tugas Pokok Perpustakaan Umum
Adapun tugas pokok dari perpustakaan umum adalah sebagai berikut:
1. Perpustakaan umum disediakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk melayani kebutuhan bahan pustaka untuk masyarakat.
2. Perpustakaan umum menyediakan bahan pustaka yang dapat menumbuhkan kegairahan masyarakat untuk belajar dan membaca sedini mungkin.
3. Mendorong masyarakat untuk terampil memilih bacaan yang sesuai dengan kebutuhannya dalam meningkatkan pengetahuan untuk menunjang pendidikan formal, nonformal, dan informal.
4. Menyediakan aneka ragam bahan pustaka yang bermanfaat untuk dibaca agar dapat meningkatkan taraf hi dup masyarakat yang layak sehingga dapat berpartisipasi dalam pembangunan nasional.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan umum mempunyai beberapa fungsi yang diantaranya adalah fungsi edukatif, informatif, kultural, dan rekreasi. Adapun tugas pokok dari perpustakaan umum adalah melayani kebutuhan masyarakat baik dari segi penyediaan bahan pusataka, kegiatan belajar-mengajar, menunjang pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta kebutuhan lainnya.
2.2 Pengertian Katalog
Katalog merupakan istilah umum yang sering diartikan sebagai suatu daftar barang yang terdapat pada tempat tertentu. Di dunia perpurstakaan, katalog adalah daftar sistematis dari sejumlah buku atau bahan lain yang ada di perpustakaan dengan dilengkapi keterangan judul buku, pengarang, edisi, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, penampakan fisik, bidang subjek, ciri-ciri khusus, dan tempat buku atau bahan ini disimpan.
9
Menurut Sulistyo-Basuki dalam bukunya yang berjudul pengantar ilmu perpustakaan, katalog merupakan daftar atau bahan pustaka atau buku yang terdapat di sebuah tempat. Menurut kamus istilah perpustakaan, katalog adalah daftar buku,peta dan bahan lainnya, yang di susun menurut aturan tertentu ; di dalam daftar itu dicatat dan di indeks bahan-bahan dalam suatu koleksi, satu perpustakaan atau beberapa perpustakaan.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa katalog perpustakaan merupakan daftar koleksi yang dimiliki perpustakaan baik tercetak maupun non tercetak dan disusun secara sistematis, alfabetis, atau menurut system tertentu.
2.3 Tujuan dan Fungsi Katalog 2.3.1 Tujuan Katalog
Tujuan umum katalog adalah membantu pemakai perpustakaan memperoleh dokumen seefien mungkin. Alasan utama perpustakaan dalam menyediakan katalog adalah untuk memungkinkan dan membantu memudahkan pemustaka dalam melakukan pencarian yang mereka inginkan di perpustakaan
Menurut Charless Cutter dalam buku The Organization of Information karangan Arlene G.Taylor yang menjelaskan tujuan katalog sebagai berikut:
“Charless Cutter gave his “Objects” of a catalog in 1904, speaking only of library catalogs in which book were represented. These objects is broadened to archives, museums, and the likes.”
Pada kalimat tersebut Charless Cutter memberikan pengertian tujuan katalog yaitu merepresentasikan dimana buku atau koleksi berada di perpustakaan. Tidak hanya perpustakaan, akan tetapi di lembaga arsip, museum, dan lembaga informasi lainnya.
10
Charles Ami Cutter dalam karyanya Rules for a Dictionary Catalog yang dikutip oleh L.K. Somadikarta merumuskan tujuan katalog yang sampai kini masih berlaku sebagai berikut:
1. Untuk memungkinkan pengguna menemukan dokumen, biarpun yang diketahui hanya salah satu unsur dokumen berikut yaitu: nama pengarang ; judul ; subjek
2. Untuk menunjukkan karya-karya yang terdapat dalam koleksi perpustakaan:
oleh pengarang tertentu; mengenai subjek tertentu; dalam jenis atau bentuk sastra tertentu.
3. Untuk membantu pemilihan dokumen dari segi: edisi ; (bibliografis);
karakteristik (fiksi atau faktual)
Tujuan katalog nomor (2) dan (3) dicapai dengan pembuatan cantuman bibliografi untuk setiap dokumen yang terdapat dalam koleksi perpustakaan. Cantuman bibliografi tersebut dituangkan pada entri katalog yang disusun dalam katalog sebagai wakil dokumen.
Untuk memenuhi tujuan katalog nomor (1) perpustakaan harus menyiapkan satu perangkat atau satu sistem katalog yang terdiri atas 3 macam susunan katalog, yaitu katalog pengarang, katalog judul, dan katalog subjek.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan katalog adalah untuk membantu pemustaka dalam mencari koleksi yang ada di suatu perpustakaan seefisien mungkin.
2.3.2 Fungsi Katalog
Katalog sangat penting bagi perpustakaan, karena katalog merupakan petunjuk bagi pemustaka sebagai awal pencarian sebelum mencari di rak koleksi.
Dalam buku karangan J.H.Bowman menjelaskan seberapa pentingnya katalog di perpustakaan sebagai berikut: “Why are catalogues important? Why do matter?
11
Catalogue is important because provide a systematic means of retrieval of items in a collection, and because catalogue bring order to the arrangement of that collection.”
Maksud kalimat di atas adalah, mengapa katalog penting? Mengapa katalog berarti? Katalog penting karena menyediakan sarana sistematis untuk menemukan barang di dalam suatu koleksi, dan karena juga membantu dalam penataan koleksi secara tersusun. Dalam penyediaan katalog di perpustakaan, dalam penyusunan juga harus ditampilkan secara terstruktur dan jelas, agar pemustaka dapat memahami dan mudah dalam menelusuri informasi yang mereka butuhkan. Berikut ini adalah fungsi katalog:
1. Untuk menunjukkan kepada pemustaka apa saja informasi yang tersedia di perpustakaan. Katalog sebagai petunjuk yang di dalamnya terdapat daftar koleksi yang disusun oleh perpustakaan.
2. Untuk membantu pemustaka bahwa katalog sebagai pilihan yang tepat dengan tersedianya semua informasi didalam katalog, pemustaka juga bisa mendapatkan informasi yang terkait seperti penulis, judul, penerbit, tanggal publikasi, subjek tergolong, dan format materi seperti buku, rekaman video, dan file komputer.
3. Untuk memberikan petunjuk dalam bentuk katalog dengan memberikan kode berupa judul, penulis atau subjek. Lokasi penempatan buku di rak kemudian ditandai dengan huruf dan simbol nomor disebut sebagai nomor panggilan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi katalog perpustakaan adalah sebagai sarana temu kembali informasi, sistem komunikasi, dan juga sebagai daftar inventaris bahan pustaka.
12
2.4 Pengertian OPAC (Online Public Access Catalog)
Dalam kamus istilah Dictionary for Library Infromation Science menjelaskan bahwa OPAC adalah sebagai berikut:
“An acronym for online public access catalog, a database composed of bibliographic records describing the books and other materials owned by a library or library system, accessible via public terminals or workstations usually concentrated near the reference desk to make it easy for users to request the assistance of a trained reference librarian. Most online catalogs are searchable by author, title, subject, and keywords and allow users to print, download, or export records to an e-mail account”.
Maksud kalimat di atas menjelaskan bahwa OPAC merupakan akronim untuk akses katalog online bagi publik. OPAC merupakan sebuah database yang terdiri dari catatan bibliografi dengan menggambarkan buku-buku dan bahan-bahan lain yang dimiliki oleh sistem perpustakaan atau perpustakaan, diakses melalui terminal umum atau workstation biasanya terkonsentrasi di dekat meja referensi untuk memudahkan bagi pengguna dalam meminta bantuan dari pustakawan referensi. Katalog online kebanyakan ditelusuri melalui pengarang, judul, subyek, kata kunci dan memungkinkan pengguna untuk mencetak, mendownload, atau ekspor catatan ke account e-mail. Dewasa ini setiap perpustakaan pasti memiliki katalog yang kebanyakan sudah online (OPAC). Pemustaka bisa mengkases secara remote via web atau LAN atau langsung lewat komputer yang disediakan khusus untuk kataog online di suatu perpustakaan. Mengakses katalog, baik online maupun tradisional, adalah salah satu realitas fisik.
