• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mempelajari literatur atau bahan acuan yang berhubungan dengan topik yang di bahas dalam kertas karya.

2. Observasi

Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langsung objek yang di teliti.

3. Wawancara

Mewawancarai pustakawan yang bertugas di perpustakaan umum kota Medan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Perpustakaan Umum

Perpustakaan Umum (bahasa Inggris: public library) adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum. Perputakaan umum di tingkat provinsi dikelola oleh departemen pendidikan dan ke ilmuan (P & K) bersama Pemerintah Daerah.

Perpustakaan umum menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 ;3) adalah:

“Perpustakaan yang menghimpun koleksi buku, bahan cetakan serta rekaman lain untuk kepentingan masyarakat umum. Perpustakaan umum berdiri sebagai lembaga yang diadakan untuk dan oleh masyarakat. Setiap warga dapat menggunakan perpustakaan tanpa dibedakan pekerjaaan, kedudukan, kebudayaan dan agama. Meminjam buku dan bahan lain dari koleksi perpustakaan dapat dengan cuma-cuma atau dengan membayar iuran sekedarnya sebagai tanda kenggotaan dari perpustakaan tersebut.” dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang terbuka untuk umum dan tidak membeda-bedakan agama, ras, suku bangsa, dan kelompok. Semua orang bisa masuk dan menggunakan fasilitas perpustakaan secara gratis atau dengan membayar iuran keanggotaan.

Menurut Undang Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan menyatakan ”Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial-ekonomi.”, dan merujuk pada SNI nomor 7495 tahun 2009 perpustakaan merupakan ”suatu institusi yang mengelola materi perpustakaan yang diorganisir secara sistematis dengan aturan baku, dilayankan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para penggunanya.” Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumberdaya

perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebahagian dari dana masyarakat (pajak). “menurut IFLA 1985” perpustakaan umum adalah sebuah perpustakaan yang di dirikan dan dibiayai oleh pemerintah daerah atau dalam kasus tertentu oleh pemerintah pusat atau badan lain yang di beri wewenang untuk bertindak atas nama badan ,tersedia bagi masyarakat bagi siapa yang ingin menggunakannya tanpa bias atau diskriminasi.

2.2Tujuan dan fungsi perpustakaan umum 2.2.1 Tujuan Perpustakaan Umum

Pada tahun 1972 Unesco mengeluarkan Manifesto Perpustakaan Umum yang menyatakan bahwa perpustakaan umum harus terbuka bagi semua orang tanpa membeda-bedakn warna kulit, jenis kelamin, usia, kepercayaan, ras. Ada 4 butir isi Manifesto tsb:

1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka kea rah kehidupan yang lebih baik.

2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topic yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.

3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat Sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka.

4. Bertindak selaku agen cultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.

Menurut Hermawan dan Zulfikar (2006:31), menyatakan bahwa tujuan perpustakaan umum adalah:

1. Memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk menggunakan bahan pustaka dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesejahteraan.

2. Menyediakan informasi yang murah, mudah, cepat dan tepat yang berguna bagi masyarakat dalam kehidupannya sehari – hari.

3. Membantu dalam pengembangan dan pemberdayaan komunitas melalui penyediaan bahan pustaka dan informasi.

4. Bertindak sebagai agen kultural, sehingga menjadi pustaka utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitar dan

5. Memfasilitasi masyarakat untuk belajar sepanjang hayat.

Menurut Sulistyo Basuki (1991 : 46), ada empat tujuan utama perpustakaan umum

1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.

Peningkatan ini bukan hanya pada segi ekonominya tapi juga kehidupan moral dan spiritual masyarakat.

2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat. Terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat. Sumber informasi yang seperti ini biasanya berupa bukan panduan “kerja sendiri”

(do it you self yang diseleksi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat yang dilayaninya untuk melakukan usaha yang dapat manambah penghasilan tambahan ( income generating) atau dapat membuka lapangan kerja ( employment generating) ( Hasan, 2000 : 3).

3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar-nya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembanghkan dengan bantuan bahan pustaka. Tujuan ini berkaitan dengan fungsi edukatif dari umum yaitu melalui koleksinya, masyarakat setempat memperoleh pendidikan berkesinambungan atau pendidikan seumur hidup (life long education).

4. Bertindak selaku agen kultural, artinya umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara

menyelenggarakan pameran budaya. Ceramah. Pemutaran film, dan penyedia informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan. Kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya. Disni umum harus selektif dalam memilih sumber informasi yang akan disajikan koleksi, jangan sampai sumber inforami tersebut menimbulkan dampak budaya yang negatif bagi masyarakat yang dilayaninya.

