BAB III. PEMAHAMAN UMAT AKAN DIALOG ANTAR UMAT
A. Gambaran Stasi St. Maria Cikampek
4. Metodologi Penelitian
Uraian mengenai metodologi penelitian ini mencakup beberapa hal antara lain jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden penelitian, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, serta laporan dan pembahasan hasil penelitian.
a. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Ada beberapa istilah yang digunakan untuk penelitian kualitatif yaitu penelitian naturalistik atau alamiah dan etnografi. Disebut penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah atau natural setting, sedangkan etnografi karena pada awalnya metode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya (Sugiyono, 2008: 8). Moleong (1989: 3) dengan menekankan kembali pemikiran Bogdan dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penulis dalam penelitian ini menggunakan dua cara yakni wawancara dan observasi. Dalam penelitian kualitatif peneliti dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara harus berinteraksi dengan sumber data. Dengan demikian peneliti kualitatif harus mengenal betul orang yang memberikan data. Wawancara juga dapat membantu penulis untuk sungguh merasakan emosi narasumber, sehingga dapat diketahui kejujuran responden saat menjawab pertanyaan yang diberikan.
Adapun alasan penulis memilih jenis penelitian ini karena metode penelitian kualitatif memandang manusia sebagai instrumen utama. Penulis setuju dengan pemikiran para ahli yang mengatakan bahwa metode yang kita gunakan untuk menyelidiki subyek akan mempengaruhi cara kita memandang mereka (Arief Furchan, 1992: 22). Dengan demikian jika subyek kita ubah menjadi angka-angka statistik maka kita akan kehilangan sifat subyektif dari perilaku manusia. Melalui metode penelitian kualitatif kita dapat mengenal orang (subyek) secara pribadi dan melihat mereka mengembangkan definisinya tentang dunia ini. Latar alamiah yang
mengharuskan penulis untuk terlibat secara langsung dalam proses penelitian menjadi suatu tantangan tersendiri untuk berproses bersama umat di mana penelitian diadakan dan menyesuaikan diri dengan kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan. Dengan berproses bersama umat di mana penelitian diadakan, kita dapat merasakan apa yang mereka alami dalam pergulatan hidup mereka sehari-hari. Kita dapat mempelajari pengalaman kelompok-kelompok dan pengalaman-pengalaman yang mungkin belum kita ketahui sama sekali. Penekanan metode kualitatif pada kualitas dengan lebih mementingkan proses dari pada hasil penelitian memungkinkan kita untuk menyelidiki konsep-konsep sebagai suatu kenyataan yang jika dipisah-pisahkan antar konteks satu dan lainnya tidak akan dapat dipahami. Berkaitan dengan hal ini maka sebelum menggali keterlibatan umat dalam dialog umat beriman dan katekese seperti apa yang menarik dan membantu umat dalam dialog antar umat beriman, penulis mempelajari keadaan awal umat dengan menggali pemahaman mereka akan hakikat dan makna dialog antar umat beriman.
b. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21-26 Mei 2009 di stasi St. Maria Cikampek Paroki Kristus Raja Karawang.
c. Responden Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi responden penelitian adalah umat di stasi St. Maria Cikampek. Untuk jumlah responden yang diwawancarai ditentukan minimal 15 orang dengan pertimbangan bahwa bila data yang didapat dari responden dianggap telah memadai dan dari responden selanjutnya tidak lagi diperoleh
informasi baru maka jumlah responden akan dibatasi pada jumlah tersebut. Pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling (sample bertujuan) karena berorientasi pada prinsip kualitas atau kecukupan informasi dan data. Teknik
purposive sampling adalah cara pemilihan sample sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini misalnya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajahi obyek atau situasi sosial yang diteliti.
d. Variabel yang Diteliti
Ada tiga variabel yang hendak diteliti dalam penelitian ini yakni pemahaman umat akan dialog antar umat beriman dalam masyarakat plural, keterlibatan umat stasi St. Maria Cikampek dalam dialog antar umat beriman, serta katekese sebagai upaya untuk meningkatkan dialog antar umat beriman. Berikut ini adalah tabel dari variabel yang diteliti.
