BAB III PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
D. Pelaksanaan
Setelah melalui proses perencanaan, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia tiba pada proses pelaksanaan dari apa yang telah direncanakan dalam proses pembentukan brand awareness BPW-Huda. Berikut penjabaran dari kegiatan yang dilaksanakan tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia.
1. Panggung hiburan
Merupakan wahana perkenalan dan pembentukan brand awareness calon melalui jalur kesenian dan musik. Ada 2 pentas yang coba dihadirkan yaitu pentas kesenian ludruk dan pentas musik dangdut.
Keduanya dipilih karena dirasa pentas tersebutlah yang paling dekat dengan rakyat dan menjadi magnet tersendiri untuk mengundang masyarakat dalam proses pembentukan brand awareness ini. Pentas ludruk
commit to user
hanya diadakan di satu titik, sedang pentas dangdut diadakan di 12 titik berbeda di Sidoarjo yang mencakup seluruh kecamatan yang ada di sana.
Selain pentas hiburan, panitia juga menyediakan doorprize bagi penonton yang beruntung. Seperti yang diutarakan Rhisma Setyadi selaku Manajer Operasional event dari Rajawali Indonesia :
“Seperti yang kita ketahui mas, kalau musik dan kesenian daerah itu sangat dekat dengan rakyat. Nah, dari persepsi itulah kita pengen merangkul kehadiran masyarakat lewat pentas yang kita adakan.
Rencananya, ludruk itu untuk kalangan yang sudah tua, sedang dangdutnya untuk yang lebih muda. Walau tak menutup kemungkinan sebaliknya. Kalo massa sudah kumpul kan lebih gampang tu mas kasih penjelasannya. Apalagi kalo berhadiah, pasti kumpul lah.” (wawancara 10 Februari 2011)
Seperti pengamatan peneliti pada pentas hiburan musik dangdut O.M Caesar di lapangan Desa Katerungan Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Acara dimulai pukul 19.00 WIB. Namun pada sore harinya dilakukan promo dengan woro-woro keliling desa dengan menggunakan mobil pick up atau yang dalam bahasa setempat disebut
“ledang”.
Foto III.1
Ledang Untuk Woro-Woro
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Ketika waktu tepat menunjukkan pukul 19.00 WIB, MC mulai naik ke panggung untuk membuka acara dan mengucapkan selamat datang kepada para penonton yang hadir. Tidak lupa MC menginformasikan untuk meminta kupon doorprize yang akan diundi di tenda panitia. Adapun doorprize malam itu adalah TV 14 inch, Kompor Gas, Kipas Angin, Setrika Listrik, dan Handphone.
Setelah acara resmi dibuka, bengangsur-angsur para biduan dari O.M Caesar menghibur penonton. Pada pukul 20.30 WIB, BPW dan Huda hadir di tempat acara. Mereka menuju tenda VIP yang telah disediakan. Di tengah acara, BPW dan Huda dipanggil ke panggung oleh MC untuk sedikit bercerita tentang dirinya dan tujuannya mengadakan acara tersebut. Bergantian BPW dan Huda bercerita. Mereka juga membagikan 2 doorprize paling besar yaitu Televisi 14 inch dan Handphone. Setelah sekitar 30 menit, BPW dan Huda dipersilahkan menuju tenda VIP kembali dengan diiringi tepuk tangan penonton.
Kemeriahan panggung pun berlanjut hingga pukul 23.00 WIB.
Foto III.2.A Foto III.2.B
Aksi Panggung OM Caesar BPW-Huda Berorasi
commit to user
Selain artis Orkes Melayu (OM) Lokal, pada sebuah panggung di Lapangan Kedung Wonokerto, Kecamatan Prambon, dihadirkan pula artis ibukota yaitu New Trio Macan. Walau alur yang terjadi tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya, namun artis ibukota menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang ingin menyaksikan. Namun karena acara ini dilaksanakan ketika BPW dan Huda telah menjadi pasangan resmi yang ditetapkan KPU, maka branding bermateri BPW atau Huda atau yang berbau kampanye sudah dihilangkan dan berganti dengan lebih menonjolkan kehadiran si artis.Hal ini disiasati oleh FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia agar tak berbau curi start kampanye. Berikut beberapa dokumentasinya :
Foto III.3.A Foto III.3.B
New Trio Macan dan MC Aksi Panggung New Trio Macan
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
2. Nonton Bareng Piala Dunia 2010
Bertepatan dengan putaran final Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan, tim FOX Indonesia dan rajawali indonesia tak mau kehilangan momen ini. Maka tim mengadakan acara nonton bareng di 12 titik berbeda di setiap kecamatan yang ada di Sidoarjo. Acara ini juga berhadiah dan juga diisi dengan hiburan pentas musik walau dalam skala yang lebih kecil. 12 pertandingan yang disiarkan mulai dari babak penyisihan hingga semi final. Untuk final tidak diadakan nonton bareng karena telah memasuki masa tenang kampanye.
