• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXECUTIVE SUMMARY. 2. Laba sebelum pajak tercapai sebesar Rp ,- atau 34,72 %

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EXECUTIVE SUMMARY. 2. Laba sebelum pajak tercapai sebesar Rp ,- atau 34,72 %"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

EXECUTIVE SUMMARY

Kinerja Keuangan Tahun 2012 Audit dapat disampaikan sebagai berikut :

1. Pendapatan tercapai sebesar Rp. 66.287.309.476,- atau 95,11 % dibandingkan RKAP 2012.

2. Laba sebelum pajak tercapai sebesar Rp. 2.071.720.737,- atau 34,72 % dibandingkan RKAP 2012.

3. Laba setelah pajak tercapai sebesar Rp. 2.166.005.076,- atau 48,40 % dibandingkan RKAP 2012.

PERHITUNGAN LABA RUGI

REALISASI R K A P %

Naik / Turun

Pendapatan 66.287.309.476 69.693.272.753 95,11%

Biaya Operasional Langsung 27.137.134.881 22.183.053.628 122,33%

Biaya Operasional Tidak Langsung 21.165.581.459 21.068.891.591 100,46%

Laba Operasional 17.984.593.136 26.441.327.534 68,02%

Biaya Usaha 16.882.013.616 20.433.322.055 82,62%

Biaya Pemasaran & Penagihan 330.097.476 1.001.930.033 32,95%

Total Biaya Usaha 17.212.111.092 21.435.252.088 80,30%

Total Biaya 65.514.827.432 64.687.197.306 101,28%

Laba (Rugi) Usaha 772.482.043 5.006.075.448 15,43%

Pendapatan & Biaya Lain-lain 1.299.238.694 961.462.296 135,13%

Laba (Rugi) Sebelum Pajak 2.071.720.737 5.967.537.741 34,72%

PPH Kini dan Final (199.894.218) 1.491.884.435 -13,40%

Beban (Manfaat) P. Tangguhan 294.178.557 - 0,00%

Laba (Rugi) Setelah Pajak 2.166.005.076 4.475.653.306 48,40%

U R A I A N

Thn 2012

INVESTASI

REALISASI R K A P %

Naik/Turun

INVESTASI :

INVESTASI PENGEMBANGAN - 700.000.000 0%

INVESTASI MENGHASILKAN 3.769.189.402 10.325.000.000 37%

INVESTASI SARANA & PRASARANA 942.719.772 2.507.000.000 38%

INVESTASI PENGEMBANGAN 391.665.000 2.838.310.000 14%

JUMLAH 5.103.574.174,00 16.370.310.000,00 31%

U R A I A N

TAHUN 2012

(3)

RASIO KEUANGAN

A. RASIO LIKUIDITAS

1. Curent Ratio 349,62 %

2. Acid Test Ratio 348,03 %

3. Cash Ratio 124,49 %

4. Net Working Capital to Sales 42,34 %

B. RASIO SOLVABILITAS

1. Total Assets To Debt 198,36 %

2. Ratio Debt to Equity 101,67 %

C. RASIO RENTABILITAS

1. Ratio Rate of Return on Investment 1,62 %

2. Ratio Return on Equity 4,55 %

3. Profit Margin 1,17 %

D. RASIO OPERASI

1. Total Asset Turn Over 139,29 %

2. Average Collection Period 119,14 Hari

3. Receivable Turn Over 3,06 Kali

4. Produktivitas 69.826.459

TINGKAT KESEHATAN

Dengan mengacu pada SK Menteri BUMN RI nomor KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002, perhitungan bobot kinerja PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) pada Laporan Manajemen Perusahaan Audit tahun 2012 mencapai nilai 72,00 yang berarti “SEHAT” dengan kategori “A”.

(4)

D A F T A R I S I

HALAMAN

KATA PENGANTAR i

EXECUTIVE SUMMARY ii

RASIO KEUANGAN iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Kondisi Umum ... 1

1.2. Wilayah Usaha ……… 1

1.3. Kegiatan Usaha ………... 1

1.4. Kinerja Perusahaan ………. 2

1.5. Visi Perusahaan ... 5

1.6. Misi Perusahaan ... 5

BAB II KINERJA PERUSAHAAN TAHUN 2012 2.1. Pemasaran ... 6

2.2 Kinerja Perusahaan ……… 8

2.3 Sumber Daya Manusia ... 17

2.4 Satuan Pengawas Intern (S P I) ………. 19

2.5. Keuangan dan Akuntansi ... 20

2.6. Investasi dan Sumber Pembiayaan ... 21

2.6.1. Pengembangan... 21

2.6.2. Menghasilkan ……….. 21

2.6.3. Sarana dan Prasarana ………... 23

2.6.4. Inventaris Kantor dan Pengembangan Lain … 23 2.7. Laporan Keuangan ... 25

2.7.1. Perhitungan Laba Rugi ... 25

2.7.2. Neraca ... 26

2.7.3 Pendapatan ……….. 27

2.7.4. Sumber dan Penggunaan Dana ... 26

2.7.5 Perubahan Laba Ditahan ………. 29

2.7.6. Rasio Keuangan ... 30

2.8 Perhitungan Nilai Tambah ... 31

2.8.1. Pendekatan Pendapatan / Pengurangan ... 31

2.8.2 Ratio Nilai Tambah ………. 31

2.8.3. Indikator Utama Perusahaan ... 32

2.9 Pajak, Deviden dan Devisa ……… 33

2.9.1 Pajak ……… 33

2.9.2 Deviden ………... 33

2.9.3 Devisa ……….. 33

2.10 Kemitraan ……….. 33

(5)

