Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Dengan tujuan untuk menggambarkan gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok terhadap kesehatan di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah perokok-perokok yang ada di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dengan jumlah 1.500 orang perokok di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang hasundutan.
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jumlah populasi 1500 orang dalam 14 desa 1 kelurahan di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Penentuan jumlah sampel yang telah dilakukan pada penelitian ini adalah 20% dari jumlah populasi (Notoatmojo, 2003). Berdasarkan rumus yang digunakan ditemukan jumlah sampel sebanyak 300 orang dengan memenuhi kriteria sampel. Kriteria sampel pada penelitian ini yaitu:
1. Setiap perokok yang belum memiliki masalah kesehatan akibat merokok.
2. Setiap perokok diatas 15 tahun keatas 3. Bersedia menjadi responden.
2.3 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah aksidental sampling. Cara pengambilan sampel (responden) ini dilakukan dengan kebetulan bertemu. Sebagai contoh, dalam menetukan sampel apabila dijumpai ada maka sampel tersebut diambil dan lansung dijadikan sebagai
sampel utama (Notoatmojo, 2003).
Jadi sampel yang diambil oleh peneliti sebesar 300 responden melalui tehnik aksidental sampling yaitu dengan mengambil 20 orang di tiap – tiap desa sebagai perwakilan dari 14 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.
4. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan karena di daerah ini belum pernah ada penelitian mengenai masalah gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok terhadap kesehatan. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Juli 2012 sampai dengan Oktober 2012. 5. Pertimbangan Etik
Dalam penelitian ini terdapat beberapa hal yang berkaitan dengan permasalahan etik, yaitu Penelitian ini dapat dilakukan setelah mendapat izin dari institusi fakultas keperawatan universitas sumatera utara. Setelah mendapatkan persetujuan peneliti melakukan pengumpulan data dimana peneliti meminta persetujuan responden sesuai dengan kode etik yang berlaku tanpa ada unsur
paksaan . Sebelum melakukan penelitian responden diberi penjelasan terlebih dahulu tentang tujuan, mamfaat dan kegiatan dari penelitian.
Hak-hak responden dalam penelitian dan kerahasiaan akan terjaga. Jika responden bersedia untuk diteliti, maka responden terlebih dahulu menandatangani lember persetujuan yang telah dibuat. Responden berhak menentukan sendiri kesediaan, berpartisipasi sampai akhir penelitian walaupun penelitian masih berlangsung dan belum selesai. Hal tersebut tercamtum dalam informed consent yang berupa persetujuan partisipasi secara tulisan atau yang ditandatangani oleh responden sebelum penelitian dilaksanakan.
Jika responden tidak bersedia atau menolak untuk berparsifasi maka peneliti tidak memaksa dan harus tetap menghormati hak-hak responden. Dalam menjaga kerahasiahan informasi responden, peneliti tidak mencantumkan namanya pada lembar pengumpulan data, cukup memakai inisial responden yang hanya diketahui oleh peneliti dan responden. Rahasia imformasi responden dijamin oleh peneliti.
6. Instrumen Penelitian
Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dalam bentuk lembar kosioner dengan berpedoman kepada tinjauan pustaka dan kerangka konsep. Bagian pertama data demografi yang terdiri dari nomor responden, inisial responden, jenis kelamin, usia dan pekerjaan. Bagian kedua daftar Pernyataan sebanyak 25 dengan kriteria 1 sampai 5 tentang bahaya merokok terhadap kesehatan, 6 sampai 10 mengenai bahaya merokok terhadap
kanker paru dan kenker mulut, 11 sampai 15 mengenai bahaya merokok terhadap penyakit jantung, 16 sampai 20 mengenai bahaya merokok terhadap ganguan kehamilan dan janin serta 21 sampai 25 mengenai bahaya merokok terhadap penyakit paru.
Kuesioner disusun secara tertutup dengan menggunakan skala Guttman dalam pertanyaan ini hanya disediakan 2 jawaban dan responden memilih satu diantaranya. Pernyataan yang dibuat terdiri dari pernyataan positif dan pernyataan negatif. Skor untuk pernyatan positif 1 dan untuk pernyatan negatif 0. Pada penentuan hasil ukur baik, cukup dan kurang pada pengetahuan perokok di Kecamatan Doloksanggul, peneliti melakukan dengan cara panjang kelas sama dengan rentang dibagi interval yang menurut Sujana, 2003. Jadi didapat hasil ukur apabila 0 sampai 7 gambaran pengetahuan kurang, 8 sampai 16 gambaran pengetahuan cukup dan 17 sampai 25 gambaran pengetahuan baik.
7. Validitas Penelitian
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat kevalitan atau kesahan sesuatu instrument. Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2006). Uji validitas yang dilakukan dalam penelitian ini berupa uji validitas isi, yaitu dengan instrument yang mengacu pada isi yang sesuai dengan variabel yang diteliti (Hidayat, 2007).
