FUNGSI DAN MAKNA KATA BANTU ”の” DALAM BAHASA JEPANG NIHONGO NI OKERU “NO” JOSHI NO KINOU TO IMI
KERTAS KARYA Dikerjakan
O L E H
WELLY NATALIA SITOMPUL NIM : 162203010
PROGRAM STUDI D-III BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN 2019
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadiran Tuhan yang maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya penulis dapat menyelesaikan kertas karya yang berjudul “Fungsi dan Makna kata bantu
“
の”
dalam Bahasa Jepang”. Dengan kerendahan hati penulis menyambut kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan kertas karya ini.Dalam penulisan kertas karya ini, penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulismenyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga, terutama:
1) Bapak Dr. Budi Agustono, M. S., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
2) Ibu Dr.Diah Syahfitri Handayani, M.Litt, selaku Ketua Program Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara.
3) Zulnaidi, SS., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan kertas karya ini.
4) Rani Arfianty, M.Phill., selaku Pembimbing Akademik yang dengan sabar dan ikhlas telah meluangkan waktu untuk memberikaan motivasi kepada penulis.
5) Segenap dosen dan staf pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang telah memberikan bekal pengetahuan dan pendidikan kepada penulis.
6) Dari semuanya, teristimewa untuk kedua orang tua penulis, Alm.
Ayahanda Sabar Sitompul dan Ibunda Mariaty Sitohang yang selalu mendoakan penulis agar selalu sehat, memberikan nasehat, dukungan moral dan material yang tak terhingga sampai saat ini yang tidak akan mampu penulis balas kasih sayangnya sampai kapan pun. Serta tak lupa pula untuk abang dan kakak saya yang selalu memberikan semangat dan doa sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
7) Teman-teman mahasiswa Bahasa Jepang Hinode 2016 yang masih bertahan sampai akhirdan telah menemani hari-hari penulis dari berbagai kepanitiaan hingga menyusun tugas akhir iniMarsaulina Sianturi selaku sahabat terbaik penulis, Ribka, Cindy, Selmita, Zeni, Risa, Sri Hartati, Amal, Haikal, Firman,yang telah memberi semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dan memiliki harapan untuk pergi ke Jepang bersama-sama.
8) Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih belum sempurna.Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan tugas akhir ini. Penulis berharap kiranya tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semakin menyukai Bahasa Jepang.
Akhir kata, penulis berharap semoga kiranya tugas akhir ini dapat berguna dan memberi manfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Medan, Juli 2019
Penulis,
Welly Natalia NIM.162203010
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
...i
DAFTAR ISI
...iv
BAB I PENDAHULUAN
... 11.1.Alasan Pemilihan Judul ... 1
1.2. Tujuan Penulisan ... 4
1.3. Batasan Masalah ... 4
1.4. Metode Penulisan ... 5
BAB II GAMBARAN UMUM
... 52.1. Pengertian Joshi ... 5
2.2. Jenis - jenis Joshi ... 6
2.3. Kakujoshi………..…….…..…....10
BAB III FUNGSI DAN MAKNA KATA BANTU “
の” DALAMBAHASA JEPANG...
193.1. Kata Bantu
“
の”
Secara Umum ...193.1.1 Menunjukkan Milik Punya... 19
3.1.2 Menunjukkan Letak atau Tempat...20
3.1.3 Menunjukkan Bahwa Nomina yang Pertama Menerangkan yang Kedua ...21
3.1.4 Menunjukkan Dua Nomina Sebagai keterangan tambahan …..21
3.1.5 Nominalisasi Biasa……….……..……...22
3.1.6 Menyatakan Contoh atau Perumpamaan ………...….23
3.1.7 Menyatakan Sebab, Alasan, atau Tujuan ………...24
3.1.8 Pengganti Orang atau Benda ………...25
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN...
26DAFTAR PUSTAKA
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN 1.1 . Alasan Pemilihan Judul
Bahasa adalah salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia.
Menurut Sutedi (2008: 2) bahwa bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada orang lain.
Ketika kita menyampaikan ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada seseorang baik secara lisan maupun secara tertulis, orang tersebut bisa menangkap segala yang kita maksud, tiada lain karena ia memahami makna 意 味 (imi) yang dituangkan melalui bahasa tersebut. Jadi fungsi bahasa merupakan media untuk menyampaikan 伝達 (dentatsu) suatu makna kepada seseorang baik secara lisan maupun secara tertulis.
Untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar, kita juga perlu mempelajari tentang bahasa itu sendiri. Berbicara mengenai bahasa sudah pasti berhubungan dengan kalimat. Dalam bahasa Indonesia, penyusunan kalimat yang baik akan menghasilkan bahasa yang mudah untuk dipahami. Di dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, ada yang di kenal dengan istilah “kata bantu”
untuk menyusun kalimat menjadi lebih baik. Kata bantu adalah sebuah kata yang bila di gunakan di dalam kalimat akan membuat kalimat itu menjadi lebih baik
dan mudah untuk dibaca maupun di pahami
(http://id.wikipedia.org/wiki/Kelas_kata).
Kata bantu adalah sebuah kata yang bila di gunakan di dalam kalimat agar kalimat itu menjadi lebih baik dan mudah untuk di pahami. Dalam bahasa Jepang ada banyak kata bantu yang di gunakan dan istilah kata bantu (partikel) dikenal dengan nama 助 詞 ( Joshi). 助 詞 ( Joshi ) sebagai salah satu unsur penting dalam bahasa Jepang mempunyai berbagai fungsi di dalam kalimat.