BAB III KERJASAMA DAN ANAK PERUSAHAAN

3.1. Kerjasama sesama BUMN / BUMD ... 34

3.2. Kerjasama dengan Mitra Usaha Lain ... 35

3.3. Kerjasama Luar Negeri ………. 36

3.4. Anak Perusahaan & Afiliasi ……….. 36

BAB IV RESTRUKTURISASI DAN PRIVATISASI 4.1. Restrukturisasi ... 38

4.2. Privatisasi ... 38

BAB V TINDAKLANJUT ARAHAN RUPS 5.1. Tindak Lanjut Arahan RUPS... ... 39

BAB VI PENUTUP 6.1. Kesimpulan ... 42

6.2. Permasalahan yang dihadapi Perusahaan ... 42

(6)

D A F T A R L A M P I R A N

HALAMAN - Neraca Komparatif Audit tahun 2012, RKAP Tahun 2012 dan Audit

Tahun 2011………... 45

- Laba Rugi Komparatif Audit tahun 2012, RKAP Tahun 2012 dan

Audit Tahun 2011………... 46

- Proyeksi Arus Kas Komparatif Audit tahun 2012 dan Audit

2011………. 47

(7)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Kondisi Umum

Penetapan Kota Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas pada dasarnya bermakna menjadikan Batam sebagai Kawasan Strategis Nasional. Penetapan kawasan ini sebagai daerah Free Trade Zone meliputi Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru yang berlaku selama 70 tahun.

Globalisasi dan perubahan iklim dunia usaha yang begitu pesat telah membawa dampak pada dunia usaha, khususnya dunia usaha yang berada di Pulau Batam, dimana PT Persero Batam sebagai salah satu BUMN yang berada di Pulau Batam sangat peka dan rentan terhadap perubahan yang terjadi.

Termasuk perubahan-perubahan peraturan perundang-undangan, dunia usaha.

Pertumbuhan Propinsi Kepulauan Riau yang relative baru masih berfocus pada persiapan struktur dan infrastruktur yang tersebar sesuai peruntukan masing- masing wilayah. Pembangunan yang tadinya bertumpu di pulau Batam menjadi terbagi ke daerah-daerah sekitarnya. Hal tersebut cukup berpengaruh mengurangi aktivitas di Pulau Batam, terutama penurunan kegiatan di Pelabuhan Batu Ampar yang menjadi sumber utama pendapatan PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero). Akan tetapi hal tersebut bisa diimbangi oleh geliat ekonomi sebagai multiplier effect penerapan Free Trade Zone di kawasan ini yang diberlakukan mulai 1 April 2009.

1.2. Wilayah Usaha

Wilayah kerja PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) terdiri dari Gudang Batu Ampar, Gudang Hang Nadim, Sekupang.

1.3. Kegiatan Usaha

Dengan memperhatikan perkembangan yang terjadi di Pulau Batam, maka formulasi struktur usaha PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) menjadi sebagai berikut :

(8)

- Bongkar Muat - Angkutan Barang - Pergudangan

- Property Management

- Pengurusan Jasa Kepabeanan

- Menyiapkan Kawasan Industri Rencana Pengembangan

- Kawasan W isata Terpadu ( Lahan 105 Ha Tj. Pinggir )

- Pembangunan dan Pengelolaan Lahan 10 Ha Batu Ampar untuk Pelabuhan

- Pendirian Anak Perusahaan Bidang Usaha Freight Forwarding

Jenis Jasa

1.4. Kinerja Perusahaan

Pada Laporan Manajemen Perusahaan Audit Tahun 2012, PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp. 66.287.309.476,- atau tercapai 95,11 % dibandingkan RKAP 2012. Laba sebelum pajak tercapai sebesar Rp. 2.071.720.737,- atau sebesar 34,72 % dibanding RKAP 2012.

Neraca tercapai sebesar Rp. 91.790.683.111,- atau sebesar 101,15 % dibanding RKAP 2012.

