BAB V SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya, maka terdapat beberapa saran sebagai berikut.
1. Bagi siswa
Siswa hendaknya tetap belajar walaupun pembelajaran di dalam kelas telah selesai, tidak hanya dalam pelajaran PKn saja namun pada mata pelajaran yang lain. Hasil belajar kognitif PKn siswa telah mengalami peningkatan setelah diberi tindakan menggunakan model active learning tipe keep on learning, oleh karena
81
itu disarankan kepada siswa agar mempertahankan dan lebih rajin belajar sehingga hasil belajar yang diperoleh selalu baik.
2. Bagi guru
Guru diharapkan dapat menggunakan model active learning tipe keep on learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran lain. Selain itu guru diharapkan dapat mengembangkan model active learning tipe keep on learning untuk menunjang kegiatan pembelajaran, sehingga dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki siswa dalam memperoleh ilmu.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model active learning tipe keep on learning pada mata pelajaran yang berbeda dan lebih memperhatikan pemberian tugas untuk membimbing kegiatan belajar siswa ketika pembelajaran di kelas telah selesai.
82
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Lorin W. & Krathwohl, David R. (2010). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran Pengajaran, dan Asesmen. Penerjemah: Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ahmadi, A & Widodo. (2004). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2015). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
David, R. dkk (2010). Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Djiwandono, S.E.W. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Grasindo Garamedia Widiasarana Indonesia.
Ellis, A.K. (1998). Teaching and Learning Elementary Social Studies. Boston: Ally and Bacon.
Hamalik, O. (2006). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Hamid, M.S. (2011). Metode Edutaiment. Yogyakarta: Diva Press.
Hollingsworth, P. (2008). Pembelajaran Aktif (Meningkatkan Keasyikan Kegiatan di Kelas). Jakarta : PT. Macanan Jaya Cemerlang.
Indriyani, M. (2015). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PKn Menggunakan Model Active Learning Tipe Role Reversal Question pada Siswa Kelas V SD N Minomartani 6 SlemanYogyakarta. Skripsi. UNY.
Mahardika, Y. (2013). Upaya Peningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik Kelas X Akuntansi 3 dengan Model Active Learning teknik Guided Teaching dan Keep On Learning di SMK 1 Godean Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. UNY.
Mudyahardjo, R. (2012). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Mulyasa. (2010). Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mutiah, D. (2010). Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana Prenada. Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan
Dasar dan Menengah Dasar. Diakses dari http://bnsp-indonesia.org/id/?page_id=103 pada tanggal 23 Desember 2016, jam 19.10 WIB
83
Rusman. (2010). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta : Rajawali Press.
Sanjaya, W. (2011). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana.
Sardiman, A. M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Silberman, M. L. (2011). Active Learning: 101 Cara Belajar Siswa Aktif. (Alih Bahasa: Raisul Muttaqien). Bandung: Nusa Media.
Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soekamto, T & Putra, U.S.W. (1997). Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud.
Sudjana, N. (2009). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suharno, dkk. (2006). PKn di SD Buku Pegangan Kuliah. FIP UNY.
Suparwoto. (2004). Dasar-dasar dan Proses Pembelajaran. Yogyakarta: DIPA UNY.
Suprijono, A. (2016). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Suryabrata, S. (2004). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: PT. Grafindo Persada. Syaodih, N & Ibrahim. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta : Rineka Cipta. Tampubolon, S. (2014). PenelitianTindakan Kelas Sebagai Pengembangan
Profesi Pendidik dan Keilmuan. Jakarta : Erlangga.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Uno, H. B. (2015). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Lingkungan Kreatif Efektif Menyenangkan). Jakarta : Remaja Rosdakarya.
Zaini, H. (2008). Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta : Pustaka Insan Madani.
