• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pengumpulan data

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH GERBI ZEFRIANDO NIM I1A216033 (Halaman 63-69)

Dalam penelitian ini digunakan dua metode pengumpulan data , yaitu metode dokumentasi dan metode tes.

3.5.1 Metode dokumentasi

Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tertulis mengenai jumlah dan daftar nama mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini yakni mahasiswa Angkatan 2017 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Jambi.

3.5.2 Metode Tes

Metode tes digunakan sebagai alat cara mengukur dan memperoleh data mengenai pemerolehan bahasa terhadap keterampilan berbicara Bahasa Arab pada mahasiswa pendidikan Bahasa Arab Unja. Instrumen penelitian ini dilengkapi daftar pertanyaan di kelompokkan dalam beberapa tes yang dikembangkan berdasarkan tinjuan aspek kebahasaan komunikasi hemisfer kanan yang meliputi aspek leksiko-semantik, makrostruktur, dan pragmatik.

Model pengembangan daftar pertanyaan dikembangkan berdasarkan model Pemeriksaan Komunikasi Hemisfer Kanan (PKHK).63

a. Instrumen Penelitian

Instrumen adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam atau sosial yang diamati. Instrumen dalam penelitian ini yaitu tes kosakata dan tes kemampuan berbicara. Tes kosakata digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengingat kembali kosakata yang telah dipelajari.

62 Surisno hadi, Statistik (Yogyakarta: andi Offset, 2000), P. 220. Seperti yang dikutip oleh Ade Destri Deviana, “Studi Korelasi Prestasi Kemampuan Bahasa Arab Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Terhadap Pembelajaran Baca al-Qur’an Ma’had al-Jami’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari Banjarmasin”, Penelitian yang di danai dari dana DIPA, Tahun 2015, hal, 56.

63 Reni I.I Dharmaperwira,”Gangguan-gangguan Komunikasi pada disfungsi hemisfer kanan dan pemerikasaan komunikasi” (PKHK) ,Djakarta Jembatan (2004)

Atau yang dia peroleh semasa dalam ruang akademik sebagai bentuk bagian dari pemerolehan bahasa. Bentuk tes kosakata yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda, tes menjodohkan dan tes isian singkat.

Indikator Pemilihan Tes Terkait Kompetensi Kebahasaan Hemisfer Kanan,

• Tes pilihan ganda

Ialah suatu tes yang dilakukan oleh responden dalam memilih makna yang tepat bagi kata yang teruji dari tiga atau empat batasan.64 Tes pilihan ganda secara telaah melihat kemampuan Hemisfer kanan pada Kompetensi Makrostruktur yaitu dalam bagian pengukuran kompetensi persepsi (reseptif), kemampuan untuk memahami aspek-aspek informasi yang terkandung dalam sebuah cerita, pemaknaan yang tepat dan memberikan urutan yang benar sehingga diharapkan dapat memilih jawaban yang tepat terkait informasi yang telah didapatkan.

Kompetensi makrostruktur diproses pada hemisfer kanan, khususnya pada bagian anterior pada girus cingulate, daerah temporo-parieto-occipital, area medial pada pre-frontal, serta precuneus.65

• Tes menjodohkan

Ialah suatu tes yang dilakukan oleh responden dalam satu lajur dan batasan-batasan yang akan dijodohkan disajikan secara sembarangan pada lajur lain.66 Tes menjodohkan secara telaah melihat kemampuan Hemisfer kanan pada Kompetensi Leksiko- semantik/Hubungan semantis yaitu dalam bagian pengukuran

64 Ulfah Fittriah, “Studi Korelasi Penguasaan Mufrodad dengan Keterampilan berbicara Bahasa Arab siswa Kelas VIII Mts Negeri Pundong Bantul Yogyakarta”,(Skripsi Sarjana,Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga,Yogyakarta,2013), hal 16.

65 Handoko, ”Kompetensi Kebahasaan Mahasiswa sastra Inggris UNAND“,(Tesis Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Padang , 2003), hal 40.

66 Ulfah Fittriah, Op.Cit, hal 16

kompetensi persepsi (reseptif), Hubungan jaringan semantis ini dapat menjelaskan proses semantis yang terjadi dalam interpretasi dan pemahaman sebuah kata, makna literal diproses pada hemisfer kiri, sedangkan proses semantis makna kata kolokial diproses pada hemisfer kanan.67 Sehingga diharapkan dapat memilih makna yang tepat antara makna leksikal atau kolokial. Gangguan membedakan dan menilai kata-kata yang memiliki arti dan ciri yang sangat berdekatan, pasiesn-pasien Hemisfer kanan terkadang kesulitan dalam menjelaskan secara tepat isi sebuah kata dengan ciri yang khas dan antara kata-kata yang perbedaannya minim, seperti antara kata ‘lihai’ dan ‘pintar’.68 Di antara area pada hemisfer kanan yang terlibat adalah pemahaman leksiko-semantik antara lain, girus frontal inferior, lobus temporal dan lobus parietal inferior, bagian anterior pada girus cingulate, dan bagian pre-frontal dan mesial pada korteks occipital .69

• Tes isian singkat

Atau esai ialah suatu tes yang berisi karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulis.70 Maka menghendaki hubungan yang tepat dan logis untuk mengkaitkan suatu masalah dengan jawaban yang tepat.