Penempatan 助 詞 ( Joshi ) dengan benar menjadi keharusan bagi pembelajar bahasa Jepang karena 助詞(Joshi) yang benar memperjelas makna di dalam sebuah kalimat.
Mengingat dalam bahasa Jepang jumlah kata bantu cukup banyak dan fungsinya pun bermacam-macam, hal ini yang biasanya turut membuat mahasiswa mengalami kesulitan ketika menggunakan 助詞 (Joshi) didalam sebuah kalimat.
Menurut Chino (1992: 6) 助詞 (Joshi) yang tidak dapat berdiri dengan sendirinya tidaklah memiliki arti. Sebuah 助詞 (Joshi) mungkin dapat didefenisikan sebagai bagian yang tak dapat ditafsirkan dalam sebuah percakapan, memiliki kemutlakan arti tersendiri yang bebas ikatan, melengkapi dirinya sendiri dalam bagian-bagian pembicaraan, yang dengan demikian, ia menempatkan dirinya dalam sebuah konteks. Oleh karena itu, suatu kata yang hanya terdiri atas kata bantu saja, mungkin tidak akan berarti apa-apa. Tetapi dengan menambahkan kata lain akan membawa suatu perbedaan yang besar.
Pada dasarnya kata bantu selalu diletakkan dipertengahan kalimat (yang fungsinya sebagai kata penghubung atau penyambung sebuah kata dengan kata berikutnya dalam kalimat tersebut, namun ada kalanya juga kata bantu tidak
diletakkan ditengah kalimat tetapi diakhir kalimat dan makna dari kata bantu tersebut sudah berubah. Hal ini merupakan salah satu topik pembahasan yang akan dibahas lebih mendalam.
Banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajari 助詞 (Joshi).
Seperti halnya kata bantu “の” sebagai salah kata bantu dasar. Kata bantu “の”
mempunyai 8 fungsi, yaitu menunjukkan kepunyaan, letak atau tempat, nomina yang pertama menerangkan yang kedua, keterangan tambahan, nominalisasi biasa, menyatakan perumpamaan, sebab dan alasan, pengganti orang atau benda.Jika dilihat dari cara penggunaannya secara gramatikal, ini merupakan kata bantu yang memiliki makna“punya/kepunyaan” namun dalam bahasa Jepang “ の ” juga memiliki banyak penggunaan.
Mengingat banyak sekali kata bantu yang terdapat dalam bahasa Jepang, maka dalam hal ini akan dibahas jenis kata bantu yang digunakan dalam kalimat bahasa Jepang.Banyaknya kesalahan dalam penggunaan kata bantu “ の ” menginspirasi penulis untuk membahas tentang kata bantu “の” yang banyak digunakan dalam bahasa lisan maupun tulisan dalam bahasa Jepang
Oleh karena itu,penulis merasa tertarik untuk membahas Fungsi dan Makna Kata Bantu “の” yang terdapat dalam Bahasa Jepang
1.2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kertas karya ini adalah :
1. Untuk mendeskripsikan fungsi dan makna kata bantu “ の ”dalam kalimat bahasa Jepang.
2. Untuk menambah pengetahuan baik bagi pembaca dan juga penulis tentangpenggunaan kata bantu “の” dalam kalimat bahasa Jepang.
3. Untuk memberikan sedikit penjelasan tentang kegunaan kata bantu “の” dalam bahasa Jepang kepada pembaca.
1.3. Batasan Masalah
Dalam penulisan Kertas Karya ini, penulis akan menguraikan tentang bagaimana penggunaan kata bantu “の” dalam bahasa Jepang. Tugas akhir ini difokuskan kepada pembahasan atau masalah yang berhubungan dengan fungsi dan makna dari kata bantu “の” yang ada di dalam kalimat bahasa Jepang seperti menunjukkan milik: punya, menunjukkan letak atau tempat, menunjukkan bahwa nomina yang pertama menerangkan yang kedua dalam pengertian jenis dan kategorinya,menunjukkan dua nomina sebagai keterangan tambahan, nominalisasi biasa, menyatakan contoh atau perumpamaan, menyatakan sebab, alasan, atau tujuan, pengganti orang atau benda.
1.4 . Metode Penulisan
Dalam kertas karya ini penulis menggunakan metode kepustakaan, yaitu metode pengumpulan data atau informasi dengan cara membaca buku atau referensi yang berkaitan dengan permasalahan yang akan di bahas dalam kertas karya ini. Selanjutnya data di analisis dan di rangkum untuk kemudian di deskripsikan ke dalam kertas karya ini.
BAB II
GAMBARAN UMUM 2.1 Pengertian Joshi
Di dalam gramatika bahasa Jepang terdapat pembagian kelas kata yang disebut 品詞 (hinshi) 分類(bunrui). 品詞 (Hinshi) berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan 分 類 (bunrui) berarti penggolongan, klasifikasi, kategori, dan pembagian. Jadi 品詞 (hinshi) 分類(bunrui) dapat berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara gramatikal. Secara garis besar kelas kata yang telah di klasikasikan tersebut terbagi dalam dua kelompok besar, yakni 自立語 (jiritsugo) dan 付属語 (fuzokugo).
自立語 (Jiritsugo) adalah kelompok kelas kata yang bisa berdiri sendiri dan membentuk kalimat. Ada pula yang bisa membentuk kalimat tanpa bantuan kata lain dan bisa di mengerti maknanya. Misalnya kalimat: nani suru, tanpa menggunakan kata o setelah kata nani, bisa dipahami maksudnya untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan. Sedangkan fuzokugo adalah kolompok kelas kata yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kata lain untuk membentuk kalimat. Kata-kata ini harus mengikuti kata lain yang bisa berdiri sendiri untuk membentuk kalimat, kemudian barulah jelas maknanya. Kelas kata yang termasuk ke dalam 自立語 (jiritsugo) adalah 助詞(joshi) dan 助動詞(jodoushi)
助詞 (Joshi) bila di lihat dari kanji pembentukannya yaitu jo(助)yang artinya membantu dan shi(詞)yang berarti kata, secara harafiah Joshi dapat di
artikan sebagai kata bantu. Sedangkan dalam kamus Jepang-Indonesia sendiri Joshi di artikan sebagai partikel atau preposisi. 助詞(Joshi) berfungsi sebagai penghubung antara kata dan kata dan juga klausa dan klausa serta berfungsi sebagai pembentuk subjek dan kata bantu yangmenghubungkannya dengan kata benda. 助詞(joshi) terbagi ke dalam empat jenis, yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi)berdasarkan fungsinya dalam pembentukan sebuah kalimat. Dengan kata lain 助 詞 (joshi)adalah sebuah kata yang berfungsi untuk menghubungkan katadengan kata dan klausa dengan klausa. Selain itu Joshi juga berfungsi sebagai pembentuk subjek dan kata bantu dalam sebuah kalimat. Joshi ketika muncul dalam sebuah kalimat, letaknya selalu berdampingan dengan kata benda.
2.2 Jenis-jenis Joshi
Di dalam bahasa Jepang ada begitu banyak kata bantu. Ada yang mengelompokkan kata bantu menjadi empat jenis dan ada juga yang mengelompokkannya menjadi enam jenis. Para ahli yang mengelompokkan kata bantu menjadi empat jenis menyebutkan yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接続助詞 (setsuzokujoshi), dan 終助詞 (shuujoshi),副助詞 (fukujoshi) sebagai jenis-jenis kata bantu. Sedangkan para ahli yang mengelompokkan kata bantu menjadi enam jenis menambahkan 間投助詞 (kantoojoshi), dan 係助詞 (kakarijoshi) sebagai kata bantu selain keempat jenis yaitu 格 助 詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終助詞 (shuujoshi),副助詞 (fukujoshi) tersebut. Bahkan
selain jenis-jenis kata bantu tersebut ada satu lagi yang sering di katakan sebagai jenis kata bantu yakni 並立助詞 (heiritsujoshi).
Namun di antara berbagai pendapat tentang klasifikasi ini, yang paling banyak di temukan adalah klasifikasi kata bantu yang menjadi empat kelompok seperti yang telah di sebutkan diatas, yakni kelompok-kelompok yaitu 格助詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi). Dengan catatan, kata bantu yang termasuk 間投助詞 (kantoojoshi)
seperti ne, sa, dan yo termasuk ke dalam kelompok 終助詞 (shuujoshi). Kata bantu yang termasuk 係助詞 (kakarijoshi)seperti wa, mo, dan koso di masukkan ke dalam kelompok 副助詞 (fukujoshi). Sedangkan 並立助詞 (heiritsujoshi) ka di masukkan ke dalam kelompok 副助詞 (fukujoshi), 並立助詞 (heiritsujoshi) tari di masukkan ke dalam kelompok 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 並 立 助 詞 (heiritsujoshi) no, ya, dan to dimasukkan kedalam 格助詞 (kakujoshi).Untuk memudahkan mempelajari dan mengenalinya maka ada pengklasifikasian. Berikut klasifikasi joshi berdasarkan penggunaannya dalam kalimat, yakni 格 助 詞 (kakujoshi), 接 続 助 詞 (setsuzokujoshi), dan 終 助 詞 (shuujoshi), 副 助 詞 (fukujoshi).
A. Fukujoshi
副助詞 (Fukujoshi) yang berfungsi sebagai penghubung kata-kata yang ada sebelumnya dengan kata-kata yang ada pada bagian berikutnya. Joshi (助詞) dalam kelompok fukujoshi (副助詞) biasanya di pakai setelah nomina, verba, adjektiva –i, adjektiva –na, adverbia, bahkan ada juga yang dipakai setelah partikel lainnya. Joshi (助詞) yang termasuk dalam fukujoshi (副助詞) yaitu: dake, kurai/gurai, shika, hodo, demo, ka, kiri, koso, made, mo, nado, nari, noni, sae, wa, dan yara, bakari. Contohnya:
だけ
この大学に外国人は五人だけいます.
Kono daigaku ni gaikokujin wa go nin dake imasu ( Di kampus ini orang asing hanya ada 5 orang )
ぐらい
うちから学校まで十分ぐらいかかります.
Uchi kara gakkou made juppun gurai kakarimasu
(Dari rumah saya sampai sekolah memakan waktu 10 menit)
B. Kakujoshi
格 助 詞 (Kakujoshi) ialah kata bantu yang menyatakan hubungan satu bagian kalimat 文節(bunsetsu) dengan 文節 (bunsetsu) lainnya. Kata bantu ini biasa di gunakan setelah 体現 (taigen)/nomina. Ada juga yang di gunakan untuk
menyatakan hubungan nomina yang ada sebelumnya dengan predikat pada kalimat tersebut. Joshi (助詞) yang termasuk ke dalam kelompok ini misalnya yori ,no, de, e, ga, kara, ni, o, to, ya. Contohnya:
より
このシャツはあのシャツよりきれいです Kono syatsu wa ano syastu yori kireidesu (Baju ini lebih cantik dari pada baju itu )
の
これは私のかばんです Kore wa watashi nokaban desu ( Ini adalah tas saya )
C. Shuujoshi
終助詞 (Shuujoshi) adalah Joshi (助詞) atau kata bantu yang di pergunakan pada akhir kalimat atau bagian kalimat. 終 助 詞 (Shuujoshi) berfungsi untuk menyatakan perasaan pembicara, seperti rasa heran, keragu-raguan, harapan, haru dan lainnya yang berhubungan dengan perasaan. Yang termasuk kedalam pengelompokan 終助詞 (shuujoshi) adalah partikel zo, yo, ze, kashira, ka, kke, ne/nee, na/naa, no, sa, tomo, wa.
Di antara salah satunya kata bantu na/naa dan yo yang tergolong dalam shuujoshi ini memiliki penjelasan yaitu, kata bantu na/naa yaitu sebuah kata bantu yang mempunyai arti melarang orang melakukan sesuatu atau jangan. Kata bantu na/naa sering di pakai pada ragam bahasa lisan dalam percakapan antara teman
dekat dalam suasana akrab atau di pergunakan terhadap orang yang lebih muda umurnya atau lebih rendah kedudukannya dari pada pembicara. Pemakaian kata bantu na/naa terhadap orang yang lebih tua umurnya atau lebih tinggi kedudukannya dari pada pembicara akan terasa kurang sopan. Sedangkan kata bantu yo yang artinya dapat di pakai untuk menyatakan ketegasan, pemberitahuan, atau peringatan kepada lawan bicara yang menunjukkan suatu perasaan yang memastikan. Contoh kalimat :
ぞ
うそをつくぞ Uso o tsuku zo Kamu berbohong ya.
よ
明日きっと来るよ Ashita kitto kuru yo Besok saya pasti datang
D. Setsuzokujoshi
Setsuzokujoshi adalah Joshi (助詞) yang berfungsi untuk menghubungkan kalimat. Pada umumnya di pakai setelah yoogen atau verba, kata sifat-i, kata sifat- na yang termasuk kedalam pengelompokan setsuzokujoshi adalah kata bantu nagara, shi, temo, ba, ga, kara, keredomo, node, noni, , tari, te, dan to. Di antara salah satunya kata bantu nagara dan shi yang tergolong dalam Setsuzokujoshi ini memiliki penjelasan yaitu, kata bantu nagara yaitu kata bantu yang mempunyai
arti sambil, sembari, seraya yang dipakai setelah verba untuk menyatakan dua aktivitas (yang utama) yang ada setelah kata bantu nagara di lakukan bersamaan dengan aktivitas (tambahan) yang ada sebelum kata bantu nagara. Sedangkan kata bantu shi yakni kata bantu menunjukkan dua hal/keadaan atau lebih dan memiliki arti dan, dan, lagi, lagi pula, kata shi ini biasanya di pakai setelah verba bentuk kamus dan bentuk lampau, kata sifat-i bentuk kamus dan bentuk lampau, kata sifat-na bentuk biasa (ditambah da) dan bentuk lampau, dan verba bantu da/data, desu/deshita, masu/mashita. Contoh kalimat :
ながら
父はいつもテレビを見ながら、ご飯を食べる Chichi wa itsumo terebi o minagara, gohan o taberu Ayah selalu makan sambil menonton TV
し
ここは景色もいいし、きこうもすずしいし、本当にいい所だ Koko wa keshiki mo ii shi, kikou mo suzushii shi, hontou ni ii tokoro da Di sini pemandangannya indah, hawanya sejuk, sungguh tempat yang bagus.
2.3 Kakujoshi
2.3.1 Definisi Kakujoshi
格助詞 (Kakujoshi) adalah kata bantu yang berada di belakang nomina, dalam membuat kalimat bentuk sambung, dan menempel pada predikat. Meskipun di katakan sebagai nomina yang dapat berdiri sendiri, sebenarnya nomina tersebut tidak dapat berdiri sendiri di dalam kalimat. Berbeda dengan yang ada di kamus,
nomina di dalam kalimat memiliki hubungan dengan predikat yang terdiri dari bermacam-macam kasus yaitu subjek, objek tempat, tetapi sebenarnya tidak ada alasan bahwa nomina sendiri memiliki sifat sebagai subjek, objek, keterangan waktu dan keterangan tempat. Fungsi nomina sebagai kasus di nyatakan dengan jelas dari 格 助 詞 (kakujoshi) dan nomina yang berdiri sendiri tidak dapat berfungsi apabila berada dalam kalimat. Dari pengertian tersebut, dapat di tarik kesimpulan bahwa 格助詞 (kakujoshi) adalah kata bantu yang berada di belakang nomina dan menempel pada predikat. Sebagai contoh :
1. 本を読む Masuoka (2000:4) Hon o yomu
“Membaca buku”
Kakujoshi を berada di belakang sebagai nomina dan menempel pada 読む sebagai predikat. Selain itu nomina dalam kalimat tidak dapat berfungsi sebagai subjek, objek, keterangan waktu dan keterangan tempat apabila tidak disertai dengan kakujoshi.Sebagai contoh :
2. 五時銀座太郎花子会った(IN:10)
Goji ginza Taro Hanako atta
Nomina di atas baru dapat berfungsi sebagai kalimat apabila sudah disertai dengan kakujoshi に、で、が、dan と menjadi:
五時に銀座で太郎が花子と会った
Goji ni Ginza de Tarō ga Hanako to atta
Taro bertemu dengan Hanako di Ginza pada pukul5 2.3.2 Jenis – jenis Kakujoshi
Kakujoshimerupakan kata bantu yang berada di belakang kata benda, dan menempel pada kata sifat atau kata kerja yang membentuk unsur predikat.
Kakujoshibiasanya dipakai setelah nominauntuk menyatakan hubungan kata yang satu dengan kata lainnya. Ada sepuluh partikel yang termasuk dalam kakujoshi, yaitu が、を、に、と、から、で,や、へ,より dan の. Contoh penggunaan kakujoshi tersebut dalam kalimat :
a) が: Kata bantu ”が” dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah objek, dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah subjek, Sebagai contoh :
私は水が飲みたい
Watashi wa mizu ga nomitai Saya ingin minum air
空がきれいです Sora ga kirei desu Langit yang indah
b) を: Kata bantu “を” digunakan setelah nomina. Kata bantu “を” dapat dipakai untuk menunjukkan objek, menekankan pada tujuan atau hasil yang ingindicapai, menyatakan tempat yang dilewati.
Sebagai contoh :
映画を見ます Eiga o mimasu Menonton film.
大学を卒業する
Daigaku o sotsugyou suru Tamat dari universitas
c) に:Kata bantu “に” dapat dipakai untuk menyatakan tempat,waktu, tempat tujuan,objek suatu aktivitas. Sebagai contoh :
私はバンドンに住んでいます Watashi wa Bandon ni sundeimasu Saya tinggal di Bandung
先生に質問する
Sensei ni shitsumon suru Bertanya kepada sensei
d) と: Menyatakan objek yang melakukan aktivitas bersama-sama dengan subjek, bagian kalimat yang menjadi objek tersebut merupakan sesuatu yang diperbandikan dengan subjek atau tema pada kalimat, menggabungkan beberapa nomina,menyatakan kutipan.
私は昨日田中さんと会った
Watashi wa kinou Tanaka san to atta Kemarin saya bertemu dengan Tanaka san
このかばんは私のかばんと同じです
Kono kanan wa watashi no kanan to onaji desu Tas ini sama dengan tas saya
e) か ら :Kata bantu“ か ら ” dapat dipakai setelah verba bentuk te untuk menggabung dua aktivitas yang dilakukan secara berurutan, dapat dipakai setelah kata-kata yang menyatakan tempat asal suatu benda, menyatakan waktu dimulainya suatu aktivitas, menyatakan sebab-sebab atau alasan.
Sebagai contoh :
アリさんはインドネシアから来ました Ari san wa Indonesia kara kimashita Ali san datang dari Indonesia
朝から晩まで仕事をしています Asa kara ban made shigoto o shite imasu Bekerja dari pagi sampai malam
f) で : Menyatakan cara atau alat yang dipakai pada waktu melakukan suatu kegiatan, menyatakan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sesuatu, menyatakan tempat melakukan suatu aktivitas.Sebagai contoh :
弟は外で遊んでいます Otouto wa soto de sunde imasu Adik sedang bermain di luar
自分の事は自分でします
Jibun no koto wa jibun de shimasu Mengerjakan dengan diri sendiri
g) や :Dipakai menggabungkan dua nomina untuk menyatakan pilihan, menderetkan beberapa benda dari sejumlah benda yang ada. Sebagai contoh :
ざっしや本を買った
Zasshi ya hon o katta Membeli buku dan majalah
駅前にはホテルやデパートがあります Eki mae ni wa hoteru ya depaato ga arimasu Didepan Stasiun ada hotel dan departemen store
h) へ: Menyatakan tempat tujuan, arah dan dapat menyatakan objek pada suatu kalimat.Sebagai contoh :
外国へ行きたい Gaikouku e ikitai
Ingin Pergi ke luar negeri
北へ進む Kita e susumu Maju ke utara
i) より: Menyatakan standar perbandingan bagi subjek,menyatakan keterbatasan pada hal yang ada sebelum partikel yori. Sebagai contoh :
漢字はひらがなより難しいです Kanji wa hiragana yori muzukashii desu Kanji lebih sulit dari Hiragana
ジャカルタはバンドンより大きいです Jakaruta wa Bandon yori okii desu Jakarta lebih besar dari pada Bandung
j) の : Menggabungkan dua bagian kalimat bagian yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の”menunjukkan kepunyaan, letak atau tempat, nomina yang pertama
menerangkan yang kedua, keterangan tambahan, nominalisasi biasa, menyatakan perumpamaan, sebab dan alasan, pengganti orang atau benda.
Sebagai contoh :
机の上にかばんがあります Tsukue no ue ni kanan ga arimasu Di atas meja ada tas
それは Wijoyo さんのほんです Sore wa Wijoyo san no hon desu Ini adalah buku Wijoyo
Hal ini bisa dilihat dari contoh kalimat berikut ini.
Contoh Kalimat:
1. 山田先生は英語の先生です (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59) Yamada sensei wa eigo no sensei desu
Yamada adalah guru bahasa Inggris
2 . 彼 女 が 欲 し い の は , 新 し い ピ ア ノ で す (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
Kanojo ga hoshii no wa, atarashii piano desu
Apa yang dia inginkan adalah piano baru
Kedua kalimat di atas sama-sama menggunakan kata bantu“の” ,namun jika dilihat segi fungsi dan maknanya berbeda.