84
85 LAMPIRAN 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. RPP SIKLUS I
86
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Sekolah : SD Negeri Kraton Kelas/ Semester : V/ 2
Mata Pelajaran : PKn
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. STANDAR KOMPETENSI
3. Memahami kebebasan berorganisasi.
B. KOMPETENSI DASAR
3.2 Menyebutkan contoh organisasi di sekolah dan masyarakat.
C. INDIKATOR
3.2.1 Menyebutkan organisasi yang ada di sekolah. 3.2.2 Menyebutkan organisasi yang ada di masyarakat. 3.3.3 Menjelaskan struktur organisasi yang ada di sekolah. 3.3.4 Menjelaskan struktur organisasi yang ada di masyarakat. 3.3.5 Menjelaskan pentingnya keberadaan organisasi.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah melakukan diskusi kelompok serta tanya jawab siswa dapat memberikan contoh bentuk-bentuk organisasi sekolah dengan tepat. 2. Setelah melakukan diskusi kelompok serta tanya jawab siswa dapat
memberikan contoh bentuk-bentuk organisasi masyarakat dengan tepat.
3. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat membuat struktur organisasi yang ada di sekolah.
87
4. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat membuat struktur organisasi yang ada di sekolah.
5. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat menjelaskan pentingnya keberadaan organisasi.
Karakter siswa yang diharapkan :
Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, aktif.
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model : active learning tipe keep on learning
2. Metode : diskusi, tanya jawab, tugas kelompok, tugas individu
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan ke-1
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan menuntun berdoa bersama. b. Guru mempresensi kehadiran siswa.
c. Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.
d. Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “siapa yang pernah mengikuti organisasi baik di sekolah maupun di masyarakat?”
2. Kegiatan Inti (45 menit)
a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Siswa dibagi ke dalam 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4 orang.
c. Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai bahasan yang diberikan oleh guru
88
d. Siswa menuliskan hasil diskusinya (dalam kolom yang telah disediakan).
e. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya secara bergantian.
f. Guru memberikan umpan balik terhadap pemaparan hasil diskusi siswa melalui tanya jawab.
g. Guru menyampaikan harapan kepada siswa agar tetap dapat belajar walaupun pelajaran di kelas telah selesai.
h. Siswa diberi motivasi untuk dapat belajar di luar kelas melalui sumber yang mereka pilih.
i. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas dari guru untuk membuat rangkuman mengenai materi yang mereka pelajari. j. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk membuat
struktur organisasi sekolah dan masyarakat dengan berkunjung langsung ke tempat organisasi tersebut berada atau melalui wawancara dengan salah satu pengurus organisasi.
k. Siswa menuliskan ide-ide (brainstorming) mengenai sumber selain yang telah diberikan guru yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas.
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
a. Siswa di bimbing guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. b. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
c. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. Pertemuan ke-2
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan menuntun berdoa bersama. b. Guru mempresensi kehadiran siswa.
c. Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.
d. Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “dalam suatu organisasi biasanya terdapat pengurus, coba sebutkan
89
pengurus organisasi yang kamu ketahui? apakah kalian tahu tugas apa saja yang dilakukan pengurus organisasi? Untuk itu kita akan mempelajari tentang tugas pengurus organisasi”
2. Kegiatan Inti (45 menit)
a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Siswa dibagi ke dalam 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4 orang.
c. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di luar kelas berupa struktur organisasi di sekolah dan masyarakat secara bergantian.
d. Siswa mempresentasikan hasil rangkuman yang telah dibuat. e. Guru memberikan umpan balik terhadap pemaparan hasil diskusi
siswa melalui tanya jawab.
f. Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai bahasan yang diberikan oleh guru.
g. Siswa menuliskan hasil diskusinya (dalam kolom yang telah disediakan).
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
a. Siswa di bimbing guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi.
c. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
d. Guru menutup pembelajaran dengan mengucapkan salam. H. SUMBER/MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN
1. Setiati, dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI Kelas V. Jakarta : PT. Grasindo.
2. Sunarso, dkk. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta : Yudhistira.
3. Lembar diskusi siswa 4. Lembar evaluasi
90 I. PENILAIAN
1. Prosedur penilaian
Jumlah jawaban benar x 10 = 20
2. Bentuk instrumen
Teknik : tertulis
Soal : pilihan ganda
Soal instrument : terlampir 3. Kriteria keberhasilan
Pembelajaran ini berhasil apabila 75% dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar memperoleh nilai ≥75.
