Tehnik pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh
peneliti dalam kegiatan pengumpulan data agar menjadi sistematis dan lebih muda. Berdasarkan masalah yang diteliti serta jenis data yang diperoleh maka dalam penelitian ini dipergunakan sejumlah metode pengumpulan data.
Untuk mencari data yang obyektif dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi alamiah (Natural setting), dimana penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan keadaan yang bersifat alamiah. Menurut Ummu (2006:70) Beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif, yaitu : 1. Observasi
Menurut Sukardi (2008:78) Metode observasi adalah cara pengambilan data dengan menggunakan salah satu panca indera, yaitu penglihatan sebagai alat bantu utama untuk melakukan pengamatan langsung. Selain panca indera, biasanya peneliti menggunakan alat bantu lain sesuai dengan kondisi lapangan.
Menurut Mulyadi, (2011:172) observasi Adalah metode yang memungkinkan pemustaka untuk di observasi dengan alamiah dan memungkinkan kita untuk mempelajari orangorang yang pada dasarnya tidak mau memberikan laporan yang akurat atau pendapatnya dengan yang sebenarnya mengenai kegiatannya.
2. Wawancara
Untuk melakukan wawancara menjalin hubungan yang baik dengan orang yang diwawancarai dapat menciptakan keberhasilan wawancara, sehingga memungkinkan diperoleh informasi yang benar. Dengan demikian wawancara menjadi salah satu teknik pengumpulan data yang digunakan agar dapat mengumpulkan sebanyak mungkin data yang diperlukan serta dengan tingkat kebenaran yang tepat pula.
Menurut Sugiyono, (2013:105) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.
Menurut Sasmoko, (2004:178) Wawancara adalah metode pengumpulan data yang telah mapan dan memiliki beberapa sifat yang unik. Salah satu aspek wawancara yang terpenting ialah sifatnya yang luwes.
3. Dokumentasi
Dokumentasi dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.
Untuk melengkapi penelitian dibutuhkan dokumen pendukung seperti dokumentasi, dokumentasi yang dibutuhkan seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.
Dalam metode dokumentasi ini peneliti memformulasikan dan menyusunya kedalam bentuk laporan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
3.6. Teknik Pengolahan dan Analisa Data
Dalam pengolahan data, peneliti menempuh dua tahap yaitu : 1. Tahap Persiapan
Tahap pertama yang di lakukan peneliti yaitu: melakukan observasi awal ke tempat penelitian, menyiapkan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan surat izin penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini ditempuh dua cara yaitu :
a. Riset kepustakaan yaitu metode yang digunakan dalam menghimpun data dengan mengkaji karya-karya ilmiah, baik berupa buku, jurnal, dan lain sebagainya.
b. Riset lapangan yaitu melakukan penelitian langsung di perpustakaan
Universitas Sumatera Utara. Kegiatan ini dimulai dengan orientasi lapangan, kemudian mengadakan wawancara langsung dengan pustakawan yang bertujuan untuk mengumpulkan data
Menurut Rachmad, (2001:169) Data yang telah dikumpulkan di lapangan diolah dengan analisis kualitatif interpreatif dan dipadukan dengan data pustaka.
Penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Menurut Muhajir, (2000:172) Untuk menguji kreadibilitas data, dilakukan dengan mencocokkan dan membandingkan data dari berbagai sumber, baik sumber lisan ( hasil wawancara), maupun data observasi.
3.7. Keabsahan Data Penelitian
Keabsahan data dalam penelitian ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik penggumpulan data dan sumber data yang telah ada.
Menurut Pawito (2007:102) Triangulasi data dilakukan untuk menguji data yang diperoleh dari satu sumber atau dibandingkan dengan data yang diperoleh dari sumber lain agar diketahui tingkat validitas dan reabilitas data dengan menggunakan metode yang berbeda.
Beberapa proses triangulasi yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Triangulasi Data, menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen hasil wawancara, dan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.
2. Triangulasi Teori, penggunaan berbagai teori untuk memastikan bahwa data yang di kumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori
yang telah dijelaskan pada bab II akan digunakan untuk menguji hasil dari data yang terkumpul.
