• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

3. Modal Sendiri

a. Pengertian Modal Sendiri

Modal dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang mewakili kepentingan pemilik dalam suatu perusahaan. Sedangkan modal sendiri disebut juga dengan dana modal atau dana pihak pertama yang merupakan dana yang dihimpun dari para pemegang saham bank atau pemilik bank. Selain itu modal sendiri juga bisa didefinisikan sebagai suatu kekayaan bersih yaitu selisih antara nilai buku dengan aktiva dikurangi dengan nilai buku dari kewajiban. (Ismail, 2010: 40).

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan, laba) atau berasal dari pengambilan bagian peserta atau pemilik (modal saham, modal peserta, dll). Pada dasarnya modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tentu lamanya. E-Journal: (Wirastini, Prathama &

Fariantin, 2018: 184).

Berapa besar jumlah modal yang dibutuhkan oleh koperasi harus sudah ditentukan dalam proses pengoperasian atau dengan rincian berapa untuk modal tetap dan berapa untuk modal kerja.

Modal saham merupakan modal jangka panjang, dan modal jangka pendek yang digunakan sebagai modal kerja. Sumber modal yang berasal dari anggota terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Selain simpanan pokok dan wajib, sumber modal sendiri adalah simpanan sukarela atau kapitalisasi. (Wulandari, 2019: 51).

b. Sumber Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan laba) atau berasal dari pengambil bagian, peserta atau pemilik (modal saham, modal peserta dll). Pada dasarnya modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik

24

perusahaan dan yang tertanam di dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tentu lamanya. Berdasarkan UU No. 25 Tahun 1992 sumber modal sendiri koperasi adalah:

1) Simpanan Pokok

Simpanan pokok adalah simpanan yang sudah ditentukan jumlahnya dan sama besarnya bagi setiap anggota, serta diwajibkan kepada anggota untuk menyerahkan kepada koperasi pada waktu masuk menjadi anggota. Simpanan pokok ini tidak dapat diambil selama masih menjadi anggota koperasi.

2) Simpanan Wajib

Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang jumlahnya sudah ditetapkan dalam anggaran rumah tangga yang dibayarkan oleh anggota kepada koperasi dalam waktu atau kesempatan tertentu yang tidak harus sama, biasanya dibayarkan satu bulan sekali. Simpanan wajib ini juga tidak dapat diambil selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.

3) Dana Cadangan

Sejumlah uang yang diperoleh dari penyisihan sisa hasil usaha, yang digunakan untuk menutup modal sendiri dan menutup kerugian apabila koperasi diperlukan koperasi. Dana cadangan ini tidak boleh dibagikan kepada anggota koperasi, walaupun terjadi pembubaran koperasi. Karena dana ini digunakan untuk membayar hutang-hutang koperasi, menutup kerugian koperasi dan lainnya.

4) Hibah

Hibah adalah sejumlah uang atau barang modal yang dapat dinilai dengan uang yang diterima dari pihak lain yang bersifat hibah/pemberian dan tidak mengikat. Modal donasi ini merupakan bantuan yang diberikan tanpa ada perjanjian atau syarat apapun, dan modal ini digunakan untuk operasional

koperasi yang tidak bisa dipindah tangankan. (Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian).

c. Hubungan Modal Sendiri Terhadap Pendapatan

Sebagai organisasi ekonomi, koperasi dalam menjalankan usahanya memerlukan modal usaha. Peranan modal di dalam operasional koperasi mempunyai konstribusi yang sangat penting karena tanpa modal yang cukup koperasi tidak akan berjalan lancar. Modal dalam arti luas dimana modal itu meliputi baik modal dalam bentuk uang maupun barang misalnya mesin, barang-barang dagangan dan lain sebagainya. Dengan demikian modal dapat berupa uang maupun harta lainnya yang mempunyai nilai uang yang digunakan untuk menjalankan usaha. E-Journal:

(Wirastini, Prathama & Fariantin, 2018: 183).

Faktor modal dalam usaha koperasi merupakan salah satu alat yang ikut menentukan maju mundurnya koperasi. Tanpa adanya modal, suatu usaha yang bersifat ekonomis tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Untuk menumbuhkan koperasi supaya berkembang, maka dibutuhkan ada keuntungan atau yang disebut dengan sisa hasil usaha (SHU). E-Journal:

(Wirastini, Prathama & Fariantin, 2018: 183).

Perkembangan usaha koperasi sangat ditentukan oleh besar kecilnya dana atau modal yang digunakan. Lebih lanjut dikatakan bahwa semakin berkembangnya kegiatan usaha koperasi dewasa ini, maka semakin besarlah dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan usaha koperasi. Hal ini berarti semakin besar pula tanggungjawab manajemennya. Faktor modal dalam usaha koperasi merupakan salah satu alat yang ikut menentukan maju mundurnya koperasi.tanpa adanya modal, suatu usaha yang bersifat ekonomis tidak akan dapat berjalan sebagaimana mestinya. E-Journal: (Suputra, Susila & Cipta, 2016: 2).

26

Faktor-faktor yang mempengaruhi SisaHasil Usaha terdiri dari dua faktor yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam terdiri dari partisipasi anggota, jumlah modal sendiri, aset, kinerja pengurus, volume usaha, kinerja manajer serta kinerja karyawan.

Faktor luar terdiri dari modal pinjaman dari luar, perilaku konsumen luar selain anggota dan pemerintah. E-Journal: (Suputra, Susila & Cipta, 2016: 2).

Bagi koperasi modal sendiri merupakan sumber permodalan yang utama, hal tersebut karena alasan:

1) Alasan Kepemilikan

Modal berasal dari anggota merupakan salah satu wujud kepemilikan anggota terhadap koperasi beserta usahanya.

Anggota yang memodali usahanya sendiri akan merasa lebih bertanggung jawab terhadap keberhasilan usaha tersebut.

2) Alasan Ekonomi

Modal yang berasal dari anggota akan dapat dikembangkan secara lebih efisien dan murah karena tidak diperkenankan persyaratan bunga.

3) Alasan Risiko

Modal sendiri/ anggota juga mengandung risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan modal dari luar, khususnya pada saat usaha tidak berjalan dengan baik. E-Journal: (Susandya, 2018: 61).

Simpanan anggota merupakan sumber modal internal yang berasal dari setoran anggota yang dapat mempengaruhi pertumbuhan laba. Dari data pra penelitian empiris menunjukkan bahwa meningkatnya simpanan saham anggota ikut mempengaruhi meingkatnya kinerja keuangan. Untuk itu peneliti berharap bahwa semakin tinggi rasio ekuitas terhadap total aset, akan semakin rendah kebutuhan untuk pendanaan eksternal terutama dalam bentuk pinjaman yang berbiaya tinggi yang dapat menurunkan profitabilitas. Koperasi kredit memiliki untung yang berbiaya

rendah akan berdampak pada biaya dana yang rendah dan akan meningkatkan profitabilitas. (Wulandari, 2019: 52-53).

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan dan hibah. Apabila semakin besar modal sendiri yang disetor maka semakin besar keleluasaan anggotanya dalam beroperasi meningkatkan volume usahanya sehingga hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan dan sisa hasil usaha. Modal sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap pendapatan dan sisa hasil usaha.

Dengan bertambahnya jumlah modal sendiri suatu koperasi akan mengakibatkan bertambahnya jumlah pendapatan dan sisa hasil usaha koperasi.

Modal sendiri pada dasarnya adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan yang tertanam didalam perusahaan untuk waktu yeng tidak tentu lamanya. Semakin kecil modal sendiri maka akan memiliki pengaruh yang cukup besar bagi pendapatan koperasi karena belum tentu dapat diperoleh dari penghasilan-penghasilan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran modal sendiri berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan dan pengaruhnya positif. E-Journal: (Musliadi, Ghazali Syamni &

Nazir, 2014: 10).

Dokumen terkait