• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional, karena subjek yang digunakan hanya diamati dan tidak dikenakan perlakuan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol, yaitu studi yang dilakukan pengukuran dan pembandingan dari pengalaman terpajan (exposure) oleh faktor yang diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit. Berkebalikan dengan studi kohort, studi kasus kontrol bersifat retrospektif yang mana studi kasus kontrol ini bertujuan mencari sebab dan akibat dan pada studi kasus kontrol ini dilakukan alur dari akibat ke sebab.

Penelitian diawali dengan membagi kelompok menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok kasus (case group) dan kelompok kontrol (control group), pada kedua kelompok memiliki karakteristik yang sama, namun pada kelompok kontrol adalah kelompok yang bukan penderita, dimana kelompok kasus adalah kelompok penderita.

Selanjutnya kedua kelompok ditelusuri kebelakang (secara retrospektif) berdasarkan urutan waktu dan dicari perbedaan dalam pengalaman terpajan oleh faktor yang diduga sebagi penyebab timbulnya penyakit, setelah itu dilakukan pembandingan dari perbedaan tersebut untuk mencari hubungan sebab akibatnya (Dahlan, 2011 dan Budiarto, 2012).

Pada penelitian ini studi dilakukan dengan membagi dua outcome, yaitu pasien stroke iskemik yang pulang meninggal sebagai kelompok kasus, dan pasien stroke yang pulang hidup, sebagai kelompok kontrol, kemudian akan ditelusuri kebelakang (secara retrospektif) untuk melihat apakah ada faktor pajanan berupa variabel bebas yang memengaruhi kedua kelompok, yaitu kadar profil lipid berupa kolesterol dan trigliseridayang terdapat pada data rekam medis rumah sakitkemudian dibandingkan (Budiarto, 2012).

22

Konsep penelitian kasus Kontrol menurut Budiarto (2012) adalah sebagai berikut :

Tiap penelitian memeliki kelebihan dan kelemahan. Berikut diuraikan kelebihan dan kelemahan yang harus cermat dipertimbangkan oleh peneliti (Hulley, dkk., 2007).

Kelebihan:

1. Studi kasus-kontrol sangat efisien untuk kasus yang jarang terjadi.

2. Studi kasus-kontrol dapat digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat pada penyakit yang sebelumnya belum pernah dijumpai.

3. Studi kasus-kontrol sangat bermanfaat bagi penelitian dengan fase laten yang panjang.

4. Studi kasus-kontrol relatif lebih cepat daripada dengan studi kohort.

5. Biaya yang dibutuhkan untuk mengadakan studi kasus-kontrol relatif kecil.

6. Perkiraan besar sampel untuk penelitian kasus-kontrol lebih kecil daripada dengan penelitian kohort.

Kelemahan:

1. Pada studi kasus-kontrolvalidasi terhadap informasi yang diperoleh sulit bahkan tidak mungkin dilakukan.

2. Pengendalian terhadap faktor perancu sulit dilakukan dengan lengkap.

3. Kadang-kadang sulit mendapatkan kelompok kontrol yang sesuai dengan penelitian.

Gambar 2. Konsep penelitian kasus-kontrol

Kontrol

m

24

3.2. Subyek Penelitian

Pada penelitian ini, populasi terjangkau yang digunakan adalah semua pasien yang terdiagnosis klinis stroke iskemik dengan Algoritma Stroke Gadjah Mada dan atau pemeriksaan penunjang lainnya yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Sleman pada periode bulan Januari 2009 hingga bulan Desember 2011.

Subjek yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data dari rekam medis RSUD Sleman.

Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah semua pasien yang terdiagnosis sebagai stroke iskemik dan pada rekam medis tercantum lengkap variabel-variabel penelitian yang diduga berpengaruh terhadap kematian, meliputi : usia, jenis kelamin, profil lipid, tekanan darah, kadar gula darah, suhu tubuh, dan gambaran EKG pada periode bulan Januari 2009 hingga bulan Desember 2011. Sedangkan kriteria eksklusi adalah rekam medis yang tidak dapat terbaca dengan jelas.

3.3. Variabel

Variabel yang diukur merupakan variabel tergantung dan variabel bebas, yaitu:

a. Variabel terikat yaitu pasien stroke iskemik yang meninggal dunia.

b. Variabel bebas yaitu: kadar profil lipid berupa kadar kolesterol dan trigliserida, dan faktor-faktor lain yang diduga mempengaruhi kematian pada pasien stroke iskemik, tekanan darah, tingkat kesadaran, kadar gula darah, dan gambaran EKG.

3.4. Cara Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 3.4.1. Cara Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tabulasi.

Observasi dilakukan untuk melihat data rekam medis yang tersedia, kemudian dipilih untuk dimasukkan ke dalam kriteria inklusi. Sedangkan tabulasi data dilakukan untuk mengumpulkan data yang sudah diobservasi untuk kemudian diolah menggunakan software komputer.

25 3.4.2. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa rekam medis di RSUD Sleman, yang dipilih sesuai dengan kebutuhan penelitian.

3.5. Definisi Operasional

Berikut ini adalah definisi operasional dari masing-masing variabel yang digunakan pada penelitian ini :

1. Stroke adalah suatu sindrom yang ditandai dengan adanya gejala atau tanda klinis berupa gangguan fungsional otak fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 24 jam dan berkembang dengan cepat, yang disebabkan oleh kelainan vaskuler (WHO, 2006). Diagnosis klinis stroke ditegakkan berdasar gejala klinis, Algoritma Stroke Gadjah Mada untuk membedakan stroke perdarahan dari stroke iskemik, dan pemeriksaan penunjang laboratorium.

2. Status kematian pasien stroke adalah jumlah pasien stroke yang meninggal dari semua pasien yang menderita stroke, baik karena stroke itu sendiri maupun komplikasi dan penyulitnya yang telah dikonfirmasi meninggal berdasarkan bukti klinis atau pemeriksaan, yang memenuhi kriteria mati otak atau mati jantung (WHO, 2009).

3. Profil lipid didapatkan pada saat masuk rumah sakit, yang kemudian dibagi menjadi :

a. Kadar kolesterol dibedakan menjadi hiperkolesterolemia dan tidak.

Hiperkolesterolemia jika kolesterol total >240 mg/dL (European Atherosclerosis Society, 2011).

b. Kadar trigliserida diukurdibedakan menjadi meningkat dan tidak meningkat. Trigliserida meningkat jika >200 mg/dL (European Atherosclerosis Society, 2011).

4. Tekanan darah adalah tekanan darah pasien yang diukur menggunakan sfigmomanometer air raksa, pegas, maupun elektronik pada saat masuk rumah sakit. Tekanan darah dibedakan menjadi hipertensi dan normotensi.

26

Hipertensi jika tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg (NHLBI, 2004).

5. Derajat kesadaran adalah kondisi kesadaran pasien pada saat pasien masuk rumah sakit, yang diukur menggunakan Skala Koma Glasgow (Glasgow Coma Scale, GCS) yang isinya mencakup respon pembukaan mata, respon verbal, dan respon motorik. Untuk hasil 7 dikategorikan sebagai koma.

Sedangkan untuk hasil > 7, dapat dibagi menjadi : stupor (8-10), somnolen (11-13), dan kompos mentis (14-15) (Teasdale & Jenne, 1974).

6. Usia adalah umur kronologis pasien, dikategorikan menjadi ≥ 55 tahun dan <

55 tahun.

7. Jenis kelamin pasien dibedakan menjadi jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan.

8. Kadar glukosa darah diukur pada saat masuk rumah sakit. Dibedakan menjadi hiperglikemia dan tidak. Hiperglikemia jika GDP ≥ 126 mg/dL atau GDS ≥ 200 mg/dL (American Diabetes Association, 2010).

9. Pemeriksaan EKG, yaitu pemeriksaan EKG yang dilakukan pada saat masuk rumah sakit. Hasil dari pemeriksaan tersebut dibedakan menjadi gambaran EKG tidak normal dan gambaran EKG normal. Gambaran EKG yang tidak normal adalah kelainan jantung yang tercatat menggunakan EKG, seperti fibrilasi atrium, infark miokard, atau penyakit jantung iskemik (Miegham, dkk., 2004)

3.6. Tahapan Penelitian

Prosedur penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu persiapan penelitian, pelaksanaan penelitian, dan penyelesaian penelitian.

3.6.4. Persiapan Penelitian

a. Mempersiapkan perizinan penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia

b. Mempersiapkan perizinan penelitian untuk RSUD Sleman.

27 3.6.5. Pelaksanaan Penelitian

a. Menyampaikan surat izin penelitian kepada RSUD drSleman.

b. Pencarian data rekam medis pasien stroke perdarahan yang pernah menjalani perawatan atau pemeriksaan di Sleman periode 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2011.

c. Membagi rekam medis menjadi 2 kelompok berdasarkan outcome, yaitu pasien dengan keadaan keluar meninggal dan pasien hidup.

d. Mencatat dan mengumpulkan data sesuai variabel-variabel yang diperkirakan mempengaruhi kematian pada pasien stroke perdarahan.

3.6.6. Penyelesaian Penelitian

Melakukan analisis data yang sudah diperoleh menggunakan perangkat lunak SPSS. Setelah memperoleh hasil dari analisis data kemudian melakukan pembahasan, mengambil simpulan, dan memberikan saran yang sesuai dengan hasil simpulan.

3.7. Analisis Data 3.7.4. Pengolahan Data

Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan software komputer.

3.7.5. Analisis Data

Digunakananalisis bivariat menggunakan uji bivariatuntuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh dan kemudian dilakukan analisis multivariat untukmengetahui pengaruh secara bersama-samavariabel bebas terhadap variabelterikat, dan variabel bebas mana yangberpengaruh paling besar terhadap variabelterikat, dengan menggunakan uji regresilogistik. Dari sana akan ditemukan nilai odds ratio.

3.8. Etika Penelitian

Meminta izin pada rumah sakit untuk melakukan penelitian di RSUD Sleman, dengan tetap menghargai kerahasiaan data atau sampel yang diteliti.

28

3.9. Jadwal Pelaksanaan Penelitian

Tabel 1.Jadwal pelaksanaan penelitian

Kegiatan Waktu Pelaksanaan

Pembuatan proposal penelitian October 2011 – Januari 2012 Seminar proposal penelitian Maret 2012

Pengumpulan data April 2012

Pengolahan dan analisis data Mei 2012 Pembuatan laporan penelitian Mei 2012 Seminar hasil penelitian Juni 2012

29 BAB IV

Dokumen terkait