• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran resiliensi pasien yang mengalami penyakit kronis di RSUP H. Adam Malik Medan.

4.2 Populasi dan Sampel

a. Populasi

Populasi merupakan unit dimana suatu hasil penelitian akan diterapkan (Dharma, 2011). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan penyakit kronis dengan jumlah populasi sebanyak 580 pasien rawat inap dan rawat jalan pada tanggal 1- 17 desember 2015 di RSUP H. Adam Malik Medan (Rekam Medis RSUP H. Adam Malik, 2015).

b. Sampel

Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan accidental sampling. Teknik sampel ini menggunakan metode pemilihan sampel dengan memilih siapa yang kebetulan ditemukan atau dijumpai oleh peneliti sampai dengan jumlah yang diinginkan terpenuhi (Dharma, 2011). Besar sampel ditentukan apabila subjek kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya penelitian populasi dan jika subjeknya lebih

besar dari 100 dapat diambil antara 10-15 % atau 20-55 % (Arikunto, 2006). Berdasarkan formulasi tersebut peneliti mengambil 10,04% dari jumlah populasi sehingga didapatkan 60 sampel.

Universitas Sumatera Utara 4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di beberapa ruangan di RSUP H. Adam Malik, diantaranya unit Penyakit Jantung Terpadu (PJT), ruang hemodialisa, ruang rindu A-1, dan ruang kemoterapi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan. Penelitian ini dimulai pada bulan September 2015 – Juni 2016 terhitung sejak pengajuan judul penelitian sampai pengumpulan skripsi. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan 16 Maret sampai 16 April 2016.

4.4 Pertimbangan Etik Penelitian

Penelitian ini dilakukan setelah proposal penelitian disetujui dan peneliti mendapatkan izin penelitian dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Peneliti mendapat persetujuan komisi etik penelitian kesehatan (ethical cleareance)

Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, kemudian peneliti menemui responden dengan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian ini. Responden yang bersedia dipersilahkan menandatangani lembar persetujuan (informed concern). Responden yang tidak bersedia berhak menolak dan mengundurkan diri tanpa ada

paksaan dari peneliti (autonomy). Kerahasiaan informasi (confidentiality) responden

merupakan masalah etik yang paling utama dalam penelitian ini dengan tidak menuliskan nama pada instrumen (anonymity). Peneliti juga akan menghindari dampak yang dapat merugikan responden selama penelitian berlangsung (non maleficence). Data-data yang diperoleh dari calon responden digunakan untuk kepentingan penelitian saja.

Universitas Sumatera Utara 4.5 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala resiliensi yang disusun berdasarkan lima aspek resiliensi. Item skala resiliensi diadaptasi dari Resilience Scale

(RS) milik Wagnild dan Young (1993) yang kemudian dimodifikasi oleh peneliti.

Gambaran resiliensi pada pasien yang mengalami penyakit kronis dapat ditinjau secara umum maupun spesifik berdasarkan aspek-aspek resiliensi. Tujuan pengembangan dirancang untuk mengidentifikasi individu tangguh atau mereka yang memiliki kapasitas untuk ketahanan dalam perawatan.

Kuesioner terdiri dari 25 item pernyataan dengan menggunakan skala Likert dimana pernyataan positif (favorable) sebanyak 18 item dan pernyataan negatif (non favorable) sebanyak 7 item dengan pemberian skor masing-masing 1 sampai 4. Menentukan hasil ukur, peneliti menggunakan formula untuk menentukan kelas kategori sebagai berikut : P = rentang/ banyak kelas

= (25x4)-(25x1) / 3 = 75/ 3

= 25

Berdasarkan formulasi tersebut, maka hasil ukur 25-49 berada dalam resiliensi kategori rendah, 50-74 berada dalam resiliensi kategori sedang, dan 75-100 berada dalam resiliensi kategori tinggi.

a. Kuesioner Data Demografi

Kuesioner data demografi meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, status, jenis penyakit yang diderita, dan lama terdiagnosa. Data demografi responden hanya digunakan untuk menguraikan karakteristik responden.

Universitas Sumatera Utara

b. Resilience Scale (RS)

Untuk mengukur resiliensi pasien yang mengalami penyakit kronis menggunakan

Resilience Scale (RS) milik Wagnild dan Young (1993) kemudian dimodifikasi oleh

peneliti. Kuesioner menggunakan skala Likert, yaitu dengan penilaian sebagai berikut: Favorable : Nilai 1 : Sangat Tidak Setuju; Nilai 2 : Tidak Setuju; Nilai 3 : Setuju; Nilai 4: Sangat Setuju, Non favorable : Nilai 1 : Sangat Setuju; Nilai 2 : Setuju; Nilai 3 : Tidak Setuju; Nilai 4 : Sangat Tidak Setuju.

4.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

a. Uji Validitas

Validitas menunjukkan ketepatan pengukuran suatu instrumen, artinya suatu instrumen dikatakan valid apabila instrumen tersebut mengukur apa yang seharusnya diukur (Dharma, 2011). Dalam penelitian ini, peneliti melakukan validasi isi (content

validity) pada Resilience Scale (RS) milik Wagnild dan Young (1993) sebanyak 25

item yang sudah dimodifikasi oleh peneliti dan divalidasi oleh dosen psikologi perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara, yaitu Dr. Wiwik Sulistiyaningsih. Nilai validitas pada kuesioner resiliensi adalah 0,97 maka dapat dikatakan bahwa instrumen telah valid

c. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tingkat konsistensi suatu pengukuran. Reliabilitas menunjukkan apakah pengukuran menghasilkan data yang konsisten jika instrumen digunakan kembali secara berulang (Dharma, 2011). Uji reliabilitas dilakukan pada 30 pasien sesuai dengan sampel penelitian di Rumah Sakit Dr. Pirngadi Medan. Uji reliabilitas kuesioner menggunakan rumus cronbach alpha, dimana untuk dapat

Universitas Sumatera Utara

digunakan dalam suatu penelitian setidaknya instrumen memiliki nilai reliabilitas diatas 0,80 (Dharma, 2011). Uji reliabilitas ini dibantu dengan teknik komputerisasi. Besar sampel untuk uji reliabilitas penelitian berjumlah 30 pasien yang dilakukan di RS Pirngadi Medan. Hasil uji reliabilitas pada kuesioner didapatkan nilai 0,810. Maka dapat dikatakan bahwa instrumen sudah reliabel.

4.7 Pengumpulan Data

Pengumpulan data akan dilakukan setelah menerima surat etik penelitian dan surat izin penelitian dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan RSUP Haji Adam Malik Medan. Peneliti selanjutnya mencari calon responden dengan mendatangi unit Penyakit Jantung Terpadu, hemodialisa, kemoterapi, ruang RA, RB, kemudian menjelaskan kepada calon responden dibantu oleh keluarga responden tentang tujuan, manfaat, dan cara mengisi kuesioner. Setelah calon responden bersedia untuk diteliti, responden diminta untuk menandatangani informed consent. Kemudian peneliti mengambil data dari responden yang bersedia mengisi kuesioner dengan cara peneliti menyerahkan kuesioner dan diisi oleh responden atau membacakan dan menjelaskan pertanyaan pada kuesioner dan responden hanya menjawab sesuai pertanyaan yang ada. Peneliti memberi kesempatan pada calon responden bila ada pertanyaan yang tidak dimengerti.

4.8 Analisa Data

Setelah semua data pada kuesioner terkumpul, maka dilakukan analisa melalui

beberapa tahap. Pertama melakukan pengecekan kelengkapan data (editing) responden

dan memastikan semua pertanyaan telah diisi. Selanjutnya memberikan kode (coding) untuk mempermudah pada saat analisis data dan mempercepat pemasukan data. Setelah

Universitas Sumatera Utara

memberikan kode, selanjutnya memastikan data yang telah dimasukkan diperiksa

kembali agar data bersih dari kesalahan (cleaning), baik kesalahan dalam pengkodean

maupun dalam membaca kode. Selanjutnya melakukan pengukuran terhadap masing-masing jawaban responden (tabulating), kemudian dicari besarnya presentase untuk masing-masing jawaban responden, dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.

Universitas Sumatera Utara BAB 5

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait