BAB I PENDAHULUAN
1.4. Metode Penulisan
Dalam kertas karya ini penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data atau informasi dengan cara membaca buku atau referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan di bahas dalam kertas karya ini. Selanjutnya data di analisis dan di rangkum untuk kemudian di deskripsikan ke dalam kertas karya ini.
BAB II
GAMBARAN UMUM 2.1 Pengertian Joshi
Di dalam gramatika bahasa Jepang terdapat pembagian kelas kata yang disebut 品詞 (hinshi) 分類(bunrui). 品詞 (Hinshi) berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan 分 類 (bunrui) berarti penggolongan, klasifikasi, kategori, dan pembagian. Jadi 品詞 (hinshi) 分類(bunrui) dapat berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara gramatikal. Secara garis besar kelas kata yang telah di klasikasikan tersebut terbagi dalam dua kelompok besar, yakni 自立語 (jiritsugo) dan 付属語 (fuzokugo).
自立語 (Jiritsugo) adalah kelompok kelas kata yang bisa berdiri sendiri dan membentuk kalimat. Ada pula yang bisa membentuk kalimat tanpa bantuan kata lain dan bisa di mengerti maknanya. Misalnya kalimat: nani suru, tanpa menggunakan kata o setelah kata nani, bisa dipahami maksudnya untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan. Sedangkan fuzokugo adalah kolompok kelas kata yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain untuk membentuk kalimat. Kata-kata ini harus mengikuti kata lain yang bisa berdiri sendiri untuk membentuk kalimat, kemudian barulah jelas maknanya. Kelas kata yang termasuk ke dalam 自立語 (jiritsugo) adalah 助詞(joshi) dan 助動詞(jodoushi)
助詞 (Joshi) bila di lihat dari kanji pembentukannya yaitu jo(助)yang artinya membantu dan shi(詞)yang berarti kata, secara harafiah Joshi dapat di
artikan sebagai kata bantu. Sedangkan dalam kamus Jepang-Indonesia sendiri Joshi di artikan sebagai partikel atau preposisi. 助詞(Joshi) berfungsi sebagai penghubung antara kata dan kata dan juga klausa dan klausa serta berfungsi sebagai pembentuk subjek dan kata bantu yangmenghubungkannya dengan kata benda. 助詞(joshi) terbagi ke dalam empat jenis, yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi)berdasarkan fungsinya dalam pembentukan sebuah kalimat. Dengan kata lain 助 詞 (joshi)adalah sebuah kata yang berfungsi untuk menghubungkan katadengan kata dan klausa dengan klausa. Selain itu Joshi juga berfungsi sebagai pembentuk subjek dan kata bantu dalam sebuah kalimat. Joshi ketika muncul dalam sebuah kalimat, letaknya selalu berdampingan dengan kata benda.
2.2 Jenis-jenis Joshi
Di dalam bahasa Jepang ada begitu banyak kata bantu. Ada yang mengelompokkan kata bantu menjadi empat jenis dan ada juga yang mengelompokkannya menjadi enam jenis. Para ahli yang mengelompokkan kata bantu menjadi empat jenis menyebutkan yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接続助詞 (setsuzokujoshi), dan 終助詞 (shuujoshi),副助詞 (fukujoshi) sebagai jenis-jenis kata bantu. Sedangkan para ahli yang mengelompokkan kata bantu menjadi enam jenis menambahkan 間投助詞 (kantoojoshi), dan 係助詞 (kakarijoshi) sebagai kata bantu selain keempat jenis yaitu 格 助 詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終助詞 (shuujoshi),副助詞 (fukujoshi) tersebut. Bahkan
selain jenis-jenis kata bantu tersebut ada satu lagi yang sering di katakan sebagai jenis kata bantu yakni 並立助詞 (heiritsujoshi).
Namun di antara berbagai pendapat tentang klasifikasi ini, yang paling banyak di temukan adalah klasifikasi kata bantu yang menjadi empat kelompok seperti yang telah di sebutkan diatas, yakni kelompok-kelompok yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi). Dengan catatan, kata bantu yang termasuk 間投助詞 (kantoojoshi)
seperti ne, sa, dan yo termasuk ke dalam kelompok 終助詞 (shuujoshi). Kata bantu yang termasuk 係助詞 (kakarijoshi)seperti wa, mo, dan koso di masukkan ke dalam kelompok 副助詞 (fukujoshi). Sedangkan 並立助詞 (heiritsujoshi) ka di masukkan ke dalam kelompok 副助詞 (fukujoshi), 並立助詞 (heiritsujoshi) tari di masukkan ke dalam kelompok 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 並 立 助 詞 (heiritsujoshi) no, ya, dan to dimasukkan kedalam 格助詞 (kakujoshi).Untuk memudahkan mempelajari dan mengenalinya maka ada pengklasifikasian. Berikut klasifikasi joshi berdasarkan penggunaannya dalam kalimat, yakni 格 助 詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi).
