• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

H. Definisi Konsepsional

I. Metodologi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Jalaluddin Rakhmat,

“Penelitian deskriptif hanyalah memaparkan situasi atau peristiwa.

Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi.” (Rakhmat, 1998: 24)

Sehingga penelitian hanya sekedar mengungkap fakta yang terjadi di lapangan.

“Penelitian deskriptif terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, sehingga hanya merupakan penyingkapan fakta. Variabelnya mandiri tanpa membuat perbandingan dan menghubungkannya dengan variabel lain.” (Susanto, 2006: 16)

2. Lokasi Penelitian

Penelitian akan dilakukan di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, FOX Indonesia dan kantor PT.Rajawali Indonesia.

3. Jenis Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder

a. Data primer (primary data) yaitu, informasi yang dikumpulkan peneliti langsung dari sumbernya (Susanto, 2006: 125). Data primer

commit to user

b. Data sekunder yaitu informasi yang telah dikumpulkan pihak lain.

Data sekunder ini digunakan untuk mendukung dan melengkapi data primer dan diperoleh dari literatur, arsip, jurnal yang relevan, dan data-data yang mendukung data primer.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, penulis mengumpulkan data melalui beberapa cara, yaitu:

a. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti (Susanto, 2006: 126). Pengamatan dilakukan untuk mengetahui secara langsung kegiatan pembentukan brand awareness BPW-Huda yang dilakukan FOX Indonesia yang dalam penelitian ini akan diwakili PT.Rajawali Indonesia sebagai sub agency.

b. Wawancara

Di samping metode observasi, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara (interview) untuk memperoleh gambaran yang memadai dan akurat mengenai aktivitas kegiatan pembentukan brand awareness BPW-Huda yang dilakukan FOX Indonesia yang dalam penelitian ini akan diwakili PT.Rajawali Indonesia sebagai sub agency.

“Wawancara ialah proses memperoleh data untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab tatap muka antara pewawancara (interviewer) dengan responden atau informan (interviewee). Pada

umumnya wawancara dipandu dengan panduan wawancara (interview guide).” (Susanto, 2006: 128)

Tehnik pengumpulan data yang dikenal dalam penelitian kualitatif pada umumnya adalah wawancara mendalam (in-depth interview).

“Melakukan wawancara mendalam berarti menggali informasi atau data sebanyak-banyaknya dari responden atau informan.”

(Susanto, 2006: 131)

Sebagai suatu metode ilmiah, wawancara lazim digunakan untuk melacak berbagai gejala tertentu dari perspektif orang-orang yang terlibat. Seperti yang dikatakan Lindlof (1995: 167) dalam Pawito, dengan menggunakan metode interview peneliti dapat

“to learn about things that cannot be observed directly by other means (dapat mempelajari hal-hal yang tampaknya memang tidak dapat dilacak dengan menggunakan cara atau metode lain). Di sini orang-orang yang diwawancarai dapat berfungsi sebagai pengamat yang melaporkan kepada peneliti.” (Pawito, 2007: 134)

c. Dokumentasi

Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi ialah pengambilan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen.

(Susanto, 2006: 136) Keuntungan menggunakan dokumentasi ialah biayanya relatif murah, waktu dan tenaga lebih efisien. Sedangkan kelemahannya ialah data yang diambil dari dokumen cenderung sudah lama dan kadang salah cetak, maka peneliti ikut salah pula mengambil datanya.

commit to user 5. Teknik Sampling

Pada hakikatnya penelitian deskriptif kualitatif tidak mengenal konsep keterwakilan. Karena hal demikian, maka sampel dalam penelitian ini tidak ditujukan untuk mewakili secara proporsional dari suatu populasi.

Sampel ditarik dengan sengaja untuk menjaring informasi sebanyak mungkin dari berbagi macam sumber.