Dalam hal pembahasan pencapaian dan kinerja perusahaan menunjuk surat Kementerian BUMN nomor : S-418/M31/D3/2012 tanggal 19 Juli 2012 Perihal Evaluasi Laporan Semester I Tahun 2012 PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) dapat kami sampaikan tanggapan dan laporan perkembangan sampai dengan Laporan periode tahun buku 2012 Audit dan Untuk memperoleh gambaran perkembangan performance PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero), pada kesempatan ini kami bermaksud melaporkan performance sampai dengan Laporan periode tahun buku 2012 Audit sebagai berikut :

a.1 Total pendapatan tercapai Rp. 66,2 M atau 95,11% dari total RKAP tahun 2012 (Rp. 69,6 M).

a.2 Dalam hal ini dapat ditambahkan penjelasan bahwa salah satu factor tidak tercapainya pendapatan adalah adanya kesepakatan PT. Djakarta Llyod (Persero) dan PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) sebagai tidak lanjut arahan Deputi Infrastruktur & Logistik yang mana untuk

(9)

- Bahwa diberikan kuasa pengelolaan Container PT. Djakarta Lloyd (Persero) kepada PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) dengan kesepakatan 50% untuk diberikan ke PT. Djakarta Lloyd (Persero) dan 50%

untuk memotong piutang PT. Djakarta Lloyd (Persero) di PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero).

- Dengan kesepakatan tersebut terjadi potensial Loos pendapatan PT.

Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) yang berpengaruh terhadap target 2012 (Rp. 160 Jt x 12 = Rp. 1,92 M) dalam setahun.

Sehingga bila hal tersebut diperhitungkan, maka target pendapatan terkoreksi menjadi Rp. 69,9 M – Rp. 1,9 M = 57,7 M. Dengan demikian dapat dinyatakan target pendapatan tercapai di akhir tahun 2012.

b.1 Laba setelah pajak sampai dengan Laporan periode tahun buku 2012 Audit terealisasi adalah Rp. 2,16 M atau sebesar 48,40 % dari total laba setelah pajak RKAP 2012 yaitu sebesar Rp. 4,47 M.

b.2 Namun perlu kami sampaikan pula bahwa target laba setelah pajak pada RKAP 2012 sebesar Rp. 4,47 M tersebut seharusnya perlu dipertimbangkan dengan adanya ketentuan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, khususnya tentang “Pengendalian dan Pengawasan Pendistribusian BBM Bersubsidi di Kota Batam”. Dalam ketentuan ini ditegaskan bahwa jenis kendaraan Trailer / Prime Mover As 2 dan As 3, Truck Crane yang semula boleh menggunakan BBM bersubsidi sejak bulan Desember 2011 tidak lagi menggunakan BBM bersibsidi.

Pada saat ketentuan diberlakukan dinyatakan hal ini untuk sementara dan akan dievaluasi oleh karenanya dalam RKAP 2012 yang saat itu sudah dalam pembahasan akhir belum dilakukan koreksi biaya, khususnya terkait dengan pembelian harga BBM tersebut.

Dalam perjalanannya teryata yang semula akan dievaluasi sebagaimana kelanjutannya ketentuan tersebut terus dijalankan & berlaku hingga saat ini, sehingga perbedaan pengunaan BBM bersubsidi harus pindah ke BBM Industri. Hal demikian, harusnya akan dijadikan factor koreksi terhadap biaya dan sekaligus akan mengoreksi laba. Setelah diperhitungkan dengan

(10)

realisasi kebutuhan selisih tambah biaya untuk perubahan BBM sebagai pendukung Operasi Utama kegiatan Angkutan adalah sebesar Rp. 1,8 M.

Dengan demikian seharusnya laba setelah pajak pada RKAP 2012 akan terkoreksi dari Rp. 4,47 M menjadi Rp. 2,67 M. Jika target laba ini yang dapat dijadikan acuan maka pencapaian sampai dengan Laporan periode tahun buku 2012 Audit yang sebesar Rp. 2,16 M adalah sama dengan 80,90 %.

Demikian capaian perkembangan kinerja PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) sampai dengan Laporan periode buku tahun 2012 Audit, kiranya dapat dijadikan acuan analisa dan bahan pertimbangan kebijakan.

1.5. Visi Perusahaan

Dalam rangka menghadapi tantangan dan memenangkan persaingan di masa depan, perusahaan telah menyusun Rencana Jangka Panjang (RJP) dengan menetapkan Visi perusahaan yaitu :

“ Sebagai perusahaan jasa logistik & pengelolaan kawasan industri terkemuka”

1.6. Misi Perusahaan

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang khusus didirikan dalam rangka menunjang pembangunan Pulau Batam, maka PT. Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (Persero) telah melaksanakan kegiatan-kegiatan usaha yang telah disesuaikan dengan Rencana Jangka Panjang (RJP) dengan Misi sebagai berikut :

“Menyediakan pelayanan secara professional dalam pengelolaan jasa penunjang kepelabuhanan (Bongkar Muat, Pergudangan, Customs Clearance), Freight Forwarding dan pengelolaan kawasan industri”.

(11)

BAB II

KINERJA PERUSAHAAN AUDIT TAHUN 2012

2.1. PEMASARAN

A. SASARAN KERJA

1. Meningkatkan pangsa pasar.

2. Mengoptimalkan kepuasan pelanggan atas jasa yang dijual.

3. Mewujudkan jasa pelayanan kepelabuhanan dalam satu atap.

4. Memberi motivasi semangat kerja keras karyawan untuk mendapatkan hasil optimal.

5. Membangun citra positif kepada Stakeholder (konsumen, instansi, pers dan masyarakat).

6. Mengembangkan fungsi Kantor Perwakilan menjadi Bussiness Development dan Promotion Center.

B. CARA MENCAPAI SASARAN

1. Menciptakan Relationship terhadap instansi terkait.

2. Melengkapi sarana dan prasarana jasa kepelabuhanan sesuai kebutuhan.

3. Melakukan perawatan sarana/peralatan produksi secara rutin dan terus menerus.

4. Fokus terhadap usaha jasa kepelabuhanan/core business.

5. Mengoptimalkan kepuasan pelanggan (customer satisfaction).

6. Menerapkan tarif yang kompetitif dan menguntungkan.

7. Informasi produk kepada calon pelanggan secara intensif melalui media iklan dan pameran.

8. Mengoptimalkan fungsi pemasaran melalui Strategi Pemasaran Modern.

9. Memelihara motivasi kerja karyawan dan kekompakan organisasi.

10. Mengoptimalkan perwakilan Jakarta untuk memasarkan asset-asset yang idle dan hubungan baik dengan customer yang ada di Jakarta.

(12)

C. PROGRAM KERJA PEMASARAN

Sebagaimana sasaran kerja dan cara mencapai sasaran kerja yang telah dilakukan, maka perlu peningkatkan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan customer dengan pengelompokan aktifitas.

D. STRATEGI & KEBIJAKAN PEMASARAN

URAIAN STRATEGI KEBIJAKAN

SEGMENTASI

TARGETING

POSITIONING

Membina hubungan dengan customer eksis, menjalin hubungan dengan calon customer, beraliansi dengan perusahaan BUMN maupun Swasta

Melakukan kunjungan ke target pasar yang belum menjadi customer Perusahaan (Tenant Kawasan Industri, Shipping Line, Forwarding, Inpe Migas dll).

Memperoleh tambahan pendapatan,

mempertahankan pelanggan,

memperoleh pelanggan baru dan memperoleh pendapatan yang belum dikerjakan oleh Persero Batam : Port/CY to door di Batam.

Peremajaan dan penambahan alat bantu Bongkar Muat (crane dan reach stacker).

Penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk tenaga Perusahaan.

Peningkatan fasilitas pergudangan yang ditunjang oleh tenaga kerja profesional.

Pendekatan dengan instansi terkait (Pemko Batam dan BP Kawasan)

Berperan aktif dalam Assosiasi Kepelabuhanan dan Assosiasi lainnya (APBMI, GAFEKSI, KADIN dll)

Membuat jadwal kunjungan ke customer baik baru maupun lama untuk mengevaluasi pekerjaan yang masih dapat dikerjakan Persero Batam.

Pelayanan prima dari semua Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan.

(13)

2.2 KINERJA PERUSAHAAN

 LABA RUGI KOMPARATIF

AUDIT AUDIT RKAP % %

TAHUN 2012 TAHUN 2011 TAHUN 2012

A B C A/B A/C

PENDAPATAN OPERASIONAL 66.287.309.477 64.355.981.286 69.693.272.753 103% 95%

HARGA POKOK PENJUALAN BBM SPBU - 13.538.621.431 - 0% 0%

RETUR PENJUALAN - - - 0% 0%

SUB JUMLAH 66.287.309.477 50.817.359.855 69.693.272.753 130% 95%

BIAYA OPERASIONAL BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

BIAYA LANGSUNG 11.783.533.025 6.463.759.208 9.026.524.429 182% 131%

BIAYA SEWA 664.253.000 732.318.134 241.055.871 91% 276%

BIAYA BBM & PELUMAS 6.493.435.512 4.350.388.305 4.503.073.104 149% 144%

BIAYA PML & PERAWATAN 5.632.421.276 4.500.318.961 4.634.819.893 125% 122%

BIAYA USAHA LAINNYA 838.030.897 853.409.207 1.849.475.496 98% 45%

BIAYA PEGAWAI 1.614.223.462 1.279.359.646 1.693.666.800 126% 95%

BIAYA KERUSAKAN 111.237.710 353.579.503 234.438.035 31% 47%

SUB JUMLAH 27.137.134.882 18.533.132.964 22.183.053.628 146% 122%

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

BIAYA PEGAWAI 7.413.864.958 6.234.182.026 7.961.670.158 119% 93%

BIAYA KANTOR 4.197.138.930 3.659.953.162 3.616.718.949 115% 116%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN 84.879.000 102.082.500 124.200.000 83% 68%

BIAYA ADU LAINNYA 199.083.520 192.821.109 225.845.723 103% 88%

BIAYA BUNGA PINJAMAN 1.956.023.970 2.516.873.833 2.818.791.145 78% 69%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 7.314.591.081 5.659.651.801 6.321.665.618 129% 116%

SUB JUMLAH 21.165.581.459 18.365.564.431 21.068.891.591 115% 100%

JUMLAH BIAYA OPERASI 48.302.716.341 36.898.697.394 43.251.945.218 131% 112%

LABA ( RUGI ) OPERASIONAL 17.984.593.136 13.918.662.461 26.441.327.534 129% 68%

BIAYA USAHA

BIAYA LANGSUNG 105.579.844 107.259.776 114.945.568 98% 92%

BIAYA SEWA 393.227.944 405.200.944 570.000.000 97% 69%

BIAYA BBM & PELUMAS 5.221.605 9.119.914 9.194.225 57% 57%

BIAYA PML & PERAWATAN 400.744.021 478.153.497 505.604.635 84% 79%

BIAYA USAHA LAINNYA - 29.979 - 0% 0%

BIAYA KERUSAKAN 1.713.200 1.200.000 - 143% 0%

BIAYA KANTOR 3.045.776.949 3.693.885.842 3.941.138.264 82% 77%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN 346.641.000 231.384.000 512.112.700 150% 68%

BIAYA ADU DAN BUNGA 841.187.964 1.489.994.406 1.513.799.317 56% 56%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 1.153.165.604 734.238.081 983.138.600 157% 117%

BIAYA PEGAWAI 10.588.755.484 9.914.425.018 12.283.388.744 107% 86%

BIAYA PEMASARAN 323.647.476 113.050.205 969.325.373 286% 33%

BIAYA PENAGIHAN 6.450.000 7.018.832 32.604.660 92% 20%

JUMLAH BIAYA USAHA 17.212.111.091 17.184.960.494 21.435.252.088 100% 80%

JUMLAH BIAYA 65.514.827.432 54.083.657.889 64.687.197.306 121% 101%

LABA (RUGI) USAHA 772.482.045 (3.266.298.032) 5.006.075.448 -24% 15%

PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN

PENDAPATAN LAIN-LAIN 1.773.771.417 1.796.806.069 1.388.764.064 99% 128%

BIAYA LAIN-LAIN 474.532.726 791.713.168 427.301.768 60% 111%

JUMLAH 1.299.238.691 1.005.092.895 961.462.296 129% 135%

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 2.071.720.737 (2.261.205.137) 5.967.537.741 192% 35%

Pajak Penghasilan Kini & Final (199.894.218) (170.202.542) 1.491.884.435 -17% -13%

Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan 294.178.557 226.371.694 130% 0%

LAPORAN RUGI LABA UNIT

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 2.166.005.076 (2.205.035.985) 4.475.653.306 198% 48%

(14)

 BONGKAR MUAT

AUDIT AUDIT RKAP % %

TAHUN 2012 TAHUN 2011 TAHUN 2012

A B C A/B A/C

PENDAPATAN OPERASIONAL 24.415.389.906 17.951.777.317 25.871.439.997 136% 94%

HARGA POKOK PENJUALAN BBM SPBU - - - 0% 0%

RETUR PENJUALAN - - - 0% 0%

SUB JUMLAH 24.415.389.906 17.951.777.317 25.871.439.997 136% 94%

BIAYA OPERASIONAL BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

BIAYA LANGSUNG 9.558.654.137 4.850.847.715 8.665.198.367 197% 110%

BIAYA SEWA 72.936.300 301.024.403 - 24% 0%

BIAYA BBM & PELUMAS 1.299.091.914 933.713.644 1.359.502.007 139% 96%

BIAYA PML & PERAWATAN 1.822.829.858 1.090.769.871 1.461.888.553 167% 125%

BIAYA USAHA LAINNYA 525.237.312 562.089.035 546.626.064 93% 96%

BIAYA PEGAWAI 531.566.323 441.696.727 600.151.551 120% 89%

BIAYA KERUSAKAN 34.646.883 177.392.711 215.408.035 20% 16%

SUB JUMLAH 13.844.962.727 8.357.534.106 12.848.774.577 166% 108%

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

BIAYA PEGAWAI 1.945.975.450 1.682.889.759 2.361.933.455 116% 82%

BIAYA KANTOR 850.307.949 627.850.411 605.766.309 135% 140%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN 20.612.000 42.628.500 10.600.000 48% 194%

BIAYA ADU LAINNYA 82.660.585 57.989.487 90.027.156 143% 92%

BIAYA BUNGA PINJAMAN 1.801.404.030 2.232.093.363 2.392.063.995 81% 75%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 3.764.722.595 3.140.147.340 3.199.572.853 120% 118%