Tabel 1. Variabel yang Diteliti
No Variabel Nomor Item Jumlah
1 Pemahaman Umat Akan Dialog Antar Umat Beriman
1, 2, 3, 4, 5 5
2 Keterlibatan Umat Dalam Dialog Antar Umat Beriman
6, 7, 8, 9 4
3 Katekese sebagai Upaya Meningkatkan Dialog Antar Umat Beriman
10, 11, 12 3
e. Teknik Pengumpulan Data
Dalam memperoleh data yang dibutuhkan sebagai bahan pembuatan laporan penelitian, ada beberapa cara yang digunakan oleh penulis dan disesuaikan dengan jenis penelitian kualitatif yaitu wawancara dan pengamatan secara langsung dengan cara ikut terlibat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh umat dan bertukar pikiran dengan mereka. Adapun alasan memilih metode ini karena membantu penulis terlibat langsung bertukar pikiran dengan umat sehingga dapat memahami pandangan umat tentang dialog antar umat beriman. Wawancara juga membuka kemungkinan untuk memberikan pertanyaan terbuka sehingga membantu penulis mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang responden dalam menginterpretasikan situasi dan fenomena yang terjadi, di mana hal ini tidak bisa ditemukan dalam observasi. Untuk wawancara, penulis sengaja memilih beberapa umat yang merupakan tokoh yang terlibat aktif baik di stasi maupun dalam masyarakat dengan pertimbangan bahwa mereka mempunyai banyak pengalaman tentang latar penelitian ini. Sebagai informan dengan kebaikan dan kesukarelaannya, mereka dapat memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai, sikap, proses, dan kebudayaan yang menjadi latar penelitian ini. Selama proses penelitian penulis melakukan pengamatan dan tanggapan penulis sendiri yang dituangkan dalam catatan lapangan.
Moleong (2007: 186) dengan mengagas pemikiran Lincoln dan Guba mendefenisikan wawancara sebagai percakapan yang dilakukan oleh dua pihak dengan maksud tertentu yang bertujuan mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian, dan memverifikasi, mengubah, dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai
pengecekan anggota. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung
(face to face) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.
Sesuai dengan jenisnya, penulis memakai jenis wawancara seperti yang dikatakan oleh Sugiyono (2008: 233) yakni wawancara berstruktur dan wawancara tidak berstruktur. Wawancara berstruktur yaitu wawancara dengan mengajukan secara sistematis dan pertanyaan yang diajukan telah disusun sebelumnya. Yang dimaksud dengan wawancara tidak berstruktur adalah wawancara dengan mengajukan beberapa pertanyaan secara lebih luas dan leluasa tanpa terikat oleh susunan pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Biasanya pertanyaan muncul secara spontan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi ketika melakukan wawancara. Dengan teknik ini diharapkan terjadi komunikasi langsung, luwes dan fleksibel, serta terbuka sehingga informasi yang didapat lebih banyak dan luas.
Adapun alat yang digunakan untuk mendapatkan data yang lengkap dalam wawancara adalah panduan pertanyaan, perekam suara, dan kamera digital. Penulis juga menggunakan studi dokumen dalam pengolahan hasil penelitian.
f. Teknik Analisis Data
Moleong (2007: 280) mendefinisikan analisis data sebagai proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dirumuskan hipotesis kerja. Pengertian analisis data menurut Sugiyono (2008: 244) adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
bahan-bahan lain, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data dilakukan dalam suatu proses yang berarti bahwa pelaksanaannya sudah mulai dilakukan sejak pengumpulan data dilakukan dan dikerjakan secara intensif sesudah meninggalkan lapangan penelitian.
Untuk analisis data, penulis menggunakan model yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang terbagi dalam tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (Sugiyono, 2008: 246). Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, sedangkan yang tidak penting dibuang. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan mempermudah penulis untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan. Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay atau menyajikan data. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Selanjutnya digunakan teknik penarikan kesimpulan dan verifikasi. Teknik ini disebut juga teknik interpretasi data.