Karena moment nonton bareng ini sudah memasuki masa kampanye, maka FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia menggunakan strategi menggandeng lembaga lokal untuk menghindari kecurigaan kampanye dari KPU Daerah Sidoarjo. Dengan menggandeng lembaga lokal yang merupakan simpatisan dari BPW dan Huda, acara nonton bareng seolah diadakan oleh sang lembaga walaupun dana dan segala pirantinya berasal dari tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia juga.
Seperti observasi yang dilakukan oleh peneliti pada gelaran nonton bareng piala dunia pada 11 Juni 2010 di Gedung Olah Raga (GOR) Sidoarjo. Berikut hasil observasi yang dilakukan :
Mulai pukul 18.00 WIB, arena parkir GOR telah dipadati para penikmat bola yang ingin menyaksikan laga perdana World Cup 2010 antara Afrika Selatan dan Meksiko. Dalam arena acara, selain ada screen besar untuk menonton, ternyata ada beberapa tenda pendukung yang berisi
commit to user
games dan item pendukung seperti photo wall, tenda doorprize, tenda tatto untuk para pendukung kesebelasan yang ingin melukis bagian tubuhnya, arena musik, tenda games penalty shoot dan tenda games bola pantul.
Arena parkir yang biasanya sepi pun jadi gemerlap malam itu. Ternyata tak hanya hiburan, 200 penonton pertama pun mendapat hadiah langsung berupa kaos tim kesebelasan yang bertanding. Namun, semua kaos itu bernomor punggung 5 sesuai no.urut BPW-Huda dalam Daftar Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang ditetapkan KPU Daerah Sidoarjo.
Seperti penuturan Rhisma :
“Intinya acara ini selain menyuguhkan tayangan bola juga menghibur mas. Ada games dan banyak doorprize. Selain itu ada hadiah langsung untuk 200 orang pertama yang mengisi brosur doorprize yaitu kaos tim yang tanding. Semuanya nomer punggungnya 5, itu karena Bapak(BPW dan Huda) mendapat nomor urut 5, jadi biar masyarakat gampang ingetnya aja.” (wawancara 10 Februari 2011)
Dalam acara ini, juga ditampilkan sosok Zakumi, yang menjadi maskot Piala dunia 2010. Sedang BPW Sendiri hadir sekitar pukul 20.00 saat upacara pembukaan Piala Dunia tengah berlangsung. Sebelum pertandingan dimulai, BPW yang kebetulan malam itu tidak hadir bersama Huda dikarenakan Huda menghadiri acara lainnya, sempat naik panggung dan mengucapkan salam kepada para suporter masing-masing kesebelasan yang akan bertanding dan masyarakat yang malam itu hadir di sana. Acara ini menjadi momen tersendiri bagi proses pengenalan BPW-Huda. Karena banyaknya animo masyarakat yang hadir karena menyukai sepakbola,
maka dapat menjadi tempat yang tepat untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.
Berikut dokumentasi yang diambil peneliti di tempat acara : Foto III.4.A Foto III.4.B
Big Screen untuk Menonton Aksi Panggung Band Pendukung
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
Foto III.4.C Foto III.4.D
Tenda Tatto untuk Suporter Foto Bersama Zakumi
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
commit to user Foto III.4.E
BPW Menyerahkan Doorprize
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
3. Kegiatan Sosial Keagamaan
Kabupaten Sidoarjo merupakan Kabupaten yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia mengambil fenomena ini sebagai sebuah potensi promo dengan mengadakan beberapa kegiatan yang menunjang proses keagamaan.
Adapun acara yang diadakan adalah :
· Istigoshah
Menilik bahwa Provinsi Jawa Timur khususnya Sidoarjo adalah daerah yang sangat menghargai pemuka agama, maka FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia pun tak mau menyiakan potensi ini.
Tim membuat sebuah paket acara yang berisi tausyiah, istighotshah, dan Doa bersama untuk sidoarjo yang menghadirkan ulama-ulama besar Sidoarjo maupun Jawa Timur. Sebagai wilayah yang memiliki loyalis-loyalis terhadap ulama tertentu, diharapkan dengan
commit to user
menghadirkan sang ulama, maka loyalis-loyalis tersebut juga akan hadir pada acara yang dibuat dan tentunya tujuan akhirnya adalah memberikan pesan tentang BPW dan Huda kepada massa yang datang.
Istighoshah diadakan di Lapangan Brebek Kecamatan aru tanggal 11 April 2010. Adapun ulama yang dihadirkan adalah Kiai Ahmad Subadar dari Pasuruan dan Kiai Ali Mustawa dari Sidoarjo.
Istigoshah ini mengambil tema “Doa Bersama untuk Keselamatan Sidoarjo”. Sekitar 2000 orang hadir memenuhi lapangan yang keseluruhannya ditutupi tenda. Berikut dokumentasinya :
Foto III.5 Suasana Istigoshah
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
· Incognito
Incognito merupakan kunjungan Bambang Prasetyo Widodo ke wilayah-wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan media Sholat
commit to user
acara setelah selesai sholat adalah pembagian makan gratis kepada para jamaah. Mobil yang membagi makanan merupakan mobil full branding bergambar BPW disertai diletakkannya beberapa banner yang bermaterikan gambar BPW dan slogan-slogannya. Dengan komunikasi semacam ini, diharapkan sebagian besar masyarakat yang hadir akan semakin mengenal BPW.
Foto III.6
Suasana Pembagian Makanan pada Incognito
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
· Doa dan Tahlil 100 Hari Kematian Gus Dur
Almarhum KH.Abdurrahman Wahid merupakan tokoh besar bagi Nahdlatul Ulama (NU) dan bagi Sidoarjo, karena sebagian besar masyarakat Sidoarjo juga merupakan jamaah NU. Momen 100 hari wafatnya Gus Dur dijadikan momentum untuk kembali mengumpulkan massa dan mensosialisasikan Bambang Prasetyo Widodo dan Khoirul Huda. Doa dan Tahlil ini diadakan di Pondok
Pesantren Salafiyah Metal Desa Kebon Arum Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo. Acara ini selain menghadirkan KH.Mahfud Sidiq sang pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Metal, juga menghadirkan KH.Ali Mustawa dari Sidoarjo. Sekitar 500 orang baik dari pondok pesantren dan warga sekitar pondok memadati kawasan Pondok Pesantren. Acara berlangsung khusyuk dari pukul 19.00- 21.30 WIB.
Foto III.7
Suasana Doa dan Tahlil
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
4. Senam Pagi bersama BPW
Acara ini merupakan acara santai yang dikonsep untuk mengumpulkan lebih banyak massa di tempat terbuka dalam kemasan yang lebih santai. Senam pagi dilakukan di dua titik masing-masing di Halaman Parkir Mandiri Residen Krian (04 April 2010) dan Lapangan Pasar Seni Tanggulangin (11 April 2010). Acara dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai pukul 09.00 WIB. Selain senam bersama, FOX Indonesia
commit to user
dan Rajawali Indonesia mengemasnya secara lebih menarik dengan memberikan hiburan berupa panggung hiburan musik dangdut dan beragam doorprize yang dibagikan. Acara berlangsung meriah dan berhasil mendatangkan sekitar 600-700 orang pada setiap titiknya.
Selain melakukan personal branding lewat orasi di panggung, BPW yang datang bersama istri pun ikut senam dan berbaur bersama masyarakat yang datang. Hal ini bertujuan untuk semakin mendekatkan figur BPW dengan masyarakat, selain tentunya dengan pembagian beberapa doorprize yang cukup memeriahkan acara.
Foto III.8 Suasana Senam Pagi
(Sumber : Dokumentasi pribadi)
commit to user
5. Pemberian Bantuan Dana Untuk Kesebelasan DELTRAS SIDOARJO Deltras Sidoarjo merupakan klub sepakbola kebanggan warga Sidoarjo. Walau Deltras merupakan “wilayah” milik kompetitor yaitu Saiful Illah (wakil Bupati yang masih menjabat) yang menjadi ketua umum Deltras Sidoarjo, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia tak mau kalah dan mencitrakan kepedulian BPW-Huda akan sepakbola lokal dengan menyumbang kepada manajemen Deltras Sidoarjo yang disinyalir sedang mengalami masalah dana sebesar Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah). Dengan berita yang akan muncul mengenai pencitraan kepedulian BPW-Huda akan Sepakbola, diharapkan akan lebih meningkatkan personal branding BPW-Huda di mata masyarakat Sidoarjo khususnya suporter Deltras Sidoarjo.
Foto III.9.A Foto III.9.B
BPW-Huda Menyerahkan Foto Bersama Deltras Sidoarjo Bantuan secara Simbolis
(Sumber : Dokumentasi FOX Indonesia)
commit to user 6. Promosi Media
Dalam promosi lewat media, FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia membaginya menjadi 2 jenis, yaitu media dalam arti media berita (cetak dan elektronik ) serta media promo luar ruang (out door promotion). Seperti yang diutarakan Radita Kus Hartono berikut ini :
“Kita bagi memang jadi 2 unit mas, unit media berita yang nanti terkait media elektronik dan cetak yang langsung dikomando sama mas Kahfi dari FOX dan media luar ruang yang sepenuhnya tanggung jawab Rajawali. Nah, kalau untuk desain-desain nanti kita share agar ada kesepakatan bersama, jadi tema antara media berita sama luar ruang tetep nyambung walau penyampaiannya beda. “(Wawancara, 6 Februari 2011)
· Media Berita
Pada media ini, semua materi dan distribusi langsung di handle oleh FOX Indonesia. Adapun sistemnya adalah dengan mengajak rekan-rekan pers baik lokal maupun nasional untuk bekerjasama terkait peliputan dan sosialisasi acara-acara yang dilakukan BPW-Huda. Termasuk dengan undangan yang selalu disampaikan kepada rekan-rekan wartawan pada semua acara yang dilaksanakan. M.Kahfi Siregar selaku koordinator pers menyatakan :
”Kita bersosialisasi lewat rekan-rekan pers mas, jadi setiap kita ada acara ya mereka kita kasih tahu dan mengundangnya untuk liputan.
Dengan mereka liput, kan nantinya akan masuk di media mereka masing-masing, nah, itu poin untuk semakin memperkenalkan BPW-Huda dan kegiatan-kegiatannya.” (wawancara,22 januari 2011)
Dalam rangka mensiasati pembentukan citra yang baik, Kahfi siregar yang juga menjabat Media and Public Relation Division Manager di FOX Indonesia ini menambahkan :
“Yang penting kita tahu sama tahu lah mas, kan kita pengen pencitraan yang baik, maka ya kita harus bikin kita baik di depan rekan-rekan wartawan. Yang penting sharing dan sosialisasi program-program kita itu disampaikan dengan sebaik-baiknya. Pasti rekan-rekan wartawan juga ngertilah maksud kita.” (wawancara,22 Januari 2011)
· Media Luar Ruang
Media luar ruang adalah sepenuhnya tanggung jawab Rajawali Indonesia. Adapun beberapa media luar ruang yang digunakan dalam proses pembentukan brand awareness BPW-Huda adalah :
1. Billboard
Merupakan pemasangan billboard berukuran 10x5m pada titik strategis di Sidoarjo. Jumlah billboard yang dipasang mencapai 10 buah yang tersebar di titik-titik strategis Sidoarjo.
Kuantitas ini sesuai dengan yang direncanakan. Billboard memang merupakan salah satu sarana promosi yang baik, karena selain wujud dan bentuknya yang menonjol, ketika dipasang di tempat strategis juga menimbulkan awareness tertentu bagi isi billboard itu. Termasuk kepada materi yang ada disana yaitu sosialisasi pasangan BPW dan Huda.
commit to user
Pada billboard dicantumkan foto kedua calon, nama kedua calon, no. Urut pemilihan calon dan tagline “BANGKIT Sidoarjo”.
Menurut peneliti, komposisi ini sudah cukup mewakili pesan yang ingin disampaikan tim yaitu identitas pasangan dan kepentingan promosi.
Foto III.10 Billboard BPW-Huda
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia) 2. Mini Baliho 3x2m
Merupakan pemasangan mini baliho berukuran 3mx2m pada titik strategis di Sidoarjo. Jumlah mini baliho yang dipasang mencapai 1200 buah. Kuantitas ini sesuai dengan yang direncanakan oleh tim FOX dan Rajawali Indonesia. Mini Baliho ini berfungsi untuk mengcover daerah-daerah yang tidak terjangkau Billboard karean tak ada fasilitas billboard yang berdiri. Mini baliho bergambar foto calon, no urut calon dan slogan “BANGKIT SIDOARJO”.
Dengan pemasangan mini baliho yang dilakukan, daera-daerah yang tak memungkinkan dipasang billboard, tetap dapat diberi informasi tentang BPW-Huda. Tempat-tempat strategis semakin mengefektifkan proses penyebaran informasi tentang calon ini.
Foto III.11
Mini Baliho BPW-Huda
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia)
3. Roundtag 1x2m
Pemasangan rountag berukuran 1mx2m di titik strategis di sidoarjo.Roundtag berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi di daerah yang lebih dalam. Seperti jalan-jalan kampung ataupun gang-gang di pinggiran Sidoarjo. Jumlah roundtag yang dipasang mencapai 2000 buah. Materi pada roundtag berisi foto calon, no urut calon dan slogan yang diusung calon.
Menurut peneliti, roundtag merupakan sarana paling ideal
commit to user
juga bersifat dekat dengan keseharian rakyat. Misal jika dipasang di sebuah gang kampung, maka masyarakat sekitar kampung akan sering membacanya dan menangkap informasi yang ada. Hal ini tentu berbeda dengan billboard yang jangkauannya lebih sempit yaitu di wilayah perkotaan.
Foto III.12 Roundtag BPW -Huda
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia) 4. Spanduk
Spanduk merupakan sarana promosi wajib bagi setiap promo yang biasa ada. Tim FOX dan Rajawali Indonesia juga menggunakan spanduk untuk menyasar pada wilayah yang lebih luas dan tempat yang strategis. Spanduk yang dipasang berukuran 1mx6m di panggung-panggung spanduk yang ada di Sidoarjo.
Spanduk berisikan materi foto calon, no urut calon dan slogan calon “BANGKIT SIDOARJO”. Jumlah spanduk yang dipasang mencapai 1000 buah.
Penggunaan spanduk sudah biasa dilakukan dan mungkin efeknya tidak begitu signifikan. maka FOX dan Rajawali Indonesia hanya memasang 1000 spanduk. Walau efektif kadang spanduk cenderung diacuhkan oleh masyarakat yang melintas.
Foto III.13 Spanduk BPW-Huda
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia)
5. Branding Rearglass Angkutan Umum
Merupakan media promosi dengan menempelkan stiker one way di 500 armada angkutan kota di Sidoarjo. Cara ini dianggap efektif karena dengan adanya gambar di kaca belakang (rearglass) angkutan kota, maka akan menarik lebih banyak awareness masyarakat. Baik penumpang angkutan kota itu sendiri, atau pengguna jalan lainnya.
Materi yang ada dalam stiker yang dipasang adalah foto calon, no urut calon dan slogan calon “BANGKIT SIDOARJO”.
Selain itu juga ditambahkan insert gambar bertuliskan “BPW-Huda
commit to user
2010” yang merepresentasikan tahun PEMILUKADA di Sidoarjo yang diharapkan dapat dimenangkan pasangan BPW-Huda.
Foto III.14
Branding Rearglass Angkutan Umum
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia) 6. Bendera Perahu
Merupakan sarana promosi dengan pemasangan bendera di perahu. Hal ini didasari pada kondisi bahwa Sidoarjo juga memiliki wilayah nelayan yang cukup luas. Jadi tim melakukan promo untuk pembentukan brand awareness melalui pemasangan bendera ini. Bendera sendiri berisi no urut calon dan slogan
“BANGKIT SIDOARJO”. Pemasangan dilakukan di 300 armada perahu rakyat di Sidoarjo.
Hal yang dilakukan tim sangat tepat dengan membidik salah satu golongan secara spesifik. Dengan dipasangnya bendera di perahu ini, maka kaum nelayan paling tidak mengetahui adanya tokoh yaitu BPW dan Huda yang maju menjadi calon Bupati dan calon Wakil bupati Siodarjo pada PEMILUKADA 2010.
Foto III.15 Bendera Perahu
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia) 7. Bendera Becak
Merupakan pemasangan bendera pada armada becak di Sidoarjo. Seperti halnya pada perahu, bendera ini berisi no urut calon dan slogan “BANGKIT SIDOARJO”. Pemasangan dilakukan di 300 armada becak. Diharapkan dengan dipasangnya bendera pada becak ini, akan menjadi sarana meningkatkan brand awareness wamsyarakat khususnya pengguna becak dan pengemudi.