SUB JUMLAH 8.465.682.609 7.783.598.860 8.659.963.768 109% 98%

JUMLAH BIAYA OPERASI 22.310.645.336 16.141.132.966 21.508.738.345 138% 104%

LABA ( RUGI ) OPERASIONAL 2.104.744.567 1.810.644.351 4.362.701.652 116% 48%

BIAYA USAHA

BIAYA LANGSUNG - - - 0% 0%

BIAYA SEWA - - - 0% 0%

BIAYA BBM & PELUMAS - - - 0% 0%

BIAYA PML & PERAWATAN - - - 0% 0%

BIAYA USAHA LAINNYA - - - 0% 0%

BIAYA KERUSAKAN - - - 0% 0%

BIAYA KANTOR - - - 0% 0%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN - - - 0% 0%

BIAYA ADU DAN BUNGA - - - 0% 0%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI - - - 0% 0%

BIAYA PEGAWAI - - - 0% 0%

BIAYA PEMASARAN - - 129.357.200 0% 0%

BIAYA PENAGIHAN - - - 0% 0%

JUMLAH BIAYA USAHA - - 129.357.200 0% 0%

JUMLAH BIAYA 22.310.645.336 16.141.132.966 21.638.095.545 138% 103%

LABA (RUGI) USAHA 2.104.744.567 1.810.644.351 4.233.344.452 116% 50%

PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN

PENDAPATAN LAIN-LAIN - - - 0% 0%

BIAYA LAIN-LAIN - - - 0% 0%

JUMLAH - - - 0% 0%

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 2.104.744.567 1.810.644.351 4.233.344.452 116% 50%

Pajak Penghasilan Kini & Final 526.186.142 452.661.088 1.058.336.113 116% 50%

Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan LAPORAN RUGI LABA UNIT

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 1.578.558.425 1.357.983.263 3.175.008.339 116% 50%

(15)

 ANGKUTAN BARANG

AUDIT AUDIT RKAP % %

TAHUN 2012 TAHUN 2011 TAHUN 2012

A B C A/B A/C

PENDAPATAN OPERASIONAL 14.989.334.762 11.429.320.219 13.986.612.878 131% 107%

HARGA POKOK PENJUALAN BBM SPBU - - - 0% 0%

RETUR PENJUALAN - - - 0% 0%

SUB JUMLAH 14.989.334.762 11.429.320.219 13.986.612.878 131% 107%

BIAYA OPERASIONAL BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

BIAYA LANGSUNG 1.043.582.724 589.115.932 114.032.628 177% 915%

BIAYA SEWA 97.197.700 190.638.731 41.055.871 51% 237%

BIAYA BBM & PELUMAS 4.171.132.602 2.862.888.799 2.513.134.853 146% 166%

BIAYA PML & PERAWATAN 2.569.037.101 2.238.888.586 1.914.162.174 115% 134%

BIAYA USAHA LAINNYA 169.719.433 166.353.862 760.958.293 102% 22%

BIAYA PEGAWAI 288.418.039 249.231.765 387.443.684 116% 74%

BIAYA KERUSAKAN 65.370.700 (34.888.670) 19.030.000 -187% 344%

SUB JUMLAH 8.404.458.299 6.262.229.005 5.749.817.503 134% 146%

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

BIAYA PEGAWAI 1.823.298.493 1.525.174.381 2.105.907.404 120% 87%

BIAYA KANTOR 669.643.699 527.493.570 478.572.805 127% 140%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN - 28.924.000 44.100.000 0% 0%

BIAYA ADU LAINNYA 40.989.797 52.790.672 53.688.485 78% 76%

BIAYA BUNGA PINJAMAN - - 249.182.510 0% 0%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 663.347.458 560.028.029 1.401.966.990 118% 47%

SUB JUMLAH 3.197.279.447 2.694.410.652 4.333.418.194 119% 74%

JUMLAH BIAYA OPERASI 11.601.737.746 8.956.639.657 10.083.235.697 130% 115%

LABA ( RUGI ) OPERASIONAL 3.387.597.016 2.472.680.562 3.903.377.181 137% 87%

BIAYA USAHA

BIAYA LANGSUNG - - - 0% 0%

BIAYA SEWA - - - 0% 0%

BIAYA BBM & PELUMAS - - - 0% 0%

BIAYA PML & PERAWATAN - - - 0% 0%

BIAYA USAHA LAINNYA - - - 0% 0%

BIAYA KERUSAKAN - - - 0% 0%

BIAYA KANTOR - - - 0% 0%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN - - - 0% 0%

BIAYA ADU DAN BUNGA - - - 0% 0%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI - - - 0% 0%

BIAYA PEGAWAI - - - 0% 0%

BIAYA PEMASARAN - - 69.933.064 0% 0%

BIAYA PENAGIHAN - - - 0% 0%

JUMLAH BIAYA USAHA - - 69.933.064 0% 0%

JUMLAH BIAYA 11.601.737.746 8.956.639.657 10.153.168.761 130% 114%

LABA (RUGI) USAHA 3.387.597.016 2.472.680.562 3.833.444.117 137% 88%

PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN

PENDAPATAN LAIN-LAIN - - - 0% 0%

BIAYA LAIN-LAIN - - - 0% 0%

JUMLAH - - - 0% 0%

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 3.387.597.016 2.472.680.562 3.833.444.117 137% 88%

