• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian kualitatif.

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berprinsip tentang pengelaborasian dan pengolahan gejala yang terjadi atau menemukan unsur-unsur atau pengetahuan yang belum ada dalam teori yang berlaku. Disinilah kedalaman dan keleluasan serta holistik42penelitian kualitatif menjadi penekanan disamping aspek ruang lingkup dan fokus penelitian harus dijaga.43 Peneliti bukan hanya mengumpulkan data sekali jadi atau sekaligus dan kemudian mengolahnya, melainkan tahap demi tahap dan makna disimpulkan selama proses berlangsung dari awal sampai akhir kegiatan.44

B. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan fenomenologi. Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu.45 Penelitian ini

42Holistik adalah corak khas dan suatu kelebihan dalam konsepi filosofis, sebab justru filsafat berupaya mencapai kebenaran yang utuh. Anton Bakker, Metodologi Penelitian Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius, 1990), h. 46.

43Syafwan Rozi, Metodologi Penelitian Agama, “Disusun Untuk Disampaikan dalam Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pada Jurusan Filsafat Agama Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah IAIN Bukittinggi”, Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2017, h. 33.

44Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan, Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), h. 328.

45Danu Eko Agustinova,”memahami metode penelitian kualitatif, teori dan praktik”,(

Yogyakarta : Calpulis),2015 h. 28

dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Konsep dasar fenomenologi adalah kompleksitas realitas atau masalah itu disebabkan oleh pandangan atau perspektif subjek. Karena itu, subjek yang berbeda karena memiliki pengalaman berbeda akan memahami gejala yang sama dengan pandangan yang berbeda.46

Pendekatan fenomenologi lebih ditekankan kepada kaum fenomenologi yang subjektif dari perilaku orang.47

C. Lokasi Penelitian Dan Objek Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi yang peneliti lakukan adalah di Kasiak Koto Sani Kabupaten Solok. Alasan penulis memeilih lokasi penelitian di Kasiak Koto Sani Kabupaten Solok ialah karena penulis menemukan suatu permasalahan yang perlu penulis teliti dan pecahkan. Jadi penulis membatasi skop penelitian di Kasiak Koto Sani Kabupaten Solok, itulah yang menjadi pertimbangan penulis untuk melakukan penelitian di Kasiak Koto Sani Kabupaten Solok tersebut.

2. Objek Penelitian

Adapun objek yang peneliti lakukan ialah terhadap masyarakat di daerah Kasiak Koto Sani, Kabupaten Solok tersebut.

Di mana peneliti akan melakukan wawancara kepada warga

46Syafwan Rozi, Metodologi Penelitian Agama, h. 35.

47Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, h. 9

tersebut tentang bagaimana pelaksanaan Tarekat Qadiriyah dan kesalehan sosial yang dilakukan oleh warga disitu.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan, yaitu suatu penelitian yang dilakukan turun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mengumpulkan data yang dapat menunjang serta berkaitan dengan masalah yang penulis teliti. Untuk memperoleh data-data lapangan ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode observasi adalah hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya suatu rangsangan tertentu yang diinginkan, atau suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang keadaan atau fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan mengamati dan mencatat. Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis secara deskriptif-kualitatif, yaitu menyajikan data secara rinci serta melakukan interpretasi teoritis sehingga dapat diperoleh gambaran akan suatu penjelasan dan kesimpulan yang memadai.

Observasi juga bersumber dari catatan peristiwa. Berguna untuk mencek keraguan validitas data untuk situasi yang rumit dan prilaku yang kompleks. Pada saat-saat tertentu jika metode lain

tidak memungkinkan maka observasi lebih memungkinkan untuk dilakukan.48

2. Wawancara

Wawancara yaitu teknik pengumpulan data yang berbentuk pertanyaan secara lisan. Melalui wawancara penulis akan dapat mengetahui h-h yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginteroretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, yang mana ini tidak bisa ditemukan hanya dengan observasi saja. Wawancara berbeda dengan interview yaitu metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab terstruktur dengan sistematis walaupun pada kesempatan tertentu wawancara terstruktur juga mirip dengan interview. Adapun jenis wawancara, yaitunya:

Pertama, wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan dengan terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan yang kadangkala disertai jawaban alternatif. Bertujuan untuk mengumpulkan data dengan lebih terarah kepada tujuan penelitian.

Wawancara terstruktur digunakan karena informasi yang akan diperlukan penelitian sudah pasti.49

Kedua, wawancara tidak berstruktur yaitu wawancara yang dilakukan dengan tidak menyusun daftar pertanyaan lebih dahulu tetapi merencanakan aspek yang akan ditanyakan supaya lebih mengarah. Dalam h ini pewawancara bebas mengajukan

48Syafwan Rozi, Metodologi Penelitian Agama, h. 71

49Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), h. 162

pertanyaan dan mengorek informasi sepuasnya dari sumber informasi.50

3. Dokumen

Dokumen merupakan catatan atau karya seseorang tentang sesuatu yang sudah berlalu. Dokumen itu dapat berbentuk teks tertulis, gambar maupun foto. Dokumen tertulis dapat pula berupa sejarah kehidupan (life history), biografi, karya tulis, dan cerita.51 E. Analisis Data

Analisis data penelitian kualitatif dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dikaji dimulai sejak sebelum peneliti memasuki lapangan, dilanjutkan pada saat peneliti berada dilapangan secara interaktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas sehingga datanya jenuh. Kejenuhan data ditandai dengan tidak diperolehnya lagi data atau informasi baru.52

F. Teknik Triangulasi Data

Triangulasi data adalah untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Data dari berbagai sumber tersebut, nantinya dideskripsikan, dikategorikan, mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana yang spesifik dari sumber-sumber itu, tidak bisa dirata-ratakan seperti

50Syafwan Rozi, Metodologi Penelitian Agama..., h. 76-77

51Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif..., h. 391

52Danu Eko Agustinova, memahami metode penelitian...,h. 63

dalam penelitian kuantitatif. Setelah menghasilakn kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan dengan sumber-sumber data tersebut.53

Dalam menguji krediabilitas data terhadap hasil penelitian ini, penulis menggunakan triangulasi data. Dimana triangulasi dalam pengujian kreadibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.54 Triangulasi dengan sumber berarti menggali kebenaran dengan informasi tertentu melalui berbagai sumber untuk memperoleh data.

53Danu Eko Agustinova, memahami metode penelitian...,h. 47

54Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendekatan..., h. 341

BAB IV

Dokumen terkait