Menurut peneliti, pemasangan ini sangat tepat mengingat becak juga merupakan sarana transportasi yang cukup populer di Sidoarjo. Dengan demikian, brand awareness akan terbentuk dan calon akan semakin dikenal.
commit to user Foto III.16 Bendera Becak
(Sumber : Dokumentasi Rajawali Indonesia)
Pada tahap pelaksanaan ini, selain pelaksanaan kegiatan pembentukan brand awareness melalui berbagai kegiatan, peneliti juga melihat mengenai pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang ada. Berikut penjabaran mengenai fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan oleh Tim dari FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia:
1. Organising (Pengorganisasian)
Pengorganisasian yang dilakukan oleh FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia sangat terstruktur. Setiap posisi memiliki fungsi dan tugasnya masing-masing. Walau memang tidak ada struktur organisasi secara resmi yang terpampang di kantor, namun menurut wawancara dengan Radita Kus Hartono pada 6 Februari 2011,maka penulis menyimpulkan bahwa pembagian tanggung jawab yang ada adalah sebagai berikut :
commit to user
Project Leader : Ibu Sarah Santi (FOX Indonesia) Indonesia)
Field Manager : Ibu Rhisma Dyah Setiadi (Rajawali Indonesia) Indonesia)
Project Manager : Bp. Radita Kus Hartono (Rajawali Indonesia)
KRU koordinator dari beberapa point strategis.
· Project Leader (dari FOX Indonesia) bertanggung jawab penuh akan semua pengambilan keputusan di lapangan dan akan dibantu oleh seorang Project Manager (dari Rajawali Indonesia) yang akan membawahi semua unit proyek.
Adapun struktur kepengurusan yang terbentuk adalah : Gambar. III.4
Struktur Organisasi Tim BPW-HUDA FOX-RAJAWALI Indonesia
commit to user
Secara struktural, Sarah Santi merupakan penanggung jawab secara menyeluruh dari proses yang terjadi. dia akan dibantu 4 orang supervisi dari FOX Indonesia yang bertanggung jawab langsung kepadanya. Untuk pelaksanaan, menjadi tanggung jawab Project Manager (Radita Kus Hartono) yang akan dibantu Ibu Rhisma Setyadi sebagai Field Manager. Di bawah Rhisma, adalah tim lapangan yang biasa disebut kru dan dibawah komando dari Ibu Rhisma.
Dari uraian diatas, meski Tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia tidak membuat struktur resmi dan tertulis, bila dicocokan dengan jenis-jenis organisasi oleh Suhardi Mukhlis (Suhardi Mukhlis, 2006 : 21) maka jenis organisasi Tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia adalah Line and staff organization. Suatu bentuk organisasi dimana pimpinan dibantu oleh staf dan ada kesatuan komando serta memiliki garis komando dari tingkat yang paling atas hingga tingkat yang paling bawah atau dari Project Leader sampai ke tingkat kru lapangan.
Project Leader dibantu oleh para koordinator bidang dan adanya Project Manager menandakan adanya garis komando dari atas hingga bawah.
Ada empat cara yang dikemukakan oleh Suhardi Mukhlis dalam menjaga koordinasi, yaitu mengadakan pertemuan resmi (unsur atau unit yang harus dikoordinasikan), mengangkat seseorang/tim/panitia (sebagai koordinator), membuat buku pedoman (berisikan penjelasan tugas masing-masing unit), pimpinan/atasan mengadakan pertemuan-pertemuan informal
commit to user
dengan bawahannya (pemberian bimbingan, konsultasi, dan pengarahan) (Suhardi Mukhlis, 2006 : 21-25).
Melihat dari uraian Tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia, berarti hanya satu yang tidak diterapkan Tim dalam melakukan koordinasi yaitu membuat buku pedoman yang berisikan penjelasan tugas masing-masing unit. Tugas masing-masing-masing-masing bidang hanya berupa penjelasan saja
Melihat dari uraian Tim FOX Indonesia dan Rajawali Indonesia, berarti hanya satu yang tidak diterapkan Tim dalam melakukan koordinasi yaitu membuat buku pedoman yang berisikan penjelasan tugas masing-masing unit. Tugas masing-masing-masing-masing bidang hanya berupa penjelasan saja