• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang khusus didirikan dalam rangka menunjang pembangunan Pulau Batam, maka PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) telah melaksanakan kegiatan-kegiatan usaha yang telah disesuaikan dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) dengan Misi sebagai berikut :

“Menyediakan pelayanan secara professional dalam pengelolaan jasa penunjang kepelabuhanan (Bongkar Muat, Pergudangan, Customs Clearance), Freight Forwarding dan pengelolaan kawasan industri”.

BAB II

KINERJA PERUSAHAAN AUDIT TAHUN 2012

2.1. PEMASARAN

A. SASARAN KERJA

1. Meningkatkan pangsa pasar.

2. Mengoptimalkan kepuasan pelanggan atas jasa yang dijual.

3. Mewujudkan jasa pelayanan kepelabuhanan dalam satu atap.

4. Memberi motivasi semangat kerja keras karyawan untuk mendapatkan hasil optimal.

5. Membangun citra positif kepada Stakeholder (konsumen, instansi, pers dan masyarakat).

6. Mengembangkan fungsi Kantor Perwakilan menjadi Bussiness Development dan Promotion Center.

B. CARA MENCAPAI SASARAN

1. Menciptakan Relationship terhadap instansi terkait.

2. Melengkapi sarana dan prasarana jasa kepelabuhanan sesuai kebutuhan.

3. Melakukan perawatan sarana/peralatan produksi secara rutin dan terus menerus.

4. Fokus terhadap usaha jasa kepelabuhanan/core business.

5. Mengoptimalkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

6. Menerapkan tarif yang kompetitif dan menguntungkan.

7. Informasi produk kepada calon pelanggan secara intensif melalui media iklan dan pameran.

8. Mengoptimalkan fungsi pemasaran melalui Strategi Pemasaran Modern.

9. Memelihara motivasi kerja karyawan dan kekompakan organisasi.

10. Mengoptimalkan perwakilan Jakarta untuk memasarkan asset-asset yang idle dan hubungan baik dengan customer yang ada di Jakarta.

C. PROGRAM KERJA PEMASARAN

2.2 KINERJA PERUSAHAAN

 BONGKAR MUAT

 ANGKUTAN BARANG

 GUDANG BATU AMPAR

 GUDANG SEKUPANG

 HANG NADIM

 PROPERTY MANAGEMENT

SPBU

 KANTOR PUSAT

2.3. SUMBER DAYA MANUSIA

Jumlah SDM yang dimiliki oleh Perusahaan berdasarkan kualifikasi pendidikan sampai dengan Audit tahun 2012 masih kurang memadai secara kualitatif bila dibandingkan dengan ukuran ideal terutama untuk posisi menengah ke bawah.

Sampai dengan Audit tahun 2012 kegiatan Pendidikan / Pelatihan / Seminar yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut :

Pendidikan SPPD

1 23/1-4/2 Mengikuti program sertifikasi QIA SPI 6.000.000 4.031.000 Jakarta

2 Pelatihan program autocad LPT Ganesha Pengembangan 900.000 - Batam

3 31/1-4/2 Pelatihan Dangeraus Goods Hang Nadim 7.800.000 7.612.000 Jakarta

4 5/2-8/2 Analisa Beban Kerja & KPI Personalia 3.500.000 3.806.000 Jakarta

5 13/2-16/2 Mengikuti Penilaian Kepatutan Calon Personalia 4.506.000 Jakarta

Pengurus Dana Pensiun

6 14/2-17/2 Mengikuti Pelatihan Perpajakan Keuangan 1.970.000 8.340.000 Medan

7 15/2-18/2 Mengikuti Workshop IT Master Plan Pengembangan 2.000.000 8.312.000 Jakarta

8 16/2-18/2 Sosialisasi pendayagunaan aktiva tetap BUMN Keuangan 4.000.000 4.306.000 Bandung

9 20/2-25/2 Pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Pemasaran &

Kesekretariatan 1.900.000 11.240.000 Yogyakarta

10 4/3-15/3 Diklat pengembangan akuntansi & Keuangan SPI 6.500.000 4.306.000 Sukabumi

11 4/3-16/3 Diklat pengembangan akuntansi & Keuangan SPI 7.000.000 4.381.000 Sukabumi

12 11/4-19/4 Pelatihan / Diklat Kepala SPI SPI 7.250.000 4.906.000 Sukabumi

13 3/6-14/6 Mengikuti Pelatihan Komunikasi dan SPI 6.500.000 4.106.000 Jakarta

Psikologi Audit

14 6/6-14/6 Mengikuti Pelatihan Unit SPI SPI 6.000.000 4.581.000 Jakarta

15 26/6 Pengukuhan Gelar PIA Tahun 2012 SPI 4.500.000 Batam

16 11/7-15/7 Pelatihan Interprestasi Kriteria Kinerja Unggul SPI 3.500.000 5.006.000 Bandung

dan metode merespon kuisioner

17 9/9-20/9 Diklat Komunikasi dan Psikologi Audit SPI 6.500.000 4.506.000 Sukabumi

