• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Peramalan

Dalam dokumen Nanda Muhammad Syarif (Halaman 38-73)

TINJAUAN PUSTAKA

E. Metode Peramalan

Dalam proses peramalan yang akurat dan bermanfaat, selain mengandalkan pengumpulan data yang relevan juga diperlukan metode-metode peramalan yang tepat. Menurut Render dan Heizer (2005:140) terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam peramalan, yaitu:

a. Pendekatan Kualitatif

Yaitu pendekatan peramalan yang menggabungkan faktor-faktor penting seperti instuisi pengambilan keputusan, pengalaman pribadi, emosi dan sistem nilai (Render dan Heizer, 2005:140). Menurut Render dan Heizer (2005:140) dalam pendekatan kualitatif terdapat lima teknik peramalan, yaitu:

23 1) Juri dari opini eksekutif

Metode ini mengambil opini dari sekelompok kecil manajer tingkat tinggi, seringkali dikombinasikan dengan model-model statistik, dan menghasilkan estimasi permintaan kelompok. 2) Gabungan armada penjualan

Dalam pendekatan ini, setiap wiraniaga mengestimasi jumlah penjualan di wilayahnya, ramalan ini kemudian dikaji ulang untuk meyakinkan kerealistisannya, kemudian dikombinasikan pada tingkat provinsi dan nasional untuk mencapai ramalan secara menyeluruh.

3) Metode Delphi

Teknik peramalan dimana suatu proses kelompok mengizinkan para ahli, yang mungkin tinggal diberbagai tempat, untuk membuat suatu peramalan.

4) Survey pasar konsumen

Metode peramalan yang menerima masukan dari konsumen tanpa melihat rencana pembelian masa depannya. b. Pendekatan Kuantitatif

Yaitu pendekatan peramalan yang menggunakan satu atau lebih model matematis, dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat, untuk meramalkan permintaan (Render dan Heizer, 2005:140).

24 Menurut Render dan Heizer (2005:141) peramalan kuantitatif dikelompokan kedalam dua model, yaitu:

1) Model Seri Waktu (Time Series)

Metode time series adalah teknik peramalan yang menggunakan sekumpulan data masa lalu untuk melakukan peramalan (Render dan Heizer, 2005:141).

Pengolahan data kuantitatif dari seri waktu, dapat dilakukan dengan empat metode (Render dan Heizer, 2005:141), yaitu: a) Pendekatan Naif (Naive Method)

Metode peramalan yang mengasumsikan bahwa permintaan pada periode berikutnya adalah sama dengan permintaan dalam periode sebelumnya.

b) Metode Rata-rata Bergerak Tunggal (Single Moving Averages)

Single Moving Averages ini diperoleh dengan mangambil rata-rata dari beberapa data masa lalu yang terbaru. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk mengurangi atau menghilangkan variasi acak permintaan dalam hubungannya dengan waktu (Nasution, 2006:246). Menurut Gasperz (2005:87) model rata-rata bergerak menggunakan sejumlah data aktual permintaan yang baru untuk membangkitkan nilai ramalan untuk permintaan di masa yang akan datang, metode ini akan efektif apabila

25 pola data tidak menunjukkan kecenderungan trend dari waktu kewaktu. Menurut Render dan Heizer (2005:143) Single Moving Averages adalah metode peramalan yang menggunakan rata-rata dari sejumlah data terkini untuk meramalkan periode mendatang.

Secara matematis, Render dan Heizer (2005:143) menuliskan persamaan Single Moving Averages sebagai berikut:

Keterangan:

= Jumlah periode dalam rata-rata bergerak.

c) Metode Rata-rata Bergerak Terbobot (Weighted Moving Averages)

Model rata-rata bergerak terbobot lebih responsif terhadap perubahan, karena data dari periode yang baru diberi bobot yang lebih besar (Gasperz, 2005:92). Pemilihan bobot merupakan hal yang tidak pasti (arbirter), karena tidak ada rumus untuk menetapkannya (Render dan Heizer, 2005:144). Seperti halnya pada rata-rata bergerak sederhana, metode ini akan efektif apabila pola data tidak

26 menunjukkan kecenderungan trend dari waktu kewaktu (Gasperz, 2005:76).

