3. TUJUAN DAN EKSPEKTASI PERUSAHAAN
3.2 MISI
Tujuan dari PDAM Tirta Kahuripan adalah :
Dengan memperhatikan Tugas Pokok PDAM Tirta Kahuripan seperti yang tercantum dalam
Peraturan Daerah (Perda) tersebut, maka Misi PDAM Tirta Kahuripan dirumuskan sebagai berikut : a. Memberikan pelayanan dengan kualitas air sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan kuantitas
yang memadai secara kontinyu
b. Membina dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan dan stake holder perusahaan c. Meningkatkan kualitas sumber daya perusahaan.
d. Meningkatkan kinerja keuangan perusahaan
e. Mengutamakan pengembangan pada segmen rumah tangga dengan tetap memperhatikan segmen non rumah tangga
Misi yang dirumuskan diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Perusahaan diharapkan meningkatkan pelayanan terhadap 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas), dan Hubungan Pelanggan serta melakukan langkah langkah yang tepat dalam penurunan
kebocoran.
b. Agar dapat menjadi perusahaan yang sehat, PDAM Tirta Kahuripan melakukan sosialisasi kondisi PDAM kepada seluruh stakeholder dan mendorong Pemda untuk menerbitkan Perda yang mendukung bisnis PDAM.
c. Terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pengembangan dan pemantapan Sistem & Teknologi Informasi.
d. Salah satu sumber pendapatan asli Pemerintah Kabupaten Bogor dari konstribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga dengan menjalankan perusahaan secara sehat diharapkan akan memberikan keuntungan yang optimal dan dapat memberikan konstribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah dengan melakukan penyesuaian tarif air minum secara rutin dan mendorong Pemda untuk menerbitkan Perda yang mendukung bisnis PDAM.
e. Guna meningkatkan cakupan pelayanan disertai PDAM Tirta Kahuripan akan terus
mengoptimalkan kapasitas produksi dan distribusi yang ada dan menambah kapasitas produksi dan jaringan pipa transmisi / distribusi untuk daerah rawan air.
REKOMENDASI ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI
4.1 DEFINISI
TWUIN (Total Water Utility Integrated Network) adalah desain rencana aplikasi pada PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Desain ini merupakan desain milik PDAM Kota Malang yang telah disesuaikan dengan hasil assesment IT di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.
4.2 MODUL
Desain TWUIN ini mempunyai empat modul besar yang dikelompokkan berdasarkan jenis kebutuhannya, yaitu :
• Customer Information System (CIS)
• Administration System (Utility)
• Geographic Information System (GIS)
• Water Utility Integrated Network (WUIN)
Setiap modul besar mempunyai peranan yang sangat penting bagi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.
4.3 JENIS APLIKASI
Setiap modul besar memiliki beberapa jenis aplikasi yang berbeda bergantung pada modul itu sendiri.
Jenis aplikasi merupakan bagian dari modul besar dalam mendukung bisnis proses yang ada di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Berikut penjelasan dari jenis aplikasi yang dimaksud :
Customer Information System (CIS)
CIS merupakan modul besar dimana modul ini merupakan modul yang mendukung bisnis proses yang langsung berhubungan dengan pelanggan. CIS merupakan ujung tombak dari perusahaan karena merupakan image dari perusahaan tersebut, jika CIS dari perusahaan tersebut tidak baik maka kepercayaan pelanggan akan berkurang, sebaliknya jika CIS dari perusahaan tersebut baik maka kepercayaan pelanggan akan meningkat dan tentu berdampak terdahap pemasukan perusahaan. Berikut jenis aplikasi CIS :
Gambar 4.1 Customer Information System
Pengaduan
Billing
CIS
Pasang Baru
MMR
Billing, merupakan jenis aplikasi untuk pembayaran pelanggan, termasuk diantaranya pembayaran rekening air, pembayaran air tangki, pembayaran pasang baru dan sebagainya. Billing sangat penting karena merupakan pintu untuk menerima pendapatan perusahaan. Billing dapat digunakan pada loket-loket pembayaran di Kantor Cabang PDAM Tirta Kahuripan. Dapat juga bekerja sama dengan pihak ke tiga seperti bank, kantor pos, PPOB dan sebagainya. Disarankan untuk membuat webservice untuk metode pengambilan dan pengiriman data antar PDAM Tirta Kahuripan dan pihak ke tiga demi keamanan data perusahaan.