BAB III
FUNGSI DAN MAKNA KATA BANTU “の” DALAM BAHASA JEPANG
3.1Fungsi dan Makna Kata Bantu“
の” Dalam Bahasa Jepang
3.1.1 Menunjukkan Milik : Punya
a) これは高木さんの傘です Kore wa Takagi san no kasa desu Ini adalah payung punya Takagi san (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) さとさんのくつです Sato-san no kutsudesu Tas milik Sato (Minna no nihongo I)
Fungsi kata bantu ”の” dalam kalimat contoh A dan B di atas adalah
menggabungkan dua nomina. Nominayang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi kalimat yang ada setelah kata bantu “の”dan untuk menekankan kata „kepunyaan‟, dimana si penulis ingin menekankan bahwa itu adalah milik nya. Makna kakujoshi”の” ini adalah „punya/milik‟.
3.1.2 Menunjukkan Letak atau Tempat
a) 一番ドキドキしたのは、「ナイトメア」で、教室のはじでモンスタ ーに囲まれた時です
Ichiban dokidokishita no wa,`naitomea' de, kyōshitsuno haji de monsutānikakomaretatokidesu
Hal yang paling menarik adalah "Nightmare," ketika dikelilingi oleh monster di tepi ruang kelas
(Jakarta Shinbun 2019, JJS フ ィ ス テ ィ バ ル , halaman 11, paragraf kempat)
b) 机の上、いすの下、学校前、この建物の後ろ
Tsukue no ue, isu no shita, gakkou no mae, kono tatemono no ushiro Di atas meja, di bawah kursi, di depan sekolah, di belakang sekolah ini (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
Penggunaan kata bantu “の” pada contoh A dan B diatas adalah sama yaitu untuk menggabungkan nomina pada bagian kalimat yang ada sebelum kata bantu “ の ” menjadi keterangan bagi nomina yang ada pada bagian kalimat yang ada setelah kata bantu ” の ”. Fungsi kata bantu ” の ” menunjukkan „letak atau tempat‟. Sedangkan makna Kakujoshi dalam kalimat diatas adalah „di‟. Kalimat diatas menyatakan dimana keberadaan atau letak sebuah benda.
3.1.3 Menunjukkan Bahwa Nomina Yang Pertama Menerangkan Yang Kedua
a) 山田先生は英語の先生です
Yamada sensei wa eigo no sensei desu Yamada adalah Guru bahasa Inggris (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59) b) 日本のくるまです
Nihon no kuruma desu Mobil Jepang
(Pengantar Linguistik Bahasa Jepang : 45)
Fungsi kata bantu”の” dalam contoh A dan B adalah menggabungkan nomina yang ada diantara kata bantu”の” dan makna kata bantu”の”dalam contoh A dan B diatas dapat kita ketahui bagaimana struktur kata dan struktur kalimat dalam bahasa Jepang apabila kata-kata dalam bahasa Jepang terdiri dari beberapa kata yang menunjukkan hubungan “yang menerangkan”
dengan “yang diterangkan” maka bagian kata “yang menerangkan” muncul lebih dulu, sedangkan bagian kata “yang diterangkan” muncul pada bagian berikutnya.
3.1.4 Menunjukkan Dua Nomina Sebagai Keterangan Tambahan.
a) K 大学学長の今井氏が演説をしています。
K daigaku gakuchou no Imai-shi ga enzetsu o shite imasu Tuan Imai, Presiden Universitas K, sedang berpidato (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) 私の行きたい国はアメリカです。
Watashi no ikitai kuni wa Amerika Desu.
Negara yang paling ingin kudatangi adalah Amerika.
Pada contoh kalimat diatas, kakujoshi” の ” dipakai untuk menggabungkan dua bagian kalimat. Bagian kalimat yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の”. Fungsi kata bantu “の” pada contoh A dan B diatas dalam pemakaiannya bisa diganti dengan kata bantu ”が”, kata bantu ”が dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah objek, dapat dipakai setelah nomina untuk menunjukkan bahwa nomina yang ada sebelumnya itu adalah subjek.
3.1.5 Nominalisasibiasa
a) 天気が悪いですから,ドライブに行くのはやめましょう Tenki ga warui desu kara, doraibu ni iku no wa yamemashou Karena cuacanya buruk, jangan bepergian dengan mobil (Partikel Penting Bahasa Jepang : 59)
b) 彼は大学をやめたのはおかねがないためです
Kare wa daigaku o yameta no wa okane ga nai tame desu Dia menghentikan kuliah karena tidak mempunyai uang.
(http://kursus-jepang-evergreen.com/index.php/partikel-bahasa-jepang/52- partikel-no)
Kata bantu“ の ” digunakan untuk menominakan verba dan adjektiva.Kata bantu “の”bermakna untuk mengubah verba menjadi nomina, setelah kata kerja bentuk biasaditambahkata bantu ”の”, kemudian diikuti oleh katabantu “は”menjadi nominalisasi biasa. Sehingga makna ”の” pada contoh A adalah menjadi imbuhan ber-andan pada contoh kalimat B menjadi imbuhan meN-an.