Secara matematis, Render dan Heizer (2005:144) menuliskan persamaan Weighted Moving Averages sebagai berikut:

d) Metode Penghalusan Eksponensial (Exponential Smoothing) Eksponential Smoothing adalah metode peramalan yang mudah digunakan dan efisien bila dilakukan dengan komputer, metode peramalan ini merupakan rata-rata bergerak dengan pembobotan dimana data diberi bobot oleh sebuah fungsi eksponensial (Render dan Heizer, 2005:145), Bobot yang digunakan disimbolkan dengan alpha ( ). Nilai alpha bisa ditentukan secara bebas, yang bisa mengurangi kesalahan (error) peramalan. Biasanya nilai alpha ( ) antara 0 sampai 1. Metode ini akan efektif apabila pola data tidak menunjukkan kecenderungan trend dari waktu kewaktu (Gasperz, 2005:76).

27 Secara matematis, Render dan Heizer (2005:146) menuliskan persamaan Exponential Smoothing sebagai berikut:

Keterangan:

= Ramalan baru

= Ramalan sebelumnya = Konstanta penghalusan

= Permintaan aktual periode sebelumnya

e) Metode Proyeksi Trend (Trend Projection)

Proyeksi trend adalah teknik mencocokan garis trend kerangkaian titik dan data historis dan kemudian memproyeksikan garis itu ke dalam ramalan jangka-menengah hingga jangka-panjang (Render dan Heizer, 2005:156). Model ini dipergunakan sebagai model peramalan apabila pola historis dari data aktual permintaan menunjukkan adanya suatu kecenderungan trend atau menaik dari waktu kewaktu (Gasperz, 2005:102).

Secara matematis, Render dan Heizer (2005:156) menuliskan persamaan Trend Projection sebagai berikut:

28 nilai diperoleh dengan:

Sedangkan nilai diperoleh dengan:

Keterangan:

= Nilai variabel tidak bebas

= Perpotongan sumbu y

= Kelandaian garis regresi

= Nilai variabel bebas (dalam hal ini waktu)

2) Model kausal

Model peramalan kausal mengembangkan suatu model sebab-akibat antara permintaan yang diramalkan dengan variabel-variabel lain yang dianggap berpengaruh (Nasution, 2006:251). Adapun salah satu teknik kausal yang bisa digunakan adalah regresi linear sederhana.

Regresi Linear sederhana dalah model peramalan yang sama yang kita gunakan dalam metode kuadrat kecil dari proyeksi trend. Variabel-variabel tidak bebas yang akan diramal tetap . Namun sekarang variabel bebas bukan lagi waktu,

29 melainkan variabel yang berkaitan dengan variabel (Render dan Heizer, 2005:165). Sebagai contoh: permintaan akan baju baru mungkin berhubungan dengan banyaknya populasi, pendapatan masyarakat, jenis kelamin,dan budaya daerah. Secara matematis, Render dan Heizer (2005:165) menuliskan persamaan Regresi Linear sebagai berikut:

nilai diperoleh dengan:

Sedangkan nilai diperoleh dengan:

Keterangan:

= Nilai variabel tidak bebas

= Perpotongan sumbu y

= Kelandaian garis regresi

30 F. Pengukuran Kesalahan (error) Peramalan

Menurut Nasution (2006:240) pengukuran akurasi hasil peramalan yang merupakan ukuran kesalahan peramalan adalah ukuran tentang tingkat perbedaan antara hasil peramalan dengan permintaan yang sebenarnya terjadi. Menurut Nasution (2006:240) ada empat metode yang biasa digunakan untuk mengevaluasi kesalahan (error) peramalan, diantaranya:

a. Rata-rata Deviasi Mutlak (Mean Absolute Deviation = MAD)

MAD merupakan rata-rata kesalahan mutlak selama periode tertentu, tanpa memperhatikan apakah hasil peramalan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan kenyataannya (Nasution, 2006:240). Menurut Render dan Heizer, (2005:148) MAD adalah sebuah ukuran untuk kesalahan menyeluruh untuk suatu model. Secara matematis, Render dan Heizer (2005:148) merumuskan persamaan MAD sebagai berikut:

Keterangan:

= Data periode ke = Peramalan periode ke

31 b. Rata-rata kuadrat kesalahan (Mean Square Error = MSE)

MSE merupakan metode alternatif dalam suatu metode kesalahan peramalan. Menurut Render dan Heizer (2005:149) MSE adalah rata-rata perbedaan kuadrat antara nilai yang diramal dengan nilai yang diamati.

Secara matematis, Render dan Heizer (2005:150) merumuskan persamaan MSE sebagai berikut:

Keterangan:

= Data periode ke = Peramalan periode ke

= Jumlah periode peramalan (banyaknya data)

c. Rata-rata Kesalahan Peramalan (Mean Forecast Error = (MFE) MFE sangat efektif untuk mengetahui apakah suatu hasil peramalan selama periode tertentu terlalu tinggi atau terlalu rendah. Bila hasil peramalan tidak bias maka nilai MFE akan mendekati nol. MFE dihitung dengan menjumlahkan semua kesalahan peramalan selama periode peramalan dan membaginya dengan jumlah periode peramalan. Secara matematis (Nasution, 2006:240), merumuskan MFE sebagai berikut:

32 Keterangan:

= Data periode ke = Peramalan periode ke

= Jumlah periode peramalan (banyaknya data)

d. Rata-rata Presentase Kesalahan Absolute (Mean Absolute Percentage Error = MAPE)

MAPE merupakan ukuran kesalahan relatif. MAPE biasanya lebih berarti dibandingkan MAD karena MAPE menyatakan persentase kesalahan hasil peramalan terhadap permintaan aktual selama periode tertentu yang akan memberikan informasi persentase kesalahan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Secara matematis, (Nasution, 2006:241) merumuskan MAPE sebagai berikut:

Keterangan:

= Data periode ke = Peramalan periode ke

33 BAB III

PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat PT. Mondrian

PT. Mondrian yang dijadikan obyek penelitian ini adalah sebuah perusahaan garmen yang bergerak dalam bidang usaha pembuatan pakaian jadi dengan bahan baku utama knitting (rajut). PT. Mondrian didirikan pada tanggal 19 Desember 1992 oleh beberapa orang pendiri, diantaranya:

a. Bapak Edy widyanto b. Bapak Hartono

c. Bapak Harri Pramono

d. Bapak Bambang Dwi Purnomo e. Bapak Endra Sutapa

f. Ibu Fr. Kiswari

Perusahaan ini dipimpin oleh Bapak Harri Pramono yang menjabat sebagai Direktur Utama. Pada tahun berdirinya, perusahaan ini masih berbentuk usaha perorangan dengan nama Mondrian. Seiring dengan perkembangan perusahaan, maka pada tanggal 1 April 1997 perusahaan berubah dari usaha perorangan menjadi perusahaan berbadan hukum tetap dengan nama PT. Mondrian. Perusahaan ini telah mendapat pengesahan dari

34 Departemen Perindustrian dan Perdagangan dengan no. 107/KDP 11-11/3 UTDI/IV/97. Pada saat ini PT. Mondrian dimiliki oleh beberapa pemegang saham sebagai berikut:

a. Bapak Edy Widyanto b. Bapak Harri Pramono

c. Bapak Bambang Dwi Purnomo d. Bapak Endra Sutapa

e. Bapak Ardi Wijaya f. Ibu Fr. Kiswari

Pada saat ini pemimpin tertinggi adalah Bapak Edy Widyanto yang menjabat sebagai Presiden Komisaris dan Bapak Harri Pramono sebagai Direktur Utama.

Perusahaan ini didirikan dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut:

a. Bapak Edy Widyanto dan Bapak Harri Pramono adalah praktisi bisnis dibidang garmen dan sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun.

b. Bapak Hartono, Bapak Bambang Dwi Purnomo dan Bapak Endra Sutapa adalah seniman alumnus dari Institut Seni Indonesia yang berpengalaman dalam bidang desain.

c. Banyaknya tenaga ahli dibidang konveksi yang berada didaerah Klaten dan sekitarnya.

d. Meningkatnya jumlah kebutuhan pakaian khususnya T-shirt, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang cepat.