Menurut Lucy A.Tedd (2004:45), OPAC adalah sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum, dan dapat digunakan pemakai untuk menelusur pangkalan data katalog, untuk memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu, untuk mendapatkan infomasi tentang lokasinya, dan jika sistem katalog
13
dihubungkan dengan sistem sirkulasi, maka pemakai dapat mengetahui apakah bahan pustaka yang sedang dicari, sedang tersedia di perpustakaan atau sedang dipinjam.
Menurut Abdul Rahman Saleh dan B. Mustafa (1992), katalog online (OPAC) adalah sistem katalog perpustakaan yang menggunakan komputer, pangkalan datanya biasanya dirancang dan dibuat sendiri oleh perpustakaan baik menggunakan perangkat lunak buatan sendiri ataupun perangkat lunak komersial.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa OPAC (Online Public Access Catalog) merupakan suatu alat bantuan penelusuran via katalog komputer yang berisikan cantuman bibliografi dan dapat diakses secara umum untuk menemukan koleksi di suatu perpustakaan, toko buku, maupun unit informasi lainnya.
2.5 Tujuan OPAC
Menururt Siregar (2004 : 57) menyatakan bahwa peralihan manual ke bentuk online, disamping banyak menghemat waktu pengguna dalam penelusuran, juga mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pengatalogan bahan pustaka baru.
Katalog elektronik terbukti mampu mempromosikan koleksi perpustakaan sheingga penggunanya semakin tinggi.
Menurut Kusmayadi (2006 : 53) Tujuan penyediaan OPAC adalah :
1. Pengguna dapat mengakses secara langsung ke dalam pangkala data yang dimiliki perpustakaan.
2. Mengurangi beban biaya dan waktu yang diperlukana dan yang harus dikeluarkan oleh pengguna dalam mencari informasi.
3. Mengurangi beban pekerjaan dalam pengelolaan pangkalan data sehingga dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja.
4. Mempercepat pencarian informasi.
5. Dapat melayani kebutuhan informasi maysrakat dalam jangkauan luas.
14
Jadi, tujuan penyediaan OPAC di perpustakaan adalah untuk memberi kepuasan kepada pengguna dan staf perpustakaan dan mempercepat pencarian informasi yang tersedia di perpustakaan.
2.6 Manfaat OPAC
Hadirnya OPAC, di perpustakaan, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pustakawan atau staff perpustakaan dan juga pemustaka. Menurut Qalyubi (2007:11), ada faedah hadirnya OPAC, diantaranya :
1. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
2. pencarian dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu.
3. Jajaran tertentu tidak perlu di file
4. Pencarian dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan sekaligus, misalnya lewat judul, pengarang, subjek, tahun terbit, penerbit, dan sebagainya. Yaitu dengan memanfaatkan pencarian Boolean Logic
5. Rekaman bibliografi yang di masukkan kedalam entri katalog tidak terbatas.
6. Pencarian dapat dilakukan dari beberapa tempat tanpa harus mengunjungi perpustakaan, yaitu dengan menggunakan jaringan LAN (local area network) dan WAN (wide area network)
2.6.1 Fungsi OPAC
Penyediaan OPAC di suatu perpustakaan tentunya mempunyai fungsi yang sangat penting dalam penelusuran koleksi perpustakaan. Fungsi dari OPAC sebagai system temu balik informasi yang dapat dintegrasikan dengan sistem sirkulasi. Selain alat bantu penelusuran, OPAC dapat juga digunakan sebagai sarana untuk memeriksa status suatu bahan pustaka.
Menurut Yusuf ( 2007) fungsi katalog adalah menunjukkan tempat suatu buku atau bahan lain dengan menggunakan lambang-lambang angka klasifikasi dalam bentuk nomor pnggil (call number), mendaftar semua buku danbbahan lain yang
15
bersangkutan, ke dalam suatu tempat khusus di perpustakaan untuk memudahkan pencarian entri-entri atau informasi yang diperlukan, memberikan kemudahan untuk mencari suatu buku atau bahan lain di perpustakaan dengan hanya mengetahui salah satu dari daftar kelengkapan buku yang bersangkutan.
