BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
8) Metode Perintah
Metode printah merupakan metode yang paling sering digunakan oleh orang tua keluarga Dusun Simbar dalam mendidik anaknya. Kondisil tersebut dikarenakan sifat anak yang masih labil dimana anak masih suka menyepelekan bahkan melupakan pekerjaan yang harus dikerjakan. Dalam setiap atifitas anak perlu mendapat pengawasan dari orang tua, sehingga dalam pengawasan tersebut terdapat perintah dari orang tua agar aktifitas anak dapat dilaksanakan sesuai yang diharapkan.
Anak di rumah lebih sering mendapatkan perintah dari ibu, hal tersebut dikarenakan ayah pada kebanyakan keluarga bekerja di ladang dan jarang berada di rumah. Penerapan metode perintah diterapkan oleh informan Dusun Simbar untuk membentuk pembiasaan sikap disiplin pada anak. Penerapan yang sering ditemukan dalam obsevasi yakni saat orang tua memerintahkan anaknya untuk melakukan kegiatan tepat waktu, seperti perintah tidur jika sudah malam. Perintah lain diberikan apabila anak belum
100
melaksanakan suatu pekerjaan, orang tua akan menanyakan dan kemudian menyuruh agar segera dilakukan, baik saat anak belum belajar, belum makan, mandi ataupun yang lain. Orang tua akan menyuruh anak untuk segera melakukan (catatan lapangan 10,11,14 September 2014). Pernyataan tersebut sesuai dengan pernyataan bapak SH yang menerangkan:
“Saya menyuruh anak saya melakukan sesuatu dengan tepat waktu seperti bangun tidur, paling telat jam setengah enam sudah, kemudian disiplin sholat lima waktu harus selalu dikerjakan, tidur juga paling telat jam delapan sudah saya suruh untuk tidur...” (Rabu, 10 September 2014).
Hal serupa juga diungkapan oleh ibu PW dalam wawancara Selasa, 23 September 2014 sebagai berikut:
“Karena sudah kelas enam sudah besar seharusnya sudah bisa untuk mandiri, menurut saya sudah wajib meski terkadang sering lupa tetapi saya selalu menyuruh untuk jangan dilakukan semisal jika sudah selesai sekolah harus pulang, kemudian makan jangan langsung bermain” (Selasa, 23 September 2014).
Perintah lain yang banyak ditemukan saat observasi pada keluarga Dusun Simbar yakni perintah untuk disiplin beribadah terutama sholat. Kondisi tersebut dibuktikan dalam observasi, dimana orang tua terutama ibu selalu memerintah anak untuk melaksanakan ibadah. Perintah tersebut dilakukan orang tua karena sifat anak yang labil dan terkadang melalikan ibadah, meskipun dalam observasi juga ditemukan anak yang beribadah sendiri secara sadar tanpa disuruh orang tuanya. Orang tua selalu menanyakan ibadah tersebut sudah dilaksanakan belum dan jika belum orang tua memberikan perintah
101
untuk segera melaksanakan. Dalam menjalankan kegiatan lain seperti saat anak akan makan maupun melaksanakan pekerjaan lain, perintah untuk berdoa terlebih dahulu selalu diutarakan dari orang tua (catatan lapangan 10,11,14 September 2014).
Pernyataan di atas diperkuat pula oleh jawaban wawancara dari bapak AT tentang perintah melaksanakan ibadah sebagai berikut:
“saya mengingatkan untuk segera melaksanakan meskipun sebagai orang tua harus menyuruh anaknya sholat jika sudah balig tetapi saya tidak pernah memaksa anak saya apa lagi dengan memakai kekerasan” (Jumat, 19 September 2014). Pernyataan yang sama juga diutarakan oleh ibu LS yang menyatakan:
“Saya menyuruh anak saya mengerjakan sesuatu yang belum dikerjakan seperti jika belum belajar saya perintahkan belajar, jika belum sholat saya perintakan untuk sholat, meskipun jika subuh anak sulit bangun, tetapi jika sudah hampir Magrib saya menyuruh bersiap-siap sholat,” (Jumat, 19 September 2014). Terdapat pula perintah dalam aspek sikap yaitu perintah untuk bersikap sopan baik dalam perkataan, perbuatan serta penampilan yang merupakan salah satu perintah yang orang tua Dusun Simbar tekankan. Perintah tersebut untuk melatih disiplin dalam tata krama selain mengajarkan orang tua juga memerintahkan agar anak menjaga penampilan tidak boleh dengan penampilan kurang rapi, sopan apabila ada tamu, apabila berjalan didepan orang tua harus sedikit membungkut dan juga apabila ditanya maka orang tua perintahkan untuk dijawab dengan sopan menggunakan Bahasa Jawa Krama.
102
Pernyataan tersebut sesuai dengan pendapat bapak SH yang menyatakan:
“Saya menyuruh anak saya, semisal jika berjalan di depan orang tua harus sedikit membungkuk, tersenyum, perilaku ini sudah saya jadikan keharusan untuk bicara sopan dan berperilaku yang baik” (Rabu, 10 September 2014).
Pernyataan di atas sama dengan hasil wawancara ibu LS yang menyatkan:
“Saya meminta agar anak saya selalu menjawab dengan sopan menggunakan Bahasa Jawa jika ditanya orang lain, kemudian tidak boleh berpenampilan seperti anak nakal, berperilaku baik, jika dimintai tolong harus membantu” (Jumat, 19 September 2014).
Terdapat satu perintah khusus dari orang tua Dusun Simbar berikan kepada anaknya yakni, perintah untuk waspada dan menjauhi Kawah Timbang karena kemungkinan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh gas yang keluar dari kawah tersebut. Orang tua Dusun Simbar sangat menekankan bahkan melarang agar anak melakukan berbagai aktifitas dekat kawah. Orang tua keluarga Dusun Simbar memiliki perintah yang sama yakni menyuruh serta melarang anak agar tidak bermain bahkan mendekat menuju kawah. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan pendapat dari ibu UM yang berpedapat “Saya menyuruh anak agar tidak bermain kesana karena kadang gas tidak tahu keluar kapan, jika anak saya kebetulan sedang ada di sana nanti berbahaya” (Senin, 15 September 2014).
Berdasarkan pemaparan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa metode perintah merupakan metode pendidikan
103
keluarga yang sering orang tua laksanakan. Kondisi tersebut dikarenakan perilaku anak yang masih perlu pengawasan sehingga dengan menggunakan perintah nantinya akan memudahkan orang tua dalam mengatur anak. Penerapan perintah di rumah masih dominan dilakukan oleh ibu, dan dalam penerapanya perintah digunakan untuk pembentukan pembiasaan sikap disiplin agar anak mengerjakan pekerjaan tepat waktu atau memerintahkan anak agar melaksanakan pekerjaan yang belum dikerjakan. Terdapat pula perintah dari orang tua keluarga Dusun Simbar dalam aspek sikap bertata Krama yakni perintah orang tua agar anak selalu bersikap sopan baik dalam perkataan, perbuatan serta penampilan. Kemuadian perintah terahir dan khusus hanya ada di Dusun Simbar yakni perintah untuk waspada dan menjauhi Kawah Timbang karena kemungkinan bahaya yang dapat ditimbulkan dari gas yang keluar dari kawah tersebut.