• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASTER PLAN PENGEMBANGAN IT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MASTER PLAN PENGEMBANGAN IT"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

(1)

PDAM TIRTA KAHURIPAN

KABUPATEN BOGOR 2018-2022

Disusun oleh:

PDAM Kota Malang dan USAID IUWASH PLUS

(2)
(3)

Master Plan IT

PDAM Tirta Kahuripan

Kabupaten Bogor

(4)

Disusun pada tahun 2017 oleh:

Tim IT PDAM Kota Malang:

Anita Sari SH, MH

Ir. Teguh Cahyono, MAB

Haryo Bagus Waskito ST

Dudi Bambang Sudarmono, S.Si

Toni Candra Kuncoro, S.Kom bersama dengan USAID IUWASH PLUS:

Muhamad Iqnaul Haq, S.Si

Ninik Herawati

(5)

Berdasarkan hasil assesment IT PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor yang dilakukan pada November 2017 oleh Tim PDAM Kota Malang, menghasilkan beberapa temuan antara lain ruang data center yang masih terpisah, aplikasi yang ada sudah cukup baik namun perlu penambahan fungsi agar kinerja perusahaan lebih optimal, dan Jaringan komputer kurang sesuai standard. Dalam rangka peningkatan performa IT untuk mendukung kinerja PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor terutama pada bidang pelayanan pelanggan air minum bagi masyarakat, maka salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kab Bogor adalah

mengembangkan sistem yang sesuai dengan kebutuhan. Namun demikian, agar pengembangannya bisa lebih efisien, efektif, dan terarah, maka sebelumnya akan dibangun master plan IT yang akan digunakan sebagai acuan pengembangan.

PDAM Kota Malang di fasilitasi USAID IUWASH PLUS sangat menaruh perhatian besar dan mendukung sepenuhnya upaya pembangunan master plan IT di PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor.

Diharapkan dengan terbangunnya master plan IT dapat meningkatkan kinerja PDAM dan pelayanan air minum bagi masyarakat. Untuk itu, Tim IT PDAM Kota Malang bekerjasama dengan USAID IUWASH PLUS menyusun Blueprint Master Plan IT untuk PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor.

Dengan adanya Blueprint Master Plan IT ini, diharapkan PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor dapat melaksanakan pembangunan IT secara mandiri dan berkesinambungan, mulai dari perencanaan, pembangunan, dan implementasi IT, serta menggali dan mengalokasikan sumber dana untuk pelaksanaan pembangunan IT.

Akhir kata, Kami berharap Blueprint Master Plan IT ini akan dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan pembangunan IT di PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan penyediaan air minum di PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor kepada seluruh masyarakat.

Dengan komitmen bersama, semoga peningkatan kualitas pelayanan penyediaan air minum oleh PDAM Tirta Kahuripan Kab Bogor kepada seluruh pelanggannya akan segera tercapai.

Salam

PDAM Kota Malang

(6)

Dengan ini telah disepakati bahwa dokumen Master Plan IT ini menjadi dasar pengembangan IT di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor

Disepakati di Kantor Pusat PDAM Tirta Kahuripan Jumat, 15 Desember 2017

Direksi PDAM Tirta Kahuripan Direksi PDAM Kota Malang

(7)

KATA PENGANTAR... iii

LEMBAR KESEPAKATAN ... iv

DAFTAR ISI ... v

SINGKATAN ... vi

1. RINGKASAN MANAJEMEN ... 1

2. KONDISI TEKNOLOGI INFORMASI SAAT INI ... 2

2.1 INFRASTRUKTUR IT ... 2

2.2 DATABASE ... 5

2.3 APLIKASI ... 5

2.4 KEHILANGAN AIR ... 7

3. TUJUAN DAN EKSPEKTASI PERUSAHAAN ... 8

3.1 VISI ... 8

3.2 MISI ... 8

4. REKOMENDASI ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI ... 9

4.1 DEFINISI ... 9

4.2 MODUL ... 9

4.3 JENIS APLIKASI... 9

5. USULAN PENGEMBANGAN ... 15

5.1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS ... 15

5.2 ADMINISTRATION SYSTEM UTILITY ... 18

5.3 TAHAPAN PENGEMBANGAN APLIKASI ... 20

5.4 WATER UTILITY INFORMATION NETWORK ... 22

5.5 SOFTWARE PLATFORM... 22

5.6 INFRASTRUKTUR JARINGAN ... 23

5.7 INFRASTRUKTUR SERVER ... 29

5.8 INFRASTRUKTUR KEAMANAN JARINGAN ... 33

5.9 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA ... 33

6. KERANGKA KERJA ORGANISASI ... 35

7. PRIORITAS ORGANISASI DAN ROADMAP ... 38

7.1 INFRASTRUKTUR HARDWARE DAN JARINGAN ... 38

7.2 APLIKASI ... 40

7.3 PENDUKUNG INTERNAL ... 41

8. DISKUSI MANFAAT ... 42

9. EVALUASI ESTIMASI BIAYA ... 45

10. KESIMPULAN... 71

(8)

ATM : Asynchronus Transfer Mode BCP : Business Continuity Plan CAD : Computer Aided Design

CD : Compact Disc

CIS : Customer Information System

COBIT : Control Objectives for Information and Related Technology CPU : Central Processing Unit

EIA : Electronic Industrial Alliance ERP : Enterprise Resource Planning

GB : Gigabyte

GIS : Geographic Information System GPS : Global Positioning System HRD : Human Resources Department HTML : Hyper Text Markup Language IP : Internet Protocol

IT : Information Technology LAN : Local Area Network LI : Laporan Informasi MBPS : Megabyte Per Second

MCS : Management Control System MIS : Management Information System MLP : Multi Level Protocol

MPLS : Multiple Protocol Label Switching MTCNA : MikroTik Certified Network Associate

NRW : Non-Revenue Water

ODU : Outdoor Unit

PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum PHP : PHP Hypertext Process PKA : Penurunan Kehilangan Air

PPTP : Point to Point Tunneling Protocol RDMBS : Relational Database Management System

SAK-ETAP : Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik SDM : Sumberdaya Manusia

(9)

SPAM : Sistem Penyediaan Air Minum SPKP : Surat Perintah Kerja Pengaduan SQL : Structured Query Language

SWOT : Strength, Weakness, Opportunity, Threats TDM : Time Division Multiplexing

TIA : Telecommunication Industry Association UPS : Uninteruppable Power Supply

UTP : Unshielded Twisted Pair VPN : Virtual Private Network WAN : Wide Area Network

WUIN : Water Utility Integrated Network

(10)
(11)

RINGKASAN MANAJEMEN

Kehidupan masyarakat saat ini sangat menuntut percepatan layanan, kemudahan akses dan ketepatan hasil yang diharapkan sesuai dengan keinginan mereka dan kewajiban yang telah masyarakat berikan.

Tuntutan seperti itu akan terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Internet of Thing (IOT) sangat mengubah gaya hidup masyarakat dan semua harus mudah didapatkan dan keterbukaan sudah menjadi suatu tuntutan.

Keinginan masyarakat tersebut harus diikuti oleh PDAM sebagai perusahaan penyedia air minum untuk meningkatkan kualitas layanan dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung proses bisnis didalamnya. Sistem teknologi informasi dalam keakuratan pembacaan pemakaian air pelanggan, kemudahan pembayaran tagihan air, kemudahan pelaporan apabila terdapat keluhan sudah menjadi kewajiban yang harus dilaksanakan selain ketepatan pemeliharaan asset SPAM, percepatan perluasan area layanan, dan peningkatan proses administrasi kearah yang lebih baik.

Teknologi informasi akan mempercepat proses bisnis tanpa mengurangi nilai-nilai yang dibutuhkan pada proses tersebut. Kemajuan ini akan menjadi tantangan bagi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sebagai perusahaan daerah untuk memenuhi keinginan masyarakat saat ini dan tuntutan stakeholder dalam menghadapi era keterbukaan.

Pemenuhan kebutuhan teknologi tersebut akan dilakukan dengan membangun beberapa aplikasi yang diimbangi dengan modernisasi infrastruktur pendukung untuk untuk mencapai tujuan proses bisnis perusahaan. Aplikasi yang dibangun akan menjawab permasalahan yang kerap terjadi di Perusahaan Daerah Air Minum. Beberapa permasalahan umum yang sering dihadapi oleh Perusahaan Daerah Air Minum seperti dibawah ini:

1. Dimana / keberadaan semua asset perusahaan yang sebenarnya

2. Bagaimana kemampuan suatu asset perusahaan dan seberapa sering gagal fungsi ? 3. Kapan suatu asset perusahaan terakhir diperiksa, dibersihkan dan diperbaiki ?

4. Apa penyebab kebocoran dan bagaimana meng-isolasi daerah yang beresiko tinggi terhadap kebocoran ?

5. Apa yang terjadi bila kebocoran terjadi dan berapa biaya/konsekuensi dari kebocoran itu ? 6. Dimana terjadi sambungan illegal dan kesalahan meter ?