Mengetahui, Guru Kelas V Wagirah, S.Pd NIP. 19640420 198604 2 005 Yogyakarta, Maret 2017 Mahasiswa Deny Estiningtyas NIM. 13108241005
91
Ringkasan Materi Siklus 1 Pertemuan ke-1
Organisasi
1. Organisasi di Sekolah
Sekolah merupakan sebuah organisasi karena sekolah mempunyai kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pegawai tata usaha, para guru, penjaga sekolah, dan para murid. Sekolah merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan. Salah satu tujuan organisasi sekolah adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Caranya dengan memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa.
Selain sebagai sebuah organisasi, sekolah juga terdiri atas organisasi-organisasi di sekolah antara lain pramuka, koperasi sekolah, UKS, dan sebagainya.
a. Pramuka
Dalam pramuka terdapat berbagai kegiatan yang menyenangkan. Pramuka mempunyai banyak manfaat karena memberikan banyak keterampilan hidup. Dalam pramuka kita diajarkan untuk hidup berorganisasi. b. Koperasi Sekolah
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah. Anggota koperasi terdiri dari para siswa. Koperasi biasanya menjual peralatan sekolah seperti pensil, buku tulis, buku gambar, dan lain-lain. Agar dapat berjalan, koperasi harus mempunyai dana. Berikut ini asal sumber dana koperasi:
1) Simpanan pokok, yaitu sejumlah uang yang wajib dibayarkan oleh anggota koperasi pada saat menjadi anggota koperasi.
92
2) Simpanan wajib, yaitu jumlah simpanan yang harus dibayarkan anggota kepada koperasi dalam waktu tertentu. Simpanan wajib dibayarkan setiap bulan dan besaran simpanan wajib sama pada tiap bulannya. Simpanan wajib tidak dapat diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi.
3) Dana cadangan, yaitu sejumlah uang yang diperoleh dari sisa hasil usaha (SHU). Dana ini digunakan dalam keadaan daruratdan keperluan penting lainnya.
4) Hibah, yaitu sejumlah uang atau barang yang bernilai yang diterima dari pihak lain yang tidak mengikat.
2. Organisasi di masyarakat a. Organisasi kemasyarakatan
Salah satu organisasi yang paling banyak jenisnya adalah organisasi kemasyarakatan. Oleh karena itu organisasi kemasyarakatan mudah sekali kita temukan. Contoh organisasi ibu-ibu PKK, organisasi pemuda, karang taruna, organisasi kesenian, organisasi keagamaan dan sebagainya. Jenis kegiatannya antara lain arisan, olahraga, kesenian, penyuluhan kesehatan, membentuk koperasi, mendirikan sekolah, kegiatan ibadah dan sejenisnya.
Selain itu terdapat KUD (Koperasi Unit Desa) merupakan salah satu organisasi yang ada di desa.KUD berfungsi untuk membantu menyejahterakan warga desa.
b. Organisasi pemerintahan
Organisasi pemerintahan lebih rumit dibanding organisasi kemasyarakatan.Sebab, selain mengurus pemerintah, organisasi pemerintahan juga mengurus masalah
93
kemasyarakatan. Pemimpin organisasi pemerintahan adalah kepala pemerintahan. Organisasi pemerintahan desa dipimpin oleh kepala desa. Organisasi pemerintahan kecamatan dipimpin oleh camat, dan seterusnya hingga presiden.
c. Organisasi Politik
Organisasi politik terbentuk untuk meraih tujuan. Tujuan tersebut adalah menempatkan anggotanya di organisasi pemerintahan. Contoh dari organisasi politik adalah partai politik.
d. Organisasi ekonomi
Organisasi ekonomi adalah organisasi yang memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi. Contoh organisasi ekonomi yaitu perusahaan, kelompok tani dan sebagainya.
94 Ringkasan Materi Siklus 1 Pertemuan ke-2
Struktur Organisasi
1. Struktur Organisasi di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat
Pada dasarnya, struktur berbagai macam organisasi di masyarakat hampir sama. Organisasi di masyarakat dipimpin oleh seorang ketua. Ketua tersebut dibantu oleh wakil ketua, sekretaris dan bendahara. dalam melaksanakan tugasnya, ketua dapat melimpahkan tugas kepada seksi-seksi, misalnya seksi umum, seksi pendidikan, seksi kepemudaan, seksi olahraga, seksi keamanan, dan lain-lain.
