LANDASAN TEORI
A. Kajian Pustaka 1. Hasil Belajar Biologi
2. Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS)
a. Model Pembelajaran
Biologi merupakan bagian dari ilmu sains. Sains merupakan ilmu yang yang memiliki karakteristik khusus yaitu mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (facts) maupun kejadian (events) serta hubungan sebab akibat. Sains memiliki dua hal yang berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, yaitu sains sebagai proses merupakan kerja ilmiah, dan sains sebagai produk yaitu pengetahuan sains yang berupa pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural dan pengetahuan meta kognitif.
Pengertian dari model pembelajaran adalah suatu kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan suatu kegiatan atau sebagai kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur yang sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar (Wenno, 2008). Model pembelajaran mengarah pada suatu pendekatan pembelajaran tertentu meliputi tujuannya, sintaksnya, lingkungan serta sistem pengelolaannya, sehinggga model pembelajaran mempunyai makna yang lebih luas daripada pendekatan, strategi, pendekatan, metode maupun prosedur. Ahmadi (2011) menyatakan bahwa model pembelajaran merupakan suatu pola atau suatu perencanaan yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran tutorial dan untuk menentukan perangkat pembelajaran.
Ciri khusus yang membedakan model pembelajaran dengan strategi, metode ataupun prosedur ada tiga. Ciri yang pertama adalah rasional, teoritik dan logis yang disusun oleh pengembangnya. Ciri yang kedua adalah landasan pemikiran dari tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Ciri ketiga adalah tingkah laku pembelajaran yang diperlukan agar model pembelajaran dapat terlaksana dengan baik serta lingkungan belajar yang dibutuhkan agar tujuan pembelajaran dapat berhasil.
Berdasarkan pengertian model pembelajaran menurut beberapa ahli diatas, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran merupakan perencanaan yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
commit to user
13 belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman untuk merencanakan aktivitas belajar mengajar.
b. Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS)
Suatu perencanaan ataupun pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun pembelajaran tutorial, serta digunakan untuk menentukan perangkat pembelajaran merupakan pengertian dari model pembelajaran. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran, meliputi assurance, relevance, interest, assessment, dan satisfaction yang dikembangkan berdasarkan teori-teori belajar (Wenno, 2008).
Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS) merupakan model yang dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik (Ahmadi, 2011). Model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assesment and Satisfaction (ARIAS) merupakan modifikasi dari model pembelajaran Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction (ARCS). Model pembelajaran ARIAS dikembangkan sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan oleh guru sebagai dasar melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik. Model pembelajaran ARIAS berisi lima komponen. Menurut Wenno (2008) kelima komponen dari model pembelajaran ARIAS adalah assurance (kepercayaan diri), relevance (relevansi), interest (minat), assessment (evaluasi) dan satisfaction (kepuasan). Assurance (percaya diri) berhubungan dengan sikap percaya, keyakinan serta harapan untuk berhasil. Relevance (relevansi) berhubungan dengan kehidupan siswa, baik berupa pengalaman sekarang maupun pengalaman yang telah dimiliki serta berhubungan dengan kebutuhan karir yang akan datang. Interest berhubungan dengan minat siswa. Assesment berhubungan dengan penilaian terhadap siswa yang merupakan suatu bagian pokok dalam pembelajaran. Satisfaction (kepuasan) adalah reinforcement (penguatan) yang dapat memberikan rasa bangga dan puas pada diri siswa yang perlu dalam proses pembelajaran.
commit to user
ARIAS berisi lima komponen yang disusun berdasarkan teori-teori belajar. Kelima komponen tersebut merupakan satu kesatuan yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Ahmadi (2011) mengemukakan komponen pertama model pembelajaran ARIAS adalah assurance (percaya diri), yaitu berhubungan dengan sikap percaya, keyakinan akan keberhasilan dan berhubungan dengan harapan untuk sebuah keberhasilan. Seorang siswa yang mempunyai sikap percaya diri yang tinggi cenderung lebih berhasil bagaimanapun kemampuan yang dia miliki. Sikap percaya diri akan mempengaruhi tingkah laku siswa untuk mencapai keberhasilan. Siswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi cenderung menilai positif terhadap dirinya sendiri dan senantiasa menampilkan prestasi yang baik secara berkelanjutan.
Cara yang dapat digunakan untuk mempengaruhi sikap percaya diri siswa antara lain membantu siswa menyadari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta menanamkan gambaran positif siswa terhadap diri sendiri, menggunakan patokan yang memungkinkan siswa dapat mencapai keberhasilan dan memberi tugas yang sulit tetapi realistis untuk dikerjakan siswa. Hal tersebut didukung dengan pendapat Ahmadi (2011) bahwa menanamkan sikap positif terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi sikap percaya diri siswa.
Komponen kedua dari model pembelajaran ARIAS adalah relevance.
Menurut Ahmadi (2011) relevance berhubungan dengan kehidupan siswa baik berupa pengalaman masa kini atau pengalaman yang telah dimiliki maupun yang berhubungan dengan kebutuhan karir. Siswa merasa akan terdorong mempelajari sesuatu jika ada relevansinya dengan kehidupan mereka serta berorientasi pada tujuan yang jelas. Tujuan yang jelas memberikan gambaran bagi siswa pengalaman apa yang akan mereka dapatkan selama proses pembelajaran.
Cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan relevansi pembelajaran adalah mengemukakan tujuan atau sasaran yang akan dicapai, menjelaskan manfaat pembelajaran bagi siswa, dan menggunakan bahasa yang jelas serta contoh yang nyata berhubungan dengan kehidupan siswa.
Komponen ketiga dari model pembelajaran ARIAS adalah interest yang berhubungan dengan minat. Ahmadi (2011) mengungkapkan belajar tidak akan
commit to user
15 terjadi tanpa adanya minat. Minat dalam proses pembelajaran tidak hanya harus dibangkitkan, melainkan juga harus dipelihara selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Siswa akan mengerjakan sesuatu yang menarik sesuai dengan minat dan perhatian mereka. Minat merupakan salah satu alat yang sangat berguna untuk mempengaruhi hasil belajar siswa.
Cara yang dapat digunakan oleh guru untuk membangkitkan serta menjaga minat siswa antara lain dengan menggunakan cerita, analogi, sesuatu yang baru, menampilkan sesuatu yang berbeda dalam pembelajaran, memberi kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran.
Minat juga dapat dijaga dengan mengadakan variasi dalam kegiatan pembelajaran serta melakukan komunikasi non-verbal dalam kegiatan pembelajaran.
Komponen keempat dalam model pembelajaran ARIAS adalah assessment, yaitu berkaitan dengan evaluasi terhadap siswa. Evaluasi merupakan umpan balik bagi siswa mengenai kelebihan dan kelemahan yang dimiliki sehingga mampu mendorong untuk belajar lebih giat. Evaluasi tidak hanya dilakukan oleh guru melainkan juga dilakukan oleh siswa terhadap diri mereka sendiri serta evaluasi terhadap teman. Evaluasi diri dapat membantu siswa mengembangkan peembelajaran dan inisiatif siswa untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.
Cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan evaluasi adalah dengan memberikan umpan balik balik terhadap kinerja siswa, dan memberikan evaluasi yang obyektif serta menginformasikan hasil evaluasi kepada siswa. Ahmadi (2011) menyatakan evaluasi dapat dilakukan dengan cara lain, seperti memberikan waktu kepada siswa untuk mengevaluasi diri sendiri sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi teman.
Komponen kelima model pembelajaran ARIAS adalah satisfaction yang berhubungan dengan rasa bangga dan puas atas hasil yang dicapai. Siswa yang telah berhasil mengerjakan atau mencapai sesuatu merasa bangga atas keberhasilan tersebut. Ahmadi (2011) mengungkapkan keberhasilan dan kebanggaan menjadi penguat bagi siswa untuk mencapai keberhasilan selanjutnya.
commit to user
Tujuan mengajar adalah untuk memberikan rasa puas terhadap siswa.
Rasa puas (satisfaction) dapat memberikan penguatan (reinforcement) pada siswa. Penguatan juga dapat diberikan pada siswa berupa penguatan intrinsik maupun penguatan ekstrinsik. Penguatan ekstrinsik dapat berupa pujian dari guru, sedangkan penguatan intrinsik dapat timbul karena keberhasilan siswa dalam memecahkan suatu masalah.
Tujuan pembelajaran menurut model ARIAS adalah membantu siswa menyadari bahwa setiap individu memiliki kelebihan dan kekurangan serta menanamkan gambaran positif siswa terhadap diri sendiri. Menggunakan suatu patokan, standar yang dapat memungkinkan siswa mencapai keberhasilan juga merupakan tujuan pembelajaran menurut model ARIAS. Model pembelajaran ARIAS juga mampu melatih kemandirian siswa dan keterampilan siswa. Evaluasi dalam model pembelajaran ARIAS juga mampu memberikan umpan balik terhadap kinerja siswa serta memberikan kesempatan siswa mengetahui sejauh mana kemampuan yang diperoleh selama proses pembelajaran. Tujuan lain dengan penerapan model pembelajaran ARIAS adalah memberikan variasi dalam pembelajaran, memberikan penguatan kepada siswa baik secara verbal maupun non verbal, serta memberikan perhatian kepada siswa sehingga siswa merasa dihargai (Wenno, 2008).