2.2.2 Fungsi Perpustakaan Umum

Untuk mencapai tujuan di atas maka perpustakaan harus menjalankan fungsinya dengan baik.Menurut Yusuf (1995:23), fungsi perpustakaan umum adalah:

1. Fungsi Informatif, segala informasi yang dimiliki perpustakaan umum sanggup menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh segenap anggota masyarakat. Sumber informasinya berpotensi memberitahukan atau memberikan informasi kepada segenap anggota masyarakat yang membutuhkannya.

2. Fungsi Edukatif, segala informasi yang dimiliki perpustakaan umum dimaksudkan untuk mendidik segenap anggota masyarakat yang memanfaatkannya, termasuk anggota masyarakat yang belum sempat menggunakannya.

3. Fungsi Rekreatif, koleksi yang disediakan perpustakaan umum banyak yang berisi informasi ringan, artinya tidak mendalam seperti halnya pada perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi, apalagi perpustakaan khusus.

ini disebabkan kondisi masyarakat yang dilayani sangat beragam, baik pada tingkat pengetahuan, pendidikan, maupun usianya sehingga sumber informasi yang disediakan pun harus disesuaikan dengan keragaman kondisi masyarakat tersebut.

Sedangkan menurut Samosir (2004:8), Perpustakaan umum sebagai perangkat dan bagian yang tidak lepas dari sistem pembelajaran sepanjang hayat berfungsi sebagai :

1. Pusat informasi, menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat pemakai;

2. Preservasi kebudayaan, menyimpan dan menyediakan tulisan – tulisan tentang kebudayaan masa lampau, kini dan sebagai pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang;

3. Pendidikan, mengembangkan dan menunjang pendidikan non formal diluar sekolah dan universitas dan sebagai pusat kebutuhan penelitian;

4. Rekreasi, dengan bahan - bahan bacaan yang bersifat hiburan perpustakaan umum dapat digunakan oleh masyarakat pemakai untuk mengisi waktu luang.

Menurut ” SNI nomor 7495 tahun 2009” fungsi perpustakaan umum antara lain:

Fungsi perpustakaan umum kabupaten/kota adalah:

1. Mengembangkan koleksi;

2. Menghimpun koleksi muatan lokal;

3. Mengorganisasi materi perpustakaan;

4. Mendayagunakan koleksi;

5. Menyelenggarakan pendidikan pengguna;

6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi;

7. Melestarikan materi perpustakaan;

8. Membantu peningkatan sumber daya perpustakaan di wilayahnya.

2.3 Pendidikan pengguna

Pendidikan asal katanya adalah didik, mendidik yang berarti : Mengajari seseorang supaya menjadi pandai, dan berakhlak yang baik.

Sedangkan pendidikan adalah : hal, cara hasil atau proses kerja mendidik, dapat membentuk manusia menjadi orang yang berguna.

Pendidikan pengguna adalah kegiatan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara tepat dan cepat serta

mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab.

Pendidikan pengguna menurut “SNI No. 7495 tahun 2009” seluruh kegiatan di perpustakaan yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada pengguna perpustakaan bagaimana mendapatkan kemungkinan yang terbaik dalam penggunaan sumber, layanan dan fasilitas perpustakaan. Kegiatan ini dapat diberikan baik dalam bentuk instruksi formal maupun informal oleh pustakawan atau staf perpustakaan secara perseorangan maupun dalam kelompok. Termasuk didalamnya tutorial secara online, materi audiovisual dan panduan tercetak serta pathfinder.

Berikut ini ada beberapa pendapat mengenai pendidikan pengguna 1. Oyesiku (2000)

“pointed out that effective use of library by staff and students is expected to be the principal objective of establishing libraries in academic institutions. To achieve this objective, the librarians have to instruct the students on how to use the library. They have to familiarize the students with the techniques of library use and information retrieval. This is known as user education. User education encompasses all types of activities designed to teach users about library services, facilities, organization, resources, and search strategies in order to equip them with the basic skills to enable them to make optimal, efficient and independent use of information resources and services available in a given library” menunjukkan bahwa penggunaan perpustakaan yang efektif oleh staf dan siswa diharapkan menjadi tujuan utama dari didirikannya ilmu perpustakaan di institusi akademik. Untuk mencapai tujuan ini, pustakawan harus menginstruksikan siswa tentang cara menggunakan perpustakaan.

