• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

D. Model Active Learning Tipe Keep on Learning

1. Pengertian Model Active Learning Tipe Keep On Learning

Model pembelajaran aktif bertujuan untuk membuat siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Silberman (2016 : 281) menyebutkan bahwa ada 101 cara membuat siswa menjadi belajar aktif, salah satunya adalah keep on learning (tetap belajar). Cara ini merupakan salah satu cara yang termasuk dalam tipe belajar yang dapat membantu keberlangsungan pembelajaran tetap terjaga.

30

Dalam penerapannya cara ini akan dapat memberikan kelanjutan dari pembelajaran yang telah diterima dikelas.

Dalam pembelajaran aktif, siswa akan lebih mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini siswa secara aktif menggunakan otak baik untuk menemukan ide pokok dari materi, memecahkan persoalan, atau mengalikasikan apa yang baru mereka pelajari. Oleh sebab itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang telah diterima selama pembelajaran. Model pembelajaran aktif yang diterapkan dapat menjadi salah satu jalan untuk menjadikan materi yang telah dipelajari menjadi lebih bermakna dan bertahan lama. Salah satu tipe dari pembelajaran aktif yang sesuai dengan kriteria tersebut adalah tipe keep on learning. Dalam tipe ini siswa diharapkan dapat tetap belajar di luar kegiatan pembelajaran di kelas. Tipe ini memungkinkan siswa untuk lebih banyak mencurahkan ide atau gagasan dalam pembelajaran. Selain itu, siswa akan dapat melakukan pendalaman materi melalui diskusi bersama siswa lain dalam satu kelompok. Dengan ini siswa akan terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga membuat mereka mempunyai pengalaman belajar yang akan membantu dalam pemahaman materi (Zaini, 2008 : 74)

Model active learning tipe keep on learning ini memungkinkan siswa menemukan cara-cara untuk terus mempelajari mata pelajaran yang diajarkan. Siswa mendapat kesempatan untuk belajar diluar jam pelajaran di kelas sesuai dengan minat dan cara lain yang dapat mereka lakukan. Siswa dapat berdiskusi dengan kelompok mengenai materi yang telah diajarkan yang didapatkan dari berbagai sumber diluar kelas.

31

2. Langkah-langkah Model Active Learning Tipe Keep On Learning

Untuk dapat terlaksana dengan baik, perlu diperhatikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan model active learning tipe keep on learning yang akan dilakukan. Langkah-langkah tersebut yaitu :

a. Menunjukan harapan kepada siswa bahwa proses belajar tidak akan berhenti disitu saja karena waktu pelajaran telah selesai.

b. Memberikan nasihat pada peserta didik bahwa ada beberapa cara bagi mereka untuk melanjutkan belajar sesuai cara mereka sendiri.

c. Menunjukan bahwa salah satu cara melakukan ini adalah dengan brainstorming atau menumpahkan ide-ide mereka sendiri agar “tetap belajar”.

d. Membuat kelompok dan meminta setiap kelompok melakukan brainstorming (menumpahkan semua ide). Ada beberapa saran umum untuk menumpahkan ide-ide melalui beberapa pilihan berikut ini :

1) mencari artikel dari majalah, koran dan sebagainya yang terkait dengan materi pembelajaran,

2) mengambil cara lain dalam bidang pelajaran yang sama, 3) membuat daftar bacaan masa mendatang,

4) membaca kembali buku dan meninjau catatan yang dibuat selama pelajaran, 5) mengajarkan sesuatu yang telah dipelajari kepada siswa lain, dan

6) mencari pekerjaan atau tugas yang menggunakan keterampilan yang telah dipelajari.

e. Mengumpulkan kembali siswa ke dalam kelas dan meminta setiap kelompok untuk menyampaikan ide-ide atau gagasan-gagasan terbaiknya.

32

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Active Learning Tipe Keep On Learning Setiap model pembelajaran pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan dari model active learning tipe keep on learning yaitu : a. Kelebihan tipe keep on learning adalah sebagai berikut :

1) Menyadarkan peserta didik bahwa banyak jalan dalam menyelesaikan masalah. 2) Mendorong peserta didik berfikir kritis.

3) Akan menemukan hal-hal baru dalam mencari jawaban yang bersumber dari mana saja.

4) Interaksi antar peserta didik terjalin lebih erat. 5) Adanya ringkasan yang ditulis tiap kelompok.

b. Kekurangan tipe keep on learning adalah sebagai berikut :

1) Adanya peserta didik yang menggantungkan tugasnya pada orang lain. 2) Hanya dikuasai oleh orang yang pintar berbicara.

3) Peserta didik menjadi malas karena merasa ada yang sudah mengerjakan.

Dari uraian kelebihan dan kekurangan model active learning tipe keep on learning tersebut maka model ini sangat membantu siswa dalam meningkatkan aktivitas belajar yang selanjutnya diharapkan akan meningkatkan hasil belajar siswa. Model dan tipe pembelajaran ini membuat siswa dapat belajar dari banyak hal dan banyak jalan, sehingga akan mendorong mereka berpikir kritis. Rangkuman yang dihasilkan akan membuat siswa lebih mudah mengulas materi yang sedang dipelajari. Kekurangan model dan tipe ini harus diantisipasi oleh guru dengan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran agar dapat berjalan dengan baik.

33

4. Model Active Learning Tipe Keep On Learning dalam Pembelajaran PKn Pendidikan Kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang memiliki peran dalam keberlanjutan kehidupan siswa. Materi-materi yang diajarkan dalam PKn akan banyak diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seperti dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran PKn kelas V untuk sekolah dasar termuat materi mengenai organisasi dan cara pengambilan keputusan dalam sebuah forum. Materi ini akan menjadi bekal untuk siswa karena nantinya mereka akan banyak menerapkan apa yang mereka dapatkan dari materi tersebut.

Dalam pembelajaran siswa akan mengetahui macam-macam organisasi dan cara pengambilan keputusan didalamnya. Keterbatasan waktu yang tersedia membuat materi tidak dapat diajarkan secara lebih mendalam dan mendetail. Metode active learning tipe keep on learning memungkinkan siswa untuk mencari berbagai informasi mengenai materi yang sedang mereka pelajari melalui berbagai sumber. Melalui metode ini siswa juga akan dapat berdiskusi dengan kelompoknya sehingga dapat tersampaikan ide atau gagasan baru yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas, sehingga siswa mempunyai cara untuk lebih menguasai materi yang diajarkan.

Model active learning tipe keep on learning dalam pembelajaran PKn khususnya kelas V sekolah dasar, dapat diterapkan dalam materi-materinya sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Siswa menjalankan prosedur dalam model active learning tipe keep on learning sesuai dengan muatan materi yang akan tetap dipelajari di luar

34

kelas. Model active learning tipe keep on learning dimulai dengan pemberian materi mengenai organisasi di sekolah dan masyarakat oleh guru di dalam kelas. Selanjutnya guru membentuk kelompok-kelompok kecil, kemudian membuka kesempatan pada siswa untuk menyampaikan ide-ide bersama teman satu kelompok mengenai materi yang telah disampaikan. Guru kemudian memberikan pertanyaan yang mampu menarik minat siswa untuk belajar lebih lanjut. Hasil tanya jawab dan ulasan materi tersebut menjadi dasar untuk siswa mengumpulkan berbagai materi lain untuk membuat sebuah rangkuman. Siswa membawa hasil rangkuman pada pertemuan selanjutnya untuk diulas bersama. (Mahardika, 2013 : 51)

E.Definisi Operasional

Dokumen terkait