BAB II TINJAUAN PUSTAKA
METODOLOGI 3.1. Desain
Jenis: Uji diagnostik
Metode Pengukuran Data: Cross sectional Analisis: deskripsi analitik
3.2. Waktu dan tempat a. Waktu
Penelitian dilakukan mulai dari Maret 2014 sampai Agustus 2014 b. Tempat
Penelitian dilakukan di IGD, Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam dan ICU RSUP H. Adam Malik
3.3. Subjek penelitian
Populasi : Penderita diduga sepsis dari IGD, dirawat di Ruang Rawat Inap Penyakit Dalam dan ICU RSUP H. Adam Malik Medan
Sampel: Semua populasi yang bersedia ikut serta dalam penelitian ini dan didiagnosis sebagai sepsis bakterialis dan sepsis non bakterialis
3.4. Kriteria
3.4.1. Kriteria inklusi
•Penderita sepsis bakterialis dengan PCT ≥ 2 ng/mL dan sepsis non bakterialis < 2 ng/mL
•berusia> 18 tahun, dan
•bersedia ikut serta dalam penelitian dan menandatangani informed consent 3.4.2. Kriteria eksklusi
• Penderita sepsis non bakterialis dengan gangguan hematologi berat (misal anemia aplastik),
• sepsis dengan keganasan, • riwayat atopi,
• kecacingan. • kehamilan, • infeksi HIV,
• penggunaan kortikosteroid jangka panjang, • pasien operasi.
3.5. Sampel Besar sampel
Rumus yang digunakan:
2
n1 = n2 = 2 Dimana :
n Z
= besar sampel minimal α
Zβ = deviat baku beta, untuk β = 0,20 Zβ = 0,84 = deviat bakualpha, untuk α = 0,05 → Zα = 1,96 X1-X2
S
= selisih minimal rerata yang dianggap bermakna 85 2
= simpangan baku dari selisih nilai antarkelompok 18345 n1= n2 = 2(1,96+0,8)2
(85)
(18345) = 38,6 orang
dibulatkan menjadi 39 orang minimal untuk tiap kelompok 2
3.6. Cara kerja
• Seluruh subyek penelitian dimintakan persetujuan untuk mengikuti penelitian
(informed consent), atau apabila tidak memungkinkan persetujuan dimintakan dari
keluarga subyek.
• Terhadap semua subjek yang termasuk dalam penelitian dilakukan:
a) Dicatat nama, umur, jenis kelamin, berat badan (BB) dan tinggi badan (TB).Semua sampel ditegakkan diagnosa sepsis berdasarkan kriteria SSC 2008 b) Pemeriksaan darah perifer lengkap dan PCT
(Zα+Zβ)S X1-X2
c) Pemeriksaaan PCT secara kuantitatif dengan menggunakan metode ELFA (Enzyme linked fluorescent immunoassay). Nilai PCT ≥ 2 ng/dlmenjadi cut off
point untuk sepsis bakterialis
Penderita dengan PCT ≥ 2 ng/dl dikelompokka n dalam kelompok sepsis bakterialis, sedangkan penderita dengan PCT < 2 ng/dl dikelompokkan dalam kelompok sepsis non bakterialis.
3.7. Bahan dan prosedur penelitian 3.7.1. Pengambilan sampel darah
Sampel darah diambil dari vena mediana cubiti dengan terlebih dahulu dilakukan tindakan anti septik dengan alkohol 70% dan dibiarkan kering. Setelah itu, usapkan Betadine solution dari tengah memutar ke tepi, biarkan kering. Pengambilan darah sebanyak 6 cc dilakukan dengan menggunakan disposible syringe yang dibagi atas 3 bagian. Bagian pertama sebanyak 3 cc darah dengan antikoagulan EDTA untuk pemeriksaan darah lengkap. Bagian kedua sebanyak 3 cc darah tanpa antikoagulan dan diambil serumnya untuk pemeriksaan PCT. Pengambilan darah dilakukan tanpa memperdulikan hari keberapa pasien dirawat, di mana apabila ditemukan pasien sepsis maka diambil sampel darahnya dalam waktu 24 jam. Dan saat pengambilan sampel darah, pasien dalam posisi berbaring.
3.7.2. Pemeriksaan PCT
Prinsip tes: Sandwich principle. Total durasi pemeriksaan : 18 menit.