Pustakawan harusmengenalkan siswa dengan teknik penggunaan perpustakaan dan pengambilan informasi. Ini dikenal juga sebagai pendidikan pengguna. Pendidikan pengguna mencakup semua jenis kegiatan yang dirancang untuk mengajar pengguna tentang layanan perpustakaan, fasilitas, organisasi, sumber daya, dan strategi pencarian dengan tujuan membekali

mereka dengan keterampilan dasar untuk memungkinkan mereka secara optimal, efisien dan mandiri dalam menggunakann sumber daya informasi dan layanan yang tersedia di perpustakaan tertentu.

2. Hazel Mews (1972)

“ ….. instruction given to readers to help them make the best use of a library.”.

Pendidikan Pengguna adalah instruksi yang diberikan kepada pemakai agar mereka dapat menggunakan perpustakaan dengan baik.

3. Malley(1984)

“….a process whereby the library user is firstly made aware of the extend and number of the library s resources, of its services and of the information sources available to him or her, and secondly taught how to use these resources, servicces and sources”. Pendidikan pengguna adalah suatu proses dimana pengguna perpustakaan untuk pertama kali diberi pemahaman dan pengertian sumber-sumber perpustakaan, termasuk pelayanan dan sumber-sumber informasi yang saling terkait, bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut, bagaimana pelayanannya dan di mana sumbernya.

Rangkuti (2014:41) menyatakan bahwa “Pendidikan pengguna memiliki berbagai macam istilah diantaranya user education (kegiatan yang menyangkut pendidikan pengguna atau bimbingan pengguna), library orientation (kegiatan yang menyangkut orientasi perpustakaan, penyuluhan perpustakaan), library instruction(kegiatan yang menyangkut pengajaran atau arahan perpustakaan), bibliographicinstruction (kegiatan pengajaran bibliografi), library use instruction (petunjuk penggunaan perpustakaan), dan user guidance (bimbingan pengguna).”

Menurut beberapa ahli yaitu Hazel Mews, Sherly Anspaugh dan Hugh Flemming dalam Dharmawan (2005:3) definisi dari pendidikan pengguna adalah sebagai berikut:

1. Mews (1972)

Pendidikan Pengguna adalah instruksi yang diberikan kepada pemakai agar mereka dapat menggunakan perpustakaan dengan baik.

2. Anspaugh (1978)

Perpustakaanmenggunakan petunjuk untuk mengajari manusia tentang efektivitas dan efisiensi dalam menggunakan perpustakaan dan mempunyai pengetahuan dari berbagai sumber.

3. Flemming (1990)

Sebagai program yang berupa sekumpulan instruksi pendidikan dan eksplorasi yang diselenggarakan oleh perpustakaan untuk pengguna agar sumber-sumber informasi dan layanan tersedia secara efektif, efisien dan mandiri.

Sutarno NS (2008:118) menyatakan bahwa “Pendidikan pengguna merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petugas layanan tentang seluk-beluk perpustakan, manfaat perpustakaan, cara menjadi anggota, persyaratan keanggotaan, tata tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi dan klasifikasi, partisipasi masyarakat dalam perpustakaan, dsb. Semua itu dikerjakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan secara cepat dan tepat tanpa mengalami banyak kesulitan”.

Dari berbagai pendapat disimpulkan bahwa pendidikan pengguna merupakanprogram yang memberikan intruksi kepada para pengguna dalam hal layanan perpustakaan berupa layanan informasi maupun fasilitas di perpustakaan sehingga dapat terjadinya efektivitas dalam pemanfaatan sumber informasi dan fasilitas yang ada secara optimal.

2.4 Tujuan dan Fungsi Pendidikan Pengguna 2.4.1 Tujuan Pendidikan Pengguna

Tujuan utama diadakannya kegiatan pendidikan pengguna perpustakaan adalah untuk memperkenalkan ke pemakai bahwa perpustakaan adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat koleksi dan sumber informasi lain.

Pelaksanaan pendidikan pengguna pustaka bertujuan untuk memperkenalkan, memberi pendidikan bagaimana menemukan kembali dan memanfaatkan bahan pustaka tersebut dengan cara yang baik.

Lebih lanjut bahwa penyelenggaraan pendidikan pengguna pustaka bertuan untuk:

1. Memberikan pengarahan kepada pemakai untuk menggunakan atau memilih bahan pustaka yang tepat.

2. Dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mencari serta menemukan kembali sumber informasi.

3. Pengguna dapat memanfaatkan jasa yang telah di sediakan oleh perpustakaan sesuai dengan kebutuhan atau informasi yang diperlukan.

Menurut Rahayuningsih (2005), ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai, diantaranya adalah :

1. Agar pemakai menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien.

2. Agar pemakai dapat menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.

3. Memberi pengertian kepada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk tercetak atau tidak.

4. Memperkenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi dan ciri-cirinya.

5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar pemakai mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yang relevan , mempelajari dan memecahkan masalah.