35 e. Tersedianya modal awal dan tempat usaha.

Latar belakang nama Mondrian sebagai nama perusahaan adalah:

a. Mondrian diambil dari nama seorang pelukis besar dalam sejarah senirupa yaitu Piet Mondrian. Karya-karya Piet Mondrian merupakan dasar perkembangan senirupa modern sehingga nama tersebut sangat dikenal dalam kancah perkembangan senirupa.

b. Nama Piet Mondrian kemudian disepakati sebagai nama perusahaan dengan harapan produk-produk dari PT. Mondrian juga dikenal luas dan dijadikan sebagai acuan trend atau sebagai trendsetter produk pakaian jadi.

c. Nama Piet Mondrian diharapkan memberikan atmosfer seni dan desain bagi karyawan dan konsumen.

d. Untuk kepentingan pemasaran maka nama Piet Mondrian hanya diambil nama belakangnya saja yaitu Mondrian. Hal ini didasari oleh pertimbangan agar mudah dibaca, mudah dikenal dan mudah diingat oleh masyarakat dan konsumen.

2. Visi, Misi dan Goals Perusahaan

PT. Mondrian mempunyai visi sebagai suatu gambaran masa depan organisasi dan harapan pemimpin organisasi. Adapun visi PT. Mondrian adalah “To be market leader, good quality & excelent services”. Sedangkan misinya sebagai berikut:

36 a. Menyediakan produk fashion yang inovatif dan memiliki daya

saing

b. Memberikan hasil investasi terbaik kepada pemegang saham c. Memberikan layanan distribusi dengan cepat dan tepat

d. Mengembangkan pasar modern

e. Membangun SDM perusahaan sehingga menjadi Human Capital

f. Berperan aktif dan sentral dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR).

Goals atau tujuan dari perusahaan adalah: a. Financials :

1. Total sales : Rp 55.767.863.530,79 2. Earning after tax (EAT) : Rp 7.023.368.539,69 3. Return on investment (ROI) : 3%

b. Non-Financials :

1. Brand Dadung mencapai tahap awareness.

2. Masuk peringkat tiga besar market share di existing Department Store.

3. Produk Brand Dadung sebagai sarana aktualisasi diri dan life style yang spesifik bagi anak muda.

4. Efektivitas penjualan di Department Store minimal mencapai 30%, artinya dari rata-rata total stok yang tersedia di counter setiap bulan harus terjual minimal 30%.

37 3. Lokasi Perusahaan

Pada saat awal berdiri tahun 1992, PT. Mondrian menempati lokasi di Jalan Manahan Kav. 3-13, Jonggrangan, Klaten Utara. Perusahaan ini menempati areal seluas ± 2.400 m². Lokasi yang ditempati berada ditengah-tengah perumahan rakyat dan bukan merupakan kawasan industri. Seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya pada tanggal 1 Juli 1999 perusahaan memutuskan untuk memindahkan lokasi perusahaan dengan ijin tempat usaha Nomor 503/1071/1999 yang dikeluarkan oleh Pemda Klaten dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan, didirikanlah lokasi perusahaan yang baru dengan areal seluas 8.640 m² di Jalan K.H. Hasyim Ashari No. 171, Mojayan (BY Pass) Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah.

Dasar-dasar pertimbangan pemilihan lokasi tersebut adalah: a. Lokasi yang baru berada pada zona industri di Kabupaten

Klaten.

b. Berada dipinggir jalan raya (By Pass) Jogja-Solo, sehingga mudah diakses oleh supplier maupun konsumen dan memudahkan proses distribusi.

c. Banyak ahli desain dan tenaga kerja yang lain dengan upah yang relatif masih murah.

d. Memanfaatkan dan memperdayakan potensi daerah dengan membuka lapangan kerja khususnya bagi masyarakat Kabupaten Klaten.

38 4. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan dibuat untuk mengetahui sistem pengorganisasian perusahaan tersebut. Fungsi pengorganisasian dalam perusahaan tersebut adalah mengatur jalannya perusahaan secara bersama sehingga dapat mencapai sasaran perusahaan. Struktur organisasi akan mengggambarkan secara skematis tentang bagian-bagian tugas dan tanggung jawab serta hubungan antar bagian atau antar departemen yang ada. Dengan demikian perusahaan memiliki garis komando yang jelas untuk seluruh karyawan.

