Dalam bab ini akan dipaparkan mengenai metode penelitian. Hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian tersebut meliputi: (1) jenis penelitian, (2) sumber data dan analisis data, (3) teknik pengumpulan data, (4) instrumen penelitian, (5) teknik analisis data, dan (6) trianggulasi.
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian yang berjudul Pemakaian Kalimat Efektif dalam Skripsi
Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Lulusan Tahun 2013 sebagai Wahana Pemartabatan Bahasa merupakan
penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu gejala apa adanya pada saat penelitian itu dilakukan (Arikunto, 2009: 234). Penelitian kualitatif merupakan penelitian untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Subjek penelitian tersebut dapat berupa perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan secara holistik dengan cara yang holistik dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada konteks yang alamiah dengan metode alamiah (Moleong, 2006:6).
Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 2006:4) menyatakan bahwa penelitian deskriptif kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku
yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik (utuh). Oleh karena itu, dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis, tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan. Kirk dan Miller (dalam Moleong, 2006:6) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif merupakan tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
Moleong (dalam Herdiansyah, 2012:9) mendefinisikan penelitian kualitatif merupakan penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara alamiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Melihat definisi tersebut ada dua poin penting yang mendasari definisi tersebut. Poin pertama adalah ilmiah yang berarti bahwa penelitian kualitatif dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya dan dapat dipercaya kesahihannya (validitas dan reliabilitasnya). Poin kedua adalah konteks sosial yang berarti bahwa dalam penelitian kualitatif, fenomena yang diteliti merupakan satu kesatuan antara subjek dan lingkungan sosialnya.
3.2 Sumber Data dan Data Penelitian
Sumber data dalam penelitian ini berupa skripsi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta lulusan tahun 2013. Selanjutnya, data penelitian dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang
menyimpang dari ketentuan efektivitas kalimat yang terdapat dalam skripsi mahasiswa Program Studi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta lulusan tahun 2013. Data tersebut diungkap dengan tujuan untuk mengetahui wujud-wujud kebahasaan yang menyimpang dari ketentuan prinsip efektivitas kalimat.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Sugiyono (2011: 225) menyatakan bahwa teknik pengumpulan data dapat dilihat dari dua segi, yaitu segi sumber data dan segi cara. Bila dilihat dari segi sumber data, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer merupakan sumber yang di dapat secara langsung, sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak di dapat secara langsung. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sumber sekunder yang berupa dokumen skripsi.
Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2006: 216) mendefinisikan dokumen adalah bahan tertulis yang disiapkan karena adanya permintaan dari penyidik. Dokumen sejak dulu sudah digunakan dalam penelitian sebagai sumber data, karena dokumen dimanfaatkan untuk menguji dan menafsirkan. Dokumen dibagi atas dua macam, yaitu dokumen pribadi dan dokumen resmi.
Moleong (2006: 219) membagi dokumen menjadi dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal dapat berupa memo, pengumuman, maupun instruksi dari suatu lembaga. Sementara itu, dokumen eksternal dapat berupa majalah, buletin, pernyataan, dan berita. Fungsi dari dokumen eksternal
yaitu dapat dimanfaatkan untuk menelaah konteks sosial, kepemimpinan, dan lain-lain.
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan metode dokumentasi. Menurut Sugiyono (2011:240) dokumen merupakan catatan suatu peristiwa yang sudah berlalu. Penggunaan dokumen ini berkaitan dengan apa yang disebut analisis isi. Cara menganalisis dokumen tersebut adalah dengan memeriksa dokumen secara teliti. Pada penelitian ini dokumen yang digunakan adalah tujuh buah skripsi mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta lulusan tahun 2013.
3.4 Instrumen Penelitian
Moleong (2006:168) menyatakan bahwa instrumen penelitian merupakan alat pengumpul data atau alat untuk mengumpulkan data. Di sisi lain, Sugiyono (2012:102) menyatakan bahwa meneliti adalah kegiatan untuk melakukan pengukuran. Untuk melakukan pengukuran yang relevan dan valid, maka diperlukan alat ukur yang baik. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian.
Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian merupakan alat ukur untuk mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid dan relevan. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Maksud dari peneliti sendiri adalah peneliti bertugas
sebagai perencana kegiatan, pelaku pengumpulan data, menganalisis data yang telah ditemukan serta melaporkan hasil penelitian.
3.5 Teknik Analisis Data
Spradley (dalam Sugiyono, 2011:244) mendefinisikan bahwa analisis data dalam penelitian apapun merupakan cara berpikir. Hal ini berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antar bagian, dan hubungannya secara keseluruhan. Analisis data bertujuan untuk mencari pola.
Sementara itu, Bogdan dan Biklen (dalam Moleong, 2006: 248) menyatakan bahwa analisis data merupakan upaya mengolah data, mengorganisasikan data, memilahnya menjadi kesatuan data, mensitesiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan sesuatu yang penting, serta memutuskan apa yang dapat dibagikan kepada orang lain. Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menganalisis penelitian ini adalah:
(1) Peneliti mengumpulkan kalimat yang menyimpang dari prinsip efektivitas kalimat.
(2) Peneliti mentranskrip kalimat tersebut.
(3) Peneliti memasukkan kalimat ke dalam tabel tabulasi data dan analisis data yang berisi kalimat, jenis kesalahan dan perbaikannya.
(4) Peneliti membuat triangulasi dan mengkonfirmasi pada ahli. (5) Peneliti mendeskripsikan data dan melakukan pembahasan.
3.6 Triangulasi
Moleong (1989: 195) mengatakan bahwa triangulasi merupakan teknik pemeriksaan suatu data dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik triangulasi untuk memeriksa sah atau tidaknya data yang telah diperoleh. Peneliti membuat triangulasi yang bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap validasi data yang berhasil ditemukan. Pengecekan keabsahan triangulasi dalam penelitian ini diperiksa oleh pakar atau ahli dalam penelitian kalimat efektif. Ahli atau pakar yang memeriksa data dalam triangulasi penelitian ini adalah Dr. Y. Karmin, M.Pd.
30
BAB IV