• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain penelitian merupakan rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian (Setiadi, 2007).

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan pasien diabetes melitus tentang komplikasi diabetes melitus di RSUD dr. Pirngadi Medan.

4.2 Populasi dan Sampel 4.2.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek penelitian yang akan diteliti (Arikunto, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang dirawat di RSUD dr. Pirngadi Medan pada Tahun 2014 sebanyak 1050 orang.

4.2.2 Sampel

Sampel terdiri atas bagian populasi terjangkau yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling. Sedangkan sampling adalah proses menyeleksi porsi dari populasi yang dapat mewakili populasi yang ada (Nursalam, 2013).

29

diabetes melitus pada tahun 2014 di RSUD dr. Pirngadi Medan adalah 1050 orang, maka jumlah sampel yang diambil adalah 10% dari 1050 orang yaitu 105 responden. Rumus = N x 10% 100 N = 1050x10 100 = 105 orang

Jumlah teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yakni Convinience Sampling yaitu setiap pasien diabetes melitus yang memenuhi kriteria dan dijumpai pada saat pengumpulan data. Convinience Sampling adalah cara penetapan sampel dengan mencari subjek atas dasar hal-hal yang menyenangkan atau mengenakkan peneliti. Sampling ini dipilih apabila kurangnya pendekatan dan tidak memungkinkan untuk mengontrol bias. Subjek dijadikan sampel karena kebetulan dijumpai di tempat dan waktu secara bersamaan pada pengumpulan data (Nursalam, 2013).

Kriteria inklusi sampel dalam penelitian ini adalah pasien penderita diabates melitus yang di rawat jalan dan rawat inap, bersedia menjadi responden bisa membaca dan menulis bahasa Indonesia.

4.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Endokrin RSUD dr. Pirngadi Medan mulai 28 September sampai dengan 28 Oktober 2015. Lokasi penelitian ini

30

dipilih karena salah satu rumah sakit pendidikan di kota Medan, jumlah pasien memadai serta efektivitas waktu dan biaya.

4.4 Pertimbangan Etik

Penelitian ini dilakukan setelah mendapat izin dari Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan Direktur RSUD dr. Pirngadi Medan. Setelah disetujui penulis akan meminta izin ke Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Pertimbangan penelitian ini dilakukan untuk melindungi hak-hak subjektif untuk menjamin kerahasian identitas responden. Penelitian ini tidak menimbulkan bahaya bagi responden dan memberikan kebebasan bagi responden menentukan keputusan sendiri apakah bersedia ikut menjadi responden dalam penelitian ini atau tidak tanpa ada unsur paksaan atau pengaruh dari peneliti atau siapapun. Sebelum pelaksanaan penelitian ini responden di berikan penjelasan mengenai manfaat penelitian dan tujuan penelitian, kemudian peneliti menanyakan kesediaan responden untuk partisipasi dalam penelitian. Apabila responden bersedia, responden akan diberikan lembar persetujuan (informed consent) untuk ditandatangani. Responden diberikan informed consent dan kusioner, kemudian diberikan informasi yang jelas tentang cara pengisian kusioner yang benar.

4.5 Instrumen Penelitian

Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kusioner. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dalam

31

dari dua bagian, yaitu bagian pertama adalah kusioner untuk data demografi, bagian kedua adalah kusioner untuk pengetahuan. Cara pengisian lembar kusioner adalah dengan menggunakan checklist (√) pada tempat yang tersedia. Kusioner bagian pertama merupakan kusioner data demografi atau karakteristik responden yang meliputi usia, jenis kelamin, lama menderita diabetes melitus, tingkat pendidikan, dan pekerjaan. Kusioner bagian kedua meliputi pernyataan pengetahuan pasien diabetes melitus tentang komplikasi diabetes melitus. Kusioner pengetahuan ini terdiri 20 pernyataan dengan jawaban Benar, Salah, dan Tidak Tahu. Jika mampu menjawab Benar diberi nilai 2, Salah diberi nilai 1, dan Tidak Tahu diberi nilai 0.

Skor tertinggi yang didapat adalah 40 dan skor terendah 0. Maka dalam penentuan kategori pengetahuan, digunakan rumus menurut Hidayat (2010), yaitu: P = Rentang/Banyak kelas.

Dimana P merupakan panjang kelas, dengan rentang (selisih nilai tertinggi dikurangi nilai terendah) sebanyak 40 dibagi 3 kategori. Maka diperoleh panjang kelas sebesar 40, dan batas interval dibawah 0, maka pengetahuan pasien diabetes melitus tentang komplikasi diabetes melitus dapat dikategorikan menjadi:

0-13 = tingkat pengetahuan kurang 14-27 = tingkat pengetahuan cukup 28-40 = tingkat pengetahuan baik

32

4.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2010). Uji validitas pada penelitian ini sudah dilakukan dengan validitas isi. Validitas ini sudah dikonsultasikan kepada 3 orang ahli dosen yang berkompeten di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Instrumen dinyatakan valid bila indeks validitas isi 0,8 atau lebih. Nilai validitas instrumen bernilai 0,88.

Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan pasien diabetes melitus tentang komplikasi diabetes melitus di RSUD dr. Pirngadi Medan.

Peneliti mencari reliabilitas dengan rumus Cronbach Alpha, uji reliabilitas dilakukan sebelum mengumpulkan data, dengan mengujikan kusioner kepada 30 subjek di RSUD dr. Pirngadi Medan dengan kriteria subjek penelitian kemudian menilai reliabilitasnya. Untuk instrumen yang baru dikatakan reliabel apabila memiliki nilai 0,70. Hasil reliabilitas instrumen penelitian ini menggunakan cronbach Alpha adalah 0,911.

33

4.7 Pengumpulan Data

Peneliti melakukan pengumpulan data secara mandiri dengan membagikan kusioner secara langsung kepada responden. Sebelum membagi kusioner kepada responden, peneliti terlebih dahulu mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada institusi pendidikan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan direktur RSUD dr. Pirngadi Medan. Pada saat pengumpulan data penelitian, menjelaskan pada calon responden tentang tujuan, manfaat dan proses pengisian kusioner dan yang bersedia berpartisipasi diminta untuk menandatangani lembar persetujuan. Responden yang bersedia diberi lembar kusioner dan diberi kesempatan bertanya apabila ada pertanyaan yang tidak dipahami. Responden yang tidak mampu mengisi sendiri dibantu oleh peneliti dengan cara membacakan kusioner. Setelah selesai pengisian, peneliti mengambil lembar kusioner kemudian memeriksa kelengkapan data dan jawaban. Jika ada data yang kurang lengkap dapat langsung dilengkapi, selanjutnya data dikumpulkan untuk dianalisa.

4.8 Pengolahan Data dan Analisa Data 1. Pengolahan Data

Pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Editing, dilakukan untuk memeriksa ulang kelengkapan data dan kejelasan semua data dari hasil pengukuran yang diperoleh dari responden.

b. Coding, merupakan kegiatan pemberian kode numeric (angka) terhadap data yang terdiri dari beberpa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila

34

pengolahan dan analisa data menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga daftar kode dan artinya dalam satu buku (code book) untuk memudahkan kembali melihat lokasi dan arti suatu kode dari suatu variabel.

c. Cleaning data, data yang telah dimaksudkan diperiksa kembali, untuk memastikan bahwa data telah bersih dari kesalahan. Baik kesalahan dalam pengkodean maupun dalam membaca kode sehingga data siap untuk dianalisis. d. Entry data, adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam

master tabel atau database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontigensi.

2. Analisa Data

Analisa data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu dimulai dengan editing untuk memeriksa kelengkapan identitas dan memastikan semua jawaban telah diisi, kemudian dilanjutkan dengan memberi kode untuk memudahkan peneliti dalam melakukan tabulasi data. Pengolahan data demografi meliputi nomor responden, umur, lama menderita diabetes melitus, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran distribusi data tetapi tidak dianalisis (Arikunto, 2006). Sedangkan pengolahan data komplikasi diabetes melitus akut dan kronis menggunakan teknik komputerisasi yang juga ditampilkan dalam bentuk frekuensi dan persentase.

BAB 5

Dokumen terkait