Pajak Penghasilan Kini & Final 846.899.254 618.170.141 958.361.029 137% 88%

Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan LAPORAN RUGI LABA UNIT

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 2.540.697.762 1.854.510.422 2.875.083.088 137% 88%

(16)

 GUDANG BATU AMPAR

AUDIT AUDIT RKAP % %

TAHUN 2012 TAHUN 2011 TAHUN 2012

A B C A/B A/C

PENDAPATAN OPERASIONAL 14.866.973.198 10.697.546.058 16.759.988.971 138,98% 88,71%

HARGA POKOK PENJUALAN BBM SPBU - - - 0,00% 0,00%

RETUR PENJUALAN - - - 0,00% 0,00%

SUB JUMLAH 14.866.973.198 10.697.546.058 16.759.988.971 138,98% 88,71%

BIAYA OPERASIONAL BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

BIAYA OPRS. & SUB KONTRAK 589.655.208 270.458.222 115.468.334 218,02% 510,66%

BIAYA SEWA 294.119.000 35.405.000 - 830,73% 0,00%

BIAYA BBM & PELUMAS 1.020.737.288 540.804.932 628.366.047 188,74% 162,44%

BIAYA PML & PERAWATAN 1.122.556.373 957.424.593 1.067.406.020 117,25% 105,17%

BIAYA USAHA LAINNYA 133.330.414 114.365.343 262.957.650 116,58% 50,70%

BIAYA PEGAWAI 408.221.774 250.180.085 300.794.583 163,17% 135,71%

BIAYA KERUSAKAN 11.220.127 2.000.000 - 561,01% 0,00%

SUB JUMLAH 3.579.840.184 2.170.638.175 2.374.992.634 164,92% 150,73%

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

BIAYA PEGAWAI 1.604.784.789 1.269.117.752 1.407.778.795 126,45% 113,99%

BIAYA KANTOR 1.713.595.523 1.159.418.364 1.326.198.382 147,80% 129,21%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN 30.918.000 20.224.000 24.500.000 152,88% 126,20%

BIAYA ADU LAINNYA 48.781.440 21.930.655 22.239.858 222,43% 219,34%

BIAYA BUNGA PINJAMAN 154.619.940 284.780.470 177.544.640 54,29% 87,09%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 2.330.871.749 1.751.363.680 1.498.496.401 133,09% 155,55%

SUB JUMLAH 5.883.571.441 4.506.834.921 4.456.758.076 130,55% 132,01%

JUMLAH BIAYA OPERASI 9.463.411.625 6.677.473.096 6.831.750.710 141,72% 138,52%

LABA ( RUGI ) OPERASIONAL 5.403.561.573 4.020.072.962 9.928.238.261 134,41% 54,43%

BIAYA USAHA

BIAYA LANGSUNG - - - 0,00% 0,00%

BIAYA SEWA - - - 0,00% 0,00%

BIAYA BBM & PELUMAS - - - 0,00% 0,00%

BIAYA PML & PERAWATAN - - - 0,00% 0,00%

BIAYA USAHA LAINNYA - - - 0,00% 0,00%

BIAYA KERUSAKAN - - - 0,00% 0,00%

BIAYA KANTOR - - - 0,00% 0,00%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN - - - 0,00% 0,00%

BIAYA ADU DAN BUNGA - - - 0,00% 0,00%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI - - - 0,00% 0,00%

BIAYA PEGAWAI - - - 0,00% 0,00%

BIAYA PEMASARAN - - 83.799.945 0,00% 0,00%

BIAYA PENAGIHAN - - - 0,00% 0,00%

JUMLAH BIAYA USAHA - - 83.799.945 0,00% 0,00%

JUMLAH BIAYA 9.463.411.625 6.677.473.096 6.915.550.655 141,72% 136,84%

LABA (RUGI) USAHA 5.403.561.573 4.020.072.962 9.844.438.316 134,41% 54,89%

PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN

PENDAPATAN LAIN-LAIN - - - 0,00% 0,00%

BIAYA LAIN-LAIN - - - 0,00% 0,00%

JUMLAH - - - 0,00% 0,00%

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 5.403.561.573 4.020.072.962 9.844.438.316 134,41% 54,89%

Pajak Penghasilan Kini & Final 1.350.890.393 1.005.018.241 2.461.109.579 134,41% 54,89%

Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan 0,00% 0,00%

LAPORAN RUGI LABA UNIT

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 4.052.671.180 3.015.054.722 7.383.328.737 134,41% 54,89%

(17)