6. pengembangkan minat baca pemakainya.

7. Memperpendek jarak antara pustakawan dengan penggunanya.

Menurut (Nurjanah, 2010 : 3) Ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai dalam program pendidikan pemakai, antara lain:

1. Agar mahasiswa menggunakan perpustakaan secara efektif dan efesien.

2. Agar mahasiswa menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.

3. Memberi pengertian pada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk tercetak atau tidak tercetak.

4. Memperkenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi serta cirri-cirinya.

5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar mahasiswa mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yang relevan, mempelajari dan memecahkan masalah.

6. Mengembangkan minat baca masyarakat pemakainya.

7. Memperpendek jarak antara pustakawan dengan pemakainya.

8. Menuju masyarakat informasi

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan pemakai untuk meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan perpustakaan sehingga pemakai perpustakaan dapat menilai sumber informasi dan yang paling penting mampu menghadapi ketidaksamaan informasi yang disediakan oleh sumber yang berlainan dan megasimilasi, mengumpulkan, menyajikan, dan menerapkan informasi tersebut dalam kehidupannya.

2.4.2 Fungsi Pendidikan Pengguna

Dalam menjalankan layanan pendidikan pengguna ada tujuan yang ingin di capai dan ada juga fungsi diadakannya pendidikan pengguna tersebut.

Menurut Sutarno (2006:95-96) bahwa fungsi dilakukan bimbingan pemakai perpustakaan maupun pengguna perpustakaan yaitu :

1. Pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan di perpustakaan tersebut.

2. Pemakai perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode/nomor klasifikasi, kartu catalog dan petunjuk yang lain.

3. Pemakai perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlakukan tanpa banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau tambahan.

4. perpustakaan dapat memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan.

5. perpustakaan dapat mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan.

2.5 Manfaat pendidikan pengguna

Pendidikan pemakai yang diberikan oleh perpustakaan pasti memiliki manfaat bagi pengguna perpustakaan. Ada beberapa manfaat pendidikan pemakai yang mendukung tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan pemakai.

Menurut Ratnaningsih (1994 : 2) pemberian pendidikan pemakai sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak yaitu :

1. Dari Segi Pengguna, dengan diperolehnya bekal tehnik dan strategi pemanfaatan perpustakaan maka menambah rasa percaya diri dalam penemuan koleksi/informasi yang dibutuhkan, serta mampu memilih informasi yang spesifik bagi dirinya dengan cepat dan tepat.

2. Bagi Perpustakaan, kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan citra perpustakaan dan pustakawannya.

2.6 Materi Pendidikan Pengguna

Pada dasarnya materi yang diterapkan dalam pendidikan pemakai pada perpustakaan relatif sama antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya. Secara umum Darmono (2001 : 23) menyebutkan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain adalah :

1. Pengenalan terhadap denah perpustakaan 2. Peraturan perpustakaan

3. Alat penelusuran informasi

4. Pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan 5. Pengenalan terhadap penempatan koleksi

6. Pengenalan terhadap ruang baca.

Menurut Rice yang dikutip oleh Sudarsih (2011 : 5) tujuan dan materi pendidikan pemakai diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Orientasi perpustakaan

Materi yang di ajarkan berupa pengenalan terhadap perpustakaan secara biasanya diberikan ketika siswa/mahasiswa baru memasuki suatu lembaga pendidikan bersangkutan, materinya antara lain : Pengenalan Gedung Perpustakaan, pengenalan Katalog dan alat penelusuran lainnya, pengenalan beberapa sumber bacaan termasuk bahan-bahan rujukan dasar. Sedangkan Tujuan yang ingin dicapai adalah:

a) Mengenalkan fasilitas-fasilitas fisik gedung perpustakaan itu sendiri.

b) Mengenal bagian-bagian layanan dan staf dari setiap bagian secara tepat.

c) Mengenal layanan- layanan khusus seperti penelusuran melalui computer, layanan peminjaman.

d) Mengenalkan kebijakan-kebijakan perpustakaan seperti prosedur menjadi anggota, jam layanan perpustakaan.

e) Mengenal pengorganisasian koleksi dengan tujuan untuk mengurangi kebingungan pemakai dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.

f) Termotivasi untuk dating kembali dan menggunakan sumber-sumber yang ada di perpustakaan.