Isian singkat secara telaah melihat kemampuan Hemisfer kanan pada Kompetensi Makrostruktur dalam bagian pengukuran Kompetensi produksi yaitu pada menyatakan tema pokok sebuah cerita. Hubungan kesesuaian unsur-unsur dalam wacana

67 Handoko , hal,Op.Cit 31

68 Borod J.C.,Andelman F., Obler L.K., Tweedy J.R., Welkowitz J. Right Hemisphere

Spicialization For the Identification of Emotional Words and Sentences: Evidence from stroke Patiens. Neuropsychologia 9 , (1992), h 287-884, Seperti dikutip oleh Reni I.I

Dharmaperwira,”Gangguan-gangguan Komunikasi pada disfungsi hemisfer kanan dan pemerikasaan komunikasi” (PKHK) ,Djakarta Jembatan (2004), hal 50.

69 Handoko , hal,Op.Cit .40

70Esai (Def.1) (n.d) Dalam KBBI V Daring diakes melalui https://Kbbi.Kemdikbud.go.id /, 31 Januari 2020.

kompetensi produksi makrostruktur menyangkut pada kemampuan untuk mengutarakan cerita –lisan atau tulisan- dengan baik, yang meliputi, menentukan urutan yang tepat, Oleh karena itu salah satu solusi yang dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi makrostruktur adalah pembelajaran berbasis essay sehingga mahasiswa tidak hanya mampu menentukan mana pilihan yang benar tapi juga mampu mengaitkan informasi-informasi yang ada dan mampu membangun pemikiran yang logis dan berterima.

Pembelajaran seperti ini juga mengasah kemampuan holistik mereka sehingga mampu berfikir global dan kreatif.71 kinerjanya terdapat pada pada hemisfer kanan, khususnya pada bagian anterior pada girus cingulate, daerah temporo-parieto-occipital, area medial pada pre-frontal, serta precuneus.

• Tes keterampilan berbicara

Tes keterampilan berbicara digunakan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa sebagai tolak ukur sejauh mana pemerolehan bahasa yang dia dapati selama di ruang lingkup akademik dalam menggunakan kosakata bahasa Arab yang telah dipelajari dalam berbicara dengan baik dan benar. Tes keterampilan berbicara secara telaah melihat kemampuan Hemisfer kanan pada Kompetensi Pragmatik yaitu dalam bagian pengukuran kompetensi Produksi ekspresi yang meliputi kemampuan untuk menghasilkan ujaran yang sesuai dengan konteks komunikasi dan lawan tutur, sehingga diharapkan ketersampaian pesan yang baik dapat tercapai dalam komunikasi. Kompetensi pragmatik melibatkan bagian korteks pre-frontal, bagian medial girus temporal, bagian posterior girus cingulate, dan precuneus, pada hemisfer kanan. Lesi atau disfungsi pada bagian-bagian tersebut dapat mengakibatkan

71 Handoko , hal,Op.Cit ,146.

terganggunya pemahaman pragmatik.72 Bentuk tes kemampuan berbicara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes wawancara. Tes wawancara dilakukan satu kali tes yaitu diakhir setelah ketiga anak tema tersebut diajarkan.

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil bebarapa bab dari buku yang dipakai dalam mata Kulliah Muhadastah بلاطلا باتك_كيدي نيب ةيبرعلا yaitu ةيمويلا ُتايحلا :ةد ح ولا, (kegiatan sehari-hari) yang terdiri dari kegiatan sehari-hari, waktu senggang, dan kegiatan lampau, yang akan digunakan dalam tes. Tes pemerolehan bahasa dilakukan sebanyak tiga kali berdasarkan anak tema. Tes dilaksanakan segera setelah kosakata diberikan dan dilatihkan.Tes keterampilan berbicara digunakan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bahasa Arab yang telah dipelajari dalam berbicara dengan baik dan benar.