Darmono (2001:88) menyatakan bahwa katalog berfugsi sebagai berikut : 1. Catatan lengkap atau sebagai koleksi perpustakaan
2. Kunci untuk menemukan karya yang diperlukan 3. Sumber yag memberikan alternatif pilihan karya 4. Sumber penyusunan bibliografis
5. Alat bantu pengingat koleksi
Dari beberapa pendapat mengenai fungsi OPAC, dapat disimpulkan bahwa OPAC memiliki kegunaan sebagai alat bantu pengingat koleksi perpustakaan sebagai penunjuk tempat atau bahan lain dengan menggunakan lambing-lambang angka klasifikasi dalam bentuk nomor panggil yang ditetapkan sebagai kunci untuk menemukan koleksi yang dibutuhkan.
2.7 Penelusuran OPAC
Menurut Hasugian (2004:6) mengemukakan ada beberapa jenis penelusuran yang dapat dilakukan melalui OPAC, yaitu :
1. Penelusuran dengan browsing (browse searching). Penelusuran dengan tehnik browse, yaitu menelusuri dengan memeriksa satu persatu cantuman dari dokumen yang ada, proses ini memang akurat, akan tetapi membutuhkan waktu yang lama shingga kurang efesien untuk dilakukan.
2. Penelusuran dengan menggunakan kata kunci (keyword searching) penelusuran dengan menggunakan kata kunci (keyword) tertentu sebagai query. Kata kunci bisa berupa istilah/kata yang dirumuskan secara bebas atau kata yang baku/standart.
16
3. Penelusuran terbatas (limited searching). Penelusuran dengan melakukan pembatasan kepada ruas data tertentu, pembatasan database tertentu, pembatasan tahun, tertentu, pembatasan bahasa, Negara, dan sebagainya.
2.7.1 Teknik Penelusuran
Menurut Saleh (1996:76-81) Tehnik penelusuran OPAC terbagi dalam lima bagian, yaitu:
1. Penelusuran dengan kamus istilah, penelusuran menggunakan istilah yang sudah dibuat oleh CDS atau ISIS pada saat mengindeks suatu ruas atau sub ruas.
2. Penelusuran bebas. Pengguna bebas mengetikkan apa saja yang ingin di cari karena sistem ini merupakan pengganti katalog.
3. Penelusuran dengan ekspresi Boolean. Penelusuran dengan Boolean ini memungkinkan pengguna untuk mendapatkan umpan balik informasi yang lebih tepat sesuai dengan apa yang diinginkan.
4. Penggunakan teknik ANY merupakan cara mengelompokkan istilah yang dapat dipakai sebagai penelusuran.
5. Pemotongan istilah. Pemotongan istilah digunakan apabila akan menjaring seluruh kata yang ada dalam basis data yang diminta dalam bentuk query.
2.8 Kendala Dalam Pemanfaatan OPAC
Menurut Hermanto (2007:1), bahwa pemakaian OPAC mempunyai masalah dalam pemanfaatan OPAC, yaitu :
1. Belum semua bahan perpustakaan masuk ke data komputer sehingga pengguna kesulitan dalam melakukan penelusuran.
17
2. Tergantung aliran listrik, bila listrik mati maka kegiatan penelusuran bahan pustaka akan terganggu.
Menurut Ridwan Taufik (2011:47) kendala dalam pemanfaatan OPAC disebabkan karena dua faktor, yaitu faktor interna dan eksternal. Faktor internal disebabkan dari dalam pengguna, yaitu : pengguna tidak mau membuka diri terhadap perkembangan katalog, kurangnya usaha pengguna untuk mempelajari OPAC dan tidak mengertinya pengguna tentang kegunaan OPAC secara mendalam. Sedangkan bagi pustakawan tidak mau memahami lebih mendalam tentang OPAC sehingga tidak dapat menjawab kebutuhan pengguna dalam melakukan penelusuran dengan OPAC serta kurangnya kerja sama pustakawan dengan profesi lainnya. Sedangkan kendala eksternalnya berasal dari fasilitas OPAC itu sendiri dan kebijaksanaan dari lembaga tempat pustakawan bekerja. Selain itu yang menjadi kekurangan dari OPAC adalah kurangnya ketersedian komputer terminal OPAC untuk menelusur informasi yang di miliki perpustakaan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pemakaian OPAC mempunyai kendala dalam pemanfaatan OPAC, baik faktor internal maupun eksternal.