Gambar 4.2. Sistem Web Service Billing
Mobile Meter Reading (MMR), merupakan jenis aplikasi pembacaan meter air pelanggan. Tingkat
meter pelanggan akurat maka tidak ada pihak yang dirugikan baik pelanggan maupun perusahaan.
Akurasi pembacaan meter juga berpengaruh terdapat laporan, misalnya dari laporan dapat diketahui bahwa pemakaian menurun dan perlu diganti meter. Jenis aplikasi ini membutuhkan aplikasi web dan android secara online agar dapat diakses di semua cabang perusahaan dan data menjadi terpusat.
Gambar 4.3. Mobile Meter Reading
Pasang Baru, merupakan jenis aplikasi untuk menerima pendaftaran pelanggan baru. Hal ini penting untuk memasukkan calon pelanggan, survey, hingga membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dengan adanya jenis aplikasi ini perusahaan dapat terbantu untuk memasukkan data yang akurat dan penentuan data lainnya seperti golongan, tarif dan sebagainya.
Pengaduan, merupakan jenis aplikasi untuk menampung dan mendistribusikan keluhan pelanggan.
Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Keluhan pelanggan dicatat sebagai informasi kemudian diolah dan ditentukan jenis pengaduannya. Jenis pengaduan tersebut menentukan kemana pekerjaan akan didistribusikan. Sistem ini tidak membatasi wilayah pelanggan, pelanggan wilayah A dapat mengadukan komplain ke kantor wilayah B karena sistem ini menggunakan database yang terpusat dan realtime.
Administration System (Utility)
Utility merupakan modul besar yang mengelola sumber daya perusahaan dimana paling banyak jenis aplikasi di dalamnya dibandingkan dengan modul besar lainnya. Modul ini merupakan core dari sistem perusahaan, banyak bisnis proses khususnya internal perusahaan yang dikelola di dalamnya.
Berikut jenis aplikasi Utility :
Gambar 4.4. Diagram Desain Administration System (Utility)
E-Akuntansi Pajak dan
Penghasilan Pengadaan
SimPeg
Gudang
UTILITY
Work Order
KPI
E-Akuntansi, merupakan jenis aplikasi untuk mengelola keuangan dan perhitungan akuntansi atau yang selama ini dikenal di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor adalah SIKOMPAK. Jenis aplikasi ini merupakan jenis aplikasi yang sangat penting bagi perusahaan karena semua pengelolaan keuangan bergantung pada jenis aplikasi ini. Tentunya jenis aplikasi ini didesain dengan database terpusat sehingga dapat dikerjakan di berbagai cabang secara online dan real time. Proses pengelolaan keuangan dan akuntansi sebaiknya menggunakan standardisasi SAK-ETAP.
Pajak dan Penghasilan, merupakan jenis aplikasi untuk perhitungan pajak dan penghasilan pegawai.
Jenis aplikasi ini menyelamatkan perusahaan dari kesulitan perhitungan dan pembayaran pajak tiap tahunnya baik PPH 21 maupun PPH 23. Penghasilan karyawan pun dapat dihitung dengan mudah dalam sistem ini karena dapat menyesuaikan dengan sistem payroll yang ada.
Pengadaan, merupakan jenis aplikasi yang mengelolaan pengadaan barang dan jasa baik jasa kontruksi maupun jasa konsultansi. Pengadaan merupakan bagian krusial karena berkaitan dengan pembelanjaan perusahaan yang harus benar-benar diatur secara ketat melalui sistem yang benar.
Gudang, jenis aplikasi ini mengelola barang khususnya material yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Keluar masuknya barang sangat penting untuk dikontrol karena menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Jika pergudangan tidak baik, maka kelangsungan bisnis perusahaan menjadi macet. Aplikasi ini seharusnya terintegrasi dengan SIKOMPAK.
SimPeg, merupakan jenis aplikasi tentang pengelolaan pegawai. Jenis aplikasi ini terdiri dari banyak aplikasi yang mengatur proses bisnis di bagian SDM, antara lain : sanksi, absensi, mutasi, demosi, promosi, kenaikan pangkat/golongan, dan sebagainya. Sistem SDM yang baik membuat perusahaan maksimal dalam penerapan proses bisnis nya.
Pengaduan (Work Order), merupakan jenis aplikasi untuk melakukan pekerjaan berdasarkan keluhan pelanggan. Jenis aplikasi ini merupakan dasar untuk melakukan pekerjaan karena dari work order akan menjadi Surat Perintah Kerja (SPK). Semua jenis pekerjaan perusahaan dapat ditampung pada jenis aplikasi ini.
Geographic Information System (GIS)
GIS merupakan modul besar tentang pengelolaan aset perusahaan. Khususnya di PDAM Tirta Kahuripan yang utama adalah pengelolaan aset Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) seperti pipa, pompa, dan sebagainya. Aset sangat penting untuk dikelola karena merupakan investasi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Beberapa jenis aplikasi GIS :
Gambar 4.5. Diagram Geografis Information System
GIS
GIS
ManagementAssetsPasang baru, workorder,billing, PaSPAM
GIS, merupakan jenis aplikasi bebasis lokasi. Dengan jenis aplikasi ini, kita dapat mengetahui peta aset kita termasuk didalamnya peta jaringan pipa yang ditanam dibawah tanah. Hal ini sangat membantu pekerjaan di lapangan, utamanya pekerjaan galian. Dengan sistem pecepatan seperti ini maka akan menigkatkan pelayanan kepada pelanggan yang selanjutnya menambah pemasukkan perusahaan.
PaSPAM, merupakan jenis aplikasi pengelolaan aset perusahaan khususnya SPAM. Dengan jenis aplikasi ini aset akan termonitoring dengan baik, kita dapat mengetahui dengan cepat kondisi aset dan kapan aset tersebut harus dimaintenance atau tidak.
Gambar 4.6. 10 langkah manajemen asset
Water Utility Integrated Network (WUIN)
WUIN merupakan modul besar tentang pengelolaan logger dan komplain pelanggan. Dengan jenis aplikasi ini logger-logger dapat termonitoring secara real time. Berikut jenis aplikasi WUIN :
Critical Point, jenis aplikasi untuk memonitoring titik kritis.
Pump Station, jenis aplikasi untuk memonitoring pompa.
Inlet DMA, jenis aplikasi untuk memonitoring inlet DMA.
Reservoir, jenis aplikasi untuk memonitoring reversoir.
Water Complaint Monitoring, jenis aplikasi untuk memonitoring keluhan pelanggan tentang air tidak mengalir. Monitoring ini dapat dilakukan jika telah menerapkan aplikasi Work Order
GIS, Scada, TransDis, Logger
Gambar 4.7. Diagram Water Utility Integrated Network
WUIN
Critical Point
Pump Station
Inlet DMA
Reservoir
Water Complaint Monitoring
SCADA
Logger
USULAN PENGEMBANGAN
5.1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem informasi geografis berperan sebagai lapisan data (data layer) dalam keseluruhan Sistem Informasi Manajemen Perusahaan. Utamanya SIG akan sangat berperan dalam pengelolaan aset SPAM.
