Model-model dalam teori Uses and Gratification
METODOLOGI PENELITIAN a.Jenis Penelitian
Pendekatan atau metodologi yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei, yang menggunakan kuesioner sebagai alat bantu
dalam mengukur tingkat kepuasan mahasiswa dan dosen UNS pengakses situs Facebook.com. Dalam penelitian ini, periset menggunakan teori Uses and Gratification untuk mengetahui kesenjangan kepuasan mahasiswa dan dosen UNS terhadap situs Facebook.com. Kepuasan responden diukur dengan menggunakan
skala sikap Likert, yaitu (1). Sangat Setuju, (2). Setuju, (3) tidak setuju, (4) sangat tidak setuju. Selanjutnya kepuasan responden bisa
diketahui dari kesenjangan kepuasan antara GS mengakses situs Facebook.com dengan GO setelah mengakses situs Facebook.com. Sedangkan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesenjangan tingkat
kepuasan yang diperoleh mahasiswa maupun dosen UNS, periset menggunakan rumus discrepany dari Palmgreen.
b. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang merupakan salah satu universitas terbesar di Surakarta, dimana
para mahasiswa dan dosen nya mengakses situs Facebook.com sebagai tempat koneksi dan interaksi sosial. Responden adalah orang
Maret Surakarta. Dipilihnya mahasiswa dan dosen sebagai responden karena mahasiswa dan dosen merupakan kalangan yang sering menggunakan situs jaringan sosial seperti Facebook.com sebagai tempat koneksi dan interaksi sosial. Selain itu, kalangan mahasiswa dan dosen tidak lepas dari kebutuhan interaksi sosial yang aktual dan
terpercaya. Penulis memandang bahwa adanya suatu kaitan atau hubungan permasalahan yang akan diteliti.
c. Teknik Pengambilan Sampel a) Populasi
Populasi merupakan individu-individu atau obyek secara keseluruhan yang akan menjadi sasaran penelitian yang tidak saja
berupa alat-alat, keadaan, atau tempat dan sebagainya. Sugiyono (2002:55) menyebut populasi sebagai wilayah generalisasi yang
terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh periset untuk
dipelajari, kemudian ditarik suatu kesimpulan. Populasi (kumpulan obyek riset) bisa berupa orang, organisasi, kata-kata dan kalimat, simbol-simbol nonverbal, surat kabar, radio, televisi,
dan lainnya. Obyek riset ini juga disebut satuan analisis atau unsur-unsur populasi. Jadi, unit analisis ini merupakan unit yang
akan diteliti.(Kriyantono, 2007:149).
Dalam penelitian ini, populasinya adalah responden yang berprofesi sebagai mahasiswa dan dosen di Universitas Sebelas Maret Surakarta. Responden juga menjadi member atau anggota pada domain grup Universitas Sebelas Maret Surakarta yang ada
pada situs jaring sosial Facebook.com. Setelah mengadakan survey di situs tersebut, terdapat 669 anggota yang berprofesi sebagai mahasiswa dan 37 anggota yang berprofesi sebagai dosen. b) Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi atau contoh yang dapat mewakili populasi. Dengan demikian hanya sebagian saja
dari jumlah populasi penelitian ini ditentukan menjadi sampel. Dalam menentukan besarnya sampel, digunakan cara metodologis
melalui cara penarikan sampel yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penelitian ini menggunakan Sampling Random Sederhana, yaitu sistem sampling yang digunakan apabila jumlah populasi terhitung kecil. Sehingga representasi kelompok dengan mudah dicapai dan kemungkinan kesalahan pengklasifikasian dapat
dieliminasi.
Untuk menentukan besarnya sampel, penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Dipilihnya rumus Slovin disebabkan
karena ukuran populasi telah diketahui. Adapun rumusnya sebagai berikut:
N n = ––––––– 1 + Ne2 Dimana : n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi
e = Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir, misalnya 10%, kemudian e ini
dikuadratkan. c) Cara Penarikan Sampel
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan cara/metode penarikan sampel yang disebut Simple Random Sampling atau Sampel Random Sederhana. Yaitu sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih
sebagai sampel dalam penelitian.
Jelasnya, sistem random sederhana merupakan pengambilan sampel dimana setiap populasi memiliki kesempatan yang sama
untuk menjadi anggota sampel, terlepas dari persamaan atau perbedaan diantara mereka sepanjang menjadi anggota sampel
sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara obyektif. Penarikan Simple Random Sampling dipilih karena menghasilkan jumlah sampel yang memenuhi kuota penarikan sampel dengan responden ≤ 100 orang, dimana banyaknya sampel harus lebih dari 30 orang dan atau lebih dari setengah dari jumlah
populasi.
Dalam kaitannya dengan penelitian ini, responden yang berprofesi sebagai mahasiswa UNS diasumsikan homogen dalam
memanfaatkan situs Facebook.com sebagai web tempat koneksi dan interaksi sosial yang digunakan untuk berkomunikasi maupun berkoneksi dan berinteraksi sosial. Dengan demikian syarat utama penggunaan teknik Simple Random Sampling ini
memenuhi syarat. Diketahui: N n = ––––––––– 1 + Ne2 669 = –––––––––––– 1 + (669)(0,10)2 669 = ––––––––––––
1 + (669. 0,01) 669 = –––––
7,69 = 86,996099 dibulatkan menjadi 87 responden
Sedangkan untuk responden yang berprofesi sebagai dosen UNS, dikarenakan yang menjadi anggota dalam domain grup UNS dalam situs Facebook.com hanya 37 orang, maka semua
populasinya menjadi sampel.
Maka, besarnya sampel yang diambil sejumlah 87 responden dari populasi mahasiswa dan 37 responden dari populasi dosen di
domain grup Universitas Sebelas Maret Surakarta di situs Facebook.com.
d. Teknik Pengumpulan Data a) Data Primer
Data yang diperoleh dengan menyusun daftar pertanyaan yang akan diteliti oleh responden. Dalam penelitian ini teknik
pengumpulan data dilakukan dengan : 1. Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang harus dijawab dan atau daftar isian yang harus diisi berdasarkan kepada jumlah subyek dan berdasarkan atas jawaban atau isian itu penyelidik mengambil kesimpulan mengenai subyek
yang diselidiki. (Suryabrata, 1990:56). Data dikumpulkan melalui daftar pertanyaan yang dibuat berdasarkan konsep
dari penelitian ini. Kuesioner memiliki 2 bentuk, yakni: a) Kuesioner berstruktur, yaitu kuesioner yang sifatnya
tegas, konkrit dengan pertanyaan-pertanyaan yang terbatas. Responden diminta mengisi skala-skala atau lajur pertanyaan yang sudah disediakan. Kuesioner berstruktur dibagi menjadi 2 bentuk pertanyaan: (1) Pertanyaan tertutup, yaitu kuesioner yang sudah
memilih satu jawaban yang telah tersedia, yang sesuai dengan pilihannya.
(2) Pertanyaan terbuka, yaitu kuesioner yang sudah lengkap jawabannya, tetapi responden masih diberi tempat untuk menambah jawaban lain. b) Kuesioner tidak berstruktur, yaitu kuesioner yang
memerlukan jawaban yang panjang. Responden diberi kebebasan seluas-luasnya didalam menjawab pertanyaan. Dengan adanya kebebasan ini diharapkan responden memberi penjelasan dan uraian yang mendalam mengenai pertanyaan yang diajukan.
Ditinjau dari segi penyampaian, maka kuesioner digolongkan menjadi 3 macam, yaitu:
a) Kuesioner langsung, yaitu kuesioner yang bersifat menggali keterangan/informasi.
b) Kuesioner tidak langsung, yaitu kuesioner yang sifatnya menggali keterangan/informasi dan apa yang diketahui responden mengenai obyek tertentu.
Bentuk kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berstruktur, tertutup dan langsung. Yaitu kuesioner yang sifatnya tegas, konkrit dan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan telah lengkap dengan jawabannya.
