BAB III PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
B. Pengamatan Lingkungan
Dalam kaitan sebagai proyek kerja yang besar, maka FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia memandang diperlukannya sebuah persiapan mendalam. Salah satu wujud persiapan yang dilakukan adalah mengadakan pengamatan lingkungan. Pengamatan lingkungan adalah pemantauan, pengevaluasian dan penyebaran informasi dari lingkungan eksternal kepada orang-orang kunci dalam perusahaan (Hunger dan Wheelen dalam Dhian Puspitasari, 2008:36).
Pengamatan lingkungan ini terjadi setelah FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia resmi ditunjuk pertengahan Desember 2009. Lingkungan yang diamati terdiri dari lingkungan internal dan dalam cakupan lebih luas menuju lingkungan eksternal. Adapun pengamatan yang dilakukan penulis jabarkan sebagai berikut :.
commit to user 1. Lingkungan Internal
a. Sumber Daya Manusia
Secara umum, kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dari FOX Indonesia dapat dikatakan mumpuni dalam menagani proses perkenalan ini. Namun secara kuantitas, FOX Indonesia yang juga menangani banyak proses komunikasi politik lainnya, menilai kurang memadai untuk mencakup seluruh sember daya manusia yang dibutuhkan pada proyek ini. Maka digandenglah Rajawali Indonesia sebagai sub agensi yang akan membidangi pelaksanaan terkait konsep-konsep perkenalan yang akan dilaksanakan.
Seperti dikemukakan oleh Sarah Santi :
“Secara kualitas kita siap mas, namun secara kuamtitas tim kita tidak memadai karena harus menangani beberapa project lainnya juga. Jadi yang jalan ke sidoarjo paling beberapa orang saja sebagai supervisor,
nah, sisanya bagian dari Rajawali untuk
pelaksanaannya.”(wawancara, 20 Januari 2011)
Sebagai sub agensi, Rajawali Indonesia bergerak dibawah supervisi tim dari FOX Indonesia. Tim dari Rajawali Indonesialah yang menyempurnakan sekaligus melaksanakan arahan dan konsep dari FOX Indonesia sesuai kondisi di lapangan. Rajawali menurunkan tim terbaiknya dan menggunakan beberapa penduduk lokal sebagai sumber daya manusia ekstra yang dimaksudkan untuk semakin memaksimalkan kinerja tim. Radita Kus Hartono menganggap kerjasama dan sinergi yang terjalin antara FOX Indonesia dan Rajawali
commit to user
Indonesia sangat baik dan yakin bahwa semuanya akan berjalan sesuai rencana. Seperti yang dikemukakan Radita :
“Kami turun dengan tim terbaik untuk support pelaksanaan dari konsep yang sudah dibuat FOX Indonesia. Tapi kami juga kasih pertimbangan dari kondisi lapangan yang bisa mempengaruhi konsep hingga berubah ke yang lebih sesuai. Intinya semua demi lancarnya proses mas. Tapi saya yakin bisa lancar karena semuanya sudah terkomunikasikan dengan baik. Anak-anak dan beberapa SDM lokal sangat bersemangat dalam project ini.” (Wawancara, 6 Februari 2011)
Kualitas sumber daya manusia dari Rajawali sendiri juga diyakini Sarah Santi sebagai kekuatan khusus karena Rajawali Indonesia yang memang awalnya merupakan biro advertising tentunya sangat paham tentang bagaimana mengemas konsep yang sudah ada menjadi suguhan yang menarik dan bermakna sesuai tujuan yang ingin dicapai. Berikut penuturannya :
“Rajawali kan basicnya advertising ya mas, jadi saya yakin anak-anaknya akan sangat membantu membentuk kemasan dari konsep yang sudah ada. Untuk semangat mereka saya sudah tidak khawatir lah.”(wawancara, 20 Januari 2011)
Hal ini diperkuat dengan pengalaman dari masing-masing personil baik dari FOX Indonesia ataupun Rajawali Indonesia yang berpengalaman bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dalam dunia periklanan dan event organiser. Dari pengamatan penulis dari langkah-langkah yang dilakukan, memang menunjukkan kemampuan dari masing-masing individu baik dari FOX Indonesia ataupun Rajawali Indonesia yang memang telah berpengalaman di bidangnya
masing-commit to user
Menurut peneliti dengan kemampuan yang sudah mumpuni, akan sangat membantu dalam pemenuhan tujuan yang sesuai dengan langkah-langkah yang telah direncanakan. Termasuk menghadapi hambatan-hambatan kecil yang muncul dalam pengemasan proses pembentukan brand awareness yang akan terjadi.
b. Sumber Dana
Tidak dipungkiri, dana/uang sangat berpengaruh dalam proses yang akan berjalan. Selain operasional yang memang membutuhkannya, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia sendiri adalah organisasi profit yang tentu saja mengkaji segala hal terkait pekerjaan yang akan dikerjakan termasuk aliran dana dan profit yang akan didapatkan. Untuk aliran dana yang masuk semua berasal dari tim BPW dan Huda sendiri (tanpa sponsor). Seperti penuturan Sarah santi berikut ini :
“Pada dasarnya kita kan bukan organisasi sosial atau simpatisan mas,jadi besaran dana dari project yang masuk juga dipertimbangkan.
Jangan sampai saling merugikan dan tidak maksimal. Semua dana diurus sama finance kantor sih, dan semua berasal dari tim calon sendiri, tanpa embel-embel sponsor. Untuk jumlah masih wajarlah untuk acara yang lumayan banyak.” (wawancara, 20 Januari 2011)
Peneliti mengamati ada aliran dana yang besar dalam proses yang terjadi. indikasinya adalah dengan dari banyaknya item kegiatan ataupun acara yang akan dilaksanakan. Dan sangat tepat jika dana yang dikeluarkan berasal dari kedua calon sendiri. Karena masa
perkenalan yang terjadi terjadi sebelum masa kampanye dan akan sangat riskan jika mencantumkan sponsor ataupun partai politik yang mendukung walaupun ada. Dengan begitu masa perkenalan yang dikemas akan terkesan murni dari “kantong” calon dan menunjukkan niat yang baik melalui cara yang baik untuk terus maju dalam pemilihan Bupati yang akan berlangsung.
c. Kualitas Kandidat
Walaupun mungkin sebenarnya tidak terlalu mendasar, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengkaji serius siapa calon yang akan mereka usung. Karena siapa yang akan mereka
“promosikan” akan mempengaruhi sejauh apa promosi yang akan mereka buat.
Bambang Prasetyo Widodo yang adalah direktur Operasional PT.Minarak Lapindo Jaya dan Direktur beberapa perusahaan di Sidoarjo dan Surabaya cukup dikenal oleh masyarakat Sidoarjo. Seperti hasil survey yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan Bambang Prasetyo Widodo pada urutan keempat dari tokoh-tokoh yang dimungkinkan maju menjadi calon Bupati. BPW dikenal oleh 29% penduduk Sidoarjo yang menjadi sampel dan hanya kalah dari Saiful Illah (wakil Bupati yang masih menjabat) dengan 81%, Imam Sugiri (Ketua Kadin Sidoarjo) dengan
commit to user
37%, dan Emy Win Hendarso (Istri Bupati Win Hendarso) yang memperoleh 30% awareness (Lembaga Survei Indonesia, 2010:52).
Sedang Khoirul Huda, adalah seorang pendidik di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sidoarjo dan dosen tetap di Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Selain sebagai pendidik, nama Khoirul Huda mulai dikenal ketika aktif menjadi Sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo (www.wiwidsuwandi.com, 2010). Itulah mengapa Khoirul Huda sangat populer di kalangan korban luapan Lumpur Lapindo.
FOX menyadari bahwa keduanya merupakan pasangan serasi, dan itu merupakan salah satu sebab FOX dan Rajawali menerima pinangan kedua calon untuk menjadi tim perkenalan mereka. Khoirul Huda dirasa pas mendampingi Bambang Prasetyo Widodo karena BPW yang dirasa kurang begitu populer di kalangan korban lumpur Lapindo karena posisinya sebagai salah satu pimpinan Lapindo menjadi terobati karena kehadiran Khoirul Huda sebagai calon Wakil Bupati. Seperti kutipan wawancara penulis dengan Sarah Santi berikut ini :
“Keduanya punya unsur berbeda yang saling melengkapi dan mudah dijual mas. Itulah kenapa kami merasa mampu mengawal proses perkenalan ini. Pak Bambang yang populer dan merakyat, ditambah Pak Huda yang bisa menutupi kekurang populeran pak Bambang di beberapa kelompok masyarakat. Paling tidak ini sudah jadi modal awal yang bagus.” (wawancara, 20 Januari 2011)
Sebagai lembaga konsultan politik yang cukup diperhitungkan, FOX Indonesia telah mengambil jalan tepat dengan memahami latar belakang kedua calon terlebih dahulu. Karena secara tidak langsung, pemilihan klien yang salah akan memberikan hambatan tersendiri dalam proses yang akan dijalani dan tentunya jika hasilnya buruk akan menjadi preseden buruk juga bagi citra FOX Indonesia.