18 15/7-17/7 Undangan Workshop aset BUMN Pengembangan - 3.806.000 Jakarta

19 26/9-29/9 Diklat Training Managing Quality Assurance For QE & QC 3.000.000 4.506.000 Jakarta

Bussiness Execellance

20 7/10-19/10 Diklat Pelatihan Dasar Audit PPAK SPI 6.250.000 5.006.000 Sukabumi

21 22/10-25/10 Pelatihan Analisa Laporan Keuangan Akuntansi 4.000.000 3.806.000 Jakarta

22 8/10-12/10 In House Training Program Pengembangan Oracle

Aplication Express (Apex) dan Develop. Web App

Pengembangan IT 24.500.000 - Batam

23 4/11-16/11 Mengikuti Pelatihan Dasar Audit SPI 6.250.000 4.331.000 Sukabumi

24 11/12-14/12 Mengikuti Pelatihan Pendidikan Akuntansi Akuntansi 3.450.000 3.806.000 Jakarta

25 19/12-23/12 Workshop Hubungan Industrial Tenaga Kerja SP-FKK 3.500.000 3.670.000

126.770.000

112.876.000

Biaya Tempat

No Tanggal Pendidikan dan Pelatihan Unit

2.4. SATUAN PENGAWAS INTERN

Sampai dengan Laporan periode tahun buku 2012 Audit beberapa program kerja pemeriksaan yang telah dilaksanakan dan masih dalam Proses oleh SPI antara lain :

1. Menyusun Program Kerja Pemeriksaan Tahunan ( PKPT ) tahun 2012, yang memfokuskan pada :

- Evaluasi Pengelolaan Asuransi

- Evaluasi Realisasi Program Kerja Pemasaran dan Kontrak

- Evaluasi Kegiatan dan Pengamanan Asset

- Evaluasi Program dan Realisasi Kerja IT

- Evaluasi Pengelolaan Barang dan Jasa

- Evaluasi Pengelolaan dan Pendapatan Gudang Hang Nadim

- Efektivitas Pengelolaan Bengkel dan Biaya

- Evaluasi Pengelolaan SDM dan Biaya Lembur

- Evaluasi Kegiatan PML dan Rumah Tangga

- Efektivitas Pengelolaan Alat dan Biaya

- Pengelolaan Persediaan Logistik

- Analisa Pendapatan dan Biaya Angkutan

- Evaluasi Peng. dan Pendapatan Gudang Sekupang

- Efektivitas Kegiatan Unit Bisnis Jakarta

- Efektivitas Pengelolaan PKBL

- Efektivitas Kegiatan Property

- Efektivitas Pengelolaan Kas dan Bank

- Evaluasi Peng. dan Pendapatan Gudang Batu Ampar

- Efektivitas Kegiatan Kesekretariatan dan Legal

2. Pemeriksaan terhadap Laporan hingga Audit yang telah direalisasikan antara lain :

- N-SPI-MPK/001/2012,Evaluasi Pengelolaan Asuransi

- N-SPI-POP/002/2012,Evaluasi Program Kerja Pemasaran dan Kontrak - N-SPI-MPK/003/2012,Evaluasi Kegiatan Pengamanan Asset

- N-SPI-MPK/005/2012,Evaluasi Pengelolaan Barang dan Jasa

- N-SPI-POP/006/2012,Evaluasi Bengkel

- N-SPI-MPK/007/2012,Evaluasi Pengelolaan SDM & Lembur

- N-SPI-POP/008/2012,Evaluasi Pengelolaan Gudang Hang Nadim

- N-SPI-POP/009/2012,Evaluasi Pengelolaan Bongkar Muat

- N-SPI-POP/010/2012,Evaluasi Pengelolaan Gudang Batu Ampar

- N-SPI-MPK/011/2012,Evaluasi Rumah Tangga & PML

- N-SPI-MOP/012/2012,Analisa Pendapatan & Biaya Angkutan

- N-SPI-POP/013/2012,Evaluasi Pengelolaan Gudang Sekupang

- N-SPI-MPK/014/2012,Evaluasi Pengelolaan Persediaan Logistik

- N-SPI-MPK/015/2012,Monitoring Invoice, Piutang & Penagihan

- N-SPI/016/2012,Investigasi Pemalsuan Kupon BBM

- N-SPI/MOP/017/2012, Efektivitas Kegiatan Property

- N-SPI/MPK/018/2012, Efektivitas Pengelolaan Kas dan Bank

- N-SPI/PAUK/019/2012, Efektivitas Pengelolaan PKBL

- N-SPI/MPK/020/2012, Efektivitas Kegiatan Kesekretariatan & Legal

- N-SPI/POP/021/2012, Efektivitas Kegiatan Unit Bisnis Jakarta

2.5. KEUANGAN DAN AKUNTANSI

Dalam usaha mencapai efisiensi dan efektivitas pengelolaan dana sampai dengan Laporan tahun buku 2012 Audit, telah dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :

 Melakukan penyempurnaan-penyempurnaan terhadap prosedur pencatatan Akuntansi dengan convergency International Financial Report Standart (IFRS);

 Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai dengan International Financial Report Standart (IFRS).

 Menerapkan penekanan biaya-biaya agar efisiensi dapat tercapai.

 Mempersiapkan perencanaan, pengelolaan dan penggunaan dana perusahaan yang lebih efektif sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan operasional dan pengembangan kegiatan usaha perusahaan.

 Mengoptimalkan pengelolaan piutang usaha dengan tujuan untuk lebih menertibkan sistem pengadministrasiannya serta memperpendek umur pengumpulan tagihan piutang ( collection period ).

 Melakukan penyegaran-penyegaran personil dengan jalan mutasi / rolling dalam unit-unit kerja agar semua personil bisa menguasai tugas-tugas Akuntansi & Keuangan.

2.6. INVESTASI DAN SUMBER PEMBIAYAAN

Investasi yang telah dilakukan hingga Laporan tahun buku 2012 Audit guna mendukung pencapaian sasaran Perusahaan adalah sebagai berikut :

2.6.1. INVESTASI PENGEMBANGAN

Jumlah investasi pengembangan yang telah dilakukan hingga Audit tahun 2012 sebesar Rp. 0,- seperti tersebut dibawah ini :

Realisasi RKAP Selisih Persentase

2012 2012 D= (A/B)

A B C D

I PENGEMBANGAN

Gudang Batu Ampar - 400.000.000,00 400.000.000,00 0%

Konsultan System QA & QC - 100.000.000,00 100.000.000,00 0%

Konsultan Pengembangan SDM - 200.000.000,00 200.000.000,00 0%

Sub Jumlah - 700.000.000,00 700.000.000,00 0%

NO JENIS INVESTASI

2.6.2. INVESTASI MENGHASILKAN

Jumlah investasi menghasilkan yang telah dilakukan hingga Audit tahun 2012 sebesar Rp. 3.769.189.402,- seperti tersebut dibawah ini :

A B C D

2.6.3. INVESTASI SARANA DAN PRASARANA

Jumlah investasi sarana dan prasarana yang telah dilakukan hingga Audit tahun 2012 sebesar Rp. 942.719.772,- seperti tersebut dibawah ini :

Realisasi RKAP Selisih Persentase

2012 2012 D= (A/B)

A B C D

III SARANA & PRASARANA A GUDANG & BANGUNAN

1

KANTOR PUSAT UMUM

Kantor Pusat Lt. II - - 0%

PML normalisasi drainase 250.000.000,00 250.000.000,00 0%

Sub Jumlah - 250.000.000,00 250.000.000,00 0%

2

LAYANAN LOGISTIK PELABUHAN LAUT GUDANG BATU AMPAR

Pengaspalan (Overlay 5 cm) - - 0%

Pembuatan saluran terbuka 22.000.000,00 432.000.000,00 410.000.000,00 5%

Perbaikan Gd. Tertutup 293.828.450,00 300.000.000,00 6.171.550,00 98%

Penataan pintu masuk, CCTV 42.511.322,00 300.000.000,00 257.488.678,00 14%

Penerangan CY Batu Ampar 100.000.000,00 100.000.000,00 0%

Pemerataan & Pemagaran 9,9 HA 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 0%

Global Position System 75.000.000,00 75.000.000,00 0%

Pengukuran & Pematokan Titik PL Pantai Stres - - 0%

Pembangunan Gedung/Bangunan IKT 74.480.000,00 - (74.480.000,00) 0%

Peke. Perkerasan Gudang Paus BTA 509.900.000,00 - (509.900.000,00) 0%

Sub Jumlah 942.719.772,00 2.207.000.000,00 1.264.280.228,00 43%

3 PEMASARAN

PERWAKILAN JAKARTA

Pemeliharaan 50.000.000,00 50.000.000,00 0%

Spring Bed - - 0%

Sub Jumlah - 50.000.000,00 50.000.000,00 0%

Jumlah Gudang & Bangunan 942.719.772,00 2.507.000.000,00 1.564.280.228,00 38%

Jumlah Sarana & Prasarana 942.719.772,00 2.507.000.000,00 1.564.280.228,00 38%

NO JENIS INVESTASI

2.6.4. INVESTASI INVENTARIS KANTOR DAN PENGEMBANGAN LAIN Jumlah investasi Inventaris Kantor dan Pengembangan Lain –lain yang telah dilakukan hingga Audit tahun 2012 sebesar Rp. 391.665.000,- seperti tersebut dibawah ini :

Realisasi RKAP Selisih Persentase

2.7. LAPORAN KEUANGAN

2.7.1. Perhitungan Laba Rugi

Perhitungan Laba Rugi PT Persero Batam Audit tahun 2012 dapat digambarkan seperti di bawah ini :

URAIAN

TH. 2012 TH. 2012 TH. 2011 2;3 2;4

1 2 3 4 5 6

Pendapatan Usaha 66.287.309.476 69.693.272.753 50.817.359.855 95,11 130,44

Biaya Operasi 48.302.716.340 43.251.945.218 36.898.697.394 111,68 130,91 Biaya Usaha 16.882.013.616 20.433.322.055 17.064.891.457 82,62 98,93 Biaya Pmsr & Penagihan 330.097.476 1.001.930.033 120.069.037 32,95 274,92 Total Biaya 65.514.827.432 64.687.197.306 54.083.657.889 101,28 121,14

Laba (Rugi) Usaha Perusahaan 772.482.043 5.006.075.448 (3.266.298.032) 15,43 76,35

Pendapatan & By. Lain 1.299.238.694 961.462.296 1.005.092.895 135,13 129,27

Laba Usaha Sebelum Pajak 2.071.720.737 5.967.537.741 (2.261.205.137) 34,72 191,62 PPH Kini dan Final (199.894.218) 1.491.884.435 (170.202.542) (13,40) (17,44) Beban (Manfaat) P. Tangguhan 294.178.557 226.371.694 - 129,95 Laba Setelah Pajak 2.166.005.076 4.475.653.306 (2.205.035.985) 48,40 198,23

PROSENTASE ( % )

REALISASI RKAP AUDIT

Laba setelah pajak Audit tahun 2012 sebesar Rp. 2.166.005.076,- atau sebesar 48,40 % dari RKAP tahun 2012, yaitu sebesar Rp. 4.475.653.306,-.

2.7.2. Neraca

Adapun posisi Neraca PT Persero Batam Audit tahun 2012 ditutup pada angka Rp. 91.790.683.111,- dirincikan sebagai berikut:

NO URAIAN REALISASI AUDIT RKAP

TH. 2012 TH. 2011 TH. 2012

2;3 2;4

1 2 3 4 5 6

I ASET

Aset Lancar 39.305.262.513 34.401.146.123 34.104.911.175 114,26 115,25 Aset Tidak Lancar

Properti Investasi 29.528.708.141 32.644.288.491 34.800.751.513 90,46 84,85 Akumulasi Penyusutan Properti Investasi (14.998.727.541) (13.932.299.793) (16.500.965.305) 107,65 90,90 Aset Tetap 75.174.636.732 71.010.648.572 75.025.847.550 105,86 100,20 Akumulasi Aset Tetap (42.115.540.821) (35.688.925.710) (40.198.524.561) 118,01 104,77 Aset Pajak Tangguhan 3.909.461.091 3.615.282.535 3.388.910.840 108,14 115,36 Aset Lain-Lain 986.882.995 1.918.088.074 132.750.000 51,45 743,41 Total ASET 91.790.683.111 93.968.228.293 90.753.681.213 97,68 101,14

II LIABILITAS

Liabilitas Jangka Pendek 11.242.393.793 7.661.820.942 2.734.542.567 146,73 411,13 Liabilitas Jangka Panjang 35.032.459.104 35.766.424.521 32.485.444.416 97,95 107,84 Modal Disetor 19.000.000.000 19.000.000.000 19.000.000.000 100,00 100,00 Modal Donasi - 7.184.000.000 7.184.000.000 - -Cadangan Umum 25.877.573.203 25.877.573.203 25.877.573.203 100,00 100,00 Cadangan Khusus 564.496.662 564.496.662 564.496.662 100,00 100,00 Saldo Laba Tahun Lalu (2.092.244.726) 118.948.971 (1.568.028.941) (1.758,94) 133,43 Laba (Rugi) Tahun Berjalan 2.166.005.076 (2.205.036.006) 4.475.653.307 (98,23) 48,40 Total LIABILITAS 91.790.683.111 93.968.228.293 90.753.681.213 97,68 101,14

( % ) PROSENTASE

Realisasi Aset dan Liabilitas Audit tahun 2012 mencapai 101,14 % dari RKAP tahun 2012 atau sebesar Rp. 1.037.001.898,- diatas anggaran.

