BAB V Bab ini berisi penutup yang mencakup kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran.
KAJIAN PUSTAKA
A. Hasil Pembelajaran IPS
2. Mind Maps
a. Pengertian Mind Maps
Mind maps asal mulanya diperkenalkan oleh Tony Burzan tahun
1970-an. Menurutnya mind maps adalah penyimpanan, penarikan
data, dan akses yang luar biasa menakjupkan (Buzan, 2009: 12). Mind maps sering juga disebut dengan pemetaan pikiran. Pemetaan pikiran
adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Dengan memerintahkan kepada peserta didik untuk membuat peta pikiran, mereka akan menemukan kemudahan untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan.
Masih dalam Tony Buzan mind maps juga merupakan peta rute yang hebat bagi ingatan, memungkinkan kita menyusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih biasa diandalkan daripada menggunakan teknik pencatatan
tradisional. Semua mind maps mempunyai kesamaan, semua
munggunakan warna, semua memiliki struktur alami yang memancar dari pusat. Semua menggunakan garis lengkung, simbol, kata dan gambar, yang sesuai dengan cara kerja otak. Dengan mind maps,
daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi diagram warna- warni, dengan teratur dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan berbagai hal. Mind maps
membantu dalam belajar menyusun, dan menyimpan sebanyak mungkin informasi yang diinginkan, dan mengelompokkannya dengan cara yang alami, memberi akses yang mudah dan langsung (ingatan yang sempurna) kepada apapun yang diinginkan.
Dengan mind maps, akan semakin mudah belajar dan
mengatahui banyak hal (Buzan, 2008: 13). Mind maps adalah cara
termudah untuk menepatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi keluar otak.
b. Langkah-Langkah Membuat Mind Maps
Sebelum membuat mind maps, siapkan bahan-bahan untuk
membuatnya:
1) Kertas kosong tak bergaris 2) Pena dan pensil warna 3) Otak
Langkah-langkah untuk membuatnya:
1) Mulailah dari bagian tengah yang kosong yang sisi panjangnya diletakkan mendatar. Karena memulai dari tengah memberi kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapdan dirinya dengan lebih bebas dan alami.
2) Gunakan gambar atau foto untuk ide sentral anda. Karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggunakan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita.
3) Gunakan warna. Karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind maps lebih hidup,
menambah energi kepada pemikiran kreatifdan menyenangkan. 4) Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan
hubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua dan seterusnya. Karena otak bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua (atau tiga, atau empat) hal sekaligus. Bila kita menghubungkan cabang-cabang, kita akan lebih mudah mengerti dan mengingat. Perhubungan cabang-cabang utama akan menciptakan dan menetapkan struktur dasar atau arsitektur pikiran kita.
5) Buatlah garis hubung yang melengkung, bukan garis lurus. Karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang
utama yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon, jauh lebih menarik bagi mata.
6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibilitas kepada mind
maps. Setiap kata tunggal atau gambar adalah seperti pengganda,
menghasilkan sederet asosiasi dan hubungannya sendiri. Bila kita menggunakan kata tunggal, setiap kata ini akan lebih bebas dan cenderung menghambat efek pemicu ini.
7) Gunakan gambar. Karena seperti gambar sentral, setiap gambar bermakna seribu kata.
c. Kelebiahan dan kekurangan Mind Maps 1) Kelebihan Strategi Mind Maps:
a) Cara penggunaan strategi ini cepat.
b) Strategi dapat digunakan untuk mengorganisasikan ide-ide yang muncul dikepala.
c) Proses menggambar bisa memunculkan ide-ide yang lain.
d) Hasil gambaran yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis.
2) Kekurangan Srategi Mind Maps
a) Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
b) Tidak sepenuhnya murid yang belajar.
c) Jumlah detail informasi tidak dapat dimasukkan.
http://www.ras-eko.com/2011/05/model-pembelajaran-mind- mapping.htmldiakses pada tanggal 20 Oktober 2016 pukul 09.45 WIB.
d. Manfaat Mind Maps
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh saat menggunakan mind
maps dalam kegiatan belajar mengajar antara lain:
1) Mind maps menggunakan warna
Dengan menggunakan warna itu artinya telah mengaktifkan otak kanan anak. Warna bisa membantu dalam mengklasifikasi informasi dan juga dapat menstimulasi ide serta kreatifitas anak. 2) Mind maps adalah gambar
Dari berbagai riset yang dilakukan di dunia, terbukti ada kolerasi yang kuatantara mind maps dan daya ingat
penggunaannya. Secara umum anak dibelakali mind maps untuk
mempelajari materi pelajaran memiliki memori yang lebih baik daripada anak yang hanya membaca buku secara verbal.
3) Mind maps membantu menyatukan asosiasi anak
Dalam group mind maps, dapat membantu menyatukan
asosiasi anak agar distorsi pemahaman pelajaran tidak terlalu jauh antara penulis buku, guru dan siswa. Setiap kata kunci yang mucul
ketika seorang guru mengajar langsung diikat dalam cabang mind
maps sesuai dengan heararkinya. Penambahan gambar dan warna
akan memperkuat asosiasi anak menjadi berlipat-lipat. 4) Mind maps merupakan alat bantu menguji kompetensi anak
Apa yang dipelajari anak membentuk pemahaman di dalam otaknya. Dengan meminta anak mempresentasikan mind maps yang dibuatnya. Anak-anak dapat mengetahui apa yang sudah diketahui dan apa juga yang belum diketahui.
5) Mind maps memberikan gambaran besar
Sebelum mengajar tentu setiap guru atau orang tua biasanya memiliki rencana pengajaran. Dengan me-mind maps-kan rencana pengajaran yang di dalamnya termasuk seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan di kelas sampai pada penugasan maka jalannya kelas seolah sudah dapat dilihat secara detail dan terintegrasi. Sebelum memulai pelajaran, perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk memahami arah pelajaran yang dilalui bersama pada jam tersebut. Harus ada kesepakatan dahulu mengenai materi yang akan disajikan. Mind maps-kan poin-poin penting yang akan dibahas dan dikuasai anak setelah belajar agar mereka mendapat gambaran menyeluruh tentang pelajaran. Hal ini akan membantu fokus, menimbulkan rasa ingin tahu, memunculkan pertanyaan-pertanyaan kreatif, sekaligus memenuhi kebutuhan kelas akan pemahaman
mengenai arsitektur dasar dari keseluruhan pelajaran (Lucy, 2012: 181).
e. Langkah-langkah Pelaksanaan Strategi Mind Maps 1) Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. 2) Guru menyampaikan materi sebagaimana biasanya. 3) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok.
4) Guru menugaskan pada tiap kelompok untuk membuat catatan materi yang baru diterima dari guru dalam bentuk peta pikiran. 5) Beberapa peserta didik diberi kesempatan untuk menjelaskan ide
pemetaan konsep berfikirnya.
6) Guru menjelaskan atau mengulangi kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
7) Kesimpulan.
http://www.duniapembelajaran.com/2015/02/prosedur-model-
pembelajaran-mind-mapping.html diakses pada tanggal 20
Oktober 2016 pukul 09.45 WIB.
C. Hubungan Strategi Pembelajaran Mind Maps dengan Hasil