2. Pengajaran Perpustakaan.

Materi yang diajarkan merupakan penjalasan lebih dalam lagi mengenai bahan-bahan perpustakaan secara spesifik. Ini berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan semua bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan materinya antara lain:

a) Teknik penggunaan indeks, katalog, bahan-bahan rujukan, dan alat-alat bibliografi.

b) Penggunaan bahan atau sumber pustaka sesuai dengan subjek atau jurusan.

c) Melaksanakan teknik-teknik penelusuran informasi dalam sebuah tugas penelitian atau pembuatan karya ilmiah lainnya.

Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah :

a) Dapat menggunakan pedoman pembaca untuk mencari bahan-bahan artikel.

b) Dapat menemukan buku-buku yang berhubungan dengan subjek khusus melalui katalog.

c) Dapat menggunakan bentuk mikro dan alat-alat baca lainnya secara tepat.

d) Dapat menggunakan alat rujukan khusus seperti ensiklopedi, almanak, bibliografi.

e) Menemukan koleksi visual dan dapat menggunakannya.

f) Mengetahui sumber-sumber yang tersedia diperpustakaan lainnya dan dapat melakukan permintaan peminjaman.

g) Melakukan suatu penelusuran dalam layanan pengindeksan seperti pada pusat informasi, sumber pendidikan dan dapat menemukan dan menggunakan hasil-hasil sitasi.

3. Pengajaran Bibliografi.

Materi yang diajarkan lebih condong sebagai langkah persiapan mengadakan atau sebagai dasar penelitian dalam rangka menyusu karya akhir.

Pada level ketiga ini bias ditawarkan melalui mata ajar formal sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Materi yang disampaikan antara lain:

a) Informasi dan pengorganisasiannya.

b) Tajuk subyek dan defenisi suatu topik karya ilmiah.

c) Macam-macam sumber untuk penelitian.

d) Membuat kerangka teknik dan perencanaan suatu karya ilmiah.

e) Teknik-teknik membuat catatan dalam karya ilmiah.

f) Gaya, catatan kaki, rujukan dan sumber bahan bacaan.

g) Strategi penelitian, kesempatan dalam penelitian, dan pemakai yang tepat layananan koleksi yang diberikan perpustakaan.

h) Membuat / menulis karya ilmiah.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan pemakai menekankan pada aspek yang lebih konsepsional dan sasarannya adalalah para pemakai yang sudah memahami fisik dan memerlukan teknik penelusuran, penyerapan dan pemanfaatan informasi yang dibutuhkannya.

Melalui beberapa materi pendidikan pemakai juga dapat diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan pemakai pada perpustakaan, harus mampu menginformasikan aspek-aspek penting yang berkaitan dan dimiliki oleh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan, dengan harapan melalui pendidikan pemakai maka pengguna perpustakaan tidak akan merasa asing dan lebih cepat beradaptasi terhadap tatanan sistem operasional perpustakaan.

Sementara itu, kemungkinan terdapatnya perbedaan materi pendidikan pemakai antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya sangat mungkin terjadi. Hal ini sudah lumrah karena pada dasarnya peraturan mengenai pendidikan pemakai belum diatur dalam undang-undang pendidikan. Selain itu tingkat kualifikasi (level) antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya juga banyak yang memiliki perbedaan atau dengan kata lain belum seragam. Namun materi yang menyangkut keadaan umum perpustakaan biasanya disertakan pada setiap pendidikan pemakai di seluruh perpustakaan.

2.7 Metode pendidikan pemakai

Program pendidikan pemakai yang diterapkan perpustakan pada dasarnya memiliki berbagai metode. Metode adalah “Suatu cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan terhadap segala masalah” (Subagyo, 1997 : 50). Jadi dengan demikian dapat dirumuskan bahwa metode pendidikan pemakaiadalah cara penyelesaian masalah penggunaan fasilitas perpustakaan secara sistematis.

Kosterman (1978 : 269) menyarankan bahwa suatu metode pengajaran harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

1. Dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat.

2. Dapat membuat peserta didik tertarik untuk memperhatikan dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan.

3. Dapat mendorong peserta didik untuk ambil bagian dengan menolongnya mempersiapkan pelajaran-pelajaran.

4. Dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektivitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.

Sementara itu Hills dalam Fjallbrant (1978 : 33) menyebutkan ada empat faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode dan media pengajaran untuk pendidikan pemakai perpustakaan ini, antara lain:

1. Motivation Pengajaran harus memberikan suatu motivasi yang tinggi, misalnya ketika pengguna ingin menemukan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan atau pelajaran tertentu.

2. Activity Kerja aktif dalam pembelajaran pemecahan masalah akan kelihatan

2. Activity Kerja aktif dalam pembelajaran pemecahan masalah akan kelihatan

Dokumen terkait