3. Triangulasi metode, Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode wawancara dan observasi.
Peneliti melakukan wawancara dengan informan yang sudah ditentukan serta didukung dengan observasi pada Perpustakaan Universitas Sumatera Utara.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kategori
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dari penelitian tentang prosedur pengadaan bahan pustaka tercetak dan elektronik pada perpustakaan USU, peneliti memperoleh beberapa kategori. Kategori dipilih berdasarkan data yang relevan dengan pokok pembahasan dan menunjukkan hubungan antara bagian-bagian yang dapat diteliti. Adapun beberapa kategori yang dapat digunakan dalam pembahasan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Pemilihan dan Pengusulan bahan pustaka 2. Verifikasi bahan pustaka
3. Pemesanan
4. Penerimaan dan Penempatan Pesanan 5. Hadiah dan Deposit
4.2 Prosedur pengadaan bahan pustaka tercetak dan elektronik padaperpustakaan Universitas Sumatera Utara
Prosedur pengadaan bahan pustaka tercetak dan elektronik pada perpustakaan universitas sumatera utara memiliki enam indicator. Adapun keenam indikator tersebut adalah Pemilihan dan Pengusulan bahan pustaka,verifikasi bahan pustaka,Pemesanan, Penerimaan dan Penempatan Pesanan dan Hadiah dan Deposit.
Alur Kerja pengadaan bahan pustaka di perpustakaan Universitas Sumatera Utara
Gambar 4.1 : Alur Kerja pengadaan bahan pustaka di perpustakaan USU.
Proses pelaksanaan pengadaan bahan pustaka Perpustakaan USU sebagai berikut :
1. Melakukan survei kebutuhan pengguna perpustakaan, dengan cara pihak perpustakaan memberikan formulir usul pengadaan bahan pustaka kepada staff / dosen dan mahasiswa.
2. Formulir dapat di kembalikan ke perpustakaan cabang fakultas masing-masing, kemudian pustakawan perpustakaan cabang memberikan hasil formulir pengusulan ke perpustakaan pusat.
3. Di perpustakaan pusat formulir di seleksi di Kabag. Pengadaan untuk menyusun daftar kebutuhan pengguna (pesanan).
4. Di cek di data base katalog digital perpustakaan yaitu Library Automation System (Libas). Jika sudah ada di database, data pesanan dibatalkan.
5. Mengumpulkan alat seleksi bahan pustaka 6. Seleksi Judul-judul buku
7. Membuat daftar usul pengadaan bahan pustaka baru sesuai hasil seleksi
8. Lengkapi daftar dengan data bibliografi: pengarang, judul, impressum, kolasi, ISBN, dan harga satuan buku.
9. Perpustakaan menyerahkan daftar usul ke Kabag. Pengadaan untuk diteruskan.
10. Setelah daftar usulan pengadaan bahan pustaka selesai di seleksi di Kabag. Pengadaan pihak perpustakaan menyerahkan daftar usulan ke
wakil kepala perpustakaan kemudian wakil kepala perpustakaan yang berhubungan langsung untuk memesan bahan pustaka melalui penertbit.
4.2.1 Pemilihan dan pengusulan bahan pustaka
Pemilihan dan pengusulan merupakan suatu proses penghimpunan bahan pustaka yang akan di jadikan bahan pustaka di perpustakaan atau suatu kegiatan untuk memproses permintaan dari staff, dosen dan mahasiswa yang memberikan usulan bahan pustaka yang dibutuhkan oleh staff, dosen dan mahasiswa dalam kebutuhan proses belajar mengajar kepada pustakawan agar bahan pustaka yang di usulkan dapat di sediakan di perpustakaan. Pada dasarnya permintaan dan pengusulan pengadaan bahan pustaka pada perpustakaan USU dilakukan oleh staff, dosen dan pustakawan.
P :Siapakah yang melakukan pemilihan dan pengusulan permintaan pengadaan bahan pustaka pada perpustakaan Universitas Sumatera Utara?
I1:hmmmm……kalau pengusulan pengadaan bahan pustaka itu biasanya staff/dosen, mahasiswa dan pustakawan, bahan pustaka yang dipilih sesuai dengan mata kuliah dan kebutuhan mahasiswa dengan edisi terbaru dan tahun baru. dengan mengisi formulir usula, tapi usulan dari staff/dosen dan mahasiswa masih kami seleksi lagi tidak semuanya kami terima bahkan ada juga yang tidak di beli karena tahun dan edisi bahan pustaka tahun lama.