Kegiatan sebuah organisasi akan berjalan jika memiliki struktur atau susunan pengurus. Pengurus organisasi bertanggung jawab dalam setiap kegiatan yang dijalankannya. Organisasi menjadi semakin kuat apabila pengurus mampu mengajak semua anggotanya terlibat dalam setiap kegiatan. Setiap pengurus maupun anggota dalam sebuah organisasi memiliki fungsi masing-masing. setiap fungsi tersebut harus dijalankan dengan baik agar tujuan dari organisasi tersebut juga dapat tercapai dengan baik.
95
Contoh struktur dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:
Lembar Diskusi Siswa
2. Pentingnya sebuah organisasi
Manusia tidak bisa hidup sendiri. Dalam mencukupi kebutuhannya manusia selalu membutuhkan orang lain untuk itu manusia sering disebut makhluk sosial. Mereka saling membutuhkan, untuk bekerjasama kemudian membentuk sebuah organisasi. Untuk itu, sebuah organisasi penting karena memudahkan kita untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan.
Ketua Bidang III
Hutomo Ketua Bidang II Irsyadi Anggota Ketua Bidang I Mika Sekretaris Diana Bendahara Keke Ketua Ketut
96 Lembar Diskusi Pertemuan ke-1
Nama Anggota Kelompok :
1. ________________________ 3. ________________________ 2. ________________________ 4. ________________________
A. Tujuan
Mengetahui contoh-contoh organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, serta pentingnya keberadaan organisasi tersebut. B. Langkah-langkah
1. Diskusikan dengan anggota kelompokmu : a. Contoh organisasi di sekolah.
b. Contoh organisasi di masyarakat.
c. Mengapa keberadaan organisasi tersebut penting? Jelaskan alasanmu!
2. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom yang telah tersedia :
Contoh organisasi di sekolah
Contoh organisasi di masyarakat
Keberadaan organisasi tersebut penting karena……… ……… ……… ……… ………
97 Lembar Diskusi Pertemuan ke-2
Nama Anggota Kelompok :
1. ________________________ 3. ________________________ 2. ________________________ 4. ________________________
A.Tujuan
Mengetahui tugas-tugas pengurus organisasi yang ada di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, serta pentingnya keberadaan struktur organisasi tersebut.
B.Langkah-langkah
1. Diskusikan dengan anggota kelompokmu : a. Tugas pengurus organisasi di sekolah. b. Tugas pengurus organisasi di masyarakat.
c. Mengapa keberadaan struktur organisasi tersebut penting? Jelaskan alasanmu!
2. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom yang telah tersedia :
Tugas pengurus organisasi di sekolah
Tugas pengurus organisasi di masyarakat
Keberadaan struktur organisasi tersebut penting
karena………
……… ……… ………
98
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Nama Sekolah : SD Negeri Kraton Kelas/ Semester : V/ 2
Mata Pelajaran : PKn
Alokasi Waktu : 4 x 35 menit
A. STANDAR KOMPETENSI 4. Menghargai keputusan bersama.
B. KOMPETENSI DASAR
4.1 Mengenal bentuk keputusan bersama.
C. INDIKATOR
4.4.1 Menjelaskan makna keputusan bersama.
4.4.2 Mengidentifikasi beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama.
4.4.3 Menjelaskan bentuk-bentuk keputusan bersama.
4.4.4 Mengidentifikasi perbedaan musyawarah mufakat, voting dan aklamasi.
4.4.5 Menjelaskan makna pasal 28E ayat 3 UUD 1945.
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Setelah melakukan diskusi kelompok serta tanya jawab siswa dapat menjelaskan makna keputusan bersama dengan tepat.
99
2. Setelah melakukan diskusi kelompok serta tanya jawab siswa dapat mengidentifikasi beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama dengan tepat.
3. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat menjelaskan bentuk-bentuk keputusan bersama dengan tepat.
4. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat mengidentifikasi perbedaan musyawarah mufakat dan voting dengan tepat
5. Setelah melakukan diskusi kelompok dan tanya jawab siswa dapat menjelaskan pasal 28E ayat 3 UUD 1945 dengan tepat.
Karakter siswa yang diharapkan :
Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, aktif.
E. MATERI PEMBELAJARAN 1. Bentuk-bentuk keputusan bersama.
F. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN 1. Model : active learning tipe keep on learning
2. Metode : diskusi, tanya jawab, tugas kelompok, tugas individu G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan menuntun berdoa bersama. b. Guru mempresensi kehadiran siswa.
c. Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.
d. Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “Pernahkah dalam kelas, kalian membuat sebuah keputusan bersama? Bagaimana cara kalian melakukannya? Untuk dapat mengetahuinya, mari kita pelajari lebih lanjut”.
100
a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Siswa dibagi ke dalam 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4 orang.
c. Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai bahasan yang diberikan oleh guru.
d. Siswa menuliskan hasil diskusinya (dalam kolom yang telah disediakan).
e. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
f. Guru memberikan umpan balik terhadap pemaparan hasil diskusi siswa melalui tanya jawab.
g. Guru menyampaikan harapan kepada siswa agar tetap dapat belajar walaupun pelajaran di kelas telah selesai.
h. Siswa diberi motivasi untuk dapat belajar di luar kelas melalui sumber yang mereka pilih.
i. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas dari guru untuk membuat rangkuman mengenai materi yang mereka pelajari.
j. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk menuliskan cara pengambilan keputusan bersama melalui musyawarah dan voting, dengan menggunakan sumber-sumber lain seperti koran/surat kabar, video, atau bertanya langsung kepada orang yang memiliki pengalaman tersebut.
k. Siswa menuliskan ide-ide (brainstorming) mengenai sumber selain buku panduan yang telah diberikan guru yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas.
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
a. Siswa di bimbing guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. b. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
101 Pertemuan ke-2
1. Kegiatan Awal (10 menit)
a. Guru mengucapkan salam dan menuntun berdoa bersama. b. Guru mempresensi kehadiran siswa.
c. Guru mengkondisikan siswa agar siap menerima pelajaran.
d. Guru memberikan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “Pernahkah kalian mengikuti musyawarah mufakat, voting atau aklamasi? Tahukan kalian perbedaan antara ketiganya? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari kita pelajari bersama.”
2. Kegiatan Inti (45 menit)
a. Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan.
b. Siswa dibagi ke dalam 6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 4 orang.
c. Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di luar kelas berupa perbedaan pengambilan keputusan bersama melalui musyawarah mufakat dan voting.
d. Siswa mempresentasikan hasil rangkuman yang telah dibuat.
e. Guru memberikan umpan balik terhadap pemaparan hasil diskusi siswa melalui tanya jawab.
f. Siswa secara berkelompok berdiskusi mengenai perbedaan pengambilan keputusan bersama melalui musyawarah mufakat dan voting.
g. Siswa menuliskan hasil diskusinya (dalam kolom yang telah disediakan). 3. Kegiatan Akhir (15 menit)
a. Siswa di bimbing guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. b. Siswa mengerjakan soal evaluasi.
c. Guru memberikan motivasi kepada siswa.
102
H. SUMBER/MEDIA/ALAT PEMBELAJARAN
1. Setiati, dkk. 2007. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI Kelas V. Jakarta : PT. Grasindo.
2. Sunarso, dkk. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan Kelas 5 SD. Jakarta : Yudhistira.
3. Lembar diskusi siswa 4. Lembar evaluasi
I. PENILAIAN 1. Prosedur penilaian
Jumlah jawaban benar x 10 = 20
2. Bentuk instrumen
Teknik : tertulis
Soal : pilihan ganda
Soal instrument : terlampir 3. Kriteria keberhasilan
Pembelajaran ini berhasil apabila 75% dari jumlah siswa yang mengikuti proses belajar memperoleh nilai ≥75.
Mengetahui, Guru Kelas V Wagirah, S.Pd NIP. 19640420 198604 2 005 Yogyakarta, Maret 2017 Mahasiswa Deny Estiningtyas NIM. 13108241005
103 Ringkasan Materi Siklus 1 Pertemuan ke-1
Makna Keputusan Bersama
Dalam setiap organisasi pasti terdapat perbedaan. Misalnya perbedaan pendapat, pikiran, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, dalam organisasi pasti ada usaha untuk mengatasi perbedaan. Untuk mengatasi perbedaan ini diatasi dengan pengambilan keputusan bersama.
Keputusan bersama adalah keputusan yang melibatkan semua anggota organisasi. Keputusan bersama harus dilakukan karena dalam organisasi tersebut banyak orang. Dalam organisasi kita tidak bisa menyerahkan keputusan kepada satu orang. Semua warga organisasi harus terlibat dalam pengambilan keputusan.
Keputusan sebuah organisasi disebut keputusan bersama. Keputusan tersebut mewadahi semua pendapat yang muncul. Keputusan bersama haruslah mewakili kepentingan seluruh anggota organisasi.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan bersama adalah sebagai berikut :
1. kebersamaan, 2. persamaan hak,
3. kebebasan mengemukakan pendapat,
4. penghargaan terhadap pendapat orang lain, dan
5. pelaksanaan hasil keputusan secara bertanggung jawab.
Bentuk-bentuk keputusan bersama yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Musyawarah untuk mufakat
Musyawarah untuk mufakat adalah bentuk pengambilan keputusan bersama yang mengedepankan kebersamaan.
2. Pemungutan suara
Pemungutan suara atau voting adalah pengambilan keputusan bersama yang didahului kesepakatan bahwa setiap anggota akan
104
menerima pendapat yang didukung oleh suara terbanyak.
3. Aklamasi
Aklamasi adalah pernyataan setuju secara isan dari semua anggota organisasi.
105 Ringkasan Materi Siklus 1 Pertemuan ke-2
Perbedaan Musyawarah Mufakat, Voting, dan Aklamasi Perbedaan musyawarah mufakat, voting, dan aklamasi dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Musyawarah mufakat Voting Aklamasi
Mempertimbangkan dan menyepakati salah satu pendapat dari berbagai pendapat yang sudah dikemukakan.
Pendapat yang memperoleh suara terbanyak dalam
pemilihan maka menjadi keputusan.
Pernyataan setuju dari seluruh anggota kelompok terhadap sebuah pendapat.
Dilaksanakan sebagai awal dari pengambilan keputusan.
Dilaksanakan ketika beberapa pendapat dirasa sama baiknya atau sama buruknya.
Dilaksanakan ketika salah satu pendapat sudah dapat mewakili seluruh anggota dan disetujui. Harus diikuti oleh seluruh
anggota.
Harus diikuti oleh quorum atau 50%+1 dari jumlah anggota
Harus diikuti seluruh anggota.
Di Indonesia, kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat dan berorganisasi di atur oleh undang-undang dalam UUD 1945 pasal 28E ayat 3. Bunyinya adalah sebagai berikut : “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Pintu kebebasan yang telah terbuka harus dimanfaatkan dengan baik, untuk mengemukakan pendapat dalam sebuah musyawarah. Musyawarah dapat diikuti baik di lingkungan sekolah, rumah ataupun lingkungan masyarakat.
106 Lembar Diskusi Pertemuan ke-1
Lembar Diskusi Siswa Nama anggota kelompok
1. ______________________ 3. _____________________ 2. ______________________ 4. _____________________ Tujuan:
1. Mengetahui makna keputusan bersama.
2. Mengetahui beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama.
3. Mengetahui bentuk-bentuk keputusan bersama. Langkah-langkah :
3. Diskusikan dengan anggota kelompokmu : a. Makna makna keputusan bersama.
b. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan bersama.
c. Bentuk-bentuk keputusan bersama.
4. Tuliskan hasil diskusimu dalam kolom yang telah tersedia :
Keputusan bersama adalah……….. ………. ………. ……….
Bentuk pengambilan keputusan bersama dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu :
1. ………
2. ………
3. ………
Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam mengambil keputusan
bersama adalah…..………
………. ………. ……….
107 Lembar Diskusi Pertemuan ke-2
Lembar Diskusi Siswa Nama anggota kelompok
1. ______________________ 3. _____________________ 2. ______________________ 4. _____________________ Tujuan:
Mengetahui makna pasal 28E ayat 3 UUD 1945. Langkah-langkah :
1. Diskusikan dengan anggota kelompokmu : a. Bunyi pasal 28E ayat 3 UUD 1945.
b. Makna pasal 28E ayat 3 UUD 1945.