LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori
2. Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD)
a. Pengertian metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) Dalam mewujudkan pembelajaran yang baik, hendaknya menggunakan metode maupun media yang tepat. Ada banyak
metode dan media pembelajar yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Menurut Awang dalam Suwardi (2017:226) media adalah salah satu aspek terpenting dari komunikasi dalam kehidupan manusia, perilaku, gaya hidup, dan norma kehidupan.
Metode adalah cara yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan (Sutan Zanti Arbi, 1993: 28). Metode pembelajaran yang mengedepankan komunikasi antara peserta didik yaitu metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) yang merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif. (Robert E. Slavin, 2009:143)
Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) adalah metode untuk memotivasi dan membantu peserta didik menguasai serta mampu mengembangkan keterampilan dalam pembelajaran.
b. Komponen Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Student Teams Achievement Divisions (STAD) terdiri atas lima komponen utama, yaitu presentasi kelas, kerja kelompok (tim), kuis, skor kemajuan individual, rekognisi (penghargaan) kelompok. 1) Presentasi kelas (Class Presentation). Dalam Student Teams
disampaikan dalam presentasi kelas. Metode yang digunakan biasanya dengan pembelajaran langsung atau diskusi kelas yang di pandu guru. Selama presentasi kelas, peserta didik harus benar-benar memperhatikan karena karena dapat membantu mereka dalam mengerjakan kuis individu yang juga akan menentukan nilai kelompok.
2) Kerja kelompok (Team Works). Setiap kelompok terdiri atas 4-5 peserta didik yang heterogen (laki-laki dan perempuan, berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan berbeda). Fungsi utama dari kelompok adalah menyiapkan anggota kelompok agar mereka dapat mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menjelaskan materi, stiap anggota kelompok mempelajari dan mendiskusikan LKS, memandingkan jawaban dengan teman kelompok dan saling membantu antar anggota jika ad yang mengalami kesulitan. Setiap saat guru mengingatkan dan menekankan pada setiap kelompok agar setiap anggo melakukan yang terbaik untuk kelompoknya dan pada kelompok sendiri agar melakukan yang terbaik untuk membantu anggotanya. 3) Kuis (Quizes). Setelah guru memberikan presentasi, peserta
didik diberi kuis individu. Peserta didik tidak diperbolehkan membantu sama lain selama kuis berlangsung. Setiap peserta didik bertanggungjawab untuk mempelajari dan memahami materi yang telah disampaikan.
4) Peningkatan nilai individu (Individual Improvement Score). Peningkatan nila individu dilakukan untuk memberikan tujuan prestasi yang ingin dicapai jika peserta didik dapat berusaha keras dan hasil prestasi yang lebih baik dariyang telah diperoleh sebelumnya. Setiappeserta didik dapat menyumbangkan nilai maksimum pada kelompoknya dan setiap peserta didik mempunyai skor dasar yang diperoleh dari rata-rata tes atau kuis sebelumnya. Selanjutnya, peserta didik menyumbangkan nilai untuk kelompok berdasarkan peningkatan nilai individu yang diperoleh.
5) Penghargaan kelompok (Team Recognation). Kelompok mendapatkan sertifikat atau penghargaan lain jika rata-rata skor kelompok melebihi kriterian tertentu. Skor tim peserta didik dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka. (Jumanta Hamdayama, 2014:116)
c. Langkah-Langkah Metode Student Teams Achievement Divisions
(STAD)
1) Guru menyampaikan materi pembelajaran atau permasalahan kepada peserta didik sesuai kompetensi dasar yang akan dicapai. 2) Guru memberikan tes/ kuis kepada setiap peserta didik secara
individual sehingga akan diperoleh skor awal.
(tinggi, sedang dan rendah). Jika mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta kesetaraan jender.
4) Bahan materi yang telah dipersiapkan didiskusikan dalam kelompok untuk mencapai komponen dasar. Pembelajaran
Student Teams Achievement Divisions (STAD), biasanya digunakan untuk penguatan pemahaman materi.
