PENDIDIKAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN
KERTAS KARYA
Diajukan sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan studi untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md) dalam Bidang Ilmu Perpustakaan
Disusun Oleh:
HABIB AKMAL NASUTION 152201007
UNIVERSITAS SUMATRA UTARA FAKULTAS ILMU BUDAYA
PROGRAM STUDI D-III PERPUSTAKAAN MEDAN
2018
PERNYATAAN
PENDIDIKAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA MEDAN Saya mengakui bahwa kertas karya ini adalah hasil kerja saya, kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.
Medan, Juli 2018
Habib Akmal Nasution
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat, hidayah, dan segala karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan kertas karya ini yang berjudul" Pendidikan Pengguna Di Perpustakaan Umum Kota Medan ”, sebagai salah satu syarat untuk memenuhi persyaratan kelulusan Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan rangkaian kata terindah.
Penulis ucapkan kepada Ayahanda tercinta Ichsan Torang Nasution dan Ibunda tersayang Purnama Dewi Tarigan yang telah memberikan segenap jiwa dan raga agar penulis mampu menyelesaikan kertas karya ini. Terima kasih untuk segala curahan perhatian yang tiada pernah habis. Terima kasih telah menjadi orang tua terbaik.
Penulis menyadari bahwa kertas karya ini belum sempurna seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, penulis akan menerima kritik dan saran demi kesempurnaan kertas karya ini. Dalam penulisan kertas karya ini, penulis juga telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan dan petunjuk yang tak ternilai harganya. oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Dr. Budi Agustono, M.S, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Hotlan Siahaan, S.Sos, M.I.Kom selaku Ketua Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Sekaligus Dosen Penguji I dan Bapak Drs. Dirmansyah, M.A selaku Sekretaris Program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dan Sekaligus Dosen Penguji II
3. Bapak Ishak, S.S.,M.Hum selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan yang sangat berguna kepada penulis dalam penyusunan kertas karya ini.
4. Seluruh staf pengajar pada program Studi D-III Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara
5. Seluruh staf dan Pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kota Medan yang telah memberikan banyak informasi dalam penulisan kertas karya ini
6. Untuk Abang Dan Adik penulis( Abang Mirza Akbar Nasution dan adik Jihan Zhafira Nasution) kalian adalah penyemangat hidup, semoga sukses dalam studinya dan menjadi kebanggan keluarga.
7. Untuk MB( Ami, Dinda, Dwi, Dysha, Fitri, milsa, Isna, Nanda, Ninda, Rika, Riski, Sania, Sheila) Terima kasih sudah menjadi teman yang SWAG selama 3 tahun. Semoga sukses dalam karirnya.
8. Untuk Squad 78 (fauzan, Haekal, dan Eqqi) Terimakasih telah membimbing, mendoakan, dan membantu penulis selama penulis melakukan studi.
Ucapan terimakasih juga kepada semua pihak yang tidak dapat di sebutkan satu-persatu yang telah banyak memberikan semangat, dukungan, doa, waktu, dan pikiran kepada penulis, semoga Allah SWT memberikan balasan atas semua bantuan yang telah di berikan kepada penulis.
Akhir kata penulis mengharapkan kiranya kertas karya ini dapat bermanfaat dan memperluas pengetahuan kita semua, terima kasih
Medan, Juli 2018 Penulis
Habib Akmal Nasution
DAFTAR ISI
Halaman Judul Lembar persetujuan Lembar Pengesahan
Kata Pengantar ... i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ...V BAB I: PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Tujuan Penulisan ... 3
1.3 Ruang lingkup ... 3
1.4 Metode pengumpulan data ... 3
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA ... 4
2.1 Pengertian Perpustakaan Umum ... 4
2.2Tujuan dan fungsi perpustakaan umum ... 5
2.2.1 Tujuan Perpustakaan Umum ... 5
2.2.2 Fungsi Perpustakaan Umum ... 7
2.3 Pendidikan pengguna ... 8
2.4 Tujuan dan Fungsi Pendidikan Pengguna ... 11
2.4.1 Tujuan Pendidikan Pengguna ... 11
2.4.2 Fungsi Pendidikan Pengguna ... 13
2.5 Manfaat pendidikan pengguna ... 14
2.6 Materi Pendidikan Pengguna ... 14
2.7 Metode pendidikan pemakai ... 17
2.8 Waktu dan Lokasi Pendidikan Pengguna ... 20
2.8.1 Waktu pelaksanaan Pendidikan Pengguna ... 20
2.8.2 Lokasi Pendidikan Pengguna ... 20
2.9 Evaluasi Pendidikan Pengguna ... 21
2.10 Peran Pustakawan dalam Pelaksanaan Pendidikan Pengguna. ... 22
BAB III: HASIL DAN PEMBAHASAN ... 23
3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Umum Kota Medan ... 23
3.2 Visi, Misi, Tujuan dan Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
... 24
3.2.1 Visi ... 24
3.2.2 Misi ... 24
3.2.3 Tujuan ... 24
3.2.4 Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan ... 26
3.3 Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan...27
3.4 Tujuan Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan... 28
3.5 Metode-Metode Dalam Pendidikan Pengguna yang Digunakan Perpustakaan Umum Kota Medan ... 28
3.6 Materi Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan...33
BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN ... 37
4.1 Kesimpulan ... 37
4.2 Saran ... 38
DAFTAR PUSTAKA ... 39
LAMPIRAN ... 41
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 ... 26
Gambar 2 ... 29
Gambar 3 ... 29
Gambar 4 ... 30
Gambar 5 ... 31
Gambar 6 ... 31
Gambar 7 ... 32
Gambar 8 ... 43
Gambar 9 ... 43
Gambar 10 ... 44
Gambar 11...44
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah hak setiap bangsa (Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31) (1) yang menyebutkan bahwa:” Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Hak memperoleh pendidikan ini diperjelas dengan pasal 31 (2) yang bunyinya:”Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Selanjutnya pada ayat (3) dituangkan pernyataan yang berbunyi:”Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang”. Dari kutipan undang undang di atas bisa kita simpulkan perpustakaan sebagai salah satu fasilitas yang disediakan pemerintah dalam memberikan pendidikan dan informasi kepada masyarakat.
Perpustakaan umum sebagai salah satu penunjang pendidikan dan informasi di daerah, yang membantu masyarakat mendapatkan pengetahuan dan informasi yang tepat, benar, dan dari sumber yang terpercaya.
Perpustakaan umum juga sebagai tempat penyedia ilmu dan informasi yang dapat di gunakan secara cuma- cuma atau gratis. Perpustakaan umum juga sebagai tempat bersosialisasi dan bermasyarakat yang baik di mana perpustakaan memperbolehkan setiap orang masuk tanpa melihat agama, suku, warna kulit, dan ras.
Pada pemanfaatan fasilitas ini, banyak pengguna yang belum paham atau mengerti dalam memanfaatkan informasi dan fasilitas perpustakaan.
Sehingga banyak pengguna yang tidak maksimal dalam pemanfaatan fasilitas ini. Hal ini diakibatkan karena pengguna belum mengerti bagaimana cara dan
teknik memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan baik dan efektif.
Hakikatnya perpustakaan dapat memberikan pendidikan kepada penggunanya agar dapat menggunakan dan memperoleh informasi secara mudah, cepat, akurat, dan dari sumber yang terpercaya.
Perpustakaan Umum Kota Medan adalah salah satu penunjang pendidikan yang di berikan oleh pemerintah Kota Medan. Yang di mana bertujuan menyediakan dan membantu masyarakat Kota Medan untuk mendapatkan informasi yang di butuhkannya, selain itu perpustakaan juga bertujuan untuk Menghimpun bahan-bahan dokumentasi daerah, terutama bahanbahan yang dianggap perlu diketahui masyarakat luas, berupa karyakarya tertulis sehingga dapat dimanfaatkan bagi pembangunan daerah kotamdya medan dalam segala bidang seperti hasil-hasil seminar,simposium, musda,keputusan-keputusan/ peraturan pemerintah daerah, pidato-pidato dalam upacara resmi, dan lain sebagainya.