Sejak mulai berdiri pada tahun 1992, struktur organisasi PT. Mondrian sudah mengalami beberapa perubahan sesuai

dengan strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Adapun struktur organisasi PT. Mondrian untuk tahun 2010 adalah:

39 Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Mondrian Klaten

KOMISARIS UTAMA DIREKTUR BOD DIREKTUR UTAMA SEKRETARIS DIREKTUR UTAMA DIREKTUR PRODUK DIREKTUR PRODUKSI DIREKTUR AKSELERASI MIS KONSINYASI KEUANGAN DIREKTUR MARKETING DIREKTUR DISTRIBUSI PEMBELIAN GM LOKAL GM EXPORT MANAJER UMUM KENDARAAN HRD

40 PT. Mondrian dipimpin oleh seorang Direktur Utama dan dibantu oleh sekretaris perusahaan, Manager Umum dan Manager yang menangani Sistem Teknologi Informasi. Sedangkan Direktur pada bagian lain membawahi dan memimpin bagian masing-masing serta mempunyai keterkaitan satu sama lain sehingga tercipta satu kesatuan yang utuh.

Tugas dan wewenang jabatan dari struktur organisasi PT. Mondrian adalah:

a. Komisaris Utama

Tugas dan tanggung jawab Komisaris Utama adalah:

1) Mengawasi dan menertibkan pelaksanaan untuk mencapai tujuan perusahaan.

2) Merumuskan strategi perusahaan dan membuat kebijakan. 3) Merencanakan kegiatan jangka panjang, mengawasi dan

mengkoordinasi seluruh kegiatan dalam perusahaan untuk mencapai tujuan.

b. Direktur Utama 1) Perencanaan

Tugas awal Direktur Utama adalah menyusun rencana strategis menyeluruh di dalam perusahaan yaitu:

a) Menentukan waktu pelaksanaan rencana kerja. b) Menetukan siapa pelaksana rencana kerja tersebut. c) Menentukan kebijaksanaan.

41 d) Menentukan target penjualan.

2) Pengorganisasian

Suatu teamwork yang bertanggung jawab tugas masing-masing. Dalam hal ini Direktur Utama yang berwenang dalam pembagian tugas dan tanggung jawab kepada karyawan.

3) Pengarahan

Setelah rencana strategis tersusun dan struktur organisasi terbentuk, maka tugas Direktur Utama selanjutnya adalah memberikan pengarahan tentang cara pelaksanaan rencana kerja yang tersusun dan memotivasi kepada bawahan agar segala rencana dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan bermutu tinggi.

4) Pengawasan

Direktur utama melakukan pengawasan terhadap kinerja para karyawan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing sehingga organisasi dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

c. Manager Umum

Tugas dan tanggung jawab Manager Umum adalah:

1) Mendukung program kerja perusahaan yang telah ditetapkan baik dari segi Sumber Daya Manusia, penyediaan, kendaraan, lokasi dan gudang.

42 2) Menciptakan hubungan kerja yang harmonis.

3) Menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman dan aman.

4) Bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

Dalam menjalankan tugasnya Manager Umum dibantu oleh:

a) Kepala Personalia, bertugas menjalankan pekerjaan yang menyangkut kepegawaian, rencana kerja dan administrasi umum sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan.

b) HRD, bertugas meningkatkan kinerja karyawan dengan memberikan pelatihan khusus agar kinerja karyawan bias maksimal dan bertugas menyeleksi tenaga kerja yang masuk.

c) Kepala keamanan, bertanggungjawab atas keamanan lingkungan perusahaan.

d) Kepala kendaraan, bertanggungjawab atas kondisi kendaraan yang digunakan untuk kelancaran kegiatan perusahaan.

e) Kepala rumah tangga bertanggungjawab atas kebersihan dan kenyamanan perusahaan.

f) Sarasi, bertugas memeriksa dan memperbaiki mesin produksi yang rusak.

43 d. Sekretaris

1) Menyiapakan acara kerja Direktur Utama.

2) Melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan surat menyurat.

3) Mengadakan hubungan dengan instansi lain yang berhubungan dengan perusahaan.

4) Dalam keadaan tertentu dapat mewakili Direktur Utama. e. Direktur BOD ( Business Operation Director)

Mewakili wewenang untuk mengatur dan mengawasi kerja Direktur Produksi, Direktur Distribusi dan Direktur Promosi. Kinerja ketiga Direktur tersebut dikoordinasi oleh Business Operation Director. BOD tersebut harus memberikan laporannya secara berkala kepada Direktur Utama.

1) Direktur Produk

Bertugas menerima dan mengatur pelaksanaan order dari konsumen berupa desing dan karakteristik produk. Order tersebut diimplementasi kepada perusahaan.

2) Direktur Distribusi

Mengatur dan memantau segala kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan penjualan dan distribusi produk agar diteriam baik oleh konsumen.

44 3) Direktur Promosi

Bertugas untuk mengatur segala kegiatan promosi kepada konsumen dan survey ke tempat-tempat yang memungkinkan untuk memperluas pamasaran produk.

f. Direktur Akselerasi

Mewakili wewenang untuk mengatur dan mengawasi kerja bagian:

1) Keuangan

a) Mengelola keuangan perusahaan.

b) Melakukan pembukuan sekaligus menyusun laporan keuangan.

c) Mengendalikan segala pengeluaran perusahaan. 2) Konsinyasi

Bertugas untuk mengendalikan sirkulasi uang kaitannya dengan penjualan barang secara kredit.

3) MIS (Manager Information System)

a) Membuat suatu sistem komputer bagi perusahaan sehingga mempermudah segala aktifitas yang dilakukan perusahaan.

b) Melindungi dan melakukan perawatan jaringan atau sistem komputer perusahaan.

c) Menampung segala data dan informasi baik dari dalam maupun dari luar perusahaan melalui jaringan komputer.

45 4) Pembelian

a) Menyediakan segala kebutuhan perusahaan baik untuk keperluan kantor maupun operasional produksi.

b) Mengadakan hubungan dengan supplier. g. Direktur Produksi

Tugas dan tanggung jawab Direktur Produksi adalah:

1) Memproduksi barang untuk didistribusikan dan dari order konsumen.

2) Bertanggungjawab atas mutu hasil produksi dan mempercepat inovasi terbaru.

3) Mengadakan pengawasan kualitas barang yang dihasilkan. a) GM Export

Bertugas mengawasi dan mengatur proses produksi mulai dari persiapan sampai dengan bagian finishing barang yang akan di ekspor.

b) GM Lokal

Bertugas mengawasi dan mengatur proses produksi mulai dari persiapan sampai dengan bagian finishing barang yang akan dijual di Indonesia.

46 5. Personalia

a. Tenaga Kerja

Tingkat pendidikan tenaga kerja di PT. Mondrian saat ini, dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1

Tingkat Pendidikan Karyawan PT. Mondrian

No Pendidikan Jumlah Karyawan Presentase (%) 1 SD 60 5.62% 2 SMP 204 19.10% 3 SMU 655 61.33% 4 D1 11 1.03% 5 D2 2 0.19% 6 D3 57 5.33% 7 S1 77 7.21% 8 S2 2 0.19% Jumlah 1068 100% Sumber : PT.Mondrian

Berdasarkan tabel 3.1 pendidikan karyawan PT. Mondrian yang paling banyak adalah lulusan SMU yaitu 655 karyawan dengan presentase 61.33 %.

Penggolongan karyawan di PT. Mondrian dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:

1) Karyawan Tetap

Adalah karyawan yang telah diangkat sebagai karyawan tetap dan mendapatkan gaji secara bulanan.

2) Karyawan Harian

Adalah karyawan yang belum diangkat sebagai karyawan tetap, namun telah dipekerjakan secara rutin dan

47 mendapatkan gaji secara harian dan diberikan pada akhir minggu berjalan.