• Inkubasi 1 : antigen dalam sampel (30 uL), suatu antibodi spesifik PCT biotinylated monoclonal dan suatu antibodi spesifik monoklonal yang dilabel dengan kompleks ruthenium dan bereaksi membentuk kompleks sandwich
• Inkubasi 2 : setelah penambahan mikroprtikel yang dilapisi streptavidin, kompleks akan berikatan ke solid phase melalui interaksi dari biotin dan streptavidin
• Campuran reaksi diaspirasi ke dalam masuring cell di mana mikropartikel ditangkap secara magnetik ke permukaan elektroda. Substansi yang tidak berikatan kemudian dipindahkan dengan Procell. Aplikasi voltase terhadap elektroda akan menginduksi emisi chemiluminescent yang diukur photo multiplier.
• Hasil ditentukan melalui kurva kalibrasi yang merupakan instrument spesifik oleh 2-point calibration dan suatu kurva master yang disediakan melalui barcode reagen
Nilai PCT : ≥ 2 ug/mL : sepsis bakterialis Nilai PCT : < 2 ug/mL : sepsis non bakterialis 3.7.3. Pemeriksaan Darah Perifer Lengkap
Sebanyak 2 mL darah dimasukkan kedalam vacutainer K2EDTA dan dihomogenkan perlahan sebanyak 8 kali. Analisa dilakukan menggunakan automatic cell counting Sysmex XT-4000i untuk memperoleh nilai MCV dan MCH dengan pemeriksaan
complete blood count (CBC). Pemeriksaan CBC terdiri dari kadar hemoglobin (Hb),
jumlah eritrosit (RBC), leukosit (WBC), hematokrit (HCT), Pemeriksaan ini harus selesai dalam waktu 1 jam setelah pengambilan sampel.
3.7.4. Hitung absolut eosinophil
Dari hasil pemeriksaan DPL dijumpai nilai eosinophil dalam satuan persentase dan absolut. Nilai eosinophil absolut bisa diperoleh dengan mengkalikan persentase eosinophil dengan jumlah leukosit total, hasil yang diperoleh dalam satuan sel/mm3 3.8. Definisi operasional
c. SIRS : pasien yang memiliki dua atau lebih kriteria: 1) suhu > 380C atau < 360C; 2) Denyut jantung > 90 kali/menit; 3) respirasi > 20 kali/menit atau PaCO2< 32 mmHg; 4) hitung leukosit> 12.000/mm3
d. Sepsis bakterialis :SIRS ditambah fokal infeksi yang diketahui, dengan nilai PCToleh karena sepsis bakterialis >2ug/dl.
atau sel imatur (band)> 10%.
e. Nilai eosinophil absolut : hitung absolut eosinophil dengan satuan sel/mm3, diperoleh dari pemeriksaan darah perifer lengkap, dengan nilai normal 70-500 sel/mm3
f. Eosinopenia : hitung absolut eosinophil < 50 sel/mm3
a. Usia : berdasarkan yang tertera pada rekam medis dengan satuan tahun
b. Jenis kelamin : berdasarkan yang tertera pada rekam medis dengan hasil pria atau wanita
g. Nilai prokalsitonin : hasil pemeriksaan prokalsitonin pada sepsis bakterialis ≥ 2 ug/dL dan < 2 ng/mL pada kelompok non sepsis bakterialis
h. Fokal infeksi : sumber bakterimia 3.9. Analisis statistik
• Untuk menampilkan karakteristik dan nilai eosinophil absolut pada kelompok sepsis bakterialis dan sepsis non bakterialis disajikan dalam bentuk tabulasi untuk menunjukkan gambaran deskriptif
• uji Mann Whitney digunakan untuk menemukan perbedaan yang signifikan berbagai parameter antar dua kelompok sepsis bakterialis dan sepsis non bakterialis
• Untuk mendapatkan sensitivitas dan spesifisitas eosinofil menggunakan analisis ROC
• Pengolahan data dilakukan dengan program komputer SPSS 12 dan p <0,05 bermakna secara statistik
3.10. Ethical Clearance dan Informed Consent
Ethical Clearancediperoleh dari Komite Penelitian Bidang Kesehatan Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang ditanda tangani oleh Prof. Dr. Sutomo Kasiman, SpPD, SpJP(K) pada tanggal 27 Januari 2014 dengan nomor surat 572/KOMET/FK USU/2014.
Informed consent diminta secara tertulis dari subjek penelitian yang bersedia untuk ikut dalam penelitian setelah mendapatkan penjelasan mengenai maksud dan tujuan penelitian ini.
3.11. Kerangka Operasional
Procalcitonin < 2 ng/mL