Perpustakaan Umum Kota Medan, menawarkan beberapa fasilitas kepada para pengguna perpustakaan seperti wifi, layanan reverensi, koleksi anak, dan bahan bahan pustaka lainnya. Dalam pendidikan pengguna di perpustakaan pengguna di ajarkan cara menggunakan setiap fasilitas di perpustakaaan. Seperti layanan sirkulasi dalam pelayanan sirkulasi di Perpustakaan Umum Kota Medan, perpustakaan masih menggunakan sistem manual yang di mana para pengguna mengunjungi meja sirkulasi jika ingin meminjam atau mengembalikan bahan pustaka. Dalam pencarian bahan pustaka Perpustakaan Umum Kota Medan sudah menggunakan katalok online (OPAC) namun dalam observasi yang di lakukan penulis ke Perpustakaan Umum Kota Medan OPAC dalam keadaan tidak bisa di gunakan.
Perpustakaan Umum Kota Medan, merupakan perpustakaan yang menyediakan bahan pustaka kepada pengguna perpustakaan ini. Koleksi perpustakaan ini sangat beragam di karenakan beragamnya pengunjung perpustakaan umum. Oleh karna itu, penulis tertarik meneliti lebih lanjut pendidikan pengguna (user education) di perpustakaan umum kota Medan,
dengan judul”Pendidikan Pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan”.
1.2 Tujuan Penulisan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pendidikan pengguna di perpustakaan Umum Kota Medan.
1.3 Ruang lingkup
Ruang lingkup dalam penulisan ini adalah mengenai pendidikan pengguna dan pemanfaatan bahan pustaka pada perpustakaan Umum Kota Medan.
1.4 Metode pengumpulan data 1. Studi kepustakaan
Mempelajari literatur atau bahan acuan yang berhubungan dengan topik yang di bahas dalam kertas karya.
2. Observasi
Yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langsung objek yang di teliti.
3. Wawancara
Mewawancarai pustakawan yang bertugas di perpustakaan umum kota Medan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Perpustakaan Umum
Perpustakaan Umum (bahasa Inggris: public library) adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh dana umum dengan tujuan melayani umum. Perputakaan umum di tingkat provinsi dikelola oleh departemen pendidikan dan ke ilmuan (P & K) bersama Pemerintah Daerah.
Perpustakaan umum menurut Sjahrial-Pamuntjak (2000 ;3) adalah:
“Perpustakaan yang menghimpun koleksi buku, bahan cetakan serta rekaman lain untuk kepentingan masyarakat umum. Perpustakaan umum berdiri sebagai lembaga yang diadakan untuk dan oleh masyarakat. Setiap warga dapat menggunakan perpustakaan tanpa dibedakan pekerjaaan, kedudukan, kebudayaan dan agama. Meminjam buku dan bahan lain dari koleksi perpustakaan dapat dengan cuma-cuma atau dengan membayar iuran sekedarnya sebagai tanda kenggotaan dari perpustakaan tersebut.” dari kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan tempat yang terbuka untuk umum dan tidak membeda-bedakan agama, ras, suku bangsa, dan kelompok. Semua orang bisa masuk dan menggunakan fasilitas perpustakaan secara gratis atau dengan membayar iuran keanggotaan.
Menurut Undang Undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan menyatakan ”Perpustakaan umum adalah perpustakaan yang diperuntukkan bagi masyarakat luas sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat tanpa membedakan umur, jenis kelamin, suku, ras, agama, dan status sosial- ekonomi.”, dan merujuk pada SNI nomor 7495 tahun 2009 perpustakaan merupakan ”suatu institusi yang mengelola materi perpustakaan yang diorganisir secara sistematis dengan aturan baku, dilayankan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para penggunanya.” Perpustakaan Umum adalah sebuah perpustakaan atau sistem perpustakaan yang menyediakan akses yang tidak terbatas kepada sumberdaya
perpustakaan dan layanan gratis kepada warga masyarakat di daerah atau wilayah tertentu, yang didukung penuh atau sebahagian dari dana masyarakat (pajak). “menurut IFLA 1985” perpustakaan umum adalah sebuah perpustakaan yang di dirikan dan dibiayai oleh pemerintah daerah atau dalam kasus tertentu oleh pemerintah pusat atau badan lain yang di beri wewenang untuk bertindak atas nama badan ,tersedia bagi masyarakat bagi siapa yang ingin menggunakannya tanpa bias atau diskriminasi.
2.2Tujuan dan fungsi perpustakaan umum 2.2.1 Tujuan Perpustakaan Umum
Pada tahun 1972 Unesco mengeluarkan Manifesto Perpustakaan Umum yang menyatakan bahwa perpustakaan umum harus terbuka bagi semua orang tanpa membeda-bedakn warna kulit, jenis kelamin, usia, kepercayaan, ras. Ada 4 butir isi Manifesto tsb:
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka kea rah kehidupan yang lebih baik.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat, terutama informasi mengenai topic yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat.
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat Sekitarnya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembangkan dengan bantuan bahan pustaka.
4. Bertindak selaku agen cultural, artinya perpustakaan umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya.
Menurut Hermawan dan Zulfikar (2006:31), menyatakan bahwa tujuan perpustakaan umum adalah:
1. Memberikan kesempatan kepada warga masyarakat untuk menggunakan bahan pustaka dalam meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesejahteraan.
2. Menyediakan informasi yang murah, mudah, cepat dan tepat yang berguna bagi masyarakat dalam kehidupannya sehari – hari.
3. Membantu dalam pengembangan dan pemberdayaan komunitas melalui penyediaan bahan pustaka dan informasi.
4. Bertindak sebagai agen kultural, sehingga menjadi pustaka utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitar dan
5. Memfasilitasi masyarakat untuk belajar sepanjang hayat.
Menurut Sulistyo Basuki (1991 : 46), ada empat tujuan utama perpustakaan umum
1. Memberikan kesempatan bagi umum untuk membaca bahan pustaka yang dapat membantu meningkatkan mereka ke arah kehidupan yang lebih baik.
Peningkatan ini bukan hanya pada segi ekonominya tapi juga kehidupan moral dan spiritual masyarakat.
2. Menyediakan sumber informasi yang cepat, tepat dan murah bagi masyarakat. Terutama informasi mengenai topik yang berguna bagi mereka dan yang sedang hangat dalam kalangan masyarakat. Sumber informasi yang seperti ini biasanya berupa bukan panduan “kerja sendiri”
(do it you self yang diseleksi sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan masyarakat setempat yang dilayaninya untuk melakukan usaha yang dapat manambah penghasilan tambahan ( income generating) atau dapat membuka lapangan kerja ( employment generating) ( Hasan, 2000 : 3).
3. Membantu warga untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga yang bersangkutan akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar-nya, sejauh kemampuan tersebut dapat dikembanghkan dengan bantuan bahan pustaka. Tujuan ini berkaitan dengan fungsi edukatif dari umum yaitu melalui koleksinya, masyarakat setempat memperoleh pendidikan berkesinambungan atau pendidikan seumur hidup (life long education).
4. Bertindak selaku agen kultural, artinya umum merupakan pusat utama kehidupan budaya bagi masyarakat sekitarnya. Umum bertugas menumbuhkan apresiasi budaya masyarakat sekitarnya dengan cara
menyelenggarakan pameran budaya. Ceramah. Pemutaran film, dan penyedia informasi yang dapat meningkatkan keikutsertaan. Kegemaran dan apresiasi masyarakat terhadap segala bentuk seni budaya. Disni umum harus selektif dalam memilih sumber informasi yang akan disajikan koleksi, jangan sampai sumber inforami tersebut menimbulkan dampak budaya yang negatif bagi masyarakat yang dilayaninya.
2.2.2 Fungsi Perpustakaan Umum
Untuk mencapai tujuan di atas maka perpustakaan harus menjalankan fungsinya dengan baik.Menurut Yusuf (1995:23), fungsi perpustakaan umum adalah:
1. Fungsi Informatif, segala informasi yang dimiliki perpustakaan umum sanggup menjawab segala pertanyaan yang diajukan oleh segenap anggota masyarakat. Sumber informasinya berpotensi memberitahukan atau memberikan informasi kepada segenap anggota masyarakat yang membutuhkannya.
2. Fungsi Edukatif, segala informasi yang dimiliki perpustakaan umum dimaksudkan untuk mendidik segenap anggota masyarakat yang memanfaatkannya, termasuk anggota masyarakat yang belum sempat menggunakannya.
3. Fungsi Rekreatif, koleksi yang disediakan perpustakaan umum banyak yang berisi informasi ringan, artinya tidak mendalam seperti halnya pada perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi, apalagi perpustakaan khusus.
ini disebabkan kondisi masyarakat yang dilayani sangat beragam, baik pada tingkat pengetahuan, pendidikan, maupun usianya sehingga sumber informasi yang disediakan pun harus disesuaikan dengan keragaman kondisi masyarakat tersebut.
Sedangkan menurut Samosir (2004:8), Perpustakaan umum sebagai perangkat dan bagian yang tidak lepas dari sistem pembelajaran sepanjang hayat berfungsi sebagai :
1. Pusat informasi, menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat pemakai;
2. Preservasi kebudayaan, menyimpan dan menyediakan tulisan – tulisan tentang kebudayaan masa lampau, kini dan sebagai pengembangan kebudayaan di masa yang akan datang;
3. Pendidikan, mengembangkan dan menunjang pendidikan non formal diluar sekolah dan universitas dan sebagai pusat kebutuhan penelitian;
4. Rekreasi, dengan bahan - bahan bacaan yang bersifat hiburan perpustakaan umum dapat digunakan oleh masyarakat pemakai untuk mengisi waktu luang.
Menurut ” SNI nomor 7495 tahun 2009” fungsi perpustakaan umum antara lain:
Fungsi perpustakaan umum kabupaten/kota adalah:
1. Mengembangkan koleksi;
2. Menghimpun koleksi muatan lokal;
3. Mengorganisasi materi perpustakaan;
4. Mendayagunakan koleksi;
5. Menyelenggarakan pendidikan pengguna;
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi;
7. Melestarikan materi perpustakaan;
8. Membantu peningkatan sumber daya perpustakaan di wilayahnya.
2.3 Pendidikan pengguna
Pendidikan asal katanya adalah didik, mendidik yang berarti : Mengajari seseorang supaya menjadi pandai, dan berakhlak yang baik.
Sedangkan pendidikan adalah : hal, cara hasil atau proses kerja mendidik, dapat membentuk manusia menjadi orang yang berguna.
Pendidikan pengguna adalah kegiatan yang dirancang untuk mendidik pengguna agar mengetahui sumber-sumber informasi perpustakaan yang terdiri dari koleksi, fasilitas dan jasa perpustakaan, mendidik pengguna dalam memanfaatkan sumber-sumber informasi secara tepat dan cepat serta
mendidik pengguna perpustakaan untuk menjadi pengguna yang tertib dan bertanggung jawab.
Pendidikan pengguna menurut “SNI No. 7495 tahun 2009” seluruh kegiatan di perpustakaan yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada pengguna perpustakaan bagaimana mendapatkan kemungkinan yang terbaik dalam penggunaan sumber, layanan dan fasilitas perpustakaan. Kegiatan ini dapat diberikan baik dalam bentuk instruksi formal maupun informal oleh pustakawan atau staf perpustakaan secara perseorangan maupun dalam kelompok. Termasuk didalamnya tutorial secara online, materi audiovisual dan panduan tercetak serta pathfinder.
Berikut ini ada beberapa pendapat mengenai pendidikan pengguna 1. Oyesiku (2000)
“pointed out that effective use of library by staff and students is expected to be the principal objective of establishing libraries in academic institutions. To achieve this objective, the librarians have to instruct the students on how to use the library. They have to familiarize the students with the techniques of library use and information retrieval. This is known as user education. User education encompasses all types of activities designed to teach users about library services, facilities, organization, resources, and search strategies in order to equip them with the basic skills to enable them to make optimal, efficient and independent use of information resources and services available in a given library” menunjukkan bahwa penggunaan perpustakaan yang efektif oleh staf dan siswa diharapkan menjadi tujuan utama dari didirikannya ilmu perpustakaan di institusi akademik. Untuk mencapai tujuan ini, pustakawan harus menginstruksikan siswa tentang cara menggunakan perpustakaan.
Pustakawan harusmengenalkan siswa dengan teknik penggunaan perpustakaan dan pengambilan informasi. Ini dikenal juga sebagai pendidikan pengguna. Pendidikan pengguna mencakup semua jenis kegiatan yang dirancang untuk mengajar pengguna tentang layanan perpustakaan, fasilitas, organisasi, sumber daya, dan strategi pencarian dengan tujuan membekali
mereka dengan keterampilan dasar untuk memungkinkan mereka secara optimal, efisien dan mandiri dalam menggunakann sumber daya informasi dan layanan yang tersedia di perpustakaan tertentu.
2. Hazel Mews (1972)
“ ….. instruction given to readers to help them make the best use of a library.”.
Pendidikan Pengguna adalah instruksi yang diberikan kepada pemakai agar mereka dapat menggunakan perpustakaan dengan baik.
3. Malley(1984)
“….a process whereby the library user is firstly made aware of the extend and number of the library s resources, of its services and of the information sources available to him or her, and secondly taught how to use these resources, servicces and sources”. Pendidikan pengguna adalah suatu proses dimana pengguna perpustakaan untuk pertama kali diberi pemahaman dan pengertian sumber-sumber perpustakaan, termasuk pelayanan dan sumber-sumber informasi yang saling terkait, bagaimana menggunakan sumber-sumber tersebut, bagaimana pelayanannya dan di mana sumbernya.
Rangkuti (2014:41) menyatakan bahwa “Pendidikan pengguna memiliki berbagai macam istilah diantaranya user education (kegiatan yang menyangkut pendidikan pengguna atau bimbingan pengguna), library orientation (kegiatan yang menyangkut orientasi perpustakaan, penyuluhan perpustakaan), library instruction(kegiatan yang menyangkut pengajaran atau arahan perpustakaan), bibliographicinstruction (kegiatan pengajaran bibliografi), library use instruction (petunjuk penggunaan perpustakaan), dan user guidance (bimbingan pengguna).”
Menurut beberapa ahli yaitu Hazel Mews, Sherly Anspaugh dan Hugh Flemming dalam Dharmawan (2005:3) definisi dari pendidikan pengguna adalah sebagai berikut:
1. Mews (1972)
Pendidikan Pengguna adalah instruksi yang diberikan kepada pemakai agar mereka dapat menggunakan perpustakaan dengan baik.
2. Anspaugh (1978)
Perpustakaanmenggunakan petunjuk untuk mengajari manusia tentang efektivitas dan efisiensi dalam menggunakan perpustakaan dan mempunyai pengetahuan dari berbagai sumber.
3. Flemming (1990)
Sebagai program yang berupa sekumpulan instruksi pendidikan dan eksplorasi yang diselenggarakan oleh perpustakaan untuk pengguna agar sumber-sumber informasi dan layanan tersedia secara efektif, efisien dan mandiri.
Sutarno NS (2008:118) menyatakan bahwa “Pendidikan pengguna merupakan kegiatan yang dilakukan oleh petugas layanan tentang seluk-beluk perpustakan, manfaat perpustakaan, cara menjadi anggota, persyaratan keanggotaan, tata tertib, jenis layanan, kegunaan sistem katalogisasi dan klasifikasi, partisipasi masyarakat dalam perpustakaan, dsb. Semua itu dikerjakan dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pemakai dalam memanfaatkan perpustakaan secara cepat dan tepat tanpa mengalami banyak kesulitan”.
Dari berbagai pendapat disimpulkan bahwa pendidikan pengguna merupakanprogram yang memberikan intruksi kepada para pengguna dalam hal layanan perpustakaan berupa layanan informasi maupun fasilitas di perpustakaan sehingga dapat terjadinya efektivitas dalam pemanfaatan sumber informasi dan fasilitas yang ada secara optimal.
2.4 Tujuan dan Fungsi Pendidikan Pengguna 2.4.1 Tujuan Pendidikan Pengguna
Tujuan utama diadakannya kegiatan pendidikan pengguna perpustakaan adalah untuk memperkenalkan ke pemakai bahwa perpustakaan adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat koleksi dan sumber informasi lain.