18 BAB III
PEMANFAATAN OPAC DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA MEDAN
3.1 Pemanfaatan OPAC di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan Pemanfaatan OPAC sangat penting dalam sistem temu kembali informasi.Perkembangan sistem temu kembali saat ini tidak hanya pada kecepatan akses dan jumlah informasi yang bisa ditemukan, tetapi sebagai media yang amat penting dalam menyediakan beberapa kata kunci yang bermanfaat bagi pemakainya untuk dimanfaatkan sebagai fasilitas komunikasi dan informasi.
Opac merupakan salah satu alat yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan untuk menyelenggarakan suatu pelayanan kepada pemakainya, fasilitas-fasilitas yang ada di OPAC dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk melakukan penelusuran secara mudah. Penelusuran yang spesifik; mencari informasi atau sumber informasi tentang perpustakaan; bahkan dapat juga digunakan sebagai checking terhadap bahan perpustakaan apa yang dipinjam dan kapan batas peminjamannya. Dalam pelaksanaan pemanfaatan OPAC dengan beberapa fasilitas yang ada untuk menunjang dan mempermudah pencarian bahan pustaka yang diinginkan,
Dalam Observasi penulis, pemanfaatan katalog online di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan belum semua pengguna yang datang ke perpustakaan umum tersebut dalam mencari bahan pustaka menggunakan OPAC yang ada disediakan,ketika ingin mencari buku pengguna hanya bertanya kepada pustakawan dimana letak nomor klasifikasi buku yang ingin pengguna cari dirak nya, dengan begitu pengguna tidak memanfaatkan OPAC yang ada di Perpustakaan tersebut.
3.1.2 Fungsi Pemanfaatan OPAC di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan
OPAC di fungsikan untuk membantu pengguna dalam sistem temu kembali informasi di suatu perpustakaan. Selain sebagai sistem temu kembali informasi
19
OPAC juga berfungsi sebagai sarana untuk mengetahui status suatu bahan pustaka tersebut ada atau tidaknya dan lokasinya jelas tercantum disitu. OPAC mempunyai kemampuan untuk menyediakan bantuan kepada pengguna dengan lebih mudah dibandingkan dengan katalog kartu, bukan hanya lebih banyak titik akses yang bisa di akses tetapi OPAC lebih fleksibel.
3.2 Tehnik Penelusuran OPAC Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan
OPAC yang digunakan di Dinas Perpustaakan dan Kearsipan Kota Medan sejak tahun 2011 dengan menggunakan program Sistem Informasi Perpustakaan (SIPUS). Program ini merupakan program yang terintegrasi dengan berbagai modul yang ada di dalamnya. Baik sirkulasi, pengadaan koleksi, laporan dan lainnya.
Sebagai salah satu program yang terautomasi, OPAC berfungsi memudahkan pencarian bahan perpustakaan secara cepat dan tepat. OPAC yang di aplikasikan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan sudah berbasis web sehingga pengguna lebih mudah untuk melihatnya. Tersedia 2 (dua) komputer yang di sediakan untuk Fasilitas OPAC, Untuk mengakses pencarian Online Public Access Catalog (OPAC). Pengguna dapat mengetik alamatnya yaitu :
Sebagai salah satu program yang terautomasi, OPAC berfungsi memudahkan pencarian bahan perpustakaan secara cepat dan tepat. OPAC yang di aplikasikan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan sudah berbasis web sehingga pengguna lebih mudah untuk melihatnya. Tersedia 2 (dua) komputer yang di sediakan untuk Fasilitas OPAC, Untuk mengakses pencarian Online Public Access Catalog (OPAC). Pengguna dapat mengetik alamatnya yaitu :