2. Lingkungan Eksternal
Selain faktor-faktor internal diatas, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia tak mungkin terhindar dari faktor-faktor eksternal yang dinamis. Adapun beberapa faktor eksternal yang diperhatikan antara lain : a. Undang-Undang yang berlaku
Tentu saja Undang-undang yang berlaku disini mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum dan pedoman teknis kampanye yaitu Peraturan Komisi Pemilihan Umum (Perkpu) Nomor 66 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Walau sebenarnya yang dilakukan adalah perkenalan dan terjadi sebelum masa kampanye, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia merasa perlu mempelajari isi dari UU dan pedoman tersebut agar tak terkesan terlalu vulgar dalam kemasan yang akan ditampilkan.
Sarah Santi mengatakan :
commit to user
“awalnya kita harus tahu dan paham dulu apa peraturan dan pedoman yang ada mas. Walau ini bukan kampanye, tapi kan ini kan proses yang mengacu ke kampanye juga walau konsepnya perkenalan.
Jadi biar gak terlalu mencolok dan menyimpang. Soalnya kalo terlalu vulgar nanti bisa dihentikan KPU dan dianggap curi start. Biar semua bisa sama-sama jalan lah. Play smoothly to get big effect . Yang penting komunikasi dan pesannya sampai.” (wawancara, 20 Januari 2011)
Langkah dari FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia ini tepat mengingat efek yang ingin dicapai. jika sampai ada hal yang dianggap menyimpang dan muncul laporan negatif dari masyarakat, maka KPU berhak menghentikan kegiatan yang akan terjadi. tentu hal ini akan menjadi citra buruk tersendiri bagi sang calon dan komunikasi dan pesan yang akan disampaikan juga akan berakhir dan tidak tersampaikan dengan baik.
b. Kondisi Masyarakat
FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengacu pada data yang disajikan oleh Lembaga Survei Indonesia terkait demografi dan kadar dukungan penduduk terhadap calon. Paling tidak dengan survei yang dilakukan, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia dapat mengetahui sejauh mana awareness yang sudah dimiliki dari calon.
Dengan total pemilih mencapai 1,3 juta pemilih, dan dengan beragamnya tingkat ekonomi dan masyarakat yang ada, maka dibutuhkan data demografi yang akurat untuk menentukan langakah yang akan diambil.
commit to user
Lembaga Survei Indonesia menyajikan data lengkap terkait awareness calon menurut jenis kelamin, domisili, usia, pendidikan, pendapatan, pekerjaan, dan wilayah dari penduduk Sidoarjo. Data yang diambil dibandingkan dengan data milik Biro Pusat Statistik yang rutin diperbaharui setiap 5 tahun. Berikut data yang disajikan Lembaga Survei Indonesia :
Tabel III.1
Demografi Masyarakat Sidoarjo
KATEGORI BPS (%) LSI (%) GENDER
Laki-Laki 49,2 50,0
Perempuan 50,8 50,0
DESA-KOTA
Pedesaan 14,8 14,1
Perkotaan 85,2 85,9
ETNIS
Jawa 95,8 96,1
Lainnya 4,2 3,9
AGAMA
Islam 96,0 97,8
Lainnya 4,0 2,2
Sumber : (Lembaga Survei Indonesia, 2010:6)
Data diatas merupakan data dari penduduk dengan rentan
commit to user
gender, populasi pria dan wanita tidak jauh berbeda. Sedang dari segi pemerataan penduduk, kebanyakan penduduk tinggal di perkotaan dengan persentase 85,9 % (LSI), sedang sisanya berada di daerah pedesaan. Untuk etnis mayoritas masyarakat Sidoarjo adalah masyarakat etnis jawa. Sedang dalam agama, 97,8% (LSI) penduduk Sidoarjo memeluk agama Islam.