Bentuk tes keterampilan berbicara yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk tes wawancara. Tes wawancara dilakukan satu kali tes yaitu di akhir setelah ketiga anak tema tersebut diajarkan.

b. Penyusunan Instrumen Penelitian

Penelitian Penyusunan instrumen penelitian berupa tes Pemerolehan bahasa disesuaikan dengan materi yang telah dipelajari. Tes Pemerolehan bahasa berbentuk pilihan ganda, menjodohkan, dan isian singkat. Jumlah soal tes disesuaikan dengan materi yang telah dipelajari. Tes Pemerolehan bahasa mencakup aspek bahasa yang terdiri dari Leksikosemantik, dan Makrostruktur.

Sedangkan penyusunan instrumen penelitian berupa tes keterampilan berbicara berdasarkan keterampilan berbicara bersifat Praghmatik Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes wawancara. Tes ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar keterampilan mahasiswa

72 Handoko, ”Kompetensi Kebahasaan Mahasiswa sastra Inggris UNAND“,(Tesis Pascasarjana, Fakultas Ilmu Budaya ,Padang , 2013), hal 40.

dalam berbicara sesuai konteks dalam bahasa Arab. Berikut adalah tabel kisi-kisi instrumen tes Pemerolehan bahasa dan keterampilan berbicara.

Tabel 1.1 Kisi-kisi instrument tes pemerolehan bahasa

Leksikosemantik (tingkat kata)

RESEPTIF 1. Mengevaluasi kemampuan 1. Mengerti Arti Kiasan I. ١,٢,٣,٤

responden untuk memahami Sebuah Kata V.

٢,٣,٥

arti kiasan sebuah kata 2. Memahami Asosiasi Kata V. ١,٤

2. Mengevaluasi kemampuan responden untuk memahami asosiasi kata

PRODUKTIF 3. Mengevaluasi kemampuan 3. Pemilihan Kata Untuk I. ٥,٦,٧,٨,

responden untuk memilih Mengungkapkan Perasaan ٩,١٠

kata dalam mengungkapkan perasaan sesuai gambar Aspek Pemerolehan Bahasa

Tujuan Indikator soal

Makrostruktur ( tingkat cerita) 1. Mengevaluasi Kemampuan 1. Memahami tema cerita

RESEPTIF Mengingat informasi II. ٢,٩

2. Daya ingat langsung II. ١,١٠

2. Mengevaluasi Kemampuan 3. Menangkap Informasi II. ٣,١١

Memberikan urutan yang Penting

benar pada bagian-bagian 4. Memberi urutan yang benar II. ٤,١٢

cerita 5. Menangkap kata II. ٥,١٣

3. Mengevaluasi Kemampuan yang berisi emosi

megerti hubungan implisit 6. Mengerti hubungan implisit II. ٦,١٤

pada bagian cerita 7. Menandakan Perasaan II. ٧,١٥

4. Megevaluasi kemampuan dan emosi

mengenal emosi yang diurai- 8. Menandakan ajektiva II. ٨

kan

Tabel 2. Kisi-kisi instrumen tes keterampilan berbicara

PRODUKTIF 1. Mengevaluasi kemampuan 1. Menentukan tema pokok III. ١ meletakkan 6 buah gambar 2. Menyebutkan bagian - bagian III. ٣ dalam urutan yang benar yang penting

2. Mengevaluasi kemampuan 3.Memberikan Urutan yang benar secara tertulis sebuah cerita 4. Menandakan hubungan Implisit

dalam bentuk gambar- 5. Penggunaan ajektiva kualitatif III. ٤ gambar 6. Mengatakan isi emosional III. ٥

sebuah cerita

III. ٢

Praghmatik Tujuan

RESEPTIF 1, Mengevaluasi Kemampuan 1. Memahami konotasi V.

١,٢,٣,٤,٥,

responden memproduksi

ujaran yang tepat sesuai 2. Memahami Metafora VI.

١,٢,٣,٤,٥

, dengan konteks

Indikator soal

٥,٦,٧,٨,٩,١٠

2. Mengevaluasi kemampuan 3. Memahami Maksud Pembicara V.

١,٢

responden memahami 4. Memahami Ujaran Inderek V.

٥,٩

ujaran 5. Memahami Sarkasme V.

٦,٧

3. Mengevaluasi kemampuan 6. Membayangkan Motivasi V.

٤,١٠

responden untuk memahami Pembicara

metafora 7. Memahami Isi Emosi V.

٣,٨

4. Mengevaluasi kemampuan 8 Memahami Humor responden untuk memahami 9. Memahami Pesan Moral humor

5. Mengevaluasi kemampuan responden untuk memahami

PRODUKTIF 10. Memprodusi ujaran IV.

١,٢,٣,٤,٥

,

Sesuai Konteks

Dalam dokumen SKRIPSI OLEH GERBI ZEFRIANDO NIM I1A216033 (Halaman 63-69)