3.1.6 Menyatakan Contoh atau Perumpamaan.
a) ウを一年中働かせると労働年限は5年前後だが、長良川のように徹 底した健康管理をすれば労働年限は15~20年にもなる
U o ichinenjū hatarakaseru to rōdō nengen wa 5-nen zengodaga, Nagaragawa noyō ni tettei shita kenkō kanri o sureba rōdō nengen wa 15
~ 20-nen ni mo naru.
Cormorant hanya hidup sekitar lima tahun kalau mereka harus menangkap ikan sepanjang tahun, tetapi di tempat-tempat seperti sungai Nagara mereka hidup 15 sampai 20 tahun karena mereka dipelihara dengan baik (Majalah Nipponia No. 31, tahun 2004, halaman 29, paragraf ketiga)
b) 日本人のように日本語を話す
Nihon jin no youni nihongo o hanashimasu.
Berbicara seperti orang Jepang.
(Gramatika Bahasa Jepang Modern : 45)
Fungsi kakujoshi ”の” pada contoh kalimat diatas untuk menggambarkan sesuatu (nomina) dengan yang lainnya. Pada contoh kalimat A diatasmenunjukkan
“tempat-tempat seperti Sungai Nagara” lah yang bisa membuat makhluk hidup
untuk dapat bertahan hidup disana. Sehingga kakujoshi ”の” dalam situasi ini bisa disimpulkan mempunyai makna “seperti”.
3.1.7 Menyatakan Sebab, Alasan, atau Tujuan a) 英語の勉強のために学校へ行きました
Eigo no benkyou no tame ni gakkou e ikimashita Pergi ke sekolah untuk belajar bahasa Inggris (Gramatika Bahasa Jepang Modern : 45) a) 病気のために会社へ行きませんでした
Byouki no tame ni kaisha e ikimasen deshita Saya tidak pergi bekerja karena saya sakit (Gramatika Bahasa Jepang Modern : 45)
Bila nomina ditambahkan dengan kakujoshi”の” dan kakujoshi “に”tidak hanya memiliki makna “untuk” namun juga memiliki makna “karena” seperti pada contoh kalimat diatas, kalimat Amenjelaskan tujuan awal datang ke sekolah untuk belajar Bahasa Inggris. Maka jika disimpulkan bahwa makna kakujoshi”の”
pada contoh kalimat tersebut adalah “untuk” karena menyatakan tujuan dan kakujoshi”の” dalam contoh kalimat Bmemiliki makna berbeda yaitu “karena”
penjelasannya adalah tidak pergi bekerja “karena” sakit dan fungsi kakujoshi”の”
adalah menyatakan sebab atau alasan
3.1.8 Pengganti Orang atau Benda.
a) 高いのも安いのもあります Takai no mo yasui no mo arimasu Yang mahal ada yang murah pun ada.
(Gramatika Bahasa Jepang Modern : 45)
b) ジャカルタへ行くのは Amir さんだけです Jakaruta e iku no wa Amir san desu
Yang pergi kejakarta Cuma Amir saja (Gramatika Bahasa Jepang Modern : 45)
Fungsi kakujoshi ”の” dalam pembahasan kalimat A dan B tidak hanya membahas penggabungan nomina namun dapat digunakan untuk menominakan verba dan adjektiva.Verba atau adjektiva ditambahkan dan diletakkan diantara kata bantu “の”, sehingga kata bantu “の” berfungsi untuk memisahkan verba atau adjektivatersebut untuk menjelaskan verba atau adjektivatersebut maknanya adalah “yang”. Sehingga dalam contoh A dalam kalimatmenjadi “yang mahal ada yang murah pun ada” dan yang B menjadi “yang pergi ke Jakarta hanya Amir saja”
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan
1. Bahasa merupakan alat yang penting dalam melakukan komunikasi dengan orang lain. Berbicara mengenai bahasa, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, ada yang dikenal dengan istilah partikel atau kata bantu. Dalam bahasa jepang khususnya, istilah kata bantu disebut dengan Joshi.
2. Berdasarkan penggunaannya didalam kalimat bahasa Jepang, Joshi terbagi menjadi 4 bagian yaitu : fukujoshi, kakujoshi, setsuzokujoshi, dan shuujoshi.Dan kata bantu” の ”sendiri adalah salah satu yang termasuk dalam kakujoshi.
3. Ada 8 fungsi kata bantu bantu ”の”,yaitu : 1) Menunjukkan Milik atau Punya
Menggabungkan dua bagian kalimat bagian yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の” dan menekankan “kepemilikan”
2) Menunjukkan Letak atau Tempat
Menggabungkan nomina pada bagian kalimat yang ada sebelum kata bantu ”の” menjadi keterangan bagi nomina yang ada pada bagian kalimat yang ada setelah kata bantu ”の”
3) Menunjukkan Bahwa Nomina Yang Pertama Menerangkan Yang Kedua.
Menunjukkan hubungan “yang menerangkan” dengan “yang diterangkan” maka bagian kata “yang menerangkan” muncul lebih dulu, sedangkan bagian kata “yang diterangkan” muncul pada bagian berikutnya.
4) Menunjukkan Dua Nomina Sebagai Keterangan Tambahan.
Dua nomina yang ditambahkan dan diletakkan kata bantu “ の ” didekatnya, sehingga kata bantu “の” berfungsi untuk memisahkan dua nomina tersebut untuk menjelaskan nomina tersebut
5) Nominalisasibiasa
Untuk menominakan verba, mengubah verba menjadi nomina. Setelah kata kerja bentuk biasa ditambah kata bantu ”の”, kemudian diikuti oleh kata bantu “は”menjadi nominalisasi biasa.