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif lebih mendasarkan diri pada alasan atau pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu, sifat metode sampling dari penelitian kualitatif pada hakikatnya adalah purposive sampling (pawito, 2007:88). Purposive sampling berguna untuk memilih informan atau responden yang dapat dipercaya untuk menjadi sumber informasi dan diharapkan mengetahui dan memahami masalah secara detail.

Dengan metode ini maka peneliti akan menggunakan data yang diambil dari wawancara dengan beberapa awak manajemen dan produksi FOX Indonesia dan PT Rajawali Indonesia yang diharapkan dapat merepresentasikan seperti apa strategi pembentukan brand awareness BPW-Huda yang dilakukan.

Dalam penelitian ini, narasumber yang akan diwawancarai yaitu :

· Project Leader : Ibu Sarah Santi (FOX Indonesia)

· Project Manager : Bp. Radita Kus Hartono (Rajawali Indonesia)

· Field Manager : Ibu Rhisma Setiadi (Rajawali Indonesia)

· Koord. Pers : Bp. H.M Kahfi Siregar (FOX Indonesia)

6. Teknik Analisa Data

Analisa data dalam penelitian kualitatif terdiri atas tiga komponen pokok, yaitu:

a. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi data (kasar) yang ada dalam fieldnote.

Proses ini berlangsung terus sepanjang pelaksanaan riset yang dimulai dari bahan reduction yang sudah dimulai sejak peneliti mengambil keputusan. Data reduction adalah bagian dari analisis, suatu bentuk analisis yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting, dan mengatur data sedemikian rupa sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan.

b. Sajian data

Merupakan suatu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset untuk dilakukan.dengan melihat suatu penyajian data, peneliti akan mengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengejakan sesuatu pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pengertian tersebut. Display meliputi berbagai jenis matriks, gambar atau skema, jaringan kerja keterkaitan

commit to user

kegiatan, dan tabel. Kesemuanya dirancang guna merakit informasi secara teratur supaya mudah dilihat dan dimengerti.

c. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Dalam awal pengumpulan data, peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal-hal yang ditemui dengan melakukan pencatatan peraturan-peraturan, pola-pola, pernyataan-pernyataan, dan proposisi-proposisi. Kesimpulan akhir tidak akan terjadi sampai proses pengumpulan data berakhir.(Sutopo, 2002: 91-93)

Dalam penelitian kualitatif proses analisis tidak dilakukan setelah data terkumpul seluruhnya, tetapi dilakukan pada waktu bersamaan dengan proses pengumpulan data. Hal ini karena analisis ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran khusus yang bersifat menyeluruh tentang apa yang tercakup dalam permasalahan yang akan diteliti. Setelah data terkumpul, dilakukan reduksi data. Data ini sebagai bahan deskripsi keadaan, kemudian dilakukan penarikan kesimpulan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif (interactive models of analysis). Penelitian ini bergerak di antara tiga komponen, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan verifikasi, di mana aktivitas ketiga komponen tersebut siklus dalam struktur kerja interaktif.

Adapun skema analisa data interaktifnya sebagai berikut:

Gambar I. 3

Analisis data Model Interaktif dari Miles dan Huberman

(Pawito, 2007: 105)

Dengan memperhatikan skema di atas, maka prosesnya dapat dilihat pada waktu pengumpulan data, peneliti selalu membuat reduksi data dan sajian data. Artinya, data yang berupa catatan lapangan yang terdiri dari bagian deskripsi dan refleksinya adalah data yang telah digali dan dicatat. Pada waktu pengumpulan data sudah berakhir, peneliti mulai melakukan usaha untuk menarik kesimpulan dan verifikasinya berdasarkan semua hal yang terdapat dalam reduksi data maupun sajian datanya.

7. Validitas Data

Validitas (validity) data dalam penelitian komunikasi kualitatif lebih menunjuk pada tingkat sejauh mana data yang diperoleh telah secara akurat mewakili realitas atau gejala yang diteliti (Pawito, 2007: 97).

Validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik trianggulasi data.

