• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian khalayak dengan menggunakan metode reception analysis ini menggunakan metode penelitian kualitatif, penelitian reception analysis ini dilakukan untuk memfokuskan pada produksi, teks dan konteks. Makna polisemi teks dan hubungannya dengan khalayak dalam menginterpretasi teks dalam cara yang berbeda-beda menjadi titik yang sangat krusial dalam studi reception. Karena dalam pemaknaan teks,

memori individu memberikan arti dalam mengkonstruksi dan memahami teks media (Hadi, 2008:4).

Di dalam metode reception analysis terdapat poin penting yang digunakan di dalam menjalankan metodologi ini, menurut Jensen (1991:139) tiga elemen/tahapan dari metodologi ini yaitu collection or generation of data centers on the a udience side. Di dalam tahap ini data yang dikumpulkan dari audience di dalam penelitian dengan metode reception analysis, melalui berbagai metode pengambilan data yaitu wawancara, obserfasi dan metode lainnya.

Reception analysis merujuk pada sebuah komparasi antara analisis tekstual wacana media dan wacana khalayak, yang hasil menginterpretasi merujuk pada konteks, seperti cultural setting dan context atas isi media lain (Jensen dalam Hadi, 2003:139). Khalayak dilihat sebagai bagian dari interpretive communitive yang selalu aktif dalam mempersepsi pesan dan memproduksi makna, tidak hanya sekedar menjadi individu pasif yang hanya menerima saja makna yang diproduksi oleh media massa (Mc Quail, 1997:19).

2. Subjek penelitian

Penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan menggunakan informan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, peneliti mengambil informan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta dikarenakan universitas ini berbasis keilmuan dan keagamaan, sehingga mahasiswa yang mempunyai berbagai latar

belakang sosial dan agama sedikit mengerti tentang Agama Islam yang menjadi permasalahan dominan di dalam film “?” yang digunakan peneliti sebagai subjek penelitian ini, sehingga mahasiswa sebagai informan biasa mengerti masalah dan membantu pengayaan di dalam memahami film yang menjadi acuan penelitian.

Adapun kriteria dalam menentukan informan adalah penonton yang menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan afiliasi sosial dan agama yang berbeda yaitu dengan afiliasi mahasiswa aktifis IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), tidak memiliki latar belakang keorganisasian atau netral dan mahasiswa yang beragama Kristen. Ini dikarenakan di dalam film “?” ini mengangkat tentang konflik sosial dan agama. Peneliti mengambil informan yang berbeda-beda untuk mendapatkan data yang berimbang.

Langkah pertama yang dilakukan peneliti adalah melakukan interview mendalam dengan informan, dengan berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi seperti bagaimana teks media yang dilihat atau dibaca. Bagaimana pengalaman seseorang atas teks media dari perspektif posisi subjek. Bagaimana makna teks media bagi kelompok umur tertentu, termasuk dari faktor agama, faktor kaum minoritas, faktor sejarah, faktor sosial dan budaya, faktor pendidikan, jenis kelamin, dan sebagainya. Sumber lain yang bisa digunakan untuk mendukung analisis, disamping tinjauan pustaka (konseptual teoritik) dan review literature, adalah dengan membaca surat pembaca ke editor, kolom gosip, artikel surat kabar dan

majalah, iklan, press releases, dan bentuk publisitas lain yang mendukung (Hadi, 2008:6).

Akan tetapi peneliti tidak menggunakan (FGD) Focus Group Discussion dalam penelitian ini, ini dikarenakan untuk mendapatkan data yang sebenarnya menurut nara sumber dengan pengetahuan yang mereka miliki tanpa terpengaruh orang lain, ini dimaksudkan agar informan tidak terpengaruh dengan pemikiran nara sumber lainnya.

3. Objek Penelitian

Peneliti menggunakan Objek penelitian film “?” (Tanda Tanya) karya sutradara Hanung Bramantya sebagai pokok penelitian, dengan mengacu pada permasalahan sikap dan nilai toleransi antar umat beragama, pluralitas yang terjadi di Indonesia, dan isu nilai pluralisme agama yang menjadi isu yang sangat sensitif yang terkandung di dalam film ini.

4. Metode Analisis

Metode yang akan peneliti gunakan adalah reception analysis atau audience analysis. Dimana di dalam analisis ini peneliti ingin meneliti proses penerimaan khalayak terhadap pesan yang disampaikan di dalam film “?” (Tanda Tanya) karya Hanung Bramantya, penerimaan khalayak terhadap pesan toleransi antar umat beragama, dan isu-isu pesan pluralisme agama yang terdapat di dalam film ini.

Peneliti menggunakan metode encoding-decoding Stuart Hall di dalam melakukan penelitian berbasis penerimaan khalayak atau reception

analysis. Dimana peneliti ingin mengetahui bagaimana Hanung Bramantya mengencodingkan film “?” (Tanda Tanya) dan selanjutnya bagaimana khalayak mendecodingkan pesan yang disampaikan komunikator.

Peneliti mencoba mencari sebuah makna atas pemahaman teks media (cetak, elektronik, internet) dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak. Individu yang menganalisis media melalui kajian reception memfokuskan pada pengalaman dan pemirsaan khalayak (penonton/pembaca), serta bagaimana makna diciptakan melalui pengalaman tersebut.

5. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini menggunakan 2 jenis sumber data, yaitu primer dan sekunder :

a. Data Primer

Di dalam penelitian ini peneliti membutuhkan data primer, yang berupa data wawancara dengan nara sumber yang sudah dipilih dan diseleksi oleh peneliti, data diperoleh dari wawancara kepada informan secara mendalam (in-depth interview). Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan informan yang sudah menonton film “?” (Tanda Tanya).

Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari narasumber. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dari

narasumber dengan jumlah narasumber yang sedikit (Riduwan, 2010:74).

b. Data Sekunder

Selain data primer peneliti juga membutuhkan data sekunder, yang meliputi buku-buku referensi yang mendukung penelitian, penelitian-penelitian terdahulu, jurnal, arsip foto, rekaman, gambar atau diagram, dan informasi yang mendukung lainnya.

6. Teknik Menentukan Informan

Peneliti menentukan informan yang ingin diteliti dengan dipilih secara purposive sampling untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Untuk teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel tidak secara acak, tetapi dipilih dengan sengaja pada informan yang memenuhi kriteria sesuai dengan kebijaksanaan peneliti (Patton, 2002: 243).

Informan tersebut adalah mahasiswa dengan afiliasi umum, mengikuti organisasi IMM dan beragama Kristen. Dari afiliasi yang dipilih ini diharapkan mendapatkan data yang beragam dan mendukung hasil penelitian yang dilakukan.

7. Teknik Pengumpulan Data

Teknik data di dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode survei yaitu penelitian yang dilakukan terhadap populasi besar atau populasi kecil, tetapi data yang dipelajari adalah data yang diambil dari sampel populasi (Ridwan dalam Kerlinger, 2002:49). Di dalam tahap

survei dilakukan proses wawancara yang mendalam kepada narasumber yang sudah di tentukan peneliti sebagai sampel populasi yang akan dipelajari.

Sebelum melakukan wawancara mendalam, peneliti memberikan film “?” (Tanda Tanya) yang menjadi objek penelitian. Ini bertujuan untuk memberikan gambaran permasalahan kepada khalayak sebelum memberikan penerimaan mereka terhadap nilai-nila toleransi, pluralitas dan pluralisme agama di dalam film “?” (Tanda Tanya) ini.

Sesudah memberikan film “?” (Tanda Tanya) kepada informan dan para informan sudah menonton dan menyimpulkan, peneliti dalam tahap selanjutnya melakukan wawancara yang mendalam terhadap informan yang sudah ditentukan, dimana wawancara dilakukan dengan menitik beratkan pada permasalahan yang diangkat oleh peneliti yaitu nilai-nilai toleransi antar umat beragama, pluralitas dan isu-isu pluralisme agama yang terkandung di dalam film “?” (Tanda Tanya).

Peneliti sengaja tidak memasukkan proses FGD (Focus Group Discussion) di dalam penelitian ini, karena ditakutkan data yang dihasilkan di dalam penelitian ini akan terpengaruh terhadap pemikiran informan yang lainnya. Ini bertujuan agar data yang diberikan oleh informan adalah data yang sebenarnya dari pemikiran informan. Serta melakukan studi pustaka (literature research) melalui buku-buku, literatur, internet, dan sumber-sumber lainnya.

8. Analisis Data

Menurut Bogdan & Biklen, analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milah nya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong, 2008: 248)

Teknik analisis data yang akan peneliti lakukan adalah sebagai berikut:

1. Menyeleksi

Peneliti memilih dan melakukan wawancara kepada informan yang sesuai dengan kriteria dari peneliti.

2. Mengklasifikasi

Peneliti menetapkan posisi reception informan (accepting, negotiated, oppositional dan aspek perbedaan latar belakang mahasiswa dengan afiliasi umum, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan beragama Kristen

3. Menganalisis

Selanjutnya peneliti menganalisis data wawancara yang sudah didapat dan menentukan bagaimana penerimaan mahasiswa berdasarkan afiliasi yang sudah ditentukan yaitu mahasiswa dengan afiliasi umum, IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) dan beragama Kristen.

9. Alur Penelitian

Alur penelitian dari penelitian ini adalah melihat bagaimana terjadinya konflik di dalam masyarakat terutama para elit agama/ organisasi agama yang disebabkan oleh beredar nya film “?” (Tanda Tanya) yang disutradarai oleh Hanung Bramantya. Dimana film ini diisukan mengandung isu SARA dan penyebaran ideologi pluralisme agama yang dianggap sebagai ancaman bagi agama-agama yang menganut paham kebenaran tunggal terhadap agama yang di yakini nya.

Unsur-unsur yang dipermasalahkan di dalam film ini meliputi penghinaan dan penistaan agama, isu SARA, dan proses penyebaran pesan-pesan dan ajaran-ajaran tentang pluralisme agama.

Melihat dari permasalahan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dan mencari tahu bagaimana sebenarnya penerimaan masyarakat dari berbagai sudut pandang sosial dan agama yang berbeda, konflik yang paling menonjol di dalam media dimana kebanyakan khalayak yang menentang dan mempermasalahkan film ini adalah dari kaum elit agama/ para ORMAS (organisasi massa). Inilah yang menjadi poin penting yang mendorong peneliti untuk meneliti film “?” (Tanda Tanda Tanya) untuk mengetahui bagaimana sebenarnya penerimaan khalayak terhadap pesan dan isi di dalam film ini.

Bagan II

Dokumen terkait