6) Dapat dipakai untuk menyatakan contoh atau perumpamaan
Untuk menggambarkan sesuatu (nomina) dengan yang lainnya. bisa disimpulkan mempunyai makna “seperti”.
7) Dapat dipakai untuk menyatakan sebab-sebab, alasan, atau tujuandilakukannya atau terjadinya sesuatu
Bila nomina ditambahkan dengan kakujoshi ”の” dan kakujoshi “に”
tidak hanya memiliki makna “untuk” namun juga memiliki makna
“karena”.
8) Dapat dipakai untuk menggantikan orang atau benda
Fungsi kakujoshi ”の” dalam pembahasan kalimat A dan B tidak hanya membahas penggabungan nomina namun dapat digunakan untuk menominakan verba dan adjektiva.Verba atau adjektiva ditambahkan dan diletakkan diantara kata bantu “ の ” , sehingga kata bantu
“の”berfungsi untuk memisahkan verba atau adjektiva tersebut untuk menjelaskan verba atau adjektivatersebut maknanya adalah “yang”
4.2 Saran
1. Mengingat pentingnya penggunaan kata bantu ” の ” dalam menyusun kalimat bahasa jepang, maka kita harus lebih aktif dalam mempelajari buku pelajaran yang membahas tentang penggunaan partikel ini dalam bahasa jepang.
2. Untuk menghindari kesalahan dalam menggunakan kata bantu ”の” dalam menyusun kalimat Bahasa Jepang baik itu secara lisan maupun tulisan
kita harus lebih teliti melihat perbedaan fungsi kata bantu ”の” pada saat akan digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Sudjianto. 2003. Gramatika Bahasa Jepang Modern Seri A. Bekasi: Kesaint
Blanc.
Chino, Naoko. 1992. Partikel Penting Bahasa Jepang. Jakarta: Kesaint Blanc.
Surat Kabar Jakarta Shinbun Hal 7, Hal 11, Hal 12 , 4 Februari 2019
Minna no Nihongo I & II. Surabaya: I‟Mc Center Press.
Sumber Internet diakses pada tanggal 2 Juli 2019 (http://id.wikipedia.org/wiki/Kelas_kata).
(http://kursus-jepang-evergreen.com/index.php/partikel-bahasa-jepang/52- partikel-no)
(https://wkwkjapan.com>tata-bahasa)
(http://shikansakura.blogspot.com/2013/03/partikel-no.html?m=1)
ABSTRAK
Kertas karya ini membahas tentang fungsi dan makna kata bantu”の” dalam Bahasa Jepang.
Bahasa merupakan sarana komunikasi untuk menyampaikan suatu maksud dan tujuan. Ketika kita berbahasa, orang lain dapat mengerti apa maksud, ide, pesan, perasaan dan pendapat yang kita utarakan. Hal itu dikarenakan lawan bicara dapat memahami makna dari pembicaraan tersebut.Lawan bicara bisa menangkap segala yang kita maksud, tiada lain karena memahami makna (imi) yang dituangkan melalui bahasa tersebut. Untuk menggunakan bahasa yang baik dan benar, kita juga perlu mempelajari tentang bahasa itu sendiri. Berbicara mengenai bahasa sudah pasti berhubungan dengan kalimat. Dalam bahasa Indonesia, penyusunan kalimat yang baik akan menghasilkan bahasa yang mudah untuk dipahami.
Di dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing, ada yang dikenal dengan istilah “kata bantu” untuk menyusun kalimat menjadi lebih baik.Kata bantu adalah sebuah kata yang bila digunakan didalam kalimat agar kalimat itu menjadi lebih baik dan mudah untuk dipahami. Dalam bahasa Jepang ada banyak kata bantu yang digunakan dan istilah kata bantu (partikel) dikenal dengan nama Joshi. Joshi sebagai salah satu unsur penting dalam bahasa Jepang mempunyai berbagai fungsi didalam kalimat. Penempatan Joshi dengan benar menjadi keharusan bagi pembelajar bahasa Jepang karena Joshi yang benar memperjelas
makna di dalam sebuah kalimat. Tugas akhir ini berjudul “Fungsi dan Makna Kata Bantu ”の” Dalam Bahasa Jepang”.
Mengingat bahwa kata bantu dalam bahasa Jepang tidak dapat ditebak atau dicocok-cocokkan begitu saja dalam suatu kalimat, maka penempatan kata bantu dengan benar sangat penting. Karena itu, dalam tugas akhir ini penulis merasa tertarik untuk membahas tentang fungsi dan makna kata bantu dalam kalimat bahasa Jepang. Tetapi karena banyaknya jumlah kata bantu, maka dalam tugas akhir ini penulis hanya akan membahas tentang makna dan fungsi kata bantu ”の”
sebagai kakujoshi.
Fungsi kata bantu ” の ” sebagai kakujoshi ini terbagi menjadi 8 yaitu,kakujoshi ”の” menunjukkan milik: punya, menunjukkan letak atau tempat, menunjukkan bahwa nomina yang pertama menerangkan yang kedua dalam pengertian jenis dan kategorinya, menunjukkan dua nomina sebagai keterangan tambahan, nominalisasi biasa, menyatakan contoh atau perumpamaan, menyatakan sebab, alasan, atau tujuan, pengganti orang atau benda. Dan fungsikata bantu ”の” dalam bahasa Jepang adalah menggabungkan dua bagian kalimat bagian yang ada sebelum kata bantu “の” menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah kata bantu “の”.