BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.3 Penyajian Data dan Analisis Data
4.1.3.3 Minat Pengguna Facebook Terhadap Onlineshop di
Tabel 4.5
Tingkat Minat Pengguna Facebook terhadap Onlineshop di Facebook
Tolak Ukur Minat Inf. 1 Inf. 2 Inf. 3 Inf. 4 Inf. 5 Inf. 6 Inf. 7
Memiliki teman onlineshop di
FB √ √ √ √ √ √ √
Menambahkan AfterGlow
sebagai teman di akun FB - √ √ √ - √ √
Membutuhkan informasi dari
AfterGlow - √ - √ √ √ √
Sumber : Informan 1-7, 2011
Facebook memiliki cukup banyak fitur, namun tidak semua fitur dimanfaatkan Onlineshop sebagai media pemasarannya. Beberapa fitur Facebook yang biasa dimanfaatkan oleh Onlineshop yaitu Facebook photo, update status yang terdapat dalam Home, Personal Massanger (PM), Chat dan Comment coloumn. Hal ini dikarenakan keempat fitur tersebut mampu menyampaikan informasi yang akan disampaikan onlineshop dan bisa dijadikan media komunikasi dengan konsumennya.
Di dalam Facebook, antara pengguna Facebook satu dengan
pengguna Facebook lainnya hanya bisa saling terhubung jika sudah berteman. Agar pertemanan itu terjadi maka yang harus dilakukan adalah pengguna Facebook satu harus mengirimkan permintaan pertemanan (friend request) kepada pengguna Facebook lainnya untuk kemudian di-confirm. Oleh karena itu agar bisa selalu terhubung dengan pasar
sasarannya (pengguna Facebook) maka onlineshop (AfterGlow OnShop)
tersebut harus menambahkan pengguna Facebook tersebut menjadi
temannya terlebih dahulu.
Saat pengguna Facebook satu mengirimkan permintaan pertemanan pada pengguna Facebook lain, biasanya permintaan tersebut baru akan di-confirm apabila ada hal yang mampu menarik pengguna Facebook
tersebut. Begitu juga sebaliknya, pengguna Facebook baru akan
menambahkan pengguna Facebook lain untuk menjadi temannya apabila terdapat ketertarikan ataupun minat terhadap pengguna Facebook tersebut. Oleh karena itu onlineshop (AfterGlow OnShop) harus mampu membuat pengguna Facebook lain tertarik padanya, sehingga permintaan pertemanannya akan di-confirm atau bahkan pengguna Facebook menjadi tertarik ataupun berminat untuk memintanya menjadi temannya. Menarik artinya harus dapat memenuhi unsur “want” (keinginan konsumen) dan bermanfaat harus dapat memenuhi unsur “need” (kebutuhan konsumen) akan suatu permasalahan atau kebutuhan yang dapat diselesaikan atau dipenuhi oleh produk perusahaan (Lasmadiarta, 2010 : 10). Dalam hal ini fitur Facebook photo memegang peran yang
sangat besar karena Facebook photo mampu menarik ataupun
menumbuhkan minat datangnya pengunjung seperti halnya etalase pada toko. Seperti yang diungkapkan oleh informan 2 bahwa dia merasa berminat dengan salah satu foto produk AfterGlow OnShop yang dia lihat melalui foto yang di-tag oleh AfterGlow OnShop ke salah satu
temannya. Ia merasa berminat dengan produk tersebut, karena dia merasa model produk tersebut sesuai dengan model yang ia butuhkan saat itu. Oleh karena itu dia menambahkan AfterGlow OnShop sebagai temannya agar ia bisa bertanya-tanya soal produk tersebut dan kemudian membeli produk tersebut.
“Sepertinya aku deh yang add AfterGlow. Soalnya ku pas butuh model baju yang dijual sama AfterGlow dan harganya juga gak mahal. Ku lihat di profilnya temenku, kan dia di-tag foto sama AfterGlow. Dan kebetulan ku lagi butuh model kayak yang di foto itu.”
Demikian juga dengan informan 4, ia menambahkan AfterGlow OnShop sebagai temannya karena ia merasa berminat dengan produk-produk yang ditawarkan oleh AfterGlow OnShop yang ia lihat melalui album foto yang terdapat di profil AfterGlow OnShop.
“Aku deh kayaknya. Produknya bagus-bagus. Ya ku lihat-lihat profilnya dia lah. Di situ kan ada foto-foto produknya dia.”
Informan 6 dan 7 juga mengatakan bahwa mereka berminat dengan produk-produk AfterGlow OnShop, meskipun mereka tidak mengatakan bahwa minat mereka dikarenakan melihat foto-foto produk AfterGlow OnShop namun hal ini dapat tersirat langsung dari pernyataaan mereka yang mengatakan berminat karena melihat produk-produk AfterGlow OnShop. Hal ini dikarenakan pada onlineshop pelangggan hanya bisa melihat produk onlineshop tersebut melalui foto.
“Aku yang add, soalnya aku lihat koleksi bajunya bagus-bagus.”
“Aku yang add, cz bajunya lucu-lucu.”
Dapat disimpulkan bahwa adanya foto ataupun album foto pada
akun Facebook Onlineshop mampu menumbuhkan minat pengguna
Facebook untuk menjadi temannya, sehingga terbentuk suatu komunitas (teman-teman AfterGlow OnShop) yang terdiri dari orang – orang yang memiliki kepentingan dan ketertarikan yang sama yang terkait dengan produk perusahaan. (Lasmadiarta, 2002 :15)
Konsumen sekarang lebih cermat dalam memilih suatu produk, jika dulu orang langsung datang ke toko untuk membeli produk yang mereka inginkan, saat ini sebelum membeli suatu produk mereka akan mencari informasi tentang produk tersebut terlebih dahulu (Kotler, 2005 : 12). Begitu juga dengan pengguna Facebook yang menambahkan onlineshop menjadi temannya, mereka membutuhkan informasi dari onlineshop tersebut sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. Dan juga dapat disimpulkan bahwa apabila pengguna Facebook telah manambahkan onlineshop menjadi temannya hal itu berarti pengguna Facebook tersebut merasa berminat untuk mengetahui lebih banyak mengenai onlineshop tersebut. Dan hal itu berarti onlineshop telah juga bisa lebih leluasa menyampaikan informasi mengenai produknya kepada pengguna Facebook tersebut, baik itu dengan cara men-tag foto, mengirimkan wall, ataupun mengirimkan Personal Massanger. Seperti
yang diungkapkan oleh informan 2 yang mengatakan ia merasa diuntungkan oleh informasi yang diberikan oleh AfterGlow OnShop melalui tag photo dan wall karena melalui informasi itu dia bisa mengetahui koleksi terbaru dari AfterGlow OnShop.
“Ya.. Biasanya kalau ada produk baru gitu di-tag atau di-wall. Iyalah,, soalnya lumayan ku jadi tau koleksi terbarunya dia apa.”
Demikian halnya dengan informan 7, ia merasa diuntungkan oleh informasi-informasi tersebut karena dengan informasi-informasi tersebut dia menjadi tidak perlu mencari-cari informasi terbaru mengenai produk yang ia sukai.
“Ya lah.., kan jadi gak perlu searching-searching model terbaru yang lagi “in” sekarang itu apa, dan siapa tau aja ada yang aku suka plus harganya ok.”
Bahkan informan 4 menjelaskan bahwa tujuannya dari menambahkan AfterGlow OnShop menjadi temannya adalah agar selalu mendapatkan informasi terbaru dari AfterGlow OnShop.
“Ya donk, sangat menguntungkan bahkan. Karena jadi bisa tahu barang-barang terbarunya dia. Gak lah,, kan tujuannya nge-add memang itu. Biar dapat info terbarunya dia.”
Berbeda dengan informan 2 dan 4 yang selalu mendapatkan
di-tag ataupun di-wall oleh AfterGlow OnShop. Namun agar tetap mendapatkan informasi mengenai produk terbaru AfterGlow OnShop informan 6 selalu membuka akun Facebook AfterGlow OnShop.
“Jarang, tapi ku selalu buka Fbnya AfterGlow. Jadi selalu tau koleksi-koleksi terbarunya.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa tingkat minat pengguna Facebook terhadap onlineshop di Facebook sangat baik. Hal ini terlihat dari antusias pengguna Facebook untuk menjadikan onlineshop menjadi temannya. Tidak hanya karena onlineshop yang mengirimkan permintaan teman (friend request) padanya, bahkan mereka sendiri yang
menambahkan onlineshop untuk menjadi temannya. Baik itu
dikarenakan mereka berminat terhadap produk-produk dari onlineshop tersebut ataupun karena ingin mengetahui lebih banyak tentang produk dan penawaran onlineshop tersebut.
4.1.3.4.Tingkat Keinginan Pengguna Facebook terhadap Onlineshop di
Tabel 4.6
Tingkat Keinginan Pengguna Facebook terhadap Onlineshop di Facebook
Tolak Ukur Keinginan Inf. 1 Inf. 2 Inf. 3 Inf. 4 Inf. 5 Inf. 6 Inf. 7
Memiliki teman onlineshop di
FB lebih dari satu √ √ √ √ √ √ √
Menambahkan onlineshop
sebagai teman di akun FB √ √ √ √ √ √ √
Sumber : Informan 1-7, 2011
Seperti halnya Friendster, Facebook juga tidak hanya berperan sebagai situs jejaring sosial saja tetapi juga sebagai “etalase produk yang
ditawarkan” pada para pengguna Facebook atau sebagai tempat
berbelanja bagi para pengguna Facebook. Bahkan onlineshop yang memanfaatkan Facebook sebagai media pemasaran jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah onlineshop di zaman Friendster. Hal ini tidak mengherankan karena pada April 2010, menurut The New York Times, negara yang memiliki pengguna Facebook terbanyak adalah Amerika Serikat, Britania Raya dan Indonesia. Dan Facebook menjadi situs no. 1 paling sering dikunjungi di Indonesia. Bahkan jumlah
pengunjung Facebook mengalahkan Google pada 13 Maret 2010
(http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook). Dan hal itu berarti pasar yang tersedia dan dapat dijadikan pasar sasaran bagi para marketing terbuka
luas di dunia Facebook. Menjamurnya jejaring sosial seperti Facebook ini membuka peluang yang sangat baik bagi siapa saja untuk melakukan
aktivitas marketing dengan lebih baik dan biaya relatif murah
(Lasmadiarta, 2010 : 3). Banyaknya onlineshop yang memanfaatkan Facebook sebagai media pemasarannya semakin membuat minat pengguna Facebook terhadap pola belanja online dengan memanfaatkan situs jejaring sosial meningkat. Hal ini terlihat dari pengguna Facebook yang rata-rata memiliki lebih dari satu teman onlineshop. Seperti yang diungkapkan oleh beberapa informan kepada peneliti berikut:
Informan 2
“Ku punya banyak temen onlineshop”
(Interview : Jum’at, 31 Desember 2010. Pukul 07.44 WIB. Media :
Facebook chat between Fafa Hanifah dan Sannie Wen)
Informan 3
“ Di FB mbak punya temen toko online selain AfterGlow gak? Ya..ada”
(Interview : Kamis, 06 Januari 2011. Pukul 12.00 WIB. Media :
Informan 4
“Di FB punya temen toko online selain AfterGlow gak? Banyak.”
(Interview : Kamis, 23 Desember 2010. Pukul 14.00 WIB. Media :
Facebook chat between Fafa Hanifah dan Fitria Chairani)
Informan 5
“Di FB punya temen toko online selain AfterGlow gak? Banyak.”
(Interview : 23 Desember 2010. Pukul 14.00 WIB. Media : Facebook wall between Fafa Hanifah dan Vhie Quinsha)
Informan 7
“Berarti di FB, punya teman toko online selain AfterGlow donk? Banyak.”
(Interview : Rabu, 05 Januari 2011. Pukul 11.05 WIB. Media :
Facebook chat between Fafa Hanifah dan Putri Awal January)
Demikian halnya yang diungkapksn oleh informan 6, ia juga memiliki banyak teman onlineshop di akun Facebooknya, bahkan ia juga menjelaskan keragaman produk yang ditawarkan oleh onlineshop-onlineshop tersebut.
“Di FB, punya teman toko online selain AfterGlow gak? Banyak mbak,, mulai dari produk kecantikan, sepatu, tas, jam tangan, sampai pernak pernik..”
Sehingga dapat disimpulkan bahwa minat pengguna Facebook terhadap Onlineshop di Facebook sangat tinggi.
4.1.3.5.Pengambilan Keputusan MembeliPengguna Facebook
Tabel 4.7
Tingkat Tindakan Membeli Pengguna Facebook di AfterGlow OnShop Tolak
Ukur Keinginan
Inf. 1 Inf. 2 Inf. 3 Inf. 4 Inf. 5 Inf. 6 Inf. 7
Pernah membeli di Onlineshop Beberapa kali Beberapa kali Cukup sering Beberapa kali Beberapa kali Sering Cukup sering Pernah membeli di AfterGlow OnShop Tidak pernah Sekali Beberapa
kali Dua kali
Tidak pernah Cukup sering Sekali Alasan membeli di AferGlow OnShop - Butuh dan harga terjangkau Barang bagusdan ada diskon Model dan kualitas bagus - Model bagus dan belum ada di daerahnya Barangnya lucu-lucu Kepuasan - Kurang
pus Puas Puas - Puas
Kurang puas Alasan puas tidak puas - Kurang pas Ramah dan pelayanan bagus Ramah dan peayanan bagus - Ramah dan peayanan bagus Tidak cocok
Salah satu tujuan dari Facebook marketing adalah commercialization, yaitu terjadinya penjualan (Lasmadiarta, 2010 : 19). Begitu juga dengan tujuan didirikannya sebuah onlineshop. Setelah melakukan pengenalan dan mampu menarik pengguna Facebook untuk menjadi temannya, selanjutnya onlineshop melakukan penawaran yang diharapkan mampu membuat pengguna Facebook tersebut tertarik terhadap produknya dan kemudian melakukan tindakan pembelian. AfterGlow OnShop sebagai salah satu toko online yang hanya memanfatkan Facebook saja sebagai media pemasarannya juga memiliki tujuan yang serupa, yaitu terjadinya pembelian. Menurut Rismiati dan Suratno (2001 : 30-31) salah satu fungsi pemasaran, yaitu fungsi pertukaran. Kegiatan pemasaran memungkinkan terjadinya pertukaran antara pembeli dan penjual melalui kegiatan jual – beli, termasuk di dalamnya penentuan harga jual, pelayanan, potongan harga dan promosi produk. Fungsi ini merupakan fungsi terpenting dari pemasaran karena semakin banyaknya transaksi jual – beli yang terjadi menunjukkan semakin berhasilnya kegiatan pemasaran yang dilakukan.
Akun Facebook AfterGlow Onshop yang tidak hanya berjumlah satu tetapi 3 akun sekaligus, demi memenuhi permintaan pertemanan para pengguna Facebook membuktikan bahwa AfterGlow Onshop mampu membuat para pengguna Facebook tertarik terhadap produknya. Dan omset AfterGlow OnShop saat ini yang mampu mencapai sampai Rp 13juta per bulan menunjukkan bahwa tingkat penjualan yang dapat
dicapai oleh AfterGlow OnShop sangat baik. Sehingga dengan kata lain pemasaran yang dilakukan oleh AfterGlow OnShop berhasil. Terdapat beberapa faktor yang membuat pelanggan AfterGlow OnShop melakukan pembelian terhadap produk AfterGlow OnShop, seperti yang diungkapkan oleh informan 2 bahwa ia baru satu kali melakukan pembelian di AfterGlow OnShop . Dia melakukan pembelian tersebut dikarenakan ia sedang membutuhkan produk yang dijual oleh AfterGlow OnShop dan harga yang ditawarkan oleh AfterGlow OnShop terjangkau.
“Cuma sekali. Hehehe, soalnya ku butuh dan harganya juga gak mahal”
Meskipun informan 7 juga baru malakukan satu kali pembelian di AfterGlow OnShop, namun alasan yang membuatnya melakukan pembelian di AfterGlow OnShop berbeda dengan informan 2. Karena hal yang membuat informan 7 melakukan pembelian di AfterGlow OnShop adalah dikarenakan ia merasa baju, salah satu produk yang ditawarkan oleh AfterGlow OnShop itu lucu-lucu.
“Pernah, tapi baru sekali doang. cz bajunya lucu-lucu.”
Pernyataan di atas menyatakan bahwa AfterGlow OnShop mampu menarik pengguna Facebook untuk melakukan pembelian dikarenakan AfterGlow OnShop mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan pengguna Facebook tersebut. Selain itu AfterGlow OnShop mampu memberikan penawaran harga yng menarik terhadap pengguna Facebook
hanya berlangsung satu kali dan tak berulang, hal ini dikarenakan informan 2 dan informan 7 merasa tidak puas terhadap produk yang ia beli. Seperti yang diungkapkan oleh informan 2 bahwa ia merasa tidak puas terhadap produk yang ia beli dikarenakan produk (baju) tersebut tidak pas dengan postur tubuhnya.
“Kurang puas. Produknya gak cocok dengan bayanganku. Kurang pas di badanku.”
Atau informan 7 yang tidak puas karena produk (baju) yang ia beli tidak cocok di dirinya.
“Hanya saja bajunya gak cocok di aku.”
Ketidakpuasan informan 2 dan informan 7 terjadi dikarenakan pembelian di onlineshop berbeda dengan pembelian pada toko offline. Dimana pada pembelian melalui toko online, pembeli hanya bisa melihat produk melalui gambar (foto) bukan menyentuh langsung. Ditambah lagi ukuran di Indonesia yang tidak terstandarisasi membuat pembeli online kerepotan dalam menentukan ukuran. Tak jarang hal ini membuat barang yang dipesan tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh pembeli.
Berbeda dengan informan 2 dan informan 7 yang hanya melakukan pembelian satu kali karena ketidakpuasan yang ia alami, informan 3 justru telah melakukan pembelian lebih dari 3 kali di AfterGlow OnShop meskipun sampai saat ini dia belum bisa menjadi teman AfterGlow
OnShop di Facebook. Hal ini dikarenakan informan 3 merasa sangat puas terhadap pelayanan dan penawaran harga yang AfterGlow OnShop berikan. Selain itu dia juga merasa bahwa produk-produk AfterGlow OnShop bagus-bagus dan karena dia sudah kenal dengan pemilik AfterGlow OnShop dia juga bisa mendapatkan diskon yang cukup menguntungkan.
“Berapa kali ya..lebih dari 3 kali say. Yang jual ramah, pelayanannya memuaskan. Barangnya juga bagus2. Dan paling penting dapat diskon lumayan kalau sudah kenal.”
Lain halnya dengan informan 3, informan 4 melakukan pembelian di AfterGlow OnShop sampai dua kali selain dikarenakan oleh kepuasannya terhadap pelayanan yang AfterGlow OnShop berikan tetapi juga dikarenakan menurutnya AfterGlow memiliki produk yang modelnya sesuai dengan keinginannya dan memiliki kualitas yang bagus.
“Pernah, dua kali mungkin. Suka sama model plus kualitasnya. Puas. Soalnya orangnya ramah dan langsung dilayani,”
Lain lagi dengan informan 6 yang memang hobi berbelanja online sejak adanya Friendster. Dia menyatakan sering sekali melakukan pembelian di AfterGlow OnShop, bahkan hampir satu bulan sekali. Hal ini dikarenakan sering kali model produk yang AfterGlow Onshop tawarkan adalah produk yang belum ia jumpai di daerahnya. Sehingga hal
ini menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi informan 6 untuk melakukan pembelian di AfterGlow OnShop.
“Sering mbak,, Dalam satu bulan AfterGlow punya beberapa koleksi terbaru. Kalau kebetulan saya suka sama modelnya, saya beli. Memang hobi belanja, kebanyakan barang yang saya beli memang barang yang belum ada di daerah saya.”
Dapat disimpulkan bahwa pemasaran yang AfterGlow OnShop lakukan cukup berhasil karena mampu mempengaruhi pengguna Facebook untuk melakukan pembelian.
Seperti halnya iklan, update status yang terdapat dalam Facebook juga memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi. Namun informasi yang diberikan berbeda. Jika iklan bertujuan menyampaikan informasi mengenai produk, update status bertujuan menyampaikan informasi mengenai aktifitas ataupun hal-hal yang sedang dipikirkan oleh pengguna Facebook. Namun kesamaan fungsi atau tujuan ini membuat update status dijadikan sebagai media beriklan oleh para pemasar, karena melalui status
update pemasar mampu menyampaikan informasi mengenai
penawarannya kepada pasar sasarannya, yaitu pengguna Facebook.
Salah satu tujuan pemasaran adalah memberikan informasi kepada pasar yang dituju mengenai penawaran perusahaan (Angipora, 2001 : 337). Dan melalui pemberian informasi ini diharapkan mampu membuat
sekali onlineshop, masing-masing onlineshop memiliki penawaran yang berbeda-beda. Sehingga antara onlineshop satu dengan onlineshop yang lain harus bersaing untuk dapat menarik perhatian pengguna Facebook dan membuat pengguna Facebook tersebut membeli produknya. Update status, meng-wall dan men-tag teman adalah beberapa upaya yang dilakukan onlineshop untuk menarik pengguna Facebook sebagai pasar sasarannya.
Banyaknya pilihan onlineshop berikut beragam penawarannya
membuat pilihan pengguna Facebook dalam berbelanja online melalui Facebook pun semakin banyak. Onlineshop yang mampu menarik pengguna Facebook lah yang akan dijadikan pilihan dalam berbelanja oleh pengguna Facebook. Sehingga tidak mengherankan jika pengguna Facebook tidak hanya melakukan belanja online pada satu onlineshop saja tetapi juga pada onlineshop lain. Seperti yang diungkapkan oleh informan 1 bahwa ia sering melakukan pembelian aksesoris di onlineshop meskipun ia belum pernah sekalipun membeli di AfterGlow OnShop.
“Sering, aku sering beli accesoris doang. Hahaha,,”
Berbeda dengan informan 1 yang belum pernah sekalipun membeli di AfterGlow OnShop, informan 2 yang pernah melakukan satu kali pembelian di AfterGlow OnShop mengatakan bahwa ia juga pernah melakukan pembelian di onlineshop lain, yaitu membeli produk yang sama (baju) dengan produk yang ia beli di AfterGlow OnShop.
“Pernah, baju juga.”
Begitu juga dengan informan 4 yang juga mengatakan bahwa selain pernah berbelanja di AfterGlow OnShop ia juga pernah melakukan pembelian di onlineshop lain namun tidak hanya untuk produk baju tetapi juga aksesoris.
“Pernah, beli tas dan accesoris juga.”
Jika informan 1, 2 dan 4 hanya mengatakan bahwa mereka pernah membeli di onlineshop lain, informan 7 justru mengatakan bahwa ia sering melakukan pembelian di onlineshop lain, meskipun ia baru satu kali melakukan pembelian di AfterGlow OnShop.
“Sering.”
Begitu juga yang diungkapkan informan 3, ia juga tidak hanya berbelanja pada satu onlineshop, tetapi pada banyak toko online karena menginginkan banyak variasi model. Hal ini dikarenakan baju sebagai produk yang paling sering ia beli secara online adalah produk yang memiliki banyak sekali variasi model.
“Pernah dong mbak. Lumayan. Beli baju juga. Lebih banyak variasi yang dijual, tapi apes kalau lagi kena tipu shop tentang baju yang dijual”
Begitu juga yang diungkapkan informan 5, meskipun ia belum sekalipun berbelanja di AfterGlow OnShop namun ia juga tidak hanya
berbelanja pada satu onlineshop, tetapi pada banyak toko online selama produk onlineshop tersebut menarik dan harganya terjangkau olehnya. “Dan asal produknya harganya bisa dijangkau tertarik sih. Di Lovely Shop. Sebelumnya aku pernah beli sepatu di Narwastu rara Shop.”
Begitu juga yang diungkapkan informan 6, meskipun ia mengaku sering berbelanja di AfterGlow ObShop namun ia juga berbelanja pada onlineshop lain. Ia memilih belanja online pada banyak onlineshop selama produk onlineshop tersebut menarik dan belum ada di daerahnya.
“Sering,, Ya itu tadi mbak, karena belum ada di daerahku makanya aku beli online.”
Seperti halnya pemasaran konvensional, dalam pemasaran online melalui Facebook juga sangat dipengaruhi oleh jenis produk yang dijual, harga, promosi serta pelayanan yang diberikan pemasar. Sehingga keempat hal tersebut sangat berpengaruh dalam proses mempengaruhi pengguna Facebook dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelian dari pengguna Facebook hanya dapat terjadi apabila penawaran yang diberikan onlineshop tersebut mampu memenuhi keinginan dan kebutuhannya. Sehingga pada umumnya
pengguna Facebook tidak terpaku pada salah satu produsen saja,
melainkan mencari produsen mana yang paling memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Namun pemasaran yang dilakukan AfterGlow OnShop dapat dikatakan berhasil karena ia mampu mempengaruhi pengguna
Facebook untuk melakukan pembelian di onlineshopnya dan bahkan berkat pelayanan yang baik yang ia berikan mampu membuat pengguna Facebook tersebut melakukan pembelian berulang-ulang.