• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif. Menurut Situmorang (2008) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui variable tunggal atau mandiri tanpa dihubungkan dengan variable lainnya. Menurut Sugiyono (2012) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berfungsi mendeskripsikan atau menggambarkan suatu obyek yang diteliti melalui sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan secara umum.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Ginting dan Situmorang (2008) pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang didalam usulan penelitian, proses, hipotesis, turun ke lapangan, analisis data dan kesimpulan data sampai dengan penulisannya menggunakan aspek pengukuran, perhitungan, rumus dan kepastian data numeric. Untuk mendapatkan data penelitian ini, maka penulis menggunakan kuesioner sebagai medianya..

3.2Penyajian Data

Prinsip dasar penyajian data adalah komunikatif dan lengkap. Data yang diambil dapat menarik perhatian dan mudah dipahami saat dibaca. Data yang

merupakan data yang diperoleh secara langsung berdasarkan apa yang ada dalam diri responden tersebut. Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi dan teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Data ini didapat dari buku-buku, majalah, journal, hasil lapangan, dan internet.

3.3Lokasi dan Waktu

Lokasi penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Hal ini bertujuan agar mempermudah penulis dalam melakukan penelitian. Adapun waktu pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan di bulan April 2014.

3.4Batasan Operasional

a. Penelitian ini mengukur Creative Intelligence mahasiswa dengan menggunakan

instrument decision yang mengukur tingkat intuitif, inovatif, imajinatif, dan inspirasional.

b. Agar penelitian ini mendapatkan orientasi yang lebih dalam lagi maka peneliti juga menggunakan model Geweldig Personal Assestment (GPA) sebagai metode untuk mengukur sikap orientasi pada seseorang. Berdasarkan GPA, sikap diukur dengan menggunakan tiga dimensi pembentuk sikap yaitu:

1. Dimensi afektif

Merupakan dimensi yang menggambarkan perasaan atau emosi seseorang terhadap suatu objek atau fenomena tertentu.

2. Dimensi kognitif

Merupakan dimensi yang mengacu pada pengetahuan dan persepsi seseorang terhadap suatu objek atau fenomena tertentu.

3. Dimensi konatif

Merupakan dimensi yang menggambarkan perilaku yang ditunjukkan terhadap suatu fenomena tertentu

3.5Defenisi Operasional

a. Intuitif

Kecerdasan ini berfokus pada hasil dan memanfaatkan pengalaman yang di dapat dari masa lalu untuk dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan tindakan untuk menyelesaikan masalah.

b. Inovatif

Kecerdasan ini berfokus pada penyelesaian masalah, sistematis dan mengandalkan data dengan individu yang bersedia bekerja keras untuk mendapatkan hasil yang baik dan tepat. Artinya inovatif menekankan pada daya cipta, eksperimen dan sistematika informasi.

c. Imajinatif

Kecerdasan ini fokus terhadap kemampuan mampu memvisualisasikan peluang, melukis, artistik dan mampu berfikir out of the box. Kecerdasan ini mampu bertahan lebih lama untuk orang-orang yang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dan berani untuk mengambil resiko.

d. Inspirasional

Kecerdasan ini fokus kepada aksi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan rela berkorban untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Table 3.1

Tabel Operasional Variabel

Variabel Defenisi Variabel Indikator Skala Pengukuran

Intuitif Menggunakan pengalaman di masa lalu untuk dijadikan pedoman dalam

menyelesaikan masalah kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja keras Likert

Inovatif Menyelesaikan masalah secara sistematis,

Kemampuan bereksperimen, memiliki daya cipta,

focus pada masalah dan data

Likert

Imajinatif Kemampuan untuk melihat peluang

Kemampuan untuk membuka pikiran,

out of the box, berani mengambil

resiko

Likert

Inspirasional Fokus pada aksi untuk kebutuhan masyarakat

Rela berkorban, Likert

3.6Skala Pengukuran Variabel

Penelitian ini menggunakan skala likert untuk mengukur masing-masing variable. Skala ini digunakan untuk mengukur setiap pendapat dan persepsi seseorang terhadap suatu variable penelitian. Menurut Sugiyono (2004), skala likert mengukur variable yang akan dijabarkan menjadi indikator variable kemudian indikator tersebut digunakan sebagai acuan untuk menyusun instrumen menjadi pertanyaan. Skala likert menggunakan empat tingkat jawaban pada creative intelligence dan lima jawaban pada model Gaweldig. Hal dapat dilihat pada tabel 3.2 dan tabel 3.3

Tabel 3.2

Instrument Skala Likert Creative Intelligence

Alternatif Jawaban Skor

Sangat Dominan (SD) Dominan (D) Cukup Dominan (CD) Kurang Dominan (KD) 4 3 2 1 Tabel 3.3

Instrument Skala Likert Model Gaweldig

No Alternatif Jawaban Skala

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Kurang Setuju (KS) 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

3.7Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/ subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Ekonomi S1 stambuk 2010. Hal ini dikarenakan mahasiswa pada level ini selain masih sering dijumpai di kampus dan juga sudah mulai dianggap untuk memikirkan tindakan untuk terjun kedunia masyarakat sehingga dibutuhkanlah

creative intelligences yang dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Tabel 3.4

Data Jumlah Mahasiswa Stambuk 2010

Stambuk Jurusan Ekonomi Pembangunan Akuntansi Manajemen 2010 168 200 208

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono,2012:116). Penentuan jumlah sampel penelitian ini dihitung menggunakan rumus Slovin ( Ginting & Situmorang,2008):

� = �

1 + (�× �2) Keterangan : n = Jumlah sampel

N= Jumlah populasi e = Taraf Kesalahan 10 %

Rumus ini digunakan karena bersifat homogen dengan taraf kesalahan sebesar 10% atau 0,1 untuk memperkecil jumlah sampel serta jumlah sampel yang tepat digunakan tergantung pada tingkat kesalahan yang dikendaki.

Penetapan jumlah sampel dengan tingkat kesalahan 10% dan tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 10% adalah sebagai berikut:

� = 576

1 + (576 × 0,12)

� = 85,20 ��������� 85 ����� Tabel 3.5

Tabel Daftar Sampel

Jurusan Rumus Jumlah

Ekonomi Pembangunan � = 168 576× 85 24,7 / 25 orang Akuntansi � =200 576× 85 29,5 / 29 orang Manajemen � =208 576× 85 30,6 / 31 orang

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel (Sugiyono,2012). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan simple random sampling yaitu pengambilan sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata didalam populasi tersebut. Hal ini dilakukan jika calon responden dianggap sebagai populasi homogen.

3.8Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: a. Studi dokumentasi

Pengumpulan data melalui informasi-informasi dari artikel, journal, majalah, internet dan buku-buku yang nantinya data tersebut digunakan sebagai acuan untuk mendapatkan data yang ada di lapangan.

b. Obsevasi

Pengamatan yang dilakukan secara langsung kepada responden penelitian disertai dengan daftar pertanyaan (kuesioner) yang akan dijawab oleh responden itu sendiri.

c. Wawancara

Melakukan komunikasi dan Tanya jawab langsung dengan responden untuk mendapatkan hasil penelitian yang maksimal.

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

Dokumen terkait