I2 :yah pemilihan dan pengusulan permintaan pengadaan bahan pustaka yang akan diadakan di perpustakaan bukan hanya kami yang memilih bahan pustaka akan tetapi staff, dosen dan mahasiswa juga memberikan usulan dengan mengisi formulir usulan.
Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa proses pemilihan bahan pustaka diperpustakakan USU di tentukan oleh pustakawan dibagian pengadaan perpustakaan USU dan juga mengikut sertakan usulan-usulan staff/dosen dan mahasiswa namun pustakawan masih menyeleksi lagi usulan-usulan staff/dosen
dan mahasiswa tidak semuanya di masukan ke daftar pengadaan karena bahan pustaka yang diusulkan terkadang tahun lama, eksemplar sudah banyak dan sudah tidak diterbitkan lagi.
Gambar 4.2 : Formulir usul pengadaan buku dan jurnal
Kegiatan pemilihan dan pengusulan pengadaan bahan pustaka pada perpustakaan USU yaitu :
a. Alat bantu seleksi 1) Katalog Penerbit
Penerbit selalu mengeluarkan informasi tentang terbitan bahan pustaka yang di terbitkan. Katalog penerbit memudahkan perpustakaan untuk mengenali koleksi yang akan diadakan melalui pembelian. Katalog ini memberi gambaran mengenai fisik dan harga buku.
2) Usulan dari staf, dosen dan mahasiswa
Perpustakaan USU memberikan kesempatan kepada staf, dosen dan mahasiswa untuk memberikan saran atau usulan kepada perpustakaan tentang bahan pustaka yang dibutuhkan. Daftar usulan tersebut sangat membantu perpustakaan dalam hal penambahan bahan pustaka.
P :Bagaimana proses pemilihan bahan pustaka?
I1 :oh proses pemilihan bahan pustaka ya..?
Biasanya pemilihan bahan pustaka kami menggunakan katalog yang diberikan oleh penerbit dan hasil dari usulan-usulan staf/dosen dan mahasiswa yang di lakukan dengan cara staff/dosen dan mahasiswa yang akan mengusulkan bahan pustaka yang dibutuhkan mereka harus meminta formulir usulan yang disediakan di setiap perpustakaan cabang dan perpustakaan pusat setelah formulir usulan diisi formulir dapat dikembalikan ke perpustakaan cabang kemudian pustakawan yang di perpustakaan cabang yang akan memberikan semua formulir usulan ke perpustakaan pusat, yah setelah itu kami seleksi lagi bahan pustaka yang di usulkan staff/dosen dan mahasiswa karena bahan pustaka yang diusulkan udah edisi, volume dan tahun lama, dan ada juga yang eksemplarnya sudah banyak jadi kami enggak masukan bahan pustaka tersebut kedaftar pengadaan bahan pustaka.
I3 :kalau pemilihan bahan pustaka kami mengikut sertakan usulan dari staff/dosen dan mahasiswa semua usulan itu kami cek kembali mana saja bahan pustaka yang akan di masukan ke daftar pengajuan bahan pustaka, dan megecek bahan pustaka yang di usulkan sudah ada atau belum dalam katalog perpustakaan USU melalui LIBAS (library automation system) selain itu kami juga mengecek bahan pustaka melalui katalog-katalog yang diberikan penerbit sama kami, bahan pustaka yang akan di pesan harus tahun, edisi dan volume terbaru atau ter up date.
Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa proses pemilihan bahan pustaka dilakukan oleh pustakawan di bagian pengadaan dan dari usulan-usulan staff/dosen dan mahasiswa walaupun tidak semuanya usulan tersebut di masukan ke daftar pengadaan bahan pustaka di karena bahan pustaka yang diusulkan sudah tahun lama karena pengadaan bahan pustaka mengutamakan yang tahun baru atau ter update dan eksemplar yang tersedia diperpustakaan sudah banyak.
4.2.2 Verifikasi bahan pustaka
Verifikasi bahan pustaka merupakan suatu kegiatan memeriksasemua daftar pengadaan bahan pustaka yang diusulkan diserahkan langsung kepada pustakawan untuk di verifikasi dengan alat bantu seleksi bahan pustaka yaitu katalog penerbit dan usulan-usulan dari staff/dosen dan mahasiswa untuk di sesuaikan dengan jumlah anggaran yang disediakan.
P: alat bantu apa saja yang digunakan dalam pengadaan bahan pustaka?
I1:Ohhhhh……alat bantu yang digunakan untuk pengadaan bahan pustaka seperti katalog penerbit dan usulan-usulan dari staff/dosen dan mahasiswa. Setiap pengadaan bahan pustaka kami selalu mengecek atau memverifikasi daftar pengadaan bahan pustaka di library automation system (LIBAS) apakah bahan pustaka tersebut sudah tersedia atau belum tersedia di LIBAS, jika memang bahan pustaka tersebut sudah tersedia maka kami akan mengecek kembali apakah bahan pustaka tersebut laris dipinjam atau tidak jika bahan pustaka tersebut laris dipinjam maka bahan pustaka dimasukan ke daftar pengadaan.
I2: sudah pasti yah…. dalam pengadaan bahan pustaka kami berpacu pada katalog yang diberikan penerbit dan dibantu dengan usulan-usulan dari staff/dosen dan mahasiswa tetapi terkadang katalog yang diberikan penerbit sudah tahun lama tidak upto date dan tidak semua katalog penerbit meyediakan katalog online nya. Yah terkadang menyulitkan kami juga tapi mau gimana lagi udah capek kami bilangkan nya sama mereka tapi apa katalog kemaren-kemaren juga yang dikasih hahahhahaha……..
I3: Oh iya dek… kadang yang buat kami kesel lagi di katalog penerbit tersedia namun pada saat dipesan bahan pustaka tersebut belum ready lah kadang udah habis stok lagi, jadi bahan pustaka yang belum ready masuk daftar desiderata dan kami akan menunggu lagi kapan bahan pustaka itu ada ditambah lagi kadang judul buku sama hanya cover, edisi dan tahun yang baru tetapi isi nya sama ja seperti edisi sebelumnya…….
Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa alat bantu seleksi pengadaan bahan pustaka yaitu katalog penerbit dan usulan-usulan dari staff/dosen dan mahasiswa. Kemudian pustakawan memverifikasi bahan pustaka yang akan
dipesan melalui LIBAS agar bahan pustaka yang dipesan tidak tumpang tindih dan bagi bahan pustaka yang belum tersedia di penerbit akan masuk ke daftar desiderata dan menunggu kabar dari penerbit kapan bahan pustaka tersebut tersedia.
Gambar 4.3 : Tampilan LIBAS
Gambar 4.4 : Tampilan pencarian bahan pustaka 4.2.3 Pemesanan
Pemesana merupakan suatu kegiatan melakukan pemesan atau pembelian bahan pustaka. Untuk melakukan pemesananpihak penerbit harus menerima informasi yang cukup untuk menjamin kiriman bahan pustaka yang benar seperti : pengarang, judul, penerbit, tahun publikasi, harga dan edisi ( jika terdapat variasi edisi), jumlah eksemplar, jumlah pemesanan dan lainnya.
Yang berwewenang memutus kan bahan pustaka dapat di pesan adalah wakil perpustakaan dan staff tata usaha, sebelum melakukan pemesanan wakil kepala perpustakaan melakukan rapat dengan staff tata usaha untuk memeriksa daftar pengadaan bahan pustaka tersebut. Kemudian pihak wakil kepala perpustakaan yang akan memesan bahan pustaka tersebut kepada penerbit, bagian pengadaan bahan pustaka hanya menerima dan mengecek bahan pustaka sudah sesuai dengan pesanan atau tidak dan apakah ada yang rusak/cacat agar dapat di kembalikan ke penerbit agar dapat di ganti.
P: Siapakah yang menentukan penerbit/vendor dalam pengadaan bahan pustaka?
I1: Udah pasti dek yang menentukan penerbit/vendor bukan saya hahahhaha karena kami hanya membuat daftar pengadaan bahan pustaka saja yang menetukan penerbit/vendor adalah wakil kepala perpustakaan, sudah dua tahun ini yang menentukan penerbit/vendor wakil kepala perpustakaan kalau dulu yang menentukannya dari pihak Biro rektor.
Dari pernyataan di atas dapat diketahui bahwa yang menetukan penerbit/vendor adalah wakil kepala perpustakaan.
P: Berapa jumlah dan berapa lama bahan pustaka yang dipesan dapat di terima oleh pustakawan ?
I1:Untuk pengadaan bahan pustaka dalam negeri biasanya sebanyak lima eksemplar per judul dan bahan pustaka dapat kami terima sekitar dua minggu sampai tiga minggu itu pun tidak semua dari daftar yang di ajukan, ada beberapa yang masih belum datang. Untuk pengadaan bahan pustaka luar negeri hanya satu eksemplar perjudul dan masing-masing judul akan digandakan menjadi empat eksemplar ini dilakukan karena harga yang sangat mahal dan juga lamanya bahan pustaka yang akan diterima sekitar satu bulan sampai dua bulan.
I2:Untuk pengadaan bahan pustaka jumlah tergantung keperluan dek…. Kalua biasanya bahan pustaka dalam negeri lima eksemplar untuk satu judul sementara bahan pustaka luar negeri hanya satu ekseplar untuk satu judul selebihnya kami perbanyak masing-masing menjadi empat eksemplar per judul karena bahan pustaka luar negeri sangat mahal harganya.
Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa jumlah bahan pustaka dalam negeri sebanyak lima eksemplar per judul sedangkan pengadaan bahan pustaka luar negeri sebanyak satu eksemplar per judul karena harga yang sangat banyak sehingga pihak perpustakaan membuat kebijakan untuk memperbanyak bahan pustaka tersebut menjadi masing-masing empat eksemplar per judul.
P: Bagaimana prosedur pemesanan bahan pustaka?
I1:Hmmmmm……
Sebelumnya saya membuat daftar pesanan pengadaan bahan pustaka saya menentukan bahan pustaka yang akan dipesan menggunakan katalog penerbit dan usulan-usulan staff/dosen dan mahasiswa namun usulan tersebut saya verifikasi lagi terkadang bahan pustaka yang diusulkan sudah tahun lama, setelah daftar pesanan pengadaan bahan pustaka selesai dibuat saya menyerahkan daftar pesanan bahan pustaka kepada wakil kepala perpustakaan kemudian wakil kepala perpustakaan yang memesan langsung bahan pustaka kepada penerbit, kalau kami hanya menerima dan memverifikasi bahan pustaka yang sudah sampai
I3:Pemesanan bahan pustaka dipesan sama wakil kepala perpustakaan, wakil kepala perpustakaan yang berhubungan langsung ke penerbit, kalau kami hanya menerima bahan pustaka yang sudah sampai.
Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa pustakawan hanya melakukan seleksi pengadaan bahan pustaka dan memverifikasi bahan pustaka yang diusulkan staff/dosen dan mahasiswa kemudian membuat daftra pemesanan pengadaan bahan pustaka dan menyerahkan daftar pesanan kepada wakil kepala perpustakaan yang melakukan pemesan langsung ke penerbit adalah wakil kepala perpustakaan.Berikut ini prosedur pemesanan bahan pustaka di perpustakaan USU.
Prosedur pemesanan bahan pustaka di perpustakaan USU.
Gambar 4.5 diagram prosedur pemesanan bahan pustaka di perpustakaan USU.
Prosedur pelaksanaan pemesanan bahan pustaka sebagai berikut :
1. Mengumpulkan daftar usulan bahan pustaka dari staff/ dosen dan mahasiswa.
2. Pustakawan melakukan verifikasi daftar usulan bahan pustaka 3. Kemudian pustakawan membuat daftar pesanan.
4. Setelah pustakawan membuat daftar pesanan kemudian daftar pesanan diberikan kepada wakil kepala perpustakaan.
5. Wakil kepala perpustakan melakukan pemesanan melalui vendor.
Mulai
Daftar usulandari staff/dosen dan mahasiswa
Daftar pesanandikirimke wakil
kepalaperpustakaan Pustakawanmelakukanveri
fikasi
Pustakawanmembuatdaftr apesanan
Daftar pesanandikirimke vendor
Buktipengirimanpesanan
a selesai
4.2.4 Penerimaan dan Penempatan Pesanan
Penerimaan dan penempatan merupakan suatu kegiatan penerimaan dan penempatan bahan pustaka yang di pesan sudah sampai ke perpustakaan dan terlebih dahulu diperiksa secara teliti dan mencocokan bahan pustaka dengan daftar pemesanan bahan pustaka yang dipesan oleh pihak perpustakaan dan menyisihkan bahan pustaka yang rusak/cacat dan disertai dengan permintaan penggantian bahan pustaka.