3) Karyawan Borongan

Adalah karyawan yang menerima gaji sesuai dengan jumlah produk yang dihasilkan, semakin banyak jumlah produk yang dihasilkan maka semakin besar pula gaji yang diterima.

b. Jam Kerja

Jam kerja dan jam istirahat karyawan yang diterapkan oleh PT. Mondrian adalah :

1) PT. Mondrian beroperasi selama 6 hari jam kerja dalam satu minggu mulai dari hari senin sampai dengan sabtu.

2) Jam kerja untuk hari senin sampai jumat adalah pukul 07.30 - 15.30 WIB, kecuali jam kerja untuk hari sabtu pukul 07.30 – 15.30 WIB.

3) Waktu istirahat dimulai pukul 12.00 – 12.45 WIB, kecuali hari jumat dimulai pukul 11.30 – 13.00 WIB. Sedangkan hari sabtu tidak ada jam istirahat, karena hanya diberlakukan setengah hari kerja.

c. Tata Tertib kerja

1) Berada ditempat kerja masing-masing 10 menit sebelum jam kerja dimulai dan menjalankan tugas-tugasnya pada waktu bel kedua berbunyi dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab.

48 2) Melaksanakan absensi sendiri pada mesin absensi

elektronik, saat akan masuk kerja dan pulang kerja.

3) Seluruh karyawan di bagian produksi diwajibkan masuk ke ruang kerja pada hari senin – sabtu, paling cepat 15 menit sebelum jam kerja dimulai dan paling lambat 2 menit sebelum jam kerja dimulai.

4) Seluruh karyawan di bagian produksi setelah istirahat diwajibkan masuk keruang kerja pada hari senin-sabtu, paling cepat 15 menit sebelum jam kerja dimulai dan paling lambat 2 menit sebelum jam kerja dimulai.

5) Memberitahu bagian personalia melalui petugas satpam paling lambat 24 jam setelah tidak dapat masuk karena over mach (kecelakaan, sakit) dan force major (bencana alam) 6) Memberitahu direktorat yang bersangkutan melalui petugas

satpam paling lambat 5 menit sebelum jam kerja dimulai, apabila mengalami hambatan dalam perjalanan sehingga terlambat masuk kerja, bukan karena faktor over mach dan force major.

d. Kesejahteraan Karyawan

PT. Mondrian meningkatkan kesejahteraan dan memberikan motivasi kerja, serta memberikan jaminan sosial dan fasilitas kerja diantaranya sebagai berikut:

1) Perusahaan mengikutsertakan tenaga kerjanya menjadi peserta program Jaminan Sosial Tenaga Kerja sesuai

49 ketentuan Undang-Undang No. 01 tahun 1992 Junto Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1993.

2) Seluruh karyawan diikutsertakan dalam wadah SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia).

3) Karyawan yang mendapat musibah, misalnya kematian anak, istri, suami mendapat bantuan social dan uang duka dari perusahaan.

4) Karyawan yang melahirkan mendapat cuti dan sumbangan sekedarnya dari perusahaan.

5) Apabila pekerja tertimpa kecelakaan kerja, maka segala biaya yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan. 6) Karyawan tetap mendapat seragam dari perusahaan.

7) Karyawan akan mendapat tunjangan hari raya lebaran dan natal.

8) Perusahaan juga menyediakan fasilitas- fasilitas lain guna memberikan kenyamanan dan kesehatan bagi karyawan antara lain: kantin, tempat parkir, mushola, poliklinik dan loker untuk menyimpan barang pribadi.

e. Perekrutan Tenaga Kerja

Sistem recruitment dan pengelolaan SDM di PT. Mondrian dimulai dengan penyebaran informasi penerimaan karyawan baru melalui beberapa media seperti surat kabar, radio, dan kampus-kampus yang terkait dengan spesifikasi terhadap surat lamaran dan diadakan wawancara terhadap calon karyawan.

50 Apabila calon karyawan dinyatakan lulus wawancara maka akan dilanjutkan dengan serangkaian test sesuai dengan bidang masing-masing. Calon karyawan yang dinyatakan lulus test akan menjalani masa job training kurang lebih tiga bulan sebelum diangkat menjadi karyawan tetap.

6. Aspek Produksi

a. Bahan Baku dan Bahan Penolong

Dalam dokumen Nanda Muhammad Syarif (Halaman 38-73)

Dokumen terkait