Setelah dilakukan uji kevalitan terhadap instrument gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok terhadap kesehatan di Kecamatan Doloksanggul
Kabupaten Humbang hasundutan didapat hasilnya yaitu 0,95 yang diuji oleh tiga orang yang sudah ahli dan sudah berpengalaman yaitu Mula Tarigan, SKp.Mkes, ibu Lufthiani, S.kep.Ns,M.Kes dan Roxsana Devi Tumanggor,SKp.Ns,MNS.
8. Reliabilitas Penelitian
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui sejauh mana instrumen cukup dan dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data serta memberikan hasil yang relatif sama. Uji reliabilitas menggunakan nilai Kuder dan Richardson 20 (K-R.20) dengan rumus �11 =��−1� � (��−∑��
�� ) . Harga r11 dengan rumus K-R.20 harus lebih tinggi dari tabel product moment agar disimpulkan bahwa instrument tersebut realibel.Uji realibilitas yang tujuannya untuk mengarahkan data yang realibel agar peneliti tidak mengalami kesulitan saat mengadakan penelitian (Stevens, 2005). Pada penelitian ini dilakukan uji reliabilitas pada 30 orang responden dan diperoleh nilai K-R 20 sebesar 0,936 dengan r tabel product moment sebesar 0,374 maka instumen dinyatakan realibel.
9. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan pada tahap awal peneliti akan mengajukan permohonan survey awal pelaksaan penelitian melalui bagian pendidikan fakultas keperawatan usu. Setelah mendapatkan surat survey awal dari fakultas keperawatan usu, peneliti mendapat surat balasan dari kantor Camat Doloksanggul yang berisi data kependudukan. Peneliti melakukan survey awal populasi perokok di Kecamatan Doloksanggul dengan cara menanyakkan kepada
kepala desa dan masyarakat setempat jumlah perokok di desa dan didukung data dari kantor camat dan hasilnya 1500 responden. Sesudah peneliti mendapatkan izin penelitian yang berjudul gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten humbang Hasundutan dengan sampel 300 responden. Peneliti mengajukan permohonan izin penelitian melalui bagian pendidikan fakultas keperawatan usu. Penilitian dilakukan setelah mendapatkan surat balasan izin
`Surat yang diberikan pendidikan untuk izin penelitian yang ditujukan kepada Camat Doloksanggul maka peneliti memberikan kepada Camat sekaligus meminta surat balasan izin penelitian di kecamatan Doloksanggul. Sebelum penelitian dilakukan pertama peneliti melakukan uji reliabilitas kepada responden yang bukan responden (sampel) peneliti. Setelah reliabel peneliti melanjutkan pembagian kuesioner kepada responden yang mewakili tiap–tiap desa. Cara peneliti membagikan kuesioner kepada sampel terlebih dahulu peneliti memperkenalkan diri, tujuan dan alasan peneliti melakukan penelitian yang berjudul gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok terhadap kesehatan dikecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.
Apabila responden setuju sebagai sampel maka responden terlebih dahulu mendatangani formulir persetujuan menjadi responden penelitian. Responden diminta untuk menjawab semua pernyataan yang diajukan peneliti dalam kuesioner, apabila responden ada yang tidak mengerti peneliti menjelaskan lagi sampai betul–betul mengerti. Cara peneliti mengumpulkan responden dengan Aksidental sampling, mendatangi ketiap- tiap desa di Kecamatan Doloksanggul.
Peneliti lansung berbicara dengan responden baik ke rumah responden, warung atau kebetulan bertemu di jalan Doloksanggul. Peneliti juga menjumpai responden di pajak kecamatan Doloksanggul tiap hari jumat berhubungan karena tempat responden terlalu juah. Peneliti juga mempunyai asisten bernama Wanti Debora Malau, Spd yaitu saudara perempuan peneliti membantu mengumpulkan responden yang sudah dilatih oleh peneliti. Analisa data dilakukan setelah data terkumpul sesuai dengan keperluan.
10. Analisa Data
Analisa data dilakukan melalui beberapa tahap yang terdiri dari editing, untuk memeriksa kelengkapan dan data responden serta memastikan bahwa semua pertanyaan telah diisi. Selanjutnya diberi kode pada kuesioner untuk memudahkan peneliti dalam melakukan tabulasi data. Kemudian melakukan pengolahan data dengan menggunakan tehnik komputerisasi yaitu dengan menggunakan entri data dan tehniks analisis deskriptif melalui program SPSS (Statistical Package for Sosial Sciences) versi 18.
Selanjutnya dari pengolahan data sttistik deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan persentase untuk mendeskripsikan data demografi dan data kuesoner tentang gambaran pengetahuan perokok tentang bahaya merokok terhadap kesehatan di Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan.
BAB 5