Dalam pengembangan SIG tidak lepas dari 5 komponen utama SIG, seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini :
Gambar 5.1. Komponen dalam SIG
Komponen Sumberdaya Manusia untuk SIG:
• Staf yang telah memiliki kemampuan teknis AutoCAD di tiap cabang sudah baik, dan akan sangat membantu dalam pembangunan data spasial, usulan pengembangannya perlu dilakukan
penyegaran (refresh) penggunaan AutoCAD dan proses konversi data AutoCAD menjadi data spasial pada QGIS sehingga dapat mempercepat bagian IT dalam proses input data hasil digitasi.
• Personil bagian IT cukup terampil dalam mengelola data GIS hasil digitasi namun proses digitasi ini akan memakan waktu yang sangat lama mengingat luasnya area layanan Kabupaten Bogor sehingga tidak dapat dipredisksi kapan akan selesai.
Komponen Metode dan Prosedur:
Inventarisir seluruh peta (as built drawings) yang ada saat ini baik dalam bentuk cetak ataupun yang sudah digital. Digitasi ulang mungkin diperlukan untuk beberapa lokasi tertentu. Seluruh data ini selanjutnya perlu dikonversi menjadi data digital yang terstruktur, agar siap diolah;
Membangun basis data spasial terpusat, sebagai pusat data spasial GIS PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor;
Mengumpulkan data penunjang seperti foto udara, peta batas administrasi, peta jaringan jalan, sungai, penggunaan lahan, dan persil lahan, sebagai data dasar dalam membangun basisdata spasial
PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang memuat lokasi pelanggan dan aset SPAM.
Komponen ini sudah dimiliki dengan skala foto 1:1400 yang sudah sangat bagus untuk pengembangan GIS;
Ketika membangun data AutoCAD hendaknya tetap mempertahankan UCS (User Coordinate System) agar memudahkan ketika data AutoCAD tersebut akan dikonversi kedalam data spasial.
Sistem UCS bisa didefinisikan menggunakan sistem proyeksi UTM Zona 48S. Langkah ini sudah dilakukan oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terbukti dengan proses hasil digitasi dapat diproses di GIS;
Penyusunan kriteria manajemen aset perlu dibuat untuk rencana kedepan. Kriteria manajemen aset menggunakan data spasial yang sudah dibangun dengan struktur yang baik akan membantu komponen dalam perusahaan seperti perencanaan dan pemodelan jaringan, basisdata spesifikasi material yang digunakan, penugasan yang lebih terorganisir, pembuatan peta bagi petugas lapangan (dapat menggunakan peta cetak ataupun peta digital menggunakan perangkat smartphone), dan pengelolaan resiko.
Entry data dilakukan oleh user di cabang dan bagian Komponen Perangkat Lunak SIG:
a. Tahapan pembangunan dan pengolahan data spasial GIS memerlukan perangkat lunak GIS yang dapat berbasis web ataupun berbasis desktop dengan spesifikasi dasar sebagai berikut:
• Mengenali banyak sistem basisdata (SQL Server, MySQL, PostgreSQL, ArcSDE)
• Integrasi data non-spasial(tabular)
• Memiliki fitur pembuatan topologi (untuk jaringan perpipaan), mosaik, editing.
• Memiliki fitur multi-user (dapat diakses oleh banyak pengguna)
• Fungsi analisis kepelangganan, aset SPAM dapat dilakukan dengan mudah
• Mengenali banyak format data spasial yang umum digunakan dalam pengolahan data spasial b. Perangkat lunak desktop direkomendasikan menjadi pilihan ditahap awal dalam membangun data
spasial antara lain AutoCAD Map 3D yang memiliki tampilan, cara penggunaan hampir sama dengan AutoCAD. Aplikasi seperti QGIS yang bersifat opensource juga bisa menjadi pilihan namun diperlukan penyesuaian khusus terutama dalam pengelolaan aset SPAM, seperti penyesuaian simbol-simbol, analisis kepelangganan dan kondisi aset, tata letak peta.
c. Pemilihan perangkat lunak pada tahapan awal bisa menggunakan perangkat lunak GIS apapun, asalkan format datanya dibuat standar (misal: shapefiles), kemudian untuk tahapan selanjutnya setelah seluruh data spasial SPAM terbentuk dapat menggunakan aplikasi yang memiliki fungsi lebih spesifik lagi untuk PDAM.
d. Pengembangan selanjutnya mengenai keperluan analisis hidraulik, perencanaan ekspansi layanan PDAM dapat menggunakan perangkat lunak GIS yang spesifik dalam bidang utilitas penyediaan air minum.
e. Untuk mempercepat proses digitasi direkomendasikan untuk menggunakan jasa pihak ke tiga dengan target waktu 6 bulan untuk proses digitasi pelanggan, pipa, bangunan, valve, jalan, sumber, kontur dengan elevasi setiap satu meter dan instalasinya serta layer-layer lain yang dianggap penting.
Komponen Data Untuk Pengembangan Data Spasial:
a. Data spasial PDAM harus dibangun secara konsisten. Konsistensi ini tidak hanya pada tahap awal pembangunan data, namun juga pada saat fase pengelolaan/pemutakhiran (updating) data.
b. Pembuatan basis data yang terpusat akan memudahkan dalam penyimpanan dan organisir data spasial sehingga tidak ada lagi data lokal komputer user karena database terinstall di server.
c. Data yang sudah disusun dengan struktur yang baik, kemudian dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan beragam aplikasi PDAM Tirta Kahuripan dan memudahkan seluruh bagian di perusahaan ketika memerlukan data spasial tersebut.
d. Basis data spasial yang baik akan mendukung analisis spasial, seperti overlay dengan data spasial lain misalnya data kependudukan, peta kerawanan bencana, peta tingkat pendapatan penduduk, peta kabel listrik dan telepon. Hal ini akan mendukung pemerintah kabupaten dalam menerapkan Smart City dengan mengintegrasikan layer-layer terkait pengelolaan air minum yang dimiliki PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor dengan instansi lain.
e. Proses pembangunan dan pemutakhiran data spasial SIG akan lebih mudah dilakukan dengan menyusun SOP yang memuat spesifikasi data yang dibutuhkan, seperti contoh dibawah ini agar setiap staf/pihak ketiga yang bertanggungjawab terhadap data spasial mengacu pada pedoman yang sama.
Tabel 5.1. Contoh Pedoman Pembuatan Data Spasial
GIS
Sumber Data Foto udara
Datum WGS 84
Sistem Proyeksi UTM Zona 48 S
Sistem Koordinat Sistem Koordinat Geografis (satuan derajat desimal)
Format Peta Peta cetak format PDF, JPG, TIFF Format Data .shp ; .kml ; .dxf ; .dwg
Tahun Pembuatan
Diisi tahun pembuatan data, untuk memudahkan dalam melihat historikal data dan ketika akan melakukan updating.
Gambar 5.2. Alur Pengembangan Sistem Informasi Geografis
Komponen Perangkat Keras SIG
a. Pengadaan perangkat komputer untuk pengolahan data spasial sesuai dengan spesifikasi optimal dari perangkat lunak yang akan digunakan di PDAM Tirta Kahuripan
b. Pengadaan server yang akan digunakan sebagai database utama data spasial dan perangkat lunak SIG berbasis Web.
c. Peralatan pemindai (scanner) untuk mengubah peta cetak menjadi data digital, alat cetak plotter yang digunakan untuk mencetak peta-peta dalam ukuran besar.
d. Setelah basis data spasial dibangun dan terintegrasi dengan aplikasi SIM secara menyeluruh, penggunaan smartphone dapat dimulai untuk membantu staff lapangan dalam melakukan tugas yang diberikan seperti pencatatan meter pelanggan, perawatan aset, dan petugas galian.
5.2 ADMINISTRATION SYSTEM UTILITY
a. Untuk mendukung ketersediaan integrasi sistem secara menyeluruh di masa mendatang maka perlu di mulai untuk menyusun sebuah sistem database yang memiliki platform sejenis dan terpusat.
Dengan melihat database dan server yang telah ada di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor maka rekomendasi terbaik yaitu menggunakan database Microsoft SQL Server dengan satu server tersendiri;
b. Aplikasi billing yang saat ini berbasis desktop sudah mumpuni untuk proses bisnis saat ini dari segi databasepun sudah memakai Microsoft SQL Server namun masih dapat dikembangkan dengan migrasi ke webbase dan dihandle secara mandiri oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor;
c. Aplikasi Pasang Baru (Sambungan Baru) perlu dibuatkan untuk mengakomodir proses bisnis mulai dari hulu (pelanggan mendaftar) ke hilir (air mengalir dan menjadi rekening) meliputi pemasaran, perencanaan, gudang, pelaksanaan, dan pengawasan yang menjadi satu rangkaian proses sehingga setiap proses dapat dipantau dan ditelusuri dengan mudah. Dengan platform berbasis web untuk administrasi dan berbasis android untuk realisasi di lapangan. Hal ini dapat menjamin pekerjaan dilakukan dengan baik dan benar.
d. Aplikasi MMR perlu dimigrasi ke webbase dengan database Microsoft SQL Server terpusat yang sebelumnya MySQL. Hal ini juga akan berdampak pada aplikasi android yang juga harus dimigrasi
Pembangunan Data Spasial
•Penggunaan AutoCAD
•Konversi Data AutoCAD ke data spasial (GIS)
•Pembuatan basisdata spasial tunggal (single-database)
•Target penyelesaian data lokasi pelanggan dan aset
•Penyusunan SOP updating data spasial, untuk konsistensi pembaruan data spasial
Pemanfaatan Data Spasial (Manajemen aset)
•Pembuatan peta untuk petugas pencatat meter
•Analisis kepelangganan
•Analisis kondisi aset
•Pemodelan hidraulik
•Integrasi dengan aplikasi MIS lainnya
komentar pelanggan, foto dan GPS yang dalam pembacaannya diperlukan jadwal harian (bukan bulanan) yang dijadwalkan melalui aplikasi dan diatur dan dikondisikan oleh supervisi cabang. Data-data tersebut akan sangat berguna jika ada komplain dari pelanggan khususnya masalah pemakaian air. Data yang selama ini hanya disimpan 4 bulan terakhir saja perlu diperluas menjadi 2 tahun terakhir dengan menambah kapasitas penyimpanan pada server;
e. Tidak adanya aplikasi Pengaduan (Work Order) menyebabkan sulitnya monitoring pekerjaan.
Dengan adanya aplikasi pengaduan yang terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lain maka setiap pekerjaan dapat diketahui status dan dapat ditelusuri dengan mudah. Aplikasi ini menjadi fundamental karena setiap pekerjaan harus melalui aplikasi ini sehingga semua pekerjaan termonitoring penuh yang dapat gunakan oleh:
• Call center/pengaduan untuk meng-input data keluhan pelanggan;
• Produksi untuk menyelesaikan pekerjaan rutin maupun isidentil (misal tandon drop/ muka air reservoir dibawah minimal, pompa trouble, dan sebagainya);
• Distribusi untuk menangani keluhan pelanggan seperti air tidak mengalir;
• IT untuk menangani keluhan user yang menggunakan aplikasi seprti jika ada trouble aplikasi atau jaringan;
• Pencatatan meter air untuk mengorder pekerjaan keadaan meter yang tidak normal ke bagian terkait;
• Dan bagian-bagian lain yang pekerjaannya dapat di rekam melalui aplikasi.
WORK ORDER
PEMAKAIAN MENINGKAT
PASANG BARU BOCORAN AIR TIDAK MENGALIR
KELUHAN IT
PENGGUNA APLIKASI
HUBLANG BAGIAN DISTRIBUSI LAIN
PRODUKSI
DATA CENTER
CALL CENTER PENCATAT IT
METER
f. Aplikasi E-Akuntansi (SIKOMPAK) perlu bangun ulang sehingga jika ada perubahan format dan data laporan tidak perlu menunggu lama. Pembangunan aplikasi SIKOMPAK berbasis web dengan database Microsoft SQL Server dilakukan secara mandiri untuk memudahkan maintenance dan troubleshooting;
KAS BESAR
GIS SDM DLL PENGADAAN
DATA SPAM
Aplikasi ini sebenarnya telah dibangun oleh BPPSPAM untuk PDAM-PDAM di Indonesia yang membutuhkan manajemen aset khususnya aset SPAM berbasis IT. Dengan ini, tidak perlu membangun ulang namun meminta bantuan kepada BPPSPAM untuk instalasi dan pendampingan terkait aplikasi manajemen aset milik BPPSPAM;
h. Aplikasi Anggaran sudah menggunakan database Microsoft SQL Server namun masih berbasis desktop. Untuk aplikasi ini perlu dimigrasi ke webbase dengan database yang sama;
i. Aplikasi SIMPEG perlu dibangun ulang dengan database Microsoft SQL Server dan berbasis web.
Aplikasi ini penting untuk pengelolaan karyawan yang nantinya harus diintegrasikan dengan aplikasi-aplikasi lain khususnya Work Order untuk dapat memonitoring pekerjaan setiap karyawan. Selain itu setiap pendapatan yang didapat oleh karyawan akan direkam oleh aplikasi ini baik komponen gaji, tunjangan, honor dan lain-lain yang terintegrasi dengan aplikasi SIKOMPAK dan Perpajakan;
j. Aplikasi Buka/Tutup (Putus) dibangun secara mandiri agar lebih fleksibel dan dapat dengan cepat menyesuaikan dengan kebijakan dan aturan perusahaan;
5.3 TAHAPAN PENGEMBANGAN APLIKASI
a. Assesment
Pada tahapan ini sistem analis melakukan wawancara untuk mengetahui proses bisnis yang ada dan berlaku di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Dengan adanya assesment ini dapat dihasilkan gambaran arsitektur jaringan, server dan aplikasi.
b. Pengumpulan Data
Pada tahapan ini PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor melakukan pengumpulan data yang diperlukan oleh sistem analis untuk kebutuhan proses pembuatan dan pengembangan aplikasi.
Tahapan ini membutuhkan dukungan penuh dari PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk kelancaran pengumpulan data.
c. Analisa Dan Desain
Setelah dilakukan kedua proses diatas maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data dan mendesain/merancang antarmuka aplikasi yang dibutuhkan oleh programmer.
d. Pembuatan
Programmer membuat/mengembangkan aplikasi sesuai dengan desain dan diagram alir yang dibuat oleh sistem analis.
e. Testing
Aplikasi akan dilakukan proses percobaan (trial and error) pada divisi sesuai dengan aplikasi tersebut dipakai. Jika terjadi kesalahan sistem, akan dilakukan perbaikan oleh sistem analis dan programmer.
f. Implementasi
Pendampingan akan dilakukan setelah proses testing selesai dengan data sebenarnya.
g. Maintenance dan Monitoring
Maintenance dan Monitoring dilakukan setiap periode tertentu untuk melihat perkembangan aplikasi dan memastikan aplikasi tersebut berjalan dengan baik
Berikut beberapa kriteria khusus tiap aplikasi : a. Pasang Baru (Sambungan Baru)
Berikut beberapa kriteria khusus tiap aplikasi : a. Pasang Baru (Sambungan Baru)