Penurunan nilai Neraca disebabkan oleh pengembalian modal donasi atas pencatatan aktiva Tanjung Uncang yang belum memenuhi persyaratan dgn jurnal sebagai berikut :

- Modal Donasi ………. 7.184.000.000

- Tanah Tanjung Uncang ……….. 5.046.000.000 - Koreksi RE ………. 2.138.000.000

2.7.3. Pendapatan

Pos-pos yang paling dominan pengaruhnya terhadap pencapaian hasil usaha tahun 2012 adalah sebagai berikut :

 Pendapatan Usaha

Realisasi pendapatan usaha Audit tahun 2012 tercapai Rp.

66.287.309.476,- dibawah RKAP tahun 2012 4,89 % yang ditargetkan sebesar Rp. 69.693.272.753,- Rendahnya pencapaian pendapatan usaha bila dibandingkan dengan RKAP 2012 disebabkan turunnya volume kegiatan Bongkar Muat dan Handling Lolo Gudang Batu Ampar.

 Pendapatan Lain-lain

Realisasi pendapatan lain-lain ( setelah diperhitungkan biaya lain-lain ) Audit tahun 2012 sebesar Rp. 1.299.238.694,- atau sebesar 135,13 % dari RKAP tahun 2012 yang ditargetkan Rp. 961.462.296,- hal tersebut karena laba dari selisih kurs.

 Biaya Operasi

Realisasi biaya operasi Audit tahun 2012 sebesar Rp. 48.302.716.340,- lebih tinggi 11,68 % dari RKAP tahun 2012 sebesar Rp. 43.251.945.218,- Dan biaya operasional yang mengalami kenaikan, yaitu biaya Langsung 130,54 %, biaya Sewa naik 275,56 %, biaya BBM & Pelumas 144,20 % serta biaya PML & Perawatan 121,52 %.

 Biaya Usaha

Realisasi Biaya Usaha Audit tahun 2012 sebesar Rp. 17.212.111.092,- menurun 19,70 % dari RKAP tahun 2012 sebesar Rp. 21.435.252.088,-.

Dan yang mengalami penurunan, yaitu Biaya Pegawai 86,20 %, Biaya Kantor 77,28 %, Biaya ADU Lainnya 55,57 %.

2.7.4. Sumber dan Penggunaan Dana

Laba / (Rugi) usaha setelah pajak Audit tahun 2012 sejumlah Rp.

2.166.005.076,-.

2.7.6. Rasio Keuangan

Rasio Keuangan Perusahaan Audit tahun 2012 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor : KEP-100/MBU/2002 dapat dirincikan sebagai berikut :

A. RASIO LIKUIDITAS

1. Curent Ratio 349,62 %

2. Acid Test Ratio 348,03 %

3. Cash Ratio 124,49 %

4. Net Working`Capital to Sales 42,34 % B. RASIO SOLVABILITAS

1. Total Assets to Debt 198,36 %

2. Ratio Debt to Equity 101,67 %

C. RASIO RENTABILITAS

1. Ratio Rate of Return on Investment 1,62 %

2. Ratio Return on Equity 4,55 %

4. Profit Margin 1,17 %

D. RASIO OPERASI

1. Total Asset Turn Over 139,29 %

2. Average Collection Period 119 Hari

3. Receivable Turn Over 3,06 Kali

4. Produktivitas 69.826.459

2.8. PERHITUNGAN NILAI TAMBAH (AUDIT TAHUN 2012 )

2.8.3. BEBERAPA INDIKATOR UTAMA PERUSAHAAN

2.9. Pajak, Deviden dan Devisa

2.9.1. Pajak

Besarnya Pajak yang telah disetorkan Audit tahun 2012 adalah sebesar Rp. 3.113.313.000,- dengan rincian sebagai berikut :

- Pajak Penghasilan 21 Rp 524.720.915

- Pajak Penghasilan 23 Rp 69.647.641

- Angsuran PPh Pasal 25 Rp 1.687.904.734

- PPh Pasal 4 Ayat 2 Rp 199.894.217

- PBB Rp 631.145.493

2.9.2. Deviden

Sesuai dengan keputusan dalam RUPS Tahun Buku 2011 tidak ada pembayaran Deviden dikarenakan kondisi perusahaan Rugi.

2.9.3. Devisa

Tidak ada transaksi dengan Luar Negeri, hanya ada pembayaran-pembayaran dalam vallas dari perusahaan dalam negeri.

2.10. Kemitraan dan Bina Lingkungan

Penyaluran Program Kemitraan yang dilaksanakan Audit tahun 2012 sebesar Rp. 786.000.000,- atau sebesar 125,76 % dari Anggaran sebesar Rp.

625.000.000,-. Penyaluran Program Bina Lingkuangan Audit tahun 2012 sebesar Rp. 13.500.000,- atau 43,07 % dari Anggaran sebesar Rp.

31.345.509,-. Tingkat Efektifitas Penyaluran Dana Program Kemitraan sebesar 73,90 % atau Skor 0 dan Tingkat Kolektibilitas Penyaluran Dana Program Kemitraan sebesar 98,83 % atau skor 3.

BAB III

KERJASAMA DAN ANAK PERUSAHAAN

Sebagai sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara, PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) dalam perjalanan usahanya telah melaksanakan kerjasama baik sesama BUMN maupun dengan perusahaan lainnya, adapun kerjasama yang dijalankan diantaranya :

3.1. KERJASAMA SESAMA BUMN DAN INSTANSI PEMERINTAH

Sangat disadari bahwa kerjasama antara sesama BUMN harus terus ditingkatkan untuk meningkatkan perekonomian Indonesia yang berada dalam ketidakpastian, adapun kerjasama sesama BUMN yang telah teralisir antara lain:

3.1.1. PEMERINTAH KOTA ( PEMKO ) BATAM DAN BP KAWASAN BATAM Kerjasama yang dilakukan untuk menunjang Peraturan Daerah Kependudukan dalam rangka mengendalikan arus Migrasi ke Batam dan kerjasama Program Kemitraan dan Bina Lingkungan.

3.1.2 PT JAMSOSTEK (Persero)

Kerjasama yang dilakukan dalam bidang Asuransi/Jaminan untuk : a. Kesehatan & Kematian

b. Hari Tua

3.1.3 PT BANK MANDIRI (Persero)

Kerjasama yang dilakukan dalam bidang : a. Pembayaran gaji karyawan

b. Jasa Inkaso, Kliring dan Pemindah bukuan c. Rekening Koran, Deposito dan Bank Garansi

3.1.4 PT. BANK BNI (Persero)

Kerjasama yang dilakukan dalam bidang : a. Rekening Koran

b. Kliring dan Pemindahbukuan

3.1.5 PT. BANK MUAMALAT

Kerjasama dalam rangka sumber pendanaan Investasi untuk pengadaan alat berat PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) sebagai penunjang kegiatan Operasional terutama di unit Bongkar Muat.

3.1.6 PT. ASURANSI BERDIKARI

Kerjasama yang dilakukan dalam penutupan jasa asuransi untuk : a. Kendaraan Operasional ( Truck, Primeover, Crane, Forklift )

b. Kendaraan Non Operasional ( Pick Up dan sedan ) c. Gudang dan Gedung Kantor

d. Kegiatan Bongkar Muat di Pelabuhan.

3.2. KERJASAMA DENGAN MITRA USAHA LAIN

Menyadari tentang kondisi perekonomian Indonesia yang mulai membaik dan sulitnya iklim usaha dengan semakin tingginya tingkat persaingan diantara sesama perusahaan sejenis, sangat memungkinkan diadakannya kerjasama dengan pihak ketiga. Sesuai dengan jenis usahanya PT (Persero) Batam telah banyak melakukan kerjasama dengan perusahaan dengan berbagai bidang, diantaranya :

3.2.1. BAYSWATER SHIPPING & FORWARDING

Sebagai perusahaan dengan usaha yang dibidang kepelabuhanan sangat dimungkinkan untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan shipping dan forwarding. Kerjasama ini terwujud dengan baik antara PT (Persero) Batam dengan Bayswater Shipping & Forwarding yang diakui mempunyai pangsa pasar cukup besar di Pulau Batam.

3.2.2. PT. Alexindo – Perusahaan Shipping and Forwading

Kerjasama dibidang jasa kepelabuhan, yaitu penanganan bongkar muat barang dan distribusi barang domestik, kebutuhan untuk konsumsi di Pulau Batam.

Sebagai perusahaan shipping and forwading PT. Alexindo mempunyai pasar yang cukup potensial di Pulau Batam dan kerjasama dengan PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) terlah terjalin cukup lama.

3.2.3. PT. Holcim Indonesia Tbk

Kerjasama jangka panjang dibidang property management yaitu penggunaan tanah serta gudang di sekupang yang dipergunakan untuk pendirian fasilitas SILO dan pengantongan semen untuk kebutuhan domestic (khususnya pulau Batam) yang pendistribusiannya akan menggunakan jasa transportasi PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero).

3.3. KERJASAMA LUAR NEGERI

Belum ada

.

3.4. ANAK PERUSAHAAN & AFILIASI

Dalam perjalanan usahanya PT (Persero) Batam telah melakukan berbagai kebijaksanaan diantaranya dengan mengadakan kerjasama-kerjasama dan pembentukan anak perusahaan.