A. Fukujoshi
副助詞 (Fukujoshi) yang berfungsi sebagai penghubung kata-kata yang ada sebelumnya dengan kata-kata yang ada pada bagian berikutnya. Joshi (助詞) dalam kelompok fukujoshi (副助詞) biasanya di pakai setelah nomina, verba, adjektiva –i, adjektiva –na, adverbia, bahkan ada juga yang dipakai setelah partikel lainnya. Joshi (助詞) yang termasuk dalam fukujoshi (副助詞) yaitu: dake, kurai/gurai, shika, hodo, demo, ka, kiri, koso, made, mo, nado, nari, noni, sae, wa, dan yara, bakari. Contohnya:
だけ
この大学に外国人は五人だけいます.
Kono daigaku ni gaikokujin wa go nin dake imasu ( Di kampus ini orang asing hanya ada 5 orang )
ぐらい
うちから学校まで十分ぐらいかかります.
Uchi kara gakkou made juppun gurai kakarimasu
(Dari rumah saya sampai sekolah memakan waktu 10 menit)
B. Kakujoshi
格 助 詞 (Kakujoshi) ialah kata bantu yang menyatakan hubungan satu bagian kalimat 文節(bunsetsu) dengan 文節 (bunsetsu) lainnya. Kata bantu ini biasa di gunakan setelah 体現 (taigen)/nomina. Ada juga yang di gunakan untuk
menyatakan hubungan nomina yang ada sebelumnya dengan predikat pada kalimat tersebut. Joshi (助詞) yang termasuk ke dalam kelompok ini misalnya yori ,no, de, e, ga, kara, ni, o, to, ya. Contohnya:
より
このシャツはあのシャツよりきれいです Kono syatsu wa ano syastu yori kireidesu (Baju ini lebih cantik dari pada baju itu )
の
これは私のかばんです Kore wa watashi nokaban desu ( Ini adalah tas saya )
C. Shuujoshi
終助詞 (Shuujoshi) adalah Joshi (助詞) atau kata bantu yang di pergunakan pada akhir kalimat atau bagian kalimat. 終 助 詞 (Shuujoshi) berfungsi untuk menyatakan perasaan pembicara, seperti rasa heran, keragu-raguan, harapan, haru dan lainnya yang berhubungan dengan perasaan. Yang termasuk kedalam pengelompokan 終助詞 (shuujoshi) adalah partikel zo, yo, ze, kashira, ka, kke, ne/nee, na/naa, no, sa, tomo, wa.
Di antara salah satunya kata bantu na/naa dan yo yang tergolong dalam shuujoshi ini memiliki penjelasan yaitu, kata bantu na/naa yaitu sebuah kata bantu yang mempunyai arti melarang orang melakukan sesuatu atau jangan. Kata bantu na/naa sering di pakai pada ragam bahasa lisan dalam percakapan antara teman
dekat dalam suasana akrab atau di pergunakan terhadap orang yang lebih muda umurnya atau lebih rendah kedudukannya dari pada pembicara. Pemakaian kata bantu na/naa terhadap orang yang lebih tua umurnya atau lebih tinggi kedudukannya dari pada pembicara akan terasa kurang sopan. Sedangkan kata bantu yo yang artinya dapat di pakai untuk menyatakan ketegasan, pemberitahuan, atau peringatan kepada lawan bicara yang menunjukkan suatu perasaan yang memastikan. Contoh kalimat :
ぞ
うそをつくぞ Uso o tsuku zo Kamu berbohong ya.
よ
明日きっと来るよ Ashita kitto kuru yo Besok saya pasti datang
D. Setsuzokujoshi
Setsuzokujoshi adalah Joshi (助詞) yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat. Pada umumnya di pakai setelah yoogen atau verba, kata i, kata sifat-na yang termasuk kedalam pengelompokan setsuzokujoshi adalah kata bantu nagara, shi, temo, ba, ga, kara, keredomo, node, noni, , tari, te, dan to. Di antara salah satunya kata bantu nagara dan shi yang tergolong dalam Setsuzokujoshi ini memiliki penjelasan yaitu, kata bantu nagara yaitu kata bantu yang mempunyai
arti sambil, sembari, seraya yang dipakai setelah verba untuk menyatakan dua aktivitas (yang utama) yang ada setelah kata bantu nagara di lakukan bersamaan dengan aktivitas (tambahan) yang ada sebelum kata bantu nagara. Sedangkan kata bantu shi yakni kata bantu menunjukkan dua hal/keadaan atau lebih dan memiliki arti dan, dan, lagi, lagi pula, kata shi ini biasanya di pakai setelah verba bentuk kamus dan bentuk lampau, kata sifat-i bentuk kamus dan bentuk lampau, kata sifat-na bentuk biasa (ditambah da) dan bentuk lampau, dan verba bantu da/data, desu/deshita, masu/mashita. Contoh kalimat :
ながら
父はいつもテレビを見ながら、ご飯を食べる Chichi wa itsumo terebi o minagara, gohan o taberu Ayah selalu makan sambil menonton TV
し
ここは景色もいいし、きこうもすずしいし、本当にいい所だ Koko wa keshiki mo ii shi, kikou mo suzushii shi, hontou ni ii tokoro da Di sini pemandangannya indah, hawanya sejuk, sungguh tempat yang bagus.
2.3 Kakujoshi
2.3.1 Definisi Kakujoshi
格助詞 (Kakujoshi) adalah kata bantu yang berada di belakang nomina, dalam membuat kalimat bentuk sambung, dan menempel pada predikat. Meskipun di katakan sebagai nomina yang dapat berdiri sendiri, sebenarnya nomina tersebut tidak dapat berdiri sendiri di dalam kalimat. Berbeda dengan yang ada di kamus,
nomina di dalam kalimat memiliki hubungan dengan predikat yang terdiri dari bermacam-macam kasus yaitu subjek, objek tempat, tetapi sebenarnya tidak ada alasan bahwa nomina sendiri memiliki sifat sebagai subjek, objek, keterangan waktu dan keterangan tempat. Fungsi nomina sebagai kasus di nyatakan dengan jelas dari 格 助 詞 (kakujoshi) dan nomina yang berdiri sendiri tidak dapat berfungsi apabila berada dalam kalimat. Dari pengertian tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa 格助詞 (kakujoshi) adalah kata bantu yang berada di belakang nomina dan menempel pada predikat. Sebagai contoh :
1. 本を読む Masuoka (2000:4) Hon o yomu
“Membaca buku”
Kakujoshi を berada di belakang sebagai nomina dan menempel pada 読む sebagai predikat. Selain itu nomina dalam kalimat tidak dapat berfungsi sebagai subjek, objek, keterangan waktu dan keterangan tempat apabila tidak disertai dengan kakujoshi.Sebagai contoh :
2. 五時銀座太郎花子会った(IN:10)
Goji ginza Taro Hanako atta
Nomina di atas baru dapat berfungsi sebagai kalimat apabila sudah disertai dengan kakujoshi に、で、が、dan と menjadi:
五時に銀座で太郎が花子と会った
Goji ni Ginza de Tarō ga Hanako to atta
Taro bertemu dengan Hanako di Ginza pada pukul5 2.3.2 Jenis – jenis Kakujoshi
Kakujoshimerupakan kata bantu yang berada di belakang kata benda, dan menempel pada kata sifat atau kata kerja yang membentuk unsur predikat.
Kakujoshibiasanya dipakai setelah nominauntuk menyatakan hubungan kata yang satu dengan kata lainnya. Ada sepuluh partikel yang termasuk dalam kakujoshi, yaitu が、を、に、と、から、で,や、へ,より dan の. Contoh penggunaan kakujoshi tersebut dalam kalimat :
a) が: Kata bantu ”が” dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah objek, dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah subjek, Sebagai contoh :
私は水が飲みたい
Watashi wa mizu ga nomitai Saya ingin minum air
空がきれいです Sora ga kirei desu Langit yang indah
b) を: Kata bantu “を” digunakan setelah nomina. Kata bantu “を” dapat dipakai untuk menunjukkan objek, menekankan pada tujuan atau hasil yang ingindicapai, menyatakan tempat yang dilewati.