5) Guru menfasilitasi peserta didik dalam membuat rangkuman, mengarahkan, dan memberikan penegasan pada materi pembelajaran yang telah dipelajari.
6) Guru memberikan tes/ kuis kepada setiap peserta didik secara individual.
7) Guru memberikan penghargaan pada kelompok berdasarkan perolehan nilai peningkatan hasil belajar individual dari skor dasar ke skor kuis berikutnya. (Jumanta Hamdayama, 2014:117) d. Kelebihan dan kekurangan metode Student Teams Achievement
Divisions (STAD)
Kelebihan dan kekurangan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) adalah sebagai berikut:
1) Kelebihan metode Student Teams Achievement Divisions
(STAD).
a) Peserta didik bekerja sama dalam mencapai tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
b) Peserta didik aktif membantu dan memotivasi semangat untuk berhasil bersama.
c) Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok.
d) Interaksi antar peserta didik seiring dengan peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.
e) Meningkatkan kecakapan individu. f) Meningkatkan kecakapan kelompok. g) Tidak bersifat kompetitif.
h) Tidak memiliki rasa dendam.
2) Kekurangan metode Student Teams Achievement Divisions
(STAD).
a) Kontribusi dari peserta didik berprestasi rendah menjadi kurang.
b) Peserta didik berprestasi tinggi akan mengarah pada kekecewaan karena peran anggota yang pandai lebih dominan.
c) Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk peserta didik sehingga sulit mencapai target kurikulum.
d) Membutuhkan waktu yang lebih lama untuk guru sehingga pada umumnya guru tidal mau menggunakan pembelajaran kooperatif.
e) Membutuhkan kemampuan khusus guru sehingga tidak semua guru dapat melakulkan pembelajaran kooperatif. f) Menuntut sifat tertentu dari peserta didik, misalnya sifat
suka bekerja sama. (Jumanta Hamdayama, 2014:118). 3. Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad saw Periode Madinah
a. Pengertian sejarah
Kata sejarah secara etimologi jika diungkapkan dalam bahasa arab disebut taariikh, yang bermakna ketentuan masa atau waktu, sedang ilmu tarikh berarti ilmu yang mengandung atau yang membahas penyebutan peristiwa dan sebab-sebab terjadinya peristiwa tersebut. Adapun secara terminologi berarti keterangan yang telah terjadi di kalangannya pada masa yang telah lampau atau pada masa yang sekarang (Muhammad Hambal Shafwan, 2014:15). Sejarah adalah informasi mengenai peristiwa atau kejadian yang terjadi pada masa lalu maupun masa sekarang.
b. Pengertian hijrah
Hijrah adalah suatu peristiwa sejarah yang tidak pernah dikecilkan kepentingannya, baik oleh kalangan kaum Muslimin atau oleh musuh-musuh Islam. Dalam peristiwa hijrah tergambar lukisan yang indah mengenai budi pekerti yang amat tinggi dan mulia (A. Syalabi, 2007: 100). Peristiwa hijrahnya Rasulullah saw merupakan berpindahnya Rasulullah saw dari Mekkah ke madinah atas perintah Allah swt. untuk menegakkan ajaran aqidah Islam.
c. Sebab-Sebab Rasulullah Hijrah
Sebab utama yang membuat Nabi hijrah ke Madinah, yaitu:
Pertama, perbedaan iklim di kedua kota itu mempercepat mempercepat dilakukannya hijrah. Iklim Madinah yang lembut dan watak rakyatnya yang tenang sangat mendorong penyebaran dan pengembangan agama Islam. Sebaliknya, kota Mekkah tidak mempunyai dua kemudahan itu.
Kedua, nabi-nabi umumnya tidak dihormati di negara-negaranya sehingga Nabi Muhammad pun tidak diterima oleh kaumnya sendiri. Akan tetapi disukai sebagai Nabi Allah, oleh karena orang-orang Madinah dan dia sungguh diundangnya.
Ketiga, tantangan yang Nabi hadapi tidaklah sekeras di Mekkah, golongan pendeta dan kaum ningrat Quraisy yang menganggap Islam bertentangan dengan kepentingan mereka, ini tentu berbeda dengan sikap penduduk Madinah terhadap Nabi.(Imam
Fu‟adi, 2011:13-14)
d. Perjalanan Hijrah Rasulullah saw.
Menjelang larut malam, Nabi Muhammad saw. menuju ke rumah Abu Bakar dan mengajaknya hijrah. Kedua orang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang dan terus bertolak ke arah selatan menuju Gua Sur. Jalan yang ditempuh oleh mereka adalah jalan yang tidak mungkin dilewati manusia. Hal ini dilakukan
supaya para pemuda Quraisy yang mengejar tidak menyangka mereka melalui jalan itu.
Dalam perjalanannya, mereka berdua sempat bersembunyi di Gua Sur selama tiga hari tiga malam. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian itu selain Abdullah bin Abu Bakar, kedua orang puterinya, Aisyah dan Asma, dan pembantu
mereka „Amir bin Fuhaira. Tugas Abdullah adalah mencari
informasi tentang rencana kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw. Pada malam hari ia menyampaikan informasi tersebut kepada Nabi Muhammad saw. beserta ayahnya.
Pada hari ketiga, mereka berdua sudah mengetahui bahwa situasi sudah tenang, mereka berangkat dan melanjutkan perjalanan dengan perbekalan yang diberikan oleh putrinya. Supaya aman dalam perjalanan, Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar mengambil jalan yang tidak pernah dilalui manusia. Abdullah bin Uraiqit dari
Banu Du‟il diminta sebagai penunjuk jalan. Keduanya membawa
Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar dengan hati-hati sekali ke arah selatan kemudian menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah.
Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar beserta penunjuk jalannya itu sepanjang malam dan siang berada di atas kendaraan. Tidak lagi mereka pedulikan kesulitan dan rasa lelah. Mereka hanya percaya bahwa Allah Swt. akan menolong mereka.
Orang Quraisy mengadakan sayembara, siapa saja yang dapat membawa Nabi Muhammad saw, hidup atau mati, hadiah besar dan jabatan tinggi menantinya. Hal ini menarik hati masyarakat pada waktu itu, termasuk Suraqa bin Malik yang sudah mengetahui perjalanan Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar. Tidak lama kemudian Suraqa bin Malik mendatangi tempat yang dimaksud dan dia menemukan Nabi Muhammad saw. beserta kedua temannya yang sedang beristirahat di sebuah batu besar sambil menyantap bekal yang diberikan oleh Asma, putri Abu Bakar.
Setiap kali Suraqa bin Malik mendekati rombongan Nabi Muhammad saw. kudanya selalu tersungkur. Hal itu berulang sampai empat kali. Suraqa yang percaya kepada dewa berpikir bahwa itu adalah pertanda buruk sehingga dia mengurungkan niatnya dan kembali ke Mekah.
Selama tujuh hari terus-menerus mereka berjalan. Mereka hanya beristirahat di bawah panas membara musim kemarau dan berjalan lagi sepanjang malam mengarungi lautan padang pasir. Hanya karena adanya ketenangan hati kepada Allah Swt. membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman. Mereka selalu yakin bahwa Allah Swt. akan selalu bersama mereka.
Di tengah perjalanan menuju Madinah, Rasulullah saw.
menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam. Beliau singgah di sana selama empat hari untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Madinah. Pada hari Jumat pagi, beliau berangkat dari Quba‟ dan tiba
di perkampungan Bani Salim bin Auf tepat pada waktu Shalat Jumat. Shalat-lah beliau di sana. Inilah Shalat Jumat pertama dalam Islam. Khotbahnya pun merupakan khotbah yang pertama.
Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kedatangan beliau telah dinanti-nanti masyarakat Madinah. Pada hari kedatangan Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar, masyarakat Madinah sudah menunggu di jalan yang akan dilalui Nabi Muhammad saw., lengkap dengan regu genderang. Mereka mengelu-elukan Nabi Muhammad saw. dan genderang pun gemuruh diselingi nyanyian yang sengaja digubah untuk keperluan
penyambutan itu. “Bulan purnama telah muncul di tengah-tengah
kita, dari celah-celah bebukitan. Wajiblah kita bersyukur atas ajakannya kepada Allah Swt. Wahai orang yang dibangkitkan untuk
kami, kau datang membawa sesuatu yang wajib ditaati.” Itulah syair
penyambutan Nabi Muhammad saw. di Madinah. e. Dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah
Setelah sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw. mulai membuat program kerja dan melaksanakannya seperti yaitu membangun masjid, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, dan membuat perjanjian dengan penduduk Madinah.
Langkah pertama, membangun masjid. Pembangunan masjid segera dimulai dan seluruh umat Islam ikut ambil bagian sehingga berdiri sebuah masjid berdinding bata, berkayu batang kurma, dan beratap daun kurma.
Masjid yang dibangun Rasulullah saw. bersama-sama kaum Muhajirin dan Ansar tidak hanya berfungsi untuk Shalat semata, akan tetapi untuk seluruh kegiatan Nabi di Madinah. Di antara fungsi masjid pada zaman Nabi adalah sebagai tempat mempersatukan umat, bermusyawarah tentang perkembangan Islam, mengkaji ilmu agama, bahkan sebagai pusat pemerintahan setelah Rasulullah dipilih sebagai pemimpin di Madinah.
Seluruh aktivitas masyarakat Madinah dipusatkan di masjid. Itulah fungsi masjid yang sebenarnya sudah dibangun oleh Rasulullah saw. Bagaimana dengan masjid sekarang? Apakah hanya berfungsi sebagai tempat Shalat belaka? Kalian harus bisa memfungsikan masjid di tempat tinggal kalian, termasuk masjid sekolah sebagaimana fungsi masjid pada zaman Nabi Muhammad saw.
Langkah berikut Nabi Muhammad saw. adalah mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dengan Ansar. Muhajirin adalah orang yang hijrah dari Mekah ke Madinah, sedangkan Ansar adalah orang Madinah yang menyambut
Muhajirin sebagai saudaranya sendiri. Mereka mempersilakan saudaranya tinggal di rumah dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada di rumah tersebut.
Langkah ini mendapat simpati seluruh lapisan masyarakat Madinah. Orang-orang Muhajirin merasa nyaman dan tenteram, meskipun bukan tinggal di rumah sendiri. Mereka melakukan kegiatan dan interaksi dengan penduduk Madinah dan saling menolong sehingga suasana Madinah menjadi indah dan menyenangkan.Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh kaum muslimin dan orang-orang
nonmuslim di Madinah, yang kemudian disebut “Piagam Madinah”.
Perlu diketahui, bahwa di Madinah tidak hanya orang-orang Islam saja yang tinggal, tetapi di sana terdapat pula orang-orang nonmuslim. Agar terjadi hubungan yang harmonis, saling menghormati, toleransi, dan menjaga lingkungan di Madinah, maka harus ada kesepakatan bersama. Piagam inilah yang oleh Ibnu Hisyam disebut sebagai undang-undang dasar negara dan pemerintahan Islam yang pertama. Isinya mencakup, antara lain, perikemanusiaan, keadilan sosial, toleransi beragama, dan gotong royong.
Dengan program-program cerdas yang dilakukan Nabi Muhammad saw., Madinah menjadi daerah yang sangat maju baik peradaban maupun kebudayaannya sehingga terkenalah dengan
sebutan al-Madinah al-Munawarah (kota yang bercahaya). (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014:161-164).
4. Hubungan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD)