• Tidak ada hasil yang ditemukan

Model Pakaian Sederhana

Dalam dokumen Oleh : MUHAMMAD ACHYA HABIBI DALIMUNTHE (Halaman 76-81)

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3.10 Model Pakaian Sederhana

Insulasi kering termal pakaian dinilai dari material pakaian dan penyusun utama menjadi penting dalam melakukan investigasi. Model termal sederhana adalah bagian tubuh yang terkena panas dengan lapisan dari insulasi pakaian, Untuk menjaga keseimbangan panas tubuh dan mengalirkan panas ke kulit, determinasi panas pakaian, dan untuk keadaan lingkungan. Jika tubuh secara terus menerus dipanaskan, panas akan keluar dari tubuh sampai keseimbangan tercapai, temperatur kulit dan temperatur pakaian berada pada temperatur lingkungan. Untuk panas tubuh yang terus menerus (oleh produksi panas metabolisis), secara dinamis keseimbangan di perbaiki ketika (secara umum) oleh temperatur tubuh lebih besar dari temperatur kulit dan lebih besar dari temperatur permukaan pakaian serta lebih besar temperatur lingkungan.

Temperatur dari pakaian itu lebih tinggi dari temperatur lingkungan selain itu temperatur lingkungan juga memberikan insulasi (batas atau lapisan udara).

Karakteristik dari lapisan (pakaian) akan sangat menentukan untuk pertukaran panas dan bisa diperngaruhi oleh lingkungan luar. Dasar atau Instrinsic Clothing Insulation (Icl) akan mengikuti model secara tersendiri dari kondisi lingkungan eksternal. Karaktiristik masing-masing komponen ditampilkan pada Gambar 3.4.

10750,00

tcl ta

Enviroment ta, tt, v tsk tcl

tcore body

Gambar 3.4 Model Termal Sederhana dari Panas Tubuh dengan Lapisan dari Insulasi Pakaian

3.10.1 Transfer Panas dari Tubuh ke Kulit

Produksi panas metabolisme terjadi pada setiap bagian tubuh dan sistem thermoregulatory mengatur beberapa perpindahan panas pada kulit. Ini akan melibatkan perpindahan panas melalui jaringan dan akan sangat ditentukan oleh tingkat dari vasolidasi. Burton dan Edholm (1955) memberikan deskripsi detail.

Dalam aturan dari model digambarkan dalam Gambar 3.4. itu menjadi sangat penting untuk diketahui akan mempengaruhi kondisi kulit (temperatur dan pengeluaran keringat) yang penting untuk mempertimbangkan perpindahan panas melalui pakaian.

3.10.2 Instrinsic Clothing Insulation (Icl )

Instrinsic atau (dasar) dari insulasi pakaian itu menjadi karakteristik dari pakaian itu sendiri (bukan lingkungan eksternal atau kondisi tubuh) dan menggambarkan tahanan untuk perpindahan panas antara kulit dan permukaan pakaian. Tingkat dari perpindahan panas pakaian adalah konduksi. Tergantung pada luas permukaan (m2), gradian temperatur (oC) antara kulit dan permukaan pakaian dan daya konduktivitas (Wm-2/0C) dari pakaian. Instrinsic clothing insulation itu adalah timbal balik dari konduktivitas pakaian dengan unit m2oCW-1 (1941) pertama kali menerbitkan Clo unit, untuk menggantikan unit fisik dari m2oCW-1 dengan sesuatu yang mudah digambarkan dan berhubungan dengan pakaian yang dipakai oleh tubuh manusia. Satu Clo biasa menjadi permintaan insulasi panas yang diperlukan untuk tetap seseorang nyaman pada 21oC. Itu memiliki rata-rata nilai dari 0,155 m2oCW-1 dan itu representatif dari insulasi dari tipekal pakaian. Catatan penting itu adalah m2 hal itu menjadi area permukaan tubuh. Dasi yang digunakan dileher menjadi salah satu contoh yang diestimasikan insulasinya bernilai 0,1 Clo, sementara pakaian yang dibuat dari bahan yang sama dasi diestimasikan dengan insulasi bernilai 0,8Clo. Poin penting sebelum nilai Clo diestimasikan dari insulasi banyaknya didistribusikan keseluruh tubuh, yang bisa menjadi keraguan untuk penggunaan sebelum insulasi panas dari material. Satu unit dari insulasi pakaian dari material yang digunakan Tog (Pierce and Rees, 1946). Satu Tog itu memberikan nilai 0,1 m2 oC W-1 dimana istilah m2 merujuk pada area dari material yang diuji.

3.10.3 Tahanan Panas dari Lingkungan- Udara (Ia)

Jika lingkungan memiliki konduktivitas secara sempurna yaitu tidak ada tahanan, suhu permukaan dari pakaian akan turun untuk lingkungan. Ini tidak menjadi masalah besar. Lingkungan memperngaruhi tahanan panas secara signifikan bergantung dari bagaimana kondisi lingkungan mempengaruhi transfer panas secara konveksi (C) dan radiasi (R). Tahanan panas (Insulasi) dari lingkungan untuk tubuh telanjang adalah:

:; = <

="...(10) Dimana:

= = => + =@

=> = ABCDEFECG H>;GFDC> I;G;F FC@;>; >;JE;HED =@ = ABCDEFECG H>;GFDC> I;G;F FC@;>; KBGDCKHED

Untuk pakaian dibadan, area permukaan untuk perpindahan panas itu meningkatkan oleh jumlah mempengaruhi pada ketebalan dari lapisan pakaian. Ini dipertimbangkan digunakan hal fcl, dimana perbandingan dari area permukaan pakaian dari tubuh ke area tubuh tanpa pakaian dari tubuh adalah,

:; I;K;E;G =L,- =< = L,-M)...(11)

Sulitnya menentukan nilai untuk fcl. Secara aktif seseorang hanya pendekatan bisa dibuat, dan bahkan pada pengukuran pada kulit manikin (McCullough and Jones, 1984). Sistem yang lebih canggih termasuk pada teknik potograpic dan komputer aided antrhopometric scanners (e.g.Jones et al.,1989). Secara pendekatan memiliki dasar pada nilai instrinsic clothing insulation. Sebagai contoh McCullpugh dan

Jones (1984) memberikan aturan yang diikuti perkiraan kasar untuk lingkungan luar adalah :

fcl = 1 + M,- .P,-Q,<SS...(12)

Dimana Icl dalam Clo. Perlu ditekankan pendekatannya pada equatonnya dan nilai koefisiennya untuk Icl telah digunakan contoh 0,20 oleh Fanger (1970).

3.10.4 Insulasi Total (It) dan Insulasi Efektiv (Icle)

Dibutuhkan prinsip dan kuantitas untuk model sederhana yang digambarkan pada Gambar 3.4 Namun masih ada nilai yang lain dengan mengikuti literatur penelitian dan berguna untuk didiskusikan secara singkat. Insulasi total pakaian dikombinasikan dengan pakaian dan lapisan udara sekitar. Parson (1988) memberikan rumus :

It = Icl + Ia (clothed) ...(13) But :; TUBHℎCJ = M) (XYZ+)_L,- ...(14)

Maka istilah Ia (clothed) dan Ia(nude) yang berlebihan dan Ia bisa selalu dianggap insulasi dari lingkungan atas seseorang tanpa busana. fcl memberikan pemeriksaaan untuk penggunakan pakaian pada manikin, dan Ia digunakan untuk manikin telanjang. Namun penetapan dari fcl kurang akurat, dari atas”

:@U = :H − M)

L,-...(15)

Isitilah yang lebih cocok untuk pengukuran oleh karena itu effektivitas insulasi pakaian (Icle) diamana Icle = It - Ia.

Meskipun lebih cocok untuk menggambarkan, Icle itu tidak konsisten dengan model dan dapat membingungkan.

3.10.5 Efisiensi Faktor Panas Burton (Fcl )

Oohori et al. (1984) mengikuti rumus untuk panas yang hilang dari kulit Dry = Fcl fcl h (Tsk-To)

Dimana :

Fcl = burton thermal efficiency factor = (M,-^M))M) ...(16) Dimana dalam kasus ini

Ia = Ia (clothed) = <

L,- = M) ('YZ+)

L,- ...(17)

Efisiensi faktor (indeks pakaian, dan lain-lain). Sering kali digunakan untuk kalkulasi sederhana, memberikan aturan yang sudah berarti dan terhubung dengan metode eksperimental. Namun mereka dapat membingunkan kasus dan konsep terpenting untuk pengembangan model pada Gambar 3.4 adalah Icl dan Ia. Point terpenting tentang model ini adalah Icl ini dasar pada nilai pakaian dan tidak dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Poin pada model mungkin tidak memadai pada berbagai kondisi dan dapat didiskusikan kemudian.

Dalam dokumen Oleh : MUHAMMAD ACHYA HABIBI DALIMUNTHE (Halaman 76-81)

Dokumen terkait