• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

PROSES MANUFAKTUR STRUKTUR ROKET

2 METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini memiliki beberapa tahapan. Diawali dengan tinjauan literatur, pemilihan metode penelitian, pengumpulan data, analisis hasil, dan kesimpulan.

100

2.1 Tinjauan Literatur

Pada tahapan tinjauan literatur bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memberikan pembobotan serta cara penanganan untuk memperkecil risiko terjadinya kecelakaan kerja. Tinjauan literatur mencoba menjelaskan beberapa penelitian mengenai risk asessment dan kejadian kecelakaan kerja atau kegagalan yang biasa terjadi pada pengoperasian

overhead crane dan metodologi yang

digunakan dalam meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Mengidentifikasi berbagai jenis kemungkinan kecelakaan kerja dapat dilakukan dengan beberapa metode.

Hierarchical Task Analysis (HTA)

merupakan kerangka berfikir yang digunakan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis tahapan tugas yang harus dilaksanakan dengan tujuan menyempurnakan performa kerja, fokus perbaikan pada unsur keterampilan, pemahaman konteks kerja, dan menjabarkan penyebab human error sehingga dapat ditanggulangi (Shepherd A., 1998). Penyebab keberhasilan ataupun kegagalan yang menyebabkan kecelakan kerja atau human error adalah tiga faktor penting keselamatan kerja yaitu: efisiensi, environmental

friendliness, dan peningkatan kompleksitas kerja (Bedingger et al., 2005). Near-miss Management System adalah salah satu metode yang sedang dikembangkan untuk mendeteksi berbagai jenis hazard yang timbul berdasarkan investigasi dari laporan kejadian terbaru (Raviv, Fishbain, & Shapira, 2017).

Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach

(SHERPA) adalah suatu metode Pengklasifikasian task terdiri atas jenis

action errors, checking errors, retrieval errors, communication errors, dan selection errors (Embrey, 1986). SHERPA sejak

pertama dikembangkan telah banyak digunakan diberbagai bidang untuk

memprediksi human error pada industri petrokimia dan industri nuklir. Menurut sebuah penelitian mengenai validitas, SHERPA merupakan metode terbaik dalam memprediksi human error

diantara beberapa metode yang ada (Harris, et al., 2005).

Penyebab utama pada kecelakaan kerja adalah human error. Kemampuan operator dalam melaksanakan tugasnya ditambah dengan kompleksitas sistem dan data yang tidak lengkap akan memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja (De Felice, et al.,2016).

Keselamatan kerja pada penggunaan overhead crane ini menjadi perhatian yang sangat penting ada beberapa penelitian yang telah dilakukan di berbagai aspek dan resiko antara lain adalah mengenai aturan (Ruud et al., 2008), pengaruh getaran dan angin (Klinger, 2014), permasalahan dasar kesalahan yang terjadi ( Marquez, et al., 2014), Pemahaman operator (Nevestad, 2008), dan akibat kecelakan pada crane (Shepred, et al., 2000)

2.2 Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah dalam proses

handling terutama pada penggunaan overhead crane pada proses fabrikasi

dan melakukan wawancara pada operator overhead crane melakukan analisis menggunakan metode

Hierarchical Task Analysis (HTA) dengan

merincikan tahapan- tahapan pekerjaan yang dilakukan dalam penggunaan

overhead crane dari tahap persiapan

sampai dengan setelah proses unloading dan dilanjutkan dengan metode

Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) yaitu

mengklasifikasikan seluruh tahapan pekerjaan yang telah dirinci oleh metode

Hierarchical Task Analysis sesuai dengan tabel jenis-jenis kesalahan menurut metode SHERPA kemudian penarikan kesimpulan dan saran pemecahan masalah untuk mengurangi

Human Task Analysis dan Sherpa... (Herry Purnomo dan Setiadi)

101

kecelakaan kerja pada operasional

overhead crane. Berikut diagram alir

metode penelitian (Gambar 2 -1)

Gambar 0-1: Diagram alir metode penelitian 3 HASIL PEMBAHASAN

Hierarchical Task Analysis (HTA)

dilakukan dalam rangka mengidentifikasi kesalahan pada proses handling benda kerja pada penggunaan overhead crane yang berhubungan dengan aktivitas manusia, lingkungan, maupun fasilitas-fasilitas pendukung lainnya pada proses penggunaan overhead crane.

Seluruh proses, mulai dari persiapan hingga selesai, dilakukan dengan pendataan satu persatu dengan melihat beberapa benda kerja yang akan dilakukan pemindahan. Seperti halnya pemindahan berupa balast 450 terlihat pada Gambar 3-1. Selain handling komponen roket overhead crane juga dipergunakan untuk handling peralatan bantu fabrikasi seperti terlihat pada Gambar 3-2.

Gambar 0-1: Penggunaan overhead crane pada fabrikasi balast RX 450

Pada Gambar 3-3 merupakan HTA yang dilakukan berdasarkan hasil data (foto, video, serta interview) yang telah dilakukan Pengklasifikasian dari beberapa langkah kerja yang dilakukan ke dalam SHERPA error mode untuk mengetahui kesalahan apa yang mungkin terjadi. Pengkodean terhadap kemungkinan kesalahan yang terjadi berdasarkan pada investigasi dan laporan mengenai kejadian kecelakaan yang pernah terjadi seperti halnya

Near-miss Management System. Kode kesalahan/error code yang diberikan sesuai denga SHERPA error mode seperti terlihat pada Tabel 3-1.

Operasional overhead crane

terbagi menjadi 4 tahapan yaitu:

Persiapan

Proses loading

Pergerakan/movement

Unloading

102

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kemungkinan kesalahan yang terjadi pada masing-masing error code deskripsi dari kesalahan yang terjadi dan konsekuensi dari kesalahan tersebut dan bagaimana

menangani atau mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan tersebut.

Pengklasifikasian periode kejadian kesalahan beserta konsekuensi dan penanganan dapat dilihat pada Tabel 3-2.

Operasional overhead crane

1. Proses persiapan 2. Proses handling benda kerja 3. Proses pemindahan benda kerja 4. Proses setelah penggunaan

1.1 Gunakan APD

1.2 Hidupkan power

1.3 Check Jalur lintasan overhead crane

1.4 pemasangan sling atau load leveler pada

benda kerja

2.1 Check jalur crane

2.2 Turunkan hook hoist

2.3 Kaitkan webbing sling/ load leveler pada hook

2.4 Posisikan benda kerja tegak lurus dengan hoist

3.1 Angkat benda kerja

3.2 Atur ketinggian benda kerja

3.3. check jalur overhead care

3.4 Pindahkan crane menuju tempat tujuan benda kerja

4.1 lepaskan hook dari webbing sling/ load leveler

4.2 Posisikan Overheadcrane pada posisi dan ketinggin

yang aman

4.3 Tekan Stop pada remote crane

Gambar 0-3: Hierarchical Task Analysis untuk penggunaan overhead crane Tabel 0-1: SHERPA ERROR MODE (Lane, Stanton, & Harrison, 2006)

Error category Error Code Error description

Action errors A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Operation to long/short Operation mistimed

Operation in wrong direction Operation too little/much Misalign

Right operation on wrong object Wrong operation on right object Operation omitted

Operation incomplete

Wrong operation on wrong object Checking errors C1 C2 C3 C4 C5 C6 Check omitted Check incomplete

Right check on wrong object Wrong check on right object Check mistimed

Wrong check on wrong object Retrieval errors R1

R2 R3

Information not obtained Wrong information obtained Information retrieval incomplete Communication

errors I1 I2 I3

Information not communicated Wrong information communicated Information communication incomplete Selection errors S1

Human Task Analysis dan Sherpa... (Herry Purnomo dan Setiadi)

103

Dokumen terkait