Sehingga responden tinggal memilih jawaban yang telah tersedia dan langsung dijawab oleh responden sendiri. 2. Observasi
Yaitu mengamati secara langsung terhadap obyek yang akan diteliti dengan melakukan penyusunan data terhadap
gejala-gejala yang diteliti. 3. Studi Pustaka
Peneliti berusaha untuk mencari data yang dikumpulkan dari sumber-sumber tertulis resmi yang relevan. b) Data Sekunder
Data yang diperoleh dari studi kepustakaan, dokumen-dokumen serta dari sumber data tertulis yang lain guna
melengkapi data primer. e. Teknik Analisa Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus discrepancy. Karena fokus utama penelitian survey ini adalah untuk mengetahui kesenjangan kepuasan penggunaan situs Facebook.com antara mahasiswa dan dosen UNS. Untuk memudahkan analisa, data yang dikumpulkan dari hasil survey disederhanakan dalam bentuk kode secara manual yang dikenal dengan istilah coding sheet. Untuk penghitungan data statistiknya, rumus yang digunakan peneliti adalah rumus discrepany dari Palmgreen yaitu:
D =
åå
å
¹ ij j i n.i.j n.i.j Keterangan: D : Discrepancy n : Jumlah sampeli : Kepuasan yang diharapkan
j : Kepuasan yang diperoleh dimana i¹ j.
Untuk mengoperasionalkan rumus discrepancy digunakan tabulasi silang (cross tabulasi) dimana setiap item dari kepuasan yang dicari disilangkan dengan item-item sejenis dari kepuasan yang diperoleh. Hasil perhitungannya digunakan untuk mengetahui presentase tingkat kesenjangan
kepuasan media (internet) dalam memuaskan responden berdasarkan item-item yang telah ditentukan.
Setelah diketahui tingkat kesenjangan yang terjadi, maka akan dapat pula diketahui tingkat kepuasan yang diperoleh responden. Besarnya kepuasan yang mampu diberikan oleh situs Facebook.com kepada mahasiswa dan dosen dapat dihitung dengan mengurangi tingkat kepuasan maksimal (100%) dengan tingkat kesenjangan kepuasan yang dialamai responden pada tiap-tiap itemnya. Menunjuk pada penelitian terdahulu, ditetapkan batasan kepuasan minimal sebesar 70%. Dengan kata lain, jika responden menyatakan bahwa kepuasan yang diperoleh untuk tiap jenis kebutuhan antara 70-100% atau apabila kesenjangan kepuasan bekisar antara 0-30% maka kebutuhan tersebut dianggap memuaskan.
Apabila kesenjangan kepuasan suatu media menunjukkan angka presentase diatas 30% berarti media tersebut tidak mampu memuaskan responden. Sebaliknya, apabila kesenjangan kepuasan menunjukkan angka dibawah 30% berarti media tersebut mampu memuaskan responden. Semakin besar angka kesenjangan berarti suatu media semakin tidak mampu memenuhi kebutuhan. Sebaliknya, semakin kecil angka kesenjangan, semakin besar kemampuan suatu media dalam memenuhi kebutuhan responden.
Tingkat Kepuasan yang Diperoleh tersebut diklasifikasikan kedalam tiga kategori:
- Rendah, apabila presentase kesenjangan kepuasan sebesar 21-30%
- Sedang, apabila presentase kesenjangan kepuasan sebesar 11-20%
(Philip Palmgreen, J. D. Rayburn II, ”An Expectancy Value Approach to Media Grafications”, dalam Media Gratifications Research Current Perspective, Sage Publication, London, 1985, hal. 158, dalam skripsi Diah Merinda Cahya Sukma, ”Siaran Mandarin Dan Kesenjangan Kepuasan Pendengar (Studi Deskriptif Tentang Kesenjangan Kepuasan Pendengar Siaran Mandarin Wo Ai Metta di Radio Metta FM dan Wo Ai Ni di Radio Star FM Dikalangan Mahasiswa Sastra Cina FSSR UNS angkatan 2005-2006). Fisip, UNS, hal 38. 2003.
BAB II