Pengumpulan Data

Penyajian Data Reduksi Data

Penarikan Kesimpulan

commit to user

Teknik trianggulasi data menurut istilah Patton ini juga sering disebut sebagai teknik trianggulasi sumber.

“Cara ini mengarahkan peneliti agar di dalam pengumpulan data, ia wajib menggunakan beragam sumber data yang tersedia. Artinya, data yang sama atau sejenis, akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda. Dengan demikian apa yang diperoleh dari sumber yang satu bisa lebih teruji kebenarannya bilamana dibandingkan dengan data sejeins yang yang diperoleh dari sumber lain yang berbeda, baik kelompok sumber sejenis maupun sumber lain yang berbeda jenisnya. (Sutopo, 2002: 79)

Dalam penelitian ini, teknik trianggulasi data sumber dilakukan dengan melakukan pengecekan terhadap hasil wawancara yang dilakukan kepada awak manajemen, promosi dan produksi PT Rajawali Indonesia yang kemudian dibandingkan dengan hasil observasi mengenai aktivitas yang dilakukan oleh PT Rajawali Indonesia sebagai sub agency FOX Indonesia dan dokumen-dokumen yang berupa dokumentasi kegiatan, arsip atau laporan kegiatan dan bentuk-bentuk publikasi yang dimuat di media massa.

Gambar I.4

Diagram Teknik Triangulasi

(Sutopo, 2002:80)

commit to user BAB II

DESKRIPSI LOKASI

1. KABUPATEN SIDOARJO

Pada tahun 1019 - 1042 Kerajaan Jawa Timur diperintah oleh seorang Putera dari hasil perkawinan antara Puteri Mahandradata dengan Udayana (seorang Pangeran Bali) yang bernama Airlangga, pada waktu pemerintahan Airlangga, keadaan negara tentram, keamanan terjamin, dan negara mengalami kemajuan yang pesat. Karena raja Airlangga mempunyai 2 orang putera, maka pada akhir masa pemerintahannya ia memandang perlu membagi kerajaan menjadi dua bagian untuk diserahkan kepada kedua putranya, agar dikemudian hari tidak terjadi perebutan tahta. Pembagian itu terjadi pada tahun 1042, yaitu menjadi kerajaan Daha (Kediri) dan Kerajaan Jenggala.

Kerajaan Jenggala yang berdiri pada tahun 1024 terletak di daerah delta Brantas, yaitu meliputi pesisir utara seluruhnya, dengan demikian menguasai bandar-bandar dan muara sungai besar, sedangkan ibukotanya berada di sekitar Kecamatan Gedangan sekarang. Lain halnya dengan Kerajaan Kediri, tidak memiliki bandar sebuahpun sehingga walaupun hasil pertanian di Kediri sangat besar dan upeti mengalir dengan sangat besar, semuanya semua itu tidak dapat diperdagangkan karena kerajaan kediri tertutup dari laut sebagai jalan perdagangan pada waktu itu. Maka timbullah perebutan bandar antara kerajaan Kediri dan kerajaan Jenggala, yang

commit to user

dimana keduanya menuntut kekuasaan atas kerajaan Airlangga.Perang tersebut berakhir dengan kekalahan kerajaan Jenggala, pada tahun 1045.