 GUDANG SEKUPANG

AUDIT AUDIT RKAP % %

TAHUN 2012 TAHUN 2011 TAHUN 2012

A B C A/B A/C

PENDAPATAN OPERASIONAL 1.478.985.448 1.608.419.947 1.931.197.617 92% 77%

HARGA POKOK PENJUALAN BBM SPBU - - - 0% 0%

RETUR PENJUALAN - - - 0% 0%

SUB JUMLAH 1.478.985.448 1.608.419.947 1.931.197.617 92% 77%

BIAYA OPERASIONAL BIAYA OPERASIONAL LANGSUNG

BIAYA LANGSUNG 59.447.036 96.951.213 33.403.260 61% 178%

BIAYA SEWA - 5.250.000 - 0% 0%

BIAYA BBM & PELUMAS 125.000 450.034 521.680 28% 24%

BIAYA PML & PERAWATAN 45.948.115 92.163.600 66.718.245 50% 69%

BIAYA USAHA LAINNYA 2.349.792 3.295.042 26.884.536 71% 9%

BIAYA PEGAWAI 66.920.052 59.903.564 69.045.777 112% 97%

BIAYA KERUSAKAN - - - 0% 0%

SUB JUMLAH 174.789.995 258.013.453 196.573.498 68% 89%

BIAYA OPERASIONAL TIDAK LANGSUNG

BIAYA PEGAWAI 520.013.709 410.806.290 471.255.362 127% 110%

BIAYA KANTOR 325.126.524 279.234.137 272.167.866 116% 119%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN 10.306.000 - 7.900.000 0% 130%

BIAYA ADU LAINNYA 4.593.862 8.655.163 12.582.196 53% 37%

BIAYA BUNGA PINJAMAN - - - 0% 0%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI 69.418.777 35.931.209 55.124.519 193% 126%

SUB JUMLAH 929.458.872 734.626.799 819.029.943 127% 113%

JUMLAH BIAYA OPERASI 1.104.248.867 992.640.252 1.015.603.441 111% 109%

LABA ( RUGI ) OPERASIONAL 374.736.581 615.779.695 915.594.176 61% 41%

BIAYA USAHA

BIAYA LANGSUNG - - - 0% 0%

BIAYA SEWA - - - 0% 0%

BIAYA BBM & PELUMAS - - - 0% 0%

BIAYA PML & PERAWATAN - - - 0% 0%

BIAYA USAHA LAINNYA - - - 0% 0%

BIAYA KERUSAKAN - - - 0% 0%

BIAYA KANTOR - - - 0% 0%

BIAYA LITBANG/PENDIDIKAN - - - 0% 0%

BIAYA ADU DAN BUNGA - - - 0% 0%

BIAYA PENYUSUTAN / AMORTISASI - - - 0% 0%

BIAYA PEGAWAI - - - 0% 0%

BIAYA PEMASARAN - - 9.655.988 0% 0%

BIAYA PENAGIHAN - - - 0% 0%

JUMLAH BIAYA USAHA - - 9.655.988 0% 0%

JUMLAH BIAYA 1.104.248.867 992.640.252 1.025.259.429 111% 108%

LABA (RUGI) USAHA 374.736.581 615.779.695 905.938.188 61% 41%

PENDAPATAN DAN BIAYA LAIN-LAIN

PENDAPATAN LAIN-LAIN - - - 0% 0%

BIAYA LAIN-LAIN - - - 0% 0%

JUMLAH - - - 0% 0%

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 374.736.581 615.779.695 905.938.188 61% 41%

Pajak Penghasilan Kini & Final 93.684.145 153.944.924 226.484.547 61% 41%

Beban (Manfaat) Pajak Tangguhan LAPORAN RUGI LABA UNIT

LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 281.052.436 461.834.771 679.453.641 61% 41%

Referensi

Dokumen terkait

Klasifikasi supervised adalah proses klasifikasi teks dengan menggunakan metode learning pada data teks yang sudah memiliki kelas pada data latih sebagai data untuk

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa korban meninggal pada kecelakaan sepeda motor yang masuk ke Instalasi

Karena saat Perkawinan dilaksanakan akan tetapi tidak dicatatkan, menurut Undang Undang Perkawinan, Perkawinan yang dilakukan menurut hukum masing masing agamanya tetap

Sifat fisik dari mineral ini ditunjukkan dengan warna hijau sampai hijau kehitaman, Hal ini dikarenakan komposisi kimia yang terkandung pada mineral ini, densitas pada mineral ini

Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam penyusunan KTI bagian hasil dan pembahasan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.. Able

Kontak yang berulang dan jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan dermatitis atau efek yang sejenis pada paparan akut... Kontak dengan

Jepang berusaha agar minyak dapat mengalir secepatnya, maka pada tahun 1944 jepang membangun kembali daerah Kawengan, Ledok, Nglobo dan Semanggi.. Jepang menyadari

Evaporator adalah komponen pada sistem pendingin yang berfungsi sebagai penukar kalor, serta bertugas menguapkan refrigeran dalam sistem, sebelum dihisap oleh