P: siapakah yang melakukan pembayaran dan penerimaan bahan pustaka?
I1: yang melakukan pembayaran bahan pustaka yang dipesan adalah wakil kepala perpustakaan yangbertanggung jawab untuk membayar bahan pustaka yang sudah dipesan kepada penerbit, kami hanya melakukan pengecekan bahan pustaka apakah sudah sesuai dengan daftar pesanan atau tidak. Terkadang bahan pustaka yang diterima rusak/ cacat halaman sebagian tidak ada dan tidak semua yang dipesan sekali datang bisa sebagian lagi menyusul.
I2: Kadang kan dek.. kami yang menerima pesanan bahan pustaka ini jengkel kali karena banyak kali bahan pustaka yang cacat/rusak kadang ada juga bahan pustaka enggak sesuai pesanan ditambah lagi ruangan kami yang sempit susah narok bahan pustaka ini.
Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa dalam proses penerimaan dan penempatan bahan pustaka diperpustakaan usu dilakukan oleh wakil kepala perpustakaan yang bertanggung jawab dalam pembayaran dan yang menerima bahan pustaka yang sampai diperpustakaan adalah pustakawan dan harus mencocokan kembali bahan pustaka yang sudah sampai tersebut sesuai dengan pesanan atau tidak dan mengecek bahan pustaka yang cacat/rusak. Berikut prosedur pembayaran bahan pustaka pada perpustakaan USU:
Prosedur pembayaran bahan pustaka pada perpustakaan USU
Gambar 4.6 : diagram prosedur pembayaran bahan pustaka diperpustakaan USU.
Maka pustakawan pengadaan bahan pustaka harus melakukan beberapa kegiatan sebagai berikut :
1. Memeriksa dengan teliti apakah buku yang dipesan dalam keadaan baik dan lengkap serta sesuai dengan daftar pesanan.
2. Mencocokan bahan pustaka yang telah diterima dengan judul dan jumlah eksemplar yang dipesan
3. Apabila tidak sesuai dengan daftra pesanan, maka bahan pustaka tersebut dikembalikan untuk dilakukan pergantian bahan pustaka
Mencocokandengan daftar pesanana
ya
Buktipembayar an Pembayaran
Klaimkepadapen erbit
Selesai Surat klaim
Sesuai?
Memeriksakeadaanb ahanpustaka
Tidak Mulai
4. Jika buku ada yang cacat/rusak misalnya tidak ada halaman, nomor halaman hilang atau ada halaman yang terpotong maka segera dikembalikan kepenerbit.
5. Apabila pesanan dalam keadaan baik dan lengkap sesuai dengan pesanan, dibuat tanda terima berupa kuitansi yang dilampirkan daftar judul bahan pustaka yang diterima.
Prosedur penerimaan bahan pustaka pada perpustakaan USU.
Gambar 4.7 : diagram prosedur penerimaan bahan pustaka diperpustakaan USU.
Mulai
Bahanpustakada ripenerbit
Mencocokandengan daftar pesanan
Sesuai Inventaris
Bahanpustakaterdaft arditerima
Selesai
Surat klaim Klaimkepadapen
erbit Rusak?
Ya
Ya
Prosedur penerimaan bahan pustaka diperpustakaan USU sebagai berikut : 1. Memeriksa secara teliti bahan pustaka yang diterima dan suarat
pengantarnya.
2. Mencocokan bahan pustaka yang diterima dengan daftra pesanan
3. Menyisikan bahan pustaka yang tidak sesuai dengan pesanan, cacat/rusak disertai dengan permintaan penggantian bahan pustaka.
4. Mendatangani tanda terima atau faktur dan mnegembalikan kepada penerbit.
5. Membuat berita acara penerimaan.
4.2.5 Hadiah dan Deposit
Hadiah dan deposit merupakan proses pengadaan bahan pustaka melalui
Hadiah dan deposit merupakan proses pengadaan bahan pustaka melalui