Semula, tepatnya pada tahun 1851 daerah Sidoarjo bernama Sidokare, bagian dari kabupaten Surabaya. Daerah Sidokare dipimpin oleh seorang patih bernama R. Ng. Djojohardjo, bertempat tinggal di kampung Pucang Anom yang dibatu oleh seorang wedana yaitu Bagus Ranuwiryo yang berdiam di kampung Pangabahan. Pada tahun 1859, berdasarkan Keputusan Pemerintah Hindia Belanda no. 9/1859 tanggal 31 Januari 1859 Staatsblad No. 6, daerah Kabupaten Surabaya dibagi menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare. Dengan demikian Kabupaten Sidokare tidak lagi menjadi daerah bagian dari Kabupaten Surabaya dan sejak itu mulai diangkat seorang Bupati utuk memimpin Kabupaten Sidokare yaitu R. Notopuro (R.T.P Tjokronegoro) berasal dari Kasepuhan, putera R.A.P Tjokronegoro Bupati Surabaya, dan bertempat tinggal di kampung Pandean (sebelah selatan Pasar Lama sekarang), beliau medirikan masjid di Pekauman (Masjid Abror sekarang),sedang alun-alunya pada waktu itu adalah Pasar Lama. Dalam tahun 1859 itu juga, dengan berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda No. 10/1859 tanggal 28 Mei 1859 Staatsblad. 1859 nama Kabupaten Sidokare diganti dengan Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa secara resmi terbentuknya Daerah Kabupaten Sidoarjo adalah tangal 28 Mei 1859 dan sebagai Bupati I adalah R.Notopuro (R.T.P Tjokronegoro). (http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010)

a. Arti Lambang Daerah Kabupaten Sidoarjo

Gambar II.1. Lambang Kabupaten Sidoarjo

(sumber: http://www.sidoarjokab.go.id/)

Lambang Daerah Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 5 bagian, yaitu:

· Sebuah segilima beraturan yang sisi-sisinya berbentuk kurung kurawal melambangkan : Falsafah Pancasila yang juga mengandung arti bahwa rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo telah mentrapkan ajaran Pancasila dengan tertib dan pasti.

· Sebuah bintang bersudut lima melambangkan : KeTuahanan Yang Maha Esa yang menggambarkan kehidupan ber-KeTuhanan / beragama dari rakyat Daerah Kabupaten Sidoarjo.

· Setangkai padi, depalan belas butir dan sebatang tebu lima ruas dengan bentuk bulat melambangkan : Hasil bumi yang paling penting dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. 18 (delapan belas)

commit to user

butir padi menunjukkan banyaknya Kecamatan dalam daerah Kabupaten Sidoarjo.

· Bentuk yang membulat dari padi dan tebu tersebut menggambarkan kebulatan tekad untuk membangun masyarakat yang adil dan makmur.

· Ikan bandeng dan ikan udang membentuk hurus " S "

melambangkan : Hasil tambak dalam daerah Kabupaten Sidoarjo. Bentuk hurus " S " dari ikan bandeng dan ikan udang tersebut menunjukkan huruf pertama dari Sidoarjo.

(http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010)

b. Makna Warna-Warna Dalam Lambang Kabupaten Sidoarjo

Warna Biru Laut pada lambang berarti air yang menggambarkan bahwa Daerah Kabupaten Sidoarjo yang terkenal dengan nama : "DELTA BRANTAS" dikelilingi air yaitu sungai dan laut. Warna biru laut yang terlepas dalam lingkaran padi dan tebu berarti air yang menggambarkan bahwa daerah Kabupaten Sidoarjo adalah daerah tambak yang banyak menghasilkan ikan bandeng dan ikan udang. Warna dasar Hijau menggambarkan kesuburan daerah Kabupaten Sidoarjo (Delta Brantas).

Warna Kuning pada bintang, padi, tebu dan pita menggambarkan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sidoarjo. Warna Hitam pada tebu, ikan bandeng, ikan udang dan tulisa Kabupaten Sidoarjo menggambarkan keteguhan Iman rakyat daerah Kabupaten Sidoarjo. Warna Abu-abu ikan

bandeng dan ikan udang adalah warna pelengkap.

(http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010) c. Slogan / Motto

“SIDOARJO PERMAI BERSIH HATINYA”

(Pertanian Maju, Andalan Industri, Bersih, Rapi, Serasi, Hijau, Sehat, Indah dan Nyaman)

Artinya Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah pertanian yang subur sebagai lumbung pangan, mempertahankan pertanian yang maju agar bisa swasembada pangan dengan cara identifikasi pertanian dan menggunakan mekanisasi teknologi tepat guna, di samping itu mendorong perkembangan industri yang semakin meningkat, maka kedua hal ini harus berkembang secara serasi. Selain itu masyarakat Kabupaten Sidoarjo berbudaya hidup dengan lingkungan yang bersih, rapi, serasi, hijau, sehat, indah dan nyaman.

(http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010) d. Geografis

Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu penyangga Ibukota Propinsi Jawa Timur merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat.

Keberhasilan ini dicapai karena berbagai potensi yang ada di wilayahnya seperti industri dan perdagangan, pariwisata, serta usaha kecil dan menengah dapat dikemas dengan baik dan terarah.

commit to user

Dengan adanya berbagai potensi daerah serta dukungan sumber daya manusia yang memadai, maka dalam perkembangannya Kabupaten Sidoarjo mampu menjadi salah satu daerah strategis bagi pengembangan perekonomian regional.

Kabupaten Sidoarjo terletak antara 112 5’ dan 112 9’ Bujur Timur dan antara 7 3’ dan 7 5’ Lintang Selatan. Batas sebelah utara adalah Kotamadya Surabaya dan Kabupaten Gresik, sebelah selatan adalah Kabupaten Pasuruan, sebelah timur adalah Selat Madura dan sebelah barat adalah Kabupaten Mojokerto. (http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010)

e. Topografi

· Dataran Delta dengan ketinggian antar 0 s/d 25 m, ketinggian 0-3m dengan luas 19.006 Ha, meliputi 29,99%, merupakan daerah pertambakkan yang berada di wilayah bagian timur

· Wilayah Bagian Tengah yang berair tawar dengan ketinggian 3-10 meter dari permukaan laut merupakan daerah pemukiman, perdagangan dan pemerintahan. Meliputi 40,81 %.

· Wilayah Bagian Barat dengan ketinggian 10-25 meter dari permukaan laut merupakan daerah pertanian. Meliputi 29,20%.

(http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010)

f. Penduduk

Sebagai daerah yang berkembang dengan sangat pesat, Kabupaten Sidoarjo mau tidak mau harus memperhatikan segala aspek dalam kehidupannya. Termasuk urusan penduduk. Dengan persebaran penduduk yang nyaris merata, kecuali 3 kecamatan besar seperti Sidoarjo Kota, Taman dan Waru, menunjukkan pemerintah kabupaten Sidoarjo berhasil membuat daerahnya berkembang secara merata.

Dengan separuh lebih penduduknya yang bergelut di bidang industri pengolahan, menunjukkan kabupaten Sidoarjo memang sudah selangkah lebih maju dan menjadi wilayah satelit Kota Surabaya dengan konsentrasi di bidang industri.

g. SIDOARJO Dalam Angka

Tabel II.1

Jumlah Desa / Kelurahan, Rumah Tangga dan Penduduk Sidoarjo

No Kecamatan Desa / Kelurahan Rumah tangga Penduduk

1 Sidoarjo 24 40.898 145.638

2 Buduran 15 18.157 65.859

3 Candi 24 30.847 97.220

4 Porong 19 21.670 64.019

5 Krembung 19 14.533 52.854

6 Tulangan 22 19.182 68.677

7 Tanggulangin 19 24.162 90.684

8 Jabon 15 11.557 43.945

9 Krian 22 26.874 88.497

10 Balongbendo 20 16.948 61.091

commit to user

Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin

Kelompok Umur Laki-laki Perempuan Jumlah

0 - 4 76.553 63.938 140 496

Tabel II.3

Kegiatan Ekonomi Penduduk Kabupaten Sidoarjo

Persentase Kegiatan Ekonomi

No Kegiatan Persentase

1 Industri pengolahan 52,36%

2 Pertambangan dan penggalian 0,01%

3 Pertanian 7,78%

4 Jasa 3,48%

5 Keuangan 2,11%

6 Pengangkutan dan Komunikasi 6,13%

7 Perdagangan, Hotel, Restaurant 23,64%

8 Bangunan 2,08%

9 Listrik, Gas, Air Bersih 2,41%

Sumber : (http://www.sidoarjokab.go.id/, 2010)

2. FOX INDONESIA

Fox Indonesia adalah lembaga “Strategic and Political Consulting”

pertama di Indonesia yang didirikan pada tanggal 14 Februari 2008 oleh Choel Mallarangeng, MBA dan Rizal Mallarangeng, Ph.D serta didukung oleh sejumlah intelektual muda dan praktisi handal dari disiplin ilmu yang beragam. Sebagai lembaga profesional, Fox Indonesia menangani klien-klien untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemilihan presiden (Pilpres), dan pemilu legislatif serta korporasi.

Lembaga ini berkantor di Gd. Wisma Proklamasi Jl. Proklamasi Raya No.41, Menteng, Jakarta Pusat. (www.foxindonesia.co.id, 2010)

commit to user Layanan FOX INDONESIA

· Political Division

Fox Indonesia memberikan jasa konsultasi, perencanaan strategis dan informasi di bidang politik yang ditangani oleh profesional handal di bidang politik, ekonomi, marketing dan statistik. Berbasis kekuatan riset dan kekuatan kampanye media, Fox Indonesia membantu para kandidat untuk memenangi pemilu legislatif, pemilihan presiden dan PILKADA.

Well-integrated, best-in-class services tersedia buat klien Fox Indonesia, mulai dari penanganan pembiayaan dan perencanaan strategis, style & content, social & political networking, media campaign (creative, production & placement strategy), media relations & PR-ing, media monitoring, Desain survei dan analisis data, event organizing &

execution, simulasi debat publik, pendampingan program grassroot hingga desain dan pelatihan tim kampanye. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan dan objective klien dengan standar dan ukuran yang jelas.

Sesuai dengan misinya, Fox Indonesia selalu inovatif dalam mencari cara-cara baru melakukan kampanye publik yang tidak hanya terbukti efektif tetapi juga cerdas, elegan dan efisien dalam mencapai tujuan.

· Corporate Division

Fox Indonesia juga memberikan jasa konsultasi, perencanaan strategis, kampanye komunikasi publik dan informasi untuk high-profile client dan korporasi di bawah penanganan profesional handal di bidang bisnis dan

komunikasi. Berbasis kekuatan dan akurasi riset serta kekuatan strategi kampanye media dan PR-ing yang dijalankan, Fox Indonesia mampu membantu klien korporat untuk membangun citra positif, serta obyektif lain yang diinginkan secara terukur.

Program CSR (Corporate Social Responsibility) adalah salah satu dari sekian jenis jasa yang dapat FOX Indonesia tawarkan kepada klien-klien korporat.

· Media & Production Division

Dengan tersedianya integrated in-house media production (creative, production & strategic placement) di Fox Indonesia maka jasa pembuatan materi kampanye media seperti iklan-iklan TV, iklan cetak, iklan radio, iklan multimedia, spanduk, baliho, brosur dan materi-materi komunikasi publik lainnya dapat dilakukan dengan aman, cepat dan efisien.

3. RAJAWALI INDONESIA

Rajawali Indonesia Communication adalah perusahaan jasa di bidang komunikasi yang menyediakan produk layanan mencakup strategi komunikasi, perencanaan event, dan promosi. Tahun 2002 adalah tonggak awal Rajawali Indonesia Communication mengawali langkah di dunia bisnis dalam bidang promosi dan event organizer dengan nama Rajawali. Dimulai dari event-event berskala kecil seperti direct selling hingga dipercaya untuk