Pelaksanaan pendidikan pengguna pustaka bertujuan untuk memperkenalkan, memberi pendidikan bagaimana menemukan kembali dan memanfaatkan bahan pustaka tersebut dengan cara yang baik.
Lebih lanjut bahwa penyelenggaraan pendidikan pengguna pustaka bertuan untuk:
1. Memberikan pengarahan kepada pemakai untuk menggunakan atau memilih bahan pustaka yang tepat.
2. Dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mencari serta menemukan kembali sumber informasi.
3. Pengguna dapat memanfaatkan jasa yang telah di sediakan oleh perpustakaan sesuai dengan kebutuhan atau informasi yang diperlukan.
Menurut Rahayuningsih (2005), ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai, diantaranya adalah :
1. Agar pemakai menggunakan perpustakaan secara efektif dan efisien.
2. Agar pemakai dapat menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.
3. Memberi pengertian kepada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk tercetak atau tidak.
4. Memperkenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi dan ciri-cirinya.
5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar pemakai mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yang relevan , mempelajari dan memecahkan masalah.
6. pengembangkan minat baca pemakainya.
7. Memperpendek jarak antara pustakawan dengan penggunanya.
Menurut (Nurjanah, 2010 : 3) Ada bermacam-macam tujuan yang hendak dicapai dalam program pendidikan pemakai, antara lain:
1. Agar mahasiswa menggunakan perpustakaan secara efektif dan efesien.
2. Agar mahasiswa menggunakan sumber-sumber literatur dan dapat menemukan informasi yang relevan dengan masalah yang dihadapi.
3. Memberi pengertian pada mahasiswa akan tersedianya informasi di perpustakaan dalam bentuk tercetak atau tidak tercetak.
4. Memperkenalkan kepada mahasiswa jenis-jenis koleksi serta cirri-cirinya.
5. Memberikan latihan atau petunjuk dalam menggunakan perpustakaan dan sumber-sumber informasi agar mahasiswa mampu meneliti suatu masalah, menemukan materi yang relevan, mempelajari dan memecahkan masalah.
6. Mengembangkan minat baca masyarakat pemakainya.
7. Memperpendek jarak antara pustakawan dengan pemakainya.
8. Menuju masyarakat informasi
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan pemakai untuk meningkatkan keterampilan pengguna agar mampu memanfaatkan perpustakaan sehingga pemakai perpustakaan dapat menilai sumber informasi dan yang paling penting mampu menghadapi ketidaksamaan informasi yang disediakan oleh sumber yang berlainan dan megasimilasi, mengumpulkan, menyajikan, dan menerapkan informasi tersebut dalam kehidupannya.
2.4.2 Fungsi Pendidikan Pengguna
Dalam menjalankan layanan pendidikan pengguna ada tujuan yang ingin di capai dan ada juga fungsi diadakannya pendidikan pengguna tersebut.
Menurut Sutarno (2006:95-96) bahwa fungsi dilakukan bimbingan pemakai perpustakaan maupun pengguna perpustakaan yaitu :
1. Pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang diberlakukan di perpustakaan tersebut.
2. Pemakai perpustakaan dapat menggunakan sarana temu informasi yang tersedia seperti kode/nomor klasifikasi, kartu catalog dan petunjuk yang lain.
3. Pemakai perpustakaan dapat dengan cepat dan tepat menemukan apa yang diperlakukan tanpa banyak membuang waktu, tidak menemui kesulitan atau tambahan.
4. perpustakaan dapat memperluas jangkauan pemakaian koleksi oleh pengunjung dan anggota perpustakaan.
5. perpustakaan dapat mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan.
2.5 Manfaat pendidikan pengguna
Pendidikan pemakai yang diberikan oleh perpustakaan pasti memiliki manfaat bagi pengguna perpustakaan. Ada beberapa manfaat pendidikan pemakai yang mendukung tercapainya fungsi dan tujuan pendidikan pemakai.
Menurut Ratnaningsih (1994 : 2) pemberian pendidikan pemakai sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak yaitu :
1. Dari Segi Pengguna, dengan diperolehnya bekal tehnik dan strategi pemanfaatan perpustakaan maka menambah rasa percaya diri dalam penemuan koleksi/informasi yang dibutuhkan, serta mampu memilih informasi yang spesifik bagi dirinya dengan cepat dan tepat.
2. Bagi Perpustakaan, kegiatan pendidikan pemakai dapat meningkatkan citra perpustakaan dan pustakawannya.
2.6 Materi Pendidikan Pengguna
Pada dasarnya materi yang diterapkan dalam pendidikan pemakai pada perpustakaan relatif sama antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya. Secara umum Darmono (2001 : 23) menyebutkan beberapa materi bimbingan pemanfaatan perpustakaan antara lain adalah :
1. Pengenalan terhadap denah perpustakaan 2. Peraturan perpustakaan
3. Alat penelusuran informasi
4. Pengenalan terhadap bagian-bagian layanan perpustakaan 5. Pengenalan terhadap penempatan koleksi
6. Pengenalan terhadap ruang baca.
Menurut Rice yang dikutip oleh Sudarsih (2011 : 5) tujuan dan materi pendidikan pemakai diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Orientasi perpustakaan
Materi yang di ajarkan berupa pengenalan terhadap perpustakaan secara biasanya diberikan ketika siswa/mahasiswa baru memasuki suatu lembaga pendidikan bersangkutan, materinya antara lain : Pengenalan Gedung Perpustakaan, pengenalan Katalog dan alat penelusuran lainnya, pengenalan beberapa sumber bacaan termasuk bahan-bahan rujukan dasar. Sedangkan Tujuan yang ingin dicapai adalah:
a) Mengenalkan fasilitas-fasilitas fisik gedung perpustakaan itu sendiri.
b) Mengenal bagian-bagian layanan dan staf dari setiap bagian secara tepat.
c) Mengenal layanan- layanan khusus seperti penelusuran melalui computer, layanan peminjaman.
d) Mengenalkan kebijakan-kebijakan perpustakaan seperti prosedur menjadi anggota, jam layanan perpustakaan.
e) Mengenal pengorganisasian koleksi dengan tujuan untuk mengurangi kebingungan pemakai dalam mencari bahan-bahan yang dibutuhkan.
f) Termotivasi untuk dating kembali dan menggunakan sumber-sumber yang ada di perpustakaan.
2. Pengajaran Perpustakaan.
Materi yang diajarkan merupakan penjalasan lebih dalam lagi mengenai bahan-bahan perpustakaan secara spesifik. Ini berhubungan dengan kemampuan mahasiswa dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan menggunakan semua bahan pustaka yang tersedia di perpustakaan materinya antara lain:
a) Teknik penggunaan indeks, katalog, bahan-bahan rujukan, dan alat-alat bibliografi.
b) Penggunaan bahan atau sumber pustaka sesuai dengan subjek atau jurusan.
c) Melaksanakan teknik-teknik penelusuran informasi dalam sebuah tugas penelitian atau pembuatan karya ilmiah lainnya.
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah :
a) Dapat menggunakan pedoman pembaca untuk mencari bahan-bahan artikel.
b) Dapat menemukan buku-buku yang berhubungan dengan subjek khusus melalui katalog.
c) Dapat menggunakan bentuk mikro dan alat-alat baca lainnya secara tepat.
d) Dapat menggunakan alat rujukan khusus seperti ensiklopedi, almanak, bibliografi.
e) Menemukan koleksi visual dan dapat menggunakannya.
f) Mengetahui sumber-sumber yang tersedia diperpustakaan lainnya dan dapat melakukan permintaan peminjaman.
g) Melakukan suatu penelusuran dalam layanan pengindeksan seperti pada pusat informasi, sumber pendidikan dan dapat menemukan dan menggunakan hasil-hasil sitasi.
3. Pengajaran Bibliografi.
Materi yang diajarkan lebih condong sebagai langkah persiapan mengadakan atau sebagai dasar penelitian dalam rangka menyusu karya akhir.
Pada level ketiga ini bias ditawarkan melalui mata ajar formal sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Materi yang disampaikan antara lain:
a) Informasi dan pengorganisasiannya.
b) Tajuk subyek dan defenisi suatu topik karya ilmiah.
c) Macam-macam sumber untuk penelitian.
d) Membuat kerangka teknik dan perencanaan suatu karya ilmiah.
e) Teknik-teknik membuat catatan dalam karya ilmiah.
f) Gaya, catatan kaki, rujukan dan sumber bahan bacaan.
g) Strategi penelitian, kesempatan dalam penelitian, dan pemakai yang tepat layananan koleksi yang diberikan perpustakaan.
h) Membuat / menulis karya ilmiah.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa materi pendidikan pemakai menekankan pada aspek yang lebih konsepsional dan sasarannya adalalah para pemakai yang sudah memahami fisik dan memerlukan teknik penelusuran, penyerapan dan pemanfaatan informasi yang dibutuhkannya.
Melalui beberapa materi pendidikan pemakai juga dapat diketahui bahwa penyelenggaraan pendidikan pemakai pada perpustakaan, harus mampu menginformasikan aspek-aspek penting yang berkaitan dan dimiliki oleh perpustakaan kepada pengguna perpustakaan, dengan harapan melalui pendidikan pemakai maka pengguna perpustakaan tidak akan merasa asing dan lebih cepat beradaptasi terhadap tatanan sistem operasional perpustakaan.
Sementara itu, kemungkinan terdapatnya perbedaan materi pendidikan pemakai antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya sangat mungkin terjadi. Hal ini sudah lumrah karena pada dasarnya peraturan mengenai pendidikan pemakai belum diatur dalam undang-undang pendidikan. Selain itu tingkat kualifikasi (level) antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya juga banyak yang memiliki perbedaan atau dengan kata lain belum seragam. Namun materi yang menyangkut keadaan umum perpustakaan biasanya disertakan pada setiap pendidikan pemakai di seluruh perpustakaan.
2.7 Metode pendidikan pemakai
Program pendidikan pemakai yang diterapkan perpustakan pada dasarnya memiliki berbagai metode. Metode adalah “Suatu cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan terhadap segala masalah” (Subagyo, 1997 : 50). Jadi dengan demikian dapat dirumuskan bahwa metode pendidikan pemakaiadalah cara penyelesaian masalah penggunaan fasilitas perpustakaan secara sistematis.
Kosterman (1978 : 269) menyarankan bahwa suatu metode pengajaran harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Dapat mengkomunikasikan tujuan-tujuan yang telah dibuat.
2. Dapat membuat peserta didik tertarik untuk memperhatikan dan memotivasi mereka untuk perhatian penuh terhadap apa yang sedang diajarkan.
3. Dapat mendorong peserta didik untuk ambil bagian dengan menolongnya mempersiapkan pelajaran-pelajaran.
4. Dapat memberikan umpan balik untuk menguji efektivitas metode tersebut melalui indikator-indikator yang jelas.
Sementara itu Hills dalam Fjallbrant (1978 : 33) menyebutkan ada empat faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode dan media pengajaran untuk pendidikan pemakai perpustakaan ini, antara lain:
1. Motivation Pengajaran harus memberikan suatu motivasi yang tinggi, misalnya ketika pengguna ingin menemukan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan atau pelajaran tertentu.
2. Activity Kerja aktif dalam pembelajaran pemecahan masalah akan kelihatan lebih efektif daripada hanya sekedar menyebutkan atau menjelaskan suatu rangkaian pekerjaan.
3. Understanding Pendidikan pemakai akan lebih efektif jika pengguna memahami apa dan kenapa mereka mengerjakan hal demikian, jika hal ini merupakan permasalahan yang baru dapat dihubungkan dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya.
4. Feedback Umpan balik atau informasi perkembangan yang dibuat harus tersedia bagi para pengguna.
Berdasarkan pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran dalam pendidikan pemakai selayaknya memperhatikan berbagai aspek dan dampak, baik terhadap pengguna maupun perpustakaan sendiri.
Menurut Nusharee Trelowjorg yang dikutip oleh Irawan (2005 : 21) pada dasarnya metode pendidikan pemakai terbagi 2 (dua) macam, yaitu metode pengajaran langsung dan metode pengajaran tidak langsung.
1. Pengajaran langsung adalah pelajaran yang diberikan melalui hubungan langsung. antara pengajar dengan mahasiswa. Metode dapat bersifat resmi dan tidak resmi.
2. Pengajaran tidak langsung yaitu pengajaran yang diberikan melalui media Tertentu.
Menurut Fjallbrant (1984 : 43) ada beberapa teknik atau metode dalam penyampaiaan pendidikan pengguna.
1. Lectures atau Ceramah
Yaitu memberikan ceramah, kepada pengguna perpustakaan tentang bagai mana menggunakan perpustakaan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pengguna akan informasi.
2. The Tour of The Library atau Wisata Perpustakaan
Yaitu dengan melakukan perjalanan keliling di perpustakaan sekaligus memperkenalkan perpustakaan secara umum. Beberapa teknik yang bisa dilakukan dalam memandu wisata perpustakaan, antara lain :
1. Menciptakan suasana yang bersahabat dan informal serta terbuka untuk beberapa pertanyaan.
2. Usahakan berbicara tidak terlalu cepat dan sensitif terhadap kebingungan yang dialami pemakai.
3. Gunakan sarana pembantu untuk memperjelas sesuatu yang didiskusikan.
4. Buatlah para peserta berperan aktif untuk mencoba menggunakan fasilitas yang ada.
5. Waktu yang digunakan tidak terlalu lama, maksimal 45 menit.
6. Sediakan buku panduan yang dapat membantu mereka selama mengikuti wisata perpustakaan tersebut.
3. Penggunaan Audio Visual/ Audio Visual Methods
Metode ini merupakan pengajaran tidak langsung yaitu pengajaran yang diberikan melalui media tertentu. Media yang digunakan diantaranya adalah kaset, televisi, slide, CD-ROM, dan lain-lain.
Pemakai perpustakaan dapat menjelajahi perpustakaan dengan mendengarkan instruksi yang direkam dalam kaset. Mereka dapat mematikan dan mengulang kaset tersebut sesuai dengan kemampuannya dalam memahami instruksi yang terdapat dalam kaset.
Orientasi perpustakaan dapat juga dikakukan melalui penggunaan televisi, para peserta dapat menyaksikan dan memperoleh penjelasan mengenai berbagai hal, seperti: fasilitas perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan fungsinya masing-masing. Slide dapat digunakan dalam menerangkan lokasi, fasilitas dan pelayanan perpustakaan dengan memberikan keterangan-keterangan yang diberikan oleh pemandu atau rekaman suara.
4. Printed Guides /Penggunaan Buku Pedoman atau Pamflet.
Metode ini juga merupakan pengajaran tidak langsung. Teknik ini biasanya menuntut pemakai untuk mempelajari sendiri mengenal perpustakaan melalui berbagai keterangan yang ada pada buku panduan atau pamflet.
Biasanya diterapkan ketika peserta melaksanakan wisata Perpustakaan.
Dari uraian di atas menyatakan bahwa metode pendidikan pemakai bermacam-macam, maka metode yang diterapkan pada perpustakaan sesuai dengan keadaan perpustakaan dan kebutuhan pemakai perpustakaan itu sendiri.
2.8 Waktu dan Lokasi Pendidikan Pengguna 2.8.1 Waktu pelaksanaan Pendidikan Pengguna
Perogram pendidikan pengguna yang di lakukan perpustakaan hendaknya memikirkan waktu yang tepat untuk melaksanaakan pendidikan pengguna. Hal ini dirasa penting karna setiap orang juga memiliki ketersediaan waktu yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Maka karna itu perpustakaan di tuntun untuk mengadakan perogram pendidikan pemgguna ini dengan waktu yang tidak terlalu lama.
Darmono (2001 : 168-169) menyatakan bahwa : Bimbingan perpustakaan biasanya dilakukan oleh pustakawan atau petugas perpustakaan.
Waktu yang diberikan sangat bervariasi, tergantung dari jenis perpustakaannya. Untuk perpustakaan besar dengan koleksi dan jenis layanan yang sangat banyak maka waktu yang dibutuhkan relatif lebih lama bila dibandingkan dengan perpustakaan yang relatif kecil.
Dari kutipan pendapat ahli di atas dapat di simpulkan bahwa lamanya program pendidikan pengguna yang di lakukan oleh perpustakaan tergantung dari besar kecilnya gedung perpustakaan.
2.8.2 Lokasi Pendidikan Pengguna
Lokasi untuk pelakasanaan program pendidikan pengguna sebaiknya dipilih yang baik dan strategis. Hal ini dilakukan demi kenyamanan anggota dan pengguna perpustakaan. Namun pada umumnya lokasi pelaksanaan program pendidikan pengguna biasanya di suatu gedung atau aula yang di miliki perpustakaan tersebut.
Soedibyo (1987 : 108-109) memberikan batasan pengaturan lokasi perpustakaan sebagai berikut :
1. Perpustakaan itu terletak dalam arus lalu lintas manusia, tetapi tidak dijadikan lalu lintas manusia.
2. Perpustakaan itu terletak di suatu tempat yang tanahnya memungkinkan dilakukannya perluasan pada masa yang akan datang, sesuai dengan perkembangan perpustakaan serta instansi penaungannya.
3. Perpustakaan itu mudah dicapai oleh pemakai, sehingga mereka tidak membuang-buang waktu secara sia-sia.
4. Perpustakaan itu mempunyai hubungan yang fungsional dengan gedung- gedung lainnya dalam keseluruhan kompleks itu.
Berdasarkan kutipan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa letak gedung perpustakaan harus strategis dekat dengan jantung kota dan dapat di jangkau dengan mudah oleh para pengguna perpustakaan, dengan letak perpustakaan yang strategis tentu akan mudah menjalankan program pendidikan pengguna.
2.9 Evaluasi Pendidikan Pengguna
Tujuan evaluasi adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan yang di capai dalam melaksanakan pendidikan pemakai. Dari hasil evaluasi ini dapat di simpulkan apakah pendidikan pengguna yang di lakukan berhasi atau tidak.
Sehingga perpustakaan dapat menilai apakah metode pendidikan pemakainya sudah baik atau masih ada yang harus dirbah seperti metode, materi, format atau cara penyampaian.
Pada dasarnya evaluasai dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, observasi dan juga dengan menilai data statistik perpustakaan.Evaluasai dalam pendidikan pengguna penting dilakukan untuk melihat apakah kebutuhan pengguna dapat di penuhi melalui program pendidikan pengguna, dan untuk menganalisa apakah metode dan materi yang diberikan sudah sesuai dengan apa yang di harapkan.
2.10 Peran Pustakawan dalam Pelaksanaan Pendidikan Pengguna
Pustakawan memiliki peran yang paling besar dalam proses penerapan pendidikan pemakai pada perpustakaan. Hal ini disebabkan karena pustakawanlah yang memang seharusnya benar-benar mengetahui segala seluk beluk fasilitas dan aktivitas jasa yang ada di perpustakaan. Oleh sebab itu, para pustakawan diharapkan harus benar-benar profesional dalam mengajarkan materi ketika pendidikan pemakai dijalankan.
Kegiatan kerja profesional pustakawan yang harus dilakukan pada layanan pendidikan pengguna menurut Soedibyo (1987 : 121) adalah :
1. Membuat perencanaan penyampaian bahan, metode, teknik dan sasaran usaha bimbingan pemakai.
2. Menetapkan tingkat dan sistem penyampaian bimbingan yang sesuai.
3. Menetapkan dan mengatur waktu pemberian bimbingan dan pendidikan kepada pengguna.
4. Melaksanakan usaha pendidikan baik secara individu maupun secara kelompok.
Dalam rangka menyelenggarakan pendidikan pemakai pada perpustakaan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pustakawan dan staf perpustakaan, yaitu sebagai berikut :
1. Petugas perpustakaan harus menciptakan lingkungan yang memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan sumber daya dan fasilitas perpustakaan secara optimal.
2. Materi dan metode pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
3. Petugas perlu melibatkan dosen, jurusan dan fakultas.
4. Pendidikan dilakukan baik secara terprogram maupun sewaktu-waktu.
Pustakawan adalah penentu berhasi atau tidaknya pendidikan pengguna dilakukan, selain minat atau kemauan pengguna dalam mengikuti pendidikan pengguna.
BAB III
PENDIDIKAN PENGGUNA DI PERPUSTAKAAN UMUM KOTA KOTA MEDAN
3.1 Sejarah Singkat Perpustakaan Umum Kota Medan
Perpustakaan Umum Kota Medan yang berada di Jalan Iskandar Muda No.270 Medan, Sejak tahun 1972 Kantor Perpustakaan Umum Kota Medan melaksanakan tugasnya memberikan layanan kepada masyarakat. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan ini merupakan gabungan antara Kantor Perpustakaan Kota Medan dengan Kantor Arsip Kota Medan.
Terbentuk pada tahun 2017 sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kota Medan dan Peraturan Walikota Medan Nomor 1 Tahun 2017 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi dan Tata Kerja Perangkat Daerah, serta peraturan Wali Kota Medan Nomor 36 Tahun 2017 tentang Rincian Tugas dan Fungsi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Medan.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan kearsipan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dipimpin oleh Kepala Dinas yang Berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
Perpustakaan Umum Kota Medan dibina secara berkelanjutan dan terus menerus menjalankan tugasnya dalam memberikan informasi kepada masyarakat dengan tidak membeda-bedakan agama, suku, ras dalam hal : a. Mencerdaskan kehidupan bangsa
b. Meningkatkan dan memperluas wawasan Sumber Daya Manusia dan kualitas dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
c. Memberantas kebodohan dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
3.2 Visi, Misi, Tujuan dan Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
3.2.1 Visi
Visi merupakan perencanaan berskala besar dan berorientasi pada masa depan yang lebih jauh. Dengan visi yang jelas, seluruh aktivitas baik individu maupun kelompok akan terarah pada target yang telah direncanakan.
Visi dapat diartikan sebagai kondisi ideal yang ingin dicapai organisasi di masa depan.
Adapun visi dari Perpustakaan Umum Kota Medan adalahMewujudkan perpustakaan yang handal dalam rangka membentuk masyarakat kota medan yang memiliki budaya baca dan cinta buku.
3.2.2 Misi
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas perpustakaan Sekolah 2. perpustakaan Khusus dan perpustakaan Masyarakat
3. Mewujudkan masyarakat yang gemar membaca dan mencintai buku 4. Meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap keberadaan perpustakaan
3.2.3 Tujuan
1. Menghimpun bahan-bahan dokumentasi daerah, terutama bahanbahan yang dianggap perlu diketahui masyarakat luas, berupa karyakarya tertulis sehingga dapat dimanfaatkan bagi pembangunan daerah kotamdya medan dalam segala bidang seperti hasil-hasil seminar, simposium, musda,keputusan-keputusan/ peraturan pemerintah daerah, pidato-pidato dalam upacara resmi, dan lain sebagainya.
2. Memberikan pelayanan berupa penyediaan bahan-bahan pendidikan dan bahan lainnya sehingga bermanfaat bagi pembinaan mental spritual dan pembinaan kewarganegaraan atas landasan dasar negara Pancasila.
3. Memberikan pelayanan kepada masyarakat umum, masyarakat pelajar, mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan akan sumbersumber ilmiah dan untuk mengetahui kesulitan sumber pelajaran sesuai dengan kurikulum Sekolah Dasar samapi Perguruan Tinggi, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran di daerah Kotamadya Medan.
4. Menyediakan tempat, dimana semua lapisan masyarakat dapat mengikuti perkembangan negara dan dunia dalam segala bidang, dari koran-koran, majalah majalah dan brosur-brosur, dan menyediakan bacaan hiburan yang bernilai paedagogis, sehingga bermanfaat bagi perkembangan jiwa anak- anak dan generasi yang akan datang.
5. Membimbing, mengawasi serta mengkoordinir perpustakaan perpustakaan umum yang diadakan diberbagai pelosok dalam wilayah kotamadya Medan.
3.2.4 Struktur Organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
Bidang Pembinaan dan Pengaw asan Kearsipan Bidang Pengembangan
Bidang Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca
Subbagian Umum Subbagian Keuangan
Seksi Pembinaan Perangkat Daerah, Perusahaan Daerah, Organisasi Masyarakat, dan
Organisasi Politik
Seksi Pengaw asan Perangkat Daerah, Perusahaan Daerah, Organisasi Masyarakat, dan
Organisasi Politik
Seksi Pembinaan Sumber Daya Masyarakat dan Kearsipan KEPALA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN
Seksi Pembinaan dan Pengembangan
Perpustakaan
Seksi Pembinaan dan Pengembangan Tenaga Perpustakaan
Seksi Kpengembangan Pembudayaan Kegemaran Membaca
Seksi Layanan dan Pemanfaatan Sistem
Informasi Arsip Sekretaris
Kelompok Jabatan Fungsional UPT dan Pelaksana
Subbagian Penyusunan Program
Bidang Pengembangan Koleksi, layanan dan
Konservasi Bahan Pustaka
Seksi Pengembangan dan Pengolahan Bahan
Pustaka
Seksi Layanan, Otomasi dan
Kerjasama
Seksi Konservasi Bahan Pustakaan
Bidang Pengelolaan dan Layanan Pemanfaatan Arsip
Seksi Pengelolaan Arsip
Seksi Akuisisi, Pengelolaan, dan Preservasi Arsip
Gambar 1: Struktur organisasi Perpustakaan Umum Kota Medan
3.3 Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Tujuan utama diadakannya kegiatan bimbingan pengguna/pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan pengetahuan informasi pengguna/pemustaka dalam memanfaatkan perpustakaan. Pengetahuan yang di maksut adalah pengguna atau pemakai memiliki keahlian dan keterampilan dalam pemanfaatan berbagai macam fasilitas yang ada di perpustakaan.
Pustakawan memiliki tanggung jawab untuk memberikan keterampilan menggunakan sumber-sumber informasi dan teknologi yang ada di perpustakaan sehingga pengguna dapat menggunakannya dengan baik dan benar.Dalam hal ini kemampuan dalam menggunakan sumber-sumber informasi seperti jurnal, indeks, abstarak, bibliografi, direktori dan sebagainya baik dalam bentuk cetak maupun dalam bentuk non cetak (digital). Hal ini bertujuan agar kelak pengguna, setelah menggikuti pendidikan pengguana mereka dapat menggunakan fasilitas perpustakaan dengan baik dan benar dan dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan sebaik mungkin. Untuk membantu pengguna dalam mengetahui fasilitas apa saja dan cara efektif menggunakan fasilitas tersebut perpustakaan umum Kota Medan menyelenggarakan berbagai macam bimbingan pengguna.
Adapun pelaksanaan pendidikan pengguna perpustakaan umum Kota Medan, antara lain:
1. Mengadakan bimbingan pengguna kepada pengguna tetap perpustakaan maupun murid murid sekolah yang berada di kawasan sekitaran Medan.
Membimbing, mengarahkan, dan memberikan penjelasan tentang tat cara menelusur informasi, menggunakan katalok, dan memnafatkan koleksi yang ada di perpustakaan.
2. Memberikan pendidikan pengguna, memberikan penjelasan tentang seluk beluk perpustakaan, seperti: fasilitas apa saja yang ada di perpustakaan, cara dan syarat menjadi anggota perpustakaan, tata tertip, jenis-jenis layanan yang ada dalam perpustakaan. Semuanya dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengguna agar pengguna
dapat memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan dengan baik dan benar.
3. Melakukan sosialisasi, publikasi, dan promosi perpustakaan.
3.4 Tujuan Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Adapun tujuan diadakannya pendidikan pengguna yaitu:
1. Mengetahui layanan dan fasilitas yang ada di perpustakaan umum Kota Medan.
2. Mengetahui prosedur peminjaman, pengembalian serta perpanjangan bahan pustaka.
3. Mengetahui cara menemukan koleksi/ bahan pustaka melalui katalok perpustakaan umum Kota Medan.
4. Memahami tata tertib serta tata cara belajar di perpustakaan umum Kota Medan.
3.5 Metode-Metode Dalam Pendidikan Pengguna yang Digunakan Perpustakaan Umum Kota Medan
Ada beberapa jenis pendidikan pengguna yang diadakan perpustakaan umum Kota Medan, di antaranya yaitu:
1. Brosur
Brosur adalah buku yang diterbitkan secara tidak berkala yang dapat terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan lain, dan selesai dalam sekali terbit. Halamannya sering dijadikan satu (antara lain dengan stapler, benang, atau kawat), biasanya memiliki sampul, tetapi tidak menggunakan jilid keras. Menurut definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul. Perpustakaan umum Kota Medan membuat brosur untuk membantu calon pengunjung untuk mengetahui fasilitas apa saja yang di tawarkan oleh perpustakaan, jam oprasional perpustakaan, tata tertip
perpustakaan, jenis layanan diperpustakaan, dan persyaratan pembuatan kartu anggota.
Gambar 2: Tampak depan dari brosur perpustakaan umum Kota Medan.
Gambar 3: Tampak belakang dari brosur perpustakaan umum Kota Medan.
2. Spanduk
spanduk adalah kain panjang yang dibentangkan dan berisi informasi singkat tentang suatu produk atau peringatan umum.
Perpustakaan umum Kota Medan membuat spanduk berisi ajakan ke perpustakaan, jam oprasional perpustakaan, fasilitas yang di miliki perpustakaan, dan persyaratan pembuatan kartu anggota.
3. Sosialisasi ke sekolah sekolah
Sosialisasi adalah mengenalkan dan mengajarkan tentang kebudayaan atau kebiasaan yang di lakukan suatu kelompok kepada individu.
Perpustakaan umum Kota Medan mendatangi sekolah sekolah di sekitaran kota medan untuk memberikan sosialisasi pentingnya membaca buku, menjelaskan fasilitas fasilitas apa saja yang di miliki perpustakaan, tata cara pembuatan kartu anggota perpustakaan, tata cara peminjaman buku, dan cara menggunakan katalok perpustakaan yang baik dan benar.
4. Sosialisasi kepada pengguna
Perpustakaan umum Kota Medan memanggil anggota anggota aktifnya untuk mengikuti sosialisasi yang di lakukan di aula perpustakaan di dalamnya di jelaskan fasilitas, mengajarkan menggunakan katalok, cara menemukan bahan pustaka yang cocok dengan kebutuhan informasi yang di butuhkan pengguna, peraturan peraturan yang ada di dalam perpustakaan umum Kota Medan.
Gambar 4: ruangan aula yang di gunakan sosialisasi
5. Library tour
Library tour yang di lakukan perpustakaan umum Kota Medan, mengajak anggota anggota tetapnya berkelilik perpustakaan untuk mengetahui apa apa saja koleksi perpustakaan, fasilitas fasilitas yang di tawarkan perpustakaan untuk anggota anggotanya, dan mengajarkan cara mencari informasi yang di butuhkan pengguna. Dan untuk membuat library tour menarik dan tidak membosankan di kalangan anak anak para pustakawan membuat kegitan game membuat boneka dambo.
Gambar 5:Murid TK yang mengikuti library tour
Gambar 6: Murid murid SD yang mengikuti library tour
6. Perpustakaan keliling
Perpustakaan umum Kota Medan memiliki beberapa mobil perpustakaan keliling yang setiap harinya di tebar di sekolah sekolah di sekitar medan, di tempat tempat umum atau taman taman kota yang ada di medan.
Selain menjalankan fungsinya seperti menyediakan bahan bahan pustaka untuk di gunakan pengguan dan beberapa fasilitas yang di tawarkan seperti layanan internet geratis, perpustakaan kelililng juga memberikan gambaran tentang perpustakaan umum Kota Medan seperti kolesi di perpustakaan lebih banyak dan berfariasi di banding dengan perpustakaan keliling dan menjelaskan fasilitas fasilitas apa saja yang ada di perpustakaan umum Kota Medan.
7. Bedah buku
Perpustakaan umum Kota Medan mengundang pelajar pelajar untuk melaksanakan bedah buku. Yang di mana para pengunjung dapat berpikir kritis tentang sudut pandang penulis dalam menuangkan ide-ide kreatifnya dalam bukunya. Serta menilai baik dan buruknya suatu buku.
Gambar 7: Siswa siswi yang mengikuti bedah buku
3.6 Materi Pendidikan Pengguna Perpustakaan Umum Kota Medan
Layanan pendidikan pengguna sudah bertahun-tahun diselenggarakan oleh perpustakaan umum Kota Medan. Dengan beberapa kali perubahan materi mengikuti dengan perkembangan perpustakaan dan evaluasi yang di lakukan selama pelaksanaan pendidikan pengguna di laksanakan. Pendidikan pengguna di lakukan untuk penyampaiaan materi, yang di antaranya:
1. Pengenalan Fisik Gedung Dan Fasilitas Perpustakaan
a) Pengenalan gedung perpustakaan: lokasi, tempat penyimpanan koleksi, fasilitas fasilitas di perpustakaan, pengenalan ruang baca.
b) Jam layanan perpustakaan: jam buka-tutup layanan
Adapun waktu pelayanan pada perpustakaan umum Kota Medan adalah sebagai berikut:
Senin-kamis: Pukul 07:30-18:00 WIB Jumat: Pukul 07:30- 17:30 WIB Sabtu: Pukul 07:30- 13:00 WIB
Sedangkan di hari minggu dan hari libur nasional perpustakaan tutup c) Jenis-jenis layanan yang diberikan: wifi, layanan sirkulasi, referensi,
deposit, referensi dan lain lain . 1. Pengenalan Sistem Pelayanan
Di perpustakaan umum Kota Medan tidak ada pembagian pelayanannya di dalamnya, semua bahan pusta di perpustakaan dapat di pinjam termasuk layanan referensinya tetapi tidak semua yang ada di layanan referensi dapat di pinjam seperti kamus.
2. Tata Cara Pembuatan Kartu Anggotaan
Diperpustakaan umum Kota Medan tidak membeda bedakan penggunanya semuanya sama, untuk menjadi anggota perpustakaan tidak dipungut uang sepeserpun.
Berikut syrat-syarat untuk menjadi anggota perpustakaan umum Kota Medan:
a) Mengisi formulir
b) Foto copy KTP (1 Lembar)
c) Pas photo 2 x 3 (1 Lembar) d) Biaya Gratis
Pendaftaran anggota perpustakaan bisa dilakukan pada hari kerja (senin-jumat pukul 08:00 WIB – 16:00 WIB)
3. Mengenalkan Peraturan Perpustakaan
a) Pengunjung wajib mengisi buku pengunjung.
b) Pengunjung tidak diperbolehkan membawa tas, topi, jaket, ke dalam ruangan. Harap dititipkan di tempat yang telah disediakan.
c) Barang-barang berharga harap dibawa sendiri, kehilangan atas barang tersebut menjadi tanggung jawab/ risiko pengunjung.
d) Pengunjung di larang merokok, makan/ minum di ruang pelayanan.
e) Pengunjung wajib berpakaian rapi dan sopan.
f) Pengunjung wajib menjaga ketertipan, ketenangan, kebersihan dan keamanan.
4. Mengenalkan Cara Peminjaman, Pengembalian, Perpanjangan, dan Sanksi di Perpustakaan Umum Kota Medan
a) Peminjaman
Peminjaman bahan pustaka biasanya di lakukan di meja sirkulasi, peminjaman bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan menggunakan scan barcode buku dan membuka sistem peminjaman.
Perpustakaan memperbolehkan peminjaman bahan pustaka paling banyak tiga buku dan pengembalian buku paling lama empat belas hari.
Berikut prosedur peminjaman buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan bahan pustaka yang hendak di pinjam
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada pegawai perpustakaan.
3) Lalu petugas akan mengecek data pengunjung di data base peminjaman.
4) Petugas melakukan scan barcode pada bahan pustaka yang hendak di pinjam.
5) Petugas menstempel tanggal kembali bahan pustaka di kolom yang telah di buat sebelumnya.
6) Petugas memberikan bahan pustaka yang hendak di pinjam oleh pengguna.
2. Pengembalian
Pengembalian bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan di lakukan ketika waktu pinjam sudah habis atau penggunjung ingin mengembalikannya, biasanya di kembalikan di meja sirkulasi.
Berikut prosedur pengembalian buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan buku yang hendak di kembalikan kepada petugas perputakaan.
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada petugas perpustakaan.
3) Lalu petugas perpustakaan akan menghapus data pinjaman buku di database.
4) Petugas mengembalikan kartu anggota kepada anggota.
3. Perpanjangan
Perpanjangan bahan pustaka di perpustakaan umum Kota Medan di lakukan di meja sirkulasi. Perpanjangan bahan pustaka hanya bisa di lakukan satu kali yang berarti di beri waktu tambahan enam hari tambahan lagi dalam peminjaman buku.
Berikut prosedur perpanjangan buku di perpustakaan umum Kota Medan, yaitu:
1) Memberikan buku yang mau di perpanjang kepada petugas perpustakaan.
2) Memberikan kartu anggota perpustakaan kepada petugas perpustakaan.
3) Petugas akan menstempel tanggal kembali buku.
Petugas mengembalikan buku dan kartu anggota kepada pengguna.
4. Sanksi
Apabila pengguna terlambat mengembalikan bahan pustaka ataupun menghilangkan bahan pustaka baik itu secara sengaja atau tidak akan di berikan sangsi oleh perpustakaan umum Kota Medan.
Berikut sanksi yang akan di berikan ke pada anggota perpustaan apa bila terlambat atau menghilangkan buku, yaitu:
Tabel Sanksi
No Waktu keterlambatan sanksi keterangan
1 1-14 hari 1 buku Hanya bisa meminjam 2 buku
2 15-29 hari 2 buku Hanya bisa membinjam 1
buku
3 1 bulan 3 buku Tidak dapat meminjam buku
selama 2 minggu
4 2 bulan Kartu ditarik Kartu ditarik selama 1 bulan 5 3 bulan dan seterusnya Kartu di tarik Kartu ditarik selama 2 bulan
6 1 tahun Keanggotaan
dibatalkan
Keanggotaan dibatalkan selama 1 tahun
7 Buku rusak/ hilang ganti Diganti sesuai dengan subjek buku yang rusak/ hilang
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan data yang telah penulis peroleh dari observasi pada perpustakaan umum Kota Medan, dengan ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan bertujuan mengenalkan kepada pengguna perpustakaan tentang fasilitas fasilitas apa saja yang di tawarkan kepada pengguna perpustakaan untuk pengguna.
Memberikan bimbingan kepada pengguna cara mencari informasi yang di butuhkan pengguna agar dapat dengan mudah menemukan informasi yang di butuhkan pengguna.
2. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan memiliki beberapa metode seperti brosur, spanduk, library tour,perpustakaan keliling, dan bedah buku.
3. Pendidikan pengguna di perpustakaan umum Kota Medan tidak membatasi siapa saja untuk ikut dalam program pendidikan pengguna yang di selenggarakan oleh perpustakaan, siapa saja bisa ikut berpartisipasi dalam program ini dan tidak membatasi pengguna ikut tanpa melihat ras, warna kulit, agama, suku, latar belakang suatu individu, semua boleh ikut berpartisipasi dalam perogram pendidikan pengguna yang di selenggarakan oleh perpustakaan umum Kota Medan.
4. Perpustakaan Umum Kota Medan memperbolehkan penggunanya meminjam buku paling banyak 3 buku.
5. Pendidikan pengguna di Perpustakaan Umum Kota Medan di lakukan apabila anggaran di setujui oleh pemerintah Kota Medan.
4.2 Saran
Dari observasi yang penulis lakuka di perpustakaan umum Kota Medan penulis menyarankan beberapa hal diataranya sebagai berikut:
1. Perpustakaan umum Kota Medan hendaknya melakukan pendidikan pengguna secara berkala dan terjadwal.
2. Hendaknya pustakawan perpustakaan umum Kota Medan dalam membuat dan menyampaikan materi pendidikan penguna dapat secara singkat dan jelas agar mempermudah pengguna untuk mengerti.
3. Perpustakaan Umum Kota Medan hendaknya lebih mempromosikan lagi perpustakaan agar makin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya perpustakaan.
4. Mengadakan kembali layanan anak agar menambah fasilitas yang ada di perpustakaan.