 PT Putra Permata Batam

Dalam upaya untuk mengembangkan usaha, perusahaan telah membentuk anak perusahaan (pada tahun 1993) yang bergerak dalam bidang pengelolaan pembangunan lapangan Golf, Resort dan Pariwisata diatas lahan seluas 105 Ha. Pelaksanaannya di kerjasamakan dengan PT Surindo Dana Perkasa (Sebelumnya bekerjasama dengan PT Panca Permata Harapan yang merupakan anak perusahaan Humpuss Grup).

Kondisi terakhir telah mendapatkan persetujuan prinsip dari Menteri Negara BUMN melalui surat No.S-566/MBU/2009 tanggal 10 Agustus 2009 tentang Penyertaan Modal PT. PDIP Batam (Persero Batam) pada PT. Putra Permata Batam Development, berupa tanah seluas 105 Ha. Dari hasil perkembangan terakhir sesuai dengan Surat Dari Menteri Negara BUMN nomor S-566/MBU/2009 tanggal 10 Desember 2009 yang antara lain menyebutkan menyetujui tindak lanjut pendirian PT Putra Permata Batam Development dengan mitra PT Surindo Dana Perkasa sebagai pemegang saham lainnya. Dan dalam BUtir 6 juga disebutkan “Persetujuan ini berlaku 1 (satu) tahun sejak tanggal diterbitkan. Untuk itu diminta segera menuntaskan proses pendirian usaha patungan tersebut. Sekiranya tidak terjadi kesepakatan mengenai nilai inbreng lahan yang akan dijadikan penyertaan PT (Persero) Batam, agar mempertimbangkan adanya investor lain untuk merealisasikan pengelolaan/pemanfaatan lahan dimaksud”. Sesuai dengan surat Direksi kepada Dewan Komisaris Nomor S-DIR/036/XII/2010 tanggal 13 Desember 2010 perihal Laporan Perkembangan lahan Tanjung Pinggir 105 Ha, yang antara lain menyebutkan karena batas waktu yang telah ditentukan oleh Menteri Negara BUMN yaitu tanggal 10 Agustus 2010, mitra pemegang saham lainnya tidak menyetorkan kas, meka penyertaan modal PT (Persero) Batam berupa inbreng juga tidak terjadi. PT Surindo Dana Perkasa bersedia melepaskan kepemilikan saham pada PT Putra Permata Batam Development untuk digantikan posisinya sebagai pemegang saham oleh investor lain. Sementara belum memperoleh investor lain untuk mengelola lahan tersebut manajemen melakukan reklasifikasi terhadap akun tanah tanjung pinggir dari aset lainnya ke dalam aset tetap.

BAB IV

RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI

Implikasi strategi PT (Persero) Batam yang memiliki beberapa unit usaha (Strategic Business Unit) adalah restrukturisasi bisnis dan asset serta organisasi.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sehubungan dengan pencanangan strategi tersebut adalah:

4.1. Restrukturisasi

 Rasionalisasi struktur dan penyempurnaan organisasi. Stategi ini sejalan dengan peningkatan efisiensi, mencakup biaya karyawan, dimana seiring dengan menurunnya produktifitas perusahaan, maka beban tetap ( biaya pegawai ) harus ditekan. Bidang lainnya adalah utilisasi komputerisasi on-line untuk mempercepat pengambilan keputusan dan pengelolaan data yang lebih akurat dan tepat waktu.

 Investasi untuk meningkatkan produktifitas dan pendapatan unit usaha yang memberikan kontribusi positif yang secara tekhnis manajerial paling dikuasai ( Core Business ). Strategi ini mencanangkan peningkatan pelayanan, memperbaiki sistem atau proses produksi dan peningkatan mutu jasa yang diberikan. Untuk hal tersebut dibutuhkan permodalan yang kuat.

 Investasi yang bersifat diversifikasi konsentrik seperti stock yard, depo kontainer, dan dermaga cargo dimana kegiatannya mendukung usaha jasa pokok dan investasi pada aset yang dapat ditingkatkan produktifitasnya bisa dilakukan oleh PT (Persero) Batam maupun bekerjasama dengan pihak ketiga.

4.2. Privatisasi

Divestasi unit usaha yang kontribusinya negatif dan pengalihan fungsi aset yang kurang produktif. Unit usaha yang mengalami kerugian, kekurangan modal kerja maupun modal investasi serta memiliki omzet penjualan yang relatif kecil perlu segera ditentukan rancangan kerjasamanya atau rencana penjualan asset tersebut. Untuk kondisi saat ini PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) belum waktunya diprivatisasi.

BAB V

No HAL-HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN

No HAL-HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN

BAB VI PENUTUP

6.1. KESIMPULAN

1. Total Asset atau Aktiva Audit tahun 2012 tercatat sebesar Rp.

97.120.900.432,- menunjukkan kenaikan 7,02 % dibandingkan Neraca RKAP tahun 2012 yakni sebesar Rp. 90.753.681.213,-

2. Total Kewajiban meningkat bila dibandingkan dengan RKAP tahun 2012, hal tersebut terutama disebabkan oleh realisasi investasi

3. Rasio Keuangan penting pada Audit tahun 2012 antara lain rasio rentabilitas, likuiditas (current ratio), solvabilitas (assets to debt ratio) menunjukkan trend yang relatif membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

6.2. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI

1. Untuk memperkokoh eksistensi PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) di Pulau Batam, aktiva tanah yang sebagian besar berstatus HPL dan memiliki kewajiban membayar UWTO ke BP Kawasan Batam dan sebagiannya lagi bebas UWTO, agar dapat diubah menjadi penyertaan modal negara (PMN). Hal ini akan berdampak positif dalam pengembangan usaha dan kerjasama dengan investor.

Manajemen telah berupaya untuk merealisasikan usulan Penyertaan Modal Negara tersebut, progress terakhir dari upaya tersebut adalah sesuai dengan Notulen Rapat antara Departemen Keuangan, BP Kawasan Batam dan PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) pada tanggal 3 Maret 2008 di Ruang Rapat Direktorat BMN II, dimana Departemen Keuangan yang diwakili Direktur BMN II menunda keputusan karena akan mengklarifikasi status dan prosedur PMN tersebut ke BPKP, BPN dan Menko Ekuin.

Selanjutnya berdasarkan rekomendasi dari BP Kawasan Batam kepada Departemen Keuangan agar proses PMN dapat dilanjutkan. Terkait dengan surat Ketua BP Kawasan Batam no : B/717/KA/10/2009 tanggal 13 Oktober

rencana PMN.

Berdasarkan rapat tanggal 8 Februari 2010 Direktorat BMN II akan meneruskan permohonan penambahan PMN PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) kepada Direktorat BMN I dengan menyerahkan dokumen terkait.

BP Kawasan Batam / BP Batam akan menyampaikan kajian penambahan PMN dan daftar BMN yang akan dijadikan penambahan PMN di PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) dengan merujuk surat no : B/717/KA/10/2009 tanggal 13 Oktober 2009 perihal Permohonan Penyertaan Modal Negara (PMN) PT. (Persero) Batam.

Pembentukan Tim Pengkajian PMN oleh BP Kawasan Batam / BP Batam dan PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) nomor : 29 tahun 2010 tanggal 9 Mei 2010.

Direktur BMN I meminta agar kajian atas rencana PMN dapat disampaikan paling lambat tanggal 30 September 2010 sesuai surat nomor : S-285/KN.2/2010 tanggal 30 Juli 2010.

Penyampaian draft kajian oleh Kepala Biro Umum BP Kawasan Batam / BP Batam nomor : B/75/UM/9/2010 tanggal 29 September 2010 perihal Penyampaian Data/Dokumen Pendukung PMN.

Undangan Rapat dari Dir. BMN I nomor : Und-186/KN.2.2/2010 tanggal 6 Oktober 2010 dengan agenda Klarifikasi atas hasil kajian rencana PMN kepada PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) (vide surat BP Batam nomor : B/75/UM/9/2010 tanggal 29 September 2010).

Keputusan Rapat point 6. Tanggal 7 Oktober 2010 yang dipimpin oleh Direktur BMN I telah dihasilkan Kesepakatan.

- BP Batam akan meneliti kembali alternative penyelesaian PMN dan menyampaikan kepada Kementerian Keuangan secara resmi melalui surat tertulis Kepala BP Batam selaku pengguna barang.

- Hasil penelitian alternatif penyelesaian PMN tersebut pada butir a.

Agar segera disampaikan BP Batam kepada DKJN.

- Masing –masing pihak melaporkan hasil dan kesepakatan rapat

Tim PMN mengadakan rapat tanggal 27 Oktober 2010 yang intinya sepakat untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada Deputi Perundang – undangan Sekertaris Negara.

Sebagai rujukan bahwa PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) sudah pernah mendapatkan PMN yang berlokasi di Tanjung Pinggir seluas 105 Ha dan Sekupang seluas 2,7 Ha sesuai dengan PP nomor : 43 tahun 1990 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero).

2. Pencapaian omzet / pendapatan perusahaan Audit masih dibawah RKAP 2012 dikarenakan masih minimnya customer potensial yang dihandle oleh perusahaan, sehingga menghasilkan omzet yang belum dapat tercapai sesuai dengan RKAP 2012.

Dokumen terkait