commit to user

Setelah beberapa tahun berdinamika dalam bidang promosi, pada tahun 2009 Rajawali mentransformasikan visi bisnis dengan menggunakan nama baru, Rajawali Indonesia Communication. Sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa yang memfokuskan diri dalam bidang strategi komunikasi, Rajawali Indonesia Communication berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik, service excellent secara profesional, kreatif dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan mitra, baik perusahaan maupun institusi non bisnis dalam memaksimalkan strategi komunikasi dan mendukung keberhasilan visi dan tujuan yang ingin dicapai bersama mitra bisnis Rajawali Indonesia Communication. Dengan nama dan visi baru tersebut, Rajawali Indonesia Communication melengkapi produk layanan Rajawali Indonesia Communication dengan menyediakan produk-produk advertizing yang meliputi indoor dan outdoor promotion.

Berbekal pengalaman tim penggagas Rajawali Indonesia Communication yang matang dan memadai dalam berakselerasi dengan dinamika bisnis strategi komunikasi, Rajawali Indonesia Communication meresmikan legalitas dan legitimasi perusahaan Rajawali Indonesia Communication ke dalam satu bentuk Perseroan Terbatas yakni, PT. Syakira Ghyna Rajawali Indonesia Communication, sejak Juli 2009 dan menetapkan kantor di Jl. Kaliurang km.5 Gg Grompol no.2 Sleman D.I.Yogyakarta.

commit to user Layanan Rajawali Indonesia

Memberikan pelayanan secara menyeluruh dalam pelaksanaan strategi komunikasi seperti outdoor-indoor promotional branding, media placement, event manajemen dan lain-lain.

a. Promotional Branding

Indoor : Printing, Banner, X-Banner, gimmick dan merchandising

Outdoor : Printing, Billboard, Shopsign, Neonsign,Mobile branding, Baliho etc..

b. Media Placement

Jaringan media cetak dan elektronik : Koran, majalah, radio, televisi, dan media alternative lainnya.

c. Event managamenet

Preparing, Launching, Exibitions, Artist manajemen, Prodution equipment, Musical show, gathering and meeting conferences.

Landasan Kerja

Rajawali dengan citra tangguh, mampu bersaing, namun tetap mengalir dengan insting bebas dan kreatif. Terbang bebas menembus cakrawala, dengan lekukan lembut sayap rajawali melambangkan ketelitian namun tetap tegas

commit to user

rajawali mampu melihat peluang dengan tepat-cermat. Dan juga insting untuk berfikir dengan cermat dalam memunculkan gagasan cemerlang disetiap saat meski dibatasi ruang dan waktu .

Konsep inilah yang melandasi semangat Rajawali Indonesia Communication dalam berkarya. Menciptakan terobosan terbaru, penuh dengan ide cemerlang yang segar namun tetap memiliki keunikkan tersendiri.

Sebuah perusahaan advertising yang bergerak di bidang event organizer, innovative and creative production, branding partner, media promosi baik indoor maupun outdoor, serta beberapa divisi yang berkaitan dengan advertising (Graphic design, calendar, catalogue, wall painting, ID-card, invitation, packaging, Multimedia dll.)

Rajawali Indonesia Commmunication memiliki komitmen untuk menjaga kualitas, loyalitas, dan profesionalisme dalam melayani klien.dengan memberikan pelayanan yang terbaik. Your pleasure is the best service.

Portofolio

· Glenn Fredly Live Performance Roadshow, Jogja- Solo- Malang, 2003-2004

· Agnes Monica Live Performance, Jogja Sept 2006

· Lifebuoy Desa Sehat at Sleman 2007

· Lifebuoy rambut sehat bareng Iis Dahlia at Jogjakarta 2007

· Tompi dan Balawan Live Performance, Jogja 2007

· StarOne Muter Jogja( Kulonprogo, Bantul, Sleman, Jogjakarta ), StarOne Indosat Yogyakarta, 2008

· StarOne Panjat Pinang 17-an, StarOne Indosat Yogyakarta 2008

· StarOne Panjat Pinang 17-an, StarOne Indosat Yogyakarta 2008

Dokumen terkait