• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Tempat Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Pondok Pinang. Jalan H.Eman, RT 001/RW006 Pondok Pinang Jakarta Selatan.

2. Waktu Penelitian

Waktu penulisan tugas akhir ini sejak bulan Juli 2017 hingga April 2019. Sedangkan waktu penelitian dilakukan pada saat sejak awal bulan Agustus 2018 hingga awal bulan Maret 2019.

B. Metode Penelitian 1. Metode Penelitian

Secara umum, metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.71 Metode penelitian merupakan salah satu langkah yang penting dalam suatu penelitian ilmiah.

Menurut Sugiyono dalam Metode Penelitian Pendidikan Pada penelitian kali ini, penulis menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme. Metode ini digunakan untuk meneliti pada sampel atau populasi. Teknik kuantitatif biasanya dilakukan secara random. Pengumpulan data ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket pertanyaan, untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, yang bertujuan untuk melihat hubungan antara satu variabel

71

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2013), h. 3

dengan variabel yang lain. Dimana variabel X pada penelitian ini adalah membaca al-Qur’an dan variabel Y adalah ketenangan jiwa.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.72

Dalam penelitian ini, peneliti mengambil populasi dari jama‟ah Majelis Taklim Al-Hidayah Pondok Pinang Jakarta Selatan. Populasi jama‟ah Majelis Taklim ini sejumlah 20 orang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.73 Bila peneliti memiliki keterbatasan dalam meneliti semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Untuk menentukan sampel yang diambil, peneliti menggunakan teknik samping jenuh. Menurut Sugiyono, teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.74 Biasanya penggunaan teknik ini disebabkan karena jumlah populasi sedikit, kurang dari 30 orang. Karena populasi pada penelitian ini sejumlah 15 orang (kurang dari 30 orang), maka penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh.

72

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung : Alfabeta, 2013), h. 117

73

Ibid, h. 118

74

3. Variabel Penelitian

Secara teoritis, variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain, atau satu obyek dengan obyek yang lain.75 Variabel merupakan atribut dari suatu bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Dikatakan variabel dikarenakan memiliki variasi.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua variabel, yaitu variabel independen/variabel bebas (x) dan variabel dependen/variabel terikat (y). Adapun variabel independen yaitu kegiatan membaca al-Qur’an dan variabel dependen yaitu ketenangan jiwa.

Berdasarkan teori di atas, variabel x pada penelitian ini berkaitan dengan suatu kegiatan (membaca al-Qur’an). Dan variabel y yang berkaitan dengan bidang keilmuan (Pendidikan Agama Islam dan ilmu psikologi).

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian guna mendapatkan data yang akurat. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.76

Dengan teknik observasi, peneliti akan memperoleh hasil berupa tempat, objek, perbuatan, pelaku, waktu, dan sebagainya. Peneliti juga akan memperoleh gambaran realistik perilaku atau kejadian, jawaban dari pertanyaan yang disampaikan kepada

75

Ibid, h. 60

76

responden, pemahaman tentang perilaku manusia, dan peneliti juga dapat mengevaluasi apa yang ia teliti tersebut.

Observasi ini dilakukan untuk mengumpulkan data tentang gambaran umum seputar kegiatan membaca al-Qur’an di Majelis Taklim Al-Hidayah Pondok Pinang Jakarta Selatan.

2. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-report, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi.

Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka atau (face to face) maupun dengan menggunakan telepon. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara tidak terstruktur.

Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.77 Pedoman wawancara yang digunakan pada wawancara tidak terstruktur hanya berupa garis besar tentang masalah yang akan ditanyakan.

Wawancara tidak terstruktur pada umumnya akan mendapatkan informasi awal tentang bebagai masalah yang ada pada objek penelitian, sehingga peneliti dapat menentukan masalah apa yang harus diteliti

77

3. Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.78 Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya sejarah berdirinya Majelis Taklim Al-Hidayah Pondok Pinang Jakarta Selatan, nama-nama para jama’ah, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto kegiatan membaca al-Qur’an di Majelis Taklim Al-Hidayah.

Melalui dokumentasi, peneliti akan mendapatkan data-data atau berbagai dokumen yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sebagai pelengkap hasil wawancara. Seperti sejarah berdirinya Majelis Taklim Al-Hidayah, nama-nama para jama‟ah, dan lain-lain.

4. Angket

Yaitu teknik pengumpulan data dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan. Dengan merujuk pada kisi-kisi instrumen yang telah dibuat. Dalam penelitian ini, peneliti membuat angket sebanyak 50 pertanyaan, 25 butir soal untuk variabel x dan 25 butir soal untuk variabel y.

Pada angket ini, jawaban setiap butir soal menggunakan skala Likert. Dimana skala tersebut digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.79

Angket yang menggunakan skala Likert, memiliki empat pilihan alternatif, yakni Selalu, Sering, Kadang-Kadang, dan Tidak Pernah. Pernyataan-pernyataan yang disajikan ada yang bersifat favorable (positif) dan non-favorable (negatif).

78

Ibid., h.329

79

Tabel 3.1

Skor Jawaban Pertanyaan Angket

Pernyataan Favorable Pernyataan Non-Favorable

Jawaban Skor Jawaban Skor

Selalu 4 Selalu 1

Sering 3 Sering 2

Kadang-Kadang 2 Kadang-Kadang 3

Tidak Pernah 1 Tidak Pernah 4

a. Instrumen Penelitian

Dokumen terkait