Sebagai contoh : tujuan,objek suatu aktivitas. Sebagai contoh :
私はバンドンに住んでいます Watashi wa Bandon ni sundeimasu Saya tinggal di Bandung
先生に質問する
Sensei ni shitsumon suru Bertanya kepada sensei
d) と: Menyatakan objek yang melakukan aktivitas bersama-sama dengan subjek, bagian kalimat yang menjadi objek tersebut merupakan sesuatu yang diperbandikan dengan subjek atau tema pada kalimat, menggabungkan beberapa nomina,menyatakan kutipan.
私は昨日田中さんと会った
Watashi wa kinou Tanaka san to atta Kemarin saya bertemu dengan Tanaka san
このかばんは私のかばんと同じです
Kono kanan wa watashi no kanan to onaji desu Tas ini sama dengan tas saya
e) か ら :Kata bantu“ か ら ” dapat dipakai setelah verba bentuk te untuk menggabung dua aktivitas yang dilakukan secara berurutan, dapat dipakai setelah kata-kata yang menyatakan tempat asal suatu benda, menyatakan waktu dimulainya suatu aktivitas, menyatakan sebab-sebab atau alasan.
Sebagai contoh :
アリさんはインドネシアから来ました Ari san wa Indonesia kara kimashita Ali san datang dari Indonesia
朝から晩まで仕事をしています Asa kara ban made shigoto o shite imasu Bekerja dari pagi sampai malam
f) で : Menyatakan cara atau alat yang dipakai pada waktu melakukan suatu kegiatan, menyatakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sesuatu, menyatakan tempat melakukan suatu aktivitas.Sebagai contoh :
弟は外で遊んでいます Otouto wa soto de sunde imasu Adik sedang bermain di luar
自分の事は自分でします
Jibun no koto wa jibun de shimasu Mengerjakan dengan diri sendiri
g) や :Dipakai menggabungkan dua nomina untuk menyatakan pilihan, menderetkan beberapa benda dari sejumlah benda yang ada. Sebagai contoh :
ざっしや本を買った
Zasshi ya hon o katta Membeli buku dan majalah
駅前にはホテルやデパートがあります Eki mae ni wa hoteru ya depaato ga arimasu Didepan Stasiun ada hotel dan departemen store
h) へ: Menyatakan tempat tujuan, arah dan dapat menyatakan objek pada suatu kalimat.Sebagai contoh :
外国へ行きたい Gaikouku e ikitai
Ingin Pergi ke luar negeri
北へ進む Kita e susumu Maju ke utara
i) より: Menyatakan standar perbandingan bagi subjek,menyatakan keterbatasan pada hal yang ada sebelum partikel yori. Sebagai contoh :
漢字はひらがなより難しいです Kanji wa hiragana yori muzukashii desu Kanji lebih sulit dari Hiragana
ジャカルタはバンドンより大きいです Jakaruta wa Bandon yori okii desu Jakarta lebih besar dari pada Bandung
j) の : Menggabungkan dua bagian kalimat bagian yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の”menunjukkan kepunyaan, letak atau tempat, nomina yang pertama
menerangkan yang kedua, keterangan tambahan, nominalisasi biasa, menyatakan perumpamaan, sebab dan alasan, pengganti orang atau benda.
Sebagai contoh :
机の上にかばんがあります Tsukue no ue ni kanan ga arimasu Di atas meja ada tas
それは Wijoyo さんのほんです Sore wa Wijoyo san no hon desu Ini adalah buku Wijoyo
Hal ini bisa dilihat dari contoh kalimat berikut ini.
Contoh Kalimat:
1. 山田先生は英語の先生です (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59) Yamada sensei wa eigo no sensei desu
Yamada adalah guru bahasa Inggris
2 . 彼 女 が 欲 し い の は , 新 し い ピ ア ノ で す (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
Kanojo ga hoshii no wa, atarashii piano desu
Apa yang dia inginkan adalah piano baru
Kedua kalimat di atas sama-sama menggunakan kata bantu“の” ,namun jika dilihat segi fungsi dan maknanya berbeda.
BAB III
FUNGSI DAN MAKNA KATA BANTU “の” DALAM BAHASA JEPANG
3.1Fungsi dan Makna Kata Bantu“
の” Dalam Bahasa Jepang
3.1.1 Menunjukkan Milik : Punya
a) これは高木さんの傘です Kore wa Takagi san no kasa desu Ini adalah payung punya Takagi san (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) さとさんのくつです Sato-san no kutsudesu Tas milik Sato (Minna no nihongo I)
Fungsi kata bantu ”の” dalam kalimat contoh A dan B di atas adalah
menggabungkan dua nomina. Nominayang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi kalimat yang ada setelah kata bantu “の”dan untuk menekankan kata „kepunyaan‟, dimana si penulis ingin menekankan bahwa itu adalah milik nya. Makna kakujoshi”の” ini adalah „punya/milik‟.
3.1.2 Menunjukkan Letak atau Tempat
a) 一番ドキドキしたのは、「ナイトメア」で、教室のはじでモンスタ ーに囲まれた時です
Ichiban dokidokishita no wa,`naitomea' de, kyōshitsuno haji de monsutānikakomaretatokidesu
Hal yang paling menarik adalah "Nightmare," ketika dikelilingi oleh monster di tepi ruang kelas
(Jakarta Shinbun 2019, JJS フ ィ ス テ ィ バ ル , halaman 11, paragraf kempat)
b) 机の上、いすの下、学校前、この建物の後ろ
Tsukue no ue, isu no shita, gakkou no mae, kono tatemono no ushiro Di atas meja, di bawah kursi, di depan sekolah, di belakang sekolah ini (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
Penggunaan kata bantu “の” pada contoh A dan B diatas adalah sama yaitu untuk menggabungkan nomina pada bagian kalimat yang ada sebelum kata bantu “ の ” menjadi keterangan bagi nomina yang ada pada bagian kalimat yang ada setelah kata bantu ” の ”. Fungsi kata bantu ” の ” menunjukkan „letak atau tempat‟. Sedangkan makna Kakujoshi dalam kalimat diatas adalah „di‟. Kalimat diatas menyatakan dimana keberadaan atau letak sebuah benda.
3.1.3 Menunjukkan Bahwa Nomina Yang Pertama Menerangkan Yang Kedua
a) 山田先生は英語の先生です
Yamada sensei wa eigo no sensei desu Yamada adalah Guru bahasa Inggris (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59) b) 日本のくるまです
Nihon no kuruma desu Mobil Jepang
(Pengantar Linguistik Bahasa Jepang : 45)
Fungsi kata bantu”の” dalam contoh A dan B adalah menggabungkan nomina yang ada diantara kata bantu”の” dan makna kata bantu”の”dalam contoh A dan B diatas dapat kita ketahui bagaimana struktur kata dan struktur kalimat dalam bahasa Jepang apabila kata-kata dalam bahasa Jepang terdiri dari beberapa kata yang menunjukkan hubungan “yang menerangkan”
dengan “yang diterangkan” maka bagian kata “yang menerangkan” muncul lebih dulu, sedangkan bagian kata “yang diterangkan” muncul pada bagian berikutnya.
3.1.4 Menunjukkan Dua Nomina Sebagai Keterangan Tambahan.
a) K 大学学長の今井氏が演説をしています。
K daigaku gakuchou no Imai-shi ga enzetsu o shite imasu Tuan Imai, Presiden Universitas K, sedang berpidato (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) 私の行きたい国はアメリカです。
Watashi no ikitai kuni wa Amerika Desu.
Negara yang paling ingin kudatangi adalah Amerika.
Pada contoh kalimat diatas, kakujoshi” の ” dipakai untuk menggabungkan dua bagian kalimat. Bagian kalimat yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の”. Fungsi kata bantu “の” pada contoh A dan B diatas dalam pemakaiannya bisa diganti dengan kata bantu ”が”, kata bantu ”が dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah objek, dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah subjek.
3.1.5 Nominalisasibiasa
a) 天気が悪いですから,ドライブに行くのはやめましょう Tenki ga warui desu kara, doraibu ni iku no wa yamemashou Karena cuacanya buruk, jangan bepergian dengan mobil (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) 彼は大学をやめたのはおかねがないためです
Kare wa daigaku o yameta no wa okane ga nai tame desu Dia menghentikan kuliah karena tidak mempunyai uang.
(http://kursus-jepang-evergreen.com/index.php/partikel-bahasa-jepang/52-partikel-no)
Kata bantu“ の ” digunakan untuk menominakan verba dan adjektiva.Kata bantu “の”bermakna untuk mengubah verba menjadi nomina, setelah kata kerja bentuk biasaditambahkata bantu ”の”, kemudian diikuti oleh katabantu “は”menjadi nominalisasi biasa. Sehingga makna ”の” pada contoh A adalah menjadi imbuhan ber-andan pada contoh kalimat B menjadi imbuhan meN-an.
3.1.6 Menyatakan Contoh atau Perumpamaan.
a) ウを一年中働かせると労働年限は5年前後だが、長良川のように徹
a) ウを一年中働かせると労働年限は5年前後だが、長良川のように徹