Diharap dengan demografi yang tersaji, tim akan lebih mudah menentukan arah dan tujuan pengenalan yang akan dilakukan.
Selain demografi penduduk secara umum, LSI membagi Sidoarjo dalam 6 zona dan menyajikan peta pendukung dari masing-masing kandidat pada zona-zona tersebut. Adapun zona tersebut adalah zona 1 (Candi dan Sidoarjo kota), zona 2 (Jabon, Krembung, Porong, Tanggulangin), zona 3 (Sukodono, Tulangan, Wonoayu), zona 4 (Balongbendo, Krian, Prambon, Tarik), zona 5 (Taman, Waru), zona 6 (Buduran, Gedangan, Sedati) (Lembaga Survei Indonesia, 2010:7).
Menurut data yang ada, SaifulIllah unggul di semua zona disusul Bambang Prasetyo Widodo yang hanya lemah di zona 3 dan zona 4. Kemudian Emi Win Hendarso yang juga lemah di 2 zona. Ada juga Gesang Budiarso dan Imam Sugiri yang cukup kuat di beberapa zona namun lemah di zona lainnya (Lembaga Survei Indonesia, 2010:24-30). Dengan data ini, diharapkan tim dapat lebih efektif melihat masa dan menentukan golongan mana yang harus dijadikan target utama yang tentunya dengan program intens yang mendalam
commit to user
dan golongan mana yang tinggal dibina loyalitasnya. Seperti penuturan Radita Kus Hartono selaku project manager berikut ini :
“Kita membutuhkan data lengkap untuk menentukan langkah selanjutnya mas. Kita peroleh data itu dengan bekerjasama dengan lembaga survei. Dengan data yang ada kan kita bisa lebih fokus dan lebih tepat menentukan sasaran yang akan dibidik. Mana yang harus jadi perhatian dan mana golongan yang tinggal dibina loyalitasnya.”
(Wawancara, 6 Februari 2011)
Kerjasama dengan Lembaga Survei Indonesia dan penggunaan data yang disajikan merupakan pilihan tepat karena akan merepresentasikan dengan tepat tentang data demografi masyarakat calon pemilih. Dengan lembaga survei, data pun akan lebih akurat karena data dibuat sesuai waktu yang kita inginkan. Peneliti menilai, data yang didapat tersebut bisa menjadi acuan tersendiri dalam penyusunan rencana dalam proses perkenalan pasangan calon yang akan dijalani.
c. Kandidat yang lain
Faktor kandidat yang lain juga menjadi perhatian khusus bagi FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia. Dengan tahu sejauh apa kiprah kandidat lain maka kita akan tahu kekuatan dan kelemahan lawan. Dengan begitu kita bisa mengambil manfaat dari kekuatannya dan menggunakan kelemahannya sebagai titik kekuatan kita. Seperti yang dituturkan Radita Kus Hartono berikut ini:
Kita harus tahu juga sejauh mana kekuatan kompetitor. Dengan
commit to user
kekuatan kita dan kekuatan mereka bisa kita pelajari dan kita cari celahnya agar kita juga bisa mengunggulinya. Apalagi kan ada incumbent yang ikut, otomatis fasilitas mereka lebih banyak. Makanya kita harus pelajari, agar tak kalah bersaing.” (Wawancara, 6 Februari 2011)
Seperti pada data yang disajikan Lembaga Survei Indonesia bahwa sejauh ini, Bambang Prasetyo Widodo masih berada di posisi kedua setelah SaifulIllah sang incumbent yang mendapat respon 48,3%
dari masyarakat Sidoarjo. BPW jauh dibawah dengan mendapatkan respon 8% disusul Imam Sugiri dan Emy Win Hendarso yang sama-sama memperoleh respon 6,3% dan calon lain yang cenderung kecil persentasenya (Lembaga Survei Indonesia, 2010:31).
FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengadakan studi khusus terkait pamor dan kapabilitas kandidat lain. Walau tidak begitu mendalam, langkah ini cukup bisa menjadi landasan penyusunan rencana proses pembentukan brand awareness yang akan dilakukan.
d. Pemilihan Isu
Pemilihan isu adalah salah satu riset penting yang harus dilakukan sebelum menentukan tema utama dari proses yang akan berjalan. Dengan isu yang sesuai, mendalam, dan mengena, maka masyarakat akan lebih mudah memahami pesan yang ingin kita sampaikan dan proses pembentukan brand awareness pun akan semakin efektif.
Dengan beragamnya kondisi masyarakat yang ada di Sidoarjo, maka tim dari FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia berusaha mewujudkan sebuah isu universal namun mengena bagi masyarakat. Dengan 18 kecamatan yang memiliki keragaman kultur seperti sentra industri seperti Taman, Krian, dan Waru; sentra kerajinan seperti Tanggulangin; para Nelayan di Sedati; metropolisnya Sidoarjo Kota, hingga bersahajanya masyarakat Prambon ataupun Balongbendo, mau tidak mau harus bisa masuk dalam isu yang akan diusung.
Walaupun sebenarnya pemilihan isu adalah wewenang tim kampanye intern dari pasangan BPW-Huda, namun FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia menjadi bagian dari proses pemilihan isu selama proses pembentukan brand awareness yang akan berlangsung.
Forum pun merumuskan setidaknya ada 4 hal yang akan dijadikan sebagai isu besar yang akan menjadi tema selama proses pembentukan brand awareness pasangan. Adapun 4 hal tersebut adalah :
· Percepatan penyelesaian permasalahan Luapan Lumpur Lapindo.
· Pemerataan pembangunan di Sidoarjo terkait bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.
· Membangun kesiapan sarana dan prasarana menuju Greater Sidoarjo (Sidoarjo Raya) sebagai sebuah kawasan mandiri yang terintegrasi dengan Surabaya.
commit to user
· Mewujudkan Sidoarjo yang Sejahtera, Madani dan Metropolis.
(MOM meeting konsolidasi, 23 Januari 2010)
Dengan keikutsertaan FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia dalam proses pemilihan isu, menjadikan arahan tentang isu yang akan dibahas menjadi lebih tepat, jelas, dan efektif. Hal ini karena FOX Indonesia dan Rajawali Indonesialah yang akan bertindak sebagai pembawa isu dalam proses pembentukan brand awareness yang akan terjadi.
Dari pengamatan peneliti, isu yang dipilih, merupakan isu yang masih hangat dan memang sedang menjadi perbincangan dan keresahan masyarakat Sidoarjo. Hal ini terlihat dari slogan-slogan ataupun janji-janji kandidat lain yang juga menyajikan hal sama seperti percepatan pembangunan, masalah luapan lumpur Lapindo, dan pengntasan kemiskinan. Sesuatu yang memang harus diperhatikan inilah yang pantas dijadikan isu, agar terjadi pencitraan bahwa sang tokoh memang tokoh yang perduli terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat dan keresahan yang dirasakan oleh masyarakat.
97
Gambar III.2
Pengamatan Lingkungan yang dilakukan FOX Indonesia & Rajawali Indonesia
commit to user
Salah satu kelemahan dari pengamatan lingkungan yang dilakukan oleh FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia adalah tidak dibuatnya matriks SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity dan Treath) secara detail. Yang ada hanyalah pemahaman bersama akan brief(arahan) yang disampaikan project leader dan arahan tentang apa yang harus dilakukan di lapangan. Dengan membuat skema sistematis analisis SWOT, Tim akan mampu melihat rangkaian strategi alternatif dalam pelaksanaan proses pembentukan brand awareness.
Strategi alternatif tersebut seperti yang dijabarkan Fredi Rangkuti adalah Strategi SO yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, Strategi WO yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang, Strategi ST yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman, Strategi WT yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman (Fredi Rangkuti seperti dikutip oleh Dhian Puspitasari,2008:43).
Berikut peneliti jabarkan matriks SWOT yang sebaiknya dibuat oleh Tim Kampanye sebagai hasil pengamatan lingkungan:
Tabel III.2
- incumbent yang dinilai kinerjanya kurang memuaskan
-tokoh-tokoh lain yang kurang populer
-masalah luapan lumpur yang belum selesai dan Emy Win Hendarso yang masih diatas BPW maupun Huda -akses yang tak begitu bebas karena bayang-bayang incumbent
commit to user C. Perencanaan
Setelah melakukan pengamatan lingkungan baik dari unsur lingkungan internal ataupun lingkungan eksternal, maka tim dari FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia melakukan proses selanjutnya yaitu penyusunan rencana.
Tim melakukan sebuah perencanaan yang terdiri dari: penyusunan tujuan, identifikasi segmentasi sasaran, menentukan pesan, merancang strategi dan taktik, dan penganggaran dana.
1. Penyusunan Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembentukan brand awareness yang dilakukan FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia ini tentu saja adalah meningkatnya kesadaran masyarakat Sidoarjo akan figur ketokohan Bambang Prasetyo Widodo dan Khoirul Huda terkait pencalonan diri mereka dalam PEMILUKADA Sidoarjo 2010. Seperti yang diutarakan oleh Radita Kus Hartono :
“Tujuan kita jelas ya mas, supaya beliau berdua itu lebih dikenal dan masyarakat paham bahwa ada tokoh seperti pak BPW dan Huda. Ini lho keunggulannya, dan mereka akan mencalonkan diri di Pemilukada. Jadi lebih ke perkenalannya mas.” (Wawancara, 6 Februari 2011)
Secara umum mungkin proses perkenalanlah yang jadi tujuan utama. Dari tujuan inilah FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia menentukan target yang ingin mereka raih. Penentuan target tentunya berdasar pada riset yang telah dilakukan pada fase sebelumnya.
commit to user
Radita Kus Hartono menambahkan :
“Nah,,dari situ kita menentukan segala sesuatunya mas, termasuk target yang harus kita raih. Target besarnya tentu saja semua masyarakat Sidoarjo jadi kenal dan suka dengan calon yang kita usung. Kan semua datanya sudah ada saat riset, jadi tinggal mengembangkan saja, daerah-daerah mana yang jadi perhatian. (Wawancara, 6 Februari 2011)
FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia menunjukkan sebuah tujuan spesifik dari proses yang akan dijalani. Dengan tujuan yang spesifik, maka target dan dan hal-hal yang akan direncanakan semakin mudah dirumuskan.
2. Identifikasi Segmen Sasaran
Segmen sasaran yang ingin diraih oleh FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia tentunya adalah seluruh masyarakat Sidoarjo.
Masyarakat disini mencakup segala lapisan golongan dari mulai petani hingga pengusaha, kaum terpelajar dan kaum awam, orang tua dan remaja, wanita ataupun pria, semua diharapkan bisa menerima pesan yang ingin disampaikan oleh tim. Selain itu karena memang telah ada data dari Lembaga Survei Indonesia terkait demografi dan zona-zona pendukung yang harus diperhatikan, maka tim lebih mudah dalam menentukan segmen sasaran. Seperti yang diungkapkan Sarah Santi :
“Untuk sasaran, secara umum pasti semuanya ya mas, tapi kan kita juga sudah riset dan dapet data dari Lembaga Survei Indonesia juga tentang mana-mana saja daerah yang sudah punya awareness terhadap calon kita dan daerah mana saja yang masih minim pengetahuannya. Nah, dari situ kita bisa tahu mana saja daerah yang harus menjadi perhatian. Agar semuanya efektif dan efisien.” (wawancara, 20 Januari 2011)
commit to user
FOX dan Rajawali mengamati secara serius tentang segmentasi sasaran yang akan dirambah. Hal ini sangat tepat agar pesan yang ingin disampaikan juga tersampaikan secara maksimal dan brand awareness calon juga dapat terbentuk secara maksimal.
3. Menentukan Pesan
Proses pembentukan brand awareness ini sesungguhnya tidak akan jauh berbeda dengan proses kampanye pada umumnya. Namun, bentuknya lebih disederhanakan dan lebih spesifik mengenai proses perkenalan sang calon pada masyarakat dengan tujuan kesadaran masyarakat akan “merek” yaitu sang calon akan meningkat. Pada dasarnya, proses ini tak akan lepas dari proses dasar komunikasi yaitu penyampaian pesan-pesan dari pengirim kepada khalayak. Pesan-pesan inilah yang akan dipersepsi, ditanggapi, dan diterima atau ditolak oleh khalayak.
Dalam menentukan pesan apa yang akan disampaikan kepada khalayak, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengacu pada panduan
Dalam menentukan pesan apa yang akan disampaikan kepada khalayak, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengacu pada panduan