• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodologi Penelitian

Dalam dokumen REPRESENTASI REMAJA PUTRI METROPOLITAN (Halaman 64-69)

Metodologi adalah ilmu tentang metode-metode yang digunakan untuk mentraitment pesoalan. Pengertian yang lebih khusus, metodologi berupa tahapan kerja seorang peneliti dari gagasan awal, pembuatan proposal, pengumpulan data, uji data termasuk analisis data yang obyektif sampai kesimpulan akhir yang reflektif dari sebuah kerja penelitian. Tahapan kerja peneliti harus disusun secara sistematis supaya memenuhi standar ilmiah.32

1. Subjek penelitian

Subjek peneltian ini berkaitan dengan adanya berbagai iklan produk fashion. Pembatas peneltian ini adalah produk fashion, yaitu semua hal yang melekat pada tubuh.

Iklan majalah GADIS Tanda/Simbol iklan dimajalah Pemaknaan Semiotika Barthes Denotasi&Konotasi (mitos) Representasi remaja putri metropolitan ü Fotografi pada aktor ü Imeje aktor ü Imej Karakter ü Fashion ü Produk ü setting

Menurut Barnard menyajikan fashion dan pakaian sebagai cara mengkomunikasikan identitas-identitas kelas, gender dan sosial.33 Kajian ini tidak terfokus pada teknis pembuatan iklan produk fashion. Melainkan hanya ingin menemukan atau membedah iklan-iklan tersebut berkaitan dengan adanya representasi remaja putri metropolitan yang ditampilkan dalam iklan-iklan tersebut.

2. Jenis Penelitian

Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini, yang lebih menekankan pada penggambaran repressentasi remaja putri, maka jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Yaitu:

Data yang dikumpulkan berwujud kata-kata dalam kalimat atau gambar yang mempunyai arti lebih dari sekedar angka dan jumlah. Berisi catatan-catatan yang menggambarkan situasi sebenarnya.34 Jenis penelitian ini akan mampu menangkap berbagai informasi kualitatif dengan deskripsi. Dalam penelitian ini tidak diajukan hipotesa sebab jenis penelitian deskriptif hanya mengembangkan, menghimpun fakta, kemudian menganalisanya, tetapi tidak menguji hasil hipotesa. Peneliti mencoba menganalisis data sedekat mungkin dengan bentuk aslinya.

3. Data dan Sumber Data

Data merupakan bahan mentah yang dikumpulkan peneliti dari dunia yang dipelajarinya. Dalam hal ini data merupakan catatan hasil innterview dan observasi yang dalam riset kualitatif disebut fieldnote. Termasuk didalamnya apa yang disebut orang lain yang ditemukan

33

Malcolm Barnard. Fashion sebagai komunikasi cara mengkomunikasikan identitas sosial,sexual,kelas,dan gender. Jalasutra. Yogyakarta, hal xiv

34

peneliti, misalnya dalam buku harian, foto, dokumen resmi, dan juga artikel-artikel dalam surat kabar. Data adalah bukti dan sekaligus pentunjuk.35

Data utama dalam penelitian ini adalah iklan-iklan produk fashion yang terdapat didalam majalah GADIS edisi bulan Agustus 2009 -Desember 2009 yang dibatasi dengan permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini. Peneliti mengambil dua jenis sumber data yaitu sumber data (korpus) primer/utama dan sekunder/pendukung. Sumber data sekunder berupa teks-teks lain yang dapat mampu menjelaskan, memperkuat, dan mengklarifikasi konsep-konsep dari data utama yang dibahas. Dalam peneltian ini data pendukung diambil dari buku-buku, situs internet, kepustakaan serta tulisan-tulisan ilmiah lainnya yang dapat mendukung penelitian ini.

4. Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data sample ( iklan dimajalah GADIS ) merupakan pusat dari penelitian. Teknik pengumpulan data sangat dipengaruhi oleh jenis data yang ingin diambil. Potongan gambar dalam penelitian ini diambil untuk mewakili informasi yang akan diteliti.

Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara purposive. Purposive sampling biasa juga disebut judgmental sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan “penilaian” (judgment) peneliti mengenai siapa-siapa saja yang pantas (memenuhi persyaratan) untuk dijadikan sampel.36

Jadi, dapat dikatakan bahwa purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan. Dalam

35

H.B Sutopo.Metodologi Penelitian Kualitatif:Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 2002. Hal:8

36

http://tatangmanguny.wordpress.com/2009/06/30/sampel-sampling-dan-populasi-penelitian-bagian-ii-teknik-sampling-ii/

bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan sebagai secara sengaja mengambil sampel tertentu (jika orang maka berarti orang-orang tertentu) sesuai persyaratan (sifat-sifat, karakteristik, ciri, kriteria) sampel (yang mencerminkan populasinya).

Korpus diambil dari sejumlah iklan yang dinilai mengandung keterwakilan informasi tertentu. Kemudian seluruh korpus tersebut dikumpulkan dengan menggunakan teknik scaning dengan bantuan alat scanner dan personal komputer. Kemudian dilakukan observasi langsung. Observasi ini dilakukan untuk mengamati gejala-gejala sosial atau fenomena yang muncul ditengah masyarakat.

5. Teknik Analisis

analisi semiotika yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika yang dikembangkan Ferdinand de Saussure dan Roland Barthes. Dalam hal ini peneliti akan menempatkan bahasa sebagai system tanda, dan setiap bahasa tersusun dalam dua bagian, yaitu signifier ( penanda ) dan signifie ( petanda ). Proses pemaknaan akan dilakukan dengan cara memberi perhatian pada makna denotatif dan konotatif.

Untuk menganalisis iklan, kita juga bisa menggunakan atau meminjam model Roland Barthes, di mana ia menganalisa iklan Pasta “Panzani” berdasarkan pesan yang dikandungnya,

yaitu : (1) pesan linguistik/semua kata dan kalimat dalam iklan. (2) pesan ikonik yang terkodekan; konotasi yang muncul dalam foto iklan yang hanya berfungsi jika dikaitkan dengan sistem tanda yang

lebih luas dalam masyarakat, dan (3) pesan ikonik tak terkodekan (denotasi dalam foto iklan ).37

· pesan Linguistik : inti pesan linguistik terkandung dalam nuansa khas yang muncul dari kata “Panzani”. Secara denotatif, kata ini menunjukan nama produk, namun jika digabungkan dengan kata “L’Italienne”, konotasi yang muncul adalah “sesuatu yang berjiwa italia”.

· Pesan ikonik yang terkodekan : ini merupakan konotasi visual yang diturunkan dari penataan elemen-elemen visual dalam iklan antara lain : kesegaran sebuah ramuan alami dalam satu paket, kesan habis belanja dari pasar, sebuah jaring (tas tali), kehidupan yang damai, atmosfer Italia (warna warni bahan ramuan, juga label dalam bungkusan adalah warna dasar bendera Italia).

· Pesan ikonik tak terkdoekan : istilah ini digunakan Barthes untuk menunjukan denotasi “harfiah”, pemahaman langsung dari gambar dan pesan dalam iklan, tanpa mempertimbangkan kode sosial yang luas.

BAB II

Dalam dokumen REPRESENTASI REMAJA PUTRI METROPOLITAN (Halaman 64-69)