7. Bagaimana cara meningkatkan kinerja asset dan sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan ? 8. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi sumber daya teknik, system dan teknologi informasi ? Dalam pembuatan cetak biru teknologi informasi ini akan mengarahkan model arah pembangunan aplikasi dan implementasi dalam bidang teknis dan administrasi yang telah disesuaikan dengan visi dan misi perusahaan. Integrasi semua system kedalam suatu Basis Data Teknologi Informasi yang terpusat dan terintegrasi akan mewakili kemampuan manajemen yang kuat dalam bidang perencanaan,

monitoring dan eksekusi bisnisnya.

(12)

KONDISI TEKNOLOGI INFORMASI SAAT INI

Pemanfaatan Teknologi Informasi di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sudah dilakukan dengan membangun aplikasi yang mendukung proses bisnis di perusahaan tersebut. Hasil dari

assessment infrastruktur IT dan aplikasi yang ada di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor sebagai berikut:

2.1 INFRASTRUKTUR IT

Kondisi Ruang Server Kantor Pusat

1. Sudah menggunakan ruang data center terpisah dengan kondisi:

a. Belum menggunakan raised floor anti listrik statis b. Rack server belum standar

c. Backup listrik menggunakan 1 UPS dan terdapat genset untuk backup listrik ruang server d. Menggunakan server tower dengan power supply unit tunggal

e. Sudah tersedia alat pemadam kebakaran dengan gas CO2 2. Terdapat 8 unit server dengan penggunaan sebagai berikut:

a. 1 unit Server Billing

b. 1 unit server Mirroring Billing c. 1 unit Server Keuangan

d. 1 unit Server MMR dan Simpeg e. 1 unit Server SMS Gateway

f. 1 unit Server Info Tagihan Rekening g. 1 unit Server Web PDAM

h. 1 unit Server Web Service

3. Belum terdapat storage untuk penyimpanan data

4. Terdapat PC yang digunakan untuk server aplikasi dengan kapasitas kecil 5. Server berada dalam satu subnet (kelompok) IP dengan computer client.

6. Sistem penataan kabel ruang server belum sempurna

(13)

Gambar 2.1. Kondisi Server di Kantor Pusat

Wide Area Network (koneksi Kantor Pusat- Cabang)

1. Koneksi Kantor Unit ke Kantor Pusat menggunakan Astinet Telkom dengan Bandwith 5 Mbps

2. Koneksi Kantor Cabang ke Kantor Pusat menggunakan VPN IP Telkom dengan bandwith 512 Kbps

3. Guna menunjang koneksi WAN, di Kantor Pusat menggunakan 3 x 5 Mbps untuk menunjang Gambar 2.2. Jaringan Koneksi PDAM Tirta Kahuripan

(14)

Local Area Network (koneksi dalam Kantor Pusat)

1. Terdapat beberapa switch di ruangan pada Kantor Pusat yang menghubungkan dengan ruang server

2. Komputer pengguna dan server terdapat pada satu subnet IP

Gambar 2.4. Topologi Jaringan LAN Kantor Pusat Lantai 2

(15)

Cabang Ciomas

1. Tidak terdapat server pada Kantor Cabang Ciomas dan data langsung terkirim ke Server pada Kantor Pusat.

2. Terdapat router Cisco untuk mengatur koneksi dengan Kantor Pusat.

3. Menggunakan IP yang berbeda dengan Kantor Pusat

4. Koneksi dengan Kantor Pusat menggunakan VPN IP dengan bandwith 512 Kbps

5. Terdapat 12 unit komputer dan printer yang digunakan untuk mendukung proses bisnis.

6. Terdapat 1 unit UPS untuk membackup daya listrik yang digunakan untuk router dan switch Gambar 2.5. Posisi Router-Switch Kantor Cabang Ciomas

2.2 DATABASE

Existing database PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor menggunakan beberapa jenis database yang berbeda antara lain SQL Server 2005, SQL Server 2016, MySQL dan Microsoft Access yang terinstall pada masing-masing server aplikasi di Kantor Pusat.

2.3 APLIKASI

Aplikasi-aplikasi yang sudah diimplementasikan di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor adalah sebagai berikut:

1. Aplikasi Billing dibuat oleh pihak ke 3 berbasis desktop dengan menggunakan database SQL Server 2016 R2 pada server 192.168.0.202 dimana server ini juga menampung beberapa database lain selain billing yaitu: anggaran, integrasi_bs, UPK dan beberapa database yang tidak terpakai.

Selain itu dalam database banyak field-field yang tidak terpakai. Aplikasi ini dipakai oleh semua cabang pembayaran PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor;

2. Aplikasi Pasang Baru (Register Pelanggan) hanya mengakomodir pendaftaran pelanggan hingga proses administratif untuk menjadi pelanggan namun belum mengakomodir kebutuhan SPK,

(16)

realisasi di lapangan, pengambilan barang di gudang dan fungsi pengawasan yang saat ini dilakukan secara manual;

3. Aplikasi Pencatatan Meter Air sudah berbasis android yang dioperasikan oleh petugas pencatat meter dengan spesifikasi handphone yang mumpuni (Samsung Galaxy Core, Samsung J2, Samsung J2 Prime). Proses penarikan data (download) semua data pembacaan dilakukan oleh petugas setiap satu bulan sekali dengan jadwal baca setiap nomor pelanggan ditentukan oleh petugas sendiri untuk mengatur agar terbaca pada tanggal yang sama. Penarikan ini dilakukan

menggunakan Wi-Fi LAN pada kantor sehingga tidak diperlukan SIM Card pada handphone petugas. Data yang dikirim melalui handphone petugas adalah data stand meter, keadaan meter, dan foto sedangkan GPS tidak tercatat. Aplikasi ini menggunakan database MySQL dengan webserver apache yang menjadi satu paket XAMPP pada server 192.168.0.210 dimana server ini hanya tersisa 38GB pada saat assesmen ini dilakukan sehingga foto yang disimpan hanya 4 bulan terakhir saja. Hasil pembacaan di-billing menggunakan aplikasi setiap tanggal 28;

4. Aplikasi Geographic Information System (GIS) saat assesmen ini dilakukan dalam tahap digitasi yang prosesnya dilakukan identifikasi oleh cabang menggunakan aplikasi AutoCad (*dwg). Data tersebut diserahkan ke bagian IT – subbag GIS yang kemudian diinput ke dalam aplikasi QGIS.

Layer yang diinput antar lain: Pelanggan, Pipa, Jalan dan Bangunan;

5. Aplikasi Akuntansi (SIKOMPAK) merupakan aplikasi dari BPKP dimana sulit dilakukan perubahan dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan dan proses bisnis yang ada di PDAM Tirta

Kahuripan Kabupaten Bogor;

6. Aplikasi Anggaran merupakan aplikasi berbasis desktop yang dikembangkan oleh tim IT secara mandiri. Database yang digunakan adalah Microsoft Access yang letaknya berada pada server 192.168.0.202 (server billing);

7. Aplikasi Kepegawaian (SimPeg) merupakan aplikasi yang mengakomodir administrasi kepegawaian hingga lembur. Aplikasi ini menggunakan database SQL Server 2005 pada server 192.168.0.210 (server pencatatan meter air);

8. Aplikasi Perpajakan untuk menghitung pajak dengan fasilitas input honor pegawai. Database yang digunakan adalah Microsoft Access;

9. Aplikasi Buka-Tutup / Putus Sambungan, aplikasi ini tidak dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya dilapangan. Aplikasi ini hanya memfasilitasi secara administratif;

Dari beberapa aplikasi yang sudah dibangun dan proses bisnis yang ada, terdapat permasalahan yang telah teridentifikasi dari hasil assessment adalah sebagai berikut:

1. Belum semua dabatase terpusat dan tidak seragamnya platform database yang digunakan yang menyebabkan sulitnya proses integrasi antar sistem yang sudah ada;

(17)

Gambar 2.6. Topologi Database

192.168.0.202 192.168.0.210

db

db db

SQL Sever

db db db

db

MS Access

My SQL

db

MS Access

2. Masih terdapat banyak proses bisnis yang dilakukan secara manual (belum tersistem) sehingga menyulitkan monitoring, pengawasan dan pengambilan keputusan;

3. Adanya beberapa database, tabel dan field-field yang tidak terpakai. Hal ini dapat mengurangi space server dan dapat mempersulit pencarian pada database terutama jika terdapat personil baru di bagian IT;

4. Hampir semua aplikasi berbasis desktop. Pada dasarnya hal ini tidak menjadi masalah namun untuk membuat perusahaan berkembang diperlukan aplikasi berbasis web sehingga setiap proses bisnis yang teraplikasi dapat diakses ‘dimanapun’ dan ‘kapanpun’. Selain itu, aplikasi web

memudahkan proses update sehingga tidak membutuhkan instalasi pada tiap client karena instalasi cukup dilakukan di server saja;

5. Banyak aplikasi yang source code nya tidak dimiliki oleh bagian IT yang akan menyulitkan terhadap pengembangan aplikasi;

6. Beberapa pekerjaan yang seharusnya dapat dikerjakan oleh user tidak seharusnya dikerjakan bagian IT. Hal ini dapat mengganggu performa personil bagian IT dalam pengembangan IT secara keseluruhan;

7. Belum semua sub bagian masuk dalam scope ISO 9001:2015 yang dapat berpotensi menyebabkan ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan proses bisnis berbasis IT;

8. Minimnya dokumentasi aplikasi sehingga menyulitkan pengembangan, baik aplikasi itu sendiri maupun aplikasi baru yang ingin diintegrasikan dengan aplikasi tersebut.

2.4 Kehilangan Air

Untuk Kehilangan air dikerjakan oleh bagian PKA sangat tergantung dengan bagian distribusi dalam pelaksanaan tugasnya, seperti pengukuran debit dan lain-lain.

(18)

TUJUAN DAN EKSPEKTASI PERUSAHAAN

3.1 VISI

VISI dari PDAM Tirta Kahuripan saat ini adalah :

“Terwujudnya Pelayanan yang Mandiri, Handal dan Terpercaya”

3.2 MISI

Tujuan dari PDAM Tirta Kahuripan adalah :

Dengan memperhatikan Tugas Pokok PDAM Tirta Kahuripan seperti yang tercantum dalam

Peraturan Daerah (Perda) tersebut, maka Misi PDAM Tirta Kahuripan dirumuskan sebagai berikut : a. Memberikan pelayanan dengan kualitas air sesuai dengan persyaratan yang berlaku dan kuantitas

yang memadai secara kontinyu

b. Membina dan menjalin hubungan baik dengan pelanggan dan stake holder perusahaan c. Meningkatkan kualitas sumber daya perusahaan.

d. Meningkatkan kinerja keuangan perusahaan

e. Mengutamakan pengembangan pada segmen rumah tangga dengan tetap memperhatikan segmen non rumah tangga

Misi yang dirumuskan diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Perusahaan diharapkan meningkatkan pelayanan terhadap 3K (kualitas, kuantitas dan kontinuitas), dan Hubungan Pelanggan serta melakukan langkah langkah yang tepat dalam penurunan

kebocoran.

b. Agar dapat menjadi perusahaan yang sehat, PDAM Tirta Kahuripan melakukan sosialisasi kondisi PDAM kepada seluruh stakeholder dan mendorong Pemda untuk menerbitkan Perda yang mendukung bisnis PDAM.

c. Terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pengembangan dan pemantapan Sistem & Teknologi Informasi.

d. Salah satu sumber pendapatan asli Pemerintah Kabupaten Bogor dari konstribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), sehingga dengan menjalankan perusahaan secara sehat diharapkan akan memberikan keuntungan yang optimal dan dapat memberikan konstribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah dengan melakukan penyesuaian tarif air minum secara rutin dan mendorong Pemda untuk menerbitkan Perda yang mendukung bisnis PDAM.

e. Guna meningkatkan cakupan pelayanan disertai PDAM Tirta Kahuripan akan terus

mengoptimalkan kapasitas produksi dan distribusi yang ada dan menambah kapasitas produksi dan jaringan pipa transmisi / distribusi untuk daerah rawan air.

(19)

REKOMENDASI ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI

4.1 DEFINISI

TWUIN (Total Water Utility Integrated Network) adalah desain rencana aplikasi pada PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor secara keseluruhan. Desain ini merupakan desain milik PDAM Kota Malang yang telah disesuaikan dengan hasil assesment IT di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

4.2 MODUL

Desain TWUIN ini mempunyai empat modul besar yang dikelompokkan berdasarkan jenis kebutuhannya, yaitu :

Customer Information System (CIS)

Administration System (Utility)

Geographic Information System (GIS)

Water Utility Integrated Network (WUIN)

Setiap modul besar mempunyai peranan yang sangat penting bagi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

4.3 JENIS APLIKASI

Setiap modul besar memiliki beberapa jenis aplikasi yang berbeda bergantung pada modul itu sendiri.

Jenis aplikasi merupakan bagian dari modul besar dalam mendukung bisnis proses yang ada di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Berikut penjelasan dari jenis aplikasi yang dimaksud :

Customer Information System (CIS)

CIS merupakan modul besar dimana modul ini merupakan modul yang mendukung bisnis proses yang langsung berhubungan dengan pelanggan. CIS merupakan ujung tombak dari perusahaan karena merupakan image dari perusahaan tersebut, jika CIS dari perusahaan tersebut tidak baik maka kepercayaan pelanggan akan berkurang, sebaliknya jika CIS dari perusahaan tersebut baik maka kepercayaan pelanggan akan meningkat dan tentu berdampak terdahap pemasukan perusahaan. Berikut jenis aplikasi CIS :

(20)

Gambar 4.1 Customer Information System

Pengaduan

Billing

CIS

Pasang Baru

MMR

Billing, merupakan jenis aplikasi untuk pembayaran pelanggan, termasuk diantaranya pembayaran rekening air, pembayaran air tangki, pembayaran pasang baru dan sebagainya. Billing sangat penting karena merupakan pintu untuk menerima pendapatan perusahaan. Billing dapat digunakan pada loket-loket pembayaran di Kantor Cabang PDAM Tirta Kahuripan. Dapat juga bekerja sama dengan pihak ke tiga seperti bank, kantor pos, PPOB dan sebagainya. Disarankan untuk membuat webservice untuk metode pengambilan dan pengiriman data antar PDAM Tirta Kahuripan dan pihak ke tiga demi keamanan data perusahaan.

Gambar 4.2. Sistem Web Service Billing

Mobile Meter Reading (MMR), merupakan jenis aplikasi pembacaan meter air pelanggan. Tingkat

(21)

meter pelanggan akurat maka tidak ada pihak yang dirugikan baik pelanggan maupun perusahaan.

Akurasi pembacaan meter juga berpengaruh terdapat laporan, misalnya dari laporan dapat diketahui bahwa pemakaian menurun dan perlu diganti meter. Jenis aplikasi ini membutuhkan aplikasi web dan android secara online agar dapat diakses di semua cabang perusahaan dan data menjadi terpusat.

Gambar 4.3. Mobile Meter Reading

 Pasang Baru, merupakan jenis aplikasi untuk menerima pendaftaran pelanggan baru. Hal ini penting untuk memasukkan calon pelanggan, survey, hingga membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Dengan adanya jenis aplikasi ini perusahaan dapat terbantu untuk memasukkan data yang akurat dan penentuan data lainnya seperti golongan, tarif dan sebagainya.

 Pengaduan, merupakan jenis aplikasi untuk menampung dan mendistribusikan keluhan pelanggan.

Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Keluhan pelanggan dicatat sebagai informasi kemudian diolah dan ditentukan jenis pengaduannya. Jenis pengaduan tersebut menentukan kemana pekerjaan akan didistribusikan. Sistem ini tidak membatasi wilayah pelanggan, pelanggan wilayah A dapat mengadukan komplain ke kantor wilayah B karena sistem ini menggunakan database yang terpusat dan realtime.

Administration System (Utility)

Utility merupakan modul besar yang mengelola sumber daya perusahaan dimana paling banyak jenis aplikasi di dalamnya dibandingkan dengan modul besar lainnya. Modul ini merupakan core dari sistem perusahaan, banyak bisnis proses khususnya internal perusahaan yang dikelola di dalamnya.

Berikut jenis aplikasi Utility :

(22)

Gambar 4.4. Diagram Desain Administration System (Utility)

E-Akuntansi Pajak dan

Penghasilan Pengadaan

SimPeg

Gudang

UTILITY

Work Order

KPI

 E-Akuntansi, merupakan jenis aplikasi untuk mengelola keuangan dan perhitungan akuntansi atau yang selama ini dikenal di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor adalah SIKOMPAK. Jenis aplikasi ini merupakan jenis aplikasi yang sangat penting bagi perusahaan karena semua pengelolaan keuangan bergantung pada jenis aplikasi ini. Tentunya jenis aplikasi ini didesain dengan database terpusat sehingga dapat dikerjakan di berbagai cabang secara online dan real time. Proses pengelolaan keuangan dan akuntansi sebaiknya menggunakan standardisasi SAK-ETAP.

 Pajak dan Penghasilan, merupakan jenis aplikasi untuk perhitungan pajak dan penghasilan pegawai.

Jenis aplikasi ini menyelamatkan perusahaan dari kesulitan perhitungan dan pembayaran pajak tiap tahunnya baik PPH 21 maupun PPH 23. Penghasilan karyawan pun dapat dihitung dengan mudah dalam sistem ini karena dapat menyesuaikan dengan sistem payroll yang ada.

Pengadaan, merupakan jenis aplikasi yang mengelolaan pengadaan barang dan jasa baik jasa kontruksi maupun jasa konsultansi. Pengadaan merupakan bagian krusial karena berkaitan dengan pembelanjaan perusahaan yang harus benar-benar diatur secara ketat melalui sistem yang benar.

Gudang, jenis aplikasi ini mengelola barang khususnya material yang digunakan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Keluar masuknya barang sangat penting untuk dikontrol karena menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Jika pergudangan tidak baik, maka kelangsungan bisnis perusahaan menjadi macet. Aplikasi ini seharusnya terintegrasi dengan SIKOMPAK.

SimPeg, merupakan jenis aplikasi tentang pengelolaan pegawai. Jenis aplikasi ini terdiri dari banyak aplikasi yang mengatur proses bisnis di bagian SDM, antara lain : sanksi, absensi, mutasi, demosi, promosi, kenaikan pangkat/golongan, dan sebagainya. Sistem SDM yang baik membuat perusahaan maksimal dalam penerapan proses bisnis nya.

Pengaduan (Work Order), merupakan jenis aplikasi untuk melakukan pekerjaan berdasarkan keluhan pelanggan. Jenis aplikasi ini merupakan dasar untuk melakukan pekerjaan karena dari work order akan menjadi Surat Perintah Kerja (SPK). Semua jenis pekerjaan perusahaan dapat ditampung pada jenis aplikasi ini.

(23)

Geographic Information System (GIS)

GIS merupakan modul besar tentang pengelolaan aset perusahaan. Khususnya di PDAM Tirta Kahuripan yang utama adalah pengelolaan aset Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) seperti pipa, pompa, dan sebagainya. Aset sangat penting untuk dikelola karena merupakan investasi perusahaan baik jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Beberapa jenis aplikasi GIS :

Gambar 4.5. Diagram Geografis Information System

GIS

GIS

ManagementAssets

Pasang baru, workorder,billing, PaSPAM

GIS, merupakan jenis aplikasi bebasis lokasi. Dengan jenis aplikasi ini, kita dapat mengetahui peta aset kita termasuk didalamnya peta jaringan pipa yang ditanam dibawah tanah. Hal ini sangat membantu pekerjaan di lapangan, utamanya pekerjaan galian. Dengan sistem pecepatan seperti ini maka akan menigkatkan pelayanan kepada pelanggan yang selanjutnya menambah pemasukkan perusahaan.

PaSPAM, merupakan jenis aplikasi pengelolaan aset perusahaan khususnya SPAM. Dengan jenis aplikasi ini aset akan termonitoring dengan baik, kita dapat mengetahui dengan cepat kondisi aset dan kapan aset tersebut harus dimaintenance atau tidak.

Gambar 4.6. 10 langkah manajemen asset

(24)

Water Utility Integrated Network (WUIN)

WUIN merupakan modul besar tentang pengelolaan logger dan komplain pelanggan. Dengan jenis aplikasi ini logger-logger dapat termonitoring secara real time. Berikut jenis aplikasi WUIN :

Critical Point, jenis aplikasi untuk memonitoring titik kritis.

Pump Station, jenis aplikasi untuk memonitoring pompa.

Inlet DMA, jenis aplikasi untuk memonitoring inlet DMA.

Reservoir, jenis aplikasi untuk memonitoring reversoir.

Water Complaint Monitoring, jenis aplikasi untuk memonitoring keluhan pelanggan tentang air tidak mengalir. Monitoring ini dapat dilakukan jika telah menerapkan aplikasi Work Order

GIS, Scada, TransDis, Logger

Gambar 4.7. Diagram Water Utility Integrated Network

WUIN

Critical Point

Pump Station

Inlet DMA

Reservoir

Water Complaint Monitoring

SCADA

Logger

(25)

USULAN PENGEMBANGAN

5.1 SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Sistem informasi geografis berperan sebagai lapisan data (data layer) dalam keseluruhan Sistem Informasi Manajemen Perusahaan. Utamanya SIG akan sangat berperan dalam pengelolaan aset SPAM.

Dalam pengembangan SIG tidak lepas dari 5 komponen utama SIG, seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini :

Gambar 5.1. Komponen dalam SIG

Komponen Sumberdaya Manusia untuk SIG:

Staf yang telah memiliki kemampuan teknis AutoCAD di tiap cabang sudah baik, dan akan sangat membantu dalam pembangunan data spasial, usulan pengembangannya perlu dilakukan

penyegaran (refresh) penggunaan AutoCAD dan proses konversi data AutoCAD menjadi data spasial pada QGIS sehingga dapat mempercepat bagian IT dalam proses input data hasil digitasi.

Personil bagian IT cukup terampil dalam mengelola data GIS hasil digitasi namun proses digitasi ini akan memakan waktu yang sangat lama mengingat luasnya area layanan Kabupaten Bogor sehingga tidak dapat dipredisksi kapan akan selesai.

Komponen Metode dan Prosedur:

Inventarisir seluruh peta (as built drawings) yang ada saat ini baik dalam bentuk cetak ataupun yang sudah digital. Digitasi ulang mungkin diperlukan untuk beberapa lokasi tertentu. Seluruh data ini selanjutnya perlu dikonversi menjadi data digital yang terstruktur, agar siap diolah;

 Membangun basis data spasial terpusat, sebagai pusat data spasial GIS PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor;

 Mengumpulkan data penunjang seperti foto udara, peta batas administrasi, peta jaringan jalan, sungai, penggunaan lahan, dan persil lahan, sebagai data dasar dalam membangun basisdata spasial

(26)

PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang memuat lokasi pelanggan dan aset SPAM.

Komponen ini sudah dimiliki dengan skala foto 1:1400 yang sudah sangat bagus untuk pengembangan GIS;

Ketika membangun data AutoCAD hendaknya tetap mempertahankan UCS (User Coordinate System) agar memudahkan ketika data AutoCAD tersebut akan dikonversi kedalam data spasial.

Sistem UCS bisa didefinisikan menggunakan sistem proyeksi UTM Zona 48S. Langkah ini sudah dilakukan oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terbukti dengan proses hasil digitasi dapat diproses di GIS;

 Penyusunan kriteria manajemen aset perlu dibuat untuk rencana kedepan. Kriteria manajemen aset menggunakan data spasial yang sudah dibangun dengan struktur yang baik akan membantu komponen dalam perusahaan seperti perencanaan dan pemodelan jaringan, basisdata spesifikasi material yang digunakan, penugasan yang lebih terorganisir, pembuatan peta bagi petugas lapangan (dapat menggunakan peta cetak ataupun peta digital menggunakan perangkat smartphone), dan pengelolaan resiko.

 Entry data dilakukan oleh user di cabang dan bagian Komponen Perangkat Lunak SIG:

a. Tahapan pembangunan dan pengolahan data spasial GIS memerlukan perangkat lunak GIS yang dapat berbasis web ataupun berbasis desktop dengan spesifikasi dasar sebagai berikut:

Mengenali banyak sistem basisdata (SQL Server, MySQL, PostgreSQL, ArcSDE)

Integrasi data non-spasial(tabular)

Memiliki fitur pembuatan topologi (untuk jaringan perpipaan), mosaik, editing.

Memiliki fitur multi-user (dapat diakses oleh banyak pengguna)

Fungsi analisis kepelangganan, aset SPAM dapat dilakukan dengan mudah

Mengenali banyak format data spasial yang umum digunakan dalam pengolahan data spasial b. Perangkat lunak desktop direkomendasikan menjadi pilihan ditahap awal dalam membangun data

spasial antara lain AutoCAD Map 3D yang memiliki tampilan, cara penggunaan hampir sama dengan AutoCAD. Aplikasi seperti QGIS yang bersifat opensource juga bisa menjadi pilihan namun diperlukan penyesuaian khusus terutama dalam pengelolaan aset SPAM, seperti penyesuaian simbol- simbol, analisis kepelangganan dan kondisi aset, tata letak peta.

c. Pemilihan perangkat lunak pada tahapan awal bisa menggunakan perangkat lunak GIS apapun, asalkan format datanya dibuat standar (misal: shapefiles), kemudian untuk tahapan selanjutnya setelah seluruh data spasial SPAM terbentuk dapat menggunakan aplikasi yang memiliki fungsi lebih spesifik lagi untuk PDAM.

d. Pengembangan selanjutnya mengenai keperluan analisis hidraulik, perencanaan ekspansi layanan PDAM dapat menggunakan perangkat lunak GIS yang spesifik dalam bidang utilitas penyediaan air minum.

e. Untuk mempercepat proses digitasi direkomendasikan untuk menggunakan jasa pihak ke tiga dengan target waktu 6 bulan untuk proses digitasi pelanggan, pipa, bangunan, valve, jalan, sumber, kontur dengan elevasi setiap satu meter dan instalasinya serta layer-layer lain yang dianggap penting.

(27)

Komponen Data Untuk Pengembangan Data Spasial:

a. Data spasial PDAM harus dibangun secara konsisten. Konsistensi ini tidak hanya pada tahap awal pembangunan data, namun juga pada saat fase pengelolaan/pemutakhiran (updating) data.

b. Pembuatan basis data yang terpusat akan memudahkan dalam penyimpanan dan organisir data spasial sehingga tidak ada lagi data lokal komputer user karena database terinstall di server.

c. Data yang sudah disusun dengan struktur yang baik, kemudian dikembangkan agar dapat terintegrasi dengan beragam aplikasi PDAM Tirta Kahuripan dan memudahkan seluruh bagian di perusahaan ketika memerlukan data spasial tersebut.

d. Basis data spasial yang baik akan mendukung analisis spasial, seperti overlay dengan data spasial lain misalnya data kependudukan, peta kerawanan bencana, peta tingkat pendapatan penduduk, peta kabel listrik dan telepon. Hal ini akan mendukung pemerintah kabupaten dalam menerapkan Smart City dengan mengintegrasikan layer-layer terkait pengelolaan air minum yang dimiliki PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor dengan instansi lain.

e. Proses pembangunan dan pemutakhiran data spasial SIG akan lebih mudah dilakukan dengan menyusun SOP yang memuat spesifikasi data yang dibutuhkan, seperti contoh dibawah ini agar setiap staf/pihak ketiga yang bertanggungjawab terhadap data spasial mengacu pada pedoman yang sama.

Tabel 5.1. Contoh Pedoman Pembuatan Data Spasial

GIS

PENCATATAN METER

PASANG BARU MANAJEMEN ASSET

PENGADUAN

WORK ORDER WUIN

DATA SPAM

PENGGUNA APLIKASI

HUBLANG BAGIAN DISTRIBUSI LAIN

PRODUKSI

DATA CENTER

Skala 1:1400

Sumber Data Foto udara

Datum WGS 84

Sistem Proyeksi UTM Zona 48 S

Sistem Koordinat Sistem Koordinat Geografis (satuan derajat desimal)

Format Peta Peta cetak format PDF, JPG, TIFF Format Data .shp ; .kml ; .dxf ; .dwg

Tahun Pembuatan

Diisi tahun pembuatan data, untuk memudahkan dalam melihat historikal data dan ketika akan melakukan updating.

(28)

Gambar 5.2. Alur Pengembangan Sistem Informasi Geografis

Komponen Perangkat Keras SIG

a. Pengadaan perangkat komputer untuk pengolahan data spasial sesuai dengan spesifikasi optimal dari perangkat lunak yang akan digunakan di PDAM Tirta Kahuripan

b. Pengadaan server yang akan digunakan sebagai database utama data spasial dan perangkat lunak SIG berbasis Web.

c. Peralatan pemindai (scanner) untuk mengubah peta cetak menjadi data digital, alat cetak plotter yang digunakan untuk mencetak peta-peta dalam ukuran besar.

d. Setelah basis data spasial dibangun dan terintegrasi dengan aplikasi SIM secara menyeluruh, penggunaan smartphone dapat dimulai untuk membantu staff lapangan dalam melakukan tugas yang diberikan seperti pencatatan meter pelanggan, perawatan aset, dan petugas galian.

5.2 ADMINISTRATION SYSTEM UTILITY

a. Untuk mendukung ketersediaan integrasi sistem secara menyeluruh di masa mendatang maka perlu di mulai untuk menyusun sebuah sistem database yang memiliki platform sejenis dan terpusat.

Dengan melihat database dan server yang telah ada di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor maka rekomendasi terbaik yaitu menggunakan database Microsoft SQL Server dengan satu server tersendiri;

b. Aplikasi billing yang saat ini berbasis desktop sudah mumpuni untuk proses bisnis saat ini dari segi databasepun sudah memakai Microsoft SQL Server namun masih dapat dikembangkan dengan migrasi ke webbase dan dihandle secara mandiri oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor;

c. Aplikasi Pasang Baru (Sambungan Baru) perlu dibuatkan untuk mengakomodir proses bisnis mulai dari hulu (pelanggan mendaftar) ke hilir (air mengalir dan menjadi rekening) meliputi pemasaran, perencanaan, gudang, pelaksanaan, dan pengawasan yang menjadi satu rangkaian proses sehingga setiap proses dapat dipantau dan ditelusuri dengan mudah. Dengan platform berbasis web untuk administrasi dan berbasis android untuk realisasi di lapangan. Hal ini dapat menjamin pekerjaan dilakukan dengan baik dan benar.

d. Aplikasi MMR perlu dimigrasi ke webbase dengan database Microsoft SQL Server terpusat yang sebelumnya MySQL. Hal ini juga akan berdampak pada aplikasi android yang juga harus dimigrasi

Pembangunan Data Spasial

•Penggunaan AutoCAD

•Konversi Data AutoCAD ke data spasial (GIS)

•Pembuatan basisdata spasial tunggal (single-database)

•Target penyelesaian data lokasi pelanggan dan aset

•Penyusunan SOP updating data spasial, untuk konsistensi pembaruan data spasial

Pemanfaatan Data Spasial (Manajemen aset)

•Pembuatan peta untuk petugas pencatat meter

•Analisis kepelangganan

•Analisis kondisi aset

•Pemodelan hidraulik

•Integrasi dengan aplikasi MIS lainnya

(29)

komentar pelanggan, foto dan GPS yang dalam pembacaannya diperlukan jadwal harian (bukan bulanan) yang dijadwalkan melalui aplikasi dan diatur dan dikondisikan oleh supervisi cabang. Data- data tersebut akan sangat berguna jika ada komplain dari pelanggan khususnya masalah pemakaian air. Data yang selama ini hanya disimpan 4 bulan terakhir saja perlu diperluas menjadi 2 tahun terakhir dengan menambah kapasitas penyimpanan pada server;

e. Tidak adanya aplikasi Pengaduan (Work Order) menyebabkan sulitnya monitoring pekerjaan.

Dengan adanya aplikasi pengaduan yang terintegrasi dengan aplikasi-aplikasi lain maka setiap pekerjaan dapat diketahui status dan dapat ditelusuri dengan mudah. Aplikasi ini menjadi fundamental karena setiap pekerjaan harus melalui aplikasi ini sehingga semua pekerjaan termonitoring penuh yang dapat gunakan oleh:

Call center/pengaduan untuk meng-input data keluhan pelanggan;

Produksi untuk menyelesaikan pekerjaan rutin maupun isidentil (misal tandon drop/ muka air reservoir dibawah minimal, pompa trouble, dan sebagainya);

Distribusi untuk menangani keluhan pelanggan seperti air tidak mengalir;

IT untuk menangani keluhan user yang menggunakan aplikasi seprti jika ada trouble aplikasi atau jaringan;

Pencatatan meter air untuk mengorder pekerjaan keadaan meter yang tidak normal ke bagian terkait;

Dan bagian-bagian lain yang pekerjaannya dapat di rekam melalui aplikasi.

WORK ORDER

PEMAKAIAN MENINGKAT

PASANG BARU BOCORAN AIR TIDAK MENGALIR

KELUHAN IT

PENGGUNA APLIKASI

HUBLANG BAGIAN DISTRIBUSI LAIN

PRODUKSI

DATA CENTER

CALL CENTER PENCATAT IT

METER

f. Aplikasi E-Akuntansi (SIKOMPAK) perlu bangun ulang sehingga jika ada perubahan format dan data laporan tidak perlu menunggu lama. Pembangunan aplikasi SIKOMPAK berbasis web dengan database Microsoft SQL Server dilakukan secara mandiri untuk memudahkan maintenance dan troubleshooting;

(30)

KAS BESAR KAS KECIL

HUTANG PIUTANG

AKTIVA TETAP

PERSEDIAAN (GUDANG) PENDAPATAN

AIR/NON AIR ANGGARAN PEMBIAYAAN

SIKOMPAK

BON PERSEDIAAN PASANG BARU

BILLING

PENCATATAN METER

REKENING AIR LIMBAH

BON PERSEDIAAN JARINGAN PIPA

PASANG BARU PENYUSUNAN ANGGARAN GAJI

PAJAK MANAJEMEN

ASSET

DATA CENTER

PENGADUAN WORK

ORDER WUIN

GIS SDM DLL PENGADAAN

DATA SPAM

LAPORAN

NERACA LABA RUGI

ARUS KAS

REALISASI ANGGARAN PROYEKSI

KEUANGAN

BUKU BESAR

LAPORAN PENDUKUNG LAINNYA

PENGGUNA APLIKASI

KANTOR CABANG DIVISI

ANGGARAN

DIVISI / BAGIAN DIVISI

KEUANGAN DIREKSI

g. Aplikasi Manajemen Aset juga belum dimiliki oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor.

Aplikasi ini sebenarnya telah dibangun oleh BPPSPAM untuk PDAM-PDAM di Indonesia yang membutuhkan manajemen aset khususnya aset SPAM berbasis IT. Dengan ini, tidak perlu membangun ulang namun meminta bantuan kepada BPPSPAM untuk instalasi dan pendampingan terkait aplikasi manajemen aset milik BPPSPAM;

h. Aplikasi Anggaran sudah menggunakan database Microsoft SQL Server namun masih berbasis desktop. Untuk aplikasi ini perlu dimigrasi ke webbase dengan database yang sama;

i. Aplikasi SIMPEG perlu dibangun ulang dengan database Microsoft SQL Server dan berbasis web.

Aplikasi ini penting untuk pengelolaan karyawan yang nantinya harus diintegrasikan dengan aplikasi- aplikasi lain khususnya Work Order untuk dapat memonitoring pekerjaan setiap karyawan. Selain itu setiap pendapatan yang didapat oleh karyawan akan direkam oleh aplikasi ini baik komponen gaji, tunjangan, honor dan lain-lain yang terintegrasi dengan aplikasi SIKOMPAK dan Perpajakan;

j. Aplikasi Buka/Tutup (Putus) dibangun secara mandiri agar lebih fleksibel dan dapat dengan cepat menyesuaikan dengan kebijakan dan aturan perusahaan;

5.3 TAHAPAN PENGEMBANGAN APLIKASI

a. Assesment

Pada tahapan ini sistem analis melakukan wawancara untuk mengetahui proses bisnis yang ada dan berlaku di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Dengan adanya assesment ini dapat dihasilkan gambaran arsitektur jaringan, server dan aplikasi.

b. Pengumpulan Data

Pada tahapan ini PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor melakukan pengumpulan data yang diperlukan oleh sistem analis untuk kebutuhan proses pembuatan dan pengembangan aplikasi.

Tahapan ini membutuhkan dukungan penuh dari PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor untuk kelancaran pengumpulan data.

c. Analisa Dan Desain

(31)

Setelah dilakukan kedua proses diatas maka langkah selanjutnya adalah menganalisa data dan mendesain/merancang antarmuka aplikasi yang dibutuhkan oleh programmer.

d. Pembuatan

Programmer membuat/mengembangkan aplikasi sesuai dengan desain dan diagram alir yang dibuat oleh sistem analis.

e. Testing

Aplikasi akan dilakukan proses percobaan (trial and error) pada divisi sesuai dengan aplikasi tersebut dipakai. Jika terjadi kesalahan sistem, akan dilakukan perbaikan oleh sistem analis dan programmer.

f. Implementasi

Pendampingan akan dilakukan setelah proses testing selesai dengan data sebenarnya.

g. Maintenance dan Monitoring

Maintenance dan Monitoring dilakukan setiap periode tertentu untuk melihat perkembangan aplikasi dan memastikan aplikasi tersebut berjalan dengan baik

Berikut beberapa kriteria khusus tiap aplikasi : a. Pasang Baru (Sambungan Baru)

Membutuhkan aplikasi GIS untuk kemudahan informasi (khususnya peta lokasi) kepada petugas sehingga petugas tidak perlu melakukan survey. Hal ini dapat mempercepat proses bisnis pada sambungan baru (2 hari mengalir).

Membutuhkan aplikasi Gudang untuk mengetahui stok material yang akan diambil serta proses pengambilannya

b. Pembacaan Meter Air

Membutuhkan portal berbasis web untuk menampilkan hasil pembacaan meter air pelanggan

Membutuhkan aplikasi Android untuk pembacaan meter air pelanggan dengan data lengkap (stand meter, keadaan meter, komentar pelanggan, foto dan GPS)

Membutuhkan google map untuk mengetahui lokasi pembacaan meter air pelanggan dan area baca meter

c. Gudang

Dibutuhkan master data material

Dibutuhkan data stok awal material d. Pengaduan (Work Order)

Dibutuhkan data history pengaduan pelanggan

Integrasi dengan aplikasi-aplikasi lain terkait pengaduan pelanggan e. SIKOMPAK

Dibutuhkan data seluruh database SIKOMPAK f. Billing

Dibutuhkan data pemakaian air pelanggan yang diambil dari aplikasi baca meter g. SimPeg

Dibutuhkan data master pegawai

Penambahan modul-modul lain yang terintegrasi seperti gaji karyawan, kenaikan pangkat, dan sebagainya

h. Aset Manajemen

Dibutuhkan data master aset (identifikasi aset khususnya SPAM), dapat menggunakan as built drawings yang sudah ada

Google map untuk melihat titik lokasi aset PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor

Peta topografi, peta RBI sebagai peta dasar dalam membangun basisdata

(32)

5.4 WATER UTILITY INFORMATION NETWORK

Pengembangan WUIN yakni dengan menerima data dari logger dan menampilkannya dalam bentuk diagram dan peta lokasi. Menerima data dari semua jenis logger selama logger aktif. Data dari logger harus diseragamkan menggunakan database Microsoft SQL Server dari jenis dan merk logger apapun.

Penarikan data dilakukan pada Microsoft SQL Server yang telah menerima data dari logger-logger dan menampilkannya dalam dashboard berbasis web.

Gambar 5.3. Contoh Aplikasi WUIN

5.5 SOFTWARE PLATFORM

Dalam pengembangan sebuah aplikasi berbasis web banyak platform yang bisa digunakan, namun kami rekomendasikan dua platform terbaik yang sesuai dengan IT Master Plan PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor. Berikut platform yang kami rekomendasikan :

a. PHP Berbasis Framework

Sebuah pemrograman berbasis web yang sangat umum digunakan oleh kalangan programmer web. Ada beberapa framework yang dapat digunakan dalam pemrograman PHP antara lain: Code Igniter (CI), Yii, Laravel, dan sebagainya. Direkomendasikan menggunakan Code Igniter karena lebih banyak tutorial yang disediakan dan panduan troubleshooting dari banyak komunitas pemrograman PHP. Framework ini bersifat gratis.

b. Jquery Easy UI

Framework ini merupakan framework javascript, Jquery dan CSS dimana penggunanya akan

(33)

aplikasi lebih cepat dalam beradaptasi dengan sistem, dari segi programmer lebih mudah karena dilengkapi dengan banyak contoh dan dokumentasi yang cukup lengkap. Framework ini bersifat gratis.

c. Database Microsoft SQL Server

Database digunakan untuk menyimpan data yang harus dapat dengan mudah diakses, stabil, kuat namun tetap aman. Direkomendasikan menggunakan Microsoft SQL Server karena pada banyak database aplikasi eksisting yang menggunakan jenis database ini. Microsoft SQL Server juga dapat memberikan dukungan baik dari segi performa dan dukungan dari perusahaan Microsoft sendiri. Databse ini merupakan database berbayar dimana ketika kita ingin mendapatkannya kita harus membelinya terlebih dahulu walaupun sebenarnya Microsoft telah menyediakan versi gratis yaitu SQL Server Express dengan beberapa keterbatasan.

5.6 INFRASTRUKTUR JARINGAN

Terdapat 2 (dua) masalah utama yang terjadi pada infrastruktur jaringan antara lain:

a. Penataan jaringan Wide Area Network (WAN) yang digunakan untuk koneksi kantor cabang, kantor unit dengan kantor pusat. Penataan tersebut meliputi media koneksi yang dipergunakan dan besar bandwith yang disediakan untuk kantor cabang, kantor unit dan backbone yang digunakan pada kantor pusat.

Letak geografis kantor cabang, kantor unit PDAM Tirta Kahuripan yang memungkinkan mendapatkan akses fiber optic dari jasa provider telekomunikasi maka kami memberikan solusi menggunakan fiber optic untuk akses WAN.

Dalam penggunaan fiber optic, terdapat beberapa keuntungan antara lain :

1. Lebar jalur besar dan kemampuan dalam membawa banyak data, dapat memuat kapasitas informasi yang sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan.

2. Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi.

3. Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang.

4. Imun, kekebalan terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio.

5. Non-Penghantar, tidak ada tenaga listrik dan percikan api.

6. Tidak berkarat.

Jasa layanan yang digunakan akan lebih baik apabila menggunakan Multiprotocol Label Switching (MPLS).

Multiprotocol Label Switching (disingkat menjadi MPLS) adalah teknologi penyampaian paket pada jaringan backbone berkecepatan tinggi. Asas kerjanya menggabungkan beberapa kelebihan dari sistem komunikasi circuit-switched dan packet-switched yang melahirkan teknologi yang lebih baik dari keduanya. Dengan menggunakan MPLS maka hak pengaturan IP dapat kita kendalikan dan jaringan bersifat tertutup. Topologi jaringan WAN menggunakan MPLS adalah sebagai berikut:

(34)

Gambar 5.4. Topologi MPLS

Koneksi dari kantor cabang ke kantor pusat, ping time tidak lebih dari 20 ms agar data terkirim dengan lancar tanpa ada waktu delay. Untuk mencapai kualitas ping time tersebut MPLS (Multiple Protocol Label Switching) dapat menjadikan suatu solusi. MPLS adalah jaringan yang berbasiskan Ethernet yang bersifat internal, artinya pengguna akan mendapatkan keuntungan dimana jaringan bersifat intranet meskipun jalur yang dilewati-nya dipakai oleh bersama-sama oleh pengguna yang lain. Keamanan informasi yang ditawarkan disini sama dibandingkan dengan saluran berbasiskan teknologi lain seperti leased line, frame relay atau ATM. Disamping itu, MPLS juga menawarkan kemampuan untuk meng-optimalisasi jaringan sesuai dengan penggunaan, seperti untuk pemisahan aplikasi baik yang sensitif terhadap gangguan ataupun delay dalam jaringan maupun data yang sifatnya best effort. Dengan demikian, dalam MPLS dapat digabungkan aplikasi konvensional seperti client- server, intranet, email dengan semua aplikasi yang berbasiskan multimedia, baik suara ataupun gambar yang biasanya lebih sensitif terhadap delay dan gangguan.

MPLS memberikan kemudahan untuk pengguna dapat memanaged IP mereka sendiri dan memberikan Classof services terhadap data sesuai dengan kebutuhan. Padalayanan ini, backbone MPLS berfungsi sebagai HUB atau bridge.

Pemanfaatan MPLS pada jaringan WAN PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor tetap menggunakan provider yang lama, tetapi hanya merubah layanan yang digunakan dari akses internet menjadi MPLS dan meminta jaminan kualitas layanan dalam bentuk Service Level Agreement (SLA) tidak kurang dari 98%. Berikut topologi WAN Kantor Pusat dengan Kantor Cabang/ Kantor Unit:

(35)

Gambar 5.5. Topologi WAN dengan menggunakan MPLS

Gn Putri FO: 5Mbps

B. Golf FO: 5Mbps

Leuwiliang FO: 5Mbps

Ciomas FO: 5Mbps

Kowist FO: 5Mbps

Kd Halang FO: 5Mbps

Ciawi FO: 5Mbps Pr Panjang

FO: 5Mbps

Cibinong FO: 5Mbps

Cileungsi FO: 5Mbps

Jonggol FO: 5Mbps Cisarua

FO: 5Mbps

Gn Batu FO: 5Mbps

Legenda FO: 5Mbps

Yasmin FO: 5Mbps

KANTOR PUSAT BackBone 50 Mbps

Penataan jaringan pada kantor pusat harus sesuai dengan standar baku Electronic Industries Alliance (EIA) dan Telecommunication Industry Association (TIA) untuk menjaga kualitas koneksi antar perangkat. Mencegah penurunan kualitas koneksi yang berakibat pada lambatnya akses pada server.

Pada topologi jaringan Kantor Pusat PDAM Tirta Kahuripan, menggunakan core switch dan distribution switch dimana Fungsi Core Switch adalah sebagai network switch yang menggabungkan beberapa device network switch menjadi satu kesatuan (integrated network). Distribution Switch berfungsi sebagai penghubung antara Core Switch dengan komputer end user. Pada penataan kabel LAN baru, komputer end user tidak diperkenankan untuk langsung terkoneksi pada core switch.

Gambar 5.6. Usulan Topologi Jaringan Kantor Pusat

Lantai 2 Lantai 1

SWITCH

SWITCH

SWITCH

SWICTH FIREWALL

192.168.100.0/24

WAN FC

(36)

Penggunaan kabel data menggunakan kabel UTP category 6 dengan yang mampu mentransfer data dengan kecepatan 1 Gbps. Pemasangan kabel harus terlindung dengan pipa conduit end-to- end dan sesuai dengan standar EIA/TIA (Eletronic Industries Alliance/Telecommunications Industry Association).

Gambar 5.7. Topologi Jaringan sesuai EIA/TIA

Penataan kabel LAN pada kantor pusat PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor dengan topologi sebagai berikut:

Gambar 5.8. Usulan pengembangan topologi jaringan LAN Kantor Pusat Lantai 1

(37)

Gambar 5.9. Usulan pengembangan topologi jaringan LAN Kantor Pusat Lantai 2

b. Pada saat ini terdapat alternative LAN dengan menggunakan Wireless LAN dual band yang mampu transfer data sebesar 1 Gbps sama dengan kemampuan LAN menggunakan kabel UTP. Wireless LAN yang digunakan mempunyai kemampuan dual band dapat bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz sehingga tidak terjadi interferensi dengan peralatan yang memancarkan frekuensi lainnya.

Kemajuan teknologi wireless juga memungkinkan antar wifi saling memperkuat dan menghilangkan interferensi. Wireless LAN dengan menggunakan controller administrator jaringan akan lebih mudah monitoring jaringan, monitoring pengguna dan kecepatan koneksi menyerupai kecepatan koneksi menggunakan kabel.

Gambar 5.10. Topologi Wireless LAN dengan Controller

(38)

Berikut jaringan LAN di Kantor Pusat dengan menggunakan koneksi wireless

Gambar 5.11. Usulan pengembangan topologi jaringan WLAN Kantor Pusat Lantai 1

Gambar 5.12. Usulan pengembangan topologi jaringan WLAN Kantor Pusat Lantai 2

(39)

5.7 INFRASTRUKTUR SERVER

Keinginan manajemen PDAM Tirta Kahuripan dalam pembangunan aplikasi untuk mendukung seluruh proses bisnis tentunya akan membutuhkan server yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Idealnya satu aplikasi akan ditanam pada satu unit server dan tentunya akan semakin banyak invenstasi yang dibutuhkan untuk pengadaan server tersebut. Apabila proses bisnis sudah tergantung pada aplikasi yang dibangun maka downtime aplikasi dituntut seminimal mungkin bahkan tidak boleh terjadi gangguan. Tuntutan manajemen akan hal tersebut juga harus diimbangi dengan penyediaan infrastruktur server yang memadai, infrastruktur tersebut terdiri dari:

1. Data Center 2. Server

Data Center

Data Center merupakan serangkaian instalasi dalam satu area yang ditujukan untuk menjadi tulang punggung operasional TI terus menerus tanpa henti. Dalam sebuah data center, kita akan menemui rangkaian design dan arsitektur. Baik secara fisik maupun virtual. Hal tersebut di kerahkan untuk mencapai tingkat JAMINAN UPTIME tertentu. Karena downtime akan mengakibatkan transaksi pembayaran tidak dapat dilakukan, gangguan layanan pada pelanggan dan terganggunya sistem kerja dalam perusahaan maka tuntutan zero downtime sudah menjadi syarat wajib.

Faktor penting dalam membangun data center dengan konsep perancangan sesuai syarat merupakan hal yang wajib diketahui dalam pembangunan data center. Pembangunan data center data center tidak hanya mempertimbangkan sekedar luas area atau luas ruangan untuk membangun data center, akan tetapi ada berapa hal penting yang perlu di ketahui sebagai berikut :

1. Penentuan Lokasi Data Center

Lokasi data center harus bebas dari banjir, jauh dari kegiatan keramaian, dan terlindung dengan pasti dari kebocoran air hujan. Pada gedung dengan 2 lantai, ruang data center ideal diletakkan pada lantai 1 dengan kontur bangunan lebih tinggi dari rata tanah

2. Design dan Arsitektur Gedung/Ruang Data Center harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:

a. Menggunakan material bangunan baik lantai atau semen tahan api.

b. Atap gedung terlindung dari kebocoran

c. Akses keluar masuk terpusat pada satu pintu dana atau maksimal 2 pintu serta memungkinkan dilalui rak server

d. Sistem ventilasi udara

3. Luas Ruangan Data Center disesuaikan dengan kebutuhan rencana penggunaan rack server 4. Pengukuran Kebutuhan Pasokan Listrik direncanakan untuk kebutuhan 5 tahun mendatang, ideal

dapat menanggung beban 2x10.000 VA 5. Sistem Distribusi Listrik dilengkapi dengan:

a. Panel lsitrik utama dilengkapi dengan penahan gelombang arus tinggi b. Dilengkapi dengan UPS untuk tenaga listrik cadangan

c. Block soket listrik/ PDU disesuaikan dengan ukuran rack server d. Dilengkapi dengan Surge Protector

6. Sistem Pengaturan Suhu dan Kelembaban Udara menggunakan pendingin ruang yang bekerja secara bergantian dan dikontrol dengan ThermoHygrometer online

(40)

7. Penggunaan Lantai Anti Statis (Raised Access Floor) dengan kekuatan struktur yang dapat menahan beban berat hingga 1000 kg per meter persegi, dengan ketinggian minimal 30 cm dan mudah dalam instalasi kabel

8. Pemilihan Jenis Rack Server disesuaikan dengan ukuran server dan banyak server yang akan digunakan

9. Pengaturan Kabel melalui jalur bawah raised floor dan dipisahkan antara jalur kabel LAN dan kabel listrik

10. Sistem Pencegahan dan Penanganan Kebakaran dengan dilengkapi pemadam kebakaran dan sensor asap

11. Sistem Keamanan Didalam dan Luar Lingkungan Data Center dengan pemasangan door lock sensor

12. Grounding listrik yang terhubung dengan panel listrik dan rack server dengan resistensi kurang dari 1 Ω

Gambar 5.13. Gambar Ruang Data Center Ideal

Pembangunan data center seperti diatas tentunya memerlukan perencanaan yang matang, biaya dan proses pembangunan yang kadang memerlukan waktu lama. Apabila pembangunan aplikasi di PDAM Tirta Kahuripan harus segera dilaksanakan tentunya infrastruktur data center harus segera dibangun.

Untuk memenuhi kebutuhan data center terdapat alternative penyediaan data center dengan sistem colocation. Arti colocation server adalah menempatkan hardware server dan perangkat jaringan pada data center. Penggunaan colocation ditujukan untuk menghemat biaya investasi dan biaya operasional perusahaan serta dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan akan operasional IT di era digital ini.

(41)

Gambar 5.14. Skema Penggunaan Colocation

Kantor Pusat

Kantor Unit

Kantor Cabang

Jaringan Netral

Beberapa alasan perusahaan menggunakan jasa colocation server adalah tingginya biaya investasi untuk membangun data center.

1. Dengan menggunakan jasa colocation server di sebuah penyedia fasilitas data center tentunya dapat menghemat biaya investasi dan aktivitas operasional mereka tetap terjaga.

2. Pembangunan data center dibutuhkan waktu untuk membangun data center. Dengan menyewa lokasi penempatan server, perusahan dapat lebih cepat untuk lanjut ber-ekspansi dalam bidang usahanya masing-masing.

3. Perusahaan yang sudah memiliki data center sendiri juga memerlukan colocation data center untuk kebutuhan backup dan replikasi.

4. Data center memiliki teknologi yang selalu di-update dari waktu ke waktu, baik untuk efisiensi kelistrikan maupun untuk meningkatkan performa kinerja jaringan dan server, yang di dukung oleh para profesional yang selalu fokus dalam menangani operasional jaringan server di data center.

Kriteria yang wajib dimiliki oleh colocation data center

1. Tingkat Pengamanan yang lebih tinggi selama 24 jam termasuk memakai biometrik dan kamera CCTV

2. Pencegahan Kebakaran yang memadai sesuai standard 3. Tenaga listrik cadangan

4. Personal IT 24 jam non-stop

5. Lokasi bebas longsor, banjir, bencana dan kerusuhan 6. Sistem pengatur suhu ruangan dari segala arah

7. Koneksi jaringan yang netral dari beberapa operator telekomunikasi sehingga dapat lebih fleksibel dalam memilih koneksi jaringan internet tanpa harus memindahkan server.

8. Sistem monitoring yang memadai dan selalu di update.

9. Termasuk pada golongan data center Tier 3

Pada sistem data center co-location, PDAM Tirta Kahuripan menyediakan:

1. Server sesuai kebutuhan 2. Switch server

3. Storage server 4. Router

(42)

Terdapat konsekuensi dalam penggunaan colocation yaitu:

1. Membayar sewa colocation setiap bulan

2. Diperlukan koneksi MPLS dari Colocation ke Kantor Pusat sebesar 500 Mbps 3. Biaya sewa koneksi MPLS setiap bulan

4. Tidak direkomendasikan digunakan untuk server GIS karena membutuhkan koneksi yang tinggi.

Server

Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan (service) tertentu dalam sebuah jaringan computer dan memenuhi kriteria sebagai berikut

1. Prosesor scalable, dengan mengutamakan interkonektivitas antara komputasi, jaringan dan tidak mengorbankan keamanan data

2. Memory besar dengan kapasitas hingga 700 GB

3. Sistem Operasi khusus untuk menunjang kinerja server

4. Power Supply Redundant, lebih dari satu power supply untuk memenuhi kebutuhan zero downtime

5. Mampu bekerja pada jaringan besar, dimana server sebagai tempat aplikasi ditanam dan akan diakses oleh beberapa pengguna dalam waktu bersamaan.

Dengan kapasitas server saat ini yang besar dan aplikasi yang dibangun di PDAM Tirta Kahuripan membutuhkan spesifikasi yang kecil maka solusi virtualisasi server adalah pilihan yang tepat.

Pemanfaatan server dengan virtualisasi akan mengoptimalkan kapasitas server yang demikian besar sedangkan aplikasi web-based hanya membutuhkan resources server yang kecil. Banyak keuntungan dengan server virtual karena waktu restart server lebih cepat, kebutuhan listrik lebih hemat, kebutuhan ruang server tidak banyak karena dalam satu server fisik dapat dilakukan virtualisasi menjadi 10 unit virtual server bahkan lebih tergantung dari spesifikasi server host.

Gambar 5.15. Infrastruktur Server

(43)

Penggunaan database server yang terpisah juga akan memudahkan dalam membackup data dan aplikasi didalamnya sehingga apabila terjadi disaster proses bisnis tidak terganggu secara mutlak.

Gambar 5.16. Diagram Virtual Server

5.8 INFRASTRUKTUR KEAMANAN JARINGAN

Pembangunan aplikasi harus juga didukung dengan pembangunan infrastruktur jaringan baik LAN maupun WAN sehingga pengguna dapat mengoperasikan aplikasi yang sudah dibangun dengan nyaman.

Selain pembangunan secara fisik, keamanan jaringan harus diperhatikan karena digunakan untuk memonitor akses jaringan dan mencegah penyalah-gunaan jaringan tidak sesuai dengan ketentuan.

Pada suatu perusahaan, apabila Teknologi Informasi sudah menjadi tulang punggung pelaksanaan proses bisnis, keamanan jaringan sudah tidak dapat ditawar lagi. Pemasangan antivirus pada setiap piranti komputer yang digunakan untuk akses aplikasi wajib dilakukan. Antivirus juga memerlukan update secara berkala bahkan dalam 1 hari bias dilakukan empat kali, maka sistem update harus otomatis dan terpusat. Antivirus yang berbayar sudah tentu akan lebih kuat sistem pengamanannya karena setiap terdeteksi jenis virus baru akan secara otomatis pencegahannya terupdate juga.

Selain antivirus, apabila sistem jaringan sudah terhubung dengan akses internet, kebutuhan firewall juga suatu kewajiban untuk dipenuhi. Firewall adalah suatu sistem yang dirancang untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau ke dalam suatu jaringan internal. Sistem firewall dapat memanfaatkan fungsi dari router apabila menggunakan mikrotik tetapi akan lebih baik firewall berdiri sendiri sehingga update pengaturan secara otomatis dilakukan oleh vendor. Pada intinya firewall akan melindungi jaringan kita dari peretas, malware dan mencegah kegiatan mengakses situs tertentu yang membahayakan sistem jaringan kita.

5.9 PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Untuk mendukung pengembangan IT di PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor dibutuhkan sumber daya manusia yang dapat menjaga kelangsungan fungsi IT, dengan kualifikasi sebagai berikut :

Billing Server MMR Server Akuntansi Server

Logger Server GIS Server

Logger Server

GIS Server Database Server

(44)

a. Staf GIS

Minimal S1 jurusan Geografi/Geodesi/Kehutanan/Teknik Sipil/IT

Menguasai AutoCAD Map, QGIS, ArcGIS, Global Mapper, dan Geodatabase, DBMS

Memiliki pengetahuan dasar pemrograman Javascript, HTML, PHP

Menguasai peralatan survey lapangan seperti GPS

Usia maksimal 30 tahun b. Programmer Web

Minimal D3 jurusan IT/Sistem Informasi

Menguasai RDBMS

Mengerti bahasa pemrograman Javascript, HTML, PHP (Diutamakan)

Menguasai bahas pemrograam Phiton.

Menguasai salah satu framework (CI, YII, Laravel, ODDO)

Menguasai pemrograman android

Usia maksimal 28 tahun c. Network Engineer

Minimal D3 jurusan Teknik Komputer/Sistem Informasi

Menguasai routing cisco dengan sertifikasi CCNA

Menguasai konsep subnetting dan routing

Menguasai radio wireless

Usia maksimal 28 tahun d. System Administrator

Minimal D3 jurusan Teknik Komputer/Sistem Informasi

Menguasai virtualisasi server

Menguasai Operating System Linux Server, Windows Server

Memahami konsep back up dan replikasi

Menguasasi FreeNAS

Usia maksimal 28 tahun

(45)

KERANGKA KERJA ORGANISASI

Salah satu komponen yang penting dalam pembangunan aplikasi, hardware dan jaringan komputer adalah sinergi Bagian Teknologi dan Informatika dengan bagian lainnya, saat ini bagian Teknologi dan Informatika berada dibawah Direktorat Operasional, sedangkan bagian tersebut perlu berkoordinasi juga dengan Direktorat Umum. Untuk itu usulan restrukturisasi bagian Teknologi dan informatika dibawah garis komando Direktur Utama merupakan solusi permasalahan saat ini. Berikut ini adalah Struktur Organisasi saat ini dan Struktur Organisasi yang diusulkan untuk PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor

Gambar

Gambar 2.1. Kondisi Server di Kantor Pusat
Gambar 2.4. Topologi Jaringan LAN Kantor Pusat Lantai 2
Gambar 2.6. Topologi Database  192.168.0.202192.168.0.210 dbdb dbSQL Sever dbdbdbdbMS AccessMy SQLdbMS Access
Gambar 4.1 Customer Information System  PengaduanBilling CISPasang BaruMMR
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan lebih terperinci, Ibn Hajar al-Asqalani di dalam kitab- nya Fath al-Bari mengungkapkan bahwa khitan pada laki-laki adalah memotong kulit yang menutupi kepala

Studi ini untuk memahami mendiskripsikan dan menjelaskan strategi pengembangan dosen yunior baik melalui program secara formal maupun secara mandiri dalam mempengamhi

Aset keuangan FVTPL termasuk aset keuangan untuk diperdagangkan dan aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal sebagai FVTPL disajikan dalam laporan posisi

Proportionate Stratified Random Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner atau angket serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor tekanan ( pressure ): financial target yang diproksikan dengan persentase penyerapan anggaran berpengaruh negatif terhadap

Kasus jasa-jasa baik, pihak ketiga menawarkan jasa untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dan mengusulkan (dalam bentuk syarat umum) dilakukannya penyelesaian, tanpa

tidak dapat diperoleh penyelesaian, serta mereka tidak bermaksud untuk menyerahkan perselisihan mereka untuk diselesaikan dengan arbitrage oleh juru/dewan pemisah, seperti

Agorafobia bersifat selektif, dan dalam beberapa kasus, seseorang dengan agorafobia bisa mengatasi situasi